Journal Cover Aksara
  [2 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 0854-3283 - ISSN (Online) 2580-0353
   Published by Balai Bahasa Bali Homepage  [1 journal]
  • Sampul Depan

    • Authors: RW RW
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.114.%p
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • Halaman Sampul dan Daftar Isi

    • Authors: RW RW
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.112.i-xv
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • Sampul Belakang

    • Authors: RW RW
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.115.%p
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • RESEPSI SASTRA KISAH GANDARI DALAM PUISI INDONESIA MODERN

    • Authors: Puji Santosa
      Pages: 1 - 18
      Abstract: Penelitian ini bertujuan mengungkapkan dan memaknai resepsi sastra kisah Gandari dalam puisi Indonesia modern yang dilakukan oleh Gunawan Maryanto, Djoko Saryono, dan Goenawan Mohamad. Masalah penelitian adalah resepsi sastra kisah Gandari yang digubah menjadi puisi Indonesia modern. Untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan digunakan metode kualitatif yang ditopang dengan deskripsi, analisis isi, dan komparasi. Hasil dan pembahasaan penelitian ini membuktikan bahwa resepsi sastra kisah Gandari dalam puisi Indonesia modern melalui pemaknaan: (1) transformasi kisah Gandari dengan kreativitas estetis sebagai proses kreatif penyair, (2) referensi gerak budaya sebagai pertanda bahwa kisah Gandari itu dinamis, akulturatif, dan integratif menjadi lambang perjuangan wanita yang menjadi korban kekuasaan, wibawa, dan cinta, serta (3) reaktualisasi filosofi dan nilai budi pekerti perjuangan Gandari melawan suratan takdir dan nasib, meskipun pada akhirnya kalah dan menyerah, sebagai suatu pembelajaran bahwa manusia diberi hak untuk tetap berusaha sekuat kemampuan mencapai cita-cita dan harapannya. Dari hasil penelitian itu dapat disimpulkan bahwa resepsi sastra kisah Gandari dalam puisi Indonesia modern menunjukkan adanya pemaknaan yang dinamis, kreatif, estetis, serta memberi roh dan kehidupan mitos yang tidak dapat dipisahkan dari realitas sehari-hari.  
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.116.1-18
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • KEBERADAAN AKSARA WRÉSASTRA DALAM AKSARA BALI

    • Authors: I Nengah Duija
      Pages: 19 - 32
      Abstract: Aksara Bali yang disebut Wrésastra merupakan aspek penting yang mengemas kebudayaan Bali dari zaman ke zaman yang terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Atas dasar pemikiran itu, kajian difokuskan untuk menjawab dua masalah, yaitu bagaimana bentuk aksara itu di dalam inskripsi, tinggalan lainnya, dan perkembangannya sehingga menjadi aksara Bali sekarang dan bagaimana nilai-nilai filosofis aksara itu dalam berbagai inskripsi yang memiliki fungsi religius dalam masyarakat Bali. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengungkap bentuk aksara Wrésastra di dalam inskripsi dan tinggalan lainnya sehungga menjadi akasara Bali seperti sekarang ini dan mengungkap nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Teori yang digunakan membedah masalah adalah teori simbol dan teori religi. Teori dipilih dilandasi oleh pertimbangan bahwa manusia menerjemahkan kehidupannya melalui simbol dan bahkan juga menciptakan simbol serta simbol itu diyakini memberikan andil dalam kelestarian hidupnya yang dijiwai oleh  konsep religi sehingga dapat memperkuat keyakinannya kepada Tuhan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa aksara Wrésastra merupakan salah satu jenis aksara Bali yang dipakai untuk menuliskan bahasa Bali. Dintinjau dari inskripsi, akasara ini diketahui memiliki bentuk yang beragam dan dituliskan dari berbagai bahan, seperti batu, tembaga, dan lontar. Aksara ini mengalami perkembangan dari aksara Brahmi dan Pallawa menjadi aksara Jawa Kuno, Bali Kuno, Kadiri Kuadrat, dan aksara Bali yang sekarang. Aksara ini juga memiliki nilai religius yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali, seperti dalam kaitannya dengan pengaturan batas wilayah, pajak, dan denda.  
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.98.19-32
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • KOSMOLOGI LAUT DALAM TRADISI LISAN ORANG MANDAR DI SULAWESI BARAT

