A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> GEOGRAPHY (Total: 493 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
Jurnal Manusia dan Lingkungan
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 0854-5510 - ISSN (Online) 2460-5727
Published by Universitas Gadjah Mada Homepage  [48 journals]
  • EFEKTIFITAS SISTEM LAHAN BASAH BUATAN DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH
           SAKIT-X (Effectiveness of Artificial Wetland System in Processing Liquid
           Waste of Hospital-X)

    • Authors: Atieka Wulandari, Rossie Wiedya Nusantara, Muhammad Sofwan Anwari
      Pages: 39 - 49
      Abstract: AbstrakLahan basah buatan adalah sistem yang melibatkan tanaman, tanah, mikroba sebagai pengolahan limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektifitas sistem lahan basah buatan dalam pengolahan limbah cair rumah sakit X dan mengkaji kemampuan jenis tanaman Canna Indica, Echinodorus palaefolius dan Iris pseudoacorus sebagai biofilter limbah cair rumah sakit X . Lahan basah buatan dibuat menggunakan media pasir, karbon aktif, dan kerikil dalam skala laboratorium. Analisis data menggunakan uji Anova dan Uji BNT dengan penggunaan jenis tanaman sebagai perlakuan biofilter, yaitu Canna Indica, Echinodorus palaefolius plant, Iris pseudoacorus, penggabungan ketiga tanaman, dan tidak ada tanaman sebagai kontrol. Waktu detensi 3, 6, dan 9 hari sebagai perlakuan hari dengan tiga kali ulangan. Parameter utama adalah Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan amoniak. Parameter pendukung warna, bau, suhu, dan pH. Lahan basah buatan terbukti efektif dalam pengolahan limbah cair rumah sakit X dan ada perlakuan yang memberikan pengaruh beda nyata terhadap perubahan kualitas air limbah. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penurunan BOD dan COD terjadi pada waktu detensi 6 hari. Variasi waktu berpengaruh terhadap penurunan konsentrasi BOD dan COD. Penggabungan ketiga tanaman (C. Indica, E. palaefolius dan I. pseudoacorus) terbukti efektif sebagai biofilter dalam penurunan parameter pH (11,2%) dan warna (27,4%), serta tanaman Echinodorus palaefolius terbukti efektif sebagai biofilter dalam penurunan parameter amoniak (34%), namun pengggunaan tanaman (biofilter) dalam lahan basah buatan tidak terbukti efektif pada penurunan BOD, COD, dan suhu. Hasil penelitian ini telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Permen KLHK No: P. 68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku mutu air Limbah domestik.
      AbstractAn artificial wetland is a system which involves plants, soil, and microbes in the wastewater treatment. This research aims to examine the effectiveness of artificial wetland to be used for the hospital’s wastewater treatment. It also reviews the role of Canna Indica, Echinodorus palaefolius, and Iris pseudoacorus to serve as biofilters of the hospital’s wastewater. The artificial wetland is made of sand, active carbon, and gravels in lab-scale amount. The data was analysed by using Anova test and BNT test. The analysis involved several types of plants serving as a biofilter treatment, namely Canna Indica, Echinodurus palaefolius, Iris pseudoacorus, and the combination of these three plants. None served as a control plant. The detention times were 3, 6, and 9 days compounded with three-time repetitions. The main parameters were Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and amoniak. Supporing parameters included colour, odor, temperature, and pH. The artificial wetland was considered effective in the hospital’s wastewater treatment. The results also documented that some treatments had a significantly different effect towards the change of wastewater quality. The research indicated that the efficiency of BOD’s and COD’s decline occured at 6 days of detention. The variety of time affected the concetration decline of BOD and COD. The combination of three plants (E. palaefolius, I. pseudoacorus, and C. Indica) was proven effective as a biofilter which reduces pH parameter (11,2%) and colour parameter (27,4%). In addition, The Echinodorus palaefolius plant was reported effective to reduce amoniak parameter (34%). However, the use of plants (biofilter) in the artificial wetland was not effective towards the decline of BOD, COD, and temperature. The results of this research therefore have met the requirement stipulated by the Goverment regulation of KLHK (Ministry of Environment and Forestry) No : P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 on the quality standards of the domestic wastewater.
      PubDate: 2020-05-31
      DOI: 10.22146/jml.52179
      Issue No: Vol. 27, No. 2 (2020)
       
  • HUBUNGAN KERAPATAN PENDUDUK DENGAN KEANEKARAGAMAN TANAMAN BUAH PEKARANGAN
           DI KECAMATAN GODEAN, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA (Relationship between
           Population Density and Diversity of Yard Fruit Plants in Godean
           Sub-District, Sleman District, Yogyakarta)

