A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> PHILOSOPHY (Total: 762 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
Nuansa : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1907-7211 - ISSN (Online) 2442-8078
Published by IAIN Madura Homepage  [5 journals]
  • Integrasi Ajaran Islam dengan Ilmu Pengetahuan pada Program Studi Tadris
           Ilmu Pendidikan Alam IAIN Madura: Struktur Kurikulum, Strategi
           Pembelajaran dan Pandangan Masyarakat

    • Authors: Mohammad Muchlis Sholichin, Wahab Syakhirul Alim, Achmad Muzammil Alfan Nasrullah
      Pages: 1 - 22
      Abstract: The establishment of the science study program in IAIN Madura is an attempt to integrate Islam with natural science. This study also wants to understand the views of the Madurese community about the urgency of opening the Mathematics and Natural Sciences Study Program at IAIN Madura. This research is a mixed methods research, which is a research step by combining two approaches in research, namely qualitative and quantitative. Data collection methods are interviews and documentation. At the same time, data analysis consists of data reduction, data display, and concluding. From the research that conducted, several points were made as follows: 1) The curriculum structure of the integration of Islam with the natural sciences consists of courses related to; a) institutions, b) science and expertise, c) Islamic education and education, d) study programs expertise, namely Physics, Chemistry, Biology, e) attitudes and ethics of life in society, f) science based on competitive advantage. 2) Learning strategies used Learning strategies that can be used in science learning are contextual, thematic, practical, collaborative active learning, discovery learning models. 3) The public's perception of the existence of the Science Study Program at IAIN Madura. Lecturers must include Islamic values in the science material at the Natural Science. Students in the science study program must apply Islamic values through attitudes and behavior in their activities. Lecturers are required to include Islamic values in the delivery of lecture material. Lecturers can provide Islamic guidance on student problems in studying at the IAIN Madura science study program. (Pendirian prodi IPA IAIN Madura adalah suatu upaya untuk mengintegrasikan Islam dengan ilmu pengetahuan alam. Penelitian ini juga ingin memahami pandangan masyarakat Madura tentang urgensi pembukaan Prodi MIPA di IAIN Madura. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods, yaitu suatu langkah penelitian dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Selain itu, strategi metode campuran bertahap (sequential mixed methods) terutama strategi eksplanatoris sekuensial. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Sementara analisis data terdiri dari reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan dihasilkan beberapa poin sebagai berikut: 1) Struktur kurikulum integrasi Islam dengan ilmu pengetahuan alam terdiri atas mata kuliah yang berkaitan dengan a) institusi, b) keilmuan dan keahlian, c) ilmu kependidikan dan kependidikan Islam, d) keahlian prodi yaitu Fisika, Kimia, Biologi, e) sikap dan etika kehidupan di masyarakat, f) keilmuan atas dasar keunggulan kompetitif. 2) Strategi pembelajaran yang digunakan Strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA adalah kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif pembelajaran aktif, model pembelajaran penemuan (discovery). 3)Persepsi masyarakat tentang keberadaan Prodi IPA di IAIN Madura.Masyarakat sangat mengharapkan kehadiran prodi tadris IPA di IAIN Madura, IAIN adalah Lembaga Pendidikan agama Islam yang sejak dahulu dikenal di masyarakat sebagai yang mencetak sarjana. Dosen harus memasukkan nilai-nilai Islam dalam materi IPA di Prodi Tadris IPA IAIN Madura. Mahasiswa prodi IPA wajib menerapkan nilai-nilai Islam melalui sikap dan tingkah laku dalam beraktivitas. Dosen wajib memasukkan nilai-nilai islami dalam penyampaian materi kuliah. Dosen mampu memberikan bimbingan islami terhadap permasalahan mahasiswa dalam belajar di tadris IPA IAIN Madura.)
      PubDate: 2022-03-08
      DOI: 10.19105/nuansa.v19i1.5431
      Issue No: Vol. 19, No. 1 (2022)
       
