for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Journal Cover Scientific Pinisi
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 2476-9568
   Published by Universitas Negeri Makassar Homepage  [6 journals]
  • DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PENGERING LADA DENGAN MENGGUNAKAN PEMANAS UAP
           BERBAHAN BAKAR KAYU LIMBAH

    • Authors: A. Muhammad Idkhan, Muh.Sakti Muhammadiah
      Pages: 73 - 78
      Abstract: Abstract. Design and Machine Dryer Lada Using Steam Heating Fuel Wood Waste. Pepper or pepper has the Latin name Piper nigrum and the family Piperaceae. Part pepper plant that is used is the fruit strung like wine. The drying process is carried pepper farmers today still take advantage of sunlight in a sense is still very dependent of weather and time. Pepper drying machine working system using hot steam from the kettle obtained from the fire / heat in the burning of waste wood, use was using the principle of heat transfer. Hot steam oven entered through the input pipe and then go into a hot radiator and circulates in the oven to dry pepper and lower water content. The research is a design research and experimentation in the form of theoretical study, the design of machines and dryers making machine pepper. Manufacture of machinery and laboratory trials conducted in the Laboratory of Mechanical Engineering Education FT UNM and field trials conducted in the village of the District Salassae Bulukumpa Enrekang. Drying is carried out for six hours to produce a water content of pepper eleven point nine, mustard seeds intact without shrunken shape with more or less uniform color. With the pepper drying machine is expected to benefit the preservation process yields so that people no longer rely on the weather for drying, speeding the drying process and improve the quality of dried pepper.Abstrak. Desain dan Pembuatan Mesin Pengering Lada dengan Menggunakan Pemanas Uap Berbahan Bakar Kayu Limbah Merica atau Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan famili Piperaceae.. Bagian tanaman lada yang dimanfaatkan  adalah buahnya yang terangkai seperti anggur. Proses pengeringan yang dilakukan petani lada sekarang ini masih memanfaatkan sinar matahari dalam arti masih sangat bergantung cuaca dan waktu. Sistem kerja mesin pengering lada menggunakan panas uap dari ketel yang diperoleh dari api / panas pada pembakaran kayu limbah,pemanfaatanya menggunakan prinsip perpindahan panas. Uap panas masuk ke oven melalui pipa inputkemudian masuk ke radiator dan panas bersirkulasi didalam oven untuk mengeringkan lada dan menurunkan kadar air. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian desain dan eksperimen berupa kajian teoritis, mendesain mesin, dan membuat mesin pengering lada. Pembuatan mesin  dan uji coba laboratorium dilakukan di Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FT UNM dan uji coba lapangan dilaksanakan di Desa Salassae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Enrekang. Pengeringan yang dilaksanakan selama enam jam menghasilkan lada yang berkadar air sebelas koma sembilan, biji lada bentuknya utuh tanpa kisut dengan warna yang kurang lebih seragam.Dengan adanyamesin pengering lada diharapkan memberi manfaat pada proses pengawetan hasil panen sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada cuaca untuk melakukan pengeringan, mempercepat proses pengeringan dan meningkatkan kualitas lada kering.Kata Kunci: Mesin Pengering, Lada, Pemanas uap
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • RESPON PENAWARAN IKAN LAUT SEGAR

    • Authors: Abd Rahim
      Pages: 79 - 85
      Abstract: Abstract. Supply Response of Fresh Sea Fish This study aimed to analyze the influence of the real price and production time ago and the differences in the response area offers fresh sea fish (indian mackerel, sardinella longiceps, and scads mackerel) in South Sulawesi period 1996 - 2013. The objective is to use multiple regression analysis and classical assumption test ( multi-collinearity and autocorrelation) approach to panel data method with fixed effect. Based on the time dimension using time series data for 1996 to 2013 are derived from secondary data. The study found that in general the price of sea fish such as mackerel itself, lemuru, and overpasses affect positively to the offer of fresh sea fish in the consumer market in South Sulawesi. This means that any increase in the price of sea fish will increase the quantity offers fresh seafood. Furthermore, the production of fresh fish last time either in the form of commodities