A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> PHILOSOPHY (Total: 762 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
An-Nisbah : Jurnal Ekonomi Syariah
Number of Followers: 1  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2406-8276 - ISSN (Online) 2549-5712
Published by IAIN Tulungagung Homepage  [9 journals]
  • COMPANY'S ROLE IN RESTORING THE ECONOMY OF PANDEMI AFFECTED
           COMMUNITIES

    • Authors: Audina Reihan, Mukhammad Fatkhullah, Bambang Imawan
      Pages: 265 - 283
      Abstract: Abstrak: Pemulihan ekonomi karena pandemi Covid-19 adalah tanggung jawab setiap negara di Dunia. Indonesia setelah 2 tahun terdampak Covid-19 mulai membenahi ekonomi masyarakat setelah phk yang cukup besar melanda bersamaan dengan tingginya kasus Covid-19 tahun 2020. Penelitian bertujuan untuk memetakan peran perusahaan, dalam hal ini adalah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dalam memulihkan ekonomi masyarakat terdampak melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pencegahan cluster baru, pelibatan UMKM dan upaya lain untuk membangkitkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan berlandaskan teori pembangunan masyarakat pasca bencana. Hasilnya, PT KPI memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui "pasar pangan siaga covid". Untuk mencegah penyebaran cluster baru, PT KPI menggerakkan mitra binaan CSR-nya untuk memproduksi face shield, masker dan handsanitizer. Berbagai upaya tersebut dilakukan berbasis berbasis UMKM untuk memulihkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah sekitar perusahaan. Dalam melakukan tanggap bencana, PT KPI Unit Dumai turut melakukan kemitraan dan Kerjasama melibatkan aktor dari berbagai sector sepertihalnya Posyandu, Rutan Kelas II B, Pemerintah daerah, Kelompok Pemuda, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK) agar dapat menunjang keberhasilan mitigasi bencana di luar daerah Kota Dumai umumnya dan di Kota Dumai khususnya. Kata kunci: pembangunan masyarakat, usaha mikro kecil dan menengah, tangguung jawab sosial perusahaan, pembangunan sosial, covid-19   : Economic recovery due to the Covid-19 pandemic is the responsibility of every country in the world. After 2 years of being affected by Covid-19, Indonesia has begun to improve the people's economy after sizable layoffs hit along with the high number of Covid-19 cases in 2020. The research aims to map the role of companies, in this case, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), in restoring the community's economy affected by fulfilling basic needs, preventing new clusters, involving MSMEs and other efforts to revive the socio-economic life of the community. This research method is descriptive qualitative, based on the theory of post-disaster community development. As a result, PT KPI Dumai Unit fulfils the community's basic needs through the "covid alert food market". To prevent the spread of new clusters, PT KPI mobilized its CSR partners to produce face shields, masks and hand sanitisers. These various efforts were made based on UMKM to restore the community's economy, especially around the company. In carrying out disaster response, PT KPI Dumai Unit participates in partnerships and collaboration involving actors from various sectors such as Posyandu, Class II B prisons, local Government, youth groups, and City Community Empowerment Institutions (LPMK) to restore the community's economy affected by the pandemic. Keywords: community development, micro small and medium enterprises, corporate social responsibility, social development, covid-19
      PubDate: 2022-12-15
      DOI: 10.21274/an.v9i2.6694
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • PERMASALAHAN SOSIAL EKONOMI DI KALANGAN AGEING HOUSEHOLD DI DAERAH
           TERPENCIL

    • Authors: fitrianatsany fitrianatsany, Muhammad Alhada Fuadilah Habib
      Pages: 284 - 303
