for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover Journal of Holistic Nursing Science
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1979-1453 - ISSN (Online) 2579-7751
   Published by Universitas Muhammadiyah Magelang Homepage  [5 journals]
  • PENGALAMAN ORANG TUA MERAWAT ANAK AUTISME USIA 15-17 TAHUN

    • Authors: Afriyet Susanti, Sri Indiyah
      Pages: 1 - 13
      Abstract: Parents’ experience in caring for children with autism is an amazingly hard and uneasy
      because parents’ roles are very important in behavioural development of children with autism.
      Purposes: this research is to get the overview of parents’ experience in caring children with
      autism in the age of 15–17 at T. C. Clinic. Methods: This research used qualitative method with
      phenomenology approach. Data sources are collected by in-depth interview and being analysed
      with Colaizzi and soft ware N-Vivo. Sampling method in this research is purposive sampling
      with 6 interviewees. Results: This research found 8 themes; parents’ knowledge of autism,
      mom’s feeling, mom’s way to care children with autism, obstacles in caring, readiness to accept
      children with autism, facing the puberty, autism education and expectation in caring for
      children with autism. Conclusion: Parents believe in different parenting to be implemented to
      children with autism. Parents should understand and adapt the parenting with the
      developmental needs of children with autism so children will not have prolonged problems in
      their behaviour.   Pengalaman orangtua dalam merawat anak autis sangatlah berat dan tidak mudah karena peran
      orang tua sangat penting dalam perkembangan tingkah laku anak dengan autisme. Tujuan
      penelitian ini untuk mendapatkan pengalaman orangtua dalam merawat anak autis usia 15-17
      tahun di T.C. Klinik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
      fenomenologi. Sumber data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan dianalisa
      menggunakan Colaizzi dan software N-Vivo. Metode sampling dalam penelitian ini adalah
      purposing sampling dengan 6 narasumber. Hasil: penelitian ini menemukan 8 tema;
      pengetahuan orangtua tentang autisme, perasaan ibu, cara ibu merawat anak autis, halangan
      dalam merawat, kesiapan untuk menerima anak autis, menghadapi pubertas, pendidikan autisme
      dan ekspetasi dalam merawat anak autis. Kesimpulan: Orangtua percaya dengan pengasuhan
      yang berbeda-beda untuk diterapkan kepada anak autis. Orangtua harus memahami dan
      mengadaptasi cara pengasuhan dengan perkembangan kebutuhan anak autis sehingga anak-anak
      tidak akan memiliki masalah dalam tingkah lakunya.
      PubDate: 2018-02-07
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2018)
       
  • PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP MOTIVASI MELAKUKAN VAKSINASI HPV DI
           MAN 1 JOMBANG

    • Authors: Mukhoirotin Mukhoirotin, Dian Tri Wulandari Effendi
      Pages: 14 - 24
      Abstract: HPV vaccine is an early preventive measure to prevent cervical cancer in adolescents. But in
      its implementation it faces barriers from the cost of vaccine, acceptance, lack of awareness
      and knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of health education on
      motivation to HPV vaccination in MAN 1 Jombang. This research uses experimental quasy
      design with pretest posttest control group design. The population of this study were 244
      respondents. Sampling using random sampling technique was 30 respondents (15 treatment
      groups and 15 control groups) that fulfilled inclusion and exclusion criteria. Treatment
      groups were given health education and leaflets, control groups were given leaflets. The
      instruments used to measure motivation using questionnaires. Data were analyzed using
      Wilcoxon and Mann Whitney test with significance level . The results showed that
      there was an effect of health education on the motivation of HPV vaccination with p-value
      0,004 (p<α), there was significant difference in treatment group and control group after
      health education with p-value 0,030 (p<α). Health education with leaflets is more effective
      to increase students' motivation to HPV vaccination compared with leaflets only.   Vaksin HPV merupakan cara pencegahan awal untuk mencegah kanker servik pada remaja.
      Namun dalam implementasinya menghadapi banyak halangan, dari biaya vaksin,
      penerimaan, kurangnya kesadaran dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini untuk
      menentukan efek dari pendidikan kesehatan dalam motivasinya terhadap vaksinasi HPV di
      MAN 1 Jombang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy dengan desain
      pengelompokan grup pre test dan post test. Populasi dari penelitian ini ada 244 responden.
      Sampling menggunakan teknik random sampling 30 responden (15 kelompok perawatan dan
      15 kelompok kontrol) yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Kelompok perawatan
      diberikan pendidikan kesehatan dan leaflet, kontrol grup diberikan leaflet. Instrumen yang
      digunakan untuk mengukur motivasi menggunakan kuisioner. Data dianalisa menggunakan
      Wilcoxon dan Mann Whitney test dengan level . Hasil penelitian menunjukkan
      bahwa ada efek pendidikan kesehatan terhadap motivasi vaksinasi HPV dengan p-value
      0,004 (p<α), ada perbedaan yang signifikan antara grup perawatan dan grup kontrol setelah
      pendidikan kesehatan dengan p-value 0,030 (p<α). Kesimpulan: pendidikan kesehatan
      dengan leaflet lebih efektif untuk meningkatkan motivasi siswa terhadap vaksinasi HPV
      dibandingkan dengan leaflet saja.
      PubDate: 2018-02-07
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2018)
       
