Publisher: Universitas Udayana (Total: 68 journals)   [Sort alphabetically]

Showing 1 - 68 of 68 Journals sorted by number of followers
E-J. of Tourism     Open Access   (Followers: 11)
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 10)
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan     Open Access   (Followers: 7)
Sport and Fitness J.     Open Access   (Followers: 5)
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences     Open Access   (Followers: 5)
e-J. of Linguistics     Open Access   (Followers: 4)
Buletin Studi Ekonomi     Open Access   (Followers: 4)
Buletin Veteriner Udayana     Open Access   (Followers: 3)
J. of Marine and Aquatic Sciences     Open Access   (Followers: 2)
Agrotrop : J. on Agriculture Science     Open Access   (Followers: 2)
Majalah Ilmiah Peternakan     Open Access   (Followers: 2)
Simbiosis : J. of Biological Sciences     Open Access   (Followers: 2)
E-Jurnal Medika Udayana     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Master Pariwisata (J. Master in Tourism Studies)     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian J. of Ergonomic)     Open Access   (Followers: 2)
E-J. of Cultural Studies     Open Access   (Followers: 2)
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro : J. of Electrical Technology     Open Access   (Followers: 2)
J. of Veterinary and Animal Sciences     Open Access   (Followers: 1)
Linguistika : Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
COPING (Community of Publishing in Nursing)     Open Access   (Followers: 1)
itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan     Open Access   (Followers: 1)
Humanis : J. of Arts and Humanities     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (J. of Tropical Agroecotechnology)     Open Access   (Followers: 1)
J. of Health Sciences and Medicine     Open Access   (Followers: 1)
J. of Food Security and Agriculture     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis     Open Access   (Followers: 1)
Archive of Community Health     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Matematika     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan     Open Access   (Followers: 1)
Indonesia Medicus Veterinus     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Veteriner     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law J.)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Spektran     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan (Veterinary Science and Medicine J.)     Open Access   (Followers: 1)
Public Health and Preventive Medicine Archive     Open Access   (Followers: 1)
Bumi Lestari J. of Environment     Open Access  
E-Jurnal Akuntansi     Open Access  
Jurnal Biologi Udayana     Open Access  
Jurnal Farmasi Udayana     Open Access  
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)     Open Access  
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri     Open Access  
Piramida     Open Access  
Jurnal Kimia (J. of Chemistry)     Open Access  
Indonesian J. of Legal and Forensic Sciences     Open Access  
Kertha Patrika     Open Access  
Jurnal Destinasi Pariwisata     Open Access  
Lingual : J. of Language and Culture     Open Access  
Jurnal Arsitektur Lansekap     Open Access  
Buletin Fisika     Open Access  
Intl. J. of Engineering and Emerging Technology     Open Access  
Jurnal Analisis Pariwisata     Open Access  
Udayana J. of Law and Culture     Open Access  
J. of Electrical, Electronics and Informatics     Open Access  
Jurnal IPTA     Open Access  
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas     Open Access  
Jurnal Ilmu Komputer     Open Access  
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi     Open Access  
JBN (Jurnal Bedah Nasional)     Open Access  
Jurnal Ilmiah Merpati (Menara Penelitian Akademika Teknologi Informasi)     Open Access  
Intisari Sains Medis     Open Access  
Jurnal Energi Dan Manufaktur     Open Access  
Jurnal Ilmiah Mahasiswa SPEKTRUM     Open Access  
Jurnal Udayana Mengabdi     Open Access  
Ecotrophic : J. of Environmental Science     Open Access  
Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (J. of The Built Environment)     Open Access  
Cakra Kimia (Indonesian E-J. of Applied Chemistry)     Open Access  
Similar Journals
Journal Cover
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Online) 2502-3012
Published by Universitas Udayana Homepage  [68 journals]
  • Kajian Efektivitas Beberapa Model Tumpukan pada Pengomposan Kotoran Sapi
           dan Jerami

    • Authors: I Wayan Krispedana, Yohanes Setiyo, Ida Ayu Gede Bintang Madrini
      Pages: 1 - 10