      Abstract: Abstrak: Kemiskinan dan kesenjangan sosial sampai saat ini masih menjadi permasalahan di Indonesia, tidak terkecuali pada masyarakat berusia lanjut di daerah terpencil. Dalam penelitian ini penulis mengangkat isu mengenai masyarakat lanjut usia yang mengalami ketidakadilan di bidang sosial-ekonomi di daerah terpencil yaitu di Cilincing, Timur Tengah Selatan dan Gorontalo. Teori yang penulis gunakan adalah teori dari Rawls tentang teori kontrak atau sering disebut dengan The Original Position. Selanjutnya penulis juga menggunakan teori pembangunan menurut Meter dan Horn, mereka membagi lima variabel yang mempengaruhi implementasi dari pembangunan sosial yaitu (1) Standar dan sasaran kebijakan (2) Sumber daya (3) Komunikasi antar anggota dan penguatan aktivasi (4) Karakteristik agen pelaksana dan (5) Kondisi Sosial, ekonomi dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data studi literatur. Adapun penyebab permasalahan kemiskinan dan keenjangan sosial dikalangan masyarakat berusia lanjut meliputi keterpencilan dan keterbelakangan, keterbatasan kemampuan mengakses berbagai pelayanan sosial dasar karena ketunaan sosial, kecacatan, keterlantaran, keresahan sosial, serta konflik sosial. Permasalahan kesejahteraan sosial-ekonomi sampai saat ini masih diwarnai dengan permasalahan-permasalahan yang sifatnya konvensional dan perlu ditangani secara bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi sosial, dan lembaga swadaya masyarakat. Kata Kunci: Kesenjangan Sosial, Kemiskinan, Ageing Household, Kesejahteraan   : Poverty and social inequality are still a problem in Indonesia, including the elderly in remote areas. In this study, the authors raise the issue of elderly people who experience injustice in the socio-economic field in remote areas, namely in Cilincing, South Middle East and Gorontalo. The theory that the writer uses is Rawls's theory of contract theory or often called The Original Position. Furthermore, the authors also use development theory according to Meter and Horn, they divide five variables that influence the implementation of social development, namely (1) Policy standards and objectives (2) Resources (3) Communication between members and strengthening activation (4) Characteristics of implementing agents and (5) Social, economic and political conditions. This research uses a qualitative approach with data collection techniques of literature studies. The causes of the problem of poverty and social inequality among the elderly include remoteness and underdevelopment, limited ability to access various basic social services due to social disability, disability, neglect, social unrest, and social conflict. Socio-economic welfare problems are still characterized by problems that are conventional in nature and need to be handled jointly by the government, the community, social organizations and non-governmental organizations. Keywords: Social Inequality, Poverty, Aging Household, Welfare
      PubDate: 2022-12-15
      DOI: 10.21274/an.v9i2.6666
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • KINERJA PAJAK DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG DITINJAU DARI ANALISIS RASIO
           EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PAJAK SERTA PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

    • Authors: Mega Tunjung Hapsari
      Pages: 304 - 321
      Abstract: Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk mengukur kinerja pajak daerah Kabupten Tulungagung melalui analisa rasio efektivitas dan efisiensi pajak, serta menganalisa kinerja pajak ditinjau dari perspektif ekonomi Islam. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, melalui data sekunder yang bersumber laporan kinerja keuangan daerah Kabupaten Tulungagung tahun 2016-2020, dapat diketahui bahwa hasil analisa rasio pajak daerah bernilai sangat efektif dengan rata-rata 110,27% dan sangat efisien dengan rata-rata 4,55%. Sedangkan hasil dari analisa perspektif ekonomi Islam, pengelolaan pajak di Kabupaten Tulungagung telah memenuhi indikator profesional (jujur, adil, amanah), transparansi, dan akuntabilitas. Kata kunci: keuangan daerah, pajak daerah, ekonomi Islam.   : The purpose of this research is to measure the local tax performance of Tulungagung Regency through the analysis of the ratio of effectiveness and efficiency of taxes, as well as to analyze the performance of taxes from the perspective of Islamic economics. By using a descriptive quantitative approach, through secondary data sourced from the 2016-2020 regional financial performance report of Tulungagung Regency, it can be seen that the results of the regional tax ratio analysis are very effective with an average of 110.27% and very efficient with an average of 4, 55%. While the results from the analysis of the Islamic economic perspective, tax management in Tulungagung Regency has met the professional indicators (honest, fair, trustworthy), transparency, and accountability. Keywords: Regional Finance, Local Tax, Islamic Economy.
