for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover Imajinasi : Jurnal Seni
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1829-930X - ISSN (Online) 2549-6697
   Published by Universitas Negeri Semarang Homepage  [71 journals]
  • Kurikulum Pendidikan Guru Seni Rupa: Implikasinya terhadap Peningkatan
           Kualitas Akademik dan Profesionalitas Guru

    • Authors: Petrus Claver Ismiyanto
      Pages: 81 - 88
      Abstract: Fenomena praksis pendidikan di Indonesia telah menarik perhatian berbagai pihak, terutama terkait dengan implementasi kurikulum dan kualitas kinerja guru – tidak terkecuali kurikulum dan kualitas kinerja guru seni budaya (seni rupa). In-service training yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja guru, ternyata belum mampu menjawab harapan; terbukti ketika perubahan kurikulum dilaksanakan, kinerja guru pun belum menunjukkan perubahan dan cenderung induring pattern. Oleh karena itu, perlu perubahan model kurikulum pendidikan guru seni rupa yang nota bene diimplementasikan pada pre-service training guru seni. Consecutive Curriculum Models dipilih menjadi alternatif pengembangan kurikulum pendidikan guru seni rupa, karena model kurikulum ini diharapkan mampu mengaktualisasikan pengembangan dan peningkatan kualitas akademik dan profesionalitas guru melalui pre-service training, sehingga guru seni rupa yang dihasilkan mempunyai kompetensi guru yang memadai.
      PubDate: 2016-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2016)
       
  • Model Film Animasi Khas Indonesia Berbasis Revitalisasi Bahasa Rupa Relief
           Lalitavistara Candi Borobudur

    • Authors: Dwi Budi Harto
      Pages: 89 - 98
      Abstract: Relief Lalitavistara candi Borobudur (RLCB) dipilih sebagai obyek penelitian karena dalam membawakan pesan ajaran Budha, relief ini diperankan sendiri oleh tokoh penting Budha, yaitu Sidharta Gautama. Pentingnya bahasa rupa dalam menyampaikan pesan dalam RLCB, maka perlu direvitalisasi saat ini. Karena, sebagian besar generasi muda tidak memahami bahasa rupa RLCB. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah menciptakan model film animasi/MFA berbasis revitalisasi bahasa rupa RLCB yang khas Indonesia. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah R & D (Research & Development). Research dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif yang dibantu dengan pendekatan kepustakaan dan kritik sumber dalam sejarah. Setelah melakukan sampel purposif terhadap 120 panel/sekuen RLCB, maka dipilih 8 sekuen secara purposif untuk diriset bahasa rupanya. Dari 8 sekuen tersebut juga disampling secara purposif, sehingga dipilih satu sekuen, yaitu “Penaklukkan Mara”. Sekuen ini ditindaklanjuti dengan penelitian laboratorium sebagai bentuk pengembangan/development MFA. Hasil R & D ini menghasilkan MFA yang berformat DVD PAL, terdiri dari 21 scene. MFA yang dihasilkan berhasil merevitalisasi bahasa rupa RLCB yang semula media rupa statis, berubah menjadi film animasi berbahasa rupa dinamis/audio-visual. Ciri khas yang muncul pada MFA hasil rancangan penelitian tahun ke-1 adalah munculnya beberapa cara bahasa rupa tradisi, diantaranya: cara digeser, dari kepala ke kaki, tepi bawah adalah garis tanah, sejumlah latar, rinci diperbesar, cara kembar, imaji jamak, diperbesar, dissmix, tidak ada belahan, tidak ada sekuen semu, ada cara pembacaan memusat/tengah ke pinggir, pradaksina/dari sisi kanan ke kiri, dan lain-lain.
      PubDate: 2016-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2016)
       
