Publisher: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan   (Total: 6 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 6 of 6 Journals sorted alphabetically
ASPIRATOR : J. of Vector-borne Disease Studies     Open Access  
Buletin Penelitian Kesehatan     Open Access   (Followers: 2)
Health Science J. of Indonesia     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Kefarmasian Indonesia     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Vektor Penyakit     Open Access  
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan     Open Access   (Followers: 1)
Similar Journals
Journal Cover
ASPIRATOR : Journal of Vector-borne Disease Studies
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2085-4102 - ISSN (Online) 2338-7343
Published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Homepage  [6 journals]
  • Front Metter

    • Authors: yoke astriani
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Teknik Serangga Mandul Nyamuk Culex quinquefasciatus sebagai Upaya
           Pengendalian Vektor Filariasis di Kota Pekalongan

    • Authors: Sunaryo Sunaryo, eva lestari, Tri Ramadhani
      Abstract: Filariasis merupakan penyakit yang disebabkan infeksi cacing filarial dan ditularkan melalui gigitan nyamuk betina. Upaya pengendalian filariasis masih terbatas pada pengobatan penderita dan mencegah infeksi sekunder, sedangkan pengendalian terhadap nyamuknya belum optimal.Teknik Serangga Mandul (TSM) merupakan cara pengendalian vektor yang ramah lingkungan, efektif, dan potensial. Desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan pre postest control group design. Lokasi penelitian di Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Teknik Serangga Mandul dilakukan dengan melakukan iradiasi terhadap nyamuk jantan di laboratorium (BATAN) dengan dosis (0 Gy, 60 Gy, 65 Gy, 70 Gy, 75 Gy dan 80 Gy). Nyamuk jantan yang terpapar iradiasi dilakukan pengujian kemandulan, daya tahan hidup, daya saing kawin dan jarak terbang. Nyamuk jantan Culex quinquefasciatus yang berasal dari laboratorium Balai Litbang P2B2 Banjarnegara  pasca  iradiasi dosis 60 Gy,65 Gy,70 Gy,75 Gy dan 80 Gy diperoleh angka sterilitas tinggi yaitu antara 95,35 %-98,53 % yang artinya peluang untuk berkembang biak hanya 1,5-4,5 %. Umur nyamuk pasca iradiasi tanpa dikawinkan rata-rata mencapai 35 hari, daya saing kawin skala laboratorium hampir mendekati normal (0,7-0,8), daya saing kawin skala semi lapangan lebih rendah dibanding nyamuk normal (0,04-0,2), jarak terbang  nyamuk hanya tertangkap  pada radius 100 m. Pemanfaatan radiasi sinar gamma untuk memandulkan Culex quinquefasciatus efektif pada dosis 70 Gy dan bisa dilakukan dengan untuk intervensi pengendalian Culex quinquefasciatus pada lingkup yang terbatas.
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Masyarakat pada Peningkatan Kasus Malaria
           di Kabupaten Purworejo Tahun 2015

    • Authors: Wiwik Trapsilowati
      Abstract: There has been increased of malaria cases in Purworejo District, especially in Sendangsari Village, Bener District in 2015. The one influence factors of malaria transmission was behavior, it consist of knowledge, attitude and practice domains. The aims this study was described of the knowledge, attitudes and practices of the community and conduct interventions related to survey results. The research method were cross-sectional to collect data of the knowledge, attitudes and practices and one group pretest posttest design to measure the intervention. The number of samples obtained as many as 90 respondents. The results showed that there was a significant relationship between education and knowledge, as well as knowledge with attitude (p < 0.05). While variables relationship of knowledge with practice/action and attitude with practice/action showed an insignificant (p > 0,05). The result of the intervention by direct information showed that knowledge of the respondents between before and after intervention has increased significantly (p < 0,05). Based on these results, it was necessary to encourage local community leaders, both formal and non-formal, for cooperate with the community to protecting themselves and their environment so as not to be potential transmission of malaria.
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Penerapan Peraturan Desa Tentang Penemuan dan Pengawasan Pengobatan Kasus
           Malaria Berbasis Masyarakat

