A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  First | 1 2        [Sort by number of followers]   [Restore default list]

  Subjects -> ARCHITECTURE (Total: 219 journals)
Showing 201 - 264 of 264 Journals sorted alphabetically
tecYt     Open Access  
Terrain.org : A Journal of the Built & Natural Environments     Free   (Followers: 3)
The Journal of Architecture     Hybrid Journal   (Followers: 15)
The Journal of Integrated Security and Safety Science (JISSS)     Open Access   (Followers: 14)
Thresholds     Hybrid Journal  
Town and Regional Planning     Open Access   (Followers: 10)
Undagi : Jurnal Ilmiah Arsitektur     Open Access  
UOU Scientific Journal     Open Access   (Followers: 6)
URBAN DESIGN International     Hybrid Journal   (Followers: 12)
Urban Research & Practice     Hybrid Journal   (Followers: 20)
Vernacular Architecture     Hybrid Journal   (Followers: 8)
Vitruvian     Open Access  
VITRUVIO : International Journal of Architectural Technology and Sustainability     Open Access  
Vivienda y Ciudad     Open Access  
VLC arquitectura. Research Journal     Open Access  
Winterthur Portfolio     Full-text available via subscription   (Followers: 5)
ZARCH : Journal of Interdisciplinary Studies in Architecture and Urbanism     Open Access  

  First | 1 2        [Sort by number of followers]   [Restore default list]

Similar Journals
Journal Cover
Riset Arsitektur
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Online) 2548-8047
Published by Universitas Katolik Parahyangan Homepage  [4 journals]
  • PRINSIP TOD MULTILEVEL SEBAGAI LANDASAN RENEWAL TERMINAL BUS LEUWIPANJANG

    • Authors: Andreas Tirta, Yohannes Karyadi Kusliansjah
      Pages: 240 - 257
      Abstract: Abstrak – Saat ini Kota Bandung perlu membenahi infrastrukur dan prasarana transportasi umum dalam upaya mempersiapkan kehadiran kereta cepat yang memiliki stasiun utama di Tegal Luar, Kawasan Gedebage. Dengan hadirnya kereta cepat di Kota Bandung, tentu akan mempengaruhi percepatan distribusi penumpang dan barang di dalam kota. Intensitas perpindahan tersebut perlu didukung dengan infrastruktur jaringan transportai yang dapat terintegrasi dengan baik, salah satunya dengan penerapan sistem Transit Oriented Development (TOD) Multi-level di Terminal Leuwipanjang, Bandung. Terminal Leuwipanjang masih menerapkan sistem layanan transportasi single-level, yang berarti belum cukup efisien dan efektif dalam menunjang percepatan layanan transpotasi umum yang direncanakan, terutama transportasi umum berbasis multi-level seperti yang terencana dalam Bandung Urban Mobilty Project. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Desain Terminal Leuwipanjang agar menjadi salah satu TOD yang layak sebagai pendukung Stasium Tegal Luar yang menjadi perhentian kereta cepat Bandung-Jakarta melalui metode eksploratif-analitik-komparatif yang mendukung konsep Multi-Level. Diperoleh kesimpulan mengenai kondisi Terminal Leuwipanjang memerlukan penyesuaian menghadapi kehadiran kereta cepat yang memiliki pintu masuk di Stasiun Tegal Luar, Kawasan Gedebage.   Kata kunci: infrastruktur, prasarana transpotasi umum, TOD Multi-Level, Terminal Leuwipanjang
      PubDate: 2022-07-05
      DOI: 10.26593/risa.v6i03.5938.240-257
      Issue No: Vol. 6, No. 03 (2022)
       
