for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover ASPIRATOR : Journal of Vector-borne Disease Studies
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 2085-4102 - ISSN (Online) 2338-7343
   Published by Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Homepage  [5 journals]
  • Perilaku Nyamuk Mansonia dan Potensi Reservoar dalam Penularan Filariasis
           di Desa Gulinggang Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan

    • Authors: Supri Supriyono, Suriyani Tan, Upik Kesumawati Hadi
      Abstract: Filariasis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan jarang menimbulkan kematian pada penderitanya, namun demikian penyakit ini dapat mengakibatkan cacat permanen pada bagian tubuhnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis nyamuk Mansonia dan peranan reservoar dalam penularan filariasis di Desa Gulinggang Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan selama Januari-Mei.   Penangkapan nyamuk dilakukan dengan Bare Leg Collection di tiga rumah. Penangkapan dilakukan di dalam dan di luar rumah dari pukul 18:00-06:00. Pengambilan darah dilakukan pada kucing peliharaan penduduk setempat untuk dilakukan pemeriksaan mikrofilaria. Hasil penelitian didapatkan lima spesies nyamuk yaitu Ma. uniformis, Ma. dives, Ma. annulifera, Ma. annulata, dan Ma. bonneae. Ma.uniformis merupakan nyamuk yang paling banyak tertangkap di dalam rumah yaitu sebesar 37.99%  sedangkan nyamuk Ma. dives banyak tertangkap  di luar rumah yaitu sebesar 56.80%. Puncak kepadatan nyamuk Ma.uniformis ini mengisap darah orang di dalam rumah terjadi pada pukul 18:00–18:45, sedangkan di luar rumah pada pukul 20:–20:45. Ma. dives merupakan jenis yang terbanyak yang tertangkap di luar rumah dengan puncak aktivitas mengisap darah terjadi pada pukul 19:00-19:45. Hasil pemeriksaan ulas darah kucing menunjukkan sebanyak 80% terdapat mikrofilaria. Kucing di Desa Gulinggang berpotensi sebagai reservoar dalam penularan filariasis.  
      PubDate: 2017-06-15
      Issue No: Vol. 9 (2017)
       
  • Keanekaragaman Anopheles spp. di Daerah Endemis Malaria Desa Siayuh
           [Trans] Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan

    • Authors: Liestiana Indriyati, Wulan Sari Rasna Giri Sembiring, Akhmad Rosanji
      Abstract: Hasil Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi malaria di Indonesia 0,6% dan merupakan penyebab kematian no.6 pada penyakit menular. Penyakit malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles sp. Sekitar 70 spesies Anopheles sp telah teridentifikasi sebagai vektor malaria di dunia, 24 spesies diantaranya ada di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk menentukan nyamuk tersangka vektor dan kepadatan nyamuk di daerah endemis malaria untuk menentukan intervensi yang tepat bagi pengendalian malaria khususnya pengendalian vektor di lokasi tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Siayuh Trans Kecamatan Bungkukan Kabupaten Kotabaru pada Bulan Februari 2015. Kegiatan yang dilakukan yaitu penangkapan nyamuk dewasa dan pradewasa, identifikasi nyamuk, survei lingkungan dan uji PCR. Kegiatan penangkapan nyamuk dilakukan all night collection dengan metode Umpan Orang Dalam, Umpan Orag Luar, dinding dan kandang ternak. Hasil penangkapan nyamuk di Desa Siayuh Trans ditemukan 8 spesies Anopheles sp dengan persentase tertinggi Anopheles tesselatus diikuti oleh Anopheles vagus, Anopheles kochi dan Anopheles hyrcanus gr. Keanekaragaman spesies, kelimpahan dan kepadatan nyamuk yang tinggi di Desa Trans Siayuh akibat kondisi geografis desa yang dikelilingi rawa dan banyaknya genangan air akibat kobakan batu kapur yang menjadi tempat perkembangbiakan Anopheles sp. Anopheles sp yang ditemukan di Desa Trans Siayuh cenderung bersifat zoofilik dan lebih banyak ditemukan menggigit dan istirahat di luar rumah khususnya kandang sehingga aktivitas warga di sekitar kandang ternak pada malam hari menjadi risiko bagi penularan malaria.
      PubDate: 2017-06-15
      Issue No: Vol. 9 (2017)
       
  • Determinasi Strain Aedes aegypti (Linn) yang Rentan Homozigot dengan
           Metode Seleksi Indukan Tunggal

    • Authors: Isfanda M.Si, Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana
      Abstract: Nyamuk Ae. aegypti dewasa strain laboratorium Entomologi Kesehatan Institut Pertanian Bogor diambil secara acak. Telur Ae. aegypti yang berasal dari satu indukan ditetaskan secara terpisah. Insektisida yang digunakan untuk pengujian menggunakan kertas berinsektisida (impregnated paper) malation, bendiokarb, dan deltametrin. Uji kerentanan nyamuk dewasa menggunakan WHO test kit. Hasil menunjukkan dengan metode seleksi indukan tunggal, kemudian dipaparkan dengan insektisida malation, propoksur, dan sipermetrin, larva Ae. aegypti memperlihatkan tren rentan homozigot pada generasi keempat (F4). Adapun pada stadium dewasa, Ae. aegypti pada generasi keempat (F4) belum menunjukkan perubahan menjadi strain yang homozigot rentan terhadap tiga jenis insektisida. Pembentukan strain homozigot rentan memerlukan waktu di atas lima generasi.
      PubDate: 2017-06-15
      Issue No: Vol. 9 (2017)
       
