Publisher: Institut Seni Budaya Indonesia (Total: 1 journals)   [Sort alphabetically]

Showing 1 - 1 of 1 Journals sorted by number of followers
Panggung     Open Access  
Similar Journals
Journal Cover
Panggung
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 0854-3429 - ISSN (Online) 2502-3640
Published by Institut Seni Budaya Indonesia Homepage  [1 journal]
  • MAKHLUK MITOLOGI MENGHALAU PANDEMI: KAJIAN SEMIOTIKA BUKU ILUSTRASI MINNA
           NO AMABIE

    • Authors: Ida Ayu Laksmita Sari
      Abstract: Penelitian ini menganalisis ilustrasi makhluk mitologi yang dipercaya oleh masyarakat Jepang dapat menghalau pandemi. Mahkluk mitologi yang bernama amabie ini merupakan warisan dalam sistem kepercayaan Jepang sejak dulu, namun menjadi trending topik sosial media terutama di twitter di tengah-tengah merebaknya pandemi Covid-19. Data diambil dari buku Ilustrasi Minna no Amabie (Amabie Kita Semua) memuat 87 karya yang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 1) ilustrasi dari komikus terkenal, 2) ilustrasi berbentuk patung dan kerajinan lainnya, dan 3) ilustrasi gambar atau lukisan. Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomena kepopuleran amabie di tengah pandemi serta alasan di balik pembuatan karya ilustrasi tersebut. Data dianalisis dengan teori semiotika dan resepsi. Hasil analisis mengungkapkan bahwa sebagian besar pembuat karya ingin menyampaikan pesan bahwa amabie adalah simbol kekuatan agar masyarakat bersama-sama memerangi pandemi Covid-19 dan berharap pandemi ini dapat segera berakhir.  Kata kunci: amabie, ilustrasi, pandemi Covid-19
      PubDate: Sun, 03 Apr 2022 09:33:15 +070
       
  • CITRA PENARI TOPENG BANJET GRUP SINAR PUSAKA WARNA KARAWANG

    • Authors: Soni Sadono; Paramitha Pebrianti2, Teddy Ageng Maulana
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra,  gambaran, dan kesan penari dalam kelompok seni Topeng Banjet. Penelitian ini dilakukan dengan berfokus pada kelompok seni Sinar Pusaka Warna Kabupaten Karawang pimpinan Bah Pendul yang merupakan kelompok Topeng Banjet tertua di Karawang. Melalui pemaparan data secara deskriptif  dan analitik, dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan memberikan gambaran masyarakat di Kabupaten Karawang, maka dapat diketahui bahwa kesan-kesan erotis yang disuguhkan oleh penari pada pertunjukan Topeng Banjet dipengaruhi oleh latar belakang pola hidup masyarakat Karawang. Sampai lahirkah sebuah istilah Goyang Karawang yang menjadi sebutan untuk perantau dari Karawang sebagai identitas orang dari Karawang. Minatnya masyarakat terhadap tarian tersebut kemudian melahirkan penari dan kelompok-kelompok seni di Karawang. Kata kunci : Penari Topeng Banjet, Bah Pendul, Goyang Karawang
      PubDate: Thu, 31 Mar 2022 23:26:22 +070
       
  • PEMBELAJARAN SENI MUSIK BERBASIS ETNIS SIMALUNGUN DALAM APLIKASI WEBSITE

    • Authors: Uyuni Widiastuti
      Abstract: Penelitian ini berjudul Pembelajaran Seni Musik Berbasis Etnis Simalungun Dalam Aplikasi Website. Permasalahan pada penelitin ini adalah belum tersedianya materi pembelajaran Seni Budaya di SMK khususnya musik tradisional Sumatera Utara, oleh sebab itu maka tuujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menyusun materi seni musik berbasis etnis Simalungun dalam bentuk dokumen; (2) mengunggah materi seni musik berbasis etnis Simalungun dalam bentuk audio visual ke dalam aplikasi website. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpul data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian merumuskan bahwa materi yang disusun untuk pembelajaran seni musik adalah pembelajaran sulim simalungun dalam bentuk audio visual. Video Pembelajaran Sulim Simalungun yang dihasilkan pada penelitian ini menguraikan tentang teknik dalam memainkan sulim Simalungun secara bertahap, baik teknik memainkan sulim secara umum maupun teknik yang khas dalam memainkan sulim Simalungun. Selanjutnya dengan VCD pembelajaran sulim Simalungun diunggah pada website dengan blog https://pembelajaransulimsimalungun.blogspot.com/, sehingga digunakan pembelajaran Seni Musik.
      PubDate: Thu, 31 Mar 2022 23:26:16 +070
       
