for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Journal Cover
Edulib : Journal of Library and Information Science
Number of Followers: 13  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2089-6549 - ISSN (Online) 2528-2182
Published by Universitas Pendidikan Indonesia Homepage  [11 journals]
  • HUBUNGAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN KEMAMPUAN LITERASI
           MEDIA DI UPT PERPUSTAKAAN ITENAS

    • Authors: Neng Dewi Kurnia, Riche Cynthia Johan, Gema Rullyana
      Pages: 1 - 17
      Abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya informasi hoax yang tersebar di media sosial  instagram yang menuntut kita untuk dapat menentukan dan memilih informasi yang akurat, serta masih rendahnya kemampuan literasi media yang  dimiliki pemustaka. Masalah yang menjadi kajian dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan antara pemanfaatan media sosial instagram dengan kemampuan literasi media pemustaka UPT Perpustakaan Institut Teknologi Nasional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pemanfaatan media sosial instagram dengan kemampuan literasi media pemustaka UPT Perpustakaan Institut Teknologi Nasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemustaka  di UPT Perpustakaan Institut Teknologi Nasional dengan  jumlah 9.818 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel 99 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, dan analisis data  menggunakan korelasi spearman rank. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertututp dengan skala empat kategori Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara pemanfaatan media sosial instagram dan kemampuan literasi media. Secara khusus hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pemanfaatan media sosial instagram berada pada kategori sangat baik dan gambaran kemampuan literasi media berada pada kategori sangat baik.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.10208
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
  • KAJIAN KELANGKAAN KUNJUNGAN PEMUSTAKA POTENSIAL KE PERPUSTAKAAN POLITEKNIK
           NEGERI BANDUNG DI GEDUNG H

    • Authors: Yani Tresnawaty, Erlin Arvelina, Angga Imanurhakim
      Pages: 18 - 28
      Abstract: Pindahnya lokasi UPT Perpustakaan ke gedung yang baru di lantai satu Gedung H diharapkan membawa perubahan pada tingkat kunjungan pemustaka. Menurut data statistik tahun 2015, saat perpustakaan masih menempati lokasi yang lama, pengunjung yang datang ke perpustakaan per hari rata-rata 48 orang. Data statistik kunjungan akhir tahun 2016 setelah menempati lokasi yang baru sejak bulan April 2016 sampai Desember 2016, rata-rata pengunjung per hari hanya naik menjadi 49 orang per hari, padahal secara teori letak perpustakaan yang baru lebih strategis karena lebih mudah dijangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat pemustaka potensial  untuk berkunjung ke perpustakaan. Pemustaka potensial adalah mereka yang tercatat sebagai anggota perpustakaan akan tetapi jarang atau bahkan tidak pernah datang kembali ke perpustakaan untuk memanfaatkan layanannya. Pengambilan sampel menggunakan metode proporsive sampling, dimana sampel memiliki kriteria sebagai pemustaka potensial. Karena keterbatasan waktu penelitian, ditetapkan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 300 orang.Sampel diambil dari mahasiswa program D3 dan D4 angkatan 2015 dan 2016 serta mahasiswa program D4 angkatan 2014. Hasil kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kelangkaan pemustaka potensial datang ke perpustakaan adalah terbatasnya waktu layanan perpustakaan, padatnya kegiatan pemustaka sehari-hari dan tersedianya sumber rujukan lainnya.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.10302
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
  • INSTRUCTIONAL DESIGN COLLABORATION OF LIBRARIANS IN THE SCHOOL LITERACY
           MOVEMENT

    • Authors: Riche Cynthia Johan, Deuis Pramida, Anah Rohanah, Inaya Shintia Meidina
      Pages: 29 - 46
      Abstract: Conducting library learning activities in the classroom is one of the tasks and receivables in the Field Experience Practice (PPL) activities for all students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesia. Good practice research methodology is one of the alternative choices in estimating the steps that can be taken in the Field Experience Practice (PPL) program of students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesia, which will later become a product of collaboration between the school librarians and teachers at school, and can also present a school product design school learning product. Collaborating in the School Literacy Movement (GLS) activities is one of the bills that must be present in the program, wherein every student of the Library and Information Sciences University of Education program students is required to: 1) Be able to prepare the classroom learning collaboration design with coaching teachers, 2) Able to implement library learning practices, and 3) Able to describe Practical Review Results. Through the field experience (PPL) practice, the students of the Library of Education and Information Sciences University of Indonesia's Education program are able to obtain competencies relevant to their field in an optimal way to work in the workplace, especially in the field of school libraries.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.12063
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
  • PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI

