A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  First | 1 2        [Sort by number of followers]   [Restore default list]

  Subjects -> ARCHITECTURE (Total: 219 journals)
Showing 201 - 264 of 264 Journals sorted alphabetically
tecYt     Open Access  
Terrain.org : A Journal of the Built & Natural Environments     Free   (Followers: 3)
The Journal of Architecture     Hybrid Journal   (Followers: 15)
The Journal of Integrated Security and Safety Science (JISSS)     Open Access   (Followers: 14)
Thresholds     Hybrid Journal  
Town and Regional Planning     Open Access   (Followers: 10)
Undagi : Jurnal Ilmiah Arsitektur     Open Access  
UOU Scientific Journal     Open Access   (Followers: 6)
URBAN DESIGN International     Hybrid Journal   (Followers: 12)
Urban Research & Practice     Hybrid Journal   (Followers: 20)
Vernacular Architecture     Hybrid Journal   (Followers: 8)
Vitruvian     Open Access  
VITRUVIO : International Journal of Architectural Technology and Sustainability     Open Access  
Vivienda y Ciudad     Open Access  
VLC arquitectura. Research Journal     Open Access  
Winterthur Portfolio     Full-text available via subscription   (Followers: 5)
ZARCH : Journal of Interdisciplinary Studies in Architecture and Urbanism     Open Access  

  First | 1 2        [Sort by number of followers]   [Restore default list]

Similar Journals
Journal Cover
Vitruvian
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2088-8201 - ISSN (Online) 2598-2982
Published by Universitas Mercu Buana Jakarta Homepage  [17 journals]
  • COVER VOL 11 NO 3

    • Authors: Christy Vidiyanti
      Abstract: COVER VOL 11 NO 3
      PubDate: 2022-06-30
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • Halaman Depan Vol 11 No 3 Juni 2022

    • Authors: Christy Vidiyanti
      Abstract: Halaman Depan Vol 11 No 3 Juni 2022
      PubDate: 2022-06-30
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • Halaman Belakang Vol 11 No 3 Juni 2022

    • Authors: Christy Vidiyanti
      Abstract: Halaman Belakang Vol 11 No 3 Juni 2022
      PubDate: 2022-06-30
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • EVALUASI FASAD KULIT GANDA TERHADAP PENCAHAYAAN ALAMI PADA BANGUNAN MASJID
           WTC JENDRAL SUDIRMAN

    • Authors: Tathia Edra Swasti
      Pages: 201 - 208
      Abstract: Bangunan sebaiknya dapat memberi ruang beraktivitas yang nyaman kepada pengguna agar terhindar dari iklim luar yang tidak menguntungkan, sehingga aktivitas di dalamnya dapat berjalan dengan optimal. Aspek kenyamanan merupakan salah satu faktor penting dalam kekhusukan beribadah di dalamnya. Masjid WTC Jendral Sudirman merupakan masjid yang didesain oleh arsitek Anggara Architeam. Masjid ini memiliki bukaan yang cukup besar dan dilapisi dengan fasad double skin cutting panel bermotif sehingga pencahayaan alami terfilter sampai masuk ke dalam bangunan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, lantai dasar ruang ibadah pencahayaan alami masih kurang memadai dikarenakan kurangnya bukaan dan terdapat awning di lantai dasar. Sebaliknya lantai 2 ruang ibadah mendapatkan cukup pencahayaan alami yang baik dikarenakan terdapat banyak bukaan. Pengukuran diluar bangunan memiliki nilai lux yang tinggi, sedangkan didalam bangunan nilai lux baik. Hal ini menandakan bahwa fasad kulit ganda berpengaruh untuk memfilter cahaya yang masuk. 
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.001
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • KETERIKATAN MASYARAKAT SEMARANG TERHADAP ALUN-ALUN BARU KOTA SEMARANG
           BERDASARKAN TEORI PLACE ATTACHMENT

