for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Journal Cover Ulul Albab
  [2 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1858-4349
   This journal is no longer being updated because:
    Journal RSS feed is timing out
  • PESANTREN MANHAJ SALAFI: PENDIDIKAN ISLAM MODEL BARU DI INDONESIA

    • Authors: Irham Irham
      Pages: 1 - 18
      Abstract: This article explains the devolopment of Islamic education in Indonesia, especially in pesantren (Islamic Boarding School) which is salafi manhaj. It aims at finding islamic education model developed at salafi manhaj pesantren. It uses library research. This article concludes that salafi manhaj pesantren currently becomes new model of Islamic education in Indonesia. This model differs from those applied in most pesantrens in Indonesia. The factor triggering its development is the effect of the transnational of Islam. This factor can further complete the theory of Islamic education change in Indonesia proposed by Karel Steenbrink.Artikel ini menjelaskan tentang perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Fokus pembahasannya adalah pesantren yang bermanhaj salafi. Artikel ini bertujuan untuk menemukan bentuk pendidikan Islam yang berkembang pada pesantren yang berideologi salafi (manhaj salafi). Kajian ini menggunakan metode kepustakaan. Artikel ini menyimpulkan bahwasanya pesantren bermanhaj salafi merupakan bentuk pendidikan Islam model baru di Indonesia saat ini. Model pesantren ini berbeda dengan pesantren pada umumnya yang sudah lama berkembang di Indonesia. Faktor pemicu perkembangannya adalah pengaruh dari Islam arus global, dan faktor ini dapat melengkapi teori perubahan pendidikan Islam di Indonesia menurut Karel Steenbrink.
      PubDate: 2016-05-25
      Issue No: Vol. 17, No. 1 (2016)
       
  • Reformulasi Pendekatan Pendidikan Islam dalam Problem Kontemporer

    • Authors: Abdul Malik
      Pages: 19 - 30
      Abstract: There are at least three crucial issues to cover in Islamic education. First is humanitarian crisis. Second, is the issue of nature. The third is the crisis of divinity. This paper aims to demonstrate that the approach developed in Islamic education contributes to solve the three major problems. The development of Islamic education curriculum should be directed to the rescue of human nature that emphasizes its approach to morality so that human are able to think and act with full of wisdom. Therefore, preparing the curriculum or Islamic education program could start from the problems faced in the community as an educational content, while the process or the learning experience is developed by studying the Quran and the hadith. Learners should be able to reflect the results of the dialogue between Quran and hadith with the reality that occurs in the community.Di dunia sekarang ini setidaknya ada tiga masalah krusial yang harus diperhatikan dalam pendidikan Islam. Pertama, adalah krisis kemanusiaan. Kedua, adalah masalah alam. Yang ketiga adalah krisis ketuhanan. Tulisan ini bertujuan menunjukkan bahwa pendekatan yang dikembangkan dalam pendidikan Islam ikut andil dalam menyelesaikan tiga problem besar tersebut. Pengembangan kurikulum pendidikan Islam harus diarahkan pada penyelamatan fitrah manusia yang lebih menekankan pendekatannya kepada akhlak agar manusia mampu berpikir dan berperilaku secara imbang dan penuh hikmah. Karena itu, dalam menyusun kurikulum atau program pendidikan Islam bisa bertolak dari problem yang dihadapi dalam masyarakat sebagai isi pendidikan, sedangkan proses atau pengalaman belajar peserta didik dikembangkan dengan mengkaji al Quran dan hadits. Peserta didik harus mampu merefleksikan hasil dialog antara al Quran dan hadits dengan realitas yang terjadi di masyarakat.
      PubDate: 2016-05-25
      Issue No: Vol. 17, No. 1 (2016)
       
