for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover
Linguistika : Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 0854-9613
Published by Universitas Udayana Homepage  [72 journals]
  • EVOLUSI FONOLOGIS LEKSIKON DALAM SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA BALI

    • Authors: Putu Eka Guna Yasa
      Abstract: This research produced research in the language of the development of Balinese language. In the search for the texts of Bali Kuna's motion inscriptions, the Middle Balinese literary works, and Modern Balinese languages ''as the data source showed a relatively long period of time. In accordance with this problem, this study used comparative historical linguistic theory. Meanwhile, methodologically at the stage of providing data, it applied the observational method in the written data, and interview method for the oral Balinese language data. In the data analysis section, the method applied is equivalent to the basic technique of speech organ whispering (phonetic articulatory). The result of analysis showed that the phonological evoluted by the sign of sound changing. Thus, the changes found consisted of (1) sound absorption which theoretically included in afferesis, syncope, haplology; (2) metathesis; (3) unusual sounds; (4) vowels and consonants changing.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • PEMANFAATAN FONETIK ARTIKULATORIS UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN PELAFALAN
           BAHASA SASAK ANAK DOWN SYNDROME RINGAN DI LOMBOK TIMUR

    • Authors: Bayu Islam Assasaki
      Pages: 88 - 98
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelafalan anak down syndrome ringan dalam berbicara bahasa Sasak di Kabupaten Lombok Timur melalui pemanfaatan fonetik artikulatoris dengan metode pengajaran intensif. Penelitian ini menerapkan desain penelitian kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan menerapkan empat tahap kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Metode analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan didukung dengan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Dalam penelitian ini peningkatan kemampuan pelafalan anak down syndrome ringan dibuktikan dengan hasil data kualitatif seperti hasil yang didapatkan dari tes yang dilakukan, lembar observasi dan dokumentasi. Peningkatan kemampuan pelafalan pada siswa juga dibuktikan dengan berkurangnya kesalahan pelafalan pada siswa baik dari pelafalan bunyi vokal, bunyi konsonan dan pelafalan kata atau frasa. Peningkatan kemampuan pelafalan siswa juga ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata yang diperoleh sejak tes awal yaitu sebesar 54,40 %, pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 68,62%, dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 76,75%.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • CAMPUR KODE BAHASA JEPANG OLEH PENUTUR BAHASA INDONESIA DI JEJARING SOSIAL
           FACEBOOK

    • Authors: Ni Luh Ernawati
      Pages: 101 - 111
      Abstract: Orang Indonesia yang mampu berbahasa Jepang sering kali memasukkan unsur bahasa Jepang ketika berkomunikasi dengan orang Indonesia yang juga mampu berbahasa Jepang, baik secara langsung maupun di jejaring sosial, seperti facebook. Fenomena kebahasaan ini dikupas berdasarkan konsep teori sosiolinguistik (campur kode). Sumber data primer penelitian ini adalah tuturan yang merupakan status ataupun komentar penutur bahasa Indonesia yang mengandung campur kode di facebook. Data sekunder didapat dari wawancara secara online dengan beberapa informan yang status dan komentarnya di facebook digunakan sebagai sumber data primer. Hasil analisis data menunjukkan bahwa jenis campur kode bahasa Jepang oleh penutur bahasa Indonesia di jejaring sosial facebook ditinjau dari unsur bahasa serapan yang digunakan adalah campur kode ke luar, sedangkan ditinjau dari tata tingkat perangkat kebahasaan adalah campur kode pada tataran kata, campur kode pada tataran frasa, dan campur kode pada tataran klausa. Faktor-faktor yang memengaruhi peristiwa campur kode tersebut, yaitu (1) penutur ingin mempraktikkan bahasa Jepang; (2) terdapat unsur bahasa Jepang yang tidak bisa diinterpretasikan 100 % ke dalam bahasa Indonesia; (3) penutur satu komunitas dengan mitra tutur; (4) dapat memancing mitra tutur untuk menggunakan bahasa Jepang; (5) agar lebih keren; (6) menghindari kevulgaran, dan (7) hal-hal yang dikomunikasikan berkaitan dengan Jepang.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • JENIS-JENIS DAN BENTUK T-V YOBIKAKE OLEH REMAJA JEPANG

