for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover
COPING (Community of Publishing in Nursing)
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2303-1298
Published by Universitas Udayana Homepage  [72 journals]
  • Vol 5 No 1 (2017): COPING

    • Authors: Meril Valentine Manangkot
      PubDate: 2017-04-03
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
  • HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DENGAN PENYALAHGUNAAN ALKOHOL
           PADA REMAJA LAKI-LAKI DI DESA JIMBARAN

    • Authors: I Kadek Agus Mahendra Putra, V.M Endang S.P. Rahayu, Ni Wayan Suari
      Pages: 1 - 7
      Abstract: Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami perubahan emosi, tubuh, dan minat. Beberapa masalah yang ditemukan pada fase perkembangan remaja seperti penyalahgunaan alkohol dan ketergantungan alkohol. Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan alkohol pada remaja. Lingkungan dibagi menjadi tiga yaitu lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan tempat tinggal dengan penyalahgunaan alkohol pada remaja laki-laki di Desa Jimbaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 97 remaja laki-laki yang dipilih dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner tentang lingkungan tempat tinggal dan penyalahgunaan alkohol. Hasil lingkungan tempat tinggal pada responden diperoleh sebagian besar lingkungan tempat tinggal responden memiliki resiko sedang dengan frekuensi sebesar 47 responden atau 48,5%. Hasil penyalahgunaan alkohol pada responden bahwa sebagian besar responden masuk dalam kategori bukan penyalahgunaan alcohol sebesar 69 atau 71,1%.  Berdasarkan uji spearman rank diperoleh p value < 0,05 yaitu sebesar 0,000, H0 ditolak sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan tempat tinggal dengan penyalahgunaan alkohol pada remaja laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan kepada petugas kesehatan mempertimbangkan upaya pendidikan kesehatan tentang dampak penyalahgunaan alkohol terhadap kesehatan sehingga dengan lingkungan tempat tinggal yang berisiko sedang dapat mencegah terjadinya penyalahgunaan alkohol pada remaja laki-laki.
      PubDate: 2017-04-29
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
  • PENGARUH HOME CARE SERVICE TERHADAP KEPATUHAN DALAM PENATALAKSANAAN
           DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR
           SELATAN

    • Authors: Kadek Ariwisana, Made Rini Damayanti Saputra, Made Ayu Witriasih
      Pages: 8 - 18
      Abstract: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Salah satu upaya mengontrol penyakit diabetes melitus dapat dilakukan dengan meningkatkan kepatuhan klien dalam penatalaksanaan diabetes melitus. Untuk  meningkatkan kepatuhan tersebut diperlukannya metode home care service. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh home care service terhadap kepatuhan dalam penatalaksanaan diabetes melitus tipe 2 pada lansia di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan menggunakan rancangan penelitian pre-test and post-test control design. Dalam design ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengetahui kepatuhan responden dalam penatalaksanaan diabetes melitus. Hasil penelitian ini menunjukan pada kelompok perlakuan mengalami perubahan nilai rata-rata dari 2,13 menjadi 1,13 menunjukan bahwa tingkat kepatuhan pada kelompok perlakuan lebih tinggi setelah diberikan intervensi. Pada kelompok kontrol mengalami perubahan nilai rata-rata kepatuhan sebesar 2,80 menjadi 2,60 yang menunjukan terdapat perubahan kepatuhan setelah dilakukan post-test. Berdasarkan uji Mann-Whitney U-Test untuk mengetahui selisih kepatuhan pada kedua kelompok didapatkan hasil p value sebesar 0,002, sehingga terdapat perbedaan signifikan tingkat kepatuhan pada kedua kelompok dengan p value < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh home care service terhadap kepatuhan dalam penatalaksanaan penyakit diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan kepada petugas kesehatan dapat mempertimbangkan penerapan metode home care service kepada masayarakat terutama lansia untuk meningkatkan kepatuhan penatalaksanaan diabetes melitus.
      PubDate: 2017-04-29
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
  • PENERAPAN HATHA YOGA DAPAT MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN
           HIPERTENSI