      Abstract: ABSTRAK Sisa panen padi berupa limbah jerami yang dapat dihasilkan dalam satu kali panen mencapai 25 ton/ha dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian model tumpukan pengomposan kotoran sapi dan jerami  yang berbeda, dan mengethui model tumpukan yang sesui agar proses pengomposan kotoran sapi dan jerami menghasikan kompos yang terbaik. Penelitian ini menggunakan 3 pelakuan yaitu: P1 (perlakuan menggunakan model tumpukan open windrow), P2 (perlakuan menggunakan model tumpukan static pile), P3 (perlakuan menggunakan model tumpukan china). Berat bahan untuk masing-masing perlakuan adalah 35 kg menggunakan perbandingan berat jerami dan kotoran sapi 2:1 parameter yang diamati adalah suhu, kadar air, Ph, nitrogen, karbon dan rasio C/N. Proses pengomposan dari perlakuan P3 dengan menggunakan perlakuan tumpukan model china memerlukan waktu selama 48, hari perlakuan P2 dengan menggunakan  tumpukan static pile memerlukan waktu selama 51,hari dan P1 menggunkaan tumpukan open windrow memerlukan waktu 45 hari, kualitas kompos yang dihasilkan dari bahan baku jerami dan kotoran sapi pada ketiga perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI No. 19-70302004 digunakan sebagai acuan kualitas kompos.  ABSTRACT The biomass of the rice harvest is in the form of straw waste produced in one harvest season reaching 25 tons/ha and can be used as raw material for making compost. This research was conducted to determine the effect of different composting pile models of cow manure and straw, and to know the appropriate pile model so that the composting process of cow manure and straw produces compost in accordance with SNI No. 19-70302004. This study used 3 treatments, namely: P1 (treatment using an open windrow pile model), P2 (treatment using a static pile model), P3 (treatment using a Chinese pile model). The materials used in each treatment have a weight of 35 kg with a ratio of straw and cow manure of 2: 1. The observed parameters are pH, moisture content, temperature, nitrogen, carbon, and C/N ratio. The composting process with P3 treatment using the china model pile treatment took 48 days, P2 treatment days using a static pile was take 51 days and P1 using an open windrow pile was take 45 days, the results of composted straw and cow manure on the three treatments had met the SNI No. 19-70302004 which is used as a reference for assessing the quality of compost.          
      PubDate: 2021-01-24
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Pengaruh Penambahan Bakteri Nitrifikasi pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap
           Kualitas Pupuk Organik Cair

    • Authors: Gede Jaya Kusuma Putra, Yohanes Setiyo, I Nyoman Sucipta
      Pages: 11 - 20
      Abstract: ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai proses fermentasi urin sapi menjadi pupuk organik cair (POC). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkasi pengaruh penambahan bakteri Nitrifikasi pada proses urin sapi, sehingga didapatkan kwalitas POC terbaik. Pada penelitan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan berbeda dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan yang dilakukan menggunak satu fakor MN1 (mollase 2% dan inokulum Nitrifikasi 1%), MN2 (mollase 2% dan inokulum Nitrifikasi 2%), MN3 (mollase 2% dan inokulum Nitrifikasi 3%), MN4 (mollase 2% dan inokulum Nitrifikasi 4%), MN5 (mollase 2% dan inokulum Nitrifikasi 5%) dan dimasukan kedalam urin sapi sebanyak 5 liter. Fermentasi ini dilakukan selama 15 hari, variabel yang diamati yaitu Electrical Conductivity (EC), Derajat Keasaman (pH), Total Dissolved Solids (TDS), suhu, populasi mikroba, C-Organik, dan N-total. Dalam proses fermentasi selama 15 hari didapatkan nilai N-Total pada sampel MN4, dan MN5 lebih rendah dibandingkan dengan sampel yang lainnya. Sedangkan C-Organik pada hari ke 15 sampel MN3, NM4 dan MN5 memilikin nilai yang hampir sama yaitu beriksar 0,600-0,650. Untuk hasil populasi bakteri sampel MN4 dan MN5 di hari ke 15 mengalami penurunan perkembangan populasi. Selama proses fermentasi hasil terbaik terdapat pada sampel MN1 ini dilihat dengan hasil N-Total 0.050%, C-Organik 0.945%, C/N rasio 18.9%, dan populasi mikroba  442.666.667 CFU/ml. Penelitian ini dapat meningkatkan N-total dan perkembangan bakteri yang cukup baik, namun hasil ini masih jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. ABSTRACT This study discusses the process of fermentation of cow urine into liquid organic fertilizer (POC). The purpose of this study was to examine the effect of adding Nitrifying bacteria to the process of cow urine, so that the best POC quality was obtained. There was this research using a completely randomized design (RAL), with five different treatments and three replications. The treatments were carried out using one factor MN1 (2% mollase and 1% Nitrifying inoculum), MN2 (2% mollase and 2% Nitrification inoculum), MN3 (2% mollase and 3% Nitrification inoculum), MN4 (2% mollase and Nitrification inoculum 4%), MN5 (mollase 2% and Nitrification inoculum 5%) and put into cow urine as much as 5 liters. This fermentation was carried out for 15 days, the observed variables were Electrical Conductivity (EC), Degree of Acidity (pH), Total Dissolved Solids (TDS), temperature, microbial population, C-Organic, and N-total. In the fermentation process for 15 days, the N-Total value in the MN4 and MN5 samples was lower than the other samples. While the C-Organic on the 15th day of the MN3, NM4, and MN5 samples had almost the same value, namely 0.600-0.650. For the results of the bacterial population samples, MN4 and MN5 on day 15 experienced a decrease in population development. During the fermentation process the best results were found in the MN1 sample, seen with the results of N-Total 0.050%, C-Organic 0.945%, C / N ratio 18.9%, and microbial population 442,666,667 CFU / ml. This research can increase N-total and the development of bacteria which is quite good, but this result is still far from the standard set by the Decree of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia No: 261 / KPTS / SR.310 / M / 4/2019.  
