Publisher: Trunojoyo University   (Total: 5 journals)   [Sort alphabetically]

Showing 1 - 5 of 5 Journals sorted by number of followers
J. of Auditing, Finance and Forensic Accounting     Open Access   (Followers: 9)
Agriscience     Open Access   (Followers: 1)
Rekayasa     Open Access  
MediaTrend     Open Access  
Jurnal Kelautan : Indonesian J. of Marine Science and Technology     Open Access   (SJR: 0.203, CiteScore: 0)
Similar Journals
Journal Cover
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
Journal Prestige (SJR): 0.203
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1907-9931
Published by Trunojoyo University Homepage  [5 journals]
  • Back Cover

    • Authors: Editor Editor
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.18099
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • Back Matter

    • Authors: Editor Editor
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.18100
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • Monitoring Hiu Paus (Rhyncodon typus) di Perairan Pantai Botubarani
           Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

    • Authors: Katarina Hesty Rombe, Muchtar Amiluddin, Agus Surachmat, Aswandy Noer, Abdul Rahman, Dwi Rosalina
      Pages: 216 - 225
      Abstract: ABSTRACTWhale sharks are often found in locations near the coast or river mouths. The whale shark (Rhincodon typus) is one of three species of whales whose feeding habits are carried out by sucking and filtering (filter feeders). The purpose of this study was to calculate the population and size, determine the presence of wounds and measure some water quality (temperature, pH and salinity). The method used is to use the photo ID method which aims to distinguish between individuals from one another and direct or visual monitoring methods to record the presence of injuries, gender and behavior of whale sharks. A total of 20 individuals have been identified at the time of carrying out the research, 2 of which are new individuals or have never been identified before with an average length of 4 – 6.8 meters (juvenile category). The smallest size is 4 meters while the longest reaches 6.8 meters. All identified individuals were male and had wounds on the fins and tail. The water quality measured was still optimal for the presence of whale sharks (temperature ranged from 28-30 oC; pH 7 and salinity ranged from 28-30 0/00).Keywords: Botubarani Waters, monitoring, population, whale sharksABSTRAKHiu paus sering dijumpai di lokasi dekat pantai atau muara-muara sungai. Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan salah satu dari tiga spesies paus yang kebiasaan makannya dilakukan dengan cara menghisap dan menyaring (filter feeder). Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung jumlah populasi dan ukuran, mengetahui keberadaan luka-luka dan mengukur beberapa kualitas air (suhu, pH dan salinitas). Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode photo ID yang bertujuan untuk membedakan antar individu satu dengan yang lainnya dan metode pemantauan secara langsung atau visual untuk mencatat keberadaan luka-luka, jenis kelamin dan perilaku hiu paus. Sebanyak 20 individu yang telah teridentifikasi pada saat melaksanakan penelitian, 2 diantaranya adalah individu baru atau belum pernah teridentifikasi sebelumnya dengan panjang rata-rata yaitu 4 – 6,8 meter (kategori juvenile). Ukuran paling kecil adalah 4 meter sedangkan yang paling panjang mencapai 6,8 meter. Keseluruhan individu yang teridentifikasi berjenis kelamin jantan dan memiliki luka pada bagian sirip dan ekor. Kualitas air yang diukur menunjukkan masih optimal untuk keberadaan hiu paus (suhu berkisar 28-30 oC; pH 7 dan salinitas berkisar 28-30 0/00).Kata kunci: Hiu paus, monitoring, perairan Botubarani, populasi,
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.14021
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • Kepadatan dan Pola Distribusi Jenis Kima Lubang (Tridacna crocea Lamark,
           1819) di Ekosistem Intertidal pantai Bilik Taman Nasional Baluran