bloating, lemuru, and no effect on the overpass offers fresh seafood. This is because the current supply decisions are not influenced by the production time ago (last year) in the marine waters Sulwesi Selatan.Lain well as regional difference positive or negative influence on the demand for fresh seafood. The positive effects occurred in the district of Barru and Jeneponto, meaning that at Barru district offers fresh sea fish on the kind of bloated and Lemuru larger than other districts (Jeneponto), as well as Jeneponto also larger than other districts (Sinjai). While the negative effects happen to occur at Layang fish either in Barru and Sinjai defined Layang good deals in Barru and Jeneponto smaller than other districts as a comparison region.Abstrak. Respon Penawaran Ikan Laut Segar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga rill dan produksi waktu  lalu serta perbedaan wilayah terhadap respon penawaran ikan laut segar (kembung, lemuru, dan layang) di Sulawesi Selatan periode tahun  1996 - 2013. Tujuan tersebut menggunakan metode analisis regresi berganda dan pengujian asumsi klasik (multikolinearitas dan autokorelasi) dengan pendekatan metode data panel dengan fixed effect . Berdasarkan dimensi waktu menggunakan data runtun waktu tahun 1996 sampai dengan 2013 yang bersumber dari data sekunder. Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum Harga ikan laut sendiri seperti ikan kembung, lemuru, dan layang berpengaruh secara positif terhadap penawaran ikan laut segar di pasar konsumen Sulawesi Selatan. Artinya setiap kenaikan harga ikan laut maka akan meningkatkan kuantitas penawaran ikan laut segar. Selanjutnya produksi ikan laut segar waktu lalu baik berupa komoditas kembung, lemuru, dan layang tidak berpengaruh terhadap penawaran ikan laut segar. Hal ini karena keputusan penawaran saat ini tidak dipengaruhi oleh produksi waktu lalu (tahun lalu) di wilayah perairan laut Sulwesi Selatan.Lain halnya perbedaan wilayah berpengaruh positif dan negatif terhadap permintaan ikan laut segar. Pengaruh positif terjadi pada wilayah Kabupaten Barru dan Jeneponto, artinya pada wilayah kabupaten Barru penawaran ikan laut segarnya pada jenis Kembung dan Lemuru lebih besar dari kabupaten lainnya (Jeneponto), begitu pula Kabupaten Jeneponto juga lebih besar dari kabupaten lainnya (Sinjai). Sedangkan pengaruh negatif terjadi terjadi pada ikan Layang baik di Kabupaten Barru maupun Kabupaten Sinjai yang diartikan penawaran Layang baik di Kabupaten Barru dan Jeneponto lebih kecil dari Kabupaten lainnya sebagai pembanding wilayah.Kata Kunci: Respon Penawaran Ikan Laut Segar
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • PEWARNAAN TUMBUHAN ALAMI KAIN SUTERA DENGAN MENGGUNAKAN FIKSATOR TAWAS,
           TUNJUNG DAN KAPUR TOHOR

    • Authors: Asiani Abu, Kurniati -, Aisyah Hading
      Pages: 86 - 91
      Abstract: Abstract. Staining Plants Natural Silk Fabrics Using Fiksator Tawas, Tunjung and Kapur Tohor. Research is a research experiment aimed. Describe the color produced on silk fabric dyeing with natural dyes of rambutans, mango, avocado, Noni and ketapan using alum fiksator, fiksator quicklime, fiksator lotus, and without the fixation process. Research is first performed is the extraction process is the process of making pigment natural dyes to perform the extraction process is to boil the ingredients stems and leaves with water solvent is then filtered and chilled extract solution is ready for use before dyed, do Mordanting process that is intended for the absorption of natural dyes on silk material increases, as well as flatness and sharpness to produce good color Dyeing with natural dyes usually done by repeatedly and difikzer to get the color desirable. Doing fixation (fikser) is to lock the color natural silk fabric. The locking process colors (fixation) done so that natural dyes absorbed on silk material has good fastness. There are 3 types of fixer solution used is lotus (FeSO4), alum, or lime (CaCO3) .Warna produced in five plant species are Rambutans Nephelium Playantha the Ketepang Terminalis Catappa Young Brown Brown Creamy Avocado Mango Yellow Roystonea regia Persian americanadah Easy Red Noni Morinda citrifolia redAbstrak. Pewarnaan Tumbuhan Alami Kain Sutera dengan Menggunakan Fiksator Tawas, Tunjung dan Kapur Tohor. Penelitian adalah penelitian Eksprimen yang bertujuan. Mendeskripsikan warna yang dihasilkan pada pencelupan kain sutera dengan zat warna alami dari rambutan, mangga, alpukat, Mengkudu dan ketapang dengan menggunakan fiksator tawas, fiksator kapur