Publisher: Universitas Udayana (Total: 68 journals)   [Sort alphabetically]

Showing 1 - 68 of 68 Journals sorted by number of followers
E-J. of Tourism     Open Access   (Followers: 11)
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 10)
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan     Open Access   (Followers: 7)
Sport and Fitness J.     Open Access   (Followers: 5)
Advances in Tropical Biodiversity and Environmental Sciences     Open Access   (Followers: 5)
e-J. of Linguistics     Open Access   (Followers: 4)
Buletin Studi Ekonomi     Open Access   (Followers: 4)
Buletin Veteriner Udayana     Open Access   (Followers: 3)
J. of Marine and Aquatic Sciences     Open Access   (Followers: 2)
Agrotrop : J. on Agriculture Science     Open Access   (Followers: 2)
J. of Food Security and Agriculture     Open Access   (Followers: 2)
Majalah Ilmiah Peternakan     Open Access   (Followers: 2)
Simbiosis : J. of Biological Sciences     Open Access   (Followers: 2)
E-Jurnal Medika Udayana     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Master Pariwisata (J. Master in Tourism Studies)     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian J. of Ergonomic)     Open Access   (Followers: 2)
E-J. of Cultural Studies     Open Access   (Followers: 2)
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro : J. of Electrical Technology     Open Access   (Followers: 2)
J. of Veterinary and Animal Sciences     Open Access   (Followers: 1)
Linguistika : Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
COPING (Community of Publishing in Nursing)     Open Access   (Followers: 1)
itepa : Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan     Open Access   (Followers: 1)
Humanis : J. of Arts and Humanities     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (J. of Tropical Agroecotechnology)     Open Access   (Followers: 1)
J. of Health Sciences and Medicine     Open Access   (Followers: 1)
E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis     Open Access   (Followers: 1)
Archive of Community Health     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Matematika     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan     Open Access   (Followers: 1)
Indonesia Medicus Veterinus     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Veteriner     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law J.)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Spektran     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan (Veterinary Science and Medicine J.)     Open Access   (Followers: 1)
Public Health and Preventive Medicine Archive     Open Access   (Followers: 1)
Bumi Lestari J. of Environment     Open Access  
E-Jurnal Akuntansi     Open Access  
Jurnal Biologi Udayana     Open Access  
Jurnal Farmasi Udayana     Open Access  
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)     Open Access  
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri     Open Access  
Piramida     Open Access  
Jurnal Kimia (J. of Chemistry)     Open Access  
Indonesian J. of Legal and Forensic Sciences     Open Access  
Kertha Patrika     Open Access  
Jurnal Destinasi Pariwisata     Open Access  
Lingual : J. of Language and Culture     Open Access  
Jurnal Arsitektur Lansekap     Open Access  
Buletin Fisika     Open Access  
Intl. J. of Engineering and Emerging Technology     Open Access  
Jurnal Analisis Pariwisata     Open Access  
Udayana J. of Law and Culture     Open Access  
J. of Electrical, Electronics and Informatics     Open Access  
Jurnal IPTA     Open Access  
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas     Open Access  
Jurnal Ilmu Komputer     Open Access  
Lontar Komputer : Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi     Open Access  
JBN (Jurnal Bedah Nasional)     Open Access  
Jurnal Ilmiah Merpati (Menara Penelitian Akademika Teknologi Informasi)     Open Access  
Intisari Sains Medis     Open Access  
Jurnal Energi Dan Manufaktur     Open Access  
Jurnal Ilmiah Mahasiswa SPEKTRUM     Open Access  
Jurnal Udayana Mengabdi     Open Access  
Ecotrophic : J. of Environmental Science     Open Access  
Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (J. of The Built Environment)     Open Access  
Cakra Kimia (Indonesian E-J. of Applied Chemistry)     Open Access  
Similar Journals
Journal Cover
Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Online) 2302-7274
Published by Universitas Udayana Homepage  [68 journals]
  • PEMANFAATAN CANGKANG BUAH KARET (Hevea brasiliensis) SEBAGAI ADSORBEN
           LOGAM BERAT TIMBAL (Pb)

