A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> PHILOSOPHY (Total: 762 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
Suhuf
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 0852-386X - ISSN (Online) 2527-2934
Published by Universitas Muhammadiyah Surakarta Homepage  [33 journals]
  • KARAKTERISTIK PENDIDIKAN PROFETIK DALAM AL-QURAN SURAH AL-AHZAB AYAT
           45-46: Studi Komparatif Tafsir al-Baidhawi dan as-Sa’di

    • Authors: Barkah Abdurrohman, Syamsul Hidayat, Muthoifin Muthoifin
      Pages: 97 - 117
      Abstract: Di tengah krisis moral dan hilangnya sosok teladan dalam dunia Pendidikan saat ini, sudah selayaknya umat Islam berusaha melakukan transformasi dari sistem Pendidikan kapitalis yang berorientasi materialistis menuju sistem Pendidikan profetik yang telah diperjuangkan oleh Nabi Muhammad Saw., Pendidikan saat ini telah mendagradasi nilai-nilai kemanusiaan yang berorientasi pada materialistic semata dan menjauhi nilai-nilai spiritualitas. Pendidikan saat ini semakin menjauhkan manusia terhadap koratnya sebagai hamba Allah yang terikat pada ketentuan syari’atnya. Diperlukan sebuah upaya mengembalikan dan mengenalkan kembali Pendidikan profetik agar manusia dapat Kembali pada fitrahnya sebagai khalifah yang bertanggungjawab mengelola peradaban di Bumi.. Tulisan ini berbasis penelitian kualitatif dengan pendekatan tafsir. Data penelitian yang terdokumentasi dianalisa dengan metode analisa tafsir komparatif (tafsir muqaran). Penelitian yang dilakukan dibatasi pada dua ayat: Q.S. al-Ahzab [33]:45 dan 46. Hasil penelitian ini adalah al-Baidhawi dan al-Sa’di memiliki kesamaan definisi tentang 5 karakteristik Pendidikan profetik dalam menguak isi ayat tersebut; dan keduanya berbeda masa ketika menafsirkan ayat tersebut. Akan tetapi, keduanya memberikan standar pendiidikan Islam yang diaplikasikan oleh seluruh stakeholder Pendidikan untuk mengikuti langkah-langkah pendidikan profetik. sehingga terwujud Pendidikan Islam yang kuat, maju, menggembirakan, dan menjadi pelita alam semesta.
      PubDate: 2022-10-01
      DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20947
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
  • ANALISIS RELEVANSI DESIGN KURIKULUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
           DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA LULUSAN

    • Authors: Mohamad Ali, Dartim Dartim, Mohammad Zakki Azani, Nurul Latifatul Inayati, Istanto Istanto
      Pages: 118 - 140
      Abstract: Adanya kesesuaian proses pada Program Studi dalam menghasilkan lulusan yang dibutuhkan oleh pengguna dan kerangka kurikulum yang tepat dalam implementasinya adalah syarat mutlak keberhasilan sebuah pengajaran di perguruan tinggi. Termasuk Prodi Pendidikan Agama Islam UMS sebagai bagian penting di dalamnya. Oleh karena itu penelitian ini hadir untuk memberikan kerangka atau gambaran peta jalan bagaimana design kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan para pengguna atau user. Selain itu, tulisan ini menjadi penting, karena mencoba melihat tingkat kepuasan stakeholder dalam hal ini sekolah (negeri dan swasta) terhadap kompetensi lulusan Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta baik pada aspek kompetensi peadagogik, kepribadian, sosial maupun profesional. Dengan kata lain tulisan ini bermaksud memotret dan membahas tingkat kepuasan sekolah atau lembaga pendidikan yang menjadi stakeholder atau user alumni Prodi PAI hingga mampu memunculkan rekomendasi untuk diimplementasikan pada kurikulum yang tepat bagi pengembangan Prodi PAI.
      PubDate: 2022-10-01
      DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20948
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
  • IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS BEHAVIORISTIK DALAM
           PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SD MUHAMMADIYAH KUTOARJO

