A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> PHILOSOPHY (Total: 762 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
Muslim Heritage
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2502-535X - ISSN (Online) 2502-5341
Published by IAIN Ponorogo Homepage  [7 journals]
  • KEABSAHAN UANG ELEKTRONIK (E-MONEY) PERSPEKTIF QAWA’ID FIQHIYAH: SEBUAH
           TINJAUAN EMPIRIS TERHADAP KRITIK UANG ELEKTRONIK

    • Authors: Imam Kamaluddin, Setiawan Bin Lahuri, Chindy Chintya Cahya
      Abstract: AbstractThe emergence of transaction media such as electronic money provides many benefits for the public in transacting. However, in the law of its use, electronic money reaps a lot of controversy between whether it is legal or not according to Islamic law. This paper aims to review the validity of electronic money based on fiqh principles. The method used is descriptive qualitative through a literature survey. The results of this study indicate that electronic money is generally legal based on fiqh rules. The many benefits provided by electronic money make it easier for people to make transactions so that it provides benefits for its users. Nevertheless, there are several aspects that must be considered so that in the application of electronic money so as not to run away from the principles and rules of fiqh that have been set. Several principles that must be applied in transactions using electronic money are to avoid maysir and in its use it does not encourage isyraf and is not used to make transactions for illegitimate objects. AbstrakKemunculan media transaksi seperti uang elektronik memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dalam bertransaksi.Namun dalam hukum penggunaannya, uang elektronik menuai banyak kontroversi antara sah atau tidaknya menurut hukum Islam.Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ulang keabsahan uang elektronik berdasarkan kaidah-kaidah fikih. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif melalui survey literature. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa uang elektronik secara umum hukumnya boleh berdasarkan kaidah-kaidah fikih. Banyaknya manfaat yang diberikan oleh uang elektronik menjadikan masyarakat lebih mudah dalam melakukan transaksi sehingga  memberikan kemashlahatan bagi penggunanya. Meskipun demikian terdapat beberapa aspek yang tetap harus diperhatikan agar dalam  penerapannya uang elektronik agar  tidak lari dari prinsip-prinsip maupun kaidah-kaidah fikih yang telah ditetapkan. Beberapa prinsip yang harus diditerapkan dalam transaksi menggunakan uang elektronik yaitu terhindar dari maysir serta dalam penggunaannya tidak mendorong isyraf dan tidak digunakan untuk melakukan transaksi objek yang haram
      PubDate: 2022-06-27
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.4282
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • PERAN AL-QURAN DAN AS-SUNNAH DALAM PERKEMBANGAN EKONOMI SYARIAH:KAJIAN,
           PELUANG DAN TANTANGAN FINTECH SYARIAH

    • Authors: Atik Abidah, Kasuwi Saiban, Misbahul Munir
      Pages: 01 - 27
      Abstract: AbstractAl-Qur'an and Sunnah are one of the sources of law that exist in Islam and regulate all human actions. The role of the Qur'an and Sunnah extends to regulating the field of Islamic economics in great detail. This study aims to understand the role of the Qur'an and Sunnah in the development of sharia economics, especially in the study of sharia fintech related to the opportunities and challenges. The method used is library research. The data in this study were obtained using the documentary method sourced from the latest journal articles. The result of this research is that sharia fintech has been officially developed in Indonesia and has received special regulations from the National Sharia Council. The number of Muslim population and increasing technology users are special opportunities for the development of sharia fintech. The lack of understanding of the differences between sharia and conventional fintech is a challenge for financial technology players. Fintech has benefits that are in line with Islamic principles as stated in the Qur'an and Sunnah. This is what strengthens the existence of Islamic fintech, which will be able to continue to grow rapidly from time to time.AbstrakAl-qur’an dan Sunnah merupakan salah satu sumber hukum yang ada dalam Islam dan mengatur seluruh perbuatan manusia. Peran al-Qur’an dan Sunnah meluas hingga mengatur bidang ekonomi Islam dengan sangat rinci. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran al-Qur’an dan Sunnah dalam perkembangan ekonomi syariah terutama dalam kajian fintech syariah terkait dengan peluang dan tantangannya. Metode yang digunakan adalah dengan penelitianPustaka(library research).Data dalampenelitianinididapatdenganmenggunakanmetodedocumenteryang bersumber dari artikel-artikel jurnal terbaru. Hasil dari penelitian ini adalah fintech syariah telah resmi dikembangkan di Indonesia dan telah mendapat regulasi khusus dari Dewan Syariah Nasional. Jumlah penduduk muslim dan meningkatnya pengguna teknologi menjadi peluang khusus perkembangan fintech syariah. Minimnya pemahaman tentang perbedaan fintech syariah dengan konvensional menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku financial technology. Fintech memiliki manfaat yang sejalan dengan prinsip Islam sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Hal itu yang menjadi penguat keberadaan fintech syariah akan mampu terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.