      PubDate: 2021-01-25
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Penggunaan Beberapa Model Peramalan (Forecasting) pada Produksi Gula
           Kristal Putih di PT. Perkebunan Nusantara X

    • Authors: Immanuel Damanik, Ida Bagus Putu Gunadnya, I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara
      Pages: 21 - 34
      Abstract: ABSTRAK Peramalan adalah proses memperkirakan atau  memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu dan data saat ini, yang paling umum dengan analisis tren. Contoh peramalan yang sederhana adalah peramalan nilai suatu variabel pada beberapa waktu yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pola historis data produksi gula, (2) untuk mengetahui model peramalan yang digunakan dan menentukan model peramalan terbaik dan validitas model, dan (3) melakukan peramalan produksi gula beberapa bulan kedepan dengan menggunakan model peramalan yang valid. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder dari PT. Perkebunan Nusantara X dan proses pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Berdasarkan hasil dari analisis, exponential smoothing menggunakan ' = 0.8 merupakan model peramalan terbaik. Bila dibandingkan model peramalan moving average 2 periode dan double exponential smoothing dengan ' = 0.8. Uji keakuratan dari exponential smoothing ' = 0.8 menunjukkan nilai MAD = 1.096, MSE = 2.818.871, dan MAPE = 34%. Pada uji validitas model peramalan, model ini memiliki nilai MAD = 1,025, MSE = 2,113,927, MAPE = 22%. Hasil peramalan produksi untuk 6 periode kedepan adalah R1 = 5,106, R2 = 5,047, R3 = 5,035, R4 = 5,032, R5 = 5,032, R6 = 5,032  ABSTRACT Forecasting is the process of making a future prediction based on the present and past data using trend analysis. The purpose of this study was (1) to know the historical pattern of refined sugar production, (2) to know what are the forecasting models that be used for prediction, (3) to get the best forecasting model by using an accuracy test. This study uses secondary data from PT Perkebunan Nusantara X and processing data by using Microsoft Excel. Based on analysis results exponential smoothing by using ' = 0.8 is the best model. As comparison by using a moving average with 2 period and double exponential smoothing with ' = 0.6. The accuracy test of exponential smoothing ' = 0.8 showing with value MAD = 2, MSE = 9, and MAPE = 36%. On validity test of forecasting models, exponential smoothing had showing value MAD = 1,025, MSE = 2,113,927, MAPE = 22%. Results of forecasting production with 6 period on the future is R1 = 5,106, R2 = 5,047, R3 = 5,035, R4 = 5,032, R5 = 5,032, R6 = 5,032.
      PubDate: 2021-02-08
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Analisi Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak di DAS Ho Saat Musim
           Kemarau

    • Authors: Florianus Walbat, I Wayan Tika, Ida Ayu Bintang Madrini
      Pages: 35 - 45
      Abstract: ABSTRAK Kurangnya ketersediaan air irigasi yang disebabkan oleh debit air yang tidak mecukupi pada saat musim kemarau dan sifatnya tidak merata, dimana pada bagian hulu ketersediaan air cenderung berlebih dan di hilir cenderung kekurangan. Dengan adanya kondisi seperti itu maka perlu dilakukan penelitian mengenai kekurangan air irigasi pada saat musim kemarau agar dapat dilakukan pengelolaan air secara optimal pada DAS Ho. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase kekurangan air irigasi yang ada pada setiap subak dan menentukan teknik pengelolaan air irigasi agar merata pada setiap bagian subak. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, pengamatan, dan pengukuran sedangkan data sekunder diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk mencari persentase kekurangan air irigasi yang terjadi pada saat musim kemarau dan untuk menentukan proporsi distribusi air irigasi. Hasil penelitian menunjukan persentase kekurangan air irigasi pada subak daerah hulu rata-rata sebesar -48,43%, pada subak daerah tengah rata-rata 21,99%, dan pada subak daerah hilir rata-rata sebesar 23,92%  dan penentuan teknik proporsional pengelolaan air pada subak daerah hulu, tengah, hilir pada musim kemarau menggunakan Qt rekayasa pada Qt awal yaitu pada subak bagian hulu Qt awal sebesar 2,67 l/detik/ha direkayasa menjadi 1,73 l/detik/ha , pada subak bagian tangah dari Qt awal yaitu sebesar 1,32 l/detik/ha direkayasa menjadi 0,75 l/detik/ha, dan pada subak bagian hilir dari Qt awal 2,53 l/detik/ha direkayasa menjadi 3,21 l/detik/ha. ABSTRACT Irrigation water shortage is caused by insufficient water discharge during the dry season. The water is distributed unevenly; the upstream water tends to have a surplus water, whereas the downstream has the tendency of water deficit. Based on the situation, it is necessary to conduct research on the irrigation water shortage during the dry season, so that optimal water management can be achieved. The study was conducted to determine the percentage of irrigation water deficiency in each subak and determine irrigation water management techniques that ensuring the water distributed evenly to each subak. Primary data were obtained by interview, observation, and measurement methods, while secondary data were obtained from BMKG Region III Denpasar. The data obtained were analyzed to determine the percentage of irrigation water shortages that occurred during the dry season and to determine the proportion of irrigation water distribution. The results showed that the percentage of water shortage of irrigation water in the upstream subak was -48,43%, in the middle subak was 21,99%, and in the downstream subak 23,92%. The proportional water management techniques in the upstream subak, middle, downstream in the dry season using modified Qt, the upstream subak had the initial Qt of 2,67 l/sec/ha and the modified was 1,73 l/sec/ha, in the middle subak has the initial Qt of 1,32 l/sec/ha and the modified was 0,75 l/sec/ha, and in the downstream subak had initial Qt of 2,53 l/sec/ha and the modified one was 3,21 l/sec/ha.