    • Authors: Sastri Sunarti
      Pages: 33 - 48
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kosmologi laut dalam tradisi lisan nelayan Mandar di Sulawesi Barat. Data penelitian ini meliputi ekspresi budaya dalam tradisi lisan seperti ritual laut dan sastra lisan yang terdapat di wilayah pesisir Mandar. Masalah yang hendak disoroti dalam penelitian adalah bagaimana kosmologi laut yang direpresentasikan dalam tradisi lisan orang Mandar sebagaimana terdapat dalam ritual laut dan cerita lisan yang berkaitan dengan laut. Untuk menunjang penelitian ini, digunakan metode etnografis dan kualitatif. Etnografis membantu memahami karakteristik orang Mandar dan kualitatif merupakan prasyarat dalam kajian lapangan sebagaimana yang sering dilakukan dalam penelitian tradisi lisan. Adapun data primer seperti cerita lisan Mandar akan dianalisis dengan pendekatan komposisi skematik lisan yang dikemukakan oleh Ong dan Sweeney. Hasil dan pembahasaan ini menunjukkan bahwa kosmologi laut orang Mandar sangat penting memeperlakukan laut sebagai tradisi dan arti penting laut dalam tradisi lisan nelayan Mandar ketika akan, dan, sedang melaut. Selain itu, pembahasaan ini menjelaskan proses asimilasi agama (Islam) dengan tradisi (agama lokal) di Mandar tanpa saling menafikan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, tradisi lisan ini sudah wajar dilaksanakan oleh masyarakat Mandar, Sulawesi Selatan sebagai sebuah budaya yang adiluhung.  
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.99.33-48
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • BUDAYA LAMPUNG DALAM CERPEN “SEBAMBANGAN” KARYA BUDI P. HATEES

    • Authors: Dian Anggraini
      Pages: 49 - 62
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya lokal yang terkandung dalam cerita pendek yang berjudul “Sebambangan” dan keberadaan budaya tersebut pada masa lampau. Penelitian ini membahas masalah budaya lokal dan keberadaan budaya dalam cerita pendek “Sebambangan”. Berdasarkan tujuan tersebut, metode penelitian ini menggunankan metode kepustakaan dan teknik baca. Analisis data penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosiologi dan antropologi sastra. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukan bahwa cerita ini sarat dengan budaya lokal, terutama tentang sistem perkawinan masyarakat Lampung. Larian menjadi alternatif pasangan muda mudi untuk melangsungkan pernikahan. Uniknya larian juga merupakan salah satu adat-istiadat Lampung yang dikenal dengan sebambangan. Larian dilakukan untuk menghindari perkawinan begawi adat. Sejak zaman dahulu, tingginya uang antaran sudah menjadi polemik bahkan menjadi salah satu penghambat pertumbuhan penduduk di Lampung. Dalam cerpen ini, pengarang juga ingin mengambarkan posisi perempuan dalam sistem perkawinan ini serta keberadaan penyimbang marga yang terkadang menyalahgunakan kewenangannya karena kepentingan pribadi. Selain itu, pengarang juga ingin menggambarkan bahwa tidak selamanya adat membuat masyarakat pemiliknya menjadi terkungkung. Warisan nenek moyang ini juga memberikan perlindungan kepada kaum perempuan seperti pantang cerai guna mengikat pernikahannya. 
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.100.49-62
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • PERUBAHAN IDENTITAS SOSIAL TOKOH AYUH DALAM DUA NOVEL KARYA SANDI FIRLY

    • Authors: Titik Wijanarti
      Pages: 63 - 74
      Abstract: AbstrakKarya sastra tidak terlepas dari peristiwa sosial budaya masyarakatnya yang dengan sengaja direfleksikan pengarangnya dalam karyanya. Salah satu unsur penting dalam karya sastra adalah tokoh dan perwatakannya. Penelitian ini meneliti dua novel karya Sandi Firly, yaitu Lampau dan Catatan Ayah tentang Cintanya kepada Ibu.  Masalah penelitian ini adalah perubahan sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut. Tujuan penelitian adalah memaparkan perubahan identitas sosial tokoh Ayuh dalam kedua novel karya Sandy Firly tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kepustakaan dengan teknik simak dan catat. Metode analisis data menggunkan metode deksriptif analisis dengan teknik interpretatif. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra. Hasil dan pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan identitas sosial yang dilakukan oleh tokoh Ayuh dalam kedua novel tersebut merupakan sarana untuk melakukan migrasi sosial menuju kelas sosial yang lebih baik dalam masyarakat. Peristiwa dialami oleh individu dalam masyarakat dapat menjadi sebuah konstruksi identitad sosial dan memengaruhi identitas seseorang. Oleh karena itu, keberadaan tokoh dalam cerita tidak statis dan dapat berubah bergantung pada peristiwa yang dialaminya.  
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.101.63-74
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • HUBUNGAN SUBORDINASI DAN SEMANTIS DALAM KALIMAT MAJEMUK BERTINGKAT BAHASA
           DAYAK LUNDAYEH