  • Susceptibility of Aedes aegypti Larvae against Temephos in Dengue
           Hemorrhagic Fever Endemic Area Tasikmalaya City

    • Authors: hubullah Fuadzy, Tri Wahono, Mutiara Widawati
      Abstract: One of the effort for controlling Aedes aegypti as dengue vector is using synthetic larvacide such as temephos. Continuous and repeating utilization of temephos may increase  risk of resistance. The objective of this study was to determine the susceptibility of Ae. aegypti larvae against temephos in endemic areas of dengue fever in Tasikmalaya. This was experimental study with a block randomized design. Population of larvae Ae. aegypti were in dengue fever endemic area houses from Tasikmalaya. A total of 700 larvae of Ae. aegypti, were obtained from houses in each endemic area and have been bred to third descendants (F3). Susceptibility temephos was tested by Elliot and Polson method used the WHO diagnostic dose 0.02 ppm. Results showed that the LC95 of temephos were 0.00926 ppm in Kelurahan of Sukamanah, 0,01015 ppm in Kelurahan of Cikalang, 0.01137 ppm in Kelurahan of Kersangara, and 0.02045 ppm in Kelurahan of Tugujaya was indicated resistant to tempehos.
      PubDate: 2017-06-15
      Issue No: Vol. 9 (2017)
       
  • Insektisida Rumah Tangga dan Keberadaan Larva Aedes aegypti di Jakarta
           Selatan

    • Authors: Mutiara Widawati, Nurul Hidayati Kusumastuti
      Abstract: Insecticides holds a very important role in the field of vector control. Since a long time ago, various types of insecticides has been used for household vector control, however, most of the research focused on adult mosquitoes only. There are limited research about the effect of insecticide active components to the presence of larvae. There are some mindsets in Indonesian that mosquitoes control can be done by simply using any type of insecticide. Therefore this study aims to determine the effect of insecticide active ingredients against the presence of Aedes aegypti larvae in household sample. Sampling was conducted in South Jakarta in 2015. The sample are 300 households where the data includes the use of insecticide active ingredients and the presence of larvae. Data were analyzed using multivariate analysis of SPSS 17. The results showed that the active ingredients of household insecticides significantly has no effect on the presence of Aedes aegypti larvae. Hence integrated vector control is needed rather than control simply by insecticides.
      PubDate: 2017-06-15
      Issue No: Vol. 9 (2017)
       
  • Karakteristik Habitat dan Keberadaan Larva Aedes spp. pada Wilayah Kasus
           Demam Berdarah Dengue Tertinggi dan Terendah di Kota Tasikmalaya

    • Authors: Muhammad Umar Riandi, Upik Kesumawati Hadi, Susi Soviana
      Abstract: Demam berdarah dengue merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh nyamuk Aedes sp. Pengendalian populasi nyamuk masih merupakan cara untuk mencegah terjadinya kejadian luar biasa kasus demam berdarah. Kasus demam berdarah di Kota Tasikmalaya hingga Juli 2015 terendah berada di Kelurahan Cikalang dan tertinggi di Kelurahan Cibunigeulis. Penelitian ini merupakan observasi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pemeriksaan karakteristik habitat larva dilakukan terhadap 100 rumah di masing-masing Kelurahan Cikalang dan Kelurahan Cibunigeulis. Hasilnya didapatkan House index, Container index, dan Breteau index di Cikalang lebih tinggi (14%, 0,9%, 16) dengan density figure tingkat sedang (DF=2-4) dibandingkan di Cibunigeulis (3%, 0,9%, 3) dengan density figure tingkat rendah (DF=1). Hasil uji regresi logistik biner memperlihatkan bahwa sumber air (p=0,021; OR=13,78) dan pengurasan (p=0,001; OR=0,101) sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap keberadaan larva di Cikalang. Namun, tidak ada satupun faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan larva Aedes di Cibunigeulis. Hasil ini menyarankan perlunya dilakukan pengurasan terhadap kontainer untuk mengurasi risiko keberadaan larva Aedes dengan tetap mempertahankan kegiatan pemantauan keberadaan larva secara rutin.
      PubDate: 2017-06-15
      Issue No: Vol. 9 (2017)
       
  • Front matter jurnal Aspirator Vol 9 no.1 thn 2017

    • Authors: Mutiara Widawati
      Issue No: Vol. 9
       
  • Back matter jurnal aspirator vol. 9 no.1 thn 2017

    • Authors: Mutiara Widawati
      Issue No: Vol. 9
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.80.169.119
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016