A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> ELECTRONICS (Total: 207 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
Jurnal Teknologi Elektro
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2086-9479
Published by Universitas Mercu Buana Jakarta Homepage  [17 journals]
  • Perancangan Safety Device pada Pinion Gear Mesin Curing Ban Berbasis PLC
           Mitsubishi

    • Authors: Raden Deasy Mandasari, Noer Safe'i
      Pages: 61 - 65
      Abstract: Mesin curing adalah mesin yang digunakan untuk memasak ban. Mesin curing yang digunakan merupakan mesin curing dengan tipe BOM (Bag O Matic) yaitu mesin curing dengan sistem penggerak  pinion gear yang digerakkan oleh motor. Sistem penggerak ini memiliki kelemahan salah satunya adalah kegagalan pada komponen main drive. Salah satu kegagalan komponen main drive yaitu pecahnya pinion gear. Pecahnya pinion gear dapat mengakibatkan kerusakan mekanik yang lebih parah dan menimbulkan potensi kecelakaan kerja jika saat itu mesin tidak cepat dimatikan. Maka dari itu diperlukannya sistem pendeteksi pecahnya pinion gear agar tidak menyebabkan kerusakan mekanik yang semakin besar dan mencegah timbulnya potensi kecelakaan kerja. Adapun PLC, proximity dan HMI adalah alat yang digunakan untuk merancang sistem kontrol safety device. Setelah dilakukan simulasi sebanyak 3 kali, hasil dari perancangan ini adalah sistem berhasil berjalan dan seluruh komponen bekerja dengan baik. Nilai yang ditampilkan pada PLC sesuai dengan nilai yang dideteksi oleh sensor. Kesimpulan didasarkan pada kesesuaian pulsa yang dikirim oleh sensor ke PLC yang nilainya ditampilkan oleh laptop. Dalam penelitian ini, plat encoder memilki 8 lubang dalam 1 siklus  perhitungan, maka akan menghasilkan 8 pulse. Ketika sensor tidak dipasang, tidak ada pulsa yang terhitung.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.001
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Alat Pengukur Kualitas Air Bersih Berdasarkan Tingkat Kekeruhan dan Jumlah
           Padatan Terlarut

    • Authors: Bagas Reforma, Alfian Ma'arif, Sunardi Sunardi
      Pages: 66 - 73
      Abstract: Air merupakan sumber kehidupan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, misalnya untuk mencuci, memasak, membersihkan kotoran di sekitar rumah, mandi, dan konsumsi. Air dapat digolongkan menjadi dua bagian dengan karakteristiknya sendiri, yaitu air bersih dan air kotor. Penelitian ini merancang alat pengukur kualitas air berdasarkan tingkat kekeruhan dan jumlah padatan terlarut. Alat ini menggunakan sensor turbidity untuk mengukur tingkat kekeruhan dan sensor Total Dissolved Solids untuk mengukur jumlah padatan terlarut dalam air. Arduino Uno digunakan sebagai mikrokontroler untuk memproses data. Hasil keluaran dari nilai kekeruhan dan jumlah padatan terlarut di tampilkan di LCD. Parameter nilai kekeruhan dengan satuan NTU dan jumlah padatan terlarut dengan satuan PPM akan dijadikan kategori air bersih atau air kotor. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, alat telah dapat menentukan kualitas air bersih dengan benar. Didapat persentase error sebesar 3,86 % untuk sensor kekeruhan dan 2,11% untuk sensor TDS.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.002
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Studi Komparatif GFDM dan OFDM untuk Sistem Komunikasi Perkeretaapian