      PubDate: 2022-06-24
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3628
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • KEGIATAN FILANTROPI DI MASA PANDEMI PERAN SATGAS NU DALAM MENANGGULANGI
           DAMPAK COVID-19 DI INDONESIA

    • Authors: Hasan Bastomi, Abdurrohman Kasdi
      Pages: 29 - 52
      Abstract: AbstractThis article aims to examine philanthropic activities in the pandemic era by looking at the role of the NU Task Force in dealing with the impact of Covid-19 in Indonesia. This research uses field research with descriptive-qualitative-analytical analysis techniques. The results showed that as an Islamic philanthropic movement in the pandemic era, the NU Covid-19 Task Force carried out the following activities: (1) Education and outreach to the public about the urgency of philanthropic attitudes in achieving happiness in the hereafter through socialization through educational videos about preventing Covid-19. (2) Collecting donations by involving volunteers, NU internal institutions and external institutions engaged in philanthropy through professional and proportional investment in dealing with Covid-19. (3) Expanding the use of philanthropic funds by distributing and utilizing them in the form of providing consumptive and productive assistance to communities affected by Covid-19. (4) Supervision of the NU Covid-19 Task Force through supervision from PBNU involving WHO and other institutions. This collaboration with various parties is carried out so that this philanthropic movement becomes a massive joint movement through synergies with related parties in the fight against Covid-19. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengkaji kegiatan filantropi di era pandemi dengan melihat peran Satgas NU dalam menaggulangi dampak Covid-19 di Indonesia.Penelitian ini mengunakan riset lapangan (field research) dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai sebuah gerakan filantropi Islam di era Pademi, Satgas Covid-19 NU melakukan kegiatan: (1) Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang urgensi sikap filantropi dalam meraih kebahagiaan hidup dunia akhirat melalui sosialisasi lewat video edukasi tentang pencegahan Covid-19. (2) Pengumpulan donasi dengan cara melibatkan relawan, lembaga internal NU dan lembaga eksternal yang bergerak di bidang filantropi melalui penanaman kerja secara professional dan proporsional dalam penaggulangan Covid-19. (3) Memperluas pemanfaatan dana filantropi dengan pendistribusian dan pendayagunaan dalam bentuk pemberian bantuan konsumtif dan produktif kepada masyarakat terdampak Covid-19. (4) Pengawasan Satgas Covid-19 NU melalui pengawasan dari PBNU yang melibatkan WHO dan lembaga lain. Kerjasama dengan berbagai pihak ini dilakukan agar gerakan filantropi ini menjadi gerakan bersama yang bersifat massif melalui sinergi dengan pihak terkait dalam penaggulangan Covid-19.