    • Authors: I Gusti Ayu Putu Istri Aryasuari
      Pages: 112 - 118
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis sapaan dan bentuk T-V sapaan yang digunakan oleh remaja Jepang. Sumber data yang digunakan, yaitu data berupa kuesioner, daftar pertanyaan, serta didukung dengan data-data yang bersumber dari film Jepang dan kartun Jepang (anime). Teori yang digunakan adalah teori jenis-jenis yobikake menurut Hiromi dan  Teori T-V Brown-Gillman (1960). Metode dan teknik penyediaan data dilakukan dengan kuesioner dan metode wawancara kepada remaja Jepang. Metode dan teknik analisis data dilakukan dengan metode padan referensial. Metode dan teknik penyajian hasil analisis data digunakan metode informal dan formal. Hasil penelitian, yaitu ditemukan tiga jenis sapaan yaitu sapaan. Ketiga jenis sapaan tersebut, pronomina persona ‘ninshoo daimeshi’, sapaan nama diri bersufiks/bentuk Mr/Mrs ‘keishou’, dan sapaan istilah kekerabatan ‘shinzoku yougomei’. Sapaan-sapaan tersebut ditemukan mengandung bentuk T-V. Sapaan pronomina persona bentuk T yang ditemukan, yaitu atashi, ore, boku, jibun, wa-shi, a-shi, wa-shitachi, atashitachi, oretachi, uchira, anta, omae, kimi, temee, omaetachi, dan minna. Sapaan pronomina persona bentuk V yang ditemukan, yaitu watakushi, watashi, watashitachi, anata, anatatachi, minasama dan minasan. Sapaan nama diri bersufiks yang mengandung bentuk T, yaitu sapaan dengan sufiks ~kun dan ~chan. Sapaan nama diri bersufiks yang mengandung bentuk V, yaitu sapaan yang mengandung sufiks ~sama, ~dono, dan ~san. Sapaan istilah kekerabatan yang mengandung bentuk T, yaitu ojiichan, jiiji, obaachan, baaba, papa, oyaji, otou, mama, okaa, kaasan, onii, oniichan, oneechan, neechan, dan imoutochan. Sapaan istilah kekerabatan yang mengandung bentuk V, yaitu ojiisan, obaasan, otousan, okaasan, oniisan, ani, ane, otouto, dan imouto.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • REPRESENTASI IDEOLOGI DALAM TINDAK TUTUR TOKOH PUNAKAWAN WAYANG KULIT
           INOVATIF CENK BLONK

    • Authors: Pande I Putu Hendra Widnyana
      Pages: 119 - 112
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ideologi yang melatarbelakangi tindak tutur tokoh punakawan pada pertunjukan Wayang Kulit Inovatif Cenk Blonk (WKICB). Ideologi tokoh punakawan tersebut merupakan prinsip atau keyakinan yang dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan masyarakat secara umum. Pembahasan masalah dilakukan dengan menerapkan teori analisis wacana kritis menurut Fairclough (dalam Eriyanto, 2001). Analisis tersebut dapat dipandang dari dimensi tekstual, dimensi kewacanaan, dan dimensi praktis sosial budaya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tindak tutur tokoh punakawan WKICB dilandasi oleh sejumlah ideologi, baik ideologi yang harus dipertahankan dan ideologi yang sebaiknya ditinggalkan untuk menciptakan hubungan yang harmonis.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • PERAN KHUSUS VERBA “MEMASAK” DALAM BAHASA BALI: KAJIAN
           METABAHASA SEMANTIK ALAMI (MSA)

    • Authors: Ida Bagus Pramana Pidada, I Nengah Sudipa, Ni Made Suryati
      Pages: 124 - 130
      Abstract: Observasion of Special Role of Verba”Memasak”” Bali Language (VMBB): Metalanguage Analysis of Natural Semantic analyses semantic aspect, firstly lexical realization and verb classification “memasak” in Bali langage (VMBB) mainly special role of argument semantic VMBB. Determination of the argument roles VMBB using theory of general role (Macroroles) analyses semantic role VMBB. Im general, ACTOR in VMBB acts as agent, UNDERGOER act as patient. Role analyses in this observation are done in layers to determine a semantic in an argument. The analyses of this observation use the design of qualitative observation, meanwhile the collection of data is done by observation method, interview, recording, and noting. Data analysis is done by distributional method by using replacement technique (substitution). The next method is description of special role of verb “memasak” in Bali language (VMBB). Analysis is assisted with explication technique. The presentation of result analysis of the data is done by the method of description, formal, and informal. Lexicon of verba”memasak” in Bali language (VMBB) is found 12 firstly: nyakan,mubuh, ngoreng, ngepes, ngnyahnyah, nadang, nunu, nambus, ngatim, nguskus, nguling, and nglablab.The result of observation shous that the lexion of VMBB have special role firstly as agent and patient.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM KOMIK BOKU DAKE GA INAI MACHI