  • Pengembangan Bahan Ajar Seni Rupa dalam Konteks Pengembangan Profesi Guru

    • Authors: Syafii Syafii
      Pages: 99 - 106
      Abstract: Tuntutan guru yang profesional oleh masyarakat semakin mengemuka seiring peningkatan kesejahteraan dan penghargaan pemerintah melalui sertifikasi guru. Salah satu perwujudan kompetensi profesional guru adalah kemampuannya dalam mengembangkan bahan ajar sebagai perwujudan penguasaan bidang keilmuannya. Berbagai bentuk bahan ajar dapat dikembangkan oleh guru, salah satunya dalam bentuk tertulis. Beragam bahan ajar tertulis dapat dikembangkan oleh guru, termasuk guru seni rupa dalam kerangka pengembangan profesinya antara lain dalam bentuk buku pelajaran, diktat dan modul. Hal yang senantiasa perlu diingat oleh para guru ketika mengembangkan bahan ajar adalah kesesuaiannya dengan kurikulum yang berlaku. Dalam konteks pengembangan profesi guru, pengembangan bahan ajar dalam bentuk buku pelajaran, diktat maupun modul tingkat persebaran/publikasi dan pengakuan akan menentukan tingkatan penghargaan. Semakin luas dan tinggi lembaga yang memberikan pengakuan akan semakin besar penghargaan angka kredit yang diberikan.
      PubDate: 2016-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2016)
       
  • Keragaman Seni Hias Bangunan Bersejarah Masjid Agung Demak

    • Authors: Supatmo Supatmo
      Pages: 107 - 120
      Abstract: Berbagai situs bersejarah bangunan masjid peninggalan perkembangan awal budaya Islam di Jawa yang tersebar di sepanjang pantai utara mengindikasikan adanya keberlanjutan tradisi seni pra-Islam pada arsitektural dan seni hiasnya. Salah satu peninggalan tersebut adalah Masjid Agung Demak. Penelitian ini membahas perwujudan estetis keragaman seni hias (ornamen) masjid bersejarah tersebut melalui pendekatan ikonografi (deskripsi pra-ikonografi, analisis ikonografi, dan interpretasi ikonologi). Hasil analisis menunjukkan terdapat keragaman latar tradisi seni hias Islam dan pra-Islam (Hindu-Budha Majapahit) dan Tiongkok. Hal tersebut terutama terhihat pada perwujudan ornamen ukir pada Saka Majapahit, ornamen ukir Pintu Bledheg, ornamen Surya Majapahit, dan ornamen Prasasti Bulus. Tradisi pra-Islam juga ditunjukkan dari keberadaan sengkalan (chronogram) sebagai penanda (tetenger) angka tahun, seperti sengkalan memet Prasasti Bulus yang dibaca Sarira Sunyi Kiblating Gusti (1401 S) dan sengkalan memet Pintu Bledheg yang dibaca Naga Mulat Salira Wani (1388 S). Pengaruh tradisi seni hias Tiongkok terlihat dari motif-motif dan gaya ungkap ornamen piring keramik (porselen) yang menghiasi dinding bagian depan dan motif kepala naga pada ornamen Pintu Bledheg, sedangkan pengaruh tradisi Budha terlihat dari motif mahkota yang berbentuk stupa pada ornamen pada Pintu Bledheg. Ornamen yang berkarakteristik seni hias Islam terlihat pada beberapa kaligrafi Arab serta beberapa motif bernuansa arabesque pada ukiran kayu daun pintu. Penggunaan seni hias, baik seni hias arsitektural maupun seni hias ornamental, pada bangunan Masjid Agung Demak merupakan kesinambungan tradisi dan nilai-nilai di dalamnya dari pra-Islam ke Islam yang dihayati oleh masyarakat pendukungnya. Secara kultural, hal demikian tidak berbeda dengan gejala umum yang terjadi pada masa awal perkembangan seni-budaya Islam di Jawa (nusantara) dengan pola mengambil wadah (wujud visual) seni tradisi pra-Islam dan mengabaikan atau mengganti isi (makna simbolis) dengan nilai-nilai dasar Islam. Gejala ini dapat dimaknai sebagai pengejawantahan sikap toleransi sekaligus sebagai pendekatan syi’ar yang digunakan oleh para wali.
      PubDate: 2016-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2016)
       