      PubDate: 2022-06-24
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3551
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU DALAM PENINGKATAN POTENSIPASAR RAKYAT DI KOTA
           MADIUN

    • Authors: Mohamad Nur Efendi, Luhur Prasetiyo
      Pages: 53 - 81
      Abstract: AbstractThe Srijaya People's Market in Madiun City is a traditional market that is currently still operating in the midst of the onslaught of the modern and digital era. This study aims to analyze what the potential of Srijaya Market is, how the integrated marketing strategy has been carried out by market managers in increasing the potential and impact of this strategy. This research is a field research using a descriptive qualitative methodological approach. The findings of this study reveal that in the analysis of the micro and macro environment of marketing, Srijaya Market has economic potential on Sundays. This is evidenced by the hecticity of traders and special visitors on Sundays which is reinforced by other potentials such as a strategic geographical location, easy road access and the number of varied traders. The integrated marketing communication strategy is carried out through advertising methods by placing posters and billboards, sales promotion through a prize coupon program and public relations through Market Operations and Return to People's Market events. This strategy has an impact on the economy of traders, the economy of the community and local government revenues. The direct impact occurred in increasing sales so that many traders wanted to sell, as well as increasing brand awareness of the existence of Srijaya Market. Srijaya Market is busy with many visitors on Sundays. has the potential to become a tourist market destination in Madiun City. AbstrakPasar Rakyat Srijaya Kota Madiun merupakan pasar tradisional yang saat ini masih beroperasi di tengah perkembangan gempuran era modernitas dan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja potensi yang dimiliki oleh Pasar Srijaya, bagaimana strategi pemasaran terpadu yang telah dilakukan oleh pengelola pasar dalam meningkatkan potensi serta dampak dari strategi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan metodologi kualitatif deskriptif.Hasil temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa dalam analisis lingkungan mikro dan makro pemasaran, Pasar Srijaya memiliki ekonomi yang potensial pada Hari Minggu.Hal tersebut dibuktikan dengan ramainya pedagang dan pengunjung khusus pada hari Minggu yang diperkuat dengan potensi lainnya seperti letak geografis yang strategis, akses jalan yang mudah serta banyaknya pedagang yang bervariasi.Strategi komunikasi pemasaran terpadu dilakukan melalui metode periklanan dengan memasang poster dan billboard, promosi penjualan melalui program kupon berhadiah serta hubungan masyarakat melalui eventOperasi Pasar dan Gerakan Kembali ke Pasar Rakyat.Strategi tersebut memberikan dampak terhadap ekonomi pedagang, ekonomi masyarakat dan pendapatan pemerintah daerah.Dampak secara langsung terjadi pada peningkatan penjualan sehingga banyak pedagang yang ingin berjualan, serta meningkatnya brand awareness terhadap keberadaan Pasar Srijaya. Ramainya Pasar Srijaya dengan banyaknya pengunjung pada hari Minggu, berpotensi menjadi destinasi pasar wisata di Kota Madiun.
      PubDate: 2022-06-24
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3926
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • GERAKAN IDEOLOGI ISLAM TRANSNASIONAL DI INDONESIA DALAM FILM JKDN KARYA
           NICKO PANDAWA

    • Authors: Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid
      Pages: 83 - 109
      Abstract: AbstractThe screening of JKDN (Jejak Khilafah di Nusantara) movie directed by Nicko Pandawa left a general problem about the caliphate and its relation to the development of Islam in Indonesia or the archipelago. As mentioned in the movie, the caliphate is an institution that houses Muslims around the world, including the archipelago. It also plays an important role in the rapid growth of Islam. However, many people still doubt the truth of the film. They even accuse the existence of propaganda of a transnational Islamic ideology, which will impact the national Islamic image. This study aimed to dissect the contents of JKDN movie episode I and II, then connected the history of the development of Islam with the transnational Islamic ideological movement in Indonesia contained in the movie's narrative. The method used was history, which included source collection, verification, interpretation, writing process, sociolinguistic approach, document (movie) study, and strengthened by the theory of Islamic fundamentalism movement initiated by Ernest Gellner. This study sought to discuss the process of Islamization in Indonesia as one of the historical events re-expressed through the movie and then the theory of identity construction. The result of Della Porta and Diani’s ideas produced several important findings