    • Authors: Fransisca Kiki Fajarwati, Suwarno Hadisusanto, Hartono Hartono
      Pages: 50 - 59
      Abstract: AbstrakTanaman buah sangat besar manfaatnya bagi manusia dan lingkungan hidup antara lain berperan untuk menjaga kawasan hijau di kawasan hunian, namun keberadaannya di pekarangan saat ini teracam karena meningkatnya alih fungsi lahan dari pekarangan menjadi lahan terbangun untuk tempat tinggal seiring dengan pertambahan jumlah manusia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persebaran kerapatan penduduk, keanekaragaman tanaman buah, hubungan kerapatan penduduk dengan keanekaragaman tanaman buah, adaptasi masyarakat dalam melestarikan tanaman buah dan pekarangan dan menyusun usulan pelestarian tanaman buah dan pekarangan di Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah observasi dan memanfaatkan data sekunder dengan periode waktu penelitian selama sepuluh bulan. Hasil yang diperoleh adalah kerapatan penduduk di Kecamatan Godean semakin ke bagian timur (mendekati Kota Yogyakarta) memiliki angka semakin tinggi. Semakin rapat penduduk maka semakin rendah indeks keanekaragaman dan kemerataan, semakin tinggi indeks dominansi, semakin sedikit jumlah jenis tanaman buah yang ditemukan, dan semakin sedikit kawasan hijau di kawasan hunian. Lokasi dengan kerapatan penduduk semakin tinggi terjadi adaptasi pelestarian tanaman buah dan pekarangan yang mendukung konsep lanskap produktif. Usulan pelestarian tanaman buah dan pekarangan disusun dengan mempertahankan usaha pemerintah dan warga yang dirasa efektif, memperbaiki atau menghilangkan yang kurang efektif dan menyusun usulan baru dengan harapan agar tetap dapat menjaga lingkungan hidup dengan menjaga kawasan hijau di kawasan hunian berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lapangan.AbstractFruit plants are very beneficial for human and environment, including their role is protecting green areas in residential areas, but their presence in the yard today is threatened because the increasing conversion of land functions from yard to building for shelter along with the increase in the number of people. The purpose of this study is to analyze the distribution of population density, the relationship between population density and diversity of fruit plants, community adaptation to conserve fruit plants and yard, and to give the recommendation for fruit plants and yard conservation in Godean Sub-District, Sleman District. The methods used are observation and utilizing secondary data with a research period of ten months. The study found that the population density in eastern part of Godean District (approaching the City of Yogyakarta) had higher numbers. The higher population density is, the lower diversity and evenness index, the higher the dominance index, the fewer the number of fruit plants found, and the less green areas in residential areas. Locations with higher population densities are adapted to conserve the fruit plants and yard. These findings support the concept of productive landscapes. Recommendation for fruit plants and yard conservation was compiled by maintaining goverment and citizen efforts that are felt to be effective, repairing or eliminating ones that are less effective and making new recommendation with the hope that it can protect the environment by protecting green areas in residential areas based on problems found in the field.
      PubDate: 2020-05-31
      DOI: 10.22146/jml.53401
      Issue No: Vol. 27, No. 2 (2020)
       
  • PERENCANAAN INFRASTRUKTUR PERSAMPAHAN TERKAIT MASIFIKASI INDUSTRI KREATIF
           DAN INDUSTRI DAUR ULANG SKALA KOTA DI KECAMATAN SEBERANG ULU 2, PALEMBANG
           (Planning Assessment of Waste Infrastructure About Massification of
           Creative and Recycle Industry on City Scale in Seberang Ulu 2 District,
           Palembang)

    • Authors: Sitti Sarifa Kartika Kinasih, Yuwono Aries
      Pages: 60 - 75
      Abstract: AbstrakData-data spider web per kawasan kumuh dalam dokumen Slum Improvement Action Plan (SIAP) 2015-2019 Kota Palembang menunjukkan bahwa permasalahan persampahan merupakan masalah yang hampir dominan dibandingkan 6 indikator lainnya. Untuk itu diperlukan upaya penanganan sampah secara lebih strategis dan masif supaya bermanfaat bagi banyak pihak. Penelitian ini bertujuan mengkaji perencanaan infrastruktur persampahan perkotaan yang terbaik untuk masyarakat dan lingkungan. Analisis tata guna lahan berguna memetakan perkiraan lahan yang masih dapat digunakan untuk membuat bank sampah, pusat daur ulang, sekaligus pusat industri kreatif. Analisis statistik untuk mengetahui respon masyarakat tentang pengelolaan sampah dengan pemilahan dari sumbernya dengan menggunakan sampel sebanyak 377 responden berdasarkan pada tabel Krejcie, dan analisis deskriptif induktif dengan menggunakan data wawancara in depth terhadap stakeholder terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bank sampah unggul daripada PLTSa karena dapat mendukung circular economy, cenderung menggunakan teknologi bersih, dan dapat membuka lapangan kerja jauh lebih banyak. Manajemen pengelolaan sampah yang terbaik menurut semua perwakilan pemerintah lokal juga adalah bank sampah, daur ulang, dan pengomposan. Terdapat potensi 3 pasar tradisional di Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang yang apabila direnovasi lantai atasnya dapat dimanfaatkan untuk bank sampah. Jumlah TPS ada 3 (berpotensi untuk direvitalisasi menjadi bank sampah). Hal ini penting untuk menjaga estetika kota. Terdapat 41,1% warga yang menyebutkan bahwa kesulitan memilah sampah adalah kurangnya sarana. Masyarakat mendukung bank sampah di lingkungan mereka, 64,5% setuju; 35,5% cukup setuju, 0% tidak setuju. Masyarakat juga seluruhnya setuju memilah sampah apabila ada bank sampah yang terjangkau dari rumah.
      AbstractWebspider data per slum area in Slum Improvement Action Plan (SIAP) 2015-2019 Kota Palembang document shows that waste is a dominant problem compared to 6 other indicators. Therefore, waste management efforts are needed in a more strategic and massive way. This study aims to examine the best urban waste infrastructure planning for communities and the environment. The land-use analysis is useful in mapping the estimated land that can still be used to create garbage banks, recycling centers, as well as creative industrial centers. SPSS analysis to find out public response about waste management by sorting from source using 377 respondents as samples based on Table Krejcie, and inductive descriptive analysis using interview in depth data to relevant stakeholder. This research showed that waste banks better than PLTSa because it tend to use clean technology and can open up more jobs. The best waste management according to all local government representatives is waste bank, recycling, and composting. There are 3 potential traditional markets in Seberang Ulu 2 District Palembang which if the upstairs being renovated can be used for garbage bank. The number of TPS (potentially to be revitalized into waste bank) are 3, this is important because to maintain the aesthetics of the city. There are 41.1% of residents said that the difficulty of sorting waste is lack of facilities. Communities support waste banks in their neighborhood, 64.5% agree; 35.5% quite agree, 0% disagree. Communities entirely agreed to sort out garbage if there is an affordable waste bank from house.
      PubDate: 2020-05-31
      DOI: 10.22146/jml.41040
      Issue No: Vol. 27, No. 2 (2020)
       
  • DESAIN LANSKAP SEMPADAN SUNGAI BERBASIS PREFERENSI MASYARAKAT DI SEGMEN
           JALAN RADAR AURI, JAKARTA TIMUR (Preferenced-based Riparian Landscape
           Design of Cipinang River in The Radar Auri Street Segment, East Jakarta)

