for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover
Bhakti Persada : Jurnal Aplikasi IPTEKS
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2477-4022 - ISSN (Online) 2580-5606
Published by Politeknik Negeri Bali Homepage  [6 journals]
  • PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PEDAGANG PASAR SENI GUWANG DI DESA GUWANG,
           SUKAWATI, GIANYAR

    • Authors: I Dewa Gede Ari Pemayun, I Nyoman Meirejeki, Anak Agung Swabawa
      First page: 44
      Abstract: Pelatihan bahasa Mandarin, etika profesi wira usaha, dan pemasaran on line dilaksanakan di desa Guwang yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan, diberikan kepada para pedagang yang berjualan di pasar seni Guwang Sukawati. Pelatihan ini secara operasional berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 - 20 Mei 2017, di mana metode yang digunakan berupa: ceramah, Tanya jawab, dan metode percakapan. Untuk pelatihan etika profesi menggunakan metode cermah dan metode simulasi, sedangan untuk pelatihan pemasaran on line menggunakan metode ceramah dan praktek langsung menggunakan lap top. Luaran yang dihasilkan berupa sasaran yang ingin dicapai yang meliputi: peningkatan kemampuan para pedagang  untuk berkomunikasi dalam bahasa Mandarin dengan wisatawan China secara efektif, peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada wisatawan yang berkunjung ke pasar seni seni Guwang dan peningkatan kemampuan menggunakan internet dalam mempromosikan pasar seni dan semua jenis barang yang dijualnya. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari pelatihan ini berupa: 1) dapat memperkaya kemampuan intelektual demi meningkatkan kompetensi saat memasuki dunia kerja terutama menyikapi perkembangan pesat ekonomi Tiongkok dan globalisasi, 2) dapat menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan kehlian, sehingga dapat  meningkatkan kesadaran untuk memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, 3) dapat membantu para pebisnis untuk menciptakan strategi pemasaran secara tepat
      PubDate: 2018-01-05
      Issue No: Vol. 3, No. 1 (2018)
       
  • DIVERSIVIKASI DESAIN GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PENGERAJIN LIMBAH
           DRUM BEKAS

    • Authors: I Made Rajendra, I Ketut Suherman, NK Dessy Hariyanti, I Made Sudana, IGN Suta Waisnawa, IA Dwita Krisna Ari
      First page: 1
      Abstract: Salah satu produk karya seni yang lahir melalui sebuah proses kreatif adalah kerajinan berbahan dasar drum bekas pelumas yang keberadaannya saat ini mulai dilirik oleh wisatawan mancanegara. Kerajinan ini berpusat di Desa Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Produk karya seni yang dihasilkan oleh pengerajin ini berupa hiasan dinding dengan motif yang bervariasi, seperti: bentuk bunga, frame kaca cermin, berbagai jenis motif satwa, seni instalasi berbentuk robot dari plat drum dan suku cadang kendaraan bekas. Akan tetapi,  produk karya seni berupa handy craft ini dari segi jumlah dan varian desainnya masih terbatas. Desain yang diproduksi masih terpaku pada bentuk-bentuk baku dengan teknik pengerjaan yang masih kasar. Hal ini dapat dilihat pada hasil pemotongan, pengelasan dan permainan bentuk yang kurang bervariasi, sehingga produk-produk yang dihasilkan oleh pengerajin belum terlihat adanya pembaharuan yang signifikan dan produktivitasnya masih rendah. Melalui PPM (Program Pemberdayaan Masyarakat) diupayakan mendorong produktivitas dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan, di antaranya: pelatihan diversivikasi desain, brainstorming ide-ide baru, pengenalan produk nirmana, pelatihan pengelasan, dan chrome. Hasil pelatihan ini telah mampu menambah ragam produk dengan melahirkan 2 (dua) produk baru yang inovatif dengan kualitas semakin baik, sehingga produktivitas diukur dari jumlah jenis produk dapat dikatakan telah meningkat.  
      PubDate: 2017-12-29
      Issue No: Vol. 3, No. 1 (2017)
       
  • TOURISM TRANING CENTRE POLITEKNIK NEGERI BALI (TTC-PNB)