  • LEADERSHIP IN ISLAMIC EDUCATION: STUDY OF THEMATIC AL-QUR'AN AND
           AL-HADIST

    • Authors: Afiful Ikhwan
      Pages: 31 - 46
      Abstract: The term leadership in Islam is associated with “the highest leadership for Muslims”, known as the Caliph, Imam, Imaratul and so forth. It means the supreme leadership for Muslims in religion and world affairs. The popular definition of the Caliphate is the supreme leader of the world in matters of religion replacing the Prophet Muhammad SAW. It is also called “Replacing the prophetic assignment to maintain and manage world affairs”. Of the supreme leader, and later expanded to all aspects of human life, to the smallest groups, families and individuals. In this case, of course we will not discuss the issue of caliphate, a succession of national leaders and so on, but we briefly cover how we should lead an institution or organization. Therefore, we need to figure out the feature of leaders, so that we can apply to choose a leader.Istilah kepemimpinan dalam Islam biasanya difokuskan pada “kepemimpinan tertinggi bagi umat Islam” yang dikenal sebagai khalifah, Imam, Imaratuh dan sebagainya. Artinya, kepemimpinan tertinggi bagi umat Islam dalam urusan agama dan dunia. Definisi populer kekhalifahan adalah pemimpin tertinggi dalam urusan agama dan dunia menggantikan Rasulullah SAW. Pemimpin dalam Islam juga disebut “Penggantian tugas agama kenabian untuk memelihara dan mengatur urusan dunia”. Dari pimpinan tertinggi, dan kemudian berkembang ke seluruh aspek kehidupan manusia, ke kelompok terkecil, keluarga dan individu. Dalam hal ini, tentu saja kita tidak akan membahas masalah khalifah, suksesi pemimpin nasional dan sebagainya, tetapi kita hanya akan melihat sekilas bagaimana seharusnya jika kita bertugas memimpin suatu lembaga atau organisasi. Oleh karena itu, yang kita perlu tahu adalah sifat dari para pemimpin ini, sehingga kita bisa mengaplikasikannya untuk memilih seorang pemimpin.
      PubDate: 2016-05-25
      Issue No: Vol. 17, No. 1 (2016)
       
  • Melek Al-Qur’an; Bercerminkan Karakter Nabi Ibrahim as

    • Authors: Otong Surasman
      Pages: 47 - 70
      Abstract: At the beginning of 2016, it is expected that Indonesian Muslims are literate Quran in the broadest sense. Up to now as informed in various media, the majority of Indonesian Muslims are Quran illiterate. To be Quran literate, they have two duties, being able to read the Quran well and properly, and comprehending its contents. Firstly, to read Quran well and properly in short time, use the BBM (Easy Read Well) As Surasmaniyyyah Method, with a limit of twenty meetings capable of delivering smooth reading of the Quran and understanding the principles of tajweed/procedure for reading Quran. Further, understand well the character of Prophet Ibrahim immortalized in the Quran.Pada awal tahun 2016 diharapkan umat Islam Indonesia bisa melek al Quran dalam arti yang luas. Sampai saat ini menurut berbagai informasi media, umat Islam Indonesia mayoritas buta huruf al Quran. Agar melek al Quran, umat Islam mempunyai dua kewajiban utama, yaitu harus mampu membaca al Quran secara baik dan benar, dan memahami isi kandungan al Quran. Untuk problem pertama, agar dalam waktu yang cukup singkat mampu membaca al Quran secara baik dan benar, gunakan BBM (Baca Benar Mudah) al Quran Metode As Surasmaniyyyah, dengan limit waktu dua puluh pertemuan mampu mengantarkan lancar membaca al Quran dan memahami prinsip-prinsip utama kaidah ilmu tajwid/tatacara membaca al Quran. Kedua memahami dengan baik karakter Nabi Ibrahim as yang diabadikan al Quran.
      PubDate: 2016-05-25
      Issue No: Vol. 17, No. 1 (2016)
       
