A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> NUTRITION AND DIETETICS (Total: 201 journals)
We no longer collect new content from this publisher because the publisher has forbidden systematic access to its RSS feeds.
Similar Journals
Journal Cover
Amerta Nutrition
Number of Followers: 1  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2580-1163 - ISSN (Online) 2580-9776
Published by Universitas Airlangga Homepage  [54 journals]
  • Back Matter

    • Authors: Trias Mahmudiono
      PubDate: 2022-09-09
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Pola Asuh Makan dan Konsumsi Pangan Balita Anemia di Kabupaten Cirebon

    • Authors: Mira Dewi, Ali Khomsan, Karina Rahmadia Ekawidyani, Annisa Ayu Pravansa
      Pages: 227 - 234
      Abstract: Latar Belakang: Anemia merupakan masalah gizi global dengan prevalensi 36,8% balita di Indonesia mengalami anemia. Konsumsi pangan, pola asuh makan, dan sosial ekonomi dapat mempengaruhi status anemia balita. Tujuan: Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pola asuh makan dengan konsumsi pangan dan hubungan antara pola asuh makan dan konsumsi pangan dengan kadar hemoglobin balita anemia. Metode: Dengan desain cross sectional penelitian ini dilakukan dari Agustus sampai November 2020 dengan jumlah sampel 54 balita anemia (Hb<11 g/dL) di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon yang dipilih secara purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri atas karakteristik rumah tangga, karakteristik balita dan status gizi, praktik pola asuh makan, serta konsumsi pangan balita yang diperoleh melalui wawancara dan pengukuran langsung. Analisis statistik data dilakukan secara univariat maupun bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Lebih dari separuh (51,9%) ibu berusia 26-35 tahun dengan tingkat pendidikan rendah (90,7%) dan pendapatan rumah tangga di bawah UMR (66,7%). Rata-rata kadar hemoglobin balita sebesar 9,2±1,4 g/dL dan 66,7% mengalami anemia tingkat sedang. Sebagian besar (44,4%) balita berusia 25-36 bulan termasuk kategori status gizi kurang mengacu pada indikator TB/U dan BB/U. Skor pola asuh makan adalah 88,9±7,5 dan masuk dalam kategori ‘baik’, akan tetapi tingkat kecukupan energi, lemak, dan karbohidrat balita masih berada dibawah anjuran. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kadar hemoglobin berhubungan signifikan hanya dengan faktor konsumsi pangan, terutama tingkat kecukupan energi, lemak, dan karbohidrat, serta frekuensi konsumsi hati ayam. Kesimpulan: Pola asuh tidak berhubungan dengan konsumsi pangan. Kadar hemoglobin balita anemia tidak berhubungan dengan pola asuh pangan, tetapi berhubungan signifikan dengan konsumsi pangan dan kebiasaan mengkonsumsi hati ayam. Informasi terkait dengan status gizi dan kesehatan perlu ditingkatkan khususnya tentang konsumsi pangan dan anemia serta pencegahannya sehingga dapat mengurangi prevalensi anemia pada balita.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.227-234
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Pola Asuh, Status Gizi, Asupan Zat Gizi dan Hubungannya dengan Kejadian
           Kelebihan Berat Badan pada Anak SD Kristen Satya Wacana Salatiga

    • Authors: Fajar Dwi Pangestu, Venti Agustina, Kristiawan Prasetyo Agung Nugroho
      Pages: 235 - 244
      Abstract: Latar Belakang: Obesitas dan overweight merupakan penyakit tidak menular yang masih dirasa menjadi masalah global di dunia baik pada anak dan dewasa. Laporan WHO, tahun 2018 menunjukkan 124 juta anak mengalami obesitas dan 213 juta anak mengalami overweight. Kejadian ini tidak lepas dari beberapa faktor, yakni faktor pola asuh yang diberlakukan di keluarga, status gizi dan pemberian asupan gizi pada anak. Tujuan: Mendeskripsikan pola asuh, status gizi orang tua berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pemenuhan asupan zat gizi anak serta menguji hubungan diantaranya terhadap kejadian kelebihan berat badan anak. Metode: Desain penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan di SD Kristen Satya Wacana pada bulan Oktober 2020 sampai dengan bulan Maret 2021 dengan jumlah responden 41 siswa dari kelas 1-6 yang mengalami kelebihan berat badan beserta orang tuanya. Instrumen pengambilan data yang digunakan yakni Semi-Quantitatif Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), Food Recall 2x24 jam, dan kuesioner terkait pola asuh orang tua. Analisis data secara deskriptif dan Bivariate dengan Spearman-Rank. Hasil: Semua orang tua responden menerapkan tipe pola asuh demokratis (100%), tingkat status gizi orang tua sebagian besar masuk dalam kategori status gizi normal (ayah:46,3%, ibu:36,6%), pemenuhan asupan zat gizi anak menurut kategori kecukupan semua masuk kategori kelebihan asupan. Uji korelasi Spearman rank menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi orang tua dan asupan gizi anak terhadap kejadian kelebihan berat badan anak (nilai p>0,05). Kesimpulan: Berdasarkan seluruh variabel yang diuji, tidak ada satupun yang mempengaruhi kejadian kelebihan berat badan pada anak. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya penelusuran pada pola asuh orang tua yang beragam dan mengkorelasikannya dengan anak yang memiliki status gizi normal.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.235-244
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Aktivitas, Konsumsi Makanan, Faktor Fisiologis, dan Riwayat Obesitas
           Keluarga Kaitannya dengan Obesitas pada Pegawai: Studi Kasus-Kontrol