  • Zuhud Vis A Vis Modernity: The Resistance of Rural Community to Modernity

    • Authors: Agus Khunaifi, Mirza Mahbub Wijaya, Ahmad Fahri Yahya Ainuri
      Pages: 23 - 40
      Abstract: This research aims to reveal the opposition of a rural community at Kedungbanteng, Paguyangan, Brebes in responding to the pace of modernity, which tends to degrade human morality as its main actor. This study used a qualitative method with a phenomenological approach. This study uses the interview method with structured interview guidance and participatory observation. A combination of several existing techniques carried out the data collection. Those techniques were observation, interviews, and documentation. Meanwhile, to test the validity of the data, three methods were used: source triangulation, technical triangulation, and time triangulation. It was found that the opposition applied by society in responding to the fundamental changes due to modernization was using zuhud behaviour. Specifically, these oppositions were manifested by eliminating materialism, increasing the caution of seeking sustenance (wirai), and firmly rejecting the formalist tradition diversity (fikih oriented). The zuhud movement can be carried out because a charismatic figure initiated it. In addition, what is quite prominent is the tomb pilgrimage to certain tombs believed to be the tombs of local ancestors and kyai. Pilgrimage can increase awareness that life exists in the world and in the grave; there is also life in the afterlife. So that someone will be careful and prepare provisions for the next life. The emphasis is on the spiritual practice of religious teachings rather than studying texts. So rarely try to find arguments as the basis of certain practices. (Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap resistensi kelompok masyarakat di Dusun Kedungbanteng, Desa Paguyangan, Kab. Brebes dalam menanggapi laju modernisasi yang dewasa ini cenderung menurunkan moralitas manusia sebagai aktor utamanya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi transendental. Penelitian ini juga dilengkapi dengan metode wawancara serta pedoman wawancara terstruktur, serta observasi partisipatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan beberapa teknik yang ada. Teknik-teknik tersebut adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menguji keabsahan data digunakan tiga metode yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknis, dan triangulasi waktu. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa resistensi yang dilakukan masyarakat dalam menyikapi perubahan mendasar akibat modernisasi adalah praktik zuhud. Lebih khusus lagi, secara praktis resistensi ini dimanifestasikan oleh; menghilangkan paham materialis, meningkatkan kehati-hatian dalam mencari rezeki (wirai) dan sangat menentang tradisi agama formalis (berorientasi fikih). Gerakan zuhud tersebut dapat terlaksana karena diprakarsai oleh sosok yang kharismatik.  Selain itu, yang cukup menonjol adalah ziarah makam ke makam-makam tertentu yang diyakini sebagai makam para leluhur dan kyai setempat. Ziarah dapat meningkatkan kesadaran bahwa hidup ada di dunia dan di alam kubur; ada juga kehidupan di akhirat. Sehingga seseorang akan berhati-hati dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan selanjutnya. Penekanan terdapat pada pengamalan spiritual ajaran agama daripada mempelajari teks. Sehingga jarang mencoba mencari argumentasi sebagai dasar dari praktek-praktek tertentu.)
      PubDate: 2022-03-24
      DOI: 10.19105/nuansa.v19i1.5363
      Issue No: Vol. 19, No. 1 (2022)
       
  • Dualisme Pengetahuan Agama: Dinamika Religiusitas Siswa Muslim di SD
           Kristen Purbo

    • Authors: Muhammad Khoiruzzadi, Lia Dwi Tresnani, Nadia Fitria Khairunisa
      Pages: 41 - 63
      Abstract: Every child has the right to receive religious subjects that he adheres to. When children get different religious subjects, it will become a dualism of understanding in religion. The purpose of this study was to explain the dynamics of religiosity of Muslim students at Purbo Christian Elementary School. This research includes field research using a qualitative method approach. The subjects of this study were 7 Muslim students in grades 4 to 6, parents of Muslim students, classroom teachers, and the principal of SD Kristen Purbo. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. Data analysis by means of data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the religiosity of Muslim students at Purbo Christian Elementary School was still the same in general, Muslim students who were adjusted to their development, such as still finding it difficult to pray fardu prayers, and still being egocentric. Children will be more interested in annual worship, such as fasting in Ramadan, Islamic holidays. In addition, children are also more interested in religious activities that are collective and entertaining for children.  (Setiap anak berhak mendapatkan mata pelajaran agama yang dianutnya. Ketika anak malah mendapatkan mata pelajaran agama yang berbeda, maka akan menjadi dualisme pemahaman dalam konsep beragamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dinamika religiusitas siswa Muslim SD Kristen Purbo. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 7 siswa Muslim kelas 4 sampai kelas 6, orang tua siswa Muslim, guru kelas, dan kepala sekolah SD Kristen Purbo. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas siswa Muslim SD Kristen Purbo masih sama pada umumnya siswa Muslim yang disesuaikan dengan perkembangannya, seperti masih sulitnya untuk ibadah salat fardu, dan masih bersikap egosentris. Anak akan lebih tertarik dengan ibadah yang sifatnya tahunan, seperti puasa Ramadan, hari raya kebesaran Islam. Selain itu, anak juga lebih tertarik pada kegiatan keagamaan yang sifatnya kolektif dan menghibur bagi anak.)
      PubDate: 2022-03-29
      DOI: 10.19105/nuansa.v19i1.5318
      Issue No: Vol. 19, No. 1 (2022)
       