tohor, fiksator tunjung, dan tanpa proses fiksasi. Hasil Penelitiam ini adalah Pertama yang dilakukan adalah proses ekstraksi yaitu proses pengambilan pigmen pewarna alami dengan melakukan proses ekstraksi yaitu dengan merebus bahan batang dan daun dengan pelarut air lalu disaring dan didnginkan larutan ekstrak ini siap digunakan sebelum dicelup, dilakukan proses Mordanting yaitu bertujuan agar penyerapan zat warna alam terhadap bahan sutera meningkat, serta menghasilkan kerataan dan ketajaman warna yang baik Pencelupan dengan zat warna alam biasanya dilakukan dengan berulang-ulang dan difikzer untuk mendapatkan warna yang diinginkan.Melakukan fiksasi (fikser) adalah untuk mengunci warna alam pada kain sutera.  Proses pengunci warna (fiksasi) dilakukan agar zat warna alam yang terserap pada bahan sutera  memiliki ketahanan luntur yang baik. Ada 3 jenis larutan fixer yang  digunakan yaitu tunjung (FeSO4), tawas, atau kapur tohor (CaCO3).Warna yang dihasilkan pada kelima jenis tumbuhan tersebut adalah Rambutan Nephelium Playantha Coklat Muda Ketepang Terminalis Catappa Coklat Krem Mangga Roystonea regia Kuning Alpukat Persia americanadah Merah Mudah Mengkudu Morinda citrifolia Merah.Kata Kunci: pewarna alam tumbuhan, sutera,  ektrak,  mordanting,  fiksasi
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • ANALISIS CLUSTER K-MEANS DALAM PENGELOMPOKAN KEMAMPUAN MAHASISWA

    • Authors: B. Poerwanto, R.Y. Fa’rifah
      Pages: 92 - 96
      Abstract: Abstract. Cluster Analysis, K-Means Algorithm, Student Classification. This study aims to classify students based on learning outcomes for subject the basic of statistics (DDS), which is measured based on attendance, task, midterm (UTS), and final exams (UAS) to further used to evaluate learning for subjects that require analysis of quantitative . This study uses k-means cluster analysis to classify the students into three groups based on learning outcomes. After grouped, there are 3 people in the low category, 27 in the medium category and over 70% in the high category.Abstrak. Analisis Cluster K-Means dalam Pengelompokan Kemampuan Mahasiswa. Pene-litian ini bertujuan untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan hasil belajar mata kuliah dasar-dasar statistika (DDS) yang diukur berdasarkan variabel nilai kehadiran, tugas, ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS) untuk selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran untuk mata kuliah yang membutuhkan kemampuan analisis kuantititatif yang baik. Penelitian ini menggunakan analisis cluster k-means dalam mengelompokkan mahasiswa ke dalam tiga kelompok berdasarkan hasil belajarnya. Seteleh dikelompokkan, terdapat 3 orang yang masuk pada kategori rendah, 27 orang pada kategori sedang dan lebih dari 70% pada kategori tinggi.Kata Kunci: Cluster Analysis, K-Means Algoritma, Klasifikasi Mahasiswa, Universitas Cokroaminoto Palopo
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • DAMPAK PERUBAHAN HARGA INPUT TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG KUNING

    • Authors: Diah Retno Dwi Hastuti
      Pages: 97 - 102
      Abstract: Permintaan jagung di dalam negeri cenderung menunjukkan peningkatan seiring dengan semakin meningkatnya permintaan jagung untuk kebutuhan bahan pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Seiring dengan hal itu peningkatan pendapatan usahatani kuning perlu mendapat perhatian khusus melalui perubahan harga input produksi. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan penelitian adalah lokasi penelitian ditentukan secara purpossive di Desa Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Sampel responden penelitian adalah petani jagung diambil secara simple random sampling sebanyak 30 responden. Selanjutnya teknik analisis data adalah multiple linear regression dan pengujian asumsi klasik (multicollinearity dan heterocedasticity). Fungsi pendapatan usahatani jagung kuning menggunakan fungsi keuntungan yang dinormalkan atau unit output price Cobb-Douglas profit function (UOP-CDPF) melalui persamaan multiple regression. Hasil analisis menemukan bahwa pendapatan usahatani jagung kuning di Kabupaten Gowa dipengaruhi secara signifikan positif oleh harga benih jagung dan secara negatif oleh harga pupuk urea, artinya kenaikan harga benih jagung dapat diimbangi dengan menaikkan harga jual jagung kuning sehingga pendapatan petani juga ikut meningkat, berbeda dengan kenaikan harga pupuk urea yang tidak dapat langsung diimbangi dengan menaikkan harga jual petani sehingga akan menurunkan pendapatan petani jagung kuning.