      PubDate: 2021-03-07
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Rancang Bangun Sistem Pemantau Dan Pengendali Iklim Mikro Greenhouse
           Berbasis Android

    • Authors: I Gusti Ayu Nadya Prasita Pasimpangan, I Wayan Widia, I Made Anom S. Wijaya, I Putu Gede Budisanjaya
      Pages: 46 - 56
      Abstract: Dengan berkembangnya teknologi pada bidang pertanian, semakin banyak penggunaan teknologi otomatisasi yang digunakan pada bidang pertanian, khususnya yang diterapkan pada greenhouse. Salah satunya adalah pemantau dan pengendalian iklim mikro dengan menggunakan sensor. Pemantauan dan pengendalian iklim mikro penting dilakukan untuk menjaga lingkungan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Iklim mikro yang dipantau diantaranya adalah suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem pemantau dan pengendali iklim mikro pada greenhouse secara otomatis melalui android. Pada penelitian ini dibangun sistem pemantau dan pengendali iklim mikro yang dioperasikan melalui telephone android menggunakan aplikasi blynk, dan dihubungkan dengan internet melalui modul wifi. Arduino mega 2560 digunakan pada penelitian ini sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan sensor DHT22 dan sensor BH1750 yang digunakan untuk mengukur iklim mikro secara otomatis, ESP8266 sebagai penghubung jaringan internet antara arduino dan android, serta relay untuk mengendalikan fan exhaust, LED grow light, dan pompa misting sebagai alat kendali. Pada sistem ini dilengkapi input setting point sehingga pengguna bisa mengatur masing-masing iklim mikro sesuai dengan kebutuhan tanaman dan mengendalikan alat kendali secara otomatis. Hasil dari penelitian ini adalah sistem pemantau dan kendali pada aplikasi blynk pada telepon android yang telah dirancang dan dihubungkan dengan board arduino yang dipasang pada greenhouse. Sistem yang dibangun berhasil memantau iklim mikro pada greenhouse dan ditampilkan pada menu aplikasi dan setting point yang diatur oleh pengguna berhasil mengatur sistem kendali iklim mikro secara otomatis yang berada pada greenhouse.   As the growth of development technology in agriculture, more automation technologies are used especially those applied to greenhouses. One of the uses of technology is automatic mircroclimate monitoring and controlling using sensor. Microclimate monitoring and controlling is important to maintain the plant’s environment so that it can grow optimally. The mircroclimates that were monitored and control LED included temperature, humidity, and light intensity. The purpose of this research is to build  an android based automatic microclimate monitoring and controlling system in the greenhouse. In this research, a microclimate monitoring and controlling system was built which is operated via an android using blynk application and connected to the internet via wifi module. Arduino Mega 2560 is used in this study as a microcontroller connected to DHT22 sensor and BH1750 sensor that are used to measure the mircroclimate automatically, ESP8266 as the wifi modul  to link arduino and android via internet, as well as relay to control fan exhaust, LED grow light, and misting pumps as output control. This system is equipped with an input setting point so user can adjust each microclimate according to the plant needs and control the output device automatically. The result of this research is a monitoring and controlling system using blynk application on an android that has been designed and connected to the arduino board instal LED in the greenhouse. The system succesfully monitors the microclimate which displayed on the application and controls the microclimate automatically using output device with the input of setting point.