    • Authors: I Gusti Agung Ayu Made Dianti Putri, I Wayan Cika, I Ketut Sudewa
      Pages: 131 - 137
      Abstract: Komik sebagai salah satu karya sastra menggunakan teks dan gambar sebagai senjata untuk menampilkan konflik cerita secara nyata. Salah satu komik yang menampilkan kekerasan di setiap ceritanya adalah komik Boku dake ga Inai Machi karya Kei Sanbe. Komik yang terdiri atas delapan volume ini menceritakan kekerasan fisik serta kekerasan simbolik yang terjadi pada tokoh-tokoh di dalam komik. Kekerasan fisik merupakan kekerasan yang langsung mengenai raga, sedangkan kekerasan simbolik merupakan kekerasan yang melukai psikis korbannya. Pada penelitian ini, analisis difokuskan pada kekerasan simbolik. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori semiotika oleh Ferdinand de Saussure mengenai penanda dan petanda serta teori semiotika oleh Marcel Danesi. Kekerasan simbolik yang ditemukan adalah kekerasan simbolik berdasarkan tindak tutur, kekerasan simbolik berdasarkan media perantara, dan kekerasan simbolik berdasarkan gestur.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • BENTUK MORFOSEMANTIK DALAM TEKS TRADISI LISAN NYIANG LENGAN PADA
           MASYARAKAT DAYAK MAANYAN DI KALIMANTAN TENGAH

    • Authors: Inta Ayu Puspita, I Nyoman Weda Kusuma, I Made Suastika
      Pages: 138 - 146
      Abstract: Nyiang Lengan merupakan sebuah tradisi lisan dalam kebudayaan suku Dayak Maanyan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Barito Timur. Tradisi lisan ini merupakan rangkaian bahasa sastra yang dilantunkan dengan menggunakan bahasa Pangunraun. Penelitian ini menggunakan kajian morfosemantik untuk memahami bentuk morfologis dan maknanya. Nyiang Lengan dikaji karena penulis ingin melestarikan kebudayaan kampung halaman sekaligus memperkenalkan tradisi ini kepada generasi muda agar mereka menyadari pentingnya tradisi lisan ini bagi masyarakat Dayak Maanyan. Sebab, banyak kaum muda Dayak Maanyan yang tidak dapat mendendangkan bahkan mengerti pesan-pesan yang terkandung di dalam Nyiang Lengan. Penelitian ini berfokus pada afiksasi dan makna di dalam teks Nyiang Lengan. Afiksasi menjadi topik utama untuk menemukan perubahan morfologis dalam teks tradisi lisan tersebut. Kemudian, memahami maknanya juga menjadi hal yang penting agar pesan-pesan di dalamnya dapat tersampaikan.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • APPLYING TEXT-BASED APPROACH USING ECOTEXT TO IMPROVE DESCRIPTIVE WRITING
           SKILL OF THE 7TH GRADERS OF SMP KRISTEN PAYETI, EAST SUMBA

    • Authors: Melkianus Dju Rohi, I Wayan Simpen, Ni Wayan Sukarini
      Pages: 147 - 155
      Abstract: Text based approach is one of the approaches implemented in 2013 curriculum which is ignored by the English teacher in teaching. Besides, the teacher has not yet related the materials taught with the learners` environment, especially the local excellences.  This research aims to give a description both quantitatively and qualitatively on how the result of descriptive writing skill of the 7th graders’ of SMP Kristen Payeti before and after the implementation of text-based approach using ecotext with the theme of horse `njara` is. The data were collected through pretest, observation during the treatment, and posttest. This research uses concurrent embedded design in which the qualitative method is embedded or nested within the quantitative method. The results show that before the treatment the average achievement of the learners in composing descriptive text was 62. It is below the minimum completion criteria (KKM), that is 70. Individually, only 10 of 32 learners passed the exam. After the treatment, the average achievement became 78.69 or increased by 16.69 on five aspects analyzed, content, organization, vocabulary, language use, and mechanic. Only 3 of 32 learners failed. In addition, the treatment is suitable with the perspective of ecolinguistics in language learning, mainly the relation, the context, the emergence, the quality, the variability, and the activity. In conclusion, text based approach using ecotext can be implemented to improve the learners skill in writing descriptive text.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
  • STRUKTUR SEMANTIS VERBA ‘NAIK’ DALAM BAHASA JEPANG

    • Authors: Made Henra Dwikarmawan Sudipa, I Ketut Darma Laksana, I Made Rajeg
      Pages: 156 - 163
      Abstract: Artikel ini berfokus pada analisis struktur semantis verba ‘naik’ dalam bahasa Jepang. Data dikumpulkan dari artikel koran pada laman asahi.com menggunakan metode simak disertai teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode agih. Metode agih digunakan untuk menganalisis struktur semantis dengan teori Metabahasa Semantik Alami (MSA) menurut Goddard dan Wierzbicka (2014). Berdasarkan hasil analisis, verba ‘naik’ bahasa Jepang terdiri atas verba noru, noboru, dan agaru. Setiap verba memiliki ciri-ciri yang membedakan satu verba dengan verba lainnya.
      PubDate: 2018-09-13
      Issue No: Vol. 49, No. 25 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.164.198.240
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-