  • Revitalisasi Kelembagaan Madrasah Diniyah di Pamekasan

    • Authors: Mohammad Thoha, R. Taufikurrahman
      Pages: 64 - 82
      Abstract: Madrasah diniyah grows and develops with the community. Its existence illustrates the level of community diversity. Along with the shift in the mindset of the community, the sustainability of the madrasah diniyah is threatened because it is seen as a "second class" education and it is only suitable for the lower middle class. This study describes the efforts of madrasah diniyah of Pamekasan in maintaining their institutional existence in the midst of the onslaught of modern education. Using a descriptive qualitative approach, this study reveals: the efforts of madrasah diniyah in revitalizing its institutions; exploring the response of stakeholders to these efforts; and challenges faced. The results of the study:The first: The form of revitalization efforts carried out by Madrasah diniyah is to maintain the Salaf curriculum and maximize community involvement in institutional policy making; The second, the response of stakeholders is good. students, community and teachers welcomed the revitalization movement. The third, the challenges faced are: the low interest and ability of row input in religious studies and the lack of financial support from the government. The solution made by madrasas is to strengthen the economy independently and strengthen the internal solidarity of the institution.  (Madrasah diniyah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Eksistensinya menggambarkan tingkat keberagamaan masyarakat. Seiring bergesernya pola pikir masyarakat, madrasah diniyah terancam keberlanjutannya karena dipandang sebagai pendidikan “kelas dua” dan hanya cocok bagi kelas menengah ke bawah. Penelitian ini menggambarkan upaya madrasah diniyah di Pamekasan dalam mempertahankan eksistensi kelembagaanya di tengah gempuran pendidikan modern. Dengan pendekatan kualitatif diskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumen, penelitian ini mengungkap: upaya madrasah diniyah dalam melakukan revitalisasi kelembagaannya; mendalami respon stakeholders terhadap upaya tersebut; dan tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian: pertama: Bentuk upaya revitalisasi yang dilakukan madrasah diniyah adalah mempertahankan kurikulum salaf dan memaksimalkan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan kelembagaan; Kedua, respon stakehorders baik. murid, masyarakat dan para pengajar menyambut baik gerakan revitalisasi tersebut. Ketiga, tantangan yang dihadapi berupa: rendahnya minat dan kemampuan row input pada kajian keagamaan dan minimnya dukungan dana dari pemerintah. Solusi yang dilakukan madrasah dengan cara melakukan penguatan ekonomi secara mandiri dan menguatkan solidaritas internal lembaga.)
      PubDate: 2022-04-18
      DOI: 10.19105/nuansa.v19i1.5446
      Issue No: Vol. 19, No. 1 (2022)
       
  • Prinsip Islam pada Service Excellent: Tinjauan Islamic Marketing Mix di
           Sakinah Supermarket Surabaya

    • Authors: Kuhlil Hidayah, Luthfiana Basyirah
      Pages: 83 - 105
      Abstract: Society’s fettle tends to be modern today and thus making entrepreneur start competing establishing supermarkets or minimarkets. The competition quite tight because the supermarkets are close even nearby to one another. Therefore, it requires implementing effective and innovative strategies to meet the exact target market. Today’s aspect encountered is the use of sharia labels which then triggers the emergence of sharia marketing processes. Sharia marketing is the whole process; whether creating, offering, of charging value, there should be no things contrary to the contract and the principles of Islamic muamalat/ business. This study analyzed the implementation of the Islamic marketing mixture in Sakinah Supermarket Surabaya by using qualitative–descriptive research methods. In this paper, the data collection techniques took through surveys, interviews, and documentation. Then it was analyzed using an inductive mindset of data reduction, data display, and conclusion. Meanwhile, the validity of the data checked using a triangulation technique. This study concluded that Sakinah Supermarket Surabaya had implemented the concept of sharia marketing, which includes the 4P + S marketing mix, namely product, price, place, promotion, and service.  (Saat ini, kondisi masyarakat cenderung bersikap modern, sehingga menjadikan pebisnis mulai bersaing dalam mendirikan supermarket atau minimarket. Persaingan ini dapat dikatakan ketat karena keberadaan supermarket satu dengan yang lain lokasinya tidak jauh atau bahkan saling berdampingan. Oleh karena itu, pentingnya bagi suatu supermarket atau minimarket mampu melaksanakan strategi yang efektif dan inovatif agar dapat memenuhi pasar sasaran yang tepat. Aspek yang banyak ditemui saat ini yaitu pada penggunaan label syariah yang kemudian memicu timbulnya proses syariah marketing. Syariah Marketing adalah seluruh proses, baik proses penciptaan, penawaran, maupun perubahan nilai (value) tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip prinsip muamalat (bisnis) yang Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Islamic marketing mix di Supermarket Sakinah Surabaya dengan menggunakan metode penelitian kualitatif – deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui survey, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan pola pikir yang induktif dengan cara data reduction, data display, dan conclusion. Sedangkan, untuk keabsahan data diperiksa menggunakan teknik triangulasi. Hasil dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Supermarket Sakinah Surabaya telah menerapkan konsep syariah marketing yang meliputi marketing mix 4P + S, yaitu product, price, place promotion, dan service.)
      PubDate: 2022-04-25
      DOI: 10.19105/nuansa.v19i1.4851
      Issue No: Vol. 19, No. 1 (2022)
       