  • SIGNIFIKANSI MUNASABAH AYAT AL-QURAN DALAM TAFSIR PENDIDIKAN

    • Authors: Rudi Ahmad Suryadi
      Pages: 71 - 87
      Abstract: One of the popular study in Islamic education is Tafsir Tarbawi. It offers a thematic idea on education based on interpretation approach. The knowledge of Munasabah al Ayat is important to note. It showed the unity and comprehensive meaning. Understanding Munasabah al Ayat is a step that must be taken to assess the understanding of education in the perspective of the Quran, particularly on the application of tafsir al maudhu’i. It will help researchers to understand the purpose and meaning of verses inferred based on the mindset that made the paradigm of the review.Salah satu kajian pendidikan Islam yang cukup populer adalah tafsir tarbawi. Ia menawarkan gagasan tematik mengenai kajian pendidikan berdasarkan pendekatan tafsir. Pengetahuan mengenai munasabah al Ayat menjadi penting untuk diperhatikan. Munasabah al Ayat dalam al Quran menunjukkan kesatuan makna yang utuh dan komprehensif. Pemahaman munasabah al Ayat merupakan langkah prosedural yang harus ditempuh untuk mengkaji pemahaman pendidikan dalam persfektif al Quran, terutama pada penerapan tafsir maudhu’i. Munasabah al Ayat membantu peneliti untuk memahami maksud ayat dan makna yang dapat ditarik berdasarkan pola pikir yang dijadikan paradigma penelaahan ayat.
      PubDate: 2016-05-25
      Issue No: Vol. 17, No. 1 (2016)
       
  • INTERNASIONALISASI PENDIDIKAN TINGGI ISLAM MELALUI REALISASI THE GLOBAL
           GOALS BERBASIS MAQASHID SYARIAH

    • Authors: Rosidin Rosidin
      Pages: 88 - 109
      Abstract: The era of globalization is characterized by a shift in the concept of citizenship. From nation citizenship to global one. The implication is the need to reform Islamic education based on global standardization and Islamic values. The concrete form is the internationalization of Islamic education through the realization of the global goals based on maqashid sharia. The model established is the education that makes maqashid sharia as the core curriculum (model of comprehensive education), open to all parties to obtain or provide educational (emancipatory), ready to compete in the global competition (competitive), to cultivate the attitude of flexibility and open-minded towards each other (inclusive), cooperate with global citizens (collaborative) and is able to bring actual change for the community (transformative).Era globalisasi ditandai pergeseran konsep kewarganegaraan. Dari warga negara menjadi warga dunia (global citizenship). Implikasinya adalah pentingnya reformasi pendidikan Islam yang didasarkan pada standarisasi global namun Islami. Bentuk konkritnya adalah internasionalisasi pendidikan Islam melalui realisasi the global goals berbasis maqashid syariah. Model pendidikan yang diselenggarakan adalah pendidikan yang menjadikan maqashid syariah sebagai kurikulum inti (model pendidikan komprehensif), terbuka bagi semua pihak untuk memperoleh maupun memberikan pendidikan (emansipatif), siap bersaing dalam kompetisi global (kompetitif), membudayakan sikap luwes dan terbuka terhadap sesama (inklusif), mau bekerjasama dengan seluruh warga dunia (kolaboratif) serta mampu menghadirkan perubahan aktual bagi masyarakat (transformatif).
      PubDate: 2016-05-25
      Issue No: Vol. 17, No. 1 (2016)
       
  • Implementasi Media Pembelajaran Komik Islam Untuk Meningkatkan Prestasi
           belajar dalam berpikir Kritis Siswa di Sekolah

    • Authors: Anip Dwi Saputro
      Pages: 110 - 133
      Abstract: The goals of this research are : determine learning achievement in students' critical thinking during the learning using the medium of comics Islam. This research is a research experiment using two classes; kontrol one class and one class treatment. In this study using respondents 72 students to test experimental comic learning media Islam. This research aims to improve student achievement in students' critical thinking about the use of pre test, post test and student questionnaire responses. Data from these assessments were analyzed using SPSS. 18.0 with Anacova test. The results showed that: (1) there is a relationship between learning achievement with the critical thinking skills of students because the p value (Sig.) Of
      PubDate: 2016-05-25
      Issue No: Vol. 17, No. 1 (2016)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.158.174.84
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016