    • Authors: Rendy Setiawan, Retno Wimbaningrum, Arif Pratiwi, Rifiqa Indrie Wahyudi
      Pages: 226 - 232
      Abstract: ABSTRACKBorer clam (Tridacna crocea) is species of family Tridacnidae which has not over 15 cm. This species used as a source of protein, their shell are used as souvenirs, and the juvenile of T. crocea are sold as aquascape. Although this species has been cultivated, citizen still exploits is directly in its habitat. This activity is feared to reduce the presence on its population in nature. One of the habitats of this species is in the ecosystem intertidal Bilik coastal Baluran National Park.The purpose of this study was to determine the density and distribution pattern of boring clams in in the ecosystem intertidal Bilik coastal Baluran National Park. The method used is the transect plot method. The density of T. crocea is 0.15 ind/m2 with the type of distribution pattern being clustered. The type of clustered distribution pattern indicated by the value of Id>1, namely Id=30.2182. Keywords: Kima, Bilik Coast, Baluran National ParkABSTRAKKima lubang (Tridacna crocea) merupakan jenis kima terkecil dari famili Tridacnidae yang memiliki panjang cangkang tidak lebih dari 15 cm. Jenis kima ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber protein, cangkangnya untuk sovenir, dan anakan dijual hidup sebagai komponen aquascape. Walaupun jenis ini sudah dibudidayakan, namun masyarakat masih melakukan eksploitasi secara langsung di habitatnya. Aktivitas ini dikhawatirkan dapat menurunkan keberadaan populasi ini di alam. Salah satu habitat kima lubang adalah di ekosistem intertidal Pantai Bilik Taman Nasional Baluran. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kepadatan dan pola distribusi kima lubang di ekosistem intertidal Pantai Bilik Taman Nasional Baluran. Metode yang digunakan untuk menentukan kepadatan dan pola distribusinya adalah metode plot-transek. Kepadatan T. crocea adalah 0.15 ind/m2 dengan tipe pola distribusinya adalah mengelompok. Tipe pola distribusi mengelompok ditunjukkan dengan nilai Id>1 yaitu Id=30.2182.  Kata Kunci: Kima lubang, Tanjung Bilik, Taman Nasional Baluran
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.14484
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • The Spatial Composition of Beach Litter in North Central Timor Regency,
           East Nusa Tenggara Province, Indonesia

    • Authors: Rizki Bonbalan, Lumban Nauli Lumban Toruan, Ismawan Tallo, Suprabadevi Ayumayasari Saraswati
      Pages: 233 - 240
      Abstract: ABSTRACTMarine litter is currently an environmental problem that has become a global issue and attracts everyone's attention because it has a significant negative impact on the marine and coastal environment. One of the concerns at this time is the amount of marine litter in coastal areas. The purpose of this study is to determine the type and composition of waste on the beach. This study was conducted on nine coastal beaches of the North Central Timor Regency in August 2020. The sampling technique was used by adapting the Guidelines on Survey and Monitoring of Litter method. Sampling was carried out by drawing a line 100 m long parallel to the coast and a transect width of 10 m from land to sea with sampling boundaries, namely dunes, vegetation and anthropogenic activities. The results of the study show that the composition of plastic waste is 79,7%, paper and cardboard 3,5%, foam and cork 2,7%, cloth 1,8%, glass and ceramics 1,6%, rubber 2,6%, wood 1,9%, metal 1%, and others 5,3%. The category of litter that dominates the entire study beach is plastic.Keywords: Beach, litter, plastic, North Central Timor Regency, Timor Leste
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.15493
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • Studi Kondisi Tutupan Terumbu Karang Pada Zona Inti Di Kawasan Konservasi
           Perairan Daerah Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan (KKPD
           BANGGAI) Propinsi Sulawesi Tengah

    • Authors: Alfiani Eliata Sallata, Novalina Serdiati, Fathuuddin Fathuuddin
      Pages: 241 - 247
      Abstract: ABSTRACTThe Banggai KKPD is located in the coastal area and small islands of Banggai Regency, Banggai Archipelago and Banggai Laut which has the potential for coral reef biodiversity with a fairly wide expanse of coral reefs along the coast and small islands. The core zone area in the Banggai Conservation Area is 42,879.58 ha or 5.01%. The aim of this research is to provide initial data (T0) related to the health condition of coral reef ecosystems in the core zone of the Banggai Water Conservation Area. This research was carried out for 2 months, namely in October - November 2019, with a total of 10 observations. Coral cover data was collected using the UPT (Underwater Photo Transect) method. The condition of corals in the core zone of the Banggai KKPD varies greatly, ranging from damaged, moderate, to found corals in very good condition. The results of the analysis of coral reefs in the core zone in the Banggai KKPD area have an average percentage value of 29.93% so that the condition of the corals at 10 points is in the "MEDIUM" category. The base substrate cover in Banggai MPA apart from live hard corals was also dominated by dead corals (38.35%) and abiotic components (16.80%) such as sand and coral fractures.Keywords: Coral Reef, Banggai Conservation Area, Core ZoneABSTRAKKKPD Banggai terletak di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut yang memiliki potensi keanekaragaman hayati ekosistem terumbu karang dengan hamparan terumbu karang yang cukup luas di sepanjang pesisir dan pulau-pulau kecilnya. Luas zona inti pada Kawasan Konservasi Banggai adalah 42.879,58 ha atau 5,01%. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah menyediakan data awal (T0) terkait kondisi kesehatan ekosistem terumbu karang pada zona inti Kawasan Konservasi Perairan Daerah Banggai. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu pada bulan Oktober - November 2019, dengan jumlah stasiun pengamatan sebanyak 10 titik. Pengambilan data tutupan karang menggunakan metode UPT (Underwater Photo Transect = Transek Foto Bawah Air). Kondisi karang pada zona inti di KKPD Banggai sangat bervariasi mulai dari karang rusak, sedang, hingga dijumpai karang dengan kondisi sangat baik. Hasil analisis diperoleh terumbu karang pada zona inti di kawasan KKPD Banggai memiliki persentase tutupan rata-rata yaitu 29,93% sehingga kondisi karang pada 10 titik pengamatan berada dalam kategori “SEDANG”. Tutupan substrat dasar di KKPD Banggai selain karang keras hidup juga didominasi oleh karang mati (38,35%) dan komponen abiotik (16,80%) seperti pasir dan patahan karang.Kata Kunci: Terumbu Karang, Kawasan Konservasi Banggai, Zona Inti 
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.17309
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • Kesesuaian dan Daya Dukung Ekowisata di Kawasan Mangrove Tambatan Hati
           Pelangi Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo

    • Authors: Novita Wantu, Sri Nuryatin Hamzah, Sitti Nursinar
      Pages: 248 - 257
      Abstract: ABSTRACTThe study aims to determine the suitability and carrying capacity of mangrove ecotourismin the Tambatan Hati Pelangi area Pentadu Timur Village, Tilamuta District, Boalemo Regency Gorontalo Province. The research was conducted from December 2021 to January 2022 using quadrant method with a size of 10×10 m. The data was analyzed using the Tourism Suitability Index (TSI) analysis matrix and the carrying capacity of the Area (CCA) assessment to determine the maximum number of visitors that can be accommodated. The criteria for tourism suitability observed were mangrove thickness, mangrove density, mangrove species, tides and biota objects. The results showed the TSI on each line transect was in a suitable category with TSI value 2.02-2.27. The area that can be used for tourism is 19,320 m2. The Tambatan Hati Pelangi mangrove area in East Pentadu Village as a whole is included in the appropriate category for mangrove ecotourism with a visitor capacity of 1546 people/day.Keywords: Mangrove ecotourism, suitability, carrying capacity, Pentadu Timur, GorontaloABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian dan daya dukung ekowisata mangrove di kawasan Tambatan Hati Pelangi Desa Pentadu Timur Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Januari 2022, menggunakan metode kuadran dengan ukuran 10×10 m. Data dianalisis dengan menggunakan matriks analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan penilaian Daya Dukung Kawasan (DDK) untuk menentukan jumlah maksimum pengunjung yang dapat ditampung. Kriteria kesesuaian wisata yang diamati adalah ketebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan objek biota. Hasil penelitian menunjukkan IKW pada masing-masing transek garis berada pada kategori sesuai dengan nilai IKW 2,02-2,27. Luas area yang dapat dimanfaatkan untuk kawasan wisata 19.320 m2. Kawasan mangrove Tambatan Hati Pelangi Desa Pentadu Timur secara keseluruhan termasuk dalam kategori sesuai untuk ekowisata mangrove dengan kapasitas daya tampung pengunjung 1546 orang/hari.Kata Kunci: ekowisata mangrove, kesesuaian, daya dukung, Pentadu Timur, Gorontalo

      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.14649
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • Perbandingan Penerapan Hasil Metode Admiralty dan Least Square untuk
           Peramalan Pasang Surut di Selat Bintan, Kepulauan Riau