    • Authors: Urfa Adzkia, Indung Sitti Fatimah
      Pages: 76 - 87
      Abstract: AbstrakJakarta Timur adalah kota administrasi terluas di provinsi DKI Jakarta. Laju pembangunan kota yang semakin meningkat menyebabkan daya tampung dan daya dukung lingkungan kota semakin menurun sehingga memicu timbulnya permasalahan sosial, ekosistem lingkungan daratan maupun akuatik. Lanskap sempadan Sungai merupakan aspek penting dari konstruksi lanskap perkotaan. Lanskap sempadan Sungai Cipinang memiliki fungsi ekologis, estetika dan sosial. Masyarakat merupakan kunci bagi terciptanya kehidupan sosial yang berkelanjutan dalam sebuah taman lingkungan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di taman lingkungan perlu adanya keterlibatan masyarakat sekitar dengan mempelajari preferensi masyarakat sekitar terhadap taman. Oleh karena itu, dibutuhkan desain taman lingkungan berdasarkan preferensi masyarakat sekitar untuk menciptakan sebuah taman lingkungan yang fungsional, estetis, ekologis, dan berkelanjutan. Proses desain lanskap sempadan Sungai Cipinang dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: tahap pengumpulan data, tahap analisis dan sintesiskonsep, dan desain. Konsep yang digunakan dalam taman lingkungan ini adalah Taman Olahraga dan Olah jiwa dengan memilih tanaman kangkung air sebagai konsep desain. Konsep ini dipilih untuk menjaga dan memelihara lingkungan sempadan sungai serta memberikan ruang olahraga, area rekreasi dan meningkatkan interaksi antar masyarakat sekitar. Setelah dilakukan proses desain, dihasilkan 3 model pilihan desain dan satu diantaranya menjadi sebuah siteplan yang digunakan sebagai gambar acuan dalam proses pembuatan gambar kerja. Siteplan dilengkapi dengan gambar tampak potongan, perspektif, detail desain, dan rencana penanaman.
      AbstractEast Jakarta is the largest administrative city in the province of DKI Jakarta. The increasing space of urban development causes the capacity and the carrying capacity of the urban environment to decrease, thus triggering the emergence of social problems, ecosystems of the land, and aquatic environment. The riparian landscape is an important aspect of the urban landscape. The riparian landscape of Cipinang River has ecological, aesthetic, and social functions. Community is the key to create sustainable social life in the community park. To know the needs of people in a community park is important as well as in a park design process, it could be grasped through the study of people preferences. Therefore, it is important too to study the community park design based on user preference to create a community park that is functional, aesthetic, ecological, and sustainable. The design process will be carried out through several stages, namely: stage of data collection, analysis and synthesis phase, concepts, and  design. The concept is “Olah Raga dan Olah Jiwa” which Water Spinach’s form as a design concept. It was chosen in addition to preserving and maintaining the riparian landscape environment, also to provide sports spaces, recreation areas. After the design process is carried out, there will be three models of design choices and one of them will be a siteplan that is used as a reference image in the process of making work drawings. A siteplan will be equipped with section plan, perspective, design details, and planting plan.
      PubDate: 2020-10-09
      DOI: 10.22146/jml.52711
      Issue No: Vol. 27, No. 2 (2020)
       
  • KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESISIR DAN STRATEGI PENGEMBANGAN
           POTENSI PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI (Social
           Economic Condition of Coastal Communities and Development Strategy of
           Capture Fisheries Potentials in Buleleng Regency)

    • Authors: I Ketut Wija Negara, Ni Putu Putri Wijayanti, Made Ayu Pratiwi, I Gede Wahyu Suryawirawan
      Pages: 88 - 92
      Abstract: AbstrakMasyarakat nelayan mempunyai karakteristik sosial tersendiri di dalam kehidupan masyarakat. Diantaranya masyarakat nelayan mempunyai solidaritas dan etos kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir dan menentukan strategi pengembangan potensi perikanan tengkap di Kabupaten Buleleng Penelitian ini dilakukan di tujuh Kecamatan, yaitu; Kecamatan Gerogak, Seririt, Banjar, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, dan Tejakula. Metode penelitian menggunakan Analisis SWOT.Rentang umur nelayan penuh didominasi oleh umur 41-50 dan tingkat pendidikan nelayan di Kabupaten Buleleng adalah tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD). Secara umum kondisi armada dan alat tangkap masih tergolong penangkapan ikan skala kecil, dengan rata-rata jumlah pendapatan nelayan yaitu Rp 1.000.000-2.000.000/bulan. Strategi pengembangan yang di sarankan adalah strategi SO, yaitu; pengorganisasian pemasaran hasil tangkapan ikan oleh kelompok nelayan. Menyusun profil investasi peluang usaha perikanan tangkap. Meningkatkan peran penyuluh perikanan untuk membantu kegiatan penangkapan ikan. Potensi perikanan di WPP 713 dapat dimaksimalkan melalui kerjasama nelayan dalam bentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB).
      AbstractThe fishing community has its own social characteristics in community life. Among them, the fishing community has solidarity and a high work ethic. The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of coastal communities and determine the strategy for developing fisheries potential in Buleleng Regency. This research was conducted in seven districts: Gerogak, Seririt, Banjar, Buleleng, Sawan, Kubutambahan, and Tejakula. The research method uses SWOT Analysis. The full age range of fishermen is dominated by the age of 41-50 and the education level of Elementary Schools (SD). In general the condition of the fleet and fishing gear is still classified as small-scale fishing, with an average amount of fishermen income of Rp 1,000,000-2,000,000 / month. The recommended development strategy is the SO strategy: (1) organizing marketing of fish catches by fishermen groups; (2) compile investment profile of the opportunities in capture fisheries business; (3) enhancing the role of fisheries scouts to assist fishing activities. The fishery potential in WPP 713 can be maximized through the cooperation of fishermen in the form of a Kelompok Usaha Bersama  (KUB).
      PubDate: 2020-10-09
      DOI: 10.22146/jml.56523
      Issue No: Vol. 27, No. 2 (2020)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 44.201.94.72
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-