    • Authors: I Dewa Gede Dwija Yasa, Abdul Azis, I Made Widastra
      Pages: 19=25 - 19=25
      Abstract: Penyakit hipertensi pada lansia adalah penyakit dimana tekanan darah batas atas (systole) lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah batas bawah (diastole) lebih dari 90 mmHg. Alternatif melakukan latihan hatha yoga dianjurkan kepada penderita hipertensi karena mampu memberikan efek relaksasi dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hatha yoga terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen dengan desain penelitian pre-test dan post-test one group design, yang dilakukan terhadap 30 sampel yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode observasi dengan mengukur tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital sesuai dengan prosedur dilakukan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian pada 30 responden menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai pre-test dan post-test pada tekanan darah responden setelah dilakukan latihan hatha yoga. Hal ini ditunjukkan dengan selisih nilai tekanan darah sistolik sebelum dan setelah dilakukan hatha yoga yaitu sebesar 9,03 mmHg dan selisih nilai tekanan darah diastolik sebelum dan setelah dilakukan hatha yoga yaitu sebesar 6,56 mmHg dengan Paired t-Test perbedaan ini bermakna secara statistik dengan signifikansi sebesar (p)= 0,000 yang artinya ada pengaruh hatha yoga terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah Puskesmas II Denpasar Selatan. Berdasarkan hasil temuan di atas, disarankan kepada perawat untuk memberikan alternatif penatalaksanaan secara non farmakologi seperti hatha yoga kepada lansia yang menderita hipertensi.
      PubDate: 2017-04-29
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
  • PENGARUH TELENURSING TERHADAP MANAJEMEN NUTRISI PADA PASIEN DENGAN
           PENYAKIT KRONIS YANG PERNAH DIRAWAT DI RUANG MAWAR DAN RUANG RATNA RSUP
           SANGLAH DENPASAR

    • Authors: Ida Bagus Gde Mustika, Ni Ketut Guru Prapti, Made Oka Ari Kamayani
      Pages: 26 - 33
      Abstract: Manajemen nutrisi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, serta mengendalikan nutrisi yang adekuat untuk mengurangi gejala penyakit dan meningkatkan kualitas hidup klien. Manajemen nutrisi dalam pengontrolan penyakit kronis membutuhkan tekhnologi keperawatan misalnya mengaplikasikan telenursing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Telenursing Terhadap Manajemen Nutrisi pada Pasien dengan Penyakit Kronis Setelah Keluar dari Ruang Mawar dan Ruang Ratna RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian dilakukan dari tanggal 18 September – 09 November 2015. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan pre-test and post-test control group design. Jumlah sampel pada masing-masing kelompok adalah 30 orang. Intervensi telenursing diberikan ketika responden sudah dirumah yaitu selama tiga minggu. Data penelitian diuji normalitas menggunakan uji saphiro wilk dan analisis menggunakan uji non parametrik wilcoxon sign rank test dan mann whitney u-test. Hasil analisis uji wilcoxon sign rank test terdapat perbedaan yang signifikan manajemen nutrisi sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan dengan p value = 0,000 (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada manajemen nutrisi sebelum dan sesudah dengan p value = 0,284 (p>0,05). Hasil analisis uji mann whitney u-test menunjukan ada perbedaan yang signifikan pada perubahan manajemen nutrisi diantara kedua kelompok dengan p value = 0,000 (p<0,05) sehingga disimpulkan ada pengaruh telenursing terhadap manajemen nutrisi pada pasien dengan penyakit kronis di ruang Mawar dan ruang Ratna RSUP Sanglah Denpasar.
      PubDate: 2017-04-29
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
  • PENGARUH BREASTFEEDING PEER SUPPORT TERHADAP PERILAKU IBU DALAM MENYUSUI
           DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN

    • Authors: Ni Putu Intan Mertaningsih, Ni Ketut Guru Prapti, Meril Valentine Manangkot
      Pages: 34 - 43
      Abstract: Program ASI eksklusif yang dicanangkan pemerintah hingga saat ini belum mencapai target yang telah ditetapkan. Salah satu penyebab masalah tersebut karena pengetahuan dan tindakan menyusui ibu yang keliru dalam memberikan ASI eksklusif. Hal ini terjadi pula pada Puskesmas IV Denpasar Selatan yang memiliki nilai cakupan ASI di bawah 80% meskipun telah memiliki program ASI eksklusif. Mengatasi hal tersebut WHO merekomendasikan untuk membentuk kesehatan berbasis masyarakat salah satunya dengan Breastfeeding Peer Support (BPS) untuk mendukung dan memotivasi ibu dalam menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh BPS terhadap perilaku ibu dalam menyusui di wilayah kerja Puskesmas IV Denpasar Selatan. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan studi pretest and posttest group design. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji beda statistik non-parametrik Wilcoxon dan Mann-Whitney. Sampel penelitian adalah ibu menyusui yang memiliki anak usia 0-2 tahun. Jumlah sampel sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara non- probability sampling yaitu dengan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan dari 1 Maret hingga 31 Maret 2016. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value pada domain pengetahuan sikap, dan tindakan kurang dari 0.05 yang berarti ada pengaruh BPS terhadap perilaku ibu dalam menyusui. Adanya perubahan perilaku ibu menyusui disebabkan oleh dukungan dan motivasi yang diberikan BPS, dimana hal ini juga dipengaruhi oleh dukungan budaya sekitar ibu dan pengalaman ibu dalam menyusui.
      PubDate: 2017-04-29
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
  • HUBUNGAN AKTIVITAS MENYELAM DENGAN KAPASITAS VITAL PARU PADA PENYELAM DI
           DESA LES, KECAMATAN TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG

    • Authors: I Made Parayoga Dwipayana, A.A. Istri Putra Kusumawati, Ni Ketut Guru Prapti
      Pages: 44 - 55
      Abstract: Menyelam adalah salah satu aktivitas bawah air yang telah dinikmati sebagai salah satu cabang olahraga. Apabila penyelam turun makin dalam ke dasar laut, paru akan terpajan oleh peningkatan tekanan  oksigen. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap paru, diperlukan adanya pencegahan berupa skrining kapasitas vital paru menggunakan spirometri. Penelitian ini bertujuan menganalisa apakah ada hubungan aktivitas menyelam berupa kedalaman dengan kapasitas vital paru pada penyelam. Desain penelitian ini adalah non-experimental design berupa penelitian korelasional. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan cross-sectional, dimana observasi data variabel bebas dan terikat dilakukan satu kali pada suatu saat. Dengan teknik purposive sampling peneliti mendapatkan sampel sebanyak 35 orang. Setelah dilakukan pengukuran dan penghitungan FEV1 dan pemberian angket didapatkan hasil obstruksi sedang sebanyak 15 orang (42,86%), yang mengalami obstruksi ringan sebanyak 11 orang (31,43%), dengan persentase FEV1 normal sebanyak 9 orang (25,71%) dan tidak ada yang mengalami obstruksi berat. Menyelam pada kedalaman <10 meter sebanyak 22 orang (62,86%), pada kedalaman 10 – 30 meter sebanyak 5 orang (14,29%) dan  pada kedalaman >30 meter sebanyak 8 orang (22,86%). Berdasarkan uji korelasi Spearman-Rank didapatkan hasil p=0,029 dengan koefisen korelasi -0,368 artinya ada hubungan signifikan antara aktivitas menyelam dengan kapasitas vital paru. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar penyelam selalu dengan rutin memeriksakan kesehatannya.
      PubDate: 2017-04-29
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
  • HUBUNGAN PENGGUNAAN SELF PRESCRIBE COMPLEMENTARY AND ALTERNATIVE MEDICINE
           DENGAN INTENSITAS NYERI PUNGGUNG PADA PENGERAJIN DI DESA BATUAN

    • Authors: Komang Taranita Shanti Shanti, Made Pasek Kardiwinata, Made Rini Damayanti Saputra
      Pages: 56 - 65
      Abstract: Nyeri punggung merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh pengerajin akibat posisi duduk saat bekerja. Posisi kerja yang statis dan masa kerja yang lama dapat menimbulkan nyeri punggung pada pengerajin. Nyeri punggung yang dialami seseorang akan menimbulkan kerugian berupa aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, produktivitas menurun, kualitas hidup menurun serta menimbulkan ketidaknyamanan. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk menangani nyeri punggung yaitu melalui terapi non farmakologis, salah satunya yaitu penggunaan Self-prescribe Complementary And Alternative Medicine (CAM). Self-prescribe CAM merupakan terapi komplementer dan alternatif yang aman digunakan sendiri tanpa melibatkan praktisi CAM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan Self-prescribe CAM dengan intensitas nyeri punggung pada pengerajin di Desa Batuan. Self-prescribe CAM yang diteliti dalam penelitian ini meliputi obat herbal, vitamin, mineral dan suplemen, meditasi, yoga, dan aromaterapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian observational analitik dengan pendekatan crosssectional. Dengan teknik purposive sampling peneliti mendapatkan sampel 78 responden yang benar diteliti. Dalam penelitian ini responden mengisi kuisoner tentang penggunaan Self-prescribe CAM dan dilakukan pengkajian intensitas nyeri. Data dianalisis menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisa data didapatkan nilai p value lebih kecil daripada ' (0,05), artinya ada hubungan penggunaan Self-prescribe Complementary And Alternative Medicine dengan intensitas nyeri punggung pada pengerajin di Desa Batuan. Berdasarkan hasil penelitian diatas disarankan kepada perawat dan tenaga kesehatan lain untuk mempertimbangkan penggunaan obat herbal, vitamin, mineral dan suplemen, meditasi, yoga sebagai terapi alternatif dalam mengatasi nyeri punggung.
      PubDate: 2017-04-29
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.164.198.240
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-