Publisher: Universitas Udayana (Total: 68 journals)   [Sort alphabetically]

Showing 1 - 68 of 68 Journals sorted by number of followers
E-J. of Tourism     Open Access   (Followers: 11)
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 10)
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan     Open Access   (Followers: 7)
Sport and Fitness J.     Open Access   (Followers: 5)
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences     Open Access   (Followers: 5)
e-J. of Linguistics     Open Access   (Followers: 4)
Buletin Studi Ekonomi     Open Access   (Followers: 4)
Buletin Veteriner Udayana     Open Access   (Followers: 3)
J. of Marine and Aquatic Sciences     Open Access   (Followers: 2)
Agrotrop : J. on Agriculture Science     Open Access   (Followers: 2)
J. of Food Security and Agriculture     Open Access   (Followers: 2)
Majalah Ilmiah Peternakan     Open Access   (Followers: 2)
Simbiosis : J. of Biological Sciences     Open Access   (Followers: 2)
E-Jurnal Medika Udayana     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Master Pariwisata (J. Master in Tourism Studies)     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian J. of Ergonomic)     Open Access   (Followers: 2)
E-J. of Cultural Studies     Open Access   (Followers: 2)
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro : J. of Electrical Technology     Open Access   (Followers: 2)
J. of Veterinary and Animal Sciences     Open Access   (Followers: 1)
Linguistika : Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
COPING (Community of Publishing in Nursing)     Open Access   (Followers: 1)
itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan     Open Access   (Followers: 1)
Humanis : J. of Arts and Humanities     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (J. of Tropical Agroecotechnology)     Open Access   (Followers: 1)
J. of Health Sciences and Medicine     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis     Open Access   (Followers: 1)
Archive of Community Health     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Matematika     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan     Open Access   (Followers: 1)
Indonesia Medicus Veterinus     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Veteriner     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law J.)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Spektran     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan (Veterinary Science and Medicine J.)     Open Access   (Followers: 1)
Public Health and Preventive Medicine Archive     Open Access   (Followers: 1)
Bumi Lestari J. of Environment     Open Access  
E-Jurnal Akuntansi     Open Access  
Jurnal Biologi Udayana     Open Access  
Jurnal Farmasi Udayana     Open Access  
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)     Open Access  
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri     Open Access  
Piramida     Open Access  
Jurnal Kimia (J. of Chemistry)     Open Access  
Indonesian J. of Legal and Forensic Sciences     Open Access  
Kertha Patrika     Open Access  
Jurnal Destinasi Pariwisata     Open Access  
Lingual : J. of Language and Culture     Open Access  
Jurnal Arsitektur Lansekap     Open Access  
Buletin Fisika     Open Access  
Intl. J. of Engineering and Emerging Technology     Open Access  
Jurnal Analisis Pariwisata     Open Access  
Udayana J. of Law and Culture     Open Access  
J. of Electrical, Electronics and Informatics     Open Access  
Jurnal IPTA     Open Access  
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas     Open Access  
Jurnal Ilmu Komputer     Open Access  
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi     Open Access  
JBN (Jurnal Bedah Nasional)     Open Access  
Jurnal Ilmiah Merpati (Menara Penelitian Akademika Teknologi Informasi)     Open Access  
Intisari Sains Medis     Open Access  
Jurnal Energi Dan Manufaktur     Open Access  
Jurnal Ilmiah Mahasiswa SPEKTRUM     Open Access  
Jurnal Udayana Mengabdi     Open Access  
Ecotrophic : J. of Environmental Science     Open Access  
Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (J. of The Built Environment)     Open Access  
Cakra Kimia (Indonesian E-J. of Applied Chemistry)     Open Access  
Similar Journals
Journal Cover
Jurnal Kimia (Journal of Chemistry)
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1907-9850 - ISSN (Online) 2599-2740
Published by Universitas Udayana Homepage  [68 journals]
  • AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KULIT MARKISA (Passiflora edulis Sims)
           DAN KULIT ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP KELARUTAN KALSIUM
           OKSALAT

    • Authors: B. N. Widodo, T. Tukiran
      Pages: 121 - 130
      Abstract: Kulit markisa dan kulit alpukat mengandung senyawa bioaktif yang kompleks, termasuk kandungan kalium yang cukup tinggi di dalamnya. Senyawa flavonoid dapat berperan dalam peluruhan kalsium oksalat, membentuk senyawa kompleks yang mudah terlarut dalam air, serta kalium dapat memisahkan ikatan antara kalsium dengan oksalat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keberadaan senyawa bioaktif dan daya larut dari kombinasi ekstrak kulit markisa dengan kulit alpukat terhadap kristal kalium oksalat. Simplisia kering kedua sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan perendaman dalam pelarut etanol 96%. Keberadaan senyawa bioaktif dalam ekstrak ditentukan dengan skrining fitokimia, kadar total flavonoid ditentukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis, sedangkan kadar kalium dan kalsium terlarut ditentukan menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan masing-masing 3 kali ulangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis varian One way Anova, dilanjutkan dengan uji Duncan. Skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada ekstrak etanol kulit markisa positif mengandung senyawa alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan triterpenoid, sedangkan ekstrak etanol kulit alpukat positif mengandung senyawa alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan triterpenoid. Kadar total flavonoid dalam ektrak kulit markisa dan kulit alpukat sebesar 3,2397 dan 3,0913 mg QE/gram sampel, sedangkan kadar kaliumnya sebesar 134,72 dan 47,56 mg/100 g sampel. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak yang memiliki efek melarutkan paling besar adalah kombinasi ekstrak kulit markisa dan ekstrak kulit alpukat dengan perbandingan 3:1 mampu melarutkan 14,799 mg/L kalsium oksalat. Kata kunci:  flavonoid, kalium, kalsium oksalat, kulit alpukat, kulit markisa. Passion fruit peel and avocado peel contain complex bioactive compounds, including a high potassium content in them. Flavonoid compounds can play a role in the breakdown of calcium oxalate, form complex compounds that are easily soluble in water, and potassium can separate the bonds between calcium and oxalate. This study aims to determine the presence of bioactive compounds and the solubility of the combination of passion fruit peel and avocado peel extract against potassium oxalate crystals. The dry simplicia of the two samples was extracted using the maceration method by immersing in 96% ethanol solvent. The presence of bioactive compounds in the extract was determined by phytochemical screening, the total of flavonoid contents were determined using UV-Vis Spectrophotometry, while the levels of potassium and dissolved calcium were determined using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) method with 7 treatments each 3 replicates. Data analysis was performed using One way Anova, continued by Duncan's test. Phytochemical screening showed that the ethanol extract of passion fruit peel was positive for alkaloid, phenolic, flavonoid, saponin, tannin, steroid, and triterpenoid compounds, while the ethanol extract avocado peel was positive for alkaloid, phenolic, flavonoid, saponin, tannin, steroid, and triterpenoid compounds. The total flavonoid contents in the passion fruit peel and avocado peel extract were 3.2397 and 3.0913 mg QE/gram sample, while the potassium levels were 134.72 and 47.56 mg/100 g samples. The results of the analysis showed that the combination of extracts that had the greatest dissolving effect was the combination of passion fruit peel extract and avocado peel extract with a ratio of 3:1 which was able to dissolve 14.799 mg/L of calcium oxalate.  Keywords: avocado peel, calcium oxalate, flavonoids, passion fruit peel, potassium.
      PubDate: 2021-07-31
       
  • UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERIEKSTRAK METANOL KULIT PISANG HIJAU LUMUT (Musa x
           paradisiaca L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus dan Escherichia
           coli SERTA IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWAMETABOLIT SEKUNDER

    • Authors: W. S. Rita, L. E. Yanti, I W. G. Gunawan
      Pages: 131 - 139
      Abstract: Kulit Pisang Hijau Lumut (Musa x paradisiaca L.) merupakan limbah organik yang masih belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi  Bunuh Minimum (KBM) ekstrak metanol Kulit Pisang Hijau Lumut terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta mengetahui golongan senyawa metabolit sekundernya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumur difusi agar, dan skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan pereaksi pendeteksi wagner dan mayer untuk alkaloid, pereaksi Lieberman-Burchard untuk steroid/terpenoid, MgHCl untuk flavonoid, FeCl3 untuk fenol, dan HCl untuk saponin. Maserasi 1kg kulit pisang hijau menghasilkan ekstrak kental metanol sebanyak 83,45 gram. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki nilai KHM sebesar 8% dan KBM sebesar 10% terhadap bakteri S. aureus dan KHM sebesar 10% serta KBM sebesar 20% terhadap bakteri E.coli. Skrining fitokimia menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid, fenol, flavonoid dan terpenoid. Kata kunci: antibakteri, Escherichia coli, kulit pisang, Staphylococcus aureus,  uji fitokimia. Hijau lumut banana peels (Musa x paradisiaca L.) are organic waste that is still not widely used. This study aimed to determine the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) of methanol extract against Staphylococcus aureus and Escherichia coli as well as the secondary metabolite compounds. Extractions were done by maceration methods, antibacterial activity assay was carried out by agar well diffusion method, and phytochemical screening was performed using secondary metabolite detection reagents such as alkaloids, flavonoids, steroids/terpenoids, phenols, and saponins. Maceration of 1kg of the banana peels produced 83.45 grams of crude methanol extract. The activity assays of methanol extract indicated that the MIC and MBC against S.aureus was 8% and 10%, while against E. coli was 10% and 20%, respectively. The result of phytochemical screening showed that the banana peels were positive for alkaloids, fenols, flavonoids dan terpenoids. Keywords : antibacterial, Escherichia coli, hijau lumut banana peels, phytochemically test, Staphylococcus aureus. 
      PubDate: 2021-07-31
       
  • ANALISIS KADAR ASAM ASKORBAT (VITAMIN C ) PADA MINUMAN SUPLEMEN DALAM
           

    • Authors: I W. Sudiarta, I P. G. A. Suandi, A. A. I. A. M. Laksmiwati
      Pages: 140 - 147
      Abstract: Asam askorbat atau vitamin C banyak terdapat pada minuman suplemen kemasan yang mudah ditemukan dimanapun dan penggunaanya yang relatif lebih praktis. Untuk mengetahui kadar vitamin C yang tepat dalam minuman suplemen dilakukan pengukuran  dengan metode spektrofotometri UV-Vis secara langsung dan tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode manakah yang lebih baik untuk analisis vitamin C dan mengetahui apakah kadar vitamin C yang tercantum pada label minuman suplemen kemasan sesuai dengan hasil metode langsung dan tidak langsung. Sampel dipreparasi menggunakan metode spektrofotometri secara langsung dan tidak langsung menggunakan logam pereduksi Cr6+ yang direaksikan dengan vitamin C pada sampel dan dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasilnya menunjukkan bahwa analisis vitamin C dengan metode spektrofotometri lebih baik secara tidak langsung daripada secara langsung. Kadar vitamin C pada sampel minuman suplemen dalam kemasan A, B, dan C yang dianalisis dengan metode spektrofotometri secara langsung diperoleh masing-masing sebesar 1074,34 mg/L ; 5956,44 mg/L dan 6646,28 mg/L dengan nilai %kesesuaian kadar 88,91%, 89,35%, dan 89,66%. Sedangkan kadar vitamin C pada sampel minuman suplemen dalam kemasan A, B, dan C yang dianalisis dengan metode spektrofotometri secara tidak langsung diperoleh masing-masing 1178,17 mg/L ; 6162,41 mg/L dan 6718,58 mg/L dengan % kesesuaian kadar 97,50%, 92,44% dan 90,63%. Hasil uji -t menyatakan tidak ada perbedaan secara signifikan antara kadar vitamin C  sampel A yang dianalisis dengan metode tidak langsung dengan kadar yang tertera di label kemasan. Sedangkan kadar vitamin C pada sampel B tidak berbeda secara signifikan baik ditentukan dengan metode langsung maupun tidak langsung. Kata kunci: Cr6+, minuman suplemen dalam kemasan, spektrofotometer UV-Vis, Vitamin C. Ascorbic acid or vitamin C contained in many supplement drinks are easily found anywhere and its use is relatively more practical. To find out the exact content of vitamin C in supplement drinks, measurements were carried out directly and indirectly using UV-Vis spectrophotometry method. This study aims to find out which spectrophotometric method is better for vitamin C analysis and whether the vitamin C content listed on the supplement drink packaging label is in accordance with the results of the direct and indirect methods. Samples were prepared directly and indirectly using Cr6+ reducing metals reacted with the vitamin C in the samples and analyzed by using a UV-Vis spectrophotometer methods. The results showed that the analysis of vitamin C by indirect spectrophotometric method was better than the direct one. Vitamin C contents in the supplement beverage samples of packaging A, B, and C analyzed using direct spectrophotometric method were 1074.34 mg/L; 5956.44 mg/L and 6646.28 mg/L with percentage of conformity of 88% 91.91%, 89.35% and 89.66%, respectively. Meanwhile, the vitamin C contents in the supplement drink samples of packaging A, B, and C analyzed by indirect spectrophotometric method were 1178.17 mg/L; 6162.41 mg/L and 6718.58 mg/L with percentage of conformity of 97.50%, 92.44% and 90.63%. The -t test results indicated that there was no significant difference of vitamin C content in the sample A analyzed by indirect methods from the content listed on the packaging label. The -t test results also stated that there is no significant difference of vitamin C content in the sample B analyzed either by direct or indirect method. Keywords: bottled supplement drinks, Cr6+, UV-Vis Spectrophotometer, vitamin C.
      PubDate: 2021-07-31
       
  • MODIFIKASI SILIKA GEL DENGAN AMINOPROPIL TRIMETOKSISILAN (APTMS) DAN
           APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN Cr(VI)