      PubDate: 2021-03-09
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Pengaruh Hydrocooling dan Jenis Plastik Terhadap Mutu Jagung Manis (Zea
           mays L. Saccharata) Selama Penyimpanan Dingin

    • Authors: Ni Luh Putu Sarasulistian, Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja, Yohanes Setiyo
      Pages: 56 - 71
      Abstract: ABSTRAK Hydrocooling  merupakan cara sederhana untuk menurunkan suhu bahan pangan secara cepat sampai suhu bahan mendekati suhu penyimpanan yang akan dilakukan. Selain itu, perlakuan pengemasan bahan pangan mampu menghambat laju susut bobot dan kualitas produk. Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah lama perendaman pada proses hydrocooling (tanpa perendaman, perendaman selama 60 detik, dan perendaman 120 detik (suhu air perendaman 5oC )) dan faktor kedua adalah jenis plastik (jenis plastik Polypropylene (PP)  dan plastik High Density Polyethylene (HDPE)). Setiap unit percobaan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dan semua unit percobaan disimpan pada lemari pendingin dengan suhu 10oC .  Parameter diamati adalah a) susut bobot b) kekerasan bahan, c) warna, d) kadar air, e) laju pendinginan. Pengamatan dilakukan selama 8 hari dengan interval pengambilan data selama 2 hari sekali. Hasil pengamatan selama 8 hari menunjukan kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan  hydrocooling selama 2 menit dengan kemasan Polypropylene (H2P1) sebagai dengan jagung manis yang disimpan mengalami susut bobot 0,33%, kekerasan 34,20 N, warna L 50.00, a 16.69, b 51.81, kadar air 74,167%, dan laju pendinginan 2.3982 oC/30 menit. ABSTRACT  Hydro cooling is a simple way to quickly lower the temperature of the food until the material temperature near the storage temperature. In addition, food packaging treatment can inhibit the rate of weight loss and product quality. This study used a completely randomized design (CRD) which consisted of two factors. The first factor was the immersion time in the hydrocooling process (without soaking, 1 minute immersion, and 2 minutes of immersion (immersion water temperature 5oC ± 1)) and the second factor was the type of plastic (Polypropylene (PP) plastic-type and High-Density Polyethylene (HDPE) plastic). Each experimental unit was repeated 3 times and all experimental units were stored in a refrigerator with a temperature of 10oC ± 1. The parameters observed were a) moisture content, b) weight loss, c) material hardness, d) color, and e) cooling rate. Observations were made for 8 days with data retrieval intervals for 2 days. During cold storage sweet corn undergoes many physical changes. These changes began to appear on the 6th day. On the 6th day, sweet corn stored in cold storage experienced physical changes, namely wilting, wrinkling, starting to pale, and brownish color appeared at the tip to the base of the surface of the sweet corn. On the 8th day sweet corn experienced a decrease in weight loss and moisture content in the treatment without hydro cooling and without packaging, while the hydro cooling treatment (1 minute and 2 minutes) and packed (with Polypropylene (PP) plastic and High-Density Polyethylene plastic (HDPE) also experienced a decrease in water content and weight loss but still had a high average value of moisture content and weight loss. The result of the decrease in moisture content and weight loss affected the hardness of sweet corn, color, and cooling rate. The best treatment combination was obtained in the hydro cooling treatment for 2 minutes with Polypropylene (H2P1) packaging with a weight loss value of 0.33%, hardness 34.20 N / mm2, color L 50.00, a 16.69, b 51.81, water content 74.167%, and a cooling 2.3982 oC / 30 minutes.
      PubDate: 2021-03-09
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Pengaruh Lama Fermentasi dan Lama Pengeringan terhadap Karakteristik Teh
           Herbal Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse - Kurz)

    • Authors: I Gede Angga Artha Yoga, Pande Ketut Diah Kencana, Sumiyati Sumiyati
      Pages: 72 - 81
      Abstract: ABSTRAK Teh herbal merupakan teh yang terbuat dari rempah-rempah atau tanaman lain yang memiliki khasiat bagi kesehatan dan dimanfaatkan sebagai minuman yang menyehatkan maupun minuman penyegar oleh sebagian besar masyarakat. Salah satunya adalah daun bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) yang pengolahannya bertujuan untuk memanfaatkan senyawa-senyawa yang terkandung di dalam daun tersebut, yang nantinya akan menghasilkan karakteristik tersendiri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dan lama pengeringan yang berbeda terhadap karakteristik teh herbal daun bambu tabah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 – Oktober 2020 di Laboraturium Teknik Pascpanen, Pengelolaan Sumber Daya Alam, Analisis Pangan, dan Pengolahan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu lama fermentasi (120, 240 dan 360 menit) dan lama pengeringan (60 menit, 120 menit). Seluruh perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam, apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi 120 menit dengan waktu lama pengeringan 60 menit merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik sebagai berikut: kadar air 6,27%, pH 6,56 , total asam 1,35%, total fenol 11,00 mg GAE/g, total flavonoid 16,41 mg QE/g, hedonik warna (biasa), aroma (biasa), rasa (biasa dan agak pahit) dan penerimaan keseluruhan (agak suka). ABSTRACT Herbal tea is the tea made from spices or other plants that have health properties and is used as healthy drink or refreshment. One of the herbal teas is made from tabah bamboo leaf (Gigantochloa nigrociliata BUZE-Kurz). The bamboo leaves processing aims to take advantage of the compounds contained in the leaves, which will produce its own characteristics. The purpose of this study was to determine the effect of different fermentation and drying times on the characteristic of bamboo tabah leaf herbal tea. This research was conducted at September - October 2020 at the Post-Harvest Engineering Laboratory, Natural Resource Management, Food Analysis, and Food Processing Laboratory, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University. This research used a Completely Randomized Design with two factors which were fermentation time (120, 240, and 360 minutes) and drying time (60 and 120 minutes). All treatments repeated three times to obtain 18 units of experiments. The data obtained were analyzed by analysis of variance and if the treatment had a significant effect followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result of this study indicates that the treatment fermentation at 120 minutes with a drying time of 60 minutes was the best treatment with moisture content 6,27%, pH 6,56, total acid 1,35%, total phenolics 11,00 mg GAE/g, total flavonoids 16,41 mg QE/g and sensory properties color (neutral), the flavor (neutral), the taste (neutral and slightly bitter) and an overall acceptance (neutral).