    • Authors: Lina Okfiani, Ria Ambarwati, Kun Aristiati Susiloretni
      Pages: 245 - 255
      Abstract: Latar Belakang : Obesitas adalah penyakit kronis akibat kelebihan lemak tubuh yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti kardiometabolik dan diabetes. Faktor risiko obesitas yaitu faktor aktivitas, konsumsi, fisiologis dan riwayat obesitas keluarga. Tujuan : Untuk menganalisis besar risiko faktor aktivitas, konsumsi, fisiologis dan riwayat obesitas keluarga pada kejadian obesitas berdasarkan persen lemak tubuh pegawai Kampus I dan III Poltekkes Kemenkes Semarang. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional menggunakan rancangan case control. Jumlah partisipan sebanyak 39 kasus dan 39 kontrol yang dipilih secara random sampling. Data yang dikumpulkan yaitu data status gizi berdasarkan persen lemak tubuh, data aktivitas, konsumsi, dan riwayat obesitas keluarga. Pengambilan data dilakukan menggunakan pengukuran antropometri, pengisian formulir aktivitas dan Semi Quantitative Food Frequecy Questionnare (SQ-FFQ), serta wawancara langsung. Uji yang digunakan adalah chi square dan multiple logistic regression dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko terjadinya obesitas yaitu jenis kelamin laki-laki (OR 11,23; 95% CI 3,89 – 32,39), usia ≥ 40 tahun (OR 3,571; 95% CI 1,404 – 9,083), konsumsi lemak ≥ 67 g (OR 3,571; 95% CI 1,616 – 18,508), konsumsi gula >50 g (OR 5,255; 95% CI 1,694 – 16,302), dan aktivitas sedentari ≥ 10 jam (OR 28,868 ; CI 95% 0,621– 0,249). Hasil uji multiple logistic regression menunjukan bahwa faktor risiko terjadinya obesitas yaitu jenis kelamin laki-laki (OR 19,05; 95% CI 4,87 – 74,41), usia ≥ 40 tahun (OR 7,47; 95% CI 1,89 - 29,50), dan aktivitas sedentari ≥ 10 jam (OR 28,868 ; CI 95%; 1,942- 429,19). Kesimpulan : Faktor risiko yang paling dominan terhadap obesitas adalah jenis kelamin laki-laki, usia ≥ 40 tahun, dan aktivitas sedentari ≥ 10 jam. Oleh karena itu, para pegawai khusus nya laki-laki dan kelompok usia ≥ 40 tahun dianjurkan untuk melakukan peregangan fisik secara berkala beberapa saat setelah bekerja dan mengurangi aktivitas sedentari saat di rumah dengan melakukan aktivitas yang banyak bergerak.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.245-255
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Terkait Pencegahan Anemia Pada Remaja
           Berlatarbelakang Sosial-ekonomi Menengah ke Bawah di Makassar