    • Authors: Buha Aritonang
      Pages: 75 - 87
      Abstract: Penelitian ini membicarakan kalimat. Salah satu kalimat dimaksud adalah kalimat majemuk bertingkat yang berkaitan dengan hubungan subordinasi dan semantis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriftif dengan sampel penelitian bahasa Dayak Lundayeh dialek Tanjung Lapang. Pengumpulan data menggunakan teknik pemancingan dengan pemanfaatan instrumen penelitian. Pengolahan data sintaksis diawali dengan pengklasifikasian data-data sintaksis dan dilanjutkan dengan analisis setiap kelompok data dengan kriteria fungsi, kategori, dan peran terhadap satuan-satuan sintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran umum kehidupan masyarakat Dayak Lundayeh; peringkat, keutamaan, dan wilayah pengunaan bahasa Lundayeh; cara menghubungkan klausa; dan hubungan subordinasi yang dapat menentukan jenis hubungan semantis antarklausa dalam kalimat majemuk bertingkat bahasa Dayak Lundayeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sejarah kehidupan masyarakat Dayak Lundayeh hampir sama dengan masyarakat pribumi yang berdomisili di Pulau Kalimantan yang tergolong sebagai masyarakat yang sangat menghormati tradisi dan budaya nenek moyang; (2) bahasa Lundayeh masuk peringkat ke-15 sebagai bahasa daerah dominan, tergolong sebagai salah satu bahasa daerah utama, dan digunakan di lima kecamatan; (3) cara menghubungkan klausa dalam kalimat majemuk bertingkat dapat dilakukan dengan hubungan subordinasi; dan (4) hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk bertingkat/subordinatif ditentukan oleh jenis subordinator yang digunakan dan makna leksikal dari kata atau frasa dalam klausa masing-masing sehingga dikenal sebagai kalimat majemuk bertingkat dengan hubungan semantis waktu bersamaan dengan hubungan subordinator kereb ‘ketika’, syarat/pengadaian dengan subordinator kudeng ‘kalau’; konsesif dengan subordinator agan ‘meskipun’, dan tujuan dengan subordinator fele ‘supaya’. 
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.102.75-87
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • PENANDA FONOLOGI BAHASA JAWA DALAM TUTURAN MASYARAKAT TIONGHOA DI GANG
           BARU SEMARANG

    • Authors: Sutarsih Sutarsih
      Pages: 89 - 102
      Abstract: Bahasa Jawa tuturan masyarakat Tionghoa di Gang Baru Semarang sangat khas dari segi fonetis dibandingkan dengan BJ tuturan masyarakat etnis Jawa di Semarang. Rumusan penelitian ini adalah apa penanda fonetis BJ tuturan masyarakat Tionghoa di Semarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penanda fonetis BJ tuturan masyarakat Tionghoa di Semarang. Metode pengumpulan data adalah metode simak dan cakap. Dalam metode simak teknik yang dipakai adalah teknik sadap. Teknik lanjutan dari metode simak adalah teknik rekam dan catat. Setelah data berupa bahasa tutur masyarakat Tionghoa direkam dan dicatat, dilanjutkan klasifikasi data menggunakan transkripsi sesuai dengan objek sasaran. Data dianalisis secara deskriptif fungsional dengan menggunakan metode kontekstual (pendekatan yang memperhatikan konteks situasi) dalam tuturan masyarakat Tionghoa Gang Baru di tataran fonetis. Tataran fonetis dalam penelitian ini dibatasi pada kata-kata BJ yang timbul sebagai akibat pelafalan dengan pelesapan/penghilangan fonem, perubahan fonem, dan penambahan fonem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya penjawaan kosakata BI. Suku kata terbuka cenderung mendapat tambahan fonem glotal [']. Penanda fonetis berupa perubahan bunyi fonem [d] menjadi [.d]; [te] menjadi [fonetis]; [-~na] menjadi [-ne] dan   [-e]; [ti] menjadi [n-]; [se] menjadi [-an]; [me-] ditambah [-e] menjadi [Ø]; [O] menjadi [a]; [m] menjadi [-e]; [a] menjadi [Ø] dan [O]; [j] menjadi [c]; [ie] menjadi [ ]; [Ø] menjadi ['], [m], [n], dan [-an]; [s] menjadi [b]; dan [a] menjadi [ ]. Berdasarkan penanda fonetis kata-kata yang dituturkan diketahui bahwa kosakata dalam suatu tuturan merupakan BJ tuturan masyarakat Tionghoa Semarang. Dengan demikian, terjadi perubahan fonetis BJ tuturan masyarakat Tionghoa yang menyerap dari BI dan BJ dengan menyesuaikan BJ. 
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.103.89-102
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • REGISTER PERCAKAPAN ANGGOTA KESATUAN LALU LINTAS POLRESTA PONTIANAK:
           KAJIAN SOSIOLINGUISTIK

