Publisher: Universitas Udayana (Total: 64 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 64 of 64 Journals sorted alphabetically
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences     Open Access   (Followers: 3)
Agrotrop : J. on Agriculture Science     Open Access   (Followers: 1)
Archive of Community Health     Open Access   (Followers: 1)
Buletin Studi Ekonomi     Open Access   (Followers: 2)
Buletin Veteriner Udayana     Open Access   (Followers: 1)
Bumi Lestari J. of Environment     Open Access  
Cakra Kimia (Indonesian E-J. of Applied Chemistry)     Open Access  
COPING (Community of Publishing in Nursing)     Open Access   (Followers: 1)
E-J. of Cultural Studies     Open Access   (Followers: 1)
e-J. of Linguistics     Open Access   (Followers: 3)
E-J. of Tourism     Open Access   (Followers: 8)
E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (J. of Tropical Agroecotechnology)     Open Access  
E-Jurnal Akuntansi     Open Access  
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana     Open Access  
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana     Open Access  
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana     Open Access  
E-Jurnal Medika Udayana     Open Access  
Ecotrophic : J. of Environmental Science     Open Access  
Indonesia Medicus Veterinus     Open Access  
Indonesian J. of Legal and Forensic Sciences     Open Access  
Intisari Sains Medis     Open Access  
Intl. J. of Engineering and Emerging Technology     Open Access  
itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan     Open Access  
J. of Food Security and Agriculture     Open Access   (Followers: 1)
J. of Health Sciences and Medicine     Open Access  
J. of Marine and Aquatic Sciences     Open Access   (Followers: 2)
J. of Veterinary and Animal Sciences     Open Access  
JBN (Jurnal Bedah Nasional)     Open Access  
Jurnal Analisis Pariwisata     Open Access  
Jurnal Arsitektur Lansekap     Open Access  
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)     Open Access  
Jurnal Biologi Udayana     Open Access  
Jurnal Destinasi Pariwisata     Open Access  
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan     Open Access  
Jurnal Energi Dan Manufaktur     Open Access  
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian J. of Ergonomic)     Open Access  
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis     Open Access  
Jurnal Ilmiah Mahasiswa SPEKTRUM     Open Access  
Jurnal Ilmiah Merpati (Menara Penelitian Akademika Teknologi Informasi)     Open Access  
Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan (Veterinary Science and Medicine J.)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmu Komputer     Open Access  
Jurnal IPTA     Open Access  
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas     Open Access  
Jurnal Kimia (J. of Chemistry)     Open Access  
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law J.)     Open Access  
Jurnal Master Pariwisata (J. Master in Tourism Studies)     Open Access  
Jurnal Matematika     Open Access  
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri     Open Access  
Jurnal Spektran     Open Access  
Jurnal Udayana Mengabdi     Open Access  
Jurnal Veteriner     Open Access   (Followers: 1)
Kertha Patrika     Open Access  
Lingual : J. of Language and Culture     Open Access  
Linguistika : Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi     Open Access  
Majalah Ilmiah Peternakan     Open Access   (Followers: 1)
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro : J. of Electrical Technology     Open Access   (Followers: 1)
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan     Open Access  
Piramida     Open Access  
Public Health and Preventive Medicine Archive     Open Access   (Followers: 1)
Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (J. of The Built Environment)     Open Access  
Simbiosis : J. of Biological Sciences     Open Access  
Sport and Fitness J.     Open Access   (Followers: 4)
Udayana J. of Law and Culture     Open Access  
Similar Journals
Journal Cover
Indonesia Medicus Veterinus
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2301-7848
Published by Universitas Udayana Homepage  [64 journals]
  • Shedding Virus Vaksin Flu Burung Subtipe (H5N1) Isolat Dari Bali Tidak
           Ditemukan Pascavaksinasi Ayam Petelur