    • Authors: Fasha Nurlidia, Rohanda -
      Pages: 47 - 58
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  seberapa  besar  pengaruh faktor kepercayaan,  faktor pembuatan  keputusan bersama, faktor kejujuran,  faktor keterbukaan dalam komunikasi ke atas dan faktor perhatian pada tujuan- tujuan berkinerja tinggi terhadap kinerja  pegawai  Divisi  Pengembangan  Ekonomi  Daerah  Unit  Humas dan  Komunikasi  Publik - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori. Teknik analisis data yang digunakan  adalah  teknik  analisis data  deskriptif  dan  teknik analisis data inferensial dengan uji statistik analisis jalur (path a nalysis). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, obserasi, wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Iklim Komunikasi Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja  Pegawai  Divisi  Pengembangan  Ekonomi Daerah - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. hal tersebut dapat dilihat dari pengaruh faktor- faktor iklim komunikasi organisasi yang terdiri dari kepercayaan,  pembuatan keputusan bersama,faktor kejujuran, faktor keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, faktor mendengarkan dalam komunikasi ke atas dan faktor perhatian pada tujuan- tujuan berkinerja tinggi yang dapat memberikan kontribusi  positif  bagi kinerja pegawai  Divisi  Pengembangan Ekonomi Daerah Unit Humas dan Komunikasi Publik -Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari atas quality  (kualitas),  quantity  (kuantitas)  dan  timeliness (ketepatan waktu).  Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Iklim Komunikasi Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Divisi Pengembangan Ekonomi Daerah, Unit Humas  dan  Komunikasi  Publik - Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.10419
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
  • PENGALAMAN PUSTAKAWAN DALAM UPAYA MELESTARIKAN NASKAH KUNO BABAD SUMEDANG

    • Authors: Ute Lies Siti Khadijah, Yunus Winoto, Edwin Rizal, Ipit Zulfan
      Pages: 59 - 67
      Abstract: Naskah kuno merupakan jenis koleksi langka yang biasanya hanya disimpan di tempat-tempat tertentu saja seperti musium dan perpustakaan. Dengan tersedianya naskah kuno di perpustakaan maupun musium diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi bagi masyarakat luas, tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang, tapi juga oleh generasi yang akan datang. Dalam upaya mempertahankan informasi yang terkandung dalam naskah kuno bukanlah hal yang mudah, apalagi usia naskah kuno yang mencapai ratusan tahun. Selain itu, bahan naskah kuno pada umumnya berasal dari bahan kertas yang sangat rentan terhadap kerusakan serta penggunaan yang terus menerus oleh pengunjung perpustakaan akan mempercepat kerusakan dari naskah kuno tersebut. Maka perlu adanya upaya untuk melestarikan naskah kuno. Salah satu perpustakaan yang memiliki naskah kuno adalah Perpustakaan Yayasan Pangeran Sumedang. Di perpustakaan tersebut terdapat berbagai koleksi yang salah satu diantaranya yaitu naskah kuno “Babad Sumedang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pustakawan dalam melakukan pelestarian naskah kuno “Babad Sumedang”. Metode yang dipergunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan jenis pendekatan penelitian fenomenologi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa memiliki pengalaman dalam melakukan kegiatan pelestarian naskah kuno “Babad Sumedang” baik yang bersifat preventif maupun pelestarian yang berupa kuratif.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.11183
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
  • PEMETAAN KONDISI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BERDASARKAN
           PEDOMAN STANDAR AKREDITASI PERPUSTAKAAN NASIONAL