    • Authors: Rahayu Indriasari; SKM, MPHCN, PhD, Marini Amalia Mansur, Nur Rahma Srifitayani, Ananda Tasya
      Pages: 256 - 261
      Abstract: Latar Belakang: Anemia pada remaja Indonesia masih tinggi, meskipun program penanggulangan anemia pada remaja putri telah diterapkan. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh kesadaran dari sasaran.Tujuan: Untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan, sikap, dan tindakan terkait pencegahan anemia pada remaja putri yang berlatar belakang sosio-ekonomi rendah di kota Makassar.Metode: Survei menggunakan kuesioner online dilakukan pada 150 remaja putri yang terdaftar di SMA Negeri di Makassar. Terdapat 30 pertanyaan terkait pengetahuan, sikap dan tindakan pencegahan anemia yang diberikan kepada responden yang terpilih secara acak. Analisis deskriptif dilakukan untuk melihat sebaran remaja berdasarkan variabel yang diukur. Analisis bivariat dengan uji Spearman dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan serta sikap dengan tindakan.Hasil: Pengetahuan tentang anemia masih rendah, dimana 65,3% responden berpengetahuan cukup dan 34,7% berpengetahuan baik. Mayoritas responden memiliki sikap positif (97,3%) terhadap anemia dan pencegahannya, namun 2,7% masih memiliki sikap negatif. Sebagian besar responden juga belum melaksanakan tindakan pencegahan anemia dengan baik (86,7%), di mana hanya 13,3% yang memiliki tindakan baik. Pengetahuan tidak berkorelasi dengan tindakan (p>0,05) sementara sikap berkorelasi dengan tindakan (p<0,05).Kesimpulan: Remaja putri dalam konteks penelitian ini masih mempunyai pengetahuan dan tindakan yang kurang baik terhadap anemia serta pencegahannya, meskipun sikap mereka cenderung dominan positif. Upaya edukasi dan pendekatan promotif lainnya perlu ditingkatkan untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku di kalangan remaja putri.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.256-261
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Faktor Risiko Terjadinya Komplikasi Kronis Diabetes Melitus Tipe 2 pada
           Pra Lansia

    • Authors: Chatarina Anugrah Ambar Purwandari, Bambang Wirjatmadi, Trias Mahmudiono
      Pages: 262 - 271
      Abstract: Latar Belakang: Diabetes Melitus(DM) adalah kelompok penyakit metabolik dengan hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Faktor risiko terjadinya komplikasi kronis Diabetes Melitus yaitu usia, jenis kelamin, lama menderita, konsumsi obat, dan BMI. Tujuan: Menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya komplikasi kronis Diabetes Melitus Tipe 2 pada pra lansia di Puskesmas Klampis Ngasem Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case control. Populasi adalah pasien yang terdaftar pada rawat jalan dan anggota Posyandu Lansia. Besar sampel 30 pra lansia usia 45-59 tahun, 15 kasus dan 15 kontrol. Kriteria kelompok kasus adalah terdiagnosa komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 berdasarkan data medis sedangkan kriteria kelompok kontrol adalah terdiagnosa Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa komplikasi berdasarkan data medis. Variabel independent berupa usia, jenis kelamin, lama menderita DM, aktivitas fisik (recall aktivitas fisik 2x24 jam), status gizi, konsumsi makanan (food recall 2x24 jam), dan konsumsi obat (form MMAS-8) dengan wawancara langsung dan melalui telepon. Variabel dependent berupa data medis. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Faktor risiko komplikasi yaitu lama menderita (p=0,046; OR=2,274), aktivitas fisik (p=1,000; OR=0,000), status gizi (p=0,029; OR=1,911), konsumsi karbohidrat (p=0,999; OR=1,389), konsumsi lemak (p=0,999; OR=0,412), dan konsumsi obat (p=0,990; OR=0,000). Kesimpulan: Lama menderita dan status gizi menjadi faktor risiko terjadinya komplikasi kronis pada pra lansia. Bagi peneliti selanjutnya, menambahkan indikator biokimia untuk menjelaskan mekanisme terjadinya stres oksidatif terhadap kejadian komplikasi kronis.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.262-271
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Hubungan Emotional Eating dan Kualitas Diet dengan Kenaikan Berat Badan
           pada Mahasiswi saat Pandemi Covid-19