      PubDate: 2021-03-11
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Penentuan Umur Simpan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Asap pada
           Kosentrasi Asap Cair dan Suhu Pengovenan yang Berbeda

    • Authors: Aprianus Yupan Dharma Mbalur, Pande Ketut Diah Kencana, I Made Anom Sutrisna Wijaya
      Pages: 82 - 94
      Abstract: ABSTRAK Pengolahan ikan nila dapat dilakukan dengan memanfaatkan asap cair bambu tabah, karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan membunuh bakteri oleh kandungan senyawa fenol yang terkandung dalam asap cair bambu tabah. Tujuan penelitian ini untuk menentukan pengaruh konsentrasi perendaman asap cair bambu tabah dan suhu pengovenan, terhadap karakteristik ikan nila asap dan menentukan kombinasi konsentrasi perendaman asap cair bambu tabah dan suhu pengovenan yang memberikan masa simpan paling panjang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan menggunakan dua faktor, yaitu kadar konsentrasi asap cair (K) sebanyak 5 taraf perlakuan (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) dan suhu pengovenan (S) sebanyak 3 taraf yaitu 600C, 800C, dan 1000C, dioven selama 4 jam, perlakuan dilakukan dalam 2 kali ulangan. Parameter yang diukur meliputi karakteristik yang mempengaruhi umur simpan seperti pH, Kadar air, Kekerasan, Total Plate Count (TPC), dan untuk menentukan umur simpan ikan nila olahan menggunakan metode Extended Storage Studies (ESS) melalui uji sensoris Kenampakan, Aroma, Tekstur, dan Rasa setiap 24 jam selama masa penyimpanan pada suhu ruang ± 280C, hingga produk dikatakan rusak. Dapat disimpulkan bahwa, konsentrasi perendaman asap cair bambu tabah dan suhu pengovenan, memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap perubahan pH, kadar air, kekerasan, TPC, dan organoleptik kenampakan, aroma, tektur, dan rasa ikan nila asap cair bambu tabah. Kombinasi perendaman asap cair 20% dan suhu pengovenan 1000C adalah kombinasi yang memberikan masa simpan paling panjang selama 24 jam. ABSTRACT Processing fish tilapia can be done by utilizing the liquid smoke of tabah bamboo, because it can inhibit the growth of bacteria and kill bacteria by phenolic compounds contained in the liquid smoke of tabah bamboo. The purpose of this study was to determine the effect of immersion concentration of tabah bamboo liquid smoke and oven temperature, on the characteristics of smoked tilapia and determine the combination of immersion concentration of tabah bamboo liquid smoke and the oven temperature which gives the longest shelf life. This study used a factorial completely randomized design using two factors, namely, the concentration of liquid smoke (K) as many as 5 levels of treatment (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) and 3 levels of oven temperature (S) namely 600C, 800C, dan 1000C, heated in an oven for 4 hours, the treatment was carried out in 2 replications. The parameter measured include characteristics that affect shelf life such as pH, Moisture Content, hardness, Total Plate Count, and to determine the shelf life of smoked tilapia using the Extended Storage Studies Method (ESS) through sensory tests the appearance, aroma, texture, and taste were observed every 24 hours during the storage period at room temperature ± 280C, until the product was said to be damaged. It can be concluded that the immersion concentration of the tabah bamboo liquid smoke and the temperature of the oven, has a significant effect (P<0.05) on changes in pH, moisture content, hardness, TPC, and organoleptic appearance, aroma, texture, and taste of tabah bamboo liquid smoked tilapia.  The combination of 20% liquid smoke immersion and 1000C oven temperature is the combination that provides the longest shelf life of 24 hours.