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • PERANCANGAN TYPEFACE AKSARA LATIN BERDASARKAN AKSARA LONTARA
           BUGIS-MAKASSAR

    • Authors: Dian Cahyadi
      Pages: 103 - 109
      Abstract: Tujuan perancangan typeface huruf/aksara latin berdasarkan aksara lontara Bugis-Makassar ini adalah untuk menumbuh kembangkan potensi lokal agar tetap dikenali sebagai sebuah warisan tak benda hasil karsa kebudayaan leluhur etnis Bugis-Makassar dan tak lekang oleh arus sejarah modernitas. Fungsi perancangan adalah sebagai bentuk pengingat (reminder) dan pengarah semion kepada bentuk asli aksara Lontara. Perancangan dilakukan dengan kaidah-kaidah desain sebagai ilmu yang menerapkan proses eskplorasi gagasan, kajian dan analisis teori tipografi, anasir bentuk, dan penciptaan bentuk sebagai bentuk desain akhir. Sehingga hasil perancangan diharapkan sangat aplikatif kepada penggunaan aksara diseluruh aspek media.
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI WUJUD ZAT
           DAN PERUBAHANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 21
           MAKASSAR

    • Authors: Muhammad Syahrul Kahar
      Pages: 110 - 116
      Abstract: Abstract. The Implementation of Cooperative Learning Model Type Jigsaw In To The State of Matter and Its Changes To Physics Learning Result of Student In SMP Negeri 21 Makassar. Skripsi.This research was a pre-experimental that aims to obtain information on physics learning result of student grade VII of SMP Negeri 21 Makassar it had reached KKM standard or not after being taught by cooperative learning model type Jigsaw through a constructivist approach. The population as well as samples in this research as many has 30 students who are determined through a random grade with One Shot - Study Design. The research instrument that is used was studying physics tests that fill the criteria valid with 0.361 reliability as much as 20 item tests of about 25 item tests. Data analysis techniques that is used in this research was descriptive statistics. The results of descriptive analysis on the cognitive aspects shows the average score of the grade students learn physics grade VII SMP Negeri  21 Makassar after being taught by cooperative learning model type Jigsaw through a constructivist approach for 81.3, the psychomotor aspects of 76, and the affective aspects of 73.93. Meanwhile, Inferential analysis showed that the cooperative learning model type jigsaw through a constructivist approach contributes to the achievement of the minimum criteria for competence (KKM).Abstrak. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMP Negeri 21 Makassar. Penelitian ini adalah penelitian pra eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai hasil belajar fisika peserta didik kelas VII SMP Negeri 21 Makassar telah mencapai standar KKM atau belum setelah diajar dengan model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw  melalui pendekatan konstruktivistik. Populasi serta sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 peserta didik yang ditentukan melalui acak kelas dengan One Shot-Study Design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes belajar fisika yang memenuhi kriteria valid dengan realibilitas 0,361 sebanyak 20 butir dari 25 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif.  Hasil analisis deskriptif pada aspek kognitif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar fisika peserta didik kelas VII SMP Negeri 21 Makassar setelah diajar dengan model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw  melalui pendekatan konstruktivistik sebesar 81,33, aspek psikomotorik 76  dan aspek afektif  73,93.  Sementara itu, Analisis inferensial menunjukkan bahwa model Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw  melalui pendekatan konstruktivistik berkontribusi terhadap pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Hasil belajar Fisika Peserta didik
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • KONDISI PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA SERVICE ENCOUNTER DAN
           SERVICE RELATIONSHIPS

    • Authors: Resekiani Mas Bakar
      Pages: 117 - 123