  • Gambang Semarang : Sebuah Identitas Budaya Semarang yang Termarginalkan

    • Authors: Sri Sadtiti
      Pages: 143 - 152
      Abstract: Gambang Semarang memiliki nilai historis di Kota Semarang, karena itu wajar pula apabila diangkat dan dilestarikan sebagai suatu karya seni tradisi kota Semarang yang mengandung nilai estetis serta nilai–nilai simbolik masyarakat Semarang sebagai kota yang tergolong berkebudayaan pesisiran. Walau memiliki banyak sekali keunikan sebagai seni peranakan yang membawa nilai akulturasi budaya Jawa Tionghoa, nama Gambang Semarang tidak serta merta melekat di benak masyarakat. Faktor-faktor yang membuat Gambang semarang termarginalkan adanya faktor internal, yaitu citra negatif seperti kuno, ketinggalan zaman, tidak gaul, dan monoton, serta faktor eksternal, yakni globalisasi dan marjinalisasi Gambang Semarang. Tujuan penelitian ini ingin menyebarluaskan informasi mengenai Gambang Semarang sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya. Melalui tulisan ini diharapkan muncul kepekaan dan kesadaran masyarakat untuk bertindak dan terlibat secara aktif demi kelestarian kesenian Gambang Semarang.
      PubDate: 2016-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2016)
       
  • Pengenalan Kegiatan Seni Rupa untuk Anak Tunanetra dalam Upaya
           Mengembangkan Kemampuan Sensitivitas

    • Authors: Nur Fajrie
      Pages: 153 - 158
      Abstract: Anak yang mempunyai kelainan fisik atau mental, bukan berarti harus disingkirkan tetapi hendaknya mereka tetap terpenuhi pendidikannya melalui pelayanan pendidikan secara khusus yang diharapkan dapat memperbaiki kelayakan dalam taraf hidupnya. Anak tunanetra sejak lahir memiliki kekurangan dalam pengetahuan kongkrit tentang lingkungannya dan konsep dasar yang penting seperti jarak, arah, dan perubahan lingkungan. Kegiatan pembelajaran seni rupa yang sesuai bagi siswa tunanetra untuk mengekspresikan diri yaitu melalui kegiatan berkarya seni rupa karya tiga dimensi dengan teknik membentuk. Dalam proses teknik membentuk terdapat kegiatan mengekspresikan seni rupa dengan cara menjamah, menyentuh, memisah-misahkan, mengurangi dan menempel. Melalui teknik membentuk, anak tunanetra diantar untuk mengerti atau merasakan kegiatan apresiasi dan kreasi dalam pendidikan seni rupa. Dengan kata lain unsur-unsur rupa yang berupa garis, tekstur, bidang dan ruang dalam karya seni rupa dapat dinikmati oleh siswa tunanetra. Kepekaan dari kemampuan meraba dan membentuk anak tunanetra dimungkinkan dapat mengenalkan benda-benda di sekitarnya untuk memotivasi rasa keingintahuan serta percaya diri dalam kehidupannya.
      PubDate: 2016-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2016)
       
  • Seni Perbatikan Semarang : Tinjauan Analitik Prespektif Bourdieu pada
           Praksis Arena Produksi Kultural

    • Authors: Syakir Syakir
      Pages: 121 - 132
      Abstract: Batik Semarang has a cultural heritage that have been through a long historical trajectory. However, the trip batik Semarang has a condition bobbing. With the spirit of building a regional cultural identity through batik, stretching batik Semarang began to rise. It is necessary to picture how this batik Semarag materialized as the result of a process of cultural formation. These qualitative assessments with mtode need to examine the parties is an agent or actor in the arena of cultural production as a process of action in the social structure. This assessment arena framed by the theory of cultural production of Pierre Bourdieu. This assessment of the main problems batik Semarang picture as a form of praxis arena of cultural production. The results show that batik Semarang as an arena of cultural production, formed from the structure of the arena, which are the positions of individuals or the agents that create cultural products. The agents met in the arena and compete perform practices that result in cultural production. The agents are individuals who are controlled by the habitus and supported by capital and the strategies used so that it can compete in the arena of cultural production.
      PubDate: 2015-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2015)
       
  • Studi Kurikulum SMK Berbasis Industri Kreatif di Indonesia Timur

    • Authors: Rabendra Yudistira, Nugrