A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z  

  Subjects -> SOCIOLOGY (Total: 553 journals)
The end of the list has been reached or no journals were found for your choice.
Similar Journals
Journal Cover
Solidarity : Journal of Education, Society and Culture
Number of Followers: 3  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2252-7133
Published by Universitas Negeri Semarang Homepage  [79 journals]
  • Nilaisosial Tradisi Gotongan Bumbu Rampen Dalam Adat Pernikahan Di Desa
           Kaliputih

    • Authors: Amilatun Na’imah, Rini Iswari
      Pages: 155 - 167
      Abstract: Artikel ini membahas nilai sosial tradisi gotongan bumbu rampen pada masyarakat Desa Kaliputih. Tradisi gotongan bumbu rampen berhubungan dengan pandangan masyarakat dalam menempatkan posisi laki-laki terutama pada kehidupan berumah tangga. Pelaksanaannya tidak lepas dari peran penting orang tua, dukun, judi, dan masyarakat pada rangkaiannya. Berkaitan dengan konstruksi nilai-nilai sosial melalui tradisi gotongan bumbu rampen masyarakat masih melakukan dan membangun nilai sosial untuk kepentingan bersama. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui proses tradisi, alasan pelaksanaan tradisi oleh pengantin laki-laki, dan nilai sosial dalam tradisi gotongan bumbu rampen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Artikel disajikan dalam bentuk deskriptif menggunakan konsep nilai sosial dan tradisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan tradisi gotongan bumbu rampen menjadi tradisi wajib dan eksis, melalui waktu nggo saat pada tahapan temon dimulai dari undang-undang sampai penyerahan gotongan. Alasan masyarakat masih menjalankan tradisi gotongan bumbu rampen sebagai bentuk tanggung jawab laki-laki, menjaga kerukunan, dan solidaritas masyarakat. Nilai sosial pelaksanaan tradisi gotongan bumbu rampen pada masyarakat desa Kaliputih terdiri dari nilai material, vital, kerohanian, ketuhanan, gotong royong, silaturahmi, saling memberi, musyawarah, dan kerukunan. Implementasinya melalui keberagaman aktivitas masyarakat saat proses gotong royong dan berpartisipasi dalam pelaksanaan tradisi sampai selesai.
      PubDate: 2022-10-07
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Penanaman Etika pada Peserta Didik Melalui Pembelajaran Sosiologi di MAN
           Kota Magelang

    • Authors: Diana Amalia Husna, Totok Rochana
      Pages: 168 - 181
      Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui bentuk-bentuk etika peserta didik. 2) Mengetahui cara penanaman etika pada peserta didik. 3) Mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam penanaman etika pada peserta didik MAN Kota Magelang.
      Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk-bentuk etika yang ditanamkan pada peserta didik melalui pembelajaran Sosiologi yaitu menghormati dan menghargai orang lain, berpakaian yang sopan dan ucapan terima kasih. 2) cara penanaman etika pada peserta didik ada beberapa kategori yang dapat dilakukan oleh seorang guru, yaitu menanamkan pada saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), ditanamkan setiap saat dikehidupan sehari-hari, dan menerapkan 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun), yang mana telah dijadikan sebagai program sekolah yang ditujukan kepada seluruh warga sekolah. 3) kendala yang dihadapi guru dalam penanaman etika diantaranya adalah karakter dan sifat peserta didik yang beragam, selain itu masa kelas X adalah masa peralihan yang mana peserta didik masih dalam proses peralihan dari masa SMP ke masa SMA.
      PubDate: 2022-11-01
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Diskriminasi Sosial Pada Eks Penderita Kusta Di Lingkungan Masyarakat