    • Authors: Gusti Ayu Yuniati Kencana, Tri Komala Sari, Dhyana Ayu Manggala Wijaya, I Nyoman Suartha, Anak Agung Sagung Kendran
      Pages: 830 - 841
      Abstract: Flu burung atau Avian influenza (AI) merupakan penyakit viral akut yang sudah tersebar luas di seluruh dunia, dan saat ini bersifat endemik di Indonesia.  Avian Influenza digolongkan penyakit menular strategis prioritas karena bersifat zoonosis berbahaya yang dapat menyerang unggas dan mamalia maupun manusia. Unggas yang diternakkan secara massal lebih rentan terserang avian influenza, seperti ayam petelur, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan vaksinasi. Virus avian influenza mudah mengalami mutasi sehingga tidak dapat dikenali oleh antibodi yang sudah ada di dalam tubuh unggas, oleh karena itu perlu untuk selalu dilakukan pengembangan vaksin, contohnya adalah vaksin avian influenza subtipe H5N1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah vaksin AI-H5N1 isolat dari Bali dapat digunakan pada peternakan ayam komersial dengan melihat kemamampuannya menekan shedding virus. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 20 sampel swab kloaka secara acak dari 40 ekor ayam petelur yang sudah divaksin Avian Influenza subtipe  H5N1 isolat dari Bali. Sampel swab selanjutnya diinokulasikan  pada telur ayam berembrio melalui ruang alantois, diinkubasi dalam inkubator suhu 370C. Setelah 2-3 hari pascainokulasi, cairan alantois dipanen dan dilakukan uji HA/HI. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukannya shedding virus vaksin AI-H5N1 isolat dari Bali, ditandai dari semua sampel swab yang diambil pada periode 1-4 minggu pascavaksinasi menunjukkan hasil negatif pada uji HA.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.830
       
  • Suplementasi Madu Trigona Tidak Meningkatkan Kadar Gula Darah Anjing
           Penderita Dermatitis

    • Authors: Ananda Agung Dextra Heparandita, Anak Agung Gde Oka Dharmayudha, Iwan Harjono Utama, I Nyoman Suartha, Luh Made Sudimartini
      Pages: 842 - 850
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi madu trigona cair dan kapsul terhadap kadar gula darah anjing penderita dermatitis.  Menggunakan 14 ekor anjing lokal bali jantan dan betina berumur 2-6 bulan yang dibagi menjadi tiga perlakuan, yakni kontrol, madu trigona cair 5 mL/ekor/hari dan madu trigona kapsul 110 mg/ekor/hari.  Variabel yang diamati adalah kadar gula darah. Kadar gula darah diukur menggunakan glukometer yang kemudian dianalisis pada minggu ke-0, 1, 2, 3, 4, 5.  Rancangan yang digunakan berupa rancangan acak lengkap (RAL) pola berjenjang.  Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji sidik ragam model split plot in time.  Berdasarkan hasil penelitian, rerata kadar gula darah anjing penderita dermatitis dengan perlakuan kontrol yaitu 71,36±9,00 mg/dL.  Rerata kadar gula darah anjing penderita dermatitis setelah perlakuan madu trigona cair yaitu 72,83±17,12 mg/dL dan rerata kadar gula darah anjing penderita dermatitis setelah perlakuan madu trigona kapsul yaitu 82,85±4,31 mg/dL.  Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kadar gula darah dari perlakuan kontrol, perlakuan yang diberi madu trigona cair 5 mL/ekor/hari dan perlakuan yang diberi madu trigona kapsul 0,1 mg/ekor/hari.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.842
       
  • Pemberian Salep Ekstrak Daun Kersen, Efektif Meningkatkan Proses
           Angiogenesis Pada Kesembuhan Luka Insisi Kulit Mencit Hiperglikemia

    • Authors: Laras Ayu Nadira, Anak Agung Gde Jayawardhita, Anak Agung Ayu Mirah Adi
      Pages: 851 - 860
      Abstract: Kesembuhan luka pada penderita hiperglikemia akan lebih lambat dari kesembuhan luka normal yang disebabkan oleh tingginya kadar glukosa di dalam darah, sehingga menurunkan aliran darah dan memperlambat proses mengeringnya luka.  Dalam upaya penyembuhan luka yang dikomplikasi dengan hiperglikemia, dapat dilakukan dengan penggunaan pengobatan tradisional, salah satunya dengan ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.).  Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh pemberian salep ekstrak daun kersen terhadap percepatan kesembuhan luka insisi kulit mencit yang mengalami hiperglikemia melalui pengamatan proses angiogenesis.  Penelitian ini menggunakan sebanyak 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan sebagai hewan coba yang dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, (T0) dengan konsentrasi ekstrak daun kersen 0%, (T1) 30%, (T2) 40%, dan (T3) 50%.  Mencit diinduksi menggunakan aloksan (150 mg/kg BB, intraperitonial) agar hiperglikemia, kemudian diinsisi di punggung dengan panjang luka ± 1,5 cm dan kedalaman ± 2 mm hingga mencapai subcutan.  Selanjutnya diberikan perlakuan menggunakan salep ekstrak daun kersen secara topikal selama 5 hari, lalu dibiopsi pada hari ke-6.  Proses penyembuhan luka diamati pada preparat histopatologi berdasarkan hasil angiogenesis, lalu dilakukan perhitungan rerata jumlah pembuluh darah pada masing-masing perlakuan.  Hasil yang didapatkan adalah pemberian salep ekstrak daun kersen pada luka insisi kulit mencit hiperglikemia terbukti dapat meningkatkan proses angiogenesis, dilihat dari hasil perbandingan rerata jumlah pembuluh darah antara keempat kelompok perlakuan.  Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak daun kersen 50% terbukti memiliki rerata jumlah pembuluh darah hasil proses angiogenesis yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 0%, 30%, dan 40% sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka insisi kulit mencit yang mengalami hiperglikemia.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.851
       