    • Authors: Anisa Gita Ayu Sekarini, Deny Yudi Fitranti, A. Fahmy Arif Tsani, Etika Ratna Noer
      Pages: 272 - 280
      Abstract: Latar Belakang: Banyak individu mengalami emotional eating saat pandemi sebagai cara untuk mengatasi rasa cemas dan bosan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan konsumsi makanan tidak sehat yang mengarah pada kenaikan berat badan tidak terkontrol. Tujuan: mengetahui hubungan emotional eating dan kualitas diet dengan kenaikan berat badan pada masa pandemi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional. Jumlah subjek sejumlah 139 mahasiswi, berusia 18-23 tahun menggunakan metode consecutive sampling. Data yang dikumpulkan meliputi data kenaikan berat badan, data emotional eating menggunakan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ), asupan makan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), kualitas diet menggunakan Diet Quality Index-International (DQI-I), data pengetahuan gizi menggunakan kuesioner pengetahuan gizi seimbang, aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), dan durasi tidur menggunakan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis dengan uji rank spearman. Hasil: Terdapat 69% subjek mengalami kenaikan berat badan, 47% subjek mengalami emotional eating tinggi, dan 81% subjek memiliki kualitas diet rendah. Penelitian ini menunjukan adanya hubungan emotional eating (p=0,005; r=0,236) dan kualitas diet (p=0,002; r=-0,261) dengan kenaikan berat badan. Kesimpulan: Emotional eating dan kualitas diet berhubungan dengan kenaikan berat badan mahasiswi pada masa pandemi Covid-19.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.272-280
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Formulasi Minuman Sinbiotik Sari Buah Kersen (Muntingia calabura L.)
           Instan dengan Penambahan Enkapsulator dan Prebiotik

    • Authors: Farah Fauziyyah, Budi Setiawan, Sri Anna Marliyati
      Pages: 282 - 291
      Abstract: Latar Belakang: Buah kersen mengandung serat pangan dan antioksidan, namun belum banyak dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Sari buah berpotensi sebagai bahan dasar minuman sinbiotik. Prebiotik dapat membantu ketahanan bakteri. Maltodekstrin atau gum arab membantu menguragi kelengketan dan menjaga kandungan buah kersen saat proses pengeringan dengan spray dryer. Tujuan: Menganalisis karakteristik fisik, kimia, total bakteri asam laktat (BAL) pada formula minuman sinbiotik sari buah kersen instan dengan penambahan enkapsulator dan prebiotik, serta menentukan formula terbaik. Metode Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, dengan variabel bebas jenis enkapsulator (maltodekstrin, gum arab) dan jenis prebiotik (FOS, inulin). Terdapat empat formula dengan kombinasi masing-masing jenis enkapsulator dan prebiotik. Analisis karakteristik fisik mencakup Aw, pH, sifat rehidrasi (wettability, dispersibility, solubility); karakteristik kimia mencakup proksimat, total gula, serat pangan total, aktivitas antioksidan; serta total BAL. Uji beda antar formula menggunakan ANOVA two-way dan uji lanjut Duncan. Hasil: Sari buah kersen dapat digunakan sebagai bahan dasar minuman sinbiotik instan. Formula dengan enkapsulator gum arab memiliki kadar abu dan serat pangan total signifikan lebih tinggi, serta kadar karbohidrat dan dispersibility signifikan lebih rendah dibandingkan formula dengan enkapsulator maltodekstrin (p value <0,05). Formula kombinasi gum arab dan FOS memiliki nilai wettability tertinggi, sedangkan formula kombinasi maltodekstrin dan FOS memiliki nilai total BAL tertinggi (p value <0,05). Kesimpulan: Produk mengandung serat pangan, antioksidan, serta probiotik. Formula dengan enkapsulator gum arab dan prebiotik FOS merupakan formula terbaik karena kandungan serat yang lebih tinggi, kandungan karbohidrat yang lebih rendah, serta aktivitas antioksidan yang sama, dan total BAL yang tidak jauh berbeda dengan formula lainnya.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.282-291
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Karakteristik, Pola Makan, dan Perilaku Hidup Bersih Sehat Mahasiswa
           Terdampak Covid-19

    • Authors: Ahmad Faridi, Winny Puspita
      Pages: 292 - 297
      Abstract: Latar belakang: Sejak akhir tahun 2019 hingga sekarang, pandemi Covid-19 masih belum terselesaikan di berbagai negara. Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 991.000 kematian di seluruh dunia dan telah terjadi kematian di Indonesia lebih dari 10.000. Penyebaran virus ini melalui droplet, sehingga ada risiko tinggi seseorang yang tidak menggunakan masker tertular. Konsumsi makanan bergizi, menjaga jarak dan mencuci tangan merupakan bagian dari PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang harus menjadi kebiasaan individu, terutama di masa Covid-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebiasaan makan dan PHBS mahasiswa sebelum dan saat Covid-19 Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan uji analisis beda wilcoxon rank test untuk melihat pola makan dan PHBS sebelum dan saat Covid-19. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa. Jumlah responden berjumlah 231 mahasiswa. Hasil: Terdapat perbedaan frekuensi makan (p<0,001), jenis makanan (p=0,032), dan praktik PHBS (prilaku hidup bersih sehat) (p<0,001) sebelum dan selama Covid-19 Kesimpulan: Terdapat perubahan pola makan (frekuensi dan jenis makanan), dan kebiasaan mencuci tangan selama Covid-19
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.292-297
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Perubahan Perilaku Makan Mahasiswa di
           Indonesia