      PubDate: 2021-03-12
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Efek Penambahan Kotoran Sapi terhadap Kualitas Kompos pada Pengomposan
           Batang Pisang

    • Authors: I Kadek Aditya Pranata, Ida Ayu Gede Bintang Madrini, I Wayan Tika
      Pages: 95 - 104
      Abstract: ABSTRAK Pengomposan merupakan salah satu alternatif untuk meningkatan kegunaan dan nilai tambah dari limbah bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kotoran sapi terhadap kualitas kompos. Pada proses pengomposan limbah batang pisang untuk menentukan komposisi campuran bahan yang terbaik dari penggunaan batang pisang dan kotoran sapi yang menghasilkan kualitas kompos sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-20014. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batang pisang dan kotoran sapi dengan perbandingan berat batang pisang dengan kotoran sapi yaitu: K1 (1:1), K2 (2:1), K3 (3:1), K.BP (hanya batang pisang). Proses pengomposan pada penelitian ini menggunakan Biokomposter Tahiron New Garden Bag 2. Pada proses pengomposan suhu diamati setiap hari, sedangkan kadar air C-organik, Nitrogen, rasio C/N dan pH diamati setiap 14 hari sekali. Suhu pada perlakuan K1, K2, K3dan K.BP yaitu masing-masing mencapai 43,6oC, 44,3 oC, 43,6 oC dan 38,6 oC. Parameter suhu, pH, dan kadar air tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan antar perlakuan sedangkan rasio C/N pada pebandingan KBP dengan K1 (1:1), K2 (2:1), dan K3 (3:1) menunjukkan perbedaan. Perlakuan K2 menunjukkan komposisi campuran terbaik yang ditunjukkan oleh suhu pengomposan mendekati termofilik yaitu 44,3oC. Rasio C/N dari semua perlakuan belum memenuhi SNI 19/7030/2004, sedangkan pH, kadar air, bahan organik memenuhi standar tersebut. ABSTRACT Composting is an alternative means to increase the usefulness and added value of organic waste. The purpose of this study was to determine the effect of adding cow dung and banana stem. This study expected to obtain the best composition of the mixture of ingredients from the use of banana stalks and cow dung according to the Indonesian National Standard (SNI) 19-7030-20014. The materials used in this study were banana stalks and cow dung with a ratio of banana stalks to cow dung, namely: K1 (1: 1), K2 (2: 1), K3 (3: 1), K.BP (only banana stalks). ). The composting process in this study used Biocomposter Tahiron New Garden Bag 2. In the composting process, the temperature was observed every day, while the moisture content of C-organic, nitrogen, C / N ratio, and pH were observed once every 14 days. The temperatures in the K1, K2, K3, and K.BP treatments were respectively 43.6 oC, 44.3 oC, 43.6 oC, and 38.6 oC. Temperature, pH, and moisture content parameters did not show significant differences between treatments, while the C / N ratio in the comparison between KBP and K1 (1: 1), K2 (2: 1), and K3 (3: 1) showed differences. K2 treatment showed the best mixture composition with the composting temperature approaching thermophilic, namely 44.3oC. The C / N ratio of all treatments did not meet SNI 19/7030/2004, while pH, moisture content, the organic matter within the range as regulated in the standard.