    • Authors: Diana Aminin, Ade Oktasari, Fitria Wijayanti
      Abstract: ABSTRAK: Cangkang buah karet saat ini tidak banyak dimanfaatkan. Cangkang buah karet dapat berpotensi sebagai adsorben  karena memiliki kandungan selulosa. Selulosa mempunyai gugus hidroksil dan karboksil yang dapat berikatan dengan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu kontak dan konsentrasi awal larutan Pb terhadap adsorben cangkang buah karet. Semakin lama waktu kontak maka kapasitas adsorpsinya akan semakin meningkat. Waktu optimum adsorpsi Pb oleh adsorben cangkang buah karet terjadi pada menit ke -120 waktu kontak dengan nilai kapasitas adsorpsi 3,9866 mg/g. Konsentrasi awal larutan Pb juga berpengaruh terhadap nilai kapasitas adsorpsi dan persentase logam Pb yang akan teradsorp oleh adsorben cangkang buah karet. Semakin besar konsentrasi awal larutan Pb maka kapasitas dan persentase penyerapannya juga semakin meningkat. Kapasitas adsorpsi dan persentase penyerapan pada konsentrasi 120 ppm diperoleh nilai terbaik yaitu 11,836 mg/g dan 98,64 %.   ABSTRACT: Rubber fruit shells at this time not widely used. Rubber fruit shells have potential as adsorbent because they contain cellulose. Cellulose has hydroxyl and carboxyl grous which can bind to metal ions. This study aims to determine the effect of variations in contact time and initial concentration of Pb solution on the rubber fruit shell adsorbent. The longer the contact time, the adsorption capacity will increase. The optimum time of Pb adsorpsion by rubber fruit shell adsorbent occurred at 120 minutes of contact time an adsorption capacity of 3,9866 mg/g. The initial concentration of Pb solution also affects the value of the adsorption capacity and the percentage of Pb metal that will be adsorbed by the rubber fruit shell adsorbent. The greater the initial concentration of the Pb solution, the greater its absorption capacity and percentage. The best values ''for adsorption capacity and absorption percentage at 120 ppm were 11.836 mg/g and 98.64 % respectively.
      PubDate: 2021-05-31
      Issue No: Vol. 9, No. 1 (2021)
       
  • TOKSISITAS EKSTRAK DAN ISOLAT RUMPUT LAUT Eucheuma spinosum

    • Authors: Melisa Anggraini, I Made Dira Swantara, I Made Sukadana
      Abstract: ABSTRAK: Rumput laut memiliki peran sebagai penjaga kestabilan ekosistem laut, tempat hidup dan perlindungan bagi biota lain, serta memiliki potensi ekonomis sebagai bahan baku kesehatan. Beberapa spesies rumput laut dapat dimanfaatkan untuk kesehatan karena mengandung senyawa kimia yang memiliki aktivitas biologis. Eucheuma spinosum mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, triterpernoid, dan steroid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai toksisitas dan kandungan senyawa aktif yang terdapat dalam E. spinosum. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan identifikasi senyawa dilakukan dengan uji fitokimia. Proses ekstraksi 6 kg E. spinosum segar dilakukan dengan metode maserasi menghasilkan 12.78 g ekstrak kasar. Selanjutnya ekstrak kasar dipartisi menghasilkan 5.84 g ekstrak heksana, 0.54 g ekstrak kloroform dan 0.52 g ekstrak n-butanol yang masing-masing memiliki nilai LC50­ berturut-turut sebesar 75.199; 115.577; dan 549.499 ppm. Ekstrak n-heksana menunjukkan hasil positif terhadap alkaloid dan steroid.  Pemisahan ekstrak n-heksana dengan kromatografi kolom menghasilkan empat fraksi dengan fraksi B memiliki toksisitas tertinggi sebesar 44.254 ppm. ABSTRACT: Seaweed has a role as the stability guard of the marine ecosystem, living place, and sanctuary for others and has economical potential as health materials. Several species of seaweed can be used for health cause it is contained chemicals that have biological activity. Eucheuma spinosum contains secondary metabolites such as flavonoid, triterpenoid, and steroid. This research aim is to find out more about active compounds that can be found in E. spinosum. The toxicity is determined using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) and the compound is identified using phytochemical screening. Extraction of 6 kg of fresh E. spinosum was using maceration method generated 12.78 g of crude extract. The crude extract is partitioned generated 5.84 g of n-hexane extract, 0.54 g of chloroform extract dan 0.52 g of n-butanol extract which consecutively showed LC50 75.199; 115.577; and 549.499 ppm. The n-hexane extract showed contains alkaloid and steroid. The n-hexane extract is separated by chromatography column generated 4 fractions which are fraction B has the highest toxicity with LC50 44.254 ppm.
      PubDate: 2021-05-31
      Issue No: Vol. 9, No. 1 (2021)
       
  • PENGARUH PENAMBAHAN ASAM HUMAT PADA PUPUK CAIR ECENG GONDOK (Eichhornia
           crassipes) TERHADAP TANAMAN BAYAM