    • Authors: Hanifatus Sa’diyah, Antari Ayuning Arsi
      Pages: 182 - 191
      Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan berkaitan dengan penyakit kusta yang belum sepenuhnya terselesaikan sampai saat ini. Permasalahan tersebut tidak hanya dialami oleh penderita kusta yang masih dalam keadaan sakit, namun terus berlanjut sampai setelah dinyatakan sembuh dan meninggalkan kecacatan fisik yang tampak. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mengetahui bentuk diskriminasi sosial yang diterima eks penderita kusta di lingkungan masyarakat. (2) mengetahui strategi yang dilakukan eks penderita kusta dalam menghadapi diskriminasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Stigma oleh Erving Goffman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) diskriminasi sosial tidak hanya dialami eks penderita kusta saja, namun juga anggota keluarganya. Diskriminasi ini mulai diterima eks penderita kusta ketika stigma diskreditabel berubah menjadi stigma diskredit, baik sebelum dan selama proses pengobatan, maupun setelah proses pengobatan selesai dan dinyatakan sembuh. (2) strategi yang dilakukan oleh eks penderita kusta dalam menghadapi diksriminasi sosial yaitu mencari tempat tinggal baru, menyembunyikan riwayat penyakit kusta yang pernah dialami, mencari pendamping hidup sesama eks penderita kusta, dan memupuk rasa percaya diri.
      PubDate: 2022-11-01
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Pengetahuan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Mengenai Gizi Minuman
           Herbal Thai Tea

    • Authors: Oktama Alvina Putri, Harto Wicaksono
      Pages: 192 - 207
      Abstract: Masalah kesehatan mahasiswa dapat disebabkan karena kebiasaan makan yang tidak memperhatikan gizi. Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan yang penting untuk diketahui mahasiswa dalam pemilihan makanan dan minuman modern seperti Thai Tea. Uniknya, mahasiswa UNNES sering mengonsumsi Thai Tea namun tidak mengetahui khasiatnya untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan gizi mahasiswa UNNES mengenai Thai Tea sebagai minuman herbal. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Kelompok Informan dalam penelitian ini terdiri dari 2 yaitu informan utama berjumlah 10 orang (mahasiswa) dan informan pendukung berjumlah 3 orang (owner Thai Tea). Untuk mengumpulkan data peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa UNNES tidak mengetahui Thai Tea sebagai minuman herbal yang memiliki khasiat untuk tubuh. Mahasiswa UNNES lebih mengetahui Thai Tea sebagai minuman teh moderen yang berasal dari Thailand. Mahasiswa UNNES juga tidak mengetahui rempah-rempah dalam serbuk teh hitam ChaTraMue. Mahasiswa UNNES lebih mengetahui bahan-bahan pemanis (gula, susu kental manis, creamer) yang ditambahkan dalam Thai Tea, sehingga mereka mengkonstruksi Thai Tea cenderung memiliki nilai gizi rendah dan berdampak negatif bagi kesehatan. Alasan mahasiswa UNNES mengonsumsi Thai Tea karena selera yaitu varian rasa Thai Tea beragam, harga terjangkau, kemasan yang safety dan menarik serta brand.
      PubDate: 2022-11-01
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Dampak Relokasi Pedagang Di Lingkungan Objek Wisata Golaga Kabupaten
           Purbalingga

    • Authors: Lili Marselina, Atika Wijaya
      Pages: 220 - 230
      Abstract: Objek Wisata Golaga mengalami peralihan pengelolaan dari Pihak Pemda ke Pihak Perumda Owabong. Adanya peralihan tersebut muncul kebijakan relokasi pedagang di Lingkungan Objek Wisata Golaga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dampak relokasi pedagang di Lingkungan Objek Wisata Golaga terhadap pedagang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Lingkungan Objek Wisata Golaga yang berada di Dusun IV, RT 01/07, Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial dan teori konflik. Hasil penelitian ini yaitu dampak relokasi pedagang pasca relokasi terdapat dampak ekonomi yaitu pendapatan pedagang menurun dan adanya kerugian materi dan dampak sosial yang terjadi yaitu muncul konflik antar pedagang dan muncul solidaritas antar pedagang. Saran yang diajukan peneliti adalah pedagang agar mematuhi peraturan yang berlaku terutama dalam jumlah tikar yang diletakkan sehingga tidak memunculkan konflik antar pedagang dan pihak Perumda Owabong sebagai pihak pengelola untuk segera menyelesaikan penataan pedagang di Lingkungan Objek Wisata sesuai dengan perencanaan awal. Hal ini agar pedagang dapat lebih nyaman berada di kios sehingga aktivitas berjualan dapat berjalan lebih baik. Pihak Perumda Owabong agar lebih diperketat penjagaan arah pintu keluar pengunjung sehingga tidak ada lagi pengunjung yang salah jalur.
      PubDate: 2022-11-01
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Konstruksi Identitas Mahasiswa melalui Organisasi Himpunan Mahasiswa
           (Studi Kasus HIMA Sosiologi dan Antropologi Universitas Negeri Semarang)

