for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2528-2999 - ISSN (Online) 2528-3006
Published by Universitas Negeri Malang Homepage  [35 journals]
  • HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PERILAKU ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA BALITA
           DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG

    • Authors: Dinar Septi Pratiwi, Moch. Yunus, Rara Warih Gayatri
      Abstract: ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor perilaku orang tua dengan kejadian pneumonia balita di wilayah kerja Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional study, dengan sampel penderita pneumonia balita dan penderita bukan pneumonia/ISPA di wilayah Puskesmas Dinoyo Kota Malang yang memenuhi kriteria inklusi masing-masing sebanyak 30 sampel menggunakan perbandingan 1:1. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner kepada orang tua penderita. Sedangkan teknik analisa data menggunakan uji chi square test for association dengan taraf signifikansi 0,05 atau (p < 0,05). Berdasarkan hasil analisis data terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan merokok orang tua, kebiasaan mencuci tangan setelah batuk/bersin, kebiasaan membuka jendela kamar tidur dan kebiasaan membuka jendela ruang tamu.
      Kata kunci: pneumonia, balita, faktor perilaku orang tua.

      ABSTRACT: This study aims to determine the relationship between behavioral factors of parents with the incidence of pneumonia toddlers in Puskesmas Dinoyo Kota Malang. This study used correlational method with cross sectional study design, with sample of pneumonia infants and non-pneumonia/ARI patients in Puskesmas Dinoyo Kota Malang which fulfilled the inclusion criteria of 30 samples using 1: 1 ratio. The sampling technique used non-probability sampling with accidental sampling approach. Data collection was done by interview using questioner to the patient's parents. While technique of data analysis used chi square test for association with significance level 0,05 or (p <0,05). Based on the results of data analysis there is a significant correlation between parents' smoking habits, hand washing habit after coughing/sneezing, the habit of opening the bedroom window and the habit of opening the living room window.
      Keywords: pneumonia, toddlers, behavioral factors of parents
      PubDate: 2018-12-08
      Issue No: Vol. 3, No. 2 (2018)
       
  • HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI
           MENARCHE PADA SISWI SDN ASRIKATON 1

    • Authors: Silvia Novitasari, Hartati Eko Wardani, Desi Ariwinanti
      Abstract: ABSTRACT: Menarche is the first menstruation as a natural process that occurs in the reproductive female. Menstruation is the release of the wall of the uterus (endometrium) accompanied by a reguler and normal bleeding every month from the uterus as a sign that the reproductive organs have matured. Knowledge of menstruation is crucial for female adolescent in facing menarche, so that they are ready to face menarche. Otherwise, the lack of knowledge will lead to erroneous assumptions and behavior, such as assuming that menarche is a disease, and also anxiety. The purpose of this study was to determine the correlation between knowledge of menstruation and the readiness of menarche on female adolescents at SDN Asrikaton 1, Pakis District, Malang Regency. This research used the design of Correlational research with Cross sectional approach. Samples were obtained using the technique of Total sampling the 35 female students (grade IV, V, VI) at SDN Asrikaton 1. Samples studied were female students who had not experienced menarche. Data were collected by using questionnaire, and then statistically analyzed by the methode of Chi-square. Based on the results Statistical analysis showed the significance value (p-value) of 0.000. Therefore, it can be concluded that there was a significant correlation between knowledge of menstruation and the readiness of menarche on female adolescents at SDN Asrikaton 1.
      Keyword: knowledge, menstruation, menarche, readiness
          