    • Authors: Sarah Mardiyah, Parlin Dwiyana, Dipo Wicaksono, Laras Sitoayu, Fransiska
      Pages: 298 - 305
      Abstract: Latar Belakang: Covid-19, pada awalnya terdeteksi pada Desember tahun 2019 di Negara China, tepatnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei. Penyebaran penyakit ini terjadi secara cepat dan luas hingga ke seluruh dunia. Hingga saat ini, Covid-19 telah menjadi perhatian utama di setiap negara, termasuk Indonesia. Peraturan pemerintah untuk membatasi aktivitas atau kegiatan di luar dan himbauan untuk tetap di rumah, menyebabkan berbagai perubahan perilaku hidup masyarakat, termasuk perubahan perilaku makan. Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh seluruh golongan masyarakat termasuk mahasiswa, baik secara sosiologis, psikologis maupun fisiologis. Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan perilaku makan mahasiswa di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan secara online dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel diperoleh sebanyak 1.185 mahasiswa yang diambil dengan metode Snowball Sampling. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa perubahan perilaku makan selama masa pandemi Covid-19 yang terjadi pada mahasiswa di Indonesia, diantaranya yaitu peningkatan frekuensi masak di rumah (52,3%), peningkatan konsumsi cemilan (47,1%), peningkatan konsumsi sayur (52,9%), penurunan konsumsi fast food (41,4%), dan penurunan kebiasaan membeli makanan/minuman/jajan di luar rumah secara langsung (41,6%). Selain itu, 34,8% mahasiswa mengaku tidak pernah mengonsumsi suplemen selama masa pandemi. Kesimpulan: Disarankan kepada mahasiswa Indonesia, untuk tetap menjaga pola makan selama masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan prinsip gizi seimbang.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.298-305
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • “Apakah Tubuhku Terlihat Baik'” Analisis Fenomena Swafoto pada
           Social Networking Sites dengan Eating Disorders : Systematic Review

    • Authors: Qonita Rachmah, Dominikus Raditya Atmaka; S.Gz, MPH, Stefania Widya Setyaningtyas, Mahmud Aditya Rifqi, Rian Diana, Nila Reswari Haryana, Aliffah Nurria Nastiti, Asri Meidyah Agustin
      Pages: 306 - 314
      Abstract: Latar Belakang: Penggunaan sosial media dapat membawa dampak negatif kaitannya dengan ketidakpuasan akan bentuk tubuh dan arahan menuju ke kekurusan (drive to thinness) terutama pada perempuan muda, perhatian belebih pada citra tubuh (body image concern), dan berbagai isu terkait kebiasaan makan yang salah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengunggah swafoto pada Social Networking Sites (SNS) dengan kejadian eating disorders pada sejumlah negara serta faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi. Ulasan: Kondisi eating disorders sering tidak disadari oleh individu, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda. Data terkait prevalensi eating disorders di Indonesia juga sangat terbatas, padahal, penggunaan media sosial di kalangan remaja dan dewasa muda Indonesia semakin meningkat seiring dengan mudahnya akses internet dan perkembangan platform media sosial. Dari review sistematik yang dilakukan, hanya satu studi yang mendapatkan keterkaitan antara unggahan swafoto (selfie) dengan eating disorders, yaitu bulimia. Namun, hampir semua memiliki kesimpulan bahwa penggunaan sosial media berkaitan dengan rendahnya kepercayaan diri, ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, citra diri negatif, serta berkaitan dengan karakteristik restriksi pola makan berlebihan. Kesimpulan: Telaah sistematik ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan penelitian kedepan dengan memperhatikan fenomena sosial, penggunaan sosial media dan kaitannya dengan eating disorders maupun status gizi remaja dan dewasa awal.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.306-314
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Aktivitas Fisik untuk Mencegah Premenstrual Syndrome: Sistematik Review