  • Analisis Konflik Perubahan Tradisi Pra-Pernikahan “Diba’an” dalam
           Kelompok Masyarakat Islam Nahdlatul Ulama Desa Gading

    • Authors: Ayu Febriani, Agus Mahfud Fauzi
      Pages: 106 - 126
      Abstract: Gading Village, Madiun Regency has a tradition which is a relation between the beliefs of the Nahdlatul Ulama community and local culture, namely diba'an. Generally, diba'an is understood as a prayer activity accompanied by a sermon. Meanwhile, in Gading Village, the diba'an is carried out as a series of pre-wedding rituals because it is believed to be a prayer hoping for smoothness and harmony between two couples getting married. However, due to the COVID-19 pandemic, the implementation of the diba'an tradition has changed or even been stopped and caused conflict. The purpose of this study was to analyze the conflict by using the conflict theory of Karl Marx and descriptive qualitative methods sourced from primary and secondary data. The results of the study indicate that the conflict stems from the conflict between "priyayi" religious leaders and ordinary people who are subject to social distancing policies. Starting from religious leaders who devote themselves to the interests of the hereafter so as to position themselves to protect and defend the diba'an and prevent people from returning to old habits that glorify their ancestors compared to God in expecting a smooth wedding ceremony. In contrast to ordinary people who have their own views on traditional and worldly asceticism, namely prioritizing the safety of the world. So, there are two things that are caused by this conflict, namely the number of marriages has decreased and there are people who have re-adopted the old habit of making offerings at the village punden in pre-wedding rituals. (Desa Gading Kabupaten Madiun memiliki suatu tradisi yang merupakan relasi antara kepercayaan masyarakat Nahdlatul Ulama dan budaya lokal yaitu diba’an. Umumnya, diba’an dipahami sebagai aktivitas bersholawat disertai khotbah. Sedangkan, di Desa Gading diba’an rutin dilaksanakan sebagai serangkaian ritual pra-pernikahan karena diyakini sebagai doa mengharapkan kelancaran dan keharmonisan antara dua pasangan yang akan menikah. Akan tetapi, karena pandemi covid-19 pelaksanaan tradisi diba’an mengalami perubahan atau bahkan dihentikan dan menyebabkan konflik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konflik tersebut menggunakan teori konflik Karl Marx dan metode kualitatif deskriptif yang bersumber pada data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik berasal dari pertentangan antara tokoh agama “priyayi” dengan masyarakat biasa yang memilih tunduk terhadap kebijakan social distancing. Diawali dari kelompok tokoh agama yang mengabdikan dirinya pada kepentingan akhirat sehingga menempatkan diri mereka untuk menjaga dan mempertahankan diba’an serta mencegah masyarakat kembali pada kebiasaan lama yang mengagungkan leluhur dibandingkan Tuhan YME dalam mengharapkan kelancaran acara pernikahan. Berbeda dengan masyarakat biasa yang memiliki pandangan tersendiri pada askestisme tradisional dan keduniawiannya yaitu mengutamakan keselamatan dunia. Maka, ada dua hal yang diakibatkan oleh konflik ini yaitu angka pernikahan turun dan terdapat masyarakat yang kembali mengadopsi kebiasaan lama dengan membuat sesajen di punden desa dalam ritual pra-pernikahan.)
      PubDate: 2022-06-14
      DOI: 10.19105/nuansa.v19i2.6174
      Issue No: Vol. 19, No. 1 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 44.197.230.180
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-