    • Authors: Widi Hastomo
      Pages: 141 - 150
      Abstract: Kita tahu Alloh memberikan penglihatan dan pendengaran, yang berfungsi sebagai sarana pendidikan yang berkaitan erat dengan meniru. Akal yang belum sempurna untuk anak-anak menjadi hal yang tidak begitu penting untuk memahami sesuatu tetapi contoh atau keteladanan yang ditiru menjadi penting untuk anak dalam beraktifitas. Pembiasaan yang baik, yang dilihat dan didengar oleh anak menjadi teladan untuk anak meskipun akalnya belum memahami. Kebiasaan (habits) yang diulang terus menerus akan bersemayam di otak bawah sadar anak, sehingga akan dapat menuntun anak terbiasa melakukan hal-hal yang baik.  Tidak dapat dipungkiri bahwa di setiap zaman pendidikan berbasis religiusitas sangat dibutuhkan oleh institusi pendidikan. Program ini selalu mengikuti pergerakan zaman, apalagi di zaman sekarang (generasi 4.0). Anak-anak, khususnya jenjang Sekolah Dasar harus beradaptasi secara kondisional dengan zamannya. Kurikulum yang diprogramkan di jenjang Sekolah Dasar relatif sama, namun perbedaanya pada kurikulum muatan lokal. Pihak sekolah diberikan kebebasan untuk memberikan pendidikan muatan lokal sesuai keadaan serta kebutuhan. Pendidikan muatan lokal berbasis religius dipilih sebagai upaya agar siswa tidak lepas dari aturan agamanya di setiap aktivitas kehidupannya sehari-hari.
      PubDate: 2022-10-01
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
  • IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS BEHAVIORISTIK DALAM
           PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SD MUHAMMADIYAH KUTOARJO

    • Authors: Widi Hastomo
      Pages: 141 - 150
      Abstract: Kita tahu Alloh memberikan penglihatan dan pendengaran, yang berfungsi sebagai sarana pendidikan yang berkaitan erat dengan meniru. Akal yang belum sempurna untuk anak-anak menjadi hal yang tidak begitu penting untuk memahami sesuatu tetapi contoh atau keteladanan yang ditiru menjadi penting untuk anak dalam beraktifitas. Pembiasaan yang baik, yang dilihat dan didengar oleh anak menjadi teladan untuk anak meskipun akalnya belum memahami. Kebiasaan (habits) yang diulang terus menerus akan bersemayam di otak bawah sadar anak, sehingga akan dapat menuntun anak terbiasa melakukan hal-hal yang baik.  Tidak dapat dipungkiri bahwa di setiap zaman pendidikan berbasis religiusitas sangat dibutuhkan oleh institusi pendidikan. Program ini selalu mengikuti pergerakan zaman, apalagi di zaman sekarang (generasi 4.0). Anak-anak, khususnya jenjang Sekolah Dasar harus beradaptasi secara kondisional dengan zamannya. Kurikulum yang diprogramkan di jenjang Sekolah Dasar relatif sama, namun perbedaanya pada kurikulum muatan lokal. Pihak sekolah diberikan kebebasan untuk memberikan pendidikan muatan lokal sesuai keadaan serta kebutuhan. Pendidikan muatan lokal berbasis religius dipilih sebagai upaya agar siswa tidak lepas dari aturan agamanya di setiap aktivitas kehidupannya sehari-hari.
      PubDate: 2022-10-01
      DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20950
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
  • TEKNIK PENILAIAN PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 4 KEPIL PADA MASA PANDEMI
           COVID-19

    • Authors: Muhsin Muhsin
      Pages: 151 - 166
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pelaksanaan Teknik Penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis daring meliputi aspek Sikap, Pengetahuan dan Ketrampilan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kepil, adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik Penilaian pembelajaran PAI berbasis daring Aspek Sikap berbentuk Wawancara, Angket, observasi, sekala sikap. Teknik aspek Kognitif dilakukan dengan soal berbentuk Tes pilihan ganda, Soal bentuk Essay, dan Ujian lisan. Teknik Penilaian Penilaian Pembelajaran, Aspek Ketrampilan dilakukan dengan praktik, portofolio.
      PubDate: 2022-10-01
      DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20952
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
  • TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PANDANGAN HASAN LANGGULUNG