    • Authors: Sinta Junia Wulandari, Try Febrianto, Mario Putra Suhana, Risandi Dwirama Putra, Dony Apdillah
      Pages: 258 - 269
      Abstract: ABSTRACTThe Bintan Strait is an area where some of the community's activities are influenced by tidal phenomena, such as; sea transportation for shipping, crossing, and traditional fishing. This study aims to analyze the characteristics of the tide include; sea level elevation, harmonic constant value, tidal type and tidal forecast for the next year. The calculation of the harmonic constants is carried out using the Admiralty and Least Square methods. This research has been carried out from March to July 2021. Primary data collection of high water level is carried out with the Tide Master instrument for 7 days. In addition to primary data, secondary data used for 22 days of high water levels from BIG (Geospatial Information Agency). The Admitralty and Least Square methods are operated using Microsoft Excel software, while for tidal forecasting analysis using MIKE21 and World Tides software. The results show that the Formzahl Admiralty and Least Square numbers are 0.35 and 0.97, respectively, with the types of tides being mixed tide prevailing semidiurnal. The MSL values for each method of Admiralty and Least Square obtained values of 154.11 cm and 118.37 cm, MHWL = 233.47 and 268.31, LLWL = 43.11 and 254.56, MHWS = 230.22 and 215, 52, MLWS= 78.01 and 21.22, MLWL= 74.75 and -31.57. The results of the forecasting test for the next 3, 6 and 12 months using the Admiralty method produced the smallest RMSE of 0.664.Keywords:  Admiralty, Least Square, Tides, Bintan straitABSTRAKSelat Bintan merupakan sebuah daerah dimana sebagian aktivitas masyarakatnya dipengaruhi fenomena pasang surut, seperti; transportasi laut untuk keperluan pelayaran, penyeberangan, maupun penangkapan ikan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasut meliputi; elevasi muka air laut, nilai konstanta harmonic, tipe pasut dan peramalan pasang surut untuk satu tahun kedepan. Perhitungan konstanta harmonik dilakukan dengan metode Admiralty dan Least Square. Penelitian ini telah dilakasanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2021. Pengumpulan data primer tinggi level muka air dilakukan dengan istrumen Tide Master selama 7 hari. Selain data primer digunakan data sekunder tinggi level air selama 22 hari berasal dari BIG (Badan Informasi Geospasial). Metode Admitralty dan Least Square dioperasionalkan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel, sedangkan untuk analisis peramalan pasut menggunakan perangkat lunak MIKE21 dan World Tides. Hasil penelitian menunjukkan bilangan Formzahl Admiralty dan Least Square masing-masing sebesar 0.35 dan 0.97 dengan tipe pasang surut keduanya adalah campuran condong keharian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal). Nilai MSL  untuk masing-masing metode Admiralty dan Least Square diperoleh nilai sebesar 154.11 cm dan 118,37 cm, MHWL= 233,47 dan 268,31, LLWL= 43,11 dan 254,56, MHWS= 230,22 dan 215,52, MLWS= 78,01 dan 21,22, MLWL= 74,75 dan -31,57. Hasil uji peramalan pada waktu 3, 6 dan 12 bulan kedepan pada metode Admiralty menghasilkan RMSE terkecil sebesar 0,664. Kata kunci:  Admiralty, Least Square, Pasang surut, Selat Bintan
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.11406
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
  • Kajian Suhu Permukaan Laut (SPL) Menggunakan Analisis Deret Waktu di
           Perairan Laut Banda

    • Authors: Try Al Tanto, Riswanto Riswanto
      Pages: 270 - 279
      Abstract: ABSTRACTMap of sea surface temperature is very important in the science of oceanography, some phenomena in the ocean can be seen by using it globally. One of them is in the form of upwelling events that occur in the Banda Sea, besides that, IOD and ENSO phenomena can occur because they are close to the Indian and Pacific Oceans. Time series analysis is used to predict possible phenomena that can occur in long SST variable data. The Fourier Transform analysis obtained from the study of sea surface temperature data produces temperature signals for the dominant annual (annual) and semi-annual (6 months) periods. The ENSO phenomenon also affects temperature variations that occur in the waters of the Banda Sea with the visible signal of the inter-annual period (2.8 years). The application of the SVD-based EOF method to SST data produces a dominant EOF mode which indicates that Arafura waters play a role in influencing the SST cycle that occurs in the Banda Sea.Keywords: sea surface termperature, EOF methods, time series analysis, fourier analysis, Banda SeaABSTRAKPeta suhu permukaan laut sangat penting dalam ilmu oseanografi, beberapa fenomena di laut dapat terlihat dengan menggunakannya secara global. Salah satunya berupa kejadian upwelling yang terjadi di Laut Banda, selain itu dapat berupa fenomena IOD dan ENSO, karena berada dekat dengan Samudera Hindia dan Pasifik. Analisis deret waktu (time series analysis) digunakan untuk memprediksi kemungkinan fenomena yang dapat terjadi pada data variabel SPL yang panjang. Analisis Fourier Transfom yang diperoleh dari kajian data suhu permukaan laut menghasilkan sinyal suhu periode dominan annual (tahunan) dan semi-annual (6 bulanan). Fenomena ENSO juga mempengaruhi variasi suhu yang terjadi di perairan Laut Banda dengan terlihatnya sinyal periode inter-annual (2.8 tahunan). Penerapan metode EOF berbasis SVD pada data SPL menghasilkan satu mode EOF dominan yang menunjukkan perairan Arafura berperan dalam mempengaruhi siklus SPL yang terjadi di Laut Banda. Kata kunci: suhu permukaan laut (SPL), metode EOF, analisis deret waktu, analisis fourier, Laut Banda
      PubDate: 2022-12-30
      DOI: 10.21107/jk.v15i3.14386
      Issue No: Vol. 15, No. 3 (2022)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.237.29.69
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-