      PubDate: 2021-03-17
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Pengaruh Ketebalan Plastik Polietilen Densitas Rendah sebagai Bahan
           Pengemas terhadap Mutu Peterseli (Petroselinum crispum L.) selama
           Penyimpanan Suhu Dingin

    • Authors: Bob Evan Tampubolon, Ida Ayu Rina Pratiwi Pratiwi, Ida Bagus Putu Gunadnya
      Pages: 105 - 113
      Abstract: ABSTRAK Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan plastik polietilena berdensitas rendah sebagai material pengemas terhadap kualitas Peterseli (Petroselinum crispum L.) selama penyimpanan dingin. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan satu faktor perlakuan yaitu perlakuan ukuran ketebalan plastik polietilena berdensitas rendah (LDPE) dengan ukuran 0.02mm; 0.03mm; 0.04mm; 0.05mm; dan ketebalan 0.06mm. Penelitian ini diulangi sebanyak 3 kali ulangan sehingga didapatkan 18-unit hasil percobaan. Adapun parameter yang diamati meliputi; susut bobot, karakteristik, uji warna, tingkat kerusakan dan laju respirasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketebalan plastik densitas rendah (LDPE) berpengaruh sangat nyata terhadap susut bobot, karakteristik tingkat kerusakan dan laju respirasi dari peterseli. Perlakuan terbaik didapatkan dari penggunaan plastik LDEP dengan ketebalan 0.05mm dengan susut bobot 13.93%, warna 18.96, laju respirasi 43.81 mg CO2/kg/jam, nilai uji skoring karakteristik 3.73 dan tingkat kerusakan 3.87. Plastik LDPE dengan ketebalan 0,05mm dapat mempertahankan mutu peterseli lebih baik dibandingkan dengan ketebalan lainnya selama karakteristik 12 hari pada suhu dingin. ABSTRACT This research was aimed to determine the effect of Low-density polyethylene as packaging material for the quality of parsley (Petroselinum crispum L.) during cold room. Additionally, this study was to determine the thickness of the low-density polyethylene plastic which can retain the grade of parsley for a longer time. The design experiment used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) method using one treatment factor, namely the treatment of low-density polyethylene plastic thickness (LDPE) with a thickness of 0.02 mm; 0.03 mm; 0.04 mm; 0.05 mm; and a thickness of 0.06 mm. This research was replicated 3 times in order to obtain 18 units of experimental results. The parameters observed include: weight loss, characteristics, color test, damage rate, and respiration rate. The results of this research signified that the thickness of low-density plastic (LDPE) gave a very significant effect on characteristics, color test, damage rate, respiration rate, and weight loss. The best handling was obtained by use of LDPE plastic with a thickness of 0.05 mm with a weight loss of 13.88%, the color of 13.93, 43.81 mg CO2/kg/hour for respiration rate, characteristic scoring test value of 3.73, and 3.87 for damage level. Low-density polyethylene plastic with a thickness of 0.05 mm can retain the quality of parsley better than other thicknesses during shelf life of 12 days at 8°C ± 2°C.
      PubDate: 2021-03-23
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
  • Memperpanjang Masa Kesegaran Bunga Potong Gerbera (Gerbera jamesonii)
           Dengan Pemanfaatan Gula dan Cuka Dapur (Asam Asetat) Sebagai Larutan
           Peraga (Teknik Holding)

    • Authors: Johanes Paulus Djandon Jr., Ida Ayu Rina Pratiwi Pudja, Ni Luh Yulianti
      Pages: 114 - 123
      Abstract: ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik gula dan cuka dapur (asam asetat) 25% sebagai larutan peraga untuk memperpanjang masa kesegaran bunga potong Gerbera (Gerbera Jamesonii). Penelitian ini di lakukan di Laboraturium Pascapanen Fakultas Teknnologi Pertanian Gedung Agrokomplek Universitas Udayana Sudirman Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu gula dengan konsentrasi (0%, 2%, 4%, 6%, 8%) dan faktor cuka dapur (asam asetat) 25%  (0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, dan 4 ppm) dengan dua ulangan. Analisis sidik ragam menunjukkan bahwa interaksi perlakuan gula dan cuka dapur (asam asetat) 25% berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lamanya kesegaran bunga, persentase bunga layu, tingkat pencoklatan, total larutan terserap dan pH.  Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kombinasi perlakuan dengan konsentrasi gula 3% dan cuka dapur (asam asetat) 25 % 100 ppm merupakan kombinasi perlakuan terbaik. Perlakuan tersebut dapat menjaga kesegaran bunga dengan lama kesegaran bunga yaitu 9 hari dan secara efektif dapat mempertahankan  presentase bunga layu yang terendah yaitu 24.99 % dengan larutan terserap tertinggi yaitu 326.5 ml. Pada perlakuan kombinasi perlakuan dengan konsentrasi gula 3% dan cuka dapur (asam asetat) 1 ppm juga menunjukan skor tertinggi terhadap warna Bunga atau pencoklatan bunga dibandingkan dengan perlakuan lainnya. ABSTRACT This research aims to obtain the best concentration of sugar and vinegar (acetic acid) 25% as a holding solution to prolong the freshness of Gerbera cut flowers (Gerbera jamesonii). This research was carried out at the Postharvest Laboratory, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University. This study used a completely randomized design (CRD) method with two factors, the first factor was sugar with concentrations (0%, 1%, 2%, 3%, 4%) and the second factor was vinegar (acetic acid) 25% (0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, and 4 ppm) with two replications. Analysis of variance shows the effect of the interaction of sugar and vinegar (acetic acid) 25% binds was significantly different (P <0.05) on the length of the freshness of the flower, percentage of wilting flower, browning rate, total absorbed solution, and pH. In this research, a combination of 3% sugar and 1 ppm vinegar was found to be the best treatment combination. This treatment maintained the freshness of flowers for 9 days and effectively maintained the lowest percentage of wilting flowers (24.99%) with the highest absorbable solution that is 326.5 ml. The combination treatment with 3% sugar concentration and vinegar (acetic acid) 1 ppm also showed the highest score on the color of flowers or browning flowers compared to other treatments.  
      PubDate: 2021-03-25
      Issue No: Vol. 10, No. 1 (2021)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.237.16.210
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-