    • Authors: Ni Nyoman Triyuni, Made Ruki, Cokorde Istri Sri Widari
      First page: 10
      Abstract: Tujuan TTC-PNB adalah untuk: (1) mengomersialkan dan menyebarkan hasil penelitian dan / atau karya dosen sebagai sumber pendanaan untuk pengembangan kelembagaan; (2) memanfaatkan waktu luang dosen, memaksimalkan pemanfaatan laboratorium dan ruang kelas yang memiliki idle capacity; (3) membantu siswa yang ingin menerima pelatihan di bidang lain selain kompetensi yang diberikan pada ceramah; (4) dan membantu masyarakat umum yang tidak ingin kuliah terlalu lama. Metode pelaksanaannya mulai dari persiapan, penyusunan kurikulum, SOP dan Modul Pelatihan sebanyak 30 buah. Kegiatan ini mengahasilkan 23 jenis pelatihan di bidang pariwisata yang berupa short course 3 dan 6 bulan, basic level (1 tahun). Pelatihan ini didukung dengan  32 ruang kelas dengan kapasitas 28 orang per kelas, PEACE Tours and Travel Laboratory, Laboratorium Hotel 22 kamar, laboratorium bar, laboratorium restoran, laboratorium dapur, Laundry Lab., Laboratorium MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition), Laboratorium Bahasa,  ruang kantor, dan admnistrasi.
      PubDate: 2017-12-29
      Issue No: Vol. 3, No. 1 (2017)
       
  • PENYIAPAN INSTALASI DAN PENGELOLAAN AIR BERSIH DI DESA LABAKSUREN,
           KABUPATEN TABANAN

    • Authors: I Made Aryana, I Nyoman Anom Purwawinaya, I Made Marsa Arsana, I Gusti Agung Oka Sudiadnyani
      First page: 18
      Abstract: Pengabdian masyarakat merupakan salah satu wujud implementasi dari “Tri Dharma” Perguruan Tinggi. Konsep pengabdian ini adalah membantu masyarakat atau sekelompok masyarakat yang membentuk suatu organisasi baik itu di bidang: pertanian, peternakan, perdagangan, maupun perniagaan jasa.   Bantuan ini bisa berupa: suatu alat peraga, alat teknologi tepat guna, dan pelatihan singkat. Diharapkan nantinya kelompok masyarakat ini mampu meningkatkan tujuan suatu organisasi baik dari sisi pelayanan, produksi, maupun keahlian/keterampilan. Desa Labaksuren, Bengkel Sari, terletak di Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Penduduk Desa Labaksuren sebanyak 108 KK memiliki mata pencaharian sebagai berikut: 35 % bekerja di sektor formal dan 65 % adalah petani.  Kondisi geografis Desa Labaksuren adalah berbukit-bukit dan dikelilingi oleh 2 sungai, yaitu Tukad Bambangan dan Tukad Payan. Sungai yang menjadi sumber pengairan sawah ini sifatnya tadah hujan. Pada saat musim kemarau debit air sungai akan menurun drastis dan di musim hujan air melimpah. Sarana air bersih yang ada di Desa Labaksuren dikelola oleh 2 kelompok yaitu : Kelompok “Toya Amerta”  di Dusun Labaksuren 1 dan Kelompok “Banyu Urip” di Dusun Labaksuren 2. Pengelolaan secara swadaya belum tertata dengan baik, sehingga belum mampu memberikan pelayanan yang memadai. Metode dalam melaksanakan pengabdian terhadap dua kelompok pengelola air bersih adalah : FGD (Focus Discussion Group),  Partisipatory Research Action (PRA), Metode Pelatihan, dan Pendampingan. Implementasi dari tiga (3) metode tersebut adalah melakukan koordinasi berupa sosialisasi mengenai pemanfaatan air sungai sebagai air baku dengan menyesuaikan peraturan adat sebagai dasar dari kegiatan tersebut. Sosialisai ini merupakan hal yang sangat penting sebab tujuan lainnya adalah menyamakan persepsi mengenai visi dan misi dari kelompok ”Toya Amerta” dan ”Banyu Urip” dalam mengelola air bersih yang nantinya akan dikomersialkan. Salah satu penguatan mengenai usaha tersebut adalah menilai dari aspek kualitas. Uji air sampel dilakukan di dua tempat, yaitu: intake (hulu) dan outlet pada saringan alami. Hasil pengujian tersebut sangat baik,  terdapat peningkatan kualitas dari air sungai menjadi air baku setelah mengalami saringan alami. Parameter yang diuji adalah: parameter fisik (kekeruhan, temperatur, TSS) parameter kimia (amoniak NH3, BOD dan DO) Sarana dan prasarana juga sudah dipersiapkan dalam skema pengabdian saat ini di Desa Labaksuren. Perbaikan jaringan instalasi pipa dengan menambahkan aksesoris yaitu pelepas tekan, controlling box, meteran air, sampungan (tee), elbow 450. Di samping itu, juga menambah bak reservoir dan bak saringan alami (Trickling Filter) dengan memanfaatkan media pasir dan ijuk sebagai media tumbuh bakteri. Manajemen yang baik diharapkan nantinya dapat menopang keberlanjutan dari organisasi pengelolaan air bersih. Muara dari pengelolaan ini nantinya dapat berwujud fisik yaitu “Koperasi” diharapkan nantinya pada jangka menengah dalam mewujudkan visi dari kelompok tersebut sudah dapat dibentuk organisasi yang berbadan hukum dengan bentuk koperasi
      PubDate: 2017-12-29
      Issue No: Vol. 3, No. 1 (2017)
       