    • Authors: S. Septhiani
      Pages: 148 - 154
      Abstract: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan dan kapasitas silika termodifikasi (APTMS) dalam menyerap anion Cr(VI) Silika Gel (SG) yang disintesis dengan cara menambahkan larutan HCl 3M ke dalam campuran natrium silikat (Na2SiO3) dari abu sekam padi sebagai prekursor, sampai dengan pH 7. Proses pembuatan HAS dilakukan dengan menambahkan Aminopropyltrimethoxysilane (APTMS) pada SG hasil sintesis menggunakan metode grafting dengan pelarut toluena dalam sistem refluks. SG dan HAS dikarakterisasi dengan metode spektrofotometri inframerah (FTIR) dan difraksi sinar-X (XRD). Kajian adsorpsi dilakukan menggunakan sistem batch dengan variasi pH, waktu dan konsentrasi ion Cr (VI). Ion logam yang teradsorpsi dianalisis secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri Uv-Vis. Model isoterm Freundlich dan Langmuir digunakan untuk menentukan kapasitas dan energi adsorpsi. Mekanisme reaksi dipelajari dalam desorpsi dengan variasi senyawa desorben dan variasi tingkat kebasaan desorben. Aplikasi adsorben dilakukan pada limbah pelapisan krom. pH optimum adsorpsi Cr (VI) yaitu pH 1  untuk SG dan pH 2 untuk HAS. Waktu maksimum adsorpsi SG dan HAS adalah 4 jam dan 30 menit. Studi kinetika adsorpsi menunjukan bahwa adsorpsi Cr (VI) mengikuti model kinetika orde 2 pada SG dan pseudo orde 2 pada HAS. Kapasitas adsorpsi maksimum HAS sebesar 55,8 mg/g dan SG sebesar 7,6 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, Cr(VI), hibrida aminosilika, limbah pelapisan krom, silika gel. The aim of this study was to assess the ability and capacity of modified silica (APTMS) to adsorb Cr(VI) anion. Silica Gel (SG) was synthesized by adding 3M HCl solution into a mixture of sodium silicate (Na2SiO3) obtained from rice husk ash as a precursor, up to pH 7. The process of making HAS was carried out by adding Aminopropyltrimethoxysilane (APTMS) to the SG which was synthesized by grafting method using a solvent (toluene) in the reflux system. SG and HAS were characterized using infrared spectrophotometry (FTIR) and X-ray diffraction (XRD). Adsorption studies were performed using a batch system with variations in pH, time and concentration of Cr (VI) ions. The adsorbed metal ions were analyzed quantitatively using Uv-Vis spectrophotometry. The Freundlich and Langmuir isotherm model was used to determine the adsorption capacity and energy. The optimum pH of adsorption of Cr (VI) was pH 1 for SG and pH 2 for HAS. The maximum time for SG and HAS adsorption was 4 hours and 30 minutes. The adsorption kinetics study showed that Cr (VI) adsorption followed the second order kinetics model on SG and the second order pseudo on HAS. The maximum adsorption capacity of HAS was 55.8 mg/g and SG was 7.6 mg/g. Keywords: adsorption, amino-silica hybrid, chrome plating wastewater, Cr(VI), silica gel.
      PubDate: 2021-07-31
       
  • PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN ENZIM PAPAIN DAN PENGARUH ASUPAN
           VCO TERHADAP KOLESTEROL TOTAL DARAH TIKUS GALUR WISTAR JANTAN

    • Authors: I W. Suirta, I K. G. H. Subawa, N. K. Ariati
      Pages: 155 - 164
      Abstract: Virgin Coconut Oil (VCO) mengandung asam-asam lemak jenuh rantai pendek yang bermanfaat bagi tubuh, namun asam-asam lemak tersebut juga berpotensi meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan papain terhadap kuantitas dan kualitas VCO yang dihasilkan dan untuk mengetahui pengaruh konsumsi VCO terhadap kolesterol total darah pada tikus. Pada penelitian ini VCO dibuat secara enzimatis dengan enzim proteolitik berupa enzim papain. Enzim papain disadap dari papaya yang kemudian dimurnikan dengan kromatografi kolom gradien elusi. VCO dalam percobaan dilakukan uji kuantitas berupa rendemen, uji kualitas berupa uji penampakan fisik, pengukuran densitas, pengukuran kadar air, dan analisis asam lemak menggunakan instrumen GC-MS, serta uji in vivo berupa pengujian asupan VCO terhadap perubahan kolesterol darah tikus. Hasil yang didapatkan adalah VCO yang dibuat dengan penambahan papain memiliki rendemen lebih tinggi dengan rendemen tertinggi pada VCO yang dibuat dengan penambahan papain kasar yaitu 23,33% dibandingkan dengan VCO kontrol yaitu 6,67%. VCO yang dibuat dengan penambahan papain juga memberikan kualitas yang tidak jauh berbeda, bahkan kualitasnya lebih baik dibandingkan VCO kontrol. Pada uji in vivo, VCO memberikan efek penurunan kadar kolesterol total darah tikus, namun setelah dianalisis dengan aplikasi SPSS memberikan nilai signifikansi lebih dari 0,05 (p > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan bermakna. Dengan demikian penambahan papain dapat meningkatkan kuantitas VCO dan tidak berdampak buruk terhadap kualitas VCO yang dihasilkan, serta dapat memberikan efek penurukan kadar kolesterol total darah namun tidak signifikan secara statistik. Kata kunci: enzim papain, kolesterol total darah, Virgin Coconut Oil (VCO). Virgin Coconut Oil (VCO) contains short-chain saturated fatty acids that beneficial, but they also have the potential to increase blood cholesterol. The purpose of this study was to determine the effect of adding papain on the quantity and quality of VCO produced and the influence of VCO consumption on rats’ blood cholesterol. In this study, VCO was prepared enzymatically using papain as the proteolytical enzyme. The papain enzyme tapped from papaya then purified by chromatography elution gradient column. The quantity test of the VCO was determined by the percentage of recovery, while the quality assays were done in form of physical appearance, density, water content, fatty acids by GC-MS, and in vivo test to know the effect of VCO intake on the rat’s blood cholesterol. The results indicated that the VCO made with the addition of papain had higher recovery yield, with the highest yield of 23.33%, than the VCO prepared without the addition of crude papain (VCO control) with the yield of 6.67%. Moreover, VCO obtained with the addition of papain provided not much different quality, even better, than the VCO control. The in-vivo test showed that VCO gave a decreasing effect on rat’s blood cholesterol, but after being analyzed with SPSS it gave significance value more than 0.05 which meant that there was no significant difference. Thus the addition of papain could increase the VCO quantity and not make a bad impact on the VCO quality as well as provide a decreasing effect on the total blood cholesterol but not statistically significant. Keywords: blood cholesterol, papain enzyme, Virgin Coconut Oil (VCO).
      PubDate: 2021-07-31
       
  • KANDUNGAN LOGAM TOTAL Fe DAN Cr AIR LAUT SERTA SPESIASI DAN
           BIOAVAILABILITASNYA PADA SEDIMEN DI KAWASAN PELABUHAN CELUKAN BAWANG