    • Authors: Rona Fika Jamila, Retno Wijayaningsih
      Pages: 209 - 220
      Abstract: Setelah puluhan tahun, alun-alun Semarang hilang karena beralih fungsi menjadi pasar Yaik yang menyambung dengan Kawasan pasar Johar. Setelah itu, selama hampir 50 tahun berikutnya di tengah kota, Simpang Lima sudah eksis menjadi jantung kota baru. Kemudian pada tanggal 9 Mei tahun 2015 terjadi kebakaran yang membuat bangunan cagar budaya pasar Johar habis dilalap api, disusul dengan kebakaran di Pasar Yaik Baru pada tanggan 27 Februari 2016, kemudian kebakaran terjadi Kembali pada 18 Juni 2016 di blok E Pasar Kanjengan. Kondisi ini tentu saja membuat Pemerintah Kota Semarang harus melakukan pembangunan kembali Kawasan Pasar Johar yang pernah menyandang predikat Kawasan perdagangan terbesar se-Asia Tenggara ini. Dan uniknya adalah dalam perencanaan ini Pemerintah Kota Semarang menyertakan rekonstruksi atau pembangunan Kembali Alun-alun Semarang yang sudah punah.Dan pada tahun 2020 seharusnya sudah dilakukan peresmian Alun-alun baru ini, namun karena kondisi pandemi covid19, ruang terbuka kota seperti Alun-alun Semarang tidak terlalu diekspose karena dianggap berpotensi mengundang keramaian. Keadaan ini cukup menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang pandangan masyarakat  terutama warga Semarang mengenai Alun-alun baru ini. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya, yang berjudul “Presepsi Masyarakat Terhadap Simpang Lima Sebagai Alun-Alun Kota Semarang”  dan sekarang peneliti ingin mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Semarang terhadap alun-alun baru kota Semarang, apakah masyarakat memiliki keterikatan dengan alun-alun baru ini. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apakah masyarakat masih memiliki keterikatan terhadap Alun-alun Semarang. Untuk mengetahui bagaimana tingkat keterikatan masyarakat terhadap Alun-alun Semarang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan Place Attachment. Hasil dari penelitian ini bisa disimpulkan bahwa secara keseluruhan, para responden memiliki keterikatan yang baik terhadap Alun-alun ini.
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.002
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • ORIENTASI DESAIN BUNGALOW SEHAT DENGAN PENDEKATAN PEMANFAATAN SINAR
           MATAHARI Studi Kasus: di Desa Rancakalong Kabupaten Sumedang

    • Authors: Evananda Nadhira Rahma Pertiwi, Karenina Martha Arafah, Anwar Subkiman
      Pages: 221 - 228
      Abstract: Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis khatulistiwa dengan iklim tropis yang memiliki luas daratan 1.919.440 km² . Daratan tinggi Indonesia banyak dimanfaatkan menjadi lokasi rekreasi hingga dibutuhkan rancangan bungalow yang tidak hanya nyaman dan mempunyai daya tarik dengan memanfaatkan pemandangan alam sekitarnya yang indah, tetapi juga bungalow harus sehat. Sebuah bungalow dirancangan dengan bukaan yang lebar untuk mendapatkan view yang terbaik sekaligus memanfaatkan sinar matahari yang dapat menghasilkan ruangan yang sehat dengan energi yang dimilikinya. Bungalow sebagai fasitas publik harus senantiasa terjaga kebersihannya dengan memenuhi kriteria bangunan/rumah sehat. Sinar matahari memiliki potensi berupa energi iradiasi yang ternyata dapat membunuh kuman dan patogen lain di udara maupun permukaan benda. Potensi sinar matahari ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan desain bungalow yang sehat. Penelitian ini mengambil studi kasus di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Penelitian diawali dengan dengan mendapatkan data geografis; sun path, site, dan iklim yang menjadi parameter simulasi orientasi bungalow yang sehat. Simulasi menggunakan software development andrewmash.com, yaitu dengan 2D Sun Path untuk mendapatkan orientasi bungalow yang tepat sinar matahari mampu menjangkau bagian dalam bungalow secara optimal, sebagai tujuan penelitian ini. Penelitian ini juga menggambarkan bahwa betapa pentingnya penelitian yang intensif untuk mendapatkan konsep desain di tahap awal perancangan, atau disebut design by research. Secar umum, dengan data parameter sun path, site, dan iklim serta analisis simulasi komputer, maka akan didapatkan orientasi bangunan yang tepat sesuai dengan kriteria bangunan yang ramah-lingkungan.
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.003
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • Pengkajian Desain Interior sebagai Media Pembantu Pembelajaran Anak Down
           Syndrome di Denpasar