related to the transnational Islamic ideological movement described in this study. This included the communication between the Islamic Sultanates in the archipelago and the Islamic Caliphate, the spirit of unity that arose between the two and a high dedication to upholding Islamic law. AbstrakPenayangan film JKDN (Jejak Khilafah di Nusantara) yang disutradarai oleh Nicko Pandawa, menyisakan persoalan umum tentang khilafah dan kaitannya dengan perkembangan Islam di Indonesia atau nusantara, dalam film disebutkan bahwa khilafah merupakan sebuah institusi yang menaungi kaum muslimin di seluruh dunia, termasuk nusantara, dan berperan penting terhadap pesatnya laju pertumbuhan Islam, akan tetapi masih banyak yang meragukan kebenaran dari film tersebut, bahkan sebagian menuding adanya propaganda dari salah satu paham Islam transnasional, yang nantinya berdampak pada citra Islam nasional. Penelitian ini bertujuan membedah ulang isi film JKDN episode I dan II, kemudian menghubungkan antara sejarah perkembangan Islam dengan gerakan ideologi Islam transnasional di Indonesia yang terdapat dalam narasi film tersebut. Metode yang digunakan adalah sejarah, yang meliputi pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, hingga proses penulisan, ditambah pendekatan sosiolinguistik dan studi dokumen (film), serta diperkuat dengan teori gerakan fundamentalisme Islam yang digagas oleh Ernest Gellner, penelitian ini berusaha mendiskusikan tentang proses islamisasi di Indonesia sebagai salah satu peristiwa sejarah yang diungkap kembali melalui film, selanjutnya teori konstruksi identitas, hasil buah pikiran dari Della Porta dan Diani, menghasilkan beberapa temuan penting terkait gerakan ideologi Islam transnasional yang coba diuraikan dalam penelitian ini, di antaranya jalinan komunikasi antara kesultanan-kesultanan Islam di nusantara dengan Khilafah Islamiyah, kemudian semangat persatuan yang timbul antara keduanya, serta dedikasi yang tinggi untuk menegakkan syariat Islam. 
      PubDate: 2022-06-24
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3546
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • KONTRIBUSI ULAMA NUSANTARA TERHADAP KEILMUAN ISLAM DI INDONESIA; STUDI
           KASUS INVENTARISASI MANUSKRIP PONPES TREMAS DAN TEBUIRENG

    • Authors: Moch Lukluil Maknun, Muhammad Aji Nugroho, Yuyun Libriyanti
      Pages: 111 - 140
      Abstract: AbstractThe massive literacy tradition of the Islamic boarding school community has shaped the legacy of Islamic scholarship in the archipelago so that it becomes an identity in religion, nation and state. This study seeks to reveal the works of Indonesian scholars who have become manuscripts as an effort to maintain the nation's cultural heritage at the Pondok Pesantren Tremas Pacitan and Tebu Ireng Jombang. The type of approach used is descriptive qualitative, using basic philological and codicological methods which are then collected data. The targets studied were limited to formal objects in the form of physical books found, with locations that had been determined from the start. Data was collected using observation, interview, and documentation techniques, combined with source triangulation. The results of this study; 1) Tremas Islamic Boarding School has many manuscripts that are not only sourced from Sheikh Mahfudz at-Tarmasi, but most of the manuscripts have been lost due to flooding or their whereabouts are unknown. and preservation by reprinting and dictating educational subjects; 2) The original Tebuireng masyayikh manuscripts were narrated scattered in various locations both in the family environment and in the dzurriyah students of K.H. Hasyim Asyari, the rescue step was carried out by dzurriyah, namely K.H. Ishomuddin Hadzik, K.H. Zaki Hadzik, and Gus Mirza Zaki Hadzik which is manifested in the form of publishing/reprinting works in the volume of Irsyaadus Saari; 3) The government's concern for the preservation of manuscripts is realized by establishing a database of manuscripts and publishing them on a wider scale as a form of preserving the assets of the nation and state; 4) The existence of libraries in Islamic boarding schools, causes the manuscripts to be more well conditioned and easy to be accessed and read by others. AbstrakMasifnya tradisi literasi masyayikh pondok pesantren telah membentuk warisan keilmuan Islam di Nusantara sehingga menjadi identitas dalam beragama, berbangsa, dan bernegara. Penelitian ini berupaya mengungkap karya-karya ulama nusantara yang telah menjadi manuskrip sebagai upaya menjaga warisan budaya bangsa di Pondok Pesantren Tremas Pacitan dan Tebu Ireng Jombang. Jenis pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode filologi dan kodikologi dasar yang kemudian dilakukan pendataan. Sasaran yang dikaji sebatas objek formal berupa fisik kitab yang ditemukan, dengan lokasi yang telah ditentukan sejak awal. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, dipadukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini; 1) Ponpes Tremas memiliki banyak manuskrip yang tidak hanya bersumber dari syeikh Mahfudz at-Tarmasi, namun sebagian besar dari manuskrip tersebut hilang disebabkan banjir atau belum diketahui keberadaannya, kepedulian alumni, santri, pegiat dan pemerhati manuskrip, menggerakkan kesadaran dzurriyah dan pemerintah untuk melakukan penyelamatan dan pelestarian dengan mencetak ulang dan menjadikan diktat matapelajaran pendidikan; 2) Manuskrip masyayikh Tebuireng yang asli diriwayatkan tersebar di berbagai lokasi baik di lingkungan keluarga ataupun di dzurriyah murid K.H. Hasyim Asyari, langkah penyelamatan dilakukan oleh dzurriyah, yaitu K.H. Ishomuddin Hadzik, K.H. Zaki Hadzik, dan Gus Mirza Zaki Hadzik yang diwujudkan dalam bentuk penerbitan/cetak ulang karya dalam bunga rampai Irsyaadus Saari; 3) kepedulian pemerintah dalam pelestarian manuskrip diwujudkan dengan membentuk database manuskrip dan mempublikasikannya dalam skala yang lebih luas sebagai bentuk pelestarian aset bangsa dan negara; 4) keberadaan perpustakan di pondok pesantren, menyebabkan naskah lebih terkondisikan dengan baik dan mudah untuk diakses dan dibaca oleh orang lain.  
      PubDate: 2022-06-24
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3625
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • PERAN PEMUDA TARETAN SADERE DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM INKLUSIF
           PADA SISWA MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM KABUPATEN JEMBER

    • Authors: Mohammad Robith Alhasany
      Pages: 141 - 162
      Abstract: AbstractThis study intends to describe comprehensively, constructively, and transparently to all forms of actualization of inclusivism values consumed by the taretan sadere youth group as a manifestation of education in the era of disruption. The purpose of this research is to find a new formula in developing critical thinking, openness, tolerance, togetherness, and other inclusive values to students related to the plurality around them. This study uses a qualitative approach with determining the subject using purposive techniques, participant observation data collection techniques, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis researchers used source triangulation techniques and triangulation techniques according to data analysis techniques Miles, Huberman and Saldana. Based on the findings of this study, the role of the taretan sadere youth is as a mobilizer, facilitator and tutor. The strategy for actualizing the inclusive values of taretan sadere youth uses various variants. Among them are the following, planting an attitude of openness, including: First, a discussion/dialogue approach. Second, the school literacy approach. In the cultivation of tolerance, include: First, uniform perception. Second, the application of the values of harmony, trust and affection towards intra-religious. Third, the application of the value of harmony and the value of freedom between religious communities by holding social and artistic activities. Cultivating a cooperative attitude, including: First, Intra-school cooperation, namely the concept of building brotherhood values, and fostering creativity. Second, Extra-school cooperation, namely concentrating on relationships (togetherness), fostering positive and active values (awareness of sharing and sensitivitysocial).AbstrakPenelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan secara komprehensif, konstruktif, dan transparannilai-nilai inklusivisme yang diaktualisasikan oleh kelompok pemuda taretan sadere sebagai manifestasi pendidikan di era distrupsi. Adapun tujuandaripenelitianini, untukmenemukan formula barudalammenumbuhkembangkancritical thinking, openness, tolerance, togetherness,sertanilai-nilaiinklusiflainnyakepada siswakhususnya yang terkait dengan pluralitas di sekitarnya.Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan penentuan subjek menggunakan teknik purposive, teknik pengumpulan data observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkanhasilhasilpenelitian, peran pemuda taretansadereadalahsebagai mobilisator, fasilitator dan tutor.Adapun strategi dalammengaktualisasikannilai-nilaiinklusivisme pemuda taretansaderemenggunakanberbagaimacam pendekatan. Diantaranya, penanaman sikap keterbukaan, meliputi: Pertama, pendekatan diskusi/dialog. Kedua, pendekatan sekolah literasi. Pada penanaman sikap toleransi, meliputi: Pertama,penyeragaman persepsi. Kedua, Penerapan nilai kerukunan, kepercayaan dan kasih sayang terhadap intra agama. Ketiga,  Penerapan nilai kerukunan, dan nilai kebebasan antar umat beragama dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial, dan kesenian. Penanaman sikap bekerja sama, meliputi: Pertama, Kerja sama intra sekolah yakni konsep membangun nilai persaudaraan, dan menumbuhkan kreativitas.. Kedua, Kerja sama ekstra sekolah yakni berkonsentrasi pada hubungan (kebersamaan), menumbuhkan nilai-nilai positif dan aktif (kesadaran berbagi dan kepekaan bersosial).