    • Authors: Helen Alvia Clarita, Fatqiatul Wulandari, Trias Mahmudiono, Stefania Widya Setyaningtyas
      Pages: 315 - 325
      Abstract: Latar Belakang: Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, emosi, dan perilaku pada wanita usia produktif, biasanya terjadi pada fase luteal sebelum mentruasi. Gejala yang parah dapat menggangu aktivitas harian seorang wanita Hal ini terjadi akibat adanya beberapa faktor penyebab seperti hormon yang fluktuatif, status gizi wanita dan gaya hidup termasuk olahraga yang teratur. Pada kondisi mengalami PMS dengan melakukan olahraga mampu melepaskan senyawa dalam tubuh yang memberikan perbaikan gejala PMS sehingga menjadikan olahraga sebagai salah satu terapi yang direkomendasi dalam managemen gejala PMS. Tujuan: Systematic review ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis olahraga dan durasi olahraga yang dapat digunakan dalam pencegahan kejadian PMS. Ulasan: Sebanyak 749 artikel berhasil diidentifikasi dari tiga database yaitu Pubmed, Science Direct, dan Scopus. Didapatkan 12 penelitian berdasarkan kriteria inklusi untuk diikutsertakan kedalam systematic review. Hasil telaah dari 12 artikel menunjukkan bahwa wanita dengan PMS memiliki gejala PMS yang lebih rendah setelah melakukan olahraga ringan, sedang, hingga berat. Beberapa jenis olahraga yang terbukti menurunkan PMS adalah berbagai olahraga aerobik seperti senam, zumba, bersepeda, lari, renang, latihan relaksasi, yoga, latihan beban, whole body vibration. Durasi minimal untuk merasakan manfaat olahraga dilakukan selama 4 minggu. Durasi yang lebih lama menunjukkan hasil yang efektif. Kesimpulan: Berbagai jenis olahraga dari olahraga ringan hingga berat serta durasi yang bervariasi minimal dilakukan selama 4 minggu terbukti menurunkan gejala PMS pada wanita. Hal ini membuktikan bahwa olahraga dapat digunakan sebagai salah satu rekomendasi terapi PMS bagi wanita.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.315-325
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
  • Efek Diet Ketogenik pada Diabetes Melitus Tipe 2: Scoping Review

    • Authors: Melin Novidinisa Herada Putri, Mutia Amalina Dewi, Dian Handayani
      Pages: 326 - 341
      Abstract: Latar Belakang : Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik yang sampai saat ini masih menjadi masalah terbesar di dunia dan Indonesia. Penatalaksanaan diet dianggap sebagai komponen penting dalam manajemen diabetes. Diet ketogenik (DK) dilaporkan memiliki efek yang baik dalam manajemen terapi pasien DMT2 dengan memperbaiki parameter glukosa darah, profil lipid maupun antropometri, namun dibutuhkan pemahaman yang tepat terkait praktik pemberiannya agar efektif untuk perbaikan parameter DMT2. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan meninjau kembali kesenjangan dari hasil penelitian terdahulu terkait efek DK pada parameter DMT2 yaitu glukosa darah, profil lipid, dan antropometri. Ulasan: Beberapa hasil penelitian menunjukkan DK dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan parameter pada pasien DMT2 (profil glukosa, profil lipid, dan indeks antropometri). Pemberian karbohidrat sebanyak 20-50 g/hari atau sekitar 5-10%, lemak 70-75% dan protein 20-15% dari total kebutuhan energi harian dapat menciptakan keadaan ketosis nutrisi. Pengaruh DK pada penderita DMT2 bergantung pada proporsi dan jenis makanan yang dikonsumsi, lama penerapan serta kepatuhan terhadap diet yang dijalankan. Komposisi DK yang tidak tepat akan menimbulkan efek samping yang membahayakan kondisi pasien. Kesimpulan: Diet ketogenik memiliki perubahaan positif pada parameter DMT2 yaitu glukosa darah dan antropometri. Namun, efek diet ketogenik pada parameter profil lipid tidak selalu memberikan hasil yang baik. Sehingga, diperlukan pengawasan dari tenaga medis /dokter, nutrisionis dan/atau dietisien agar diperoleh pilihan bahan makanan yang baik dan sesuai dengan kondisi individual pasien DMT2.
      PubDate: 2022-09-09
      DOI: 10.20473/amnt.v6i3.2022.326-341
      Issue No: Vol. 6, No. 3 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 18.204.56.97
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-