A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> ANTHROPOLOGY (Total: 398 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
Majalah Geografi Indonesia
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 0215-1790 - ISSN (Online) 2540-945X
Published by Universitas Gadjah Mada Homepage  [48 journals]
  • Karakterisasi Longsor untuk Analisis Kerawanan Bencana Longsor di
           Baturturu, Kabupaten Gunungkidul

    • Authors: Aditya Pandu Wicaksono, Mohammad Abdul Khafid
      Abstract: Abstrak Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah dengan intensitas bencana longsor cukup tinggi. Bencana longsor terjadi di Dusun Baturturu, Kabupaten Gunungkidul dipengaruhi oleh tingginya intensitas curah hujan yang berdampak pada kerugian material. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, kerawanan longsor, dan kestabilan lereng sebagai upaya mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan metode pemodelan spasial kuantitatif berjenjang untuk pengharkatan kerawasan longsor dengan pengambilan sampel menggunakan kaidah purposive sampling. Analisis laboratorium juga digunakan sebagai data analisis kestabilan lereng dengan metode janbu dan fellenius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe longsor daerah penelitian yaitu Rotational Slide.. Daerah penelitian memiliki 3 kelas kerawanan longsor yaitu rendah (skor 17), sedang (skor 19-22), dan tinggi (skor 24-25). Sedangkan hasil analisis kestabilan lereng pada daerah dengan kerawanan tinggi berada pada level kritis atau potensial untuk terjadi longsor dengan FK= 0,546 dengan metode Janbu. Sedangkan metode fellenius di dapatkan hasil masing-masing sebesar 1,821, 1,292, dan 1,768 (level stabil) yang artinnya kondisi lereng tersebut masih tergolong aman dari potensi pergerakan tanah. Abstract Gunungkidul regency is an area with a high landslide intensity. Landslide disaster occurred in Baturturu Hamlet, Gunungkidul Regency affected by the high intensity of rainfall that impacted material losses. The purpose of this study is to find out the characteristics, level of landslide insecurity, and slope stability as a disaster mitigation effort to minimize disaster risk. This study used a tiered quantitative spatial modeling method for the assessment of landslide insights by sampling using purposive sampling rules. Laboratory analysis is also used as slope stability analysis data by janbu and fellenius methods. The results showed that the type of landslide of the research area is a rotational landslide. The research area has 3 classes of landslide insecurity, namely low (score 17), moderate (score 19-22), and high (score 24-25). Meanwhile, the results of the slope stability analysis in areas with high vulnerability are at a critical level or the potential for landslides to occur with FK = 0.546 with the Janbu method. Meanwhile, the fellenius method obtained results of 1,821, 1,292, and 1,768 (stable levels) respectively, which means that the condition of the slopes is still relatively safe from potential soil movement. 

      PubDate: 2022-07-06
      DOI: 10.22146/mgi.71857
      Issue No: Vol. 36, No. 2 (2022)
       
  • Determinan Tingkat Konsumsi Gizi Makro Rumah Tangga di Provinsi Riau:
           Kajian Demografi dan Spasial

    • Authors: Prima Budiraharti, Rika Harini, Sudrajat Sudrajat
      Abstract: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan tingkat konsumsi gizi makro (TKGM) rumah tangga di Provinsi Riau tahun 2018 dari aspek demografi, sosial, dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensia dengan menggunakan regresi logistik biner. Data yang digunakan adalah data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2018 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi protein pada tahun 2018 sudah memenuhi AKG yang dianjurkan, sedangkan tingkat konsumsi lemak dan karbohidrat masih di bawah AKG yang dianjurkan Determinan TKGM rumah tangga di Provinsi Riau adalah wilayah tempat tinggal, jumlah ART, status kawin KRT, umur KRT, jenis kelamin KRT, pendidikan KRT, lapangan usaha pekerjaan utama KRT, pendapatan, dan rata-rata pengeluaran makanan rumah tangga.  Abstract This study aims to examine the determinants of household macro nutrient consumption levels in Riau Province in 2018 from demographic, social, and economic aspects. The method used is descriptive analysis and inference by using binary logistic regression. The data used is data from the 2018 National Socio-Economic Survey (Susenas) conducted by the Statistics Indonesia. The results showed that the level of protein consumption in 2018 had met the Recommended Dietary Allowance (RDA), while the level of fat and carbohydrate consumption was still below the RDA Determinants of household macro nutrient consumption levels in Riau Province were the area of residence, number of household members, household marital status, age of the household head, sex of the household head, education of the head of household, main business field of household head, income, and average household food expenditure.