      PubDate: 2022-12-15
      DOI: 10.21274/an.v9i2.6663
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • INVESTIGATING WHAT AFFECTS THE SATISFACTION OF ISLAMIC BANK'S
           MUDHARABAH SAVINGS CUSTOMERS

    • Authors: Zaki Mubarak, Muhammad Arianto
      Pages: 322 - 349
      Abstract: Abstrak: Penelitian tentang kepuasan pelanggan bank syariah masih sangat relevan mengingat pangsa pasar bank syariah yang masih kecil dari industri perbankan Indonesia. Dengan nasabah yang lebih puas, bank syariah di Indonesia mungkin dapat menangkap porsi pasar yang lebih besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi unsur-unsur pengalaman nasabah tabungan mudharabah bank syariah yang berkontribusi terhadap kepuasan nasabah. Ini adalah penelitian lapangan kuantitatif. Nasabah Kantor Cabang Pembantu Paringin Bank Kalsel Syariah menjadi subjek penelitian ini. Delapan puluh peserta tanpa disadari dalam pemilihan sampel formula Slovin. Regresi linier berganda digunakan untuk menilai informasi yang dikumpulkan dari kuesioner dan catatan. Menurut penelitian ini, kepuasan nasabah terhadap rekening tabungan mudharabah mereka di bank syariah telah terbukti dipengaruhi oleh beberapa elemen, antara lain kualitas layanan yang diberikan, bagi hasil, dan keterikatan emosi. Keywords: Kepuasan Konsumen, Bank Syariah, Kualitas Pelayanan, Bagi Hasil, dan Keterikatan Emosi   : Customer satisfaction studies are particularly pertinent considering Islamic banks' small market share in the Indonesian banking industry. With more satisfied customers, Indonesian Islamic banks may perhaps capture a larger portion of the market. This study aims to identify the elements of an Islamic bank's mudharabah savings customer experience that contribute to customer satisfaction. It is quantitative field research. Customers of the Paringin Sub-Branch Office of Bank Kalsel Syariah are the subjects of this study. Eighty unwitting participants in the Slovin formula's sample selection. Multiple linear regression was used to assess the information gathered from questionnaires and records. According to this study, customer satisfaction with their mudharabah savings accounts at the Islamic bank is influenced by several elements, including service quality, profit sharing, and emotional attachment. Keywords: Customer Satisfaction, Islamic Bank, Services Quality, Profit Sharing, and Emotional Attachment
      PubDate: 2022-12-15
      DOI: 10.21274/an.v9i2.6612
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • AN ISLAMIC PERSPECTIVES, THE CURRENT STATE OF INDONESIA IN THE
           GLOBALIZATION ERA

    • Authors: Riduan Mas'ud, Baiq El-badriati, Muhammad Azizurrohman
      Pages: 350 - 374
      Abstract: : Countries must be able to compete due to the high global intensity of trade and agreements. As a first step in dealing with this, many countries employ economic concepts that are tailored to their specific circumstances. The goal of this research is to look at the role of Islamic economics in dealing with the onslaught of economic globalization, such as China's Belt Road Initiative (BRI), and multi-sectoral institutions like the IMF and the World Bank. The literature research approach used in this paper is qualitative using literature review method. The results of this study found that the Indonesian government was in the midst of a powerful wave that required strong captains and ships. In other words, the existence of BRI, IMF and World Bank will be a threat if they are not controlled properly. As a result, the government has to divert this funding to productive areas such as agriculture. Furthermore, given China's concentration on Islamic banking, Indonesia may be able to persuade China to involve the Indonesian people in developing its products. Furthermore, the Indonesian government must be able to read every step taken by BRI, IMF, and World Bank so as not to be trapped in debt investment. Keywords: Islamic economic, belt road initiative, IMF, worldbank
      PubDate: 2022-12-15
      DOI: 10.21274/an.v9i2.5701
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • KESEJAHTERAAN EKONOMI ISLAM: Bukti Dari Masyarakat Penerima Manfaat Badan
           Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Dermawan Dusun Dalam

    • Authors: Muhammad Fauzi, Arzam Arzam, Aidil Novia, Hulwati Hulwati
      Pages: 375 - 409