    • Authors: Dara Aulia Feryando, Arief Darmawan, Santi Triwijaya
      Pages: 74 - 79
      Abstract: Kenaikan permintaan terhadap moda kereta api yang signifikan telah mendorong perkembangan riset teknologi kereta pintar untuk meningkatkan kualitas pelayanan moda ini. Perkembangan teknologi tersebut pada akhirnya menuntut  suatu sistem komunikasi yang memiliki kemampuan transmisi tinggi hingga pada level data gigabyte per detik. Sementara itu, teknologi komunikasi pada perkeretaapian saat ini memiliki puncak kecepatan data sebesar 172 Kbps untuk GSM-R dan 20 Mbps untuk LTE-R. Di samping itu, teknik Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada LTE-R diketahui memiliki PAPR yang tinggi yang dapat menyebabkan degradasi pada performansi sinyal. Di sisi lain, riset terkait non-orthogonal waveform telah banyak diusulkan untuk memenuhi permintaan komunikasi kecepatan data tinggi pada skema sistem komunikasi 5G. Penelitian ini membahas mengenai analisis perbandingan salah satu waveform  yang menjadi kandidat waveform 5G, yaitu Generalized Frequency Division Multiplexing (GFDM), dengan OFDM. Analisis perbandingan dilakukan dengan melihat performansi sistem berdasarkan parameter BER, PAPR, dan OOB. Dari hasil yang didapatkan, sistem dengan GFDM memiliki performansi BER yang sama dengan sistem yang menerapkan OFDM. Namun, dari segi parameter PAPR dan OOB, sistem dengan GFDM memiliki nilai lebih baik. Nilai PAPR sistem GFDM memiliki selisih -1 dB dari sistem yang menggunakan OFDM. Sedangkan nilai OOB antara sistem GFDM dan OFDM memiliki nilai perbandingan rata-rata 4,38 dBW untuk penggunaan skema mapper QAM dan 2.07 untuk penggunaan skema mapper OQAM.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.003
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Analisis Phase Lead Compensator Pada Pemodelan State Space Motor Induksi
           Tiga Fasa

    • Authors: Paulus Setiawan, Putri Aryani, Bambang Sudibya
      Pages: 80 - 87
      Abstract: Penelitian tentang pengendalian motor induksi telah banyak dilakukan dalam perkembangan dunia industri, tujuannya adalah untuk mendapatkan efisiensi dalam penggunaan energi listrik. Penelitian ini diawali dengan pemodelan motor induksi kedalam sumbu direct dan quadrature (dq) dan kemudian memodelkan sistem persamaan  state space. Sistem persamaan state space yang digunakan bertujuan untuk menyederhanakan pemodelan motor induksi sehingga mudah untuk dianalisis. Selanjutnya melakukan perancangan pada sistem kendali motor induksi dengan penambahan kompensator mendahului (lead compensator) yang bertujuan untuk memperbaiki nilai response pada sistem. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah menganalisis nilai-nilai response pada torsi elektromagnetik, kecepatan putaran rotor, dan arus stator yang kesemuanya ini dibandingkan terhadap perubahan waktu. Pada saat pengasutan awal motor induksi dengan lead compensator yang didesain dengan penurunan overshoot sebesar 15%, torsi elektromagnetik yang dihasilkan menjadi lebih tinggi dengan nilai maksimum sebesar 25,6%. Kemudian pada saat motor induksi melayani beban sebesar 50 Nm kecepatan steady state putaran rotor menjadi lebih tinggi 1,57%, tetapi arus stator menjadi 12,95% lebih rendah jika dibandingkan dengan sistem yang didesain pada penurunan overshoot sebesar 10%.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.004
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Antena Susun Series Fed 1×8 untuk Aplikasi 5G di Frekuensi 28 GHz

    • Authors: Muslim Muslim, Dian Widi Astuti, Adibah Alfasyanah
      Pages: 88 - 93
      Abstract: Abstrak— Telekomunikasi berperan penting terhadap pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Salah satunya adalah tersedianya sarana komunikasi agar manusia bisa saling tukar informasi satu dengan lainnya meskipun manusia terpaut oleh jarak sangat jauh. Keberadaan manusia yang stasioner maupun dinamis menjadikan permintaan terhadap telekomunikasi berkembang secara cepat salah satunya adalah teknologi 5G. Kehadiran teknologi 5G menawarkan sebuah sistem telekomunikasi yang lebih maju dari teknologi sebelumnya. Sehingga untuk merealisasikan sitem tersebut, dibutuhkan perangkat-perangkat yang memadai salah satunya adalah antena. Antena adalah sebuah perangkat penting dalam realisasi 5G yang berfungsi untuk mengirimkan dan menerima sinyal informasi antar penggunanya. Penelitian ini menawarkan perancangan antena mikrostrip yang disusun 1×8 yang direalisasikan pada frekuensi 28 GHz untuk aplikasi 5G. Hasil pengukuran diperoleh nilai return loss sebesar -21,6251 dB VSWR sebesar 1,1809, impedansi sebesar 74,196 ꭥ, dan juga bandwidth sebesar 0,8579 GHz pada rentang frekuensi 27,4962 GHz – 28,3541 GHz.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.005
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • 5G Channel Model for Frequencies 28 GHz, 73 GHz and 4 GHz with Influence
           of Temperature in Bandung