  • PELESTARIAN BUDAYA DAYAK DALAM ARSITEKTUR MASA KINI PADA PERANCANGAN
           KANTOR GUBERNUR DI KALIMANTAN

    • Authors: Gerry Ronald, Alwin S. Sombu
      Pages: 258 - 274
      Abstract: Abstrak - Fenomena Bangunan Pemerintahan di Kalimantan saat ini  ditandai dengan maraknya penggunaan langgam arsitektur tradisional Huma Betang. Langgam ini merupakan rumah adat masyarakat Kalimantan yang sering di sebut  rumah panjang karena bentuknya yang berderet memanjang. Penggunaan langgam Huma Betang  pada bangunan pemerintahan cenderung hanya meniru wujud asli Huma Betang semata tanpa mempertimbangkan makna yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menggali, relasi suatu bentuk dan makna yang terdalam. Dengan demikian penggunaan dan penerapan ini dengan  konsep tradisonal huma betang diharapkan tidak menyimpang makna asalnya. Penelitian ini menelusuri Arsitektur Tradisional huma Betang dan filosofi terkandung di dalamnya.  Metode dalam penelitian ini adalah metode penafsiran jadi relasi tradisi membangun dengan bentuk dan susunan struktur konstruksi Huma Betang. Penelusuran menggunakan gabungan prinsip anatomi bangungan dengan tradisi budaya. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah pemahaman esensi aritektur tradisional dalam tradisi membangun Huma Betang yang berdasarkan adat setempat. Dengan demikian tipologi ini dapat dielaborasi digunakan sebagai pedoman dalam perancangan kantor pemerintahan.                                                                                             Kata kunci: arsitektur tradisional, rumah Betang, pelestarian arsitektur.
      PubDate: 2022-07-05
      DOI: 10.26593/risa.v6i03.5940.258-274
      Issue No: Vol. 6, No. 03 (2022)
       
  • AKULTURASI ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN MODERN PADA BANGUNAN KLENTENG SATYA
           BUDHI DI BANDUNG

    • Authors: Hendra Hartarto Sugianto, Bachtiar Fauzy
      Pages: 275 - 290
      Abstract: Abstrak – Indonesia merupakan negara kesatuan yang mempunyai berbagai macam etnis dan kebudayaan. Klenteng merupakan bangunan peribadatan untuk masyarakat minoritas karena jumlahnya tidak terlalu banyak dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Klenteng menggunakan konsep akulturasi arsitektur yang mengkombinasikan antara unsur tradisional dan unsur modern yang banyak diterapkan, salah satunya adalah Klenteng Satya Budhi di Bandung. Dalam metode desain pada bangunan harus menerapkan unsur tradisional karena merupakan usaha untuk melestarikan atau mempertahankan kebudayaan tersebut pada zaman sekarang. Dalam studi kasus Klenteng Satya Budhi akan mendeskripsikan antara unsur tradisional dan unsur modern berdasarkan konsep tapak, tatanan massa, susunan ruang, struktur konstruksi dan ornamentasi. Sesudah itu, akan mendapatkan aspek yang mendominasi antara unsur tradisional dan unsur modern berdasarkan bagian utama pada bangunan. Hasil dari proses akan memperlihatkan dominasi dalam menerapkan unsur tradisional dan unsur modern pada Klenteng Satya Budhi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang mendeskripsikan studi kasus, metode analitis yang menganalisa studi kasus berdasarkan teori dan metode interpretatif dalam menghasilkan kesimpulan yang merupakan usaha untuk memahami dominasi antara unsur tradisional dan unsur modern berdasarkan metode desain. Serta, untuk mendefinisikan konsep akulturasi arsitektur yang digunakan melalui desain bangunan peribadatan.   Kata kunci: akulturasi arsitektur, arsitektur tradisional, arsitektur modern, Klenteng Satya Budhi.
      PubDate: 2022-07-05
      DOI: 10.26593/risa.v6i03.5941.275-290
      Issue No: Vol. 6, No. 03 (2022)
       
  • AKULTURASI ARSITEKTUR LOKAL DAN MODERN PADA DESAIN ANTWERPEN-CENTRAAL
           (ANTWERP CENTRAL) RAILWAY STATION, BELGIA