      Abstract: Abstrak: Penelitian ini bertujuan menilai kesejahteraan masyarakat penerima manfaat BUMDes Karya Dermawan dalam ekonomi Islam. Ini didasari bahwa gagasan kesejahteraan ekonomi konvensional dipandang tidak sesuai, yang hanya meletakan dimensi kebutuhan materil (dunia) untuk menilai sejahteranya masayarakat. Karena itu, kesesuaian menilai sejahteranya masyarakat terletak dalam gagasan kesejahteraan ekonomi Islam, yang didilamnya terdapat penilaian dimensi kebutuhan spiritual (akhirat) dan materil (dunia), dengan mengacu lima prinsip tujuan syariat Islam (Maqasid Syariah). Penelitian ini mempergunakan pendekatan Mixed Method. Data penelitian dikumpul dari sumber primer, meliputi data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil kuesioner yang telah disebarkan/diisi oleh 100 responden yang diambil secara Purposive Sampling dan dihitung mengikuti teknik Slovin. Data kualitatif berupa observasi dan wawancara terhadap 6 responden yang diambil secara Snowball Sampling. Penelitian ini mempergunakan metode analisis deskriptif sebagai alat analisis data Mixed Method. Penelitian ini menujukan bahwa masyarakat penerima manfaat BUMDes Karya Dermawan sudah sejahtera dinilai dalam ekonomi Islam. Hal ini dibuktikan oleh masyarakat penerima manfaat mampu mewujudkan dimensi kebutuhan spiritual meliputi menjaga agama (Hifdzu Din), jiwa (Hifdzu Nafs), akal (Hifdzu
      PubDate: 2022-12-16
      DOI: 10.21274/an.v9i2.5930
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • STUDI EKSPLORASI PENERIMAAN DIGITALISASI PEMBAYARAN ZAKAT MELALUI APLIKASI
           FINTECH INDONESIA PASCA PANDEMI COVID-19

    • Authors: Muhammad Alfarizi
      Pages: 410 - 443
      Abstract: Abstrak: Situasi Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi Revolusi 4.0 mendorong adopsi pembayaran zakat melalui platform transaksi digital khususnya FinTech.Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerimaan FinTech dalam pembayaran zakat secara digital. mengeksplorasi penerimaan FinTech dalam pembayaran zakat secara digital. Penelitian berbasis survei kuantitatif pada populasi pengguna FinTech beragama Islam dengan SEM PLS dilakukan dengan penetapan teknik purposive sampling. Model penelitian ini dapat mengidentifikasi teori UTAUT, TPB, Tren Keuangan dan Pengetahuan Islam dalam keputusan kepercayaan Fintech dan metode digitalisasi zakat terhadap niat pembayar zakat untuk mengadopsi FinTech yang inovatif dalam pembayaran zakat. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan signifikansi pada tiga dimensi toeri UTAUT, TPB, Tren Keuangan dan Pengetahuan Islam meskipun pada hipotesis harapan usaha terhadap kepercayaan dan keputusan penerimaan teknologi FinTech tidak mendapat dukungan signifikansi statistik PLS. Penguatan infrastruktur IT, keseragaman aturan pembayaran zakat digital dan kajian promotif digitalisasi zakat direkomendasikan kepada Provider FinTech dan Pembuat Kebijakan untuk semakin mengoptimalkan penghimpunan zakat untuk meningkatkan dana zakat untuk mustahiq yang membutuhkan agar  semakin menumbuhkan perekonomian Islam dan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan sesuai Tujuan SDGs. Kata kunci: FinTech; Islam; SDGs; Teknologi; Zakat   : The Covid-19 Pandemic situation and the digitalization Revolution 4.0 have encouraged the adoption of zakat payments through digital transaction platforms, especially FinTech. This study aims to explore the acceptance of FinTech in digital zakat payments. explore the acceptability of FinTech in digital zakat payments. Quantitative survey-based research on a population of Muslim FinTech users with SEM PLS was carried out by establishing a purposive sampling technique. This research model can identify the theory of UTAUT, TPB, Financial Trends and Islamic Knowledge in Fintech trust decisions and zakat digitization methods on the intention of zakat payers to adopt innovative FinTech in zakat payments. The results of this study show a significant relationship on the three theoretical dimensions of UTAUT, TPB, Financial Trends and Islamic Knowledge although the hypothesis of business expectations on trust and decisions to accept FinTech technology does not have PLS statistical significance. Strengthening IT infrastructure, uniformity of digital zakat payment rules and a study on promoting the digitization of zakat are recommended for FinTech Providers and Policy Makers to further optimize zakat collection to increase zakat funds for mustahiq who need it in order to further grow an inclusive and sustainable Islamic and Indonesian economy according to the SDGs Goals Keywords: FinTech; Islam; SDGs; Technology; Zakat
      PubDate: 2022-12-16
      DOI: 10.21274/an.v9i2.5982
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • GLOBALIZATION OF ISLAMIC FINANCE AND DEVELOPMENT TRENDS IN CHINA

    • Authors: Ahmad Rifai, Muhammad Rafi Siregar, Mariana Mariana
      Pages: 444 - 483