      Abstract: Abstract. The Terms of Service and the Consumer Confidence in Service Encounter and Service Relationships. Trust consumers are influenced by the behavior of employees in the services. The purpose of this study to examine the relationship type (service encounters and service relationships) in the conditions of service (service successful and unsuccessful service) to consumer confidence. The study was conducted on food consumers as many as 89 people. The experimental method used to two groups: service encounter groups (N = 47) and group service relationship (N = 42). The results based on four scenarios of the experiment showed that there are differences in the level of consumer confidence in the conditions of service. Services were successful (successful service) indicates the level of consumer confidence is greater than the service failed (unsuccessful service). Nevertheless, the results of this study also gives a different result that there is no difference in consumer confidence in the consumer service relationships and consumer service encounter, even in conditions of service that succeed or fail. This study contributes to the socio-psychology and consumer behavior in understanding consumer confidence in service encounters and service relationships.Abstrak. Kondisi Pelayanan dan Kepercayaan Konsumen pada Service Encounter dan Service Relationships. Kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh perilaku karyawan dalam melakukan pelayanan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji tipe hubungan (service encounter dan service relationships) dalam kondisi pelayanan (successful service dan unsuccessful service) terhadap kepercayaan konsumen. Penelitian dilakukan pada konsumen rumah makan sebanyak 89 orang. Metode eksperimen digunakan terhadap dua kelompok yakni kelompok service encounter (N=47) dan kelompok service relationship (N=42). Hasil penelitian berdasarkan empat skenario eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi pelayanan. Pelayanan yang berhasil (successful service) menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen yang lebih besar dibandingkan pelayanan yang gagal (unsuccessful service). Namun demikian, hasil penelitian ini juga memberikan hasil yang berbeda bahwa tidak terdapat perbedaan kepercayaan konsumen pada konsumen service relationships maupun konsumen service encounter, meskipun dalam kondisi pelayanan yang berhasil ataupun gagal. Penelitian ini memberikan konstribusi terhadap ilmu psikologi sosial dan perilaku konsumen dalam memahami kepercayaan konsumen pada service encounter dan service relationships.Kata Kunci: kepercayaan konsumen, service encounter, service relationships
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • ELASTISITAS TINGKAT PENJUALAN IKAN PAGGANDENG TERHADAP PERUBAHAN MUSIM DI
           KELURAHAN TAMALANREA INDAH MAKASSAR

    • Authors: Sudarmin -, Sulaiman -, Syafruddin Side
      Pages: 124 - 130
      Abstract: Abstract. Elasticity Sales Rate Season Changes Against Fish Paggandeng In Tamalanrea Indah Makassar. This study discusses the Regression Modeling Log-Doubles on Sales Rate Elasticity Paggandeng Sea fish Season Against Changes in Sub Tamalanrea Indah Makassar. The purpose of this study was a) to determine the Paggandeng Fish Merchants participation in the decision to sell the fish to the changing seasons; b) to determine whether or not the effect (elasticity) of sales of fish from fish penjuak group Paggandeng to the changing seasons; c) to see the influence (elasticity) of sales of fish from fish Sales Group Paggandeng to changing seasons in Tamalanrea, District municipality Tamalanrea Makassar using Multiple Regression Log (log-linear). The method used in this study is a double-log regression methodAbstrak. Elastisitas Tingkat Penjualan Ikan Paggandeng Terhadap Perubahan Musim di Kelurahan Tamalanrea Indah Makassar Penelitian ini membahas tentang Pemodelan Regresi Log-Ganda Pada Elastisitas Tingkat Penjualan Ikan Laut Paggandeng Terhadap Perubahan Musim di Kelurahan Tamalanrea Indah Makassar. Tujuan penelitian ini adalah a) untuk mengetahui partisipasi Pedagang Ikan Paggandeng dalam pengambilan keputusan menjual ikan dengan perubahan musim; b) untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh (elastisitas) penjualan ikan dari kelompok penjuak ikan Paggandeng terhadap perubahan musim; c) untuk melihat besar pengaruh (elastisitas) penjualan ikan dari Kelompok Penjual ikan Paggandeng terhadap perubahan musim di Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea Kotamadya Makassar dengan menggunakan Regresi Log-Ganda (Log-linear). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi log-ganda.Kata Kunci: Ikan Paggandeng, Regresi Log ganda,  Elastisitas
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • DESAIN TONGKAT ELEKTRONIK BAGI TUNANETRA BERBASIS SENSOR ULTRASONIK DAN
           MIKROKONTROLLER ATMEGA8535

    • Authors: Sutarsi Suhaeb
      Pages: 131 - 136
      Abstract: Abstract. Stick Design Electronics For Blind And Microcontroller-Based Sensor Ultrasonic Atmega8535. The purpose of this research is to create hardware and software detection of objects with the ultrasonic sensor using a microcontroller ATMEL ATMega 8535, do the testing tool that can detect objects in the blind about people with disabilities in order to function properly. This study uses its engineering product design or direct observations, ie observations on how the microcontroller as the application process with multiple input and output devices. Performance of this electronic stick, which the system uses a microcontroller ATMega8535 this tool as a main controller and ultrasonic sensors SRF04 as measuring the distance to the obstacle or object. As a Buzzer output is used as an indicator of the voice of the beeb and DC motor as vibrator stick. Source of data derived from the results of stress measurement and observation. From the test results it can be concluded that the design of the stick electronics designed from some parts of the circuit microcontroller, a series of minimum system, module ultrasonic sensors SRF04, Buzzer, DC motors, LCD modules, series regulator and battery lipo 3 cell to detect obstacles or objects that can reached by the ultrasonic sensor, which is an electronic wand indicators such as voice sounds beeb and shakes that will be active when the ultrasonic sensors detect obstacles or objects in a certain range. From the test results it can be concluded that the electronic blind cane is quite satisfactory, since the results of comparative testing the response of electronic wand to wand blind judged from the aspect of effectiveness, convenience, safety, and excellence.Abstrak. Desain Tongkat Elektronik Bagi Tunanetra Berbasis Sensor Ultrasonik dan Mikrokontroller Atmega8535. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perangkat keras dan lunak pendeteksi benda dengan sensor ultrasonic menggunakan mikrokontroler ATMEL ATMega 8535, melakukan pengetesan alat yang dapat mendeteksi benda-benda di sekitar penderita cacat tunanetra agar dapat berfungsi dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa yang sifatnya rancang produk atau pengamatan secara langsung, yaitu pengamatan terhadap cara kerja mikrokontroler sebagai perangkat proses dengan aplikasi beberapa perangkat input dan output. Kinerja tongkat elektronik ini, dimana sistem alat ini menggunakan mikrokontroler ATMega8535 sebagai pengendali utamanya dan sensor ultrasonik SRF04 sebagai pengukur jarak terhadap penghalang atau objek. Sebagai output digunakan sebuah Buzzer sebagai indikator bunyi suara beeb dan Motor DC sebagai penggetar tongkat. Sumber data berasal dari hasil pengukuran tegangan dan hasil pengamatan. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa Desain tongkat elektronik dirancang dari beberapa bagian yaitu rangkaian mikrokontroller, rangkaian sistem minimum, modul sensor ultrasonik SRF04, buzzer, motor DC, modul LCD, rangkaian regulator dan baterai lipo 3 cell ini untuk mendeteksi penghalang atau objek yang dapat dijangkau oleh sensor ultrasonik, dimana indikator tongkat elektronik ini berupa suara bunyi beeb dan getar yang akan aktif ketika sensor ultrasonic mendeteksi penghalang atau objek pada jangkauan tertentu. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa tongkat elektronik tunanetra ini cukup memuaskan, karena hasil respon pengujian perbandingan tongkat elektronik dengan tongkat tunanetra yang dinilai dari aspek keefektifan, kemudahan, keamanan, dan keunggulan.Kata Kunci: Tongkat Elektronik , Sensor Ultrasonik, Mirokontroller ATMega8535
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • ANALISIS HOMOGENITAS DATA CURAH HUJAN TAHUNAN KOTA MAKASSAR

    • Authors: Wahidah Sanusi
      Pages: 137 - 142