    • Authors: Ria Lestari
      Abstract: ABSTRAK: Eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang merupakan gulma bagi perairan, juga memiliki potensi untuk dijadikan sebagai pupuk organik karena eceng gondok mengandung unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Penambahan asam humat ke dalam pupuk juga memberikan pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan tanaman dikarenakan asam humat mampu meningkatkan kinerja pupuk terhadap tanaman. Pupuk organik beserta asam humat akan diaplikasikan pada tanaman bayam. Eceng gondok yang difermentasi selama 2 minggu menghasilkan pupuk cair yang mengandung bahan organik diantaranya berupa N 0,67%, P 0,53%, K 1,46% serta memiliki pH 6,60. Kandungan tersebut telah sesuai dengan standar kualitas pupuk organik berdasarkan SNI 19-7030-2004. Pemberian pupuk eceng gondok dengan asam humat pada tanaman bayam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman 37,4 cm, jumlah daun 25 helai dan massa tanaman 14,51 gram. ABSTRACT: Water hyacinth (Eichhornia crassipes) which is a weed for the waters has the potential to be used as organic fertilizer because water hyacinth contains nutrients needed by plants. The addition of humic acid to the fertilizer also has a big influence on plant growth because humic acid can improve fertilizer performance on plants. Organic fertilizers along with humic acid will be applied to spinach plants. Fermented water hyacinth for 2 weeks produces liquid fertilizer that contains organic materials such as N 0.67%, P 0.53%, K 1.46% and has a pH of 6.60. The content is in accordance with the quality standards of organic fertilizers based on SNI19-7030-2004. The application of water hyacinth fertilizer with humic acid on spinach has a significant effect on plant height 37,4 cm, leaves number of 25  and plant mass of 14,51gram.
      PubDate: 2021-05-31
      Issue No: Vol. 9, No. 1 (2021)
       
  • FRAKSINASI SELULASE MIKROBA SELULOLITIK DENGAN AMONIUM SULFAT DAN
           AMOBILISASI PADA AGAR-AGAR KOMERSIAL

    • Authors: Oka Ratnayani, Putu Elvira Yulianthi, I Nengah Wirajana
      Pages: 1 - 9
      Abstract: ABSTRAK: Penggunaan selulase yang semakin meningkat telah mendorong berbagai studi tentang eksplorasi, pemurnian, dan amobilisasi selulase. Penelitian ini bertujuan untuk fraksinasi ekstrak kasar selulase yang diperoleh dari mikroba selulolitik serta amobilisasinya pada agar-agar komersial. Produksi selulase dari mikroba selulolitik U3.1 dilakukan pada media yang mengandung substrat spesifik yaitu Carboxymethyl cellulose (CMC). Ekstrak kasar selulase dimurnikan dengan metode fraksinasi amonium sulfat dan dialisis. Ekstrak kasar selulase dan selulase murni diamobilisasi pada matrik agar-agar. Aktivitas selulase ditentukan berdasarkan analisis gula pereduksi yang dihasilkan dari reaksi enzimatis dengan reagen DNS. Kadar protein total diukur dengan metode Biuret. Aktivitas spesifik ekstrak kasar selulase dan selulase murni diperoleh berdasarkan rasio antara aktivitas selulase dengan kadar protein total tiap fraksi selulase. Fraksi 2 (selulase yang dimurnikan dengan garam amonium sulfat dengan tingkat kejenuhan 20-40%) memiliki aktivitas spesifik selulase tertinggi sebesar 3,3977 x 10-3 U/µg, dengan tingkat kemurnian 21,0317 kali dibandingkan ekstrak kasar selulase. Konsentrasi agar-agar optimum untuk amobilisasi ekstrak kasar selulase dan selulase murni adalah masing- masing 2% (b/v) dan 3% (b/v) dengan efisiensi amobil sebesar 13,99% dan 51,26%.   ABSTRACT: The increasing use of cellulase has encouraged various studies on exploration, purification and immobilization of the enzyme. This study aimed to fractionate the crude extract of cellulase obtained from cellulolytic microbe as well as immobilize it into commercial agar. The cellulase production from cellulolytic microbe U3.1 was carried out on the media containing a specific substrate of Carboxymethyl cellulose (CMC). The crude extract of cellulase was purified by fractionation of ammonium sulfate and dialysis. The crude extract and the pure cellulase were immobilized into the agar matrix. Cellulase activity was determined based on the analysis of reducing sugars produced by enzymatic reaction with DNS reagent. The total protein content was measured by using the Biuret method. The specific activity of the crude extract and the pure cellulase was obtained from the ratio of the cellulase activity to the total protein of each fraction. Fraction 2 (cellulase purified with 20-40% saturation of ammonium sulfate) had the highest specific activity of 3.3977 x 10-3 U/µg with the purity level increased by 21.0317 times compared to the crude extract of cellulase. The optimum agar concentration for immobilization of the crude extract and the pure cellulase was 2% (b/v) and 3% (b/v) with the immobilization efficiency of 13.99% and 51.26%, respectively.
      PubDate: 2021-05-31
      Issue No: Vol. 9, No. 1 (2021)
       