      ABSTRAK: Menarche adalah menstruasi pertama yang merupakan proses alami yang terjadi pada wanita reproduktif. Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) disertai perdarahan secara teratur dan normal yang terjadi setiap bulan dari rahim sebagai tanda bahwa organ reproduksi telah matang. Pengetahuan yang baik terkait menstruasi sangat diperlukan siswi dalam menghadapi menarche, agar mereka siap menghadapi menarche. Jika tidak, akan menimbulkan anggapan yang keliru terkait menarche, seperti menganggap bahwa datangnya menarche sebagai suatu penyakit, sehingga menimbulkan kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang menstruasi  dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi SDN Asrikaton 1 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik total sampling pada 35 siswi kelas IV, V, VI SDN Asrikaton 1 yang belum mengalami menarche. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisis data yaitu univariat dan bivariat menggunakan chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,000. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai menstruasi dengan kesiapan dalam menghadapi menarche pada siswi SDN Asrikaton 1.
      Kata Kunci: pengetahuan, menstruasi, menarche, kesiapan
      PubDate: 2018-12-08
      Issue No: Vol. 3, No. 2 (2018)
       
  • BONEKA PANGGUNG DAN BUKU SAKU BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN
           TENTANG DIFTERI DAN IMUNISASI PADA SISWA TK DAN SD DI KOTA MALANG

    • Authors: Desy Ariwinanti, Nurnaningsih Herya Ulfa, Lucky Radita Alma
      Abstract: Abstrak : Difteri atau Diphtheria adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh toksin yang diproduksi oleh Corynebacterium diphtheriae. Angka kejadian difteri di Indonesia terus meningkat, pada 2016 terjadi 415 kasus dengan 24 kematian, Case Fatality Rate (CFR) 5.8%. Di Kota Malang sepanjang 2017 ditemukan 19 kasus terutama di sekolah dasar hingga menengah yang belum mendapat imunisasi (Arifin, 2017). Boneka Panggung dan Buku Saku Bergambar merupakan media promosi kesehatan yang dapat digunakan sebagai media untuk mengenalkan difteri dan meningkatkan sikap positif terhadap imunisasi difteri. Sosialisai dilakukan di TK Laboratorium dan SD Sriwedari. Hasil yang didapatkan adalah terlaksananya kegiatan sosialisai difteri dan vaksinasi diikuti dengan peningkatan pengetahuan tentang difteri dan perubahan sikap siswa menjadi bersikap positif terhadap imunisasi.
      Kata kunci: difteri, boneka panggung, buku saku

      : Diphtheria is an acute infectious disease caused by a toxin produced by Corynebacterium diphtheriae. The incidence of diphtheria in Indonesia has an increase trend, in 2016 there were 415 cases with 24 deaths, Case Fatality Rate (CFR) 5.8%. Furthermore, Malang city, in 2017 was found 19 cases, especially in elementary and secondary schools found that they did not received immunization. Puppet Stage and Picture Pocket Book are health promotion media that can be used as a medium to introduce diphtheria and increase positive attitudes towards diphtheria immunization. This research method was description and involved student at the Laboratory Kindergarten and Sriwedari Elementary School. The results obtained that the successful of diphtheria socialization implementation activities was followed by increased knowledge about diphtheria and student attitudes to be more positive towards immunization.
      Key words: diphtheria, puppet stage, picture pocket book
      PubDate: 2018-12-08
      Issue No: Vol. 3, No. 2 (2018)
       
  • ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN PADA PESERTA BPJS
           (BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL) DAN NON BPJS DI RSUD GAMBIRAN KEDIRI
           JAWA TIMUR

    • Authors: Romaji Romaji, Latifatun Nasihah
      Abstract: Abstrak : Kepuasan pasien merupakan perasaan yang dirasakan setelah membandingkan antara harapan dengan kenyataan. Upaya pemenuhan kepuasan harus menyeluruh kepada semua pasien baik pasien BPJS maupun don BPJS yang berobat ke rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan pada peserta BPJS dan Non BPJS di Ruang Nifas RSUD Gambiran Kediri Jawa Timur.
      Desain penelitian adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi Pasien rawat inap (post partum dan lainnya) dari peserta BPJS dan non BPJS dengan rata-rata 140 pasien/bulan dengan sampel 100 responden (50 BPJS dan 50 Non BPJS) diambil accidental sampling. Variabel bebas kepersertaan pasien dilihat dari BPJS Kesehatan dan Non BPJS dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon.
      Diketahui hampir seluruh responden kelompok BPJS puas terhadap pelayanan kesehatan yaitu 40 responden (80,0%), hampir hampir seluruh responden kelompok Non BPJS puas terhadap pelayanan kesehatan yaitu 44 responden (88,0%) dari total 50 responden dan ada perbedaan kepuasan antara pasien BPJS dan Non BPJS terhadap pelayanan kesehatan (p = 0,012 > 0,05 Ho ditolak). Hal ini disebabkan adanya penilaian subyektif dari pasien.
      Disimpulkan masih ada perbedaan kepuasan pasien antara peserta BPJS dan non BPJS. Disarankan agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi kembali mengenai pelayanan yang diberikan.
      Kata kunci : kepuasan pasien, peserta BPJS dan Non BPJS