    • Authors: N. G. A. M. D. A. Suastuti, I. G. A. K. S. P. Dewi, R. M. Derisa
      Pages: 165 - 171
      Abstract: Pelabuhan Celukan Bawang merupakan salah satu pelabuhan yang terletak di Kabupaten Buleleng Bali dengan aktivitas transportasi kapal bongkar muat barang yang cukup padat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan logam total Fe dan Cr pada air laut dan sedimen serta masing-masing fraksi logam Fe dan Cr sehingga dapat ditentukan bioavailabilitasnya. Spesiasi dan bioavailabilitas pada sedimen dilakukan dengan metode ekstraksi sekuensial kemudian dianalisis menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil penelitian dengan metode kurva kalibrasi menunjukkan bahwa kandungan logam total pada kelima lokasi dalam air laut untuk logam Fe dan Cr yaitu berkisar antara 0,3593 - 2,7026 mg/L dan 0,0294 - 0,1277 mg/L, sedangkan kandungan logam total pada sedimen untuk Fe dan Cr berkisar antara 20644,733 - 24434,875 mg/kg dan 12,2023 - 24,9072 mg/kg. Hasil spesiasi logam Fe didominasi oleh fraksi non-bioavailable yaitu 80,06 - 86,47 % sedangkan fraksi bioavailable yaitu fraksi EFLE 0,01 - 0,16 %, fraksi tereduksi asam 14,07 - 19,08 %, fraksi organik sulfida 0,67 % - 1,18 %. Logam Cr fraksi bioavailable yaitu fraksi EFLE 25,12 - 34,00 %, fraksi tereduksi asam 27,50 - 37,11 %, fraksi organik sulfida 19,54 - 28,83 % sedangkan fraksi non-bioavailable 8,70 - 26,44 %. Persentase bioavailabilitas logam Fe dan Cr masing-masing sebesar 13,53 - 19,94 % dan 73,56 - 91,30 %. Kata kunci: air laut, bioavailabilitas, Cr, Fe, sedimen, spesiasi. Celukan Bawang Port is one of the ports located in the Buleleng Bali with the activity of the transport ship unloading fairly crowded. This research aimed to determine the total content of heavy metals iron and chromium in seawater and sediment, and metal fractions and bioavailability. Speciation and bioavailability of sediment were determined by sequential extraction method and then analyzed by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results of the research with the calibration curve method show that the total metal content at all five locations in seawater for metal Fe and Cr is ranging between 0.3593-2.7026 mg/L and 0.0294-0.1277 mg/L, while the total metal content on sediment for Fe and Cr ranges between 20644.733-24434.875 mg/kg and 12.2023-24.9072 mg/kg. The result of the speciation of Fe metal is dominated by a non-bioavailable fraction of 80.06-86.47% while the bioavailable fraction of the EFLE of 0.01-0.16%, acid reduced fraction 14.07-19.08%, sulfide organic fraction 0.67%-1.18%. Cr metal fraction bioavailable is EFLE fraction 25.12-34.00%, acid reduced fraction of 27.50-37.11%, sulfide organic fraction 19.54-28.83% while the non-bioavailable fraction is 8.70-26.44%. The percentage of metals bioavailability of Fe and Cr respectively amounted 13.53-19.94% and 73.56-91.30%.  Keywords: bioavailability, Cr, Fe, seawater, sediment speciation.
      PubDate: 2021-07-31
       
  • STUDI IN SILICO POTENSI AKTIVITAS FARMAKOLOGI SENYAWA GOLONGAN
           DIHIDROTETRAZOLOPIRIMIDIN

    • Authors: N. Kurnyawaty, H. Suwito, F. Kusumattaqiin
      Pages: 172 - 179
      Abstract: Senyawa golongan dihidrotetrazolopirimidin dapat disintesis menggunakan Reaksi Biginelli. Senyawa etil 5-metil-7-(4-morfolinofenil)-4,7-dihidrotetrazolo[1,5a] pirimidin-6-karboksilat (MDP) merupakan senyawa organik baru terdiri atas cincin dihidrotetrazolopirimidin dengan gugus samping morfolinofenil. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa senyawa pirimidin dan turunannya memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi. Pada penelitian ini, senyawa MDP dianalisis menggunakan studi in silico untuk mengetahui potensi yang dimiliki sebagai agen terapi untuk mengatasi masalah kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa senyawa MDP berpotensi sebagai antimalaria, antikanker, dan antihiperurisemia dilihat dari binding energy yang bernilai negatif atau rendah. Interaksi senyawa MDP dengan reseptor yang bernilai paling negatif pada saat berinteraksi dengan protein XOD dibandingkan dengan nilai binding energy MDP dengan Kinesin Eg5 dan PfDHODH. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa MDP paling potensial jika digunakan sebagai antihiperurisemia dengan nilai binding energy sebesar -8,33 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 0,79 µM. Kata kunci:   antihiperurisemia, antikanker, antimalaria,  dihidrotetrazolopirimidin, in silico Dihydrotetrazolopyrimidine derivatives can be synthezed using the Biginelli Reaction. Ethyl 5-methyl-7-(4-morpholinophenyl)-4,7-dihydrotetrazolo[1,5a]pyrimidine-6-carboxylate (MDP) is a new organic compound consisting of a dihydrotetrazolopyrimidine ring with morpholinophenyl moiety. Previous studies showed that pyrimidine compounds and their derivatives exhibited various pharmacological activities. In this study, MDP compound was analyzed using in silico studies to determine its potential to be used as therapeutic agent to overcome health problems. The results of the analysis showed that the MDP compound has potential activity as an antimalarial, anticancer, and antihyperuricemia, based on negative or low binding energy. The interaction of MDP compound with XOD protein showed the lowest binding energy compared to Kinesin Eg5 and PfDHODH. Based on the docking experiments performed, it can be concluded that MDP compound showed the most potential to be used as an antihyperuricemia with binding energy of -8.33 kcal/mol and inhibition concentration of 0,79 µM. Keywords: anticancer, antihyperuricemia, antimalarial, dihydrotetrazolopyrimidine, in silico
      PubDate: 2021-07-31
       
  • BIOAVAILABILITAS LOGAM Fe DAN Ca DALAM TANAH PERTANIAN SERTA KANDUNGAN
           LOGAMNYA DALAM TANAMAN BAYAM DENGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI

    • Authors: I M. Siaka, P. A. Rupadewi, P. Suarya
      Pages: 180 - 187
      Abstract: Penggunaan pupuk kandang sapi pada tanah pertanian dapat memperbaiki kondisi tanah tersebut, terutama meningkatkan kesuburannya. Disamping sebagai penyubur tanah, pupuk kandang tersebut dapat sebagai pengikat logam berat dan menurunkan bioavailabilitas logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang terhadap bioavailabilitas Fe dan Ca serta kandungannya dalam tanaman bayam. Metode ekstraksi bertahap dan digesti basah digunakan untuk mengekstraksi logam tersebut dari tanah dan tanaman bayam. Instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) digunakan untuk mengukur konsentrasi logam yang terekstraksi tersebut. Pada penelitian ini, diperoleh bahwa pola penyebaran spesies logam Fe dan Ca sebelum penanaman dan saat panen sama. Logam Fe didominasi oleh spesies resistant sedangkan logam Ca didominasi oleh spesies bioavailable. Kandungan logam dalam tanaman bayam yang tanpa dan penambahan pupuk kandang sapi berturut turut 2.844,627 ± 28,139 mg/kg dan 2.469,281± 16,779 mg/kg  untuk Fe sedangkan, 31.657,305 ± 699,147 mg/kg dan 41.515,559 ± 754,808 mg/kg untuk Ca. Penambahan pupuk kandang sapi pada tanah pertanian mampu meningkatkan kandungan logam Fe dan Ca dalam tanaman bayam, dan juga meningkatkan logam Fe dan Ca yang bioavailable. Kata Kunci: bioavailabilitas,  Ca, Fe, logam, pupuk kandang sapi. The use of cow manure on agricultural soil can improve the condition of the soil, especially increasing its fertility. Apart from being a soil fertilizer, manure can act as a heavy metals binder and reduce their bioavailabilities. This study aimed to determine the effect of manure on the bioavailability of Fe and Ca and their contents in spinach plants. The sequential extraction and wet digestion methods were used to extract the metals from the soil and spinach plants. An AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) instrument was applied to measure the concentration of the extracted metals. In this study, it was found that the distribution patterns of Fe and Ca metals species before planting and at harvesting were the same.  Fe metal was dominated by resistant species, while Ca metal was dominated by bioavailable species. The content of those metals in spinach plants without and the addition of cow manure were 2,844.627 ± 28.139 mg/kg and 2,469.281 ± 16.779 mg/kg for Fe while, 31,657.305 ± 699.147 mg/kg and 41,515.559 ± 754.808 mg/kg for Ca, respectively. The addition of cow manure to the agricultural soils could increase the contents of Fe and Ca metals in spinach plants, and also increased the bioavailable of those metals Keywords: bioavailability, Ca, cow manure, Fe, metals
      PubDate: 2021-07-31
       
  • KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA KATALIS HETEROGEN CaO-BASE DAN PEMANFAATANNYA
           UNTUK KONVERSI MINYAK GORENG BEKAS SECARA SINAMBUNG MENJADI BIODIESEL

    • Authors: I N. Simpen, I M. S. Negara, O. Ratnayani
      Pages: 188 - 194
      Abstract: Penelitian tentang katalis heterogen berbasis CaO dari cangkang kepiting sebagai support yang dimodifikasi dengan K2CO3 dan TiO2 serta pemanfaatnnya untuk konversi minyak goreng bekas secara sinambung menjadi biodiesel telah dilakukan. CaO hasil preparasi dicampurkan dengan K2CO3 dan TiO2 dengan variasi rasio secara reaksi fasa padat. Katalis heterogen yang diperoleh dikarakterisasi luas permukaan spesifik BET dan rerata ukuran partikelnya dengan N2 gas sorption analyzer, keasaman dan kebasaan permukaannya dengan metode titrasi asam basa, serta kristalinitasnya dengan XRD. Katalis dengan karakteristik terbaik diuji aktivitas katalitiknya terhadap yield biodiesel dalam mengonversi minyak goreng bekas dan kandungannya dianalisis menggunakan GC-MS. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik fisiko-kimia katalis optimum diperoleh pada CaO/K2O:TiO2 rasio massa 3:1. Uji aktivitas katalitik untuk konversi minyak goreng bekas menjadi biodiesel diperoleh yield 88,24%, lebih tinggi dari CaO/K2O (65,03%) dan CaO (64,09%). Analisis GC-MS menunjukkan bahwa komposisi biodiesel yang dominan adalah metil ester, yaitu metil laurat, metil meristat, metil palmitoleat, dan metil linoleat. Kata kunci: biodiesel, CaO/K2O:TiO2, katalis heterogen, karakteristik fisiko-kimia, minyak goreng bekas Research about heterogeneous catalyst prepared from CaO of crab shells as support modified with K2CO3 and TiO2 as well as its utilization for converting used cooking oil (UCO) into biodiesel simultaneously has been carried out. Prepared CaO was mixed with K2CO3 and TiO2 with various ratios by using solid state reaction. The BET spesific surface area and the mean particle size of the resulting heterogenous catalyst were characterized by N2 gas sorption analyzer, surface acidity and basicity by base-acid titration method, and crystallinity by XRD. The activity of the catalyst with the best characteristics for converting UCO into biodiesel yield was tested and the chemical contents were analyzed by GC-MS. The results showed that the optimum physico-chemical characteristics of the heterogeneous catalyst was CaO/K2O:TiO2 with mass ratio of 3:1. The catalytic activity of the CaO/K2O/TiO2 catalyst in converting UCO into biodiesel was 88.24%, higher than CaO/K2O catalyst (65.03%) and CaO (64.09%). The results of GC-MS analysis indicated that the chemical contents of biodiesel were dominantly methyl esters, such as methyl laurate, methyl meristate, methyl palmitoleate, methyl palmitate, and methyl linoleate. Keywords: biodiesel, CaO/K2O:TiO2, heterogeneous catalyst, physico-chemical characteristics, used cooking oil
      PubDate: 2021-07-31
       
  • THE INFLUENCE OF KCL CONCENTRATION ON ENCAPSULATION EFFICIENCY OF
           YACON-TUBERS EXTRACT’S CHLOROGENIC ACID

    • Authors: S. Oktaviyanti, I G. M. Sanjaya
      Pages: 195 - 202
      Abstract: Enkapsulasi asam klorogenat ekstrak umbi yakon merupakan salah satu cara untuk melindungi senyawa-senyawa aktif menggunakan paduan polimer alam kappa karagenan-locust bean gum dengan penggunaan ion K+ sebagai pengikat matriks melalui metode gelasi ionik. Pada penelitian ini dilakukan pembentukan gel dari kappa karagenan dan locust bean gum dengan bantuan larutan KCl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan KCl pada pembentukan gel serta efektifitas enkapsulasinya. Bertambahnya konsentrasi larutan KCl juga membuat gel menjadi lebih kaku. Hasil uji menunjukkan bahwa penggunaan larutan KCl 0,3M dapat menghasilkan nilai efisiensi enkapsulasi sebesar 79,44%. Kemiripan spektra IR antara gel kappa karagenan-locust bean gum, asam klorogenat murni dan asam klorogenat terenkapsulasi menunjukkan bahwa asam klorogenat hanya terperangkap secara fisik dalam matriks kappa karagenan-locust bean gum dan perubahan spektra karakteristik dari kappa karagenan dari 1018 cm-1 menjadi 1023,62 cm-1 pada sampel hasil enkapsulasi menunjukkan adanya interaksi antara gugus OH dari locust bean gum dan kappa karagenan. Kata kunci: asam klorogenat; enkapsulasi; kappa karagenan, locust bean gum, Yakon The encapsulation of chlorogenic acid of yacon tuber extract is one way to protect the active compounds using naturals polymers kappa carrageenan-locust bean gum with K+ ions as a matrix binder through the ionic gelation method. This process was carried out by forming a gel from kappa carrageenan and locust bean gum with the help of KCl solution. This encapsulation process has purposes to determine the effect of the concentration of KCl solution on gel formation and the effectiveness of its encapsulation. The test results indicated that the use of 0.3M KCl solution resulted in an encapsulation efficiency value of 79.44%. The bonding between the two polymers and the K+ cation was thought to result in a higher encapsulation effectiveness. The similarity of IR spectra among kappa carrageenan-locust bean gum gel, pure chlorogenic acid and encapsulated chlorogenic acid showed that chlorogenic acid was only trapped physically in the kappa carrageenan-locust bean gum matrix and the shift of kappa carrageenan peak from 1018 cm-1 to 1023,62 cm-1 of the encapsulated sample had shown an interaction between OH groups from locust bean gum and kappa carrageenan. Keywords: chlorogenic acid; encapsulation; kappa carrageenan, locust bean gum, Yacon
      PubDate: 2021-07-31
       