      Abstract: Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tren perkembangan keuangan Islam secara global di China. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Kajian deskriptif dilakukan dengan mendeskripsikan dan menjelaskan objek penelitian secara objektif dan faktual berdasarkan sumber data yang diperoleh dalam perkembangan globalisasi keuangan syariah dan tren keuangan syariah di China. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perkembangan keuangan Islam di berbagai negara dan wilayah non-Muslim memicu persaingan yang semakin ketat untuk pusat keuangan Islam sehingga Globalisasi keuangan syariah mencerminkan tren perkembangan globalisasi keuangan Islam dan dapat meningkatkan popularitas keuangan syariah dalam negeri serta memancarkan program pertukaran bersama internasional di universitas dan lembaga penelitian, China juga tertarik dengan keuangan Islam, Tetapi terlalu dini untuk mendirikan pusat Keuangan Islami di Cina karena banyak pembatasan di dalam negeri dan minatnya sendiri pada keuangan Islam. aset keuangan syariah selama lima tahun dari 2013 hingga 2017 Totalnya bisa tumbuh 17% per tahun, akhirnya mencapai $2,7 triliun. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ini termasuk kondisi Demografis, permintaan pembiayaan infrastruktur, aturan permodalan bank, dan insentif untuk kesesuaian dengan Islam dan permintaan aset Islam. Tetapi kuncinya adalah bahwa di dunia non-Islam, melihat perkembangan global keuangan Islam, pasar keuangan terbuka dan mendukung basis keuangan hukum Infrastruktur dan dukungan pemerintah adalah prasyarat untuk pengembangan keuangan Islam. Kata kunci: Keuangan Islam, Bank Islam, Globalisasi Keuangan Islam   : This study aims to determine the global development trend of Islamic finance globally in China. The method used in this study is a method with a qualitative descriptive approach. Descriptive studies describe and explain the object of research objectively and factually based on data sources obtained in the development of Islamic financial globalization and Islamic financial trends in China. The results of the study show that the development of Islamic finance in non-Muslim countries and regions triggers increasingly fierce competition for Islamic financial centres so that the globalization of Islamic finance reflects the development trend of Islamic financial globalization and can increase the popularity of domestic Islamic finance and promote international cooperative exchange programs at universities. Moreover, research institutes in China are also interested in Islamic finance. However, it is too early to establish an Islamic Finance centre in China because of many restrictions at home and its interest in Islamic finance. Islamic financial assets for five years from 2013 to 2017 The total could grow 17% per year, eventually reaching $2.7 trillion. Factors contributing to this growth include demographic conditions, demand for infrastructure financing, bank capital rules, incentives for conformity to Islam and demand for Islamic assets. However, the key is that in the non-Islamic world, the global development of Islamic finance, open financial markets and support of the legal and financial base Infrastructure and government support are prerequisites for the development of Islamic finance. Keywords: Islamic finance, Islamic bank, Islamic Financial Globalization
      PubDate: 2022-12-16
      DOI: 10.21274/an.v9i2.6382
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • MODEL FOR EMPOWERMENT OF COASTAL FISHERIES PRODUCTS IN JAKAT BEACH,
           BENGKULU

    • Authors: Asnaini Asnaini, Herlina Yustati, Andi Harpepen
      Pages: 484 - 513
      Abstract: Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberdayaan pada masyarakat pesisir (Nelayan) dengan ide dan inisiatif masyarakat sendiri lebih efektif dibandingkan dengan pemberdayaan yang bersifat top-down yang dilakukan oleh Pemerintah. Mengambil lokasi penelitian di Pantai Jakat Kota Bengkulu peneliti membentuk kelompok pemberdayaan istri nelayan yang beranggotakan 10 orang dengan kegiatan pengolahan ikan bleberan sebagai bahan baku makanan pempek, sempol, dan tekwan. Menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dimana masyarakat sasaran terlibat langsung sebagai subyek dalam seluruh kegiatan penelitian. Kegiatan menekankan pada partisipasi anggota kelompok dan Peneliti sebagai fasilitator/ pendamping. Pendampingan dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, dengan kegiatan (1) mengidentifikasi masalah dan memutuskan bentuk usaha yang akan dilakukan; (2) melaksanakan kegiatan; (3) mengevaluasi; dan (4) melakukan kembali. Program pemberdayaan belum selesai karena masih banyak mimpi-mimpi kelompok istri nelayan ini yang harus diwujudkan. Proyek pemberdayaan memang tidak