      ABSTRACT : The patients’ satisfaction was a sense after comparing between expectation and reality. The efforts to fulfill the satisfaction should be totally either to BPJS or non BPJS patients who went to the hospital. The objective of this research was to know the patients’ satisfaction towards BPJS or non BPJS patients’ health service at partum room of Gambiran Regional Hospital Kediri, East Java.
      The design of this research was observational analytics with cross-sectional approach. The population was 140 BPJS and non BPJS inpatients on average every month (postpartum patients and others), and 100 respondents (50 BPJS patients and 50 non BPJS patients) were taken as samples by accidental sampling technique. The independent variable was the patients’ membership or non-membership of BPJS, collected from questionnaires and analyzed with Wilcoxon Test.
      The research results were almost all BPJS patients or 40 respondents (80.0%) felt satisfied of the health service, almost all non BPJS patients or 44 respondents (88.0%) felt satisfied of the health service of toally 50 respondents, and there was a difference of the satisfaction between BPJS and non BPJS patients towards the health service (p = 0.012 > 0.05 Ho was denied), it was because of the patients’ subjective judgments.
      The conclusion was that there was and there was a difference of the satisfaction between BPJS and non BPJS patients. The hospital was recommended to make reevaluation towards the service given.
      Keywords: The patients’ satisfaction, BPJS and non BPJS members
      Issue No: Vol. 3, No. 2
       
  • ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR
           LENGKAP PADA BAYI DI DESA MANGUNREJO KECAMATAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI
           TAHUN 2018

    • Authors: Machsun Machsun, Yuda Ari Susanti
      Abstract: ABSTRAK : Imunisasi merupakan upaya pencegahan primer yang efektif untuk mencegah terjangkitnya penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Program Pengembangan Imunisasi (PPI) telah dicanangkan oleh WHO sejak tahun 1974 dengan tujuh penyakit target yaitu difteri, tetanus, pertusis, polio, campak, tuberkulosis, dan hepatitis B. Cakupan imunisasi yang rendah menjadi indikator terjadinya kematian akibat PD3I. Oleh karena itu salah satu program yang telah terbukti efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat PD3I adalah imunisasi. Hal ini sejalan dengan kesepakatan MDG’s, dimana untuk mencapai penurunan angka kematian bayi ditandai dengan peningkatan cakupan imunisasi terutama dilihat dari angka cakupan imunisasi campak (WHO, 2008). Hal itu dikarenakan campak adalah imunisasi yang terakhir untuk imunisasi dasar dan merupakan imunisasi yang cukup jauh jaraknya dari imunisasi sebelumnya (yaitu polio 4 pada usia 4 bulan dan campak pada usia 9 bulan) sehingga dapat menjadi indikator tercapainya kondisi Universal Child Immunization (UCI). Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi pengembangan penelitian terutama dalam ilmu kesehatan masyarakat. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menekan terjangkitnya penyakit dan menekan angka resiko kematian bayi. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status imunisasi dasar lengkap pada bayi di Desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Penelitian dilaksanakan mulai pada bulan Februari  s/d Mei 2018.  Sampel  dari penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi umur 12 s/d 24 bulan yang bersedia menjadi responden. Analisis data menggunakan uji Chi Squere. Hasil penelitian di desa Mangunrejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan status imunisasi dasar lengkap bayi dengan p value sebesar 0,013 < (0,05) , Adanya hubungan antara status pekerjaan ibu dengan status imunisasi dasar lengkap bayi dengan p value sebesar 0,019 <  𝛼 (0,05) dan Adanya hubungan antara pendapatan keluarga dengan status imunisasi dasar lengkap bayi dengan p value sebesar 0,004 <  𝛼 (0,05).
      Kata kunci: imunisasi dasar