    • Authors: Gede Aldo Dani Prasetya, Ida Ayu Dyah Maharani, Nyoman Dewi Pebriyani
      Pages: 229 - 234
      Abstract: Down syndrome adalah sebuah bentuk kelainan pada kromosom yang membuat penderitanya mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental. Kromosom anak down syndrome berjumlah 47 buah, dikarenakan pada kromosom 21 mereka tidak sepasang melainkan tiga buah. Menurut narasumber, Anak down syndrome lebih kalem dan lebih mudah untuk diarahkan ketimbang anak dengan gangguan autis. Namun, konsentrasi dan fokus anak down syndrome sangat mudah terganggu melalui cahaya, suara, bau, dan lainnya. Oleh karena itu diperlukan rancangan ruangan yang dapat membantu anak down syndrome melakukan pengembangan bakat di Rumah Ceria POTADS Bali. Penulis mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu sebagai bahan tolak ukur penulis, seperti penelitian Penelitian Adzara dan Widajanti pada 2016 yang membahas ukuran dan bentuk ruang kelas yang ideal untuk anak down syndrome di kota Tangerang, serta Penelitian Amanda Mulia dan Eunike Kristi pada 2012 yang membahas tentang fasilitas terapi anak down syndrome di Surabaya. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui dan mengambarkan ruangan seperti apa yang dapat membuat anak down syndrome nyaman dalam melakukan pengembangan bakat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah Penelitian desriptif kualitatif, bertujuan untuk mengambarkan, melukiskan, menjelaskan, dan menjawab secara lebih rinci permasalahan yang akan diteliti. Perancangan interior untuk anak down syndrome harus sesuai dengan aktivitas yang dilakukan pada ruangan tersebut. Contohnya, ruang terapi dapat mengurangi stimulus untuk anak down syndrome agar mereka dapat fokus, ruang senam dibuat agar anak-anak down syndrome menjadi terstimulus dan gembira, dan ruang kreativitas atau ruang kelas dibuat untuk anak down syndrome dapat tenang dan fokus. Pada penelitian ini, penulis menemukan bahwa ruangan pengembangan bakat pada POTADS Bali dapat dirancangan untuk 1 anak down syndrome dan 1 terapis. Penulis merancang dengan lantai menggunakan bahan kayu/karpet, dinding berwarna putih tanpa ornamen, plafon menggunakan gypsum putih. Semua material yang digunakan sering dilihat oleh anak down syndrome, dan stimulus yang kemungkinan dapat mengganggu anak down syndrome di redam.
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.004
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • DESAIN LANSKAP JALUR HIJAU KOSAMBI BARU SEBAGAI AREA OLAHRAGA OUTDOOR DAN
           REKREASI

    • Authors: Mardiana Mardiana, akhmad arifin hadi
      Pages: 235 - 244
      Abstract: “Jalur Hijau Kosambi Baru” merupakan ruang terbuka hijau publik yang saat ini belum optimal pemanfaatannya. Hal ini dapat dilihat dari volume kunjungan yang sedikit[a1] , drainase yang buruk, pembagian zonasi yang kurang baik, sarana dan prasarana yang tidak memadai serta penggunaan material lanskap yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain lanskap “Jalur Hijau Kosambi Baru” untuk area olahraga dan rekreasi di Kecamatan Cengkareng dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengidentifikasi persepsi dan preferensi pengguna tapak yang dijadikan pertimbangan dalam pengembangan konsep desain. Berdasarkan analisis preferensi pengguna, diperoleh informasi bahwa desain lanskap yang diharapkan pengguna adalah penataan ruang yang lebih baik, penambahan fasilitas sesuai kebutuhan pengguna, penambahan jenis tanaman berbuah dan berwarna dengan peningkatan kualitas tanah. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dirumuskan konsep desain taman instagrammable yang dapat menarik pengunjung untuk beraktivitas di olahraga dan rekreasi. Untuk mengatasi masalah banjir digunakan strategi sistem drainase berkelanjutan memperbaiki sistem drainase fisik dan meningkatkan daya serap tanah melalui kolam retensi dan material perkerasan berpori. Untuk menghadirkan nuansa budaya Betawi pada tapak, setiap elemen desain menggunakan ragam hias budaya Betawi, seperti seni palang pintu, pakaian tari topeng Betawi, dan rumah adat Betawi. [a1]Sedikit itu relatif, jd lebih baik dengan jumlah perkiraan
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.005
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • PENGARUH SETING RUANG DAN AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP PERILAKU PENGUNJUNG
           DI RUANG PUBLIK