    • Authors: Yahya Afif, Hartati Sulisyo Rini, Kuncoro Bayu Prasetyo
      Pages: 231 - 243
      Abstract: Himpunan Mahasiswa merupakan wadah perkumpulan mahasiswa yang berbasis pada identitas program studi dan keilmuannya. Organisasi kemahasiswaan senantiasa memproduksi identitas para mahasiswanya dengan berbagai atribut yang melekat dengan cirikhas dan karakter organisasi. Artikel ini membahas mengenai proses konstruksi identitas mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi melalui organisasi HIMA dan bertujuan untuk mengetahui proses konstruksi identitas serta respon para mahasiswa terhadap proses pembentukan identitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Teori Konstruksi Sosial Peter L Berger dan Thomas Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses konstruksi identitas mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi berlangsung dalam 3 tahapan yaitu tahap awal, tahap sentral, dan tahap akhir. Konstruksi identitas tersebut berlangsung secara formal maupun informal; (2) Bentuk identitas yang terbangun bercirikan semangat kekeluargaan dan solidaritas, namun diiringi adanya rasa inferior dalam berkompetisi, serta minim inisiatif akibat hegemoni tradisi senior. Identitas tersebut terbangun namun kurang terinternalisasi, sehingga menjadi identitas yang tidak tertanam dengan kuat (non-embedded indentity); (3) Terdapat variasi respon dalam proses konstruksi identitas yaitu respon penerimaan dan respon pengabaian. Variasi respon tersebut muncul sebagai konsekuensi bahwa masih terdapat gap antara mahasiswa fungsionaris dan non fungsionaris, dimana rasa memiliki organisasi hanya tertanam pada kalangan fungsionaris saja.
      PubDate: 2022-11-03
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Analisis Karakter Anak Melalui Folklor Lisan Etnis Jawa

    • Authors: Laili Hilmana Oktavia, Nugroho Trisnu Brata
      Pages: 231 - 242
      Abstract: Orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter pada anak untuk mengembangkan pola pikir dan mengarahkan tingkah laku anak. Contohnya para orang tua di Desa Baleromo Kecamatan Dempet Kabupaten Demak dalam mendidik anak menggunakan ungkapan tradisional yang diajarkan orang tua kepada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Menganalisis karakter yang diterapkan kepada anak dalam ungkapan tradisional masyarakat Jawa yang terdapat di Desa Baleromo. 2) Menganalisis bentuk ungkapan tradisional masyarakat Jawa untuk membentuk karakter anak yang terdapat di Desa Baleromo. 3) Menganalisis internalisasi bentuk karakter anak menggunakan folklor lisan dalam ungkapan tradisional masyarakat Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakter yang diterapkan yaitu sopan satun atau menjaga etika, disiplin, rajin, religius, toleransi, jujur, bertanggung jawab, suka kedamaian atau rukun, sabar, legowo (menerima apa adanya), rendah hati, tidak egois, memiliki rasa peduli yang tinggi dan suka menolong orang yang mengalami kesusahan. 2) Para orang tua di Desa Baleromo menggunakan folklor lisan dalam ungkapan tradisional untuk membentuk karakter anak. 3) Proses internalisasi pembentukan karakter anak yaitu pemahaman serta pemberian contoh perilaku yang dapat dicontoh oleh anak, penyesuaian dan nasihat serta konsekuensi.
      PubDate: 2022-11-01
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Relasi Sosial Pengusaha Pembuatan Conthong di Desa Ngeluk, Kecamatan
           Penawangan, Kabupaten Grobogan Semarang)