  • EFEK EKSTRAK GLIKOSIDA FLAVONOID BUAH TERONG BELANDA TERHADAP AKTIVITAS
           SUPEROKSIDA DISMUTASE DAN KADAR MALONDIALDEHID PADA JARINGAN HATI TIKUS
           WISTAR DI BAWAH KONDISI STRES

    • Authors: I. A. R. A. Asih, A. A. N. G. W. Pramantha, S. R. Santi
      Pages: 203 - 207
      Abstract: Senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan semakin banyak dieksploitasi dan diteliti sebagai bahan obat-obatan. Terong belanda merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Solanaceae, yang kaya nutrisi serta bermanfaat untuk membantu metabolisme seperti meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat mencegah stres oksidatif karena kandungan glikosida flavonoidnya. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi. Analisis in vivo menggunakan rancangan randomized post-test only control group design dengan 24 ekor tikus Wistar sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, dan diberikan  ekstrak dengan dosis  50 mg/kgBB setelah perenangan selama 90 menit. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak glikosida flavonoid mampu mengobati stres oksidatif dengan menurunkan kadar malondialdehid (MDA) sebesar 14,71% lebih rendah dan meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD) sebesar 53,47% lebih tinggi pada jaringan hati tikus di bawah kondisi stres dibandingkan tanpa diberikan ekstrak glikosida secara signifikan (p<0,05). Kata kunci : MDA, SOD, Solanum betaceum Cav, tikus Wistar Chemical compounds produced by plants have been increasingly exploited and researched as medicinal ingredients. Terong belanda is a plant that belongs to the Solanaceae family, which is rich in nutrients and beneficial for supporting metabolism, such as increasing the body's immunity so that it can prevent oxidative stress, because it contains flavonoid glycoside. Extraction was done by maceration and fractionation. In vivo analysis used a randomized post-test only control group design with 24 Wistar rats as test animals. The test animals were divided into four treatment groups and given the glycoside extract at a dose of 50 mg/kg BW after swimming for 90 minutes. The results showed that the administration of flavonoid glycoside extract was able to treat oxidative stress by reducing malondialdehyde (MDA) levels by 14.71% lower and increasing superoxide dismutase (SOD) activity by 53.47% higher of the rat liver tissue under stress conditions than the one without significantly given the extract (p <0.05). Keywords  : MDA, SOD, Solanum betaceum Cav, Wistar rat
      PubDate: 2021-07-31
       
  • PEMODELAN KOMPUTASI KOMPONEN CIS DAN TRANS METIL OLEAT DALAM BIODIESEL
           YANG DISINTESIS DARI MINYAK KELAPA SAWIT

    • Authors: H. Hasby, N. Nurhafidhah, G. Pamungkas
      Pages: 208 - 214
      Abstract: Biodiesel adalah senyawa Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang dapat disintesis dari minyak nabati, seperti minyak sawit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metil oleat sebagai komponen dominan FAME terhadap kualitas biodiesel yang disintesis dari minyak kelapa sawit berdasarkan hasil eksperimen dan komputasi. Metode sintesis biodiesel meliputi pengujian kadar FFA, proses esterifikasi, dan proses transesterifikasi. Selanjutnya persentase kandungan metil oleat ditentukan dengan menggunakan GC-MS (Chromatography Gas-Massa Spectroscopy). Metode komputasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah DFT/B3LYP/6-31G dengan melakukan optimasi parameter geometris, analisis energi HOMO-LUMO dan energi gap terhadap molekul cis dan trans metil oleat. Hasil sintesis biodiesel pada pengujian kadar FFA dari minyak sawit adalah sebesar 4,022%, sehingga harus dilanjutkan dengan tahap esterifikasi dan transesterifikasi. Biodiesel berwarna kuning keemasan beraroma khas minyak sawit, merupakan produk dari penelitian ini. Pengujian kualitas biodiesel didapatkan hasil pH 3, densitas 852 kg/m3, viskositas 5,9 Mm2/s, bilangan asam 0,28 mg-KOH/g dan titik nyala 1400C, yang telah memenuhi SNI 7028:2015. Hasil karakterisasi dengan menggunakan GC-MS menunjukkan bahwa kandungan metil oleat sebesar 42,72%. Pengaruh keberadaan metil oleat dalam biodiesel tidak hanya meningkatkan kinerja suhu rendah biodiesel, tetapi juga berdampak positif pada stabilitas oksidasi biodiesel. Hasil komputasi menunjukkan bahwa celah energi (energi gap) untuk trans metil oleat dan cis metil oleat, masing-masing sebesar 6.18730069 eV dan 6.09342137 eV ini membuat trans metil oleat sedikit kurang stabil dan kemungkinan lebih reaktif di bandingkan molekul cis metil oleat. Kata kunci: biodiesel, esterifikasi, studi komputasi, transesterifikasi. Biodiesel is a Fatty Acid Methyl Ester (FAME) compound which can be synthesized from vegetable oils, such as palm oil. The purpose of this study was to determine how much influence methyl oleate as the dominant component of FAME had on the quality of biodiesel synthesized from palm oil based on experimental and computational results. Biodiesel synthesis methods include testing FFA levels, esterification process, and transesterification process. Furthermore, the percentage of methyl oleate content was determined using GC-MS (Gas-Mass Chromatography Spectroscopy). The computational method used in this research is DFT/B3LYP/6-31G by performing geometric parameter optimization, energy analysis of HOMO-LUMO and energy gap of cis and trans-methyl oleate molecules. The yield of the biodiesel synthesis in testing the FFA content of palm oil was 4.022%, so it had to be continued with the esterification and transesterification stages. Biodiesel with a distinctive golden yellow aroma of palm oil was the product of this research. The biodiesel quality tests resulted in pH of 3, density of 852 kg/m3, viscosity of 5.9 Mm2/s, acid number of 0.28 mg-KOH/g and flash point of 1400C, that had met SNI 7028: 2015. The characterization results using GC-MS showed that the methyl oleate content was 42.72%. The effect of the presence of methyl oleate in the biodiesel not only increased the low temperature performance, but also had a positive impact on the oxidation stability of the biodiesel. The computation results indicated that the energy gaps for trans methyl oleate and cis methyl oleate were 6.18730069 eV and 6.09342137 eV respectively, made the trans methyl oleate slightly less stable and possibly more reactive than the cis methyl oleate molecule. Keywords: biodiesel, computational studies, esterification, transesterification.
      PubDate: 2021-07-31
       