    • Authors: Wahyu Damayanti
      Pages: 103 - 116
      Abstract: Register adalah variasi bahasa berdasarkan penggunaannya. Variasi bahasa merupakan wujud keanekaragaman bahasa yang ditampilkan berdasarkan konteks yang menyertainya, termasuk penutur dan penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan bentuk register yang terdapat pada percakapan anggota kesatuan lalu lintas Polresta Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara simak dan catat. Data penelitian ini berupa kata, abreviasi, kode, istilah, dan wacana yang termasuk register dalam percakapan komunitas Satlantas Polresta Pontianak melalui jejaring sosial WhatsApp pada bulan Agustus dan September 2016. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil dan pembahasaan penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik bentuk register dalam percakapan anggota melalui jejaring sosial WhatsApp berupa bentuk dasar, bentuk berafiks, bentuk ulang, bentuk majemuk, pemendekan atau abreviasi, pemenggalan, singkatan, akronim, kontraksi, sapaan, kode, dan istilah khusus. Dengan demikian, penelitian register dalam percakapan anggota Satlantas merupakan satu di antara bentuk register yang terjadi di masyarakat, dalam hal ini kajian sosiolinguistik. 
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.104.103-116
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • METAFORA DALAM IKLAN MOBIL BEKAS DI SITUS DARING OLX

    • Authors: Sariah Sariah
      Pages: 117 - 130
      Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahasa dalam iklan mobil bekas pada situs daring yang memanfaatkan metafora. Penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif untuk mengungkap jenis, struktur, makna, dan fungsi metafora pada iklan mobil bekas di situs daring OLX sekaligus menjadi pokok masalah dalam penelitian ini.  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan jenis, struktur, makna, dan fungsi metafora pada iklan mobil bekas di situs daring OLX. Ancangan penelitian ini menggunakan konsep Wahab dan Richards. Temuan penelitian adalah bahwa struktur pembentuk metafora pada iklan mobil bekas lebih didominasi oleh unsur citra, sedangkan unsur topik sering dilesapkan sehingga metafora pada iklan mobil bekas cenderung menggunakan metafora implisit (metaphor in absentia). Metafora predikatif sangat menonjol pemakaiannya dibandingkan dengan dengan metafora nominatif dan metafora kalimatif. Fungsi metafora pada iklan mobil bekas adalah untuk (1) menunjukkan kualitas mobil tersebut, (2) menarik minat pembeli dengan bahasa yang penuh nuansa makna, (3) menjelaskan keberadaan mobil tersebut dengan perinci, (4) mengandung unsur persuasif dan puitis untuk memengaruhi pembaca untuk membeli mobil bekas yang ditawarkan tersebut. Unsur bahasa lain, bahasa Sunda dan bahasa Inggris juga digunakan pada iklan mobil bekas. Dalam data terlihat bahwa semakin usia sebuah mobil bekas, perincian dan metaforanya semakin panjang. 
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.105.117-130
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • LEXICAL MEANING AND CULTURAL ADAPTATION ON THE PRODUCT OF NESTLE DANCOW

    • Authors: I Gusti Agung Istri Aryani, Sri Widiastutik
      Pages: 131 - 146
      Abstract: Commonly, an amazing and attractive advertisement intends to hypnotize their target consumer in seeing, reading, or even hearing the ads continually. Besides, the power of persuading and motivating in messages from the way of informing product benefit could also give impact to buyer in deciding to buy the product. This research discusses the contexts of advertising found on packages of two Nestle products, especially Nestle Dancow Actigo and Nestle Dancow Enrich. These products were analyzed based on pictures or symbols and text found on packages. It is aimed at finding out the context of discourse advertising on those packages. Data were collected from analysis of text, including pictures or symbols and additional questionnaires distributed to 50 respondents located at Denpasar and Gianyar. Urban society were used to evaluate concerning on their understanding of English even though Indonesian language mostly applied on packages of products. Method used in analyzing data is descriptive qualitative and quantitative with simple statistics and explanation. It showed that connotation and denotation meanings highlighted lexical items and its cultural adaptation using process of copy adaptation to fit the culture of their targeted consumers. Means found 6 words or phrases of English from 10 of them on packages understood by 50 respondents as of: 35 for Full Cream as highest score and 16 respondents for FortiGro as the lowest score. In addition, brand name, symbol and images showed producer seemed to have close relationship with consumer and able to attract target   consumer attention as majority of findings. It can be concluded that ads on packages of Nestle Dancow had succeeded to be understood by the society through the messages implied. 
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.106.131-146
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
  • Indeks

    • Authors: RW RW
      Pages: 147 - 152
      PubDate: 2017-10-13
      DOI: 10.29255/aksara.v29i1.113.147-152
      Issue No: Vol. 29, No. 1 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 107.22.48.243
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-