  • PENINGKATAN PRODUKSI DAN WAWASAN PENGERAJIN TALENAN DI DESA TEMESI,
           GIANYAR

    • Authors: I Gde Agus Jaya Sadguna, Ayu Dwi Yulianthi, Kadek Cahya Dewi
      First page: 25
      Abstract: Talenan merupakan salah satu peralatan dapur yang sangat penting dan berfungsi sebagai tumpuan atau alas untuk memotong bahan makanan yang akan diolah oleh orang Bali, baik untuk memasak makanan sehari-hari maupun untuk kegiatan upacara, salah satunya adalah lawar. Ketergantungan masyarakat terhadap talenan membuat alat ini sebagai peralatan wajib saat membuat masakan Bali seperti lawar.  Kegiatan ini bertujuan untuk memajukan usaha talenan yang dimiliki oleh dua mitra yaitu usaha milik Bapak Jero Mangku Rastiti (Mitra 1) dan Bapak I Ketut Gede Raka (Mitra 2) yang berlokasi di Desa Temesi, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Kedua usaha ini memiliki kondisi yang serupa yaitu merupakan usaha sendiri, pengelolaan usaha belum maksimal, dan ketiadaan alat untuk membantu produksi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diberikan bantuan berapa peralatan untuk meningkatkan produksi dan juga pelatihan-pelatihan. Peralatan yang diberikan adalah gergaji mesin, masker filter, kacamata pengaman, papan nama dan juga rak pajangan untuk membantu memajang hasil produksinya. Kedua mitra juga diberikan pelatihan manajemen pengelolaan usaha, pelatihan pembukuan keuangan, dan pelatihan pemasaran untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan usahanya.
      PubDate: 2017-12-29
      Issue No: Vol. 3, No. 1 (2017)
       
  • PEMBERDAYAAN PETANI ASPARAGUS DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN
           BADUNG, PROVINSI BALI

    • Authors: I Ketut Suarja, Ida Ayu Elistyawati, Ni Ketut Bagiastuti
      First page: 33
      Abstract: Program Iptek bagi Masyarakat (IbM) asparagus di Desa Pelaga ini bertujuan untuk menjaga eksistensi petani asparagus di Desa Pelaga dan  mengusahakan  agar  terjadi sikronisasi yang saling menguntungkan antara kegiatan kelompok petani asparagus dan kegiatan pariwisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani asparagus. Ada 50 orang pembudidaya asparagus di Desa Pelaga yang terbagi ke dalam delapan banjar. Pada program ini yang diambil hanya di Banjar Bukian yang beranggotakan 25 orang. Permasalahan yang mereka hadapi adalah keterbatasan petani dalam mengolah hasil panen untuk menjadi makanan yang bisa disajikan untuk wisatawan. Selain itu, petani asparagus juga tidak mampu memprediksi keadaan cuaca yang sangat ekstrim, seperti: hujan dan angin ribut.  Tidak hanya itu,  pendanaan juga menjadi masalah, mengingat biaya pembuatan rumah plastik cukup mahal. Masalah berikutnya adalah petani asparagus belum bisa memanfaatkan sektor pariwisata yang sangat berkembang sebagai sumber pendapatan dari budidaya asparagus, serta masalah pengolahan hasil panen yang lebih bervariasi. Untuk mengatasi masalah tersebut kami telah sepakat dengan petani yang terdapat di Banjar Bukian tersebut untuk memulai dengan: pengolahan pascapanen  sebagai pancingan, sehingga mereka bersemangat kembali menanam asparagus; bersama-sama membuat rumah plastik sebagai peneduh tanaman asparagus, sehingga hasil panen tidak banyak yang rusak; mengolah asparagus menjadi soup internasional dan pepes asparagus untuk dipasarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Desa Pelaga, sehingga ada oleh-oleh khas Desa Pelaga; membuat buku panduan pengembangan asparagus; pengelohan pascapanen; membuat  paket  wisata asparagus;  melatih  bahasa  Inggris  dan  etika profesi serta membuat brosur, sehingga petani asparagus bisa saling menunjang dengan kegiatan pariwisata. Petani asparagus bisa mendapat manfaat dari pariwisata dan pariwisata juga mendapat manfaat dari petani asparagus. Dari kegiatan ini diharapkan pendapatan petani asparagus tidak hanya dari industri dan pengolahan yang dilakukan, tetapi juga dari sektor pariwisata.
      PubDate: 2017-12-29
      Issue No: Vol. 3, No. 1 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-