      PubDate: 2022-06-24
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3554
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • TA’ADDUD AL-WUKAL‘: KONSEP MULTIPLE AGENTS DALAM FIKIH
           MUAMALAH

    • Authors: Mulyono Jamal, Nurul Fathonah
      Pages: 163 - 181
      Abstract: AbstractThis study aims to determine the concept of multi-representation in wakalah fiqh muamalah perspective and the law of delegating representatives by representatives to other people so that they become multi-layered representatives for their muwakkil or parties who give power to representatives. This takes a case study on land brokers who often look for other agents or brokers to help with their work, whether the muwakkil knows or not. This research is a qualitative descriptive using a literature approach. The result of the research is that it is allowed for a representative to find another representative even without the permission of the muwakkil on the condition that it does not violate the rules of the Shari'a, endangers the benefit of the muwakkil and aims to help the agent's work. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep multiwakil dalam wakalah perspektif fikih muamalah serta hukum melimpahkan perwakilan oleh wakil kepada orang lain sehingga menjadi wakil berlapis bagi muwakkil-nya atau pihak yang memberikan kuasa kepada wakil. Hal ini mengambil studi kasus pada makelar tanah yang sering mencari agen atau broker lain untuk membantu pekerjaannya baik sepengetahuan muwakkil atau tidak. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan pustaka.Hasil dari penelitian adalah dibolehkan seorang wakil untuk mencari wakil lainnya meski tanpa ijin muwakkil dengan syarat tidak melanggar aturan syariat, membahayakan maslahat muwakkil dan bertujuan untuk membantu pekerjaan wakil. 
      PubDate: 2022-06-27
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3777
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • TELAAH KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 173HURUF A TERHADAP PELAKU EUTHANASIA
           PASIF PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH

    • Authors: Abd Rouf, Zaenul Mahmudi
      Pages: 183 - 216
      Abstract: AbstractPassive euthanasia is an attempt to hasten death by stopping a treatment or letting a patient die because of a doctor's diagnosis that the patient's disease can no longer be cured. In contrast, in the Compilation of Islamic Law, it is mentioned that determining the obstruction of inheritance with the cause of the disappearance of life must be guided by the judge's ruling that the heirs are blamed for killing or trying to kill or severely mistreat the heist. The purpose of this study is to review the Compilation of Islamic Law article 173 letter A about the obstruction of heirs from receiving inheritances due to the judge's ruling that the heirs are blamed for killing or attempting to kill or severely mistreat the testator,which in passive euthanasia perpetrator, the three-element is not contained in it, but has the same result that accelerates the death of the heist. In this research, the researcher used maqashid sharia. This research is normative juridical and empirical juridical research with qualitative descriptive analysis and using the maqashid sharia approach. In this research, it was obtained that: 1) Passive euthanasia if viewed from the perspective of the principle of maqashid sharia then there will be two conflicting indicators, namely hifz al-nafs (guarding the soul) and hifz al-mᾱl (guarding property), of these two indicators that are more favored is hifz al-nafs. The passive euthanasia perpetrator cannot own the assets of the heist, or in other words, his inheritance rights are hindered following what is instructed in Article 173 letter A. 2) because there are no clear rules regarding passive euthanasia in KHI or other laws, the judge can make legal findings to decide the case to achieve legal certainty.AbstrakEuthanasia pasif merupakan sebuah usaha untuk mempercepat kematian dengan cara menghentikan pengobatan atau melakukan pembiaran terhadap pasien dikarenakan adanya diagnosa dokter bahwa pasien tersebut penyakitnya tidak lagi dapat disembuhkan. Sebaliknya di