  • Kriya di Pulau Bali: Ketakson, Kerajinan, dan Kitsch

    • Authors: I Ketut Sunarya
      Abstract: Kriya merupakan akar seni rupa di Indonesia. Di Bali kriya ketakson terwujud karena  fungsi utamanya sebagai simbol Sang Suci, dan menjadi batu loncatan bertemu dengan-Nya. Ia bersifat sakral, dihormati serta dikeramatkan oleh masyarakat. Sejalan konsep ajeg Bali, guna mengantisipasi keberlanjutan kebudayaan Bali, maka keluar keputusan penggolongan sifat budaya (kriya) Bali menjadi 3 (tiga), yakni; wali, bebali, dan balih-balihan. Penggolongan ini mempertegas kembali perbedaan kriya yang berfungsi untuk kebutuhan agama dan kriya untuk memenuhi kebutuhan pariwisata. Artikel ini merupakan kajian yang mempertegas kembali kriya sakral dan profan yang pantas disuguhkan untuk wisatawan. Memperjelas perbedaan dan keberadaan kriya ketakson, kerajinan, serta kitsch di Bali. Mengingat Pulau Bali merupakan pulau yang terbuka yang mempunyai visi Bali Lestari.
      PubDate: Thu, 31 Mar 2022 23:26:10 +070
       
  • KREATIVITAS MUHAMAD AIM SALIM DALAM PENATAAN TARI BADAYA GAYA SETIA LUYU

    • Authors: Riyana Rosilawati; Ocoh Suherti
      Abstract: Tari Badaya yang merupakan hasil kreativitas Muhamad Aim salim diciptakan tahun 1985-an, yang digarap terinspirasi dari pertunjukan ibing Tayub, yang diolah menjadi bentuk tari kreasi baru dengan disajikan secara kelompok, di dalamnya menggambarkan sebagai penghormatan kepada tamu yang hadir, dengan etika kasundaan yang penuh keindahan dan kelembutan, dalam tatanan budaya Sunda tentang someah hade ka semah (ramah terhadap tamu) yang diwujudkan melalui ragam gerak halus, tetapi dalam irama tertentu menggunakan gerak lincah dan gesit (energik). Selain itu di dalam penggarapannya koreografer bermaksud menghadirkan bentuk gaya yang khas dalam Tari Putri dalam genre kreasi baru, yang saat ini di masyarakat khususnya remaja putri sudah mulai kurang menyenangi jenis tarian tersebut. Dengan adanya fenomena tersebut, muncullah kreativitas koreografer untuk menciptakan Tari Badaya gaya Setia Luyu, dengan bentuk penataan sederhana namun di dalamnya terkandung nilai-nilai budi pekerti, dan dapat dipelajari oleh berbagai usia. Tujuan penelitian ini bermaksud mengkaji bagaimana kreativitas Muhamad Aim Salim menata tarian di ranah tari Sunda khususnya dalam Tari Badaya dengan gaya khas di Pusat Olah Tari Setia Luyu Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskritif analisis kualitatif, Adapun hasil dalam penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengayaan wawasan tentang dunia tari Sunda, khususnya mengetahui terciptanya tari Badaya gaya Setia Luyu yang terinspirasi dari pertunjukan ibing Tayub.Kata kunci: Tari Badaya Gaya Setia Luyu, Kreativitas, Kreasi Baru.
      PubDate: Thu, 31 Mar 2022 23:26:01 +070
       