    • Authors: Agung Puja Kesuma
      Abstract: ABSTRACT, Purbalingga is one of  malaria-endemic areas in Central Java. In 2012, government  developed a model of malaria control as Village Regulation for detection and Monitoring  of  Malaria treatment with Community-Based Treatment of Malaria Cases. Research aim is to evaluate the Regulation (Perdes) effectiveness on the incidence of malaria in Tetel. This research is an evaluation study of the policy with qualitative method. The research conducted in Tetel, Pengadegan District, Purbalingga, in March to October 2015. The datas collected by in-depth interviews on community leaders and health care workers, focus group discussion (FGD) on a group of men and women, and  documents review. Datas were analyzed using content analysis. The Regulation socialized through village health forum meetings and other group meetings. Malaria case detection have done by the community  that reported to JMD to immediately take blood preparations. Monitoring of malaria treatment by JMD with follow-up action. Cases of malaria in Tetel tends to decrease even to zero after implementation of the regulation. The implementation of regulation can reduce and control the incidences of malaria in Tetel. Implementation of regulation also can be used as an example for other villages that still have problems with malaria.  
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Penemuan Kasus Malaria Berdasarkan Pemeriksaan Mikroskopis di Kota
           Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas

    • Authors: Yanelza Supranelfy, Sulfa Esi Warni, Nur Inzana, Nungki Hapsari Suryaningtyas, Tanwirotun Ni'mah
      Abstract: Strategi utama WHO dalam pencegahan dan penanggulangan malaria yaitu melalui manajemen kasus yang meliputi deteksi, diagnosis, penanganan dan pengobatan kasus. Penemuan kasus atau penderita malaria dengan konfirmasi mikroskopis oleh unit pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit baik pemerintah maupun swasta merupakan salah satu pokok kegiatan yang dilakukan dalam upaya eliminasi malaria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penderita malaria di RSUD Siti Aisyah dan RSUD dr.Sobirin tahun 2016.  Pengumpulan data dengan pengambilan darah tepi (perifer) dan wawancara menggunakan kuesioner  dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 13 penderita malaria Falciparum dan Vivax yang berasal dari dua RSUD yaitu sebanyak dua penderita malaria Falciparum dan 6 penderita malaria Vivax di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan lima orang penderita malaria Falciparum di RSUD dr.Sobirin Musi Rawas. Jenis pengobatan malaria yang pernah diterima oleh responden adalah klorokuin,  primakuin dan sulfadoksin-pirimetamin serta sulfadoksin-pirimetamin masing-masing sebanyak enam persen.  
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Potensi Kemunculan Kembali Malaria Di Wilayah Yang Mempunyai Riwayat
           Endemis Malaria Kabupaten Pangandaran

    • Authors: Lukman Hakim, Hubullah Fuadzy, Andri Ruliansyah
      Abstract: Wilayah Kabupaten Pangandaran mempunyai riwayat malaria tinggi. Meskipun pada saat sekarang jumlah kasusnya sedang menurun, pada suatu waktu akan meningkat kembali karena malaria merupakan re-emerging disease atau penyakit yang bisa muncul kembali sesuai dengan perubahan fenomena alam biasanya dalam periode lima atau sepuluh tahunan, misalnya mengikuti perubahan lingkungan yang berkaitan dengan perkembangan nyamuk Anopheles spp. serta mobilisasi penduduk. Penelitian dilakukan dengan identifikasi pola penyakit dan pola curah hujan, indentifikasi unit pelayanan kesehatan yang dapat menjangkau desa endemis malaria, identifikasi parasit malaria, identifikasi pengetahuan, sikap dan perilaku serta mobilisasi penduduk, identifikasi faktor lingkungan dan entomologi malaria. Semua data terkumpul, dianalisis untuk mengetahui potensi kemunculan kembali (reemerging) malaria menggunakan analisis dynamic system. Penelitian ini dilaksanakan di 4 desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Pangandaran, yaitu Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Desa Pangandaran di Kecamatan Pangandaran, Desa Cibenda di Kecamatan Parigi, dan di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar. Sampel penelitian parasitologi adalah anak berumur <10 tahun di lokasi penelitian, sedangkan sampel KAP adalah orang dewasa di lokasi penelitian. Sampel yang berhasil diperiksa spesimen parasitologinya sebanyak 509 orang, yaitu 117 orang dari Desa Pamotan, 130 orang dari Desa Pangkalan, 147 orang dari Desa Pangandaran Kecamatan  Pangandaran dan 115 orang dari Desa Cibenda Kecamatan Parigi.Sedangkan sampel KAP sebanyak 1.137 orang, yaitu 296 orang dari Desa Pamotan, 280 orang dari Desa Pangkalan, 281 orang dari Desa Pangandaran dan 280 orang dari Desa Cibenda.