Kompilasi Hukum Islam disebutkan bahwa dalam menentukan terhalangnya kewarisan dengan sebab adanya penghilangan nyawa harus berpedoman pada putusan hakim bahwa ahli waris tersebut dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat pada pewaris. Tujuan dari penelitian ini adalah menelaah kembali Kompilasi Hukum Islam pasal 173 huruf A tentang terhalangnya ahli waris untuk menerima warisan dengan sebab putusan hakim bahwa ahli waris dipersalahkan telah membunuh atau mencoba membunuh atau menganiaya berat pada pewaris, yang mana pada pelaku euthanasia pasif unsur tersebut tidaklah terdapat di dalamnya,namun memiliki akibat yang sama yaitu mempercepatnya kematian pewaris. dalam penganalisahan tersebutpeneliti menggunakan maqashid syari’ah.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan yuridis empiris dengan analisisa deskriptif kualitatif serta menggunakan pendekatan maqashid syariah. Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa: Euthanasi pasif jika ditinjau dari perspektif prinsip maqashid syariah maka akan terdapat dua indikator yang saling bertentangan yaitu hifz al-nafs(menjaga jiwa) dan hifz al-mᾱl(menjaga harta), dari dua indikator ini yang lebih diunggulkan adalah hifz al-nafs. Maka pelaku euthanasia pasif tidak dapat mewarisi harta dari pewaris atau dengan kata lain terhalang hak kewarisannya sesuai dengan yang diintruksikan pada pasal 173 huruf A. 2) dikarenakan belum adanya aturan yang jelas terkait euthanasia pasif dan dalam KHI maupun perundang-undangan yang lain, maka hakim dapat melakukan penemuan hukum.
      PubDate: 2022-06-24
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3676
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
  • KONTRIBUSI PEMIKIRAN ABU NASR MANSUR IBN ‘ALI IBN ‘IRAQ AL-JA’DI(960
           M – 1036 M) PADA MATERI TRIGONOMETRI

    • Authors: Andi Nurfadilah Armi, Nursalam Nursalam, Mardhiah Mardhiah, St Ibrah Mustafa Kamal
      Pages: 217 - 234
      Abstract: AbstractThis study aims to determine the contribution of the thoughts of Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di (960 AD - 1036 AD) on trigonometric material. This research is a library research using library research data collection techniques or document review regarding Abu Nasr Mansur ibn 'Ali ibn 'Iraq Al-Ja'di. Abu Nasr Mansur is a Muslim scientist who has produced many monumental works in the fields of mathematics and astronomy. Abu Nasr Mansur is the founder of the law of sine on a plane and the law of sine of the sphere. The use of the law of sine on a flat plane in daily life based on the field is divided into two, namely in the field of civil engineering it is used to calculate building heights, calculate distances between two places and calculate aircraft heights; Meteorology is used to model cyclical trends, such as weather patterns and seasonal variations. The usefulness of the law of sine on a flat plane is used in the field of astronomy to determine the direction of prayer Qibla and prayer times.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemikiran Abu Nasr Mansur ibn ‘Ali ibn ‘Iraq Al-Ja’di (960 M – 1036 M) pada materi trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau Library Research dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah kepustakaan atau telaah dokumen mengenai Abu Nasr Mansur ibn ‘Ali ibn ‘Iraq Al-Ja’di. Abu Nasr Mansur merupakan seorang ilmuan muslim yang telah menghasilkan banyak karya yang monumental dalam bidang matematika dan astronomi. Abu Nasr mansur merupakan penemu hukum sinus pada bidang datar dan hukum sinus bola. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan bidangnya dibagi menjadi dua, yaitu pada bidang ilmu teknik sipil digunakan untuk menghitung tinggi gedung, menghitung jarak antar dua tempat dan menghitung ketinggian pesawat; pada bidang ilmu meteorologi digunakan untuk memodelkan tren siklus, seperti pola cuaca dan variasi musiman. Kegunaan hukum sinus pada bidang datar digunakan pada bidang astronomi untuk menentukan arah kiblat sholat dan waktu shola
      PubDate: 2022-06-27
      DOI: 10.21154/muslimheritage.v7i1.3865
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.229.124.74
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-