  • KOMPOSISI MUSIK MAQAM DUO

    • Authors: Ferry Herdianto; Mulyadi Mulyadi
      Abstract: Penciptaan komposisi musik maqam duo ini dilatarbelakangi oleh pekembangan musik Islam dan musik Melayu yang  kecendrungannya mengarah pada syair-syair yang bersifat duniawi. Ketertarikan penggarap mengolah komposisi musik baru, karena penggarap ingin mengembangkan musik Islam ini tidak dalam bentuk syair tetapi dalam bentuk ritem dan melodi lagu. Rumusan Penciptaan dalam penggarapan komposisi “Maqam Duo” ini adalah: 1) Bagaimana bentuk komposisi musik Maqam Duo setelah digarap berangkat dari skala Maqam Saba diolah dengan sestem pengembangan motif, 2) Mampukah penggarap mempertahankan nuansa musik Melayu Islami yang digarap dengan perkembangan musik popoler saat ini. Adapun tujuan dan konstribusi penciptaan karya ini adalah: 1) Mewujudkan karya komposisi musik baru yang bernuansa musik melayu Islami. 2) Memanfaatkan kekayaan musikal Melayu Islami dalam memasuki wacana kreativitas yang kreatif dan inovatif. 3) Merangsang penggarap untuk berkreativitas dalam karya musik. 4) Membangkitkan motivasi sekaligus memberikan suport mahasiswa sebagai generasi muda dalam menggarap komposisi musik. Metode penciptaan  menggunakan pendekatan metode yang ditawarkan oleh Konsersium Seni yaitu: persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi dan penyelesaian dalam bentuk tahap-tahap kerja. Komposisi musik Maqam Duo ini digarap dalam bentuk musik dua bagaian, dengan format ensambel perkusi  dikaloborasikan dengn intrumen tradisi antara lain, gendang melayu, indang, gambus dan biola sebagai pengisi melodi-melodi dalam pengembangan  skala nada maqam duo. Bagian pertama terdiri dari 53 birama yang dimainkan secara berulang pada bagaian patron yang dibuat berdasarkan pengembangan skala nada  maqam saba dengan nada : D-Es-F-Ges-A-Bes-C-Des ( Re-Ri-Fa-Fi-La-Li-Do-Di ), patron melodi inilah yang digarap dengan pola motif yang dimainkan instrumen marimba dan fibraphone yang dimainkan secara berulang-ulang  berdurasi  7 menit yang dimainkan pada tanda sukat 4/4 dengan tempo largo dalam nada dasar C mayor. Bagian kedua terdiri dari 123 birama, dengan durasi 09.50 menit, bagian ini dimainkan dengan tanda sukat Alegro tempo 100 digarap masi dalam skala nada maqam saba. Pada Bagian kedua ini penggarapan bernuansa melayu, pengembangan melodi yang digarap dari maqam saba ini dikembangkan dengan menggunakan tehnik pengembangan motif seperti, pengembangan motif repetisi, imitasi, augmentasi, diminusi dan sekwen.Kata kunci: makam, duo, musik, arab, melayu
      PubDate: Thu, 31 Mar 2022 23:25:48 +070
       
  • Penciptaan Tari Jamparing Sekar Kinasih

    • Authors: Ignasius Herry Subiantoro
      Abstract: Judul Penciptaan Tari Jamparing Sekar Kinasih adalah proses pembentukan karya tari sebagai representasi simbolik ‘citra keillahian manusia’ (bidadari) dalam menebarkan cinta kasih. Tema gagasan sekar kinasih merupakan Ajaran Spiritual Aliran Kepercayaan Kiai Madrais di Cigugur. Bertujuan menyampaikan pesan kebaikan bahwa. ‘berbagai fenomena kehidupan yang meng-eksis (ada) adalah cinta kasih adanya Campur Tangan Tuhan’. Pengkajian makna filosofis sekar kinasih menggunakan Teori Estetika Teologi Han Urs Von Balthasar (Kelly Hamilton, 2005), didukung pengoranisasian bentuk melalui metoda Eksplorasi, Improvisasi, dan Kompoisi Alma Hawkins (I Wayan Debya, 2003), dipadukan dengan Metoda Kontruksi Tari Jacqueline Smith (Ben Suhato,1985). Dengan teori dan metoda yang digunakan, Tari Jamparing Sekar Kinasih adalah Tari dramatik, penyajian representasional simbolik tindakan estetik cinta kasih manusia (bidadari). Jamparing Sekar Kinasih menjadi ‘misi budaya’ Komunitas Penghayat Kepercayaan Kiai Madrais Cigugur pada Pergelaran Agung Keraton se-Dunia tahun 2013 di Jakarta dengan nama Keraton Paseban Tripanca Tunggal Kepangeranan Gebang Tinatar.Kata Kunci: Jamparing Sekar Kinasih, teologi cinta, penciptaan tari.
      PubDate: Thu, 31 Mar 2022 23:25:41 +070
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.229.117.123
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-