    • Authors: Iman Aji, Bachtiar Fauzy
      Pages: 291 - 313
      Abstract: Abstrak - Perkembangan zaman berdampak pada seluruh aspek termasuk juga perkembangan pada sektor transportasi, stasiun yang melayani penumpang pada bidang transportasi darat pun terkena dampak daripada gaya modernisasi. Perkembangan zaman yang dimaksud ialah modernisasi, dimana semua ingin bergerak cepat dan praktis. Gaya modern berdampak pada perkembangan gaya arsitektur dengan kata lain pergeseran akan gaya asli dari suatu bangunan tersebut tergeserkan dengan adanya gaya baru yakni gaya modern. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dan memahami konsep akulturasi yang terjadi pada bangunan stasiun Antwerp, mengetahui unsur yang memperngaruhinya dan menghasilkan simpulan daripada objek studi yang terbahas yaitu pada stasiun Antwerp Centraal Station.  Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, dimana bertujuan untuk melihat nilai yang terkandung dari fisik bangunan tersebut. Dilanjutkan dengan metode deskriptif, dimana data yang didapat dihimpun sesuai dengan penelitian yang dilakukan yang disesuaikan dengan teori yang digunakan. Sehingga dihasilkan hasil akhir berupa simpulan dari hasil analisa yang sudah dilakukan. Manfaat yang diharapkan adalah mampu menambah keilmuan dan pengetahuan dari para pembaca akan penelitian yang telah dilakukan peneliti.   Kata kunci: akulturasi, arsitektur, bangunan stasiun dan stasiun Antwerp Centraal.
      PubDate: 2022-07-05
      DOI: 10.26593/risa.v6i03.5942.291-313
      Issue No: Vol. 6, No. 03 (2022)
       
  • PENERAPAN KONSEP SENTRALITAS PADA KERATON SURAKARTA HADININGRAT

    • Authors: Denny Winata, Indri Astrina
      Pages: 314 - 331
      Abstract: Abstrak - Keraton merupakan sebuah kompleks arsitektur bersejarah dengan fungsi sebagai tempat tinggal penguasa dan keluarga kerajaan. Keraton memegang peranan penting dalam perkembangan sebuah kota khususnya kota-kota di Jawa. Bukan hanya berupa bangunan kediaman raja, keraton juga memiliki pengaruh dalam otoritas kehidupan masyarakat sebagai bangunan pemerintahan. Seiring berkembangnya zaman, keraton tidak lagi menjadi entitas pemerintahan yang menggeser peran dan aspek fungsionalnya. Di Indonesia, keraton dipandang sebagai obyek sejarah yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan agama. Faktor ini membentuk sebuah peran baru keraton sebagai pusat kebudayaan pengetahuan dan keagamaan. Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu keraton yang masih berfungsi sebagai kediaman raja dan keraton peninggalan Mataram Kuno yang turut mengalami fenomena pergeseran fungsi. Keraton sebagai sebuah kompleks dengan berbagai peran kepusatan yang dimilikinya tidak hanya tercermin dari fungsinya, melainkan juga dari pola tatanan massa keraton. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi pola tatanan arsitektural Keraton Surakarta Hadiningrat serta peran sentralitas yang terkandung didalamnya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan descriptive dan textual analysis digunakan untuk mendeskripsikan konsep sentralitas yang terdapat pada keraton. Konsep sentralitas Christopher Alexander diintegrasikan dengan konsep-konsep kosmologi yang melandasi pola tatanan Keraton Surakarta Hadiningrat untuk mengetahui alasan terbentuknya pola tatanan massa yang mencirikan sentralitas dan pengaruhnya terhadap keraton sebagai sebuah bangunan sentralitas. Data sentralitas yang diperoleh dengan observasi lapangan dan studi pustaka dikelompokkan menjadi dua bagian konsentrasi analisis, yaitu hubungan tatanan keraton terhadap Kota Surakarta (skala makro) dan tujuh lapisan Jambudvipa dalam keraton termasuk atap tradisional pada keraton (skala mikro). Temuan penelitian membuktikan keraton memegang peranan penting dalam tata sebuah kota dengan berlandaskan konsep Catur Gatra Tunggal yang selalu dapat ditemui pada kota Jawa. Temuan sejarah dan budaya menjadi tiang pembentuk Kota Surakarta setelah keberadaan keraton. Temuan konsep sentralitas yang terdapat pada keraton juga memiliki intensitas yang berbeda-beda terkait dengan fungsi dan posisi bangunannya serta terhadap konsep kosmologi yang terdapat pada keraton. Temuan tersebut membuktikan tatanan keraton memiliki hierarki utama tunggal terhadap Kedhaton yang menjadi inti dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Meskipun keraton memiliki pusat-pusat pembentuk lapisan yang memiliki kualitas sentralitas tersendiri, peran setiap pusat kecil tersebut menegaskan keutamaan Kedhaton sekaligus memperkuat kualitas sentralitas. Tentunya, hubungan antar tiap lapisan sangat erat dalam membentuk sebuah entitas kesatuan arsitektural.   Kata Kunci: sentralitas, pola tatanan, keraton, kosmologi, Surakarta, Jawa tengah
      PubDate: 2022-07-05
      DOI: 10.26593/risa.v6i03.5943.314-331
      Issue No: Vol. 6, No. 03 (2022)
       