    • Authors: I Komang Indra Wira Pranata, A.A. Gede Rai Remawa
      Pages: 245 - 250
      Abstract: Keberadaan ruang-ruang publik menjadi tempat bertemunya aktifitas antar manusia, manusia pada dasarnya memilki perilaku yang berbeda-beda didalam melakukan aktifitas yang kerap dipengaruhi oleh seting ruang dan kondisi ruang yang tersedia. Interaksi antar manusia dalam menggunakan ruang publik khusunya area sirkulasi, memberikan respon yang berbeda sehingga dipandang penting melakukan penelitian mengenai aspek apa saja yang mempengaruhi perilaku manusia dalam aktifitasnya mengakses area sirkulasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku manusia terhadap ruang dan area sirkulasi sehingga dapat memberikan solusi terhadap permasalahan di lapangan mengenai sirkulasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis dengan pendekatan teori Windley & Scheidt. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara online mengenai artikel yang membahas tentang perilaku manusia pada ruang publik, khususnya yang berkaitan dengan sirkulasi. Hasil yang diperoleh bahwa keterkaitan sirkulasi di ruang publik dengan suasana ruang yang tercipta dari settting ruang dan peran perilaku manusia mempengaruhi perilaku manusia lain terhadap lingkungan sekitar. Hal ini terjadi akibat adanya interaksi manusia dengan manusia dan interaksi manusia dengan ruang.
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.006
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • PLACEMAKING KAWASAN KULINER HUTAN KOTA KAOMBONA SEBAGAI SELF-HEALING
           MASYARAKAT PALU

    • Authors: Adnagmesha Magfirah Ramadhani Najib, Hastuti Saptorini, Hilmi Nur Fauzi
      Pages: 251 - 260
      Abstract: Kawasan Kuliner Hutan Kota Kaombona merupakan relokasi komunitas korban bencana alam gempa, tsunami, dan likuefaksi yang terjadi di Pantai Talise Palu pada 2018. Kawasan hutan kota yang dibangun oleh pemerintah ini, awalnya terlihat gersang dan kurang bergairah. Namun semenjak dijadikan tempat relokasi korban bencana, menjadi kawasan yang relatif lebih hidup. Aktivitas mereka mayoritas bergerak di bidang kuliner. Bagaikan gayung bersambut, aktivitas hutan yang semula didominasi oleh warga setempat untuk berolahraga pagi, menjadi hidup dan lebih ramai oleh masyarakat luas setelah dilengkapi oleh usaha kuliner korban bencana (pelaku relokasi). Pengguna hutan kota semakin ramai dan korban bencana pun semakin bergairah dalam berdagang kuliner sehingga diindikasi mampu melupakan/mengalihkan/self-healing masa lalu bencana yang telah menimpanya. Paper ini bertujuan mempublikasikan semangat indikatif tersebut melalui penelitian yang bertema placemaking dengan metode deskriptif kualitatif. Peneliti mengamati dan menstrukturkan aktivitas dan peristiwa yang dilakukan Pengguna kuliner sebagai proses self-healing berdasarkan Supportive Environment Theory (SET) yang memiliki 8 indikator. Pertama, adalah serene yang berarti ketenangan. Ketenangan ini tercipta karena tempat aktivitas kuliner berada di lokasi yang jauh dari perkotaan. Kedua adalah nature (alam). Setting relokasi memilki daya tarik alam yang eksotis dan indah sehingga memicu Pengunjung beraktivitas kuliner sambil menikmati alamnya. Ketiga adalah rich in species (keberagaman). Tempat relokasi ini memiliki keberagaman jenis flora dan alam bukit yang kaya fauna. Keempat adalah terciptanya space, yakni tempat yang menyuguhkan suasana baru dengan aktivitas yang hidup berupa kuliner. Kelima, adalah prospect. Ruang hidup ini memiliki prospek dengan vista yang menarik. Keenam adalah refuge (tempat yang aman) karena aktivitas kuliner berada di sekitar perbukitan sehingga dapat dijadikan pelarian/tempat berlindung. Ketujuh adalah bernilai sosial, yaitu tumbuhnya interaksi sosial di antara Pengguna kuliner. Terakhir adalah bernilai budaya, karena ragam kuliner yang disuguhkan menunjukkan lokalitas budaya setempat.
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.007
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • DAMPAK PLTU TERHADAP KONDISI EKONOMI, SOSIAL, DAN KESEHATAN MASYARAKAT
           DALAM LINGKUNGAN HIDUP DI KECAMATAN JENU