    • Authors: Ismalia Rahayu, Ahmad Firdausi
      Pages: 94 - 99
      Abstract: The 5G channel model is the latest research on future cellular communication by considering the proposed millimeter wave (mmwave) as an enabling technology for the realization of connectivity in the 5G era. However, mmwave signal propagation suffers a high propagation loss to sensitivity to delay, resulting in a high probability and a low signal to signal ratio (SNR). This can take into account the potential for millimeter wave (mmwave) frequencies of 28, 73 and 4 GHz which are capable of meeting wide bandwidth requirements and data rates of up to Gbps for various scenarios such as Urban Microcell (UMi) and Urban Macrocell (UMa). The area used to conduct this research is in Indonesia because it is a tropical region that has high rainfall so that it can determine the effect that occurs when it is at maximum and minimum temperatures in each month. Therefore, to determine the characteristics of the 28, 73 and 4 GHz channels in the city of Bandung. This study discusses large-scale mmwave characteristics such as path loss, delay spread and power delay profile for line-of-sight (LOS) and non-line-of-sight (NLOS) cases and compares directional and omnidirectional propagation. In this study the Urban Microcell (UMi) scenario was carried out at a distance of 20 meters to 200 meters with a frequency of 28 GHz and 73 GHz, then for the Urban Macro cell (UMa) scenario at a frequency of 4 GHz with a distance of 50 meters to 500 meters.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.006
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Perancangan Sistem Otomatisasi dan Monitoring Perangkat Perawatan Tanaman
           Hias Berbasis Internet of Things

    • Authors: Julpri Andika, Endra Permana, Said Attamimi
      Pages: 100 - 107
      Abstract: Di Indonesia, trend merawat tanaman hias adalah salah satu hobi yang terus berulang setiap tahunnya dengan berbagai jenis tanaman yang berbeda – beda dan metode perawatan yang beragam sesuai dengan jenis tanaman. Sayangnya, padatnya rutinitas di perkotaan membuat tidak semua pemilik tanaman dapat selalu merawat tanaman mereka secara rutin, terkadang ada hal – hal yang membuat mereka tidak dapat selalu berada di dekat tanaman mereka sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk merawat tanaman mereka sebagaimana mestinya. Untuk itu, perangkat perawatan tanaman hias berbasis internet of things (IoT) ini dibuat untuk menawarkan solusi bagi para pemilik tanaman hias untuk dapat merawat tanaman mereka secara otomatis dan dapat dipantau dari kejauhan. Pada perangkat ini, sensor digunakan untuk mengukur kelembaban tanah, suhu udara, kelembaban udara, dan intensitas cahaya yang terdapat di sekitar tanaman. Data yang diperoleh dari sensor akan dikirimkan dari ESP8266 ke smartphone pengguna untuk dapat ditampilkan pada sebuah aplikasi blynk. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pemilik tanaman untuk dapat menyesuaikan nilai variabel sensor yang terdapat pada perangkat untuk disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dilakukan perawatan melalui pengaturan yang terdapat pada aplikasi. Berdasarkan hasil pengujian, setiap sensor memiliki berbagai persentase kesalahan perhitungannya masing – masing, dengan rincian : kesalahan pembacaan sensor soil moisture sebesar 1,303%, kesalahan pembacaan sensor dht11 sebesar 1,56% untuk suhu udara dan 13% untuk kelembaban udara, dan kesalahan pembacaan sensor light dependent resistor sebesar 1,245%. Selain itu, aplikasi juga dapat menampilkan data yang di terima dari ketiga sensor yang terdapat pada perangkat.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.007
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Rancang Bangun Smart Garden Untuk Budidaya Jamur Tiram Dengan Metode
           Sistem Fuzzy Mamdani Berbasis Internet Of Things (IoT)