  • Prevalensi Infeksi Eimeria spp. yang Tinggi pada Kambing yang Dipelihara
           di Kota Denpasar

    • Authors: Pandu Adjie Pamungkas, Ida Ayu Pasti Apsari, Sri Kayati Widyastuti
      Pages: 861 - 868
      Abstract: Ternak kambing digemari peternak karena manajemen pemeliharaannya relatif mudah dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.  Kota Denpasar diketahui sebagai salah satu daerah yang sedang mengembangkan peternakan kambing.  Ternak kambing harus didukung oleh sistem pemeliharaan yang memadai karena kambing dapat diserang oleh berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Eimeria spp.  Terdapat beberapa faktor risiko yang memengaruhi prevalensi Eimeria spp.  diantaranya: umur, jenis kelamin, ras serta sistem perkandangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Eimeria spp. pada kambing yang dipelihara di Kota Denpasar serta kaitannya dengan faktor risiko.  Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 150 sampel berupa feses yang diambil dari 210 kambing yang dipelihara di kota Denpasar.  Metode pemeriksaan feses yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode apung dan data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji chi-square.  Pada penelitian ini umur kambing dibagi menjadi umur muda ('1 tahun) dan umur dewasa (>1 tahun), jenis kelamin dibagi menjadi jantan dan betina, ras kambing dibagi menjadi etawa, peranakan etawa dan kacang dan sistem perkandangan yang digunakan adalah kandang beralaskan tanah dan kandang panggung.  Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi Eimeria spp. pada kambing yang dipelihara di Kota Denpasar adalah sebesar 92,7%.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.861
       
  • Kadar Nitrogen Urea Darah dan Kreatinin Ayam Pedaging yang Diberikan
           Tambahan Tepung Belatung Lalat Hitam dalam Pakan Komersial

    • Authors: Kurniawan Cahyo Utomo, I Nyoman Sulabda, Hamong Suharsano
      Pages: 869 - 876
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Blood Urea Nitrogen (BUN) dan kreatinin dalam darah broiler setelah diberi pakan tambahan tepung belatung Black Soldier Fly (Hemetia illucens).  Objek penelitian adalah broiler (Gallus domesticus) galur CP 707 sebanyak 24 ekor yang dipelihara mulai dari Day Old Chick (DOC) dan mulai diberi perlakuan pada umur 14-35 hari. Broiler dikelompokkan menjadi empat perlakuan yaitu:  perlakuan kontrol tanpa pemberian tepung belatung (P0);  perlakuan dengan penambahan tepung belatung 1% dalam pakan (P1); perlakuan dengan penambahan tepung belatung 2% dalam pakan (P2); dan perlakuan dengan penambahan tepung belatung 3% dalam pakan (P3).  Variabel yang diamati adalah kadar BUN dan kreatinin darah broiler dengan pengambilan sampel darah melalui vena Pectoralis externa, kemudian dimasukkan ke dalam tabung vacutainer Serum Separator Tube (SST) non-EDTA dan sampel darah diperiksa menggunakan alat photometer 5010 di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali.  Hasil menunjukkan rata-rata kadar BUN ayam pedaging P0, P1, P2, P3 berturut-turut adalah 3,10 mg/dL, 2,83 mg/dL, 3,62 mg/dL, 3,98 mg/dL. Rata-rata kadar kreatinin ayam pedaging P0, P1, P2, P3 berturut-turut adalah 0,68 mg/dL, 0,68 mg/dL, 0,70 mg/dL, 0,70 mg/dL.  Data BUN dan kreatinin dianalisis dengan uji sidik ragam dan menunjukkan hasil bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar BUN dan kreatinin darah broiler sehingga pemberian tepung belatung dalam pakan komersil masih relatif aman.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.869
       
  • Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Ayam Pedaging yang diberi Tepung
           Belatung sebagai Pakan Tambahan Ransum

    • Authors: Barata Sultan Lubis, Ida Bagus Komang Ardana, Siswanto Siswanto
      Pages: 877 - 886
      Abstract: Tepung belatung Hermetia illucens memiliki kandungan protein 37,31% dan lemak 39,05%, sehingga dapat digunakan sebagai pakan tambahan dalam ransum.  Sebagai bahan yang kaya dengan protein dan lemak, belatung black soldier fly (BSF) baik pula hubungannya dengan pembentukan sel darah putih (leukosit).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total leukosit dan diferensial leukosit ayam pedaging yang diberi tepung belatung sebagai pakan tambahan dalam ransum.  Sebanyak 24 ekor ayam pedaging jantan digunakan dalam penelitian ini.  Ayam pedaging dikelompokkan menjadi empat sesuai dengan perlakuan: perlakuan P0 (kontrol), perlakuan P1 (1% dari pakan komersial), perlakuan P2 (2% dari pakan komersial), dan perlakuan P3 (3% dari pakan komersial).  Perlakuan diberikan mulai hari ke-14 sampai hari ke-35.  Sampel darah diambil dari vena pectoralis sebanyak 3 mL pada hari ke-36.  Jumlah leukosit dan diferensial leukosit dihitung menggunakan auto hematology analyzer.  Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam satu arah.  Hasil penelitian menunjukkan total leukosit 81,92-97,98×103/µL, persentase heterofil 28,50-37,50%, persentase eosinofil 0%, persentase basofil 0%, persentase limfosit 51,67-64,17%, dan persentase monosit 7,33-10,83%.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung belatung ke dalam pakan komersial meningkatkan total leukosit, persentase limfosit, dan menekan persentase heterofil ayam pedaging.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.877
       
  • Kadar Globulin Serum Sapi Bali (Bos sondaicus) Pascatransportasi ke Rumah
           Potong Hewan, Pesanggaran, Denpasar, Bali

    • Authors: Rizky Permana, Iwan Harjono Utama, I Nyoman Sulabda
      Pages: 887 - 895
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak transportasi terhadap perubahan kadar globulin serum darah sapi bali pascatransportasi dari Pasar Hewan Beringkit menuju Rumah Potong Hewan Pesanggaran, Denpasar dengan jarak tempuh 21 km.  Transportasi dapat mengakibatkan terjadinya stres dan dehidrasi.  Untuk mendiagnosis terjadinya stres dapat dilakukan dengan uji biokimia.  Uji biokimia yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengukur kadar globulin serum dalam darah.  Objek yang digunakan adalah sapi bali jantan yang belum diistirahatkan setelah transportasi sebanyak 20 ekor di Rumah Pemotongan Hewan Pesanggaran Denpasar.  Darah di ambil melalui vena auricularis dan dimasukan ke tabung vacutainer yang berisi gel separator.  Sampel darah dibawa ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali untuk segera dilakukan pemeriksaan kadar globulin serum menggunakan mesin Photometer 5010V5+.  Kadar globulin serum dari sampel yang telah diperiksa memiliki kadar terendah 1,6 g/dL dan tertinggi 5,1 g/dL dengan rata-rata 2,8 g/dL.  Dari hasil penelitian kadar globulin serum sapi bali pascatransportasi terhitung lebih rendah dari kadar normal sapi ras lain. 
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.887
       
  • Waktu Munculnya Birahi Pascamelahirkan pada Sapi Bali di Desa Galungan,
           Sawan, Buleleng, Bali