    • Authors: Mahardhika Berliandaldo, Tommy Hendrix
      Pages: 261 - 274
      Abstract: Keberadaan PLTU di Kecamatan Jenu yang memiliki sistem pembangkit berkapasitas 2 x 350 MW membutuhkan batubara sebanyak 9600 ton/unit/hari sehingga akan berdampak secara positif dan negatif bagi daerah tersebut. Dampak yang timbul tersebut memiliki asumsi yang berbeda-beda dengan yang ada ditempat lain, khusunya aspek ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rekomendasi dan perbaikan berupa pemantauan dan evaluasi lingkungan hidup khususnya pada aspek ekonomi, sosial dan kesehatan masyarakat di sekitar PLTU. Metode yang digunakan adalah pemantauan dengan menggunakan metode penelitian survei dengan Sampel responden berjumlah 48 orang, yang ditentukan secara purposive di 5 desa di sekitar PLTU dengan menggunakan STATA Analysis, selanjutnya melakukan penelaahan terhadap data literatur, serta Analisis data yang menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan aspek ekonomi khususnya pada kesempatan kerja, kebutuhan atas SDM atau tenaga kerja dalam operasional PLTU masih sangat terbuka luas bagi masyarakat disekitar PLTU baik itu sebagai pegawai organik maupun pegawai yang direkrut sesuai dengan kebutuhan. Pendapatan masyarakat disekitar PLTU memiliki kecenderungan menurun untuk beberapa jenis pekerjaan, sedangkan untuk jenis pekerjaan yang lain relatif lebih tetap. Jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Tuban, maka semua pendapatan responden ini dibawah UMK, meskipun rendahnya pendapatan masyarakat bukan merupakan dampak turunan langsung dari keberadaan PLTU. Dari aspek sosial, keresahan masyarakat muncul disebabkan oleh terbentuknya persepsi negatif terhadap dampak gangguan yang dirasakan berupa perubahan kualitas udara, perubahan kualitas air, dan kebisingan. Dari aspek kesehatan masyarakat, jenis penyakit yang erat kaitannya dengan keberadaan PLTU yaitu jenis penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan seperti influensi, bronchitis, dan asma yang dimana setiap bulannya dengan persentase 15,8% hingga 26,67%.
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.008
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • EVALUASI ALIRAN UDARA PADA BANGUNAN ASRAMA DIVITRIYA, BERBENTUK
           ”U” DI YOGYAKARTA

    • Authors: Cornelia Hildegardis
      Pages: 275 - 280
      Abstract: Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh bentuk masa bangunan terhadap aliran udara yang terjadi di dalam dan luar bangunan. Salah satunya pada bangunan berbentuk U. Penelitian dilakukan pada salah satu asrama, yang berlokasi di pemukiman padat penduduk di Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi bentuk aliran udara yang masuk ke dalam bangunan, agar dapat mengetahui penghawaan alami yang terjadi terutama pada daerah pemukiman padat penduduk. Untuk mengevaluasi bentuk aliran udara ini dilakukan pengukuran langsung menggunakan thermohygrometer dan anemometer untuk mengetahui suhu, kelembaban udara dan kecepatan angin serta dilanjutkan dengan menggunakan simulasi Computational Fluid Dynamics. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan kondisi tatanan ruang luar seperti jarak dan ketinggian masa bangunan di sekitar bangunan mampu memberikan pengaruh terhadap pergerakan angin yang masuk ke setiap sisi dalam bangunan. Diketahui pula, aliran angin yang masuk ke dalam bangunan dapat membentuk pola sesuai dengan jumlah, arah hadap dan tipe bukaan.
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.009
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
  • PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP SETTING FISIK DAN AKTIVITAS RUANG CAFE
           COWORKING SPACE DI YOGYAKARTA SEBAGAI RESPON TERHADAP PANDEMI COVID-19

    • Authors: Ferdy Sabono
      Pages: 281 - 292
      Abstract: Pembatasan aktivitas dan kontak fisik antar manusia pada bangunan publik diberlakukan sejak pandemi Covid-19. Pembatasan tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya kluster penyebaran virus, sehingga perlu adanya perubahan dan adaptasi pada tata ruang dan aktivitas bangunan publik. Salah satunya yakni cafe coworking space di Yogyakarta yang tetap berkegiatan di masa pandemi dengan menerapkan physical distancing (pembatasan fisik) seperti adaptasi pada penataan ulang interior, mengatur alur kegiatan serta pengaturan kapasitas pengunjung. Namun adaptasi tersebut bersifat insidental dan mendesak, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi relevansi bentuk adaptasi tersebut pada tingkat keamanan dan kenyamanan pengunjung berdasarkan persepsi yang diperoleh lewat e-kuesioner. Hasil  penelitian menunjukan bahwa penataan ulang pada ruang cafe coworking space belum efisien sehingga kriteria setting fisik yang responsif menurut persepsi pengunjung adalah pemberian jarak antar tempat duduk serta mengatur pola penataan tempat duduk, dan penentuan lebar jalur sirkulasi. Sedangkan setting aktivitas yakni berupa kegiatan sterilisasi dan pengecheckan suhu seharusnya dilakukan sebelum pengunjung memasuki ruangan serta memberikan perbedaan pada akses masuk dan keluar ruangan.   
      PubDate: 2022-06-30
      DOI: 10.22441/vitruvian.2022.v11i3.010
      Issue No: Vol. 11, No. 3 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 44.192.26.60
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-