  • PENERAPAN DYNAMIC FACADE DENGAN SENSOR SUHU SEBAGAI UPAYA MENINGAKATKAN
           KENYAMANAN TERMAL RUANG DALAM

    • Authors: Thomas Raffael Kwa, Wulani Enggar Sari
      Pages: 332 - 349
      Abstract: Abstrak - Fasad merupakan salah satu elemen pada arsitektur yang memiliki peran terhadap kenyamanan termal ruang dalam bangunan. Fasad memiliki beragam bentuk dan jenis yang mempunyai peranannya masin-masing. Seiring berkembangnya teknologi fasad dapat dikembangkan dengan bantuan teknik mesin, industri, maupun teknik komputer. Salah satunya adalah dynamic facade pada bangunan Al Bahar, Abu Dhabi yang menggunakan teknologi seperti computer programming untuk mengatur besar bukaan fasad terhadap iklim yang dibaca oleh sensor panas yang memiliki dampak pengurangan panas pada ruang dalam bangunan dan pengurangan energi untuk keperluan penghawaan buatan / penyejuk ruangan.Bentuk lipatan segitiga yang dirancang dapat menutup dan membuka secara penuh untuk kepentingan visual pada ruang dalamnya. Diperkirakan fasad tersebut mampu mengurangi lebih dari 50 persen panas yang masuk dan mengurangi kebutuhan pendingin udara dalam gedung. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari cara kerja dari dynamic facade yang menggunakan teknologi komputer dan juga meneliti penggunaan material fasad polikarbonat dan aluminium yang efektif untuk digunakan dalam fasad dinamis pada iklim tropis Indonesia.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan eksperimental rancangan maket fasad. Dilakukan eksperimen pembuatan maket fasad yang mampu bergerak serupa dengan pergerakan fasad Mashrabiya, Al Bahar yang membutuhkan program dan coding komputer untuk mendukung pergerakan yang adaptif terhadap iklim sekitar. Penelitian menguji pergerakan fasad terhadap temperatur panas matahari pada iklim tropis Jakarta, data iklim diperoleh dari data BMKG.   Kata Kunci: adaptif, dinamis, fasad, termal
      PubDate: 2022-07-05
      DOI: 10.26593/risa.v6i03.5946.332-349
      Issue No: Vol. 6, No. 03 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 18.204.56.97
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-