  • COLON CANCER DRUG DEVELOPMENT STUDY OF ELAGIC ACID DERIVATIVES

    • Authors: L. R. Jannah, I G. M. Sanjaya
      Pages: 215 - 222
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan obat kanker kolon dengan bahan baku senyawa asam Elagat dan turunannya menggunakan metode Hubungan Kuantitatif Struktur-aktivasi (HKSA) dan penambatan molekular. Deskriptor yang dipakai HKSA meliputi deskriptor elektronik, sterik, dan hidrofobik. Karakter dari masing-masing deskriptor dikomputasikan menggunakan software NWchem dan MarvinSketch dengan teori HF (Hartree-Fock). Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan software Autodock Tools dan Biovia. Hasilnya menunjukkan bahwa model persamaan terbaik HKSA senyawa bahan obat dari asam elagat dan turunanya adalah Log P = -7.103 + (-0.005*PSA) + (-0.729*MR) + (0.003*Volume) + (0.002*SA) + (-99.912*Homo) + (-38.893*Lumo)+ (-0.072*MD)+ (0.006*Eh) + (1.409*P) yang diperoleh untuk senyawa 2,3,7-trichloro-8-methoxychromeno[5,4,3-cde]chromene-5,10-dione. Hasil penambatan molekular tersebut memiliki energi ikat sebesar -9.94 kkal/mol dan konstanta inhibisinya 51,54 nM. Kata kunci: asam elagat, HKSA, kanker kolon, penambatan molekular This study aimed to develop a colon cancer drug with a raw material of ellagic acid and its derivatives using the Quantitative Structure-Activity Relationship (QSAR) method and molecular docking. The descriptors used in QSAR were electronic, steric, and hydrophobic descriptors. The characters of each descriptor were computed using NWchem and MarvinSketch software with the HF (Hartree-Fock ) theory. Molecular docking was performed using Autodock Tools and Biovia software. The results show that the best equation of QSAR model for medicinal compounds from ellagic acid and derivatives was Log P = -7.103 + (-0.005 * PSA) + (-0.729 * MR) + (0.003 * Volume) + (0.002 * SA) + (- 99,912 * Homo) + (-38,893 * Lumo) + (-0.072 * MD) + (0.006 * Eh) + (1.409 * P) obtained for 2,3,7-trichloro-8-methoxychromeno [5,4, 3-cde] chromene-5,10-dione compound. The result of molecular docking had a binding energy of -9.94 kcal/mol and an inhibition constant of 51.54 nM. Keywords: colon cncer, ellagic acid, molecular docking, QSAR.
      PubDate: 2021-07-31
       
  • PENGARUH SUHU PENYIMPANAN AIR MINUM PADA BOTOL KEMASAN POLYCARBONATE (PC)
           YANG BEREDAR DI DAERAH GARUT TERHADAP KADAR BISPHENOL-A (BPA) MENGGUNAKAN
           SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET

    • Authors: N. Lubis, D. Soni, M. D. S. Fuadi
      Pages: 223 - 230
      Abstract: Polikarbonat merupakan bahan sintesis hasil reaksi antara bisphenol-A (BPA) dengan phosgene (carbonyl dichloride/ COCl2). Bisphenol-A merupakan zat berbahaya yang dapat bermigrasi dari polikarbonat ke air. Penelitian ini bertujuan untuk mengambil sikap preventif atau pencegahan yaitu dengan menganalisis kadar bisphenol-A (BPA), yang dapat bermigrasi dari kemasan jenis polikarbonat ke dalam air, dengan menggunakan metode analisis spektrofotometri ultraviolet (UV). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pada sampel botol polikarbonat yang disimpan pada suhu ruangan 23oC tidak mengandung bisphenol-A. Sedangkan pada sampel yang disimpan pada suhu paparan sinar matahari berkisar 30oC mengandung bisphenol-A BPC 2 A, BPC 2 B, dan BPC 2 C masing-masing 0,0257 ppm, 0,0211 ppm, dan 0,0234 ppm. Sampel yang ditambahkan air panas pada suhu 100oC mengandung bisphenol-A BPC 3 A, BPC 3 B, BPC 3 C, masing-masing 0,0468 ppm, 0,0495 ppm, dan 0,0445 ppm. Dapat disimpulkan bahwa suhu memberikan pengaruh terhadap migrasi bisphenol-A pada kemasan botol polikarbonat ke air di dalamnya. Hasil kadar bisphenol-A pada sampel botol polikarbonat masih memenuhi syarat batas maksimal 0,6 ppm menurut Peraturan Kepala Badan POM. No HK.03.1.23.07.11.6664. Kata kunci: bisphenol-A, polikarbonat, spektrofotometri UV. Polycarbonate is a synthetic material resulting from a reaction between bisphenol-A (BPA) and phosgene (carbonyl dichloride/ COCl2). Bisphenol-A is a dangerous substance that can migrate from the polycarbonate into water. This study aimed to take a preventive action by analyzing the content of bisphenol-A (BPA), which could migrate from the polycarbonate packaging into the water, using ultraviolet (UV) spectrophotometry. Based on the research conducted, for the sample of polycarbonate bottle stored at room temperature of 23'C, no bisphenol-A contained in the water. Meanwhile, for the samples stored under the sun exposure at temperature of about 30'C, the water contained bisphenol-A BPC 2 A, BPC 2 B, BPC 2 C of 0.0257 ppm, 0.0211 ppm and 0.0234 ppm respectively. Furthermore, for the samples added with hot water at a temperature of 100'C, the water consisted of bisphenol-A BPC 3 A, BPC 3 B, BPC 3 C of 0.0468 ppm, 0.0495 ppm, and 0.0445 ppm respectively. It could be concluded that the temperature influenced the migration of bisphenol-A from the polycarbonate bottles into the water stored in the bottles. The bisphenol-A levels in the sample of polycarbonate bottles still met the maximum limit of 0.6 ppm according to the Regulation Head of POM. No HK.03.1.23.07.11.6664. Key words: bisphenol-A, polycarbonate, UV spectrophotometry.
      PubDate: 2021-07-31
       
  • TENGGULUN LEAF EXTRACT TOXICITY (Protium javanicum Burm. F) WITH BRINE
           SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) METHOD