      Abstract: Abstract. Homogeneity Analysis Of Annual Rainfall Data Of Makassar City. Testing the homogeneity of rainfall series is often required in climate and hydrology studies to ensure that rainfall data can be used reliability. The objective of this study is to identify homogeneity of annual rainfall data for three rainfall stations in Makassar for the period from 1985 to 2014. These stations are Paotere station, station of Biring Romang, and station of  BBMKG region IV. Four tests for homogeneity were applied for each station. These tests include the Standard Normal Homogeneity (SNH) test, Buishand Range (BR) test, Pettitt test and the von Neumann Ratio test. The SNH, BR, and Pettitt tests indicate that there was no break point for all station, except at Paotere station, Pettitt test shows that there was a break point in 1994. However, based on four homogeneity tests, the results reveal that rainfall series of Makassar city is homogeneous. The study results are usefull information for rainfall modeling of Makassar city.Abstrak. Analisis Homogenitas Data Curah Hujan Tahunan Kota Makassar. Pengujian homogenitas data runtun curah hujan sering diperlukan dalam kajian iklim dan hidrologi untuk menjamin kehandalan data yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi kehomogenan data jumlah curah hujan tahunan di tiga stasiun hujan di kota Makassar dalam kurun waktu 1985 hingga 2014. Ketiga stasiun hujan tersebut adalah stasiun Paotere, stasiun Biring Romang, dan stasiun BBMKG wilayah IV. Ada empat uji homogenitas yang digunakan pada setiap stasiun, yaitu uji Standard Normal Homogeneity (SNH), uji Rentang Buishand (BR), uji Pettitt, dan uji Rasio von Neumann. Uji SNH, BR, dan Pettitt menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan jumlah curah hujan tahunan pada semua stasiun kajian, kecuali di stasiun Paotere, uji Pettitt menunjukan bahwa telah terjadi perubahan pada tahun 1994. Namun demikian, berdasarkan empat uji homogenitas tersebut menunjukkan bahwa data runtun curah hujan kota Makassar memenuhi sifat homogen. Hasil kajian ini merupakan informasi yang bermanfaat untuk melakukan pemodelan curah hujan kota Makassar.Kata Kunci: Break point, homogeneity test, runtun curah hujan
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
  • PERANCANGAN SISTEM PENGEREMAN BENTOR MODEL CAKRAM

    • Authors: Zulhaji -, Muh. Yahya, Saharuna -
      Pages: 143 - 150
      Abstract: Abstract. Design of Disc Braking System Model Bentor. The mobility of people in suburban areas is very high especially public transportation (pete-pete) just to reach the main road, so as to take the path of corners is currently used to transport bentor seeked corners and housing. The elimination of bentor been developed dimasyakarat because bentor transport vehicles are not roadworthy and this is because bentor just fitted so that when the rear brake will stop the wheels bentor tends to be dragged and the stop position farther than expected this would interfere with the safety of passengers. Elimination bentor of course, reduce employment and increase unem-ployment, so that the operation of the policy recommendations bentor very diperlukaan especially in areas that are inaccessible by public transportation. The recommendations include adding the braking system so that when stopped in accordance with the proper position. Design and research results bentor braking system with the addition of disc brakes on both front wheels, enables the driver when to stop the vehicle and provide a sense of security and comfort to the passengers.Abstrak. Perancangan Sistem Pengereman Bentor Model Cakram.Mobilitas masyarakat di daerah pinggiran kota sangat tinggi terlebih lagi angkot (pete-pete) hanya menjangkau jalan utama, sehingga untuk menempuh jalur pelosok saat ini digunakan angkutan bentor yang dapat menempuh jalur pelosok dan perumahan. Isu penghapusan bentor selama ini berkembang dimasyakarat dikarenakan kendaraan angkutan bentor tidak laik jalan hal ini disebabkan karena bentor hanya dilengkapi rem belakang sehingga pada saat akan berhenti roda bentor cenderung terseret dan posisi berhenti lebih jauh dari yang diharapkan hal ini akan mengganggu keselamatan penumpang. Penghapusan bentor tentu saja akan mengurangi lapangan pekerjaan dan meningkat-kan pengangguran, sehingga rekomendasi kebijakan pengoperasian bentor sangat diperlukaan khususnya di daerah yang tidak terjangkau oleh angkot. Rekomendasi tersebut diantaranya menambah sistem pengereman sehingga saat berhenti sesuai dengan posisi yang tepat. Hasil Perancangan dan penelitian sistem pengereman bentor dengan penambahan rem cakram pada kedua roda depan mempermudah pengemudi saat menghentikan kendaraan dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang.Kata Kunci: Bentor, Sistem Kemudi, Tie-Rod, Keamanan, Kenyamanan
      PubDate: 2016-12-02
      Issue No: Vol. 2, No. 2 (2016)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.224.197.251
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016