akan pernah selesai, karena membangun sebuah masyarakat harus dilakukan terus menerus, dan akan berakhir jika dunia berakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dan motivasi para istri nelayan seiring waktu semakin tinggi, sedangkan para nelayan (bapak-bapak) menyerahkan kepada para istri saja. Sudah ada muncul inovasi dan tambahan kegiatan di bidang sosial/keagamaan, marketing, dan penguatan kelompok. Pembicaraan target dan mimpi ke depan. Kata kunci: Model Pemberdayaan, Hasil Perikanan, Masyarakat Pesisir   : This study aims to prove that empowerment of coastal communities (fishers) with their ideas and initiatives is more effective than top-down empowerment carried out by the local government. The location of this study is in Jakat Beach, Bengkulu City, the researchers formed a fisherman's wife empowerment group consisting of 10 people with bleberan fish processing activities as raw materials for Pempek, Sempol, and Tekwan food. Using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method where the target community is directly involved as a subject in all research activities. The activity emphasizes the participation of group members and researchers as facilitators/companions. Mentoring is carried out for 4 (four) months, with activities (1) identifying problems and deciding the form of business to be carried out; (2) carrying out activities; (3) evaluating; and (4) re-doing. The empowerment program has not yet been completed because there have still been many dreams of this group of fishermen's wives that must be realized. Empowerment projects will never be finished, because building a community must be done continuously, and will end when the world ends. The results show that the participation and motivation of the fishermen's wives increase over time, while the fishermen (fathers) leave it to their wives only. There have been innovations and additional activities in the social/religious fields, marketing, and group strengthening, talk of targets and dreams ahead. Keywords: Model Empowerment, Participatory Rural Appraisal, coastal communities
      PubDate: 2022-12-16
      DOI: 10.21274/an.v9i2.6230
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
  • CHALLENGES AND STRATEGIES IN USING SHARIA CROWDFUNDING AND SUKUK FOR MICRO
           AND SMALL MEDIUM ENTREPRISES (MSME) ACCELERATION

    • Authors: Afief El Ashfahany, Siska Hanifa, Nurul Hidayana Mohd Noor, Amirah Fuzi
      Pages: 514 - 543
      Abstract: Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara kritis pengalaman UMKM dalam menggunakan instrumen pasar modal syariah seperti crowdfunding dan Sukuk khususnya permasalahan dan tantangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap perusahaan pengguna crowdfunding dan provider platform crowdfunding Syariah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa UMKM mengalami kendala dalam mengakses instrumen pasar modal syariah, terutama karena kendala pengetahuan tentang produk crowdfunding dan kendala proses administrasi yang rumit dan proses seleksi yang panjang. Namun demikian, Crowdfunding dan Sukuk masih memiliki potensi besar bagi UMKM utama untuk pemulihan pasca pandemi. Hasil penelitian ini memiliki implikasi khusus bagi otoritas pemerintah dan penyedia platform crowdfunding untuk melakukannya penyederhanaan proses administrasi dan seleksi guna mempercepat akses UMKM terhadap instrumen pasar modal syariah. Kata kunci: Instrumen Pasar Modal Syariah, UMKM, Crowdfunding, Sukuk   : This study aims to critically explore the experiences of MSME for using Islamic capital market instruments such as crowdfunding and Sukuk in particular the problems and challenges. The research method used is qualitative with in-depth interview method to crowdfunding user companies and Sharia crowdfunding platform provider. The results of this study found that MSME encountered obstacles in accessing Islamic capital market instruments, mainly due to knowledge constraints on crowdfunding products and constraints on the complexity of the administrative process and the lengthy selection process. However, Crowdfunding and Sukuk still have great potential for the main MSME for post-pandemic recovery. The results of this study have particular implications for government authorities and crowdfunding platform providers in order to simplifying administration and selection processes in order to accelerate MSME access to Islamic capital market instruments. Keywords: Islamic Capital Market Instruments, MSMEs, Crowdfunding, Sukuk
      PubDate: 2022-12-16
      DOI: 10.21274/an.v9i2.6343
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.236.70.233
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-