    • Authors: Akhmad Wahyu Dani, Donna Yosephine Siahaan, Yuliza Yuliza, Fadli Sirait, Fina Supegina
      Pages: 108 - 114
      Abstract: Jamur tiram pada umumnya dapat tumbuh secara alami dibawah pohon berdaun lebar yang ada dihutan atau dibawah tanaman berkayu yang memiliki suhu lingkungan sekitar 22- 28°C dan kelembaban 70 – 90%. Indonesia adalah negara tropis dengan suhu lingkungan sekitar 27.3°C. Pada penelitian ini dirancang sebuah alat untuk mengontrol dua macam miniatur kumbung untuk diamati pertumbuhan dari keduanya, yaitu kumbung dengan kendali fuzzy mamdani dan kumbung konven tanpa kendali fuzzy. Alat ini berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan suhu dan kelembapan pada kumbung jamur tiram agar suhu dan kelembapan sesui dengan habitat jamur tiram sehingga dapat mempermudah pekerjaan petani. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil yaitu kumbung dengan kendali fuzzy diperoleh hasil pertumbuhan jamur yang lebih baik daripada kumbung tanpa kendali. Dengan penerapan metode fuzzy mamdani alat dapat mengendalikan suhu pada kisaran 25°C sampai 28°C dan kelembaban pada kisaran 87% sampai 90%.
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.008
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Sistem Pembuka Brankas Menggunakan E-KTP atau Password Dilengkapi dengan
           GPS

    • Authors: Natanael Widya Anggara, Gunawan Dewantoro, Andreas Ardian Febrianto
      Pages: 115 - 122
      Abstract: Meningkatnya tindak kriminalitas di era pandemi, menjadikan ketakutan tersendiri kepada pemilik perhiasan ataupun barang berharga. Maka diperlukan penyimpanan barang berharga dengan sistem keamanan menggunakan RFID dan keypad sebagai sistem pembuka brankas, dilengkapi dengan sistem pelacak lokasi. Dengan menggunakan E-KTP atau password sebagai pemberi inputan ke sistem pembuka, maka keamanan brankas ini sangatlah cukup. Selain sistem pembuka yang memadai, terdapat juga sistem pelacak lokasi pada brankas. Pengendali yang digunakan adalah Arduino UNO R3, dan Arduino Atmega 2560. Brankas hanya dapat dibuka dengan E-KTP dan password yang sudah terdaftar pada sistem. Ketika E-KTP atau password yang digunakan salah sebanyak 5 kali inputan, maka sistem akan terkunci dan buzzer akan berbunyi. Sistem pelacak lokasi menggunakan modul GPS NEO6M sebagai penangkap titik koordinat latitude dan longitude. Modul SIM 800l sebagai penerima dan pengirim pesan ke pengguna brankas ketika pengguna meminta lokasi terkini brankas dengan cara mengirim pesan “Posisi”. Berdasarkan hasil percobaan brankas dapat dibuka menggunakan E-KTP dan password yang terdaftar pada sistem dengan presentase keberhasilan 100%. Sedangkan prosentase keberhasilan sistem pelacak 100%, dan setelah dilakukan percobaan sebanyak 5 kali nilai rata-rata error titik koordinat latitude dan longitude sangat kecil, yaitu 0,005662% dan 0,000309%.   
      PubDate: 2022-05-31
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.009
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
  • Perancangan Sistem Pengenalan Wajah untuk Keamanan Ruangan Menggunakan
           Metode Local Binary Pattern Histogram

    • Authors: Sunardi Sunardi, Anton Yudhana, Muhamad Alwi Talib
      Pages: 123 - 129
      Abstract: Saat ini telah banyak dikembangkan sistem pengamanan akses masuk ke ruangan dengan verifikasi identitas menggunakan kunci, kartu, dan sebagainya. Namun keterbatasan manusia dalam mengingat benda sehingga kadang terdapat kejadian tertinggal atau terlupa kombinasi angka atau password yang mengakibatkan tidak dapat untuk mengakses ruangan. Teknik verifikasi wajah diperlukan untuk mengakses ruangan dengan teknologi biometrik yang handal dan efisien tanpa harus mengingat objek seperti kunci, kartu, kata sandi, atau pin. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah membuat rancang bangun sistem keamanan akses ruangan menggunakan face recognition menggunakan metode LBPH berbasis Raspberry Pi. Sistem yang dikembangkan terdiri dari dua bagian, yaitu alat yang dipasang pada Raspberry Pi utama yang menjadi otak kamera dan aplikasi Telegram pada smartphone. Kamera dapat mengenali wajah pengguna dan beberapa orang yang dapat mengakses ruangan. Jika kamera tidak mengenali wajah orang yang terdeteksi maka kamera akan mengambil gambar dan mengirimkannya ke pemilik rumah melalui Telegram sebagai notifikasi untuk tindakan lebih lanjut terhadap kedatangan orang yang tidak dikenal.
      PubDate: 2022-06-01
      DOI: 10.22441/jte.2022.v13i2.010
      Issue No: Vol. 13, No. 2 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 44.210.237.158
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-