    • Authors: Nur Eko Wahyudi, Mohamad Ali
      Pages: 167 - 179
      Abstract: Hasan Langgulung merupakan salah satu tokoh pendidikan Islam terkemuka yang berkontribusi besar terhadap dunia Pendidikan Islam. Peneliti berminat mengkaji pemikiran dan tujuan pendidikan Islam menurut Hasan Langglung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berdasarkan data-data kepustakaan dengan pendekatan sejarah dan filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  1) Hasan Langgulung berpandangan bahwa sistem pendidikan berdasarkan dan Al-Qur’an dan Sunnah baik dalam perumusan tujuan, metode, kurikulum, maupun profil guru. 2) Tujuan pendidikan Islam menurutnya dapat dibagi tiga yakni tujuan akhir, tujuan umum Islam, dan tujuan khusus pendidikan Islam dengan menitikberatkan pembentukan akhlak yang mulia, menanamkan iman serta aqidah Islam secara benar, menumbuhkan minat generasi muda untuk taat kepada hukum agama serta menanamkan penghargaan dan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Juga memperhatikan aspek perkembangan seperti jasmaniyah, ruhaniah, intelektual, hati nurani, dan sosial yang ada pada dalam diri seorang muslim supaya bisa memberi manfaat bagi sesama, nusa bangsa dan juga mengabdi berbakti kepada Allah SWT.
      PubDate: 2022-10-01
      DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20953
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
  • KONSEP ADIL KELUARGA POLIGAMI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

    • Authors: Rico Setyo Nugroho, Musa Asy’arie, Chusniatun Chusniatun
      Pages: 180 - 196
      Abstract: Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama. Indahnya sebuah pernikahan poligami dan lebih indah lagi kalau dipraktikkan dengan adil dan penuh tanggung jawab. kajian penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang keadilan dalam rumah tangga poligami. Jenis penelitian ini penelitian pustaka (library research) karena itu pengumpulan data dimulai dengan studi terhadap teks keagamaan dan literatur dan karya dari para praktisi poligami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam tema tentang keadilan dalam rumah tangga poligami sudah selesai dalam arti bahwa keadilan bisa diterapkan dalam kehidupan poligami. Keadilan yang dimaksud adalah pangan, papan, sandang dan giliran mabit. Keadilan akan lahir dari pribadi muslim yang beradab. Temuan ini diharapkan bisa meminimalisir problem yang terjadi dalam rumah tangga poligami terkait masalah poligami
      PubDate: 2022-10-01
      DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20954
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
  • PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) DALAM PROSES DERADIKALISASI DAN
           MODERASI DI KOTA SURAKARTA

    • Authors: Suprapto Suprapto, Bambang Sumardjoko, Waston Waston
      Pages: 197 - 212
      Abstract: Masyarakat Kota Surakarta sangat majemuk dan multikultur, sering terjadi Radikalisme di Kota Surakarta yang menimbulkan ketegangan dan konflik antar kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Mengetahui tentang Radikalisme dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta 2). Mendeskripsikan Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta 3). Menganalisis peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta 4). Menganalisis faktor-faktor yang Mendukung dan Menghambat Peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskrptif. Subyek penelitian ini MUI an obyek penelitiannya adalah masyarakat beragama. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kuesioner sebagai data pendukung. Kesimpulan penelitian ini adalah pertama, Radikalisme di Kota Surakarta hanyalah imbas dari dari gerakan Islam terdahulu pada awal-awal tahun kemerdekaan dan diera Orde Baru seperti Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba’asyir hanyalah penerus dari gerakan DarulIslam (DI)/Negara Islam Indonesia (NII) yang diproklamirkan oleh Karto Suwiryo tahun 1949 di Cisampak Tasikmalaya. Kedua, seagai proses Deradikaisasi dan Moderasi Beragama di Kota Surakarta melakukan tutorial pada seminar OSPEK penerimaan Mahasiswa pada tahunajaran baru untuk mencegah terjadinya ekslusivisme, halaqoh Alim Ulama se Jawa-Madura, dan membuat proposal Solo Berseri Menuju Masyarakat Terhormat untuk Indonesia yang kemudian dijadikan Progrmam nasional oleh MUI Pusat. Ketiga, Peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi beragama di Kota Surakarta telah mencegah terjadinya takfiri (saling mengkafirkan) diantara kelompok sesame Muslim, penanaman nilai-nilai Islam wasathiyyah, dan misi yang diemban Nabiyullah Muhammad Saw sebagai “Rahmatan Lil ‘Alamin.”  Keempat, Sebagai faktor pendukung dan penghambat peran MUI dalam Proses Deradikalisasi dan Moderasi Beragama adalah masyarakat yang multikultur, budaya toleransi, gotong royong, nasionalisme yang kuat. Sebagai faktor penghambat fanatisme yang berlebihan (al-ghuluw), perbedaan ideologi, lemahnya hukum dan keadilan. Disisi lain masih bergejolaknya peristiwa yang menimpa Negara-negara Islam di Timur Tengah dan belahan dunia lainnya.
      PubDate: 2022-10-01
      DOI: 10.23917/suhuf.v34i2.20956
      Issue No: Vol. 34, No. 2 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 44.212.99.248
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-