      ABSTRACT : Immunization is considered as an effective primary prevention to some certain infectious diseases effectively. WHO has established Immunization Development Program (IDP) since 1974 with seven kinds of disease as the targets: diphtheria, tetanus, pertusis, polio, measles, tuberculosis and hepatitis B. Low immunization coverage has become the indicator of the mortality occurance as the result of PD3I. Thus, one of the programs which has been proved effectively in decreasing both sickness and mortality caused by PD3I is immunization. It conforms to the MDG’s agreement in which it is stated that in order to reach desreasing number of infant mortality is marked by the increasing immunization coverage, especially by the measles immunization coverage numbers (WHO, 2008). Since the measles immunization is the last basic one given to the babies and which has the longest space from the former ones (polio 4, given to the age of 4 months, while measles is given to the age of 9 months) it can be taken as the indicator that the condition of universal child immunization has been fulfilled. The purpose of this study is to improve the knowledge in research development, especially knowledge of public health. This is also aimed to minimize the risk of infant mortality. And, as the result, public health level can be improved. The significance of this study to find out factors related to the status of complete basic immunization for infants in Mangunrejo village, Ngadiluwih District, Kediri Regency. This research has been carried out since February to May 2018. Samples in this research are mothers with 12-24 months-baby as the respondents. The data analysis used here is Chi Squere Test. The result of the research in Mangunrejo village shows that there is relationship between the immunization status with mothers’ background. Educated mothers shows p value 0.013 < 𝛼 (0.05) has had their babies given a complete basic immunization, and working mothers shows p value 0.019 < 𝛼 (0.05), while family income shows p value 0.004 < 𝛼 (0,05).  
      Key words :basic immunization
      Issue No: Vol. 3, No. 2
       
  • PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA MENGENAI JAJANAN SEHAT MENGGUNAKAN MEDIA
           MINICARD

    • Authors: Andini Santoso, Mazarina Devi, Agung Kurniawan
      Abstract: : Snacks are holding an important role in providing energy and nutrients intake among school-aged children. Snacks at school that is health less well-guaranteed will potentially bring some effects, which are poisoning, indigestion, and in a long time causing malnutrition. Knowledge enhancement in healthy snacks around children can be done through the health education by using nutritional counseling methods. Nutrition counseling methods in this research were given through the minicard media that is flashcard media that has been modified its size to 12 cm x 10 cm. This research aims to determine students’ knowledge in healthy snacks in SDN 02 Mulyoagung, and also created minicard as a counseling media. This research is a quantitative research by using pre-experiment in one group pre-test post-test model. The sample totals are 30 students, whose are 16 students in V grade and 14 students in IV grade that obtained by purposive sampling technique. Data collection that was used is a questionnaire and data analysis which utilized a sample test of nonparametric 2 methods related to Wilcoxon. The results obtained Sig. (2-tailed) of 0,000 which means less than α (0.025). The average value is increased on post-test after giving intervention in nutritional counseling by using minicard media, so it can be concluded that counseling with the minicard media can improve students’ knowledge in healthy snacks in SDN 02 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
      Keywords: Minicard Media, Knowledge, Healthy Snacks, Elementary Students