  • SERBUK BIJI BUAH SEMANGKA DAN PEPAYA SEBAGAI KOAGULAN ALAMI DALAM
           PENJERNIHAN AIR

    • Authors: Adriana Anteng Anggorowati
      Pages: 18 - 23
      Abstract: ABSTRAK: Proses koagulasi dalam pengolahan air limbah merupakan proses yang penting. Tujuan koagulasi yaitu untuk menghilangkan kotoran koloid sehingga turbiditas air limbah dapat berkurang. Selama ini koagulan yang dipergunakan dalam proses penjernihan adalah koagulan kimia, yang memiliki kekurangan karena dapat mengganggu kesehatan manusia. Dalam penelitian ini menggunakan bahan alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan sebagai koagulan yaitu biji semangka dan biji pepaya. Serbuk biji semangka dapat menurunkan turbiditas hingga 53,85 % sedangkan biji pepaya 72,31 %. Kemampuan biji pepaya untuk penurunan turbiditas lebih besar dari pada biji semangka karena kadar protein dalam biji pepaya juga lebih besar dari pada kadar protein dalam biji semangka.   ABSTRACT: The coagulation process in wastewater treatment is an important process. The purpose of coagulation is to remove colloidal impurities so that the turbidity of wastewater can be reduced. So far, the coagulants used in the purification process are chemical coagulants, which have disadvantages because they can interfere with human health. In this study, using natural ingredients derived from plants as coagulants, namely watermelon and papaya seeds. Watermelon seed powder can reduce turbidity by up to 53.85% while papaya seeds can reduce the turbidity by 72.31%. The ability of papaya seeds to reduce turbidity is greater than that of watermelon seeds because the protein content in papaya seeds is also greater than the protein content in watermelon seeds.  
      PubDate: 2021-05-31
      Issue No: Vol. 9, No. 1 (2021)
       
  • VALIDASI METODE UJI MERKURI MENGGUNAKAN INDUCTIVELY COUPLED PLASMA
           EMISSION SPECTROMETRY (ICPE) 9000

    • Authors: Ni Nyoman Trisnawati, I Gst. Ayu Kunti Sri Panca Dewi, Putu Primantari Vikana Suari, Ni Putu Ayu Krismayanti
      Pages: 24 - 28
      Abstract: ABSTRAK: UPT Laboratorium Analitik merupakan laboratorium pendidikan yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu memberikan praktikum kepada mahasiswa, praktek kerja lapangan, membantu uji kimia dalam penelitian baik mahasiswa maupun dosen dan melayani masyarakat untuk uji kimia dan fisika pada  bahan-bahan  baik air, limbah, makanan, tanah, kompos  dan lain lain. Salah satu parameter yang  di uji oleh pelanggan baik mahasiswa, dosen maupun dari masyarakat adalah logam merkuri (Hg). Logam tersebut merupakan salah satu logam yang sangat berbahaya dan beracun sehingga sangat membahayakan kesehatan. Metoda uji  logam Merkuri dilakukan dengan menggunakan instrument ICPE 9000 dengan larutan standar Merkuri (Hg).  Larutan standar tersebut  belum CRM sehingga perlu dilakukan validasi standar. Validasi standar digunakan untuk membuktikan bahwa larutan standar yang digunakan dalam metoda uji memenuhi persyaratan sehingga diperoleh data yang akurat dan dapat dipercaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah validasi metode yang dibagi menjadi 5 validasi metode yaitu uji presisi, uji akurasi, uji LOD, LOQ, dan uji linearitas. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah nilai r sebesar 0,9969, nilai LOD dan LOQ sebesar 0,1 mg/L dan 0,3 mg/L, dan sudah terkonfirmasi, hasil uji akurasi sudah masuk dalam rentang yang ditetapkan yakni 90 - 110%, hasil analisis uji presisi memiliki nilai % RSD < 2/3 CV Horwitz. Hasil yang diperoleh sudah memenuhi persyaratan sehingga standar merkuri dengan HgSO4 sudah valid sebagai standar Hg sehingga dapat digunakan dalam metode uji.   ABSTRACT: The UPT. Analytical Laboratory of Udayana University is located in Bukit Jimbaran Campus the Laboratory work follows the three responsibilities of Higher Education in Indonesia, namely teaching, research and social services.  The laboratory serves academic staff, students of Udayana University and clients outside Udayana University in the area of chemical and physical analysis, research and training. The Laboratory also serves thesociety through providing analysis of waters, waste water, food products, soil, compost, and others. One parmeter that often tested in this laboratory by academic staffs, students and other clients is Mercury (Hg). ICPE 9000 (Inductively Coupled Plasma Emission) Spectroscopyis used in the determining mercury in this laboratory. To calibrate the instrument, certified standard solutions are usually used but because CRM is difficult to find then standard solution is made in the laboratory using HgSO4 Pro Analysis grade.Validation methods in this study consisted of 6 tests namely precision, accuracy, LOD, LOQ and Linearty tests. The results of the five tests were: r value was 0,9969; the value of LOD and LOQ were 0,10 mg/L and 0,30 mg/L respectively and they were already confirmed: result of accuracy was in the range of 90-100 %. Result of precision test was % RSD < 2/3 CV Hortwitz. From the above results it could be concluded that the standard solutions of Hg made from HgSO4 were valid and could be used for Hg analysis with a reliable result. From the above results it can be concluded that the standard solutions made in the laboratory using HgSO4 was valid to use in determination of mercury (Hg) and a reliable resesult was obtained  
      PubDate: 2021-05-31
      Issue No: Vol. 9, No. 1 (2021)
       
  • PEMANFATAAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI MATERIAL DASAR DALAM SINTESIS
           HIDROKSIAPATIT DENGAN METODE PRESIPITASI BASAH

    • Authors: Jumilah Gago, Yulius Dala Ngapa
      Pages: 29 - 34
      Abstract: ABSTRAK: Sintesis hidroksiapatit (HAp) dari cangkang telur ayam melalui proses presipitasi basah telah berhasil dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kondisi proses yang optimal dan juga untuk mengetahui pengaruh rasio mol Ca/P dan suhu sintesis terhadap karakteristik HAp. Bubuk cangkang telur ayam dikalsinasi untuk mendapatkan CaO yang kemudian direaksikan dengan diammonium hidrogen fosfat dengan menggunakan air sebagai pelarut. Proses presipitasi dilakukan dengan sistem tertutup untuk menghindari terjadinya pelarut hilang saat pemanasan di atas titik didih pelarut. Sampel kemudian diambil untuk  dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared), XRD (X-Ray Diffraction), dan SEM (Scanning Electron Microscopy). Kelompok fungsional diamati di FTIR HAp yang disintesis adalah fosfat (PO43-), hidroksil (OH-), karbonat (CO32-), dan hidrogen fosfat (HPO42-). Kelompok fungsional ini menunjukkan bahwa HAp telah terbentuk. Data XRD menunjukkan puncak utama untuk HAp yang memperkuat kebenaran karakterisasi FTIR. SEM digunakan untuk mengamati morfologi HAp hasil sintesis yang terdiri dari aglomerat. Kondisi terbaik dalam sintesis ini terjadi pada perbandingan mol Ca/P sebesar 1,60 pada suhu 160oC   ABSTRACT: Synthesis of hydroxyapatite (HAp) from eggshell by precipitation method has been successfully done. The aim of this research was to get the optimum process condition and also to investigate the influence of the Ca/P mole ratio andthe synthesis temperature toward HAp characteristic. The powder of eggshell was calcined to get CaO which then was reacted with diammonium hydrogen phosphate by using water as solvent. Precipitation process was done by closed system in order to avoid the solvent be lost while heating up above the solvent’s boiling point. The samples then were characterized by using FTIR (Fourier Transform Infrared), XRD (X-Ray Diffraction), and SEM (Scanning Electron Microscopy). The functional groups were observed in the FTIR of the synthesized HAp are phosphate (PO43-), hydroxyl (OH-), carbonate (CO32-), and hydrogen phosphate (HPO42-). These functional groups indicate that HAp has been formed. XRD data showed the main peaks for HAp that strenghtened the truth of FTIR characterization. SEM was used to observe the morphology of the synthesized HAp that consisted of agglomerates.  The best conditions in this synthesis occured at Ca/P mole ratio of 1,60 and the synthesis temperature of 160oC.
      PubDate: 2021-05-31
      Issue No: Vol. 9, No. 1 (2021)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 35.172.217.174
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-