      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • UPAYA PENGENDALIAN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DI DAERAH ENDEMIS KOTA
           BANDUNG (STUDI KASUS PADA KELOMPOK KASUS DAN KONTROL )

    • Authors: Heni Prasetyowaty
      Abstract: Upaya pengendalian vektor  memerlukan peran serta aktif masyarakat yang berkesinambungan sehingga harus didukung dengan pengetahuan yang baik tentang DBD. Tujuan penelitian untuk melihat perbedaan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap upaya pengendalian vektor DBD pada rumah tangga kelompok kasus dan kontrol (non kasus) di Kota Bandung. Jenis penelitian studi kasus-kontrol yang sesuai dengan perbandingan 1: 2 dengan jumlah sampel kasus DBD 261 dan kontrol sebanyak 522 rumah tangga. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas dengan kasus DBD tinggi, yaitu Dago, Sekejati, Kopo, dan Cipamokolan. Usia responden mengelompok pada rentang 40 – 60 tahun, sedangkan pendidikan terakhir responden adalah tamat SMP dan SMA. Hasil analisa data menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan antara rumah tangga  kasus dan kontrol (p-value 0,015) dan tidak ada beda pada variabel sikap (p-value 0,520). Riwayat pengendalian vektor terdapat perbedaan antara dua kelompok pada upaya PSN aktif (p-value 0,005) dan penggunaan kelambu (0,008). Secara keseluruhan berdasarkan hasil uji Odds Ratio menunjukkan bahwa variabel pengetahuan  (OR 1,410) dan PSN (OR 1,719) memiliki hubungan dengan upaya pengendalian vektor. Sehingga masih perlu ditingkatkan  promosi kesehatan mengenai upaya pengendalian vektor di lingkungan keluarga, pemahaman mengenai penyakit DBD, serta mengoptimalkan program satu rumah satu jumantik.   Kata kunci: pengetahuan, sikap, pengendalian vektor, Kasus-Kontrol, Kota Bandung
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Toksisitas Ekstrak Metanol Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap
           Larva Nyamuk Aedes aegypti Instar III

    • Authors: Hebert Adrianto
      Abstract: Penyakit vektor yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dipertimbangkan sebagai masalah kesehatan yang serius di dunia. Penggunaan insektisida kimia untuk mengontrol nyamuk Ae. aegypti dapat menyebabkan resistensi pada populasi nyamuk, masalah kesehatan, dan masalah lingkungan. Ekstrak dari daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dapat digunakan sebagai alternatif larvasida Ae. aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas ekstrak metanol (CH3OH) daun jeruk nipis (C. aurantifolia) terhadap larva Ae. aegypti dan melihat visualisasi kerusakan yang terjadi pada tubuh larva Ae. aegypti setelah paparan ekstrak 24 jam. Penelitian eksperimen laboratorium dengan enam konsentrasi dan lima kali ulangan. Kematian larva dihitung setelah 24 jam perlakuan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan probit. Hasil penelitian menunjukkan (1) ekstrak dapat menyebabkan mortalitas larva dengan LC50 dan LC99 setelah 24 jam adalah 2.197 ppm dan 4.266 ppm. (2) ekstrak dapat menyebabkan kerusakan morfologi tubuh larva Ae. aegypti seperti saluran pencernaan rusak, kepala (cephal) lepas, bulu (setae) lateral hilang, gumpalan ekstrak dalam tubuh, leher panjang, dan tubuh transparan.
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Back metter

    • Authors: yoke Astriani
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
  • Full Artikel

    • Authors: yoke Astriani
      PubDate: 2018-06-30
      Issue No: Vol. 10 (2018)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 54.144.55.253
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-