    • Authors: Annisa Sofi Safira, Gunawan Gunawan
      Pages: 244 - 256
      Abstract: Penelitian ini dilatar balakangi dengan adanya aktivitas nyonthong di Desa Ngeluk serta hubungan pengusaha contong dengan para aktor yang terlibat di dalam usahanya. Para pengusaha conthong menjalin hubungan dengan beberapa aktor yang dirasa dapat bermanfaat dalam menunjang keberlagsungan industri rumahan conthong. Masyarakat Desa Ngeluk membuka usaha conthong didasari dengan adanya kebutuhan yang harus dipenuhi terutama untuk kebutuhan tiap hari. Untuk itu, usaha conthong merupakan suatu transformasi masyarakat perdesaan dari sektor pertanian ke sektor industri. Usaha conthong yang masih berkembang dilatar belakangi oleh relasi sosial yang dibangun oleh pengusahanya. Karena relasi sosial yang terbentuk menciptakan adanya suatu kerjasama yang dapat menunjang keberlangsungan industri rumahan conthong. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keberadaan industri rumahan conthong, bentuk relasi sosial yang dibangun oleh pengusaha conthong dan mengetahui apakah relasi sosial memiliki pengaruh pada keberlangsungan usaha conthong di Desa Ngeluk. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk menganalisis data penelitian ini menggunakan konsep relasi sosial dan modal sosial. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk relasi sosial yang dibangun oleh pengusaha conthong terdapat 5 bentuk, yaitu: pengusaha conthong dengan anggota keluarga, sesama pengusaha, bakul, penyedia bahan baku, dan pihak peminjam modal.  
      PubDate: 2022-11-03
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Pendampingan Orangtua Pada Anak Dalam Memanfaatkan Media Internet Di Era
           Pembelajaran Daring (Studi Kasus : Orangtua Berpendidikan Tinggi di Desa
           Lerep Kecamatan Ungaran Barat)

    • Authors: Siti Arofah, Nurul Fatimah
      Pages: 257 - 268
      Abstract: Di era yang semakin maju media internet telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat, termasuk anak-anak ikut memanfaatkan media internet. Oleh karena itu, peran pendampingan orangtua sangat diperlukan bagi anak-anak, Tujuan dari penelitian ini yakni: (1) mengetahui pemanfaatan media internet pada anak di era pembelajaran daring, (2) mengetahui pengetahuan orangtua dalam memanfaatkan media internet, (3) mengetahui strategi pendampingan orangtua pada anak dalam memanfaatkan media internet di era pembelajaran daring di Desa Lerep. Peneliti memanfaatkan konsep pengendalian sosial dan pembelajaran daring untuk menganalisis penelitian yang dibuat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan bahwa (1) anak-anak dari usia SD hingga SMP memanfaatkan media internet sebagai media komunikasi, media hiburan, dan media pembelajaran di era pembelajaran daring. (2) orangtua berpendidikan tinggi di Desa Lerep telah mengetahui media internet sejak awal kemunculan media internet di Indonesia dan media internet dimanfaatkan sebagai media informasi, media komunikasi, dan media hiburan . (3) cara pendampingan orangtua pada anak SD dan SMP di Desa Lerep memiliki sedikit perbedaan dalam intensitas pendampingannya, namun strategi pendampingan orangtua pada anak untuk mencegah adanya dampak negatif dari media internet memiliki kesamaan.  
      PubDate: 2022-11-04
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Sebab Tradisi Yaqowiyu Tetap Bertahan Pada Masyarakat Di Desa Jatinom
           Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten

    • Authors: Iqbal Fauzan M. Rahim, Thriwaty Arsal
      Pages: 269 - 277
      Abstract: Penelitian ini membahas mengenai alasan yang menjadikan tradisi yaqowiyyu pada masyarakat Desa Jatinom yang terus bertahan hingga saat ini sebagai bentuk penghormatan kepada Kiai Ageng Gribig atas jasanya yang telah mendakwahkan ajaran islam di Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan dengan teknik triangulasi sumber. Tahap analisis data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan oleh Miles & Huberman. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori struktural fungsional Robert K Merton. Hasil penelitian menunjukan bahwa tradisi yaqowiyu terus bertahan hingga sekarang terhadap masyarakat dan budaya adalah karena masyarakat percaya tradisi yaqowiyyu dapat membawa keberkahan terhadap kehidupan dan kemajuan desa Jatinom, Klaten.
      PubDate: 2022-11-04
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Analisis Realitas Penderita Gangguan dan Permasalahan Kesehatan Jiwa
           (Studi pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang

    • Authors: Muhammad Asyam, Fadly Husain
      Pages: 278 - 285
      Abstract: Kesehatan jiwa merupakan suatu studi yang berkenaan dengan tingkat kesejahteraan individu dalam aspek psikologis. Gangguan dan permasalahan kesehatan jiwa pada remaja timbul dikarenakan pelbagai unsur yang membentuk suatu realitas di sekitar individu. Kondisi gangguan dan permasalahan kesehatan jiwa berdampak pada seluruh lini kehidupan pada penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan realitas pada mahasiswa penderita gangguan dan permasalahan kesehatan jiwa. Penelitian ini merupakan riset lapangan yang menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga realitas pada mahasiswa penderita gangguan dan permasalahan kesehatan jiwa yaitu realitas individu, sosial, dan lingkungan fisik. Realitas individu pada mahasiswa penderita terdiri dari kenyataan psikologis dan biologis. Realitas sosial terdiri dari keluarga, institusi, dan jejaring sosial. Kemudian pada realitas lingkungan fisik terdapat kampus dan tempat tinggal sebagai lingkungan yang menjadi bagian dari realitas mahasiswa penderita. Penelitian ini bermanfaat sebagai referensi kajian antropologi kesehatan dan sebagai kajian realitas sistem medis Arthur Kleinman.
      PubDate: 2022-11-04
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Pewarisan Pengetahuan Sebagai Upaya Dalam Mempertahankan Usaha Keluarga Di
           Era Globalisasi (Studi Pada Keluarga Pande Wesi di Desa Sendangharjo
           Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan)

    • Authors: Risa Fauziana Kufita, Asma Luthfi
      Pages: 286 - 303
      Abstract: Globalisasi membawa pengaruh terhadap segala aspek kehidupan manusia tidak terkecuali pada usaha pandai besi yang jumlahnya mengalami penurunan akibat persaingan global. Kendati demikian, masih terdapat beberapa keluarga pandai besi yang bertahan sampai saat ini dengan melakukan pewarisan pengetahuan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pewarisan pengetahuan yang dilakukan oleh keluarga pande wesi sebagai upaya dalam mempertahankan usaha keluarga di era globalisasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diketahui bahwa ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, keterbatasan kemampuan ekonomi, peluang usaha pandai besi, dan melanjutkan usaha orang tua menjadi faktor yang melatar belakangi beberapa keluarga di Desa Sendangharjo memilih menjadi pandai besi. Proses belajar yang dialami pandai besi meliputi internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Tantangan yang dihadapi keluarga pandai besi dalam proses pewarisan pengetahuan di era globalisasi adalah: krisis regenerasi, persaingan global, dan penurunan jumlah konsumen. Adapun strategi yang dilakukan yaitu: melibatkan anak dalam proses produksi, mempertahankan kualitas dengan branding produk, pemanfaatan teknologi untuk menunjang produksi pandai besi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa globalisasi memberikan dampak terhadap proses pewarisan pengetahuan pada keluarga pandai besi di Desa Sendangharjo. Oleh sebab itu, mereka melakukan suatu strategi sehingga pengetahuan tersebut dapat diterima generasi penerus dan siap meneruskan usaha keluarga.
      PubDate: 2022-11-04
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
  • Relasi Sosial Ekonomi Pedagang Dengan Mbatak Dalam Sistem Ekonomi Pedesaan

    • Authors: Diana Paramitasari, Hartati Sulistyo Rini
      Pages: 304 - 313
      Abstract: Penelitian ini membahas mengenai relasi sosial ekonomi antara pedagang dengan Mbatak di Pasar Jatisrono. Mbatak merupakan pemberi kredit uang pendatang, sedangkan sasaran nasabahnya adalah pedagang Jawa. Permasalahan yang dikaji mencakup adanya penyebab pedagang menggunakan jasa Mbatak, dan bentuk relasi sosial ekonomi antara pedagang dengan Mbatak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian di Pasar Jatisrono karena banyak ditemukan relasi sosial ekonomi antara pedagang dengan Mbatak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pilihan rasional dari Friedman dan Hecter dan konsep keterlekatan dari Granovetter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pedagang menggunakan jasa Mbatak, disebabkan karena banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi membayar listrik, membayar biaya anak sekolah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk membayar angsuran hutang di bank seperti bank resmi dan bank plecit. Selain itu juga digunakan untuk mendatangi acara hajatan. Relasi sosial ekonomi antara pedagang dengan Mbatak dalam penelitian ini yaitu keduanya sama-sama membutuhkan. Relasi yang mereka jalin tidak selalu baik, karena ada beberapa pedagang yang tidak menjaga kepercayaan Mbatak dengan terlambat mengangsur bahkan kabur tidak membayar hutang. Bagi mereka yang menjalin relasi dengan baik, relasi tidak hanya sebatas dalam hal ekonomi, namun mengarah pada relasi sosial.
      PubDate: 2022-11-12
      Issue No: Vol. 11, No. 2 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.236.207.90
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-