      PubDate: 2022-03-15
      DOI: 10.22146/mgi.56011
      Issue No: Vol. 36, No. 1 (2022)
       
  • Distribusi dan Karakteristik Pemuda NEET di Indonesia (Analisis Data
           Sakernas 2018)

    • Authors: Nindya Riana Sari, Sukamdi Sukamdi, Abdur Rofi
      Abstract: Abstrak Dalam tujuan kedelapan SDGs tertuang indikator dengan target pemuda, salah satunya mengurangi proporsi pemuda yang Not in Education, Employment, or Training (NEET). Indikator NEET menjadi salah satu ukuran untuk mengukur tenaga kerja yang tidak produktif di kalangan pemuda. Diantara negara-negara ASEAN lainnya, Indonesia menempati posisi pertama negara dengan persentase NEET-nya tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pemuda yang berstatus NEET dan sebarannya menurut provinsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif menggunakan data sekunder. Lebih jauh, data yang digunakan adalah Sakernas 2018. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa 24,07 persen pemuda berstatus NEET. Pemuda yang termasuk dalam NEET didominasi oleh pemuda perempuan, berpendidikan SMA/sederajat, bukan penyandang disabilitas, serta tinggal pada rumah tangga dengan kondisi sosial ekonomi yang cenderung rendah. Oleh karena itu, sebagai upaya mewujudkan target SDGs, berbagai program yang dibuat hendaknya harus didasarkan pada karakteristik pemuda di setiap wilayah Indonesia. Abstract In the SDGs' eighth goal, there are indicators targeting youth, one of which is to reduce the proportion of youth who are not in Education, Employment, or Training (NEET). NEET indicator is one measure to measure unproductive workforce among youth. Among other ASEAN countries, Indonesia ranks first with the highest NEET percentage. This study aims to determine the characteristics of young people with NEET status and distribution by province. This study uses a quantitative approach with descriptive methods using secondary data. The data used is Sakernas 2018. Based on data processing, it shows that 24.07 percent of youth are NEET. Youth who are included in NEET are dominated by the youth who are on average 23 years old, female, high school educated, are not disabled, living in households with socioeconomic conditions that tend to below. Therefore, to realize the SDGs target, various programs made should be based on the characteristics of youth in each region of Indonesia.
      PubDate: 2022-03-15
      DOI: 10.22146/mgi.59391
      Issue No: Vol. 36, No. 1 (2022)
       
  • Pemetaan mobilitas penduduk di kawasan pinggiran Kota Bandung

    • Authors: Lili Somantri
      First page: 95
      Abstract: Abstrak   Tingginya mobilitas penduduk dari kawasan pinggiran ke pusat kota menimbukan beberapa dampak negatif yakni kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan lain-lain Upaya penanggulangan mobilitas dapat dilakukan dengan perencanaan dan pembangunan kawasan pinggiran. Sebagai langkah awal perencanaan, pemetaan tingkat dan pola mobilitas penduduk perlu dilakukan agar penanganan yang diberikan menjadi tepat sasaran Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara.. Analisis spasial untuk memetakan data dilakukan dengan bantuan analisis SIG menggunakan teknik overlay. Hasil penelitian pada 7 titik pengamatan pada periodik waktu 06.00 – 18.00 menunjukan bahwa arus masuk ke Kota Bandung jauh lebih 13% besar dibanding arus keluar terutama pada hari kerja dengan total 35.896 kendaraan. Hal tersebut menunjukan bahwa ada ketergantungan wilayah pinggiran terhadap kota Bandung terutama yang berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya. Dengan demikian pola penanggulangan mobilitas ialah membangun sarana dan prasarana sosial, ekonomi, dan pendidikan serta kesehatan pada wilayah pinggiran  Abstract The high mobility of the population from the suburbs to the city center causes several negative impacts, namely population density, traffic congestion, air pollution, etc. Efforts to overcome mobility can be carried out by planning and developing suburban areas. As a first step in planning, mapping the level and pattern of population mobility needs to be done so that the treatment provided is right on target. This research uses a quantitative descriptive approach with observation and interview data collection techniques. Spatial analysis to map the data is carried out with the help of GIS analysis using overlay techniques. The results of the study at 7 observation points at a periodic time of 06.00 - 18.00 showed that the inflow to the city of Bandung was 13% larger than the outflow, especially on weekdays with a total of 35,896 vehicles. This shows that there is a dependence of suburban areas on the city of Bandung, especially those related to work, education, and so on. Thus, the pattern of overcoming mobility is to build social, economic, educational and health facilities and infrastructure in the periphery.
       
      PubDate: 2022-03-15
      DOI: 10.22146/mgi.70636
      Issue No: Vol. 36, No. 1 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.239.4.127
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-