      Abstrak: Makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi dan zat gizi lain bagi anak-anak usia sekolah. Peningkatan pengetahuan tentang jajanan sehat pada anak dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan dengan metode penyuluhan gizi. Metode penyuluhan gizi pada penelitian ini diberikan melalui media minicard, yaitu media flashcard yang telah dimodifikasi ukurannya menjadi 12 cm × 10 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa mengenai jajanan sehat di SDN 02 Mulyoagung, serta menciptakan media penyuluhan minicard. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pre experiment dengan model one grup pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 siswa 16 siswa kelas V dan 14 siswa kelas IV yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan metode nonparametrik uji 2 sampel berhubungan Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti kurang dari α (0,025). Terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan pada ¬post-test setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan gizi dengan minicard, sehingga dapat disimpulkan bahwa penyuluhan menggunakan media minicard efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang jajanan sehat di SDN 02 Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Setelah diadakannya penyuluhan ini diharapkan siswa dapat mengingat informasi yang telah diberikan sehingga mengurangi paparan anak sekolah terhadap makanan jajanan yang tidak sehat dan tidak aman.
      Kata Kunci: Media Minicard, Pengetahuan, Jajanan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
      Issue No: Vol. 3, No. 2
       
  • DESIGN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS
           NEGERI MALANG NO-SMOKING AREA DESIGN IN FACULTY OF SPORT SCIENCE
           UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    • Authors: Nurnaningsih Herya Ulfah, Septa Katmawanti, Tika Dwi Tama
      Abstract: ABSTRAK : Data Kementerian Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa kebiasaan merokok ternyata sudah terjadi pada usia 10-14 tahun dengan presentase 1,4% kemudian pada kelompok usia ke 2 (15-19 tahun) yaitu sebesar 18,3% dan meningkat kembali pada usia 20-24 tahun sebanyak 34,1%. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa mahasiswa FIK UM juga memiliki kebiasaan merokok. Kebiasaan merokok bagi seorang olahragawan sangat merugikan karena asap rokok yang dihirup masuk ke pernafasan akan di bawa ke jantung dan dampaknya adalah menghambat kinerja jantung. Penelitian ini bertujuan untuk membuat Design Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang Sebagai Upaya Pelaksanaan Peraturan Bersama Nomor 7 Tahun 2011. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian untuk mendukung design adalah sebanyak 300 responden. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang menyatakan FIK UM memiliki kebijakan terkait kawasan tanpa rokok sebanyak 59,3% dan sebesar 71% responden menyatakan mendukung adanya kawasan tanpa rokok di FIK UM. Selain itu, sebesar >80% responden setuju bahwa Kantin, Gasebo dan ruang dosen harus bebas dari asap rokok. Lebih lanjut diketahui bahwa ada beberapa titik yang disepakati untuk dijadikan sebagai area merokok yaitu: berdekatan dengan gazebo, berdekatan dengan ruang dosen, dan dekat dengan mushola gedung anggrek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah FIK UM mendapatkan dukungan dari civitas akademik untuk mendesign KTR sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan akademis yang sehat.
      Kata kunci : Design kawasan tanpa rokok, peraturan, akademik

      ABSTRACT : Ministry of health Indonesia data show that smoking habit happened at the age of 10-14 years with the percentage 1.4 % then in age group to 2 (15-19 years) is 18,3 % and it has increased at the age of 20-24 years as many as 34,1 %. Based on the results of observation known that college students are FIK UM also has smoking habit. Smoking habit for athletes is very harmful because cigarette smoke which inhaled into respiratory will transport to the heart and its impact is restricting performance the heart. This study aims to make a design of non-smoking area in FIK UM as an effort to the implementation of government regulation number 7 in 2011 . The research method is descriptive with cross sectional approach. The sample to support this design is 300 respondents. This research result indicates that 59,3% of respondent said that FIK UM had a regulation about non-smoking area. Then, 71 % of respondents gave their support to actualize non-smoking area in FIK UM, and also more than 80% of respondents agree that the canteen, free space, and lecturers office should be as non-smoking area. In addition, there are some points that have been agreed to be used as smoking area such as beside gazebo sited, lecturers office, mosque and building orchids. The conclusion is civitas academic from FIK UM give support to design non-smoking area as the effort to create a healthy academic environment.
      Keywords : non-smoking area design, regulation, academic
      Issue No: Vol. 3, No. 2
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 34.224.102.60
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-