    • Authors: Helmi Purwanti, Idayu Gemalia
      Pages: 68 - 80
      Abstract: Library as one of the supporting units in college must provide good services to its customers. Therefore, a library must comply with the laws, regulations, and standards that have been made. Three institutions creating the standards of college libraries for improving the services are Standar Nasional Indonesia (SNI), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI), and Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI). Among those three institutions, PNRI should be as a reference since its assessment has the most details. Politeknik Negeri Bandung (Polban) as higher education that has been established for more than 20 years should meet PNRI standard. This study used the descriptive method to describe the condition of the library associated with   the   nine   components   in   the   accreditation guidelines which are Service, Cooperation, Collection, Organization of Library Material, Human Resources, Infrastructure Building/Room, Budget, Library Management, and Library Collection Care. The   data   was   obtained   through interviews, observation based on nine components of PNRI standard, and document analysis with the solutions. The results from this research show that Polban Library has met the two components of the nine components that are Organization of Library Material and Library Collection Care. This is because the library has implemented its activities in accordance with the guidance of the University Library Accreditation Standard set by National Library of Indonesia (SNI). Meanwhile, the other seven components have not been met yet by Polban. They need to be fixed and adjusted to the prevailing standards.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.10483
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
  • POTENSI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK MUDA

    • Authors: Detta Rahmawan, Jimi Narotama Mahameruaji, Preciosa Alnashava Janitra
      Pages: 81 - 98
      Abstract: Penetrasi Internet di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tingginya tingkat penggunaan internet masih belum memberikan dampak yang optimal terkait pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. Rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya pengetahuan akan konten yang positif di Internet membuat sebagian anak muda di Indonesia belum dapat memanfaatkan peran teknologi dan media digital secara optimal dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait dengan peran teknologi tersebut sebagai sumber informasi mengenai pengetahuan dan pendidikan. Banyaknya konten-konten negatif menimbulkan beragam permasalahan seperti hoax, cyberbullying, cybercrime, pornografi, hingga politisasi isu SARA. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk memetakan beragam konten positif dengan tema pendidikan pada media sosial YouTube. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kreator konten di YouTube yang khusus membahas tema pendidikan masih sangat terbatas. Beberapa akun YouTube yang menjalankan fungsi media edukasi bagi anak muda terutama adalah “Kok Bisa” yang mengemas kontennya dengan menggunakan animasi, bahasa yang sederhana, dan penjelasan yang tidak begitu rumit, serta beberapa akun milik perusahaan rintisan di bidang jasa layanan pendidikan seperti Quipper, Zenius, dan Ruang Guru yang memiliki kanal berisikan pembelajaran elektronik, tutorial dan tips pembelajajaran. Media edukasi di YouTube masih memerlukan kontrbusi banyak pihak karena kami melihat misalnya masih belum banyak konten edukasi dengan genre vlog, dan masih belum banyak konten-konten kreatif lain yang juga bertemakan pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan sekaligus potensi untuk dikembangkan.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.11267
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
  • MERANCANG PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ADDIE UNTUK MENINGKATKAN
           

    • Authors: Laksmi Dewi
      Pages: 99 - 121
      Abstract: As a profession, a librarian has an ethic codes to be understood by librarian candidates. In the learning process, candidates or students should be introduced to the knowledge, attitude, and skills required to become a librarian. Through the learning process in the Etika Profesi Pustakawan (Professional Etiquette of Librarians) subject, students are introduced to a number of attitudes, ethics, and knowledge, prompting them to think critically in order to become a professional librarian with good etiquette. To achieve such goal, the learning process should be designed in the first place using the ADDIE approach to achieve expected results in accordance with the goals set. The present study is a review on an instructional design which can be developed to improve the quality of learning process, particularly in the efforts to enhance students’ critical thinking skill in order to become an ethical librarian. The development of the learning design employs the ADDIE approach. The ADDIE model consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The Analysis step is purposed to identify potential factors causing a gap in the performance. In the Design step, the expected performance is tested and assessed using proper testing method. The Development step comprises an activity to produce and validating the selected learning resources supporting the learning process. The Implementation step comprises the preparation of learning environment and the involvement of the students. At last, the Evaluation step is done to evaluate the quality of the learning process and products, both before and after the implementation of the program. Through ADDIE model approach, a learning program will be designed, aiming at improving students’ critical thinking ability in order to become an ethical librarian.
      PubDate: 2018-07-24
      DOI: 10.17509/edulib.v8i1.10901
      Issue No: Vol. 8, No. 1 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.161.116.225
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-