    • Authors: Putu Mira Yudiani, I Gusti Ngurah Bagus Trilaksana, Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi
      Pages: 896 - 907
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu munculnya birahi pascamelahirkan/estrus postpartum pada sapi bali yang dipelihara di Desa Galungan.  Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2020 hingga Februari 2021 di Desa Galungan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali.  Penelitian ini menggunakan 91 ekor sapi betina (primipara dan pluripara).  Data yang didapat kemudian ditabulasikan dan dianalisis secara deskriptif.  Hasil analisis didapat bahwa manajemen kandang oleh peternak sapi bali di Desa Galungan yaitu kandang tunggal sebanyak 93,38%, kandang terbuka 69,42%, dan tidak adanya pejantan yaitu 52,06%.  Rata-rata estrus postpartum kelahiran pertama yaitu 3,8 ± 1,55 bulan, kelahiran kedua yaitu 3,52 ± 1,48 bulan, kelahiran ketiga yaitu 3,37 ± 1,46 bulan, kelahiran keempat yaitu 3,36 ± 1,42 bulan, kelahiran kelima yaitu 3,35 ± 1,32 bulan, kelahiran keenam yaitu 3,42 ± 1,07 bulan, kelahiran ketujuh yaitu 3,75 ± 1,32 bulan, dan kelahiran kedelapan yaitu 4,33 ± 1,67 bulan.  Kelahiran kedua hingga kelima pada estrus postpartum lebih cepat dibandingkan kelahiran pertama, dan estrus postpartum keenam hingga kedelapan mulai lambat.  Komposisi pakan yang diberikan oleh peternak ke sapi-sapi mereka yaitu 50% rumput gajah, 19% rumput sertaria, dan 15% daun gamal.  Sebagian besar peternak hanya mengandalkan pakan hijauan dan tidak menggunakan pakan tambahan.  Rata-rata estrus postpartum kelahiran pertama hingga kelahiran kedelapan pada sapi bali di Desa Galungan yaitu 3,6 ± 1,50 bulan sehingga tergolong terjadi keterlambatan munculnya estrus postpartum (anestrus postpartum).
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.896
       
  • Jenis Cacing dan Prevalensi Infeksi Trematoda pada Gajah Sumatera di
           Tempat Penangkaran Desa Bakas dan Desa Taro, Bali

    • Authors: Kadek Adya Arsa Wisana, Ida Bagus Made Oka, Nyoman Adi Suratma
      Pages: 908 - 916
      Abstract: Gajah Sumatera merupakan satwa asli dari Pulau Sumatera yang keberadaan populasinya terancam punah. Gajah Sumatera rentan terhadap penyakit parasit seperti cacing, yang dapat hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cacing Trematoda pada gajah sumatera di Bakas Elephant Tour dan Taro Elephant Safari Park, Bali. Sampel feses yang digunakan sebanyak 39 yang terdiri dari 8 sampel dari Bakas Elephant Tour dan 31 sampel dari Taro Elephant Safari Park. Identifikasi telur cacing dilakukan dengan pemeriksaan feses menggunakan metode Parfitt and Banks dengan modifikasi. Jenis cacing yang ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan feses adalah cacing kelas Trematoda yaitu Paramphistomum sp. dan Fasciola sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi Trematoda pada gajah sumatera di Bakas Elephant Tour dan Taro Elephant Safari Park adalah 17,94%. Berdasarkan lokasinya, prevalensi di Bakas adalah 0% dan di Taro Elephant Safari Park adalah 22,58%.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.908
       
  • Isolasi dan Identifikasi Klebsiella sp. Asal Rongga Hidung Babi Penderita
           Porcine Respiratory Disease Complex

    • Authors: Nelci Elizabeth Bolla, I Gusti Ketut Suarjana, Ketut Tono Pasek Gelgel
      Pages: 917 - 925
      Abstract: Penyakit saluran pernapasan pada babi dikenal dengan nama porcine respiratory disease complex (PRDC).  Penyakit ini disebabkan oleh berbagai agen penyakit antara lain bakteri, virus, dan parasit atau gabungan agen tersebut sehingga dikenal sebagai multi microbial disease.  Klebsiella sp. merupakan salah satu bakteri yang berpotensi patogen menyebabkan terjadinya PRDC pada babi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Klebsiella sp. yang berpotensi patogen pada saluran pernapasan atas babi penderita PRDC.  Penelitian ini menggunakan sampel swab rongga hidung babi yang menunjukkan gejala klinis penyakit saluran pernapasan atas dengan jumlah 21 sampel yang berasal dari Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan.  Isolasi Klebsiella sp. dilakukan pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) dan Sheep Blood Agar (SBA).  Identifikasi bakteri selanjutnya dilakukan dengan pewarnaan Gram, uji katalase, uji oksidase, Triple Sugar Iron Agar (TSIA), Sulfide Indole Motility (SIM), Methyl Red Voges Proskauer (MRVP), Simmon Citrate Agar (SCA) dan uji gula-gula seperti sukrosa, laktosa, glukosa, dan manitol.  Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabung Eppendorf, cotton swab, cool box, masker, hands glove, cawan petri, hot plate, magnetic stirrer, inkubator, autoclave, osse, laminar air flow, bunsen, gelas beker, labu Erlenmeyer, tabung reaksi, objek gelas, mikroskop, kertas label, timbangan digital, aluminium foil, kamera, gunting dan alat tulis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 21 sampel yang diisolasi, tiga sampel menunjukkan hasil positif bakteri Klebsiella sp. dengan kemungkinan spesies yaitu K. Pneumoniae.  Dapat disimpulkan bahwa ditemukan bakteri Klebsiella sp. pada saluran pernapasan atas babi penderita PRDC sebanyak 14% (tiga dari 21 sampel) yang berasal dari Kabupaten Badung.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.917
       
  • Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan Hematuria karena Urolithiasis
           dengan Manajemen Diet dan Suplemen Glukosamin

    • Authors: Sarah Humaira, Sri Kayati Widyastuti, I Wayan Batan
      Pages: 926 - 935
      Abstract: Hewan kasus adalah seekor kucing bernama Pang-Pang ras Mix Persia, berjenis kelamin jantan, berumur 1 tahun dengan berat badan 3.5 kg. Hewan kasus menunjukkan gejala klinis kencing berdarah, volume urinnya sedikit disertai kesakitan saat urinasi. Urin berwarna merah, keruh dan berbau pesing yang tajam. Pemeriksaan kimia urin menunjukkan pH 6, leukosit (-), protein trace, bilirubin (-), urobilinogen (1+), eritrosit (4+), keton (-), glukosa (2+), nitrit normal dan berat jenis 1.040. Pada pemeriksaan sedimen urin ditemukan adanya eritrosit dan kalkuli yaitu struvite dan calcium oxalate. Selain itu, pemeriksaan radiografi menunjukkan pembesaran pada vesika urinaria. Berdasarkan serangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, hewan didiagnosis menderita urolithiasis. Terapi yang diberikan berupa antibiotik cefotaxime (0.8 mL iv q24h) dosis 22mg/kg BB dengan sedian 100 mg/mL, terapi cairan menggunakan Ringer's Lactate, dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, glucosamine (2 caps/day po q12h), dan pemberian pakan rendah magnesium untuk kucing. Perawatan selama 7 hari menunjukkan perubahan positif yang signifikan, yaitu bisa urinasi dengan normal dan tidak adanya hematuria.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.926
       
  • Laporan Kasus: Pembesaran Jantung pada Anjing Beagle Jantan Disertai
           dengan Asites

    • Authors: Sri Wahyuningsih, I Wayan Batan, I Gusti Made Krisna Erawan, I Putu Cahyadi Putra
      Pages: 936 - 945
      Abstract: Asites merupakan penumpukan cairan yang berlebihan pada cavum abdomen.  Seekor anjing ras beagle bernama Buddy, umur 1 tahun 8 bulan, jenis kelamin jantan, bobot 13,2 kg dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana pada tanggal 9 Oktober 2020 dengan keluhan abdomen membesar sejak dua hari sebelumnya, lesu, nafsu makan menurun.  Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan anjing kasus terlihat lesu, saat berjalan terlihat terengah-engah, abdomen membesar, mukosa mulut pucat, capillary refill time (CRT) lebih dari 2 detik.  Pemeriksaan penunjang yang digunakan adalah pemeriksaan radiografi yang menunjukkan adanya penumpukan cairan pada rongga abdomen dan di luar peritoneum, jantung berbentuk bulat dan terlihat radiopaq, apex jantung tidak terlihat dan pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) menunjukkan anjing kasus mengalami anemia mikrositik, hiperkromik, limfositosis, dan penurunan jumlah granulosit.  Anjing didiagnosis mengalami asites yang dicurigai berkaitan dengan gangguan pada jantung.  Pengobatan yang diberikan pada anjing kasus yaitu antibiotik yang mengandung amoxicilin dan clavunamate potassium (dosis 13,75 mg/kgBB) dua kali sehari selama tujuh hari, furosemide (dosis 0,5 mg/kgBB) dua kali sehari selama tujuh hari, dan digoxin (0,011 mg/kgBB) satu kali sehari selama delapan hari.  Setelah 11 hari perawatan anjing kasus sudah sangat membaik, tidak menunjukkan gejala sebelumnya seperti abdomen yang membesar, lesu dan nafsu makan yang menurun.  Pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan fungsi hati dan EKG, disarankan untuk mengetahui penyebab asites anjing kasus secara pasti.
      PubDate: 2021-11-30
      DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.936
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 54.83.119.159
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-