  • HUBUNGAN ANTARA LIFESTYLE DENGAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA

    • Authors: Sambodo Sriadi Pinilih, Retna Tri Astuti, Desi Risaditia Rini
      Pages: 25 - 35
      Abstract: An increase in the elderly population as a consequence of an increase in life expectancy.
      Increasing life expectancy is an indication of the success of long-term development, one of which
      improves both the economic condition and the living standard of society. This increase in life
      expectancy is related to the changes that occur in the cognitive and mental function of the elderly.
      Cognitive function in the future is determined by someone’s life experience, health status and lifestyle.
      This study aims to determine the relationship of lifestyle with cognitive function in elderly at
      Posyandu Lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang in 2017.
      This research description corelation using cross-sectional approach. Research is done by
      measuring or observing independent and dependent variables at the same time. Independent variable
      in this research is life pattern, and dependent variable in this research is cognitive function.
      Spearman-rank test result shows that there is a significant relationship between lifestyle to
      elderly cognitive function at Posyandu Lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang p
      value 0,000 (p value <α 0,05) so it result in the rejection of H0 and acceptance of Ha. So it can be
      concluded that there is a relationship between lifestyle with cognitive function in elderly at Posyandu
      Lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang in 2017 that the better the elderly lifestyle,
      the better their cognitive function became.   Peningkatan jumlah penduduk lansia sebagai konsekuensi dari peningkatan usia harapan hidup.
      Peningkatan usia harapan hidup merupakan indikasi berhasilnya pembangunan jangka panjang, salah
      satunya bertambah baik keadaan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.Meningkatnya angka harapan
      hidup ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada fungsi kognitif dan mental lansia.Fungsi
      kognitif di kemudian hari sangat ditentukan oleh pengalaman hidup, status kesehatan dan gaya hidup
      seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan gaya hidup dengan fungsi kognitif
      pada lansia di Posyandu Lansia Ngudi Rahayu kelurahan Gelangan Kota Magelang Tahun 2017.
      Penelitian description corelation ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian
      dilakukan dengan mengukur atau mengamati variabel independen dan variabel dependen pada saat
      bersamaan. Variabel independen pada penelitian ini adalah pola hidup, dan variabel dependen pada
      penelitian ini adalah fungsi kognitif.
      Hasil uji spearman-rank menunjukan ada hubungan yang bermakna antara gaya hidup dengan
      fungsi kognitif pasa lansia di posyandu Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang nilai p
      0,000 (p value < α 0,05) sehingga didapatkan hasil bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat
      disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup dengan fungsi kognitifpada lansia di
      posyandu lansia Ngudi Rahayu Kelurahan Gelangan Kota Magelang tahun 2017 yaitu semakin baik
      gaya hidup lansia semakin baik pula fungsi kognitif pada lansia
      PubDate: 2018-02-07
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2018)
       
  • HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT
           PELINDUNG DIRI (HANDSCOON dan MASKER) DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr.
           LOEKMONO HADI KUDUS

    • Authors: Menik Kustriyani, Aji Susanti Kharisa, Arifianto Arifianto
      Pages: 36 - 42
      Abstract: While doing their job as nurses, it is a must for the nurses to use PPE (Personal
      Protective Equipment) based on the SOP which is established by the hospital. One of the
      influencing factors of the nurses’ obedience in using PPE is their motivations. The
      purpose of this study is to discover the relation between nurse’s motivation with
      obedience of using general precautions. This research is a non experimental quantitative
      research which used cross sectional design. Using simple random sampling, there were
      153 nurses as the sample for this study. The instrument of this study were questionnaires
      and observation sheets. Rank Spearman Correlation Test was used in this research to
      analyze the data.The result of Rank Spearman with p = 0,000 with the value of r = 0,507
      with positive correlation which also shows that nurses with higher motivation will also
      have higher obedience in using PPE. Conclusion: the higher the nurse's motivation the
      higher the adherence to the use of PPE.   Perawat dalam melakukan asuhan keperawatan harus menggunakan APD sesuai dengan
      SOP yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan
      penggunaan APD salah satunya adalah motivasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk
      mengetahui hubungan antara motivasi perawat dengan kepatuhan penggunaan alat
      pelindung diri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang merupakan penelitian non
      experimental dengan menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini
      sebanyak 153 perawat dengan tehnik simpel random sampling. Instrumen penelitian ini
      menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji korelasi
      Rank Spearman. Hasil uji Rank Spearman nilai p = 0,000 dengan nilai r = 0,507 arah
      korelasi positif yang berarti semakin tinggi motivasi perawat maka semakin tinggi
      kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: semakin tinggi motivasi perawat maka
      semakin tinggi kepatuhan penggunaan APD.
      PubDate: 2018-02-07
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2018)
       
  • PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DAN ANTIDIARE PADA ANAK DIARE AKUT DI RUMAH SAKIT

    • Authors: Septi Wardani, Nurul Purborini
      Pages: 43 - 48
      Abstract: Diarrhea is still a major problem that causes the sickness and death of children in Indonesia.
      Incorrect administration of care, either at home or in health care, is the leading cause of
      childhood death with diarrhea. One of the management of children with acute diarrhea is a
      selective antibiotic and antidiarrheal is not given. The problems that arise at the hospital in
      Magelang, there is no clarity about the use of antibiotics and antidiarrheal for children with
      acute diarrhea. The purpose of this study was to investigate the use of antibiotics and
      antidiarrheal in children in the hospital. The method used in this study was a case study with
      data collection using three sources of evidence, namely observation, interviews, and view
      documents. The results obtained from this study were no SOPs of antibiotics and antidiarrheal,
      antibiotics were administered selectively, there were monitoring and following-up plans for
      antibiotics. Conclusions found weaknesses in the use of antibiotics and antidiarrheal in both
      hospitals. That is the absence of standard operating procedures in the provision of antibiotic and
      antidiarrheal.   Diare masih menjadi masalah utama yang menyebabkan sakit dan kematian bagi anak-anak di
      Indonesia. Perawatan yang tidak tepat, baik dirumah maupun di instansi kesehatan, merupakan
      penyebab utama kematian anak-anak dengan diare. Salah satu penanganan anak-anak dengan
      diare akut adalah dengan memberikan antibiotik tertentu dan obat anti diare tidak diberikan.
      Masalah yang muncul di rumah sakit di Magelang, adalah tidak adanya kejelasan tentang
      penggunaan antibiotik dan antidiare untuk anak-anak dengan diare akut. Tujuan dari penelitian
      ini adalah untuk meneliti penggunaan antibiotik dan antidiare terhadap anak-anak di rumah
      sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pengumpulan data
      menggunakan tiga sumber bukti yakni observasi, wawancara dan dokumen. Hasil yang
      didapatkan dari penelitian ini ialah tidak adanya SOP tentang penggunaan antibiotik dan
      antidiare, antibiotik diberikan secara selektif, tidak ada pengawasan dan rencana tindak lanjut
      untuk antibiotik. Kesimpulan: ditemukan kelemahan dalam penggunaan antibiotik dan antidiare
      di kedua rumah sakit. Yakni tidak adanya Standar Operasional Prosedur untuk ketentuan
      penggunaan antibiotik dan antidiare.
      PubDate: 2018-02-07
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2018)
       
  • Mengalami Bullying di Pesantren : Mengamankan Diri Sendiri Walaupun tiada
           gunanya

    • Authors: Athi’ Linda Yani, Retno Lestari
      Pages: 49 - 55
      Abstract: Bullying is a repeated act of violence involving physical strength between the victim and the
      perpetrator. In Indonesia, the Indonesian Child Protection Commission (KPAI) released data that
      bullying cases were found to be about 87.6% where more male victims than women and bullying
      behaviors are more prone to early adolescence. The purpose of this research is to explore the
      meaning of life experiences of bullying victims in adolescents at dormitory. This research uses
      qualitative interpretive approach, data collecting technique with in-depth interview. Themes
      generated in this study as many as four themes of trying to secure themselves, seeking help parents
      and coaches students, helplessness, doing business in vain. The problems faced related to bullying
      behavior on adolescent mental health is very complex. This condition will continue if no solution is
      found immediately to break the chain considering the danger of bullying behavior to health problems.   Bullying merupakan tindakan kekerasan berulang yang melibatkan fisik diantara korban dan pelaku.
      Di indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluarkan data yang menyatakan
      bahwa kasus bullying ditemukan sekitar 87,6% dimana korban laki-laki lebih banyak dari perempuan
      dan perilaku bullying lebih sering ditemui di awal remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk
      menjelajahi arti pengalaman hidup korban bullying dimasa remaja di pesantren. Penelitian ini
      menggunakan pendekatan kualitatif interpretif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara
      mendalam. Tema yang dihasilkan dalam penelitian ini ada 4 yaitu mencoba untuk melindungi diri
      sendiri, mencari pertolongan orang tua danpengasuh pesantren, tidak berdaya, melakukan hal yang
      sia-sia. Masalah yang dihadapi berhubungan dengan perilaku bullying pada kesehatan mental remaja
      sangatlah kompleks. Kondisi ini akan berlanjut apabila tidak ada solusi yang segera dapat diambil
      untuk memutus rantai tersebut karena perilaku bullying berbahaya untuk masalah kesehatan.
      PubDate: 2018-02-07
      Issue No: Vol. 5, No. 1 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.226.253.34
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-