    • Authors: N. M. Puspawati, I K. D. Yasa, I. A. R. A. Asih
      Pages: 231 - 236
      Abstract: Tumbuhan tenggulun (Protium javanicum Burm F.) secara tradisional telah digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti batuk, perut nyeri, diare, dan radang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan toksisitas ekstrak n-heksana, etil asetat, n-butanol daun tenggulun terhadap larva Artemia salina L dan mengidentifikasi senyawa aktifnya. Toksisitas ekstrak ditentukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan identifikasi senyawa aktifnya dengan LCMS/MS (Liquid Chromatography tandem Mass Spectrometry/Mass Spectrometry). Maserasi 1000 g daun tenggulun dengan metanol menghasilkan 116,9936 g ekstrak kasar metanol. Partisi ekstrak kasar metanol memakai pelarut n-heksana,  etil asetat, dan n-butanol masing-masing menghasilkan ekstrak kental n-heksana,  etil asetat, dan n-butanol. Hasil uji toksisitas terhadap ektrak n-heksana, etil asetat, dan n-butanol diperoleh nilai LC50 sebesar 218,78; 134,90; dan 223,87 ppm. Ekstrak etil asetat menunjukkan toksisitas yang relatif lebih tinggi dibandingkan ekstrak lainnya. Pemisahan senyawa aktif pada ektrak etil asetat dilakukan dengan metode kromatografi vakum cair (KVC) dengan fase diam silika gel dan fase gerak (n-heksana 100% sampai metanol 100 %) menghasilkan 5 fraksi (FA, FB, FC, FD, dan FE). Toksisitas tertinggi pada konsentrasi uji 100 ppm ditunjukkan oleh FA dengan persentase kematian larva 83,33%. Hasil analisis spectra LC-MS/MS dari fraksi aktif ekstrak etil asetat daun tenggulun FA menunjukkan adanya kandungan senyawa aktif yang diduga sebagai benzodioxepin-7-yl-7H-furo[3,2-g]chromen-7-one dan 10-(1,3-benzodioxol-5-yl)-9H-[2]benzofuro[6,5-g][1,3]benzodioxol-7-one. Kata kunci: Tenggulun (Protium javaniccum Burm F), toksisitas, Brine Shrimp Lethality Test, LC-MS/MS Tenggulun (Protium javanicum Burm F.) plant has traditionally been used to treat various diseases such as coughing, stomach aches, diarrhea, and inflammation. This studyaims to determine the toxicity of n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol of the tenggulun leaves extracts against Artemia salina L larvae and identify its active compounds. Toxicity test was performed using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method and identification with LCMS/MS (Liquid Chromatography tandem Mass Spectrometry/Mass Spectrometry. Maceration of 1000 g of tenggulun leaves powder with methanol produced 116.9936 g of crude methanol extract. The crude methanol extract was then partitioned inton-hexane, ethyl acetate, and n-butanol extracts respectively. The toxicitytest resultsexpressed as LC50 value for the n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol extractswere 218.78, 134.90, and 223.87 ppm respectively. This result suggested that the ethyl acetate extract showed relatively higher toxicity than the others. The separation of the active compound in the ethyl acetate extract was carried out by the vacuum liquid chromatography (VLC) method producing 5 combined fractions (FA, FB, FC, FD, and FE).The highest toxicity at 100 ppm was shown by FA with a percentage mortality of 83.33%. The analysis of LC-MS/MS data showed that the active fraction of the ethyl acetate extract of the tenggulun leaves  FA contained terpenoid compounds that tentatively assigned as benzodioxepin-7-yl-7H-furo [3,2 -g] chromen-7-one and 10-(1,3-benzodioxol-5-yl)-9H-[2]benzofuro[6,5-g][1,3]benzodioxol-7-one. Keywords: Tenggulun (Protium javanicum Burm F), toxicity, BSLT, LCMS/MS
      PubDate: 2021-07-31
       
  • PENGARUH WAKTU POLIMERISASI TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT
           POLIPIROL/KARBON AKTIF (PPy/KA) DARI TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI ELEKTRODA
           SUPERKAPASITOR

    • Authors: M. Celcilia, I. Syahbanu, A. B. Aritonang
      Pages: 237 - 243
      Abstract: Komposit polipirol/karbon aktif tempurung kelapa (PPy/KA) telah berhasil disintesis dengan menggunakan metode polimerisasi in-situ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu polimerisasi terhadap konduktivitas dan kapasitansi dari komposit PPy/KA. Tempurung kelapa dikarbonisasi pada suhu 250oC selama 2 jam dan diaktivasi dengan KOH 50%. Waktu polimerisasi yang digunakan pada sintesis PPy/KA yaitu 2 jam, 4 jam, 6 jam, dan 24 jam. Hasil karakterisasi menunjukkan karbon aktif tempurung kelapa yang diperoleh memenuhi syarat SNI 06-3730-1995. Hasil karakterisasi dari FTIR menunjukkan terjadi pergeseran serapan vibrasi ulur N-H pada 3433,29 cm-1, vibrasi ulur C=C pada 1558,48 cm-1 dan C-H out of plane pada 933,55 cm-1 pada PPy,  menjadi 3448,72 cm-1; 1566,48 cm-1 dan 925,83 cm-1 pada komposit PPy/KA. Pergeseran serapan ini menunjukkan adanya interaksi antara PPy dengan karbon aktif. Dari data hasil pengukuran dengan LCR-meter dan multimeter menunjukkan bahwa nilai kapasitansi dan konduktivitas terbaik diperoleh pada komposit PPy/KA variasi 4 jam yaitu nilai tegangan sebesar 0,535 V, nilai kapasitansi sebesar 59,17  dengan waktu pengisian selama 200 detik dan waktu pelepasan selama 1994 detik. Kata Kunci: karbon aktif, komposit PPy/KA, polipirol, waktu polimerisasi. Composite of polypyrrole/ coconut shell activated carbon (PPy/ KA) has been successfully synthesized by in-situ polymerization method. The aim of this research was to determine the effect of polymerization time on the conductivity and capacitance of PPy / KA composites. The coconut shell was carbonized at 250oC for 2 hours and activated with 50% KOH. The polymerization time for PPy/KA synthesis was 2 hours, 4 hours, 6 hours, and 24 hours. The characterization results of the coconut shell activated carbon have met the national standard of SNI 06-3730-1995. The results from FTIR characterization showed that there was a shift in the absorption vibration of N-H stretching at 3433,29 cm-1,  C=C stretching at 1558,48 cm-1 and C-H out of plane at 933,55 cm-1 for PPy, shifted to 3448,72 cm-1; 1566,48 cm-1 and 925,83 cm-1 for PPy/KA composite. This indicated that there were interaction between KA and PPy.  From the data measurement using LCR-meter and multimeter showed that the best capacitance and conductivity values ''were obtained in the 4-hour variation PPy / KA composites. Voltage and capacitance measurement showed 0.535 V and 59.17 'F, respectively, with a charging time of 200 seconds and discharging time of 1994 seconds. Keywords: activated carbon, polymerization time, polypyrrole, PPy/KA composite.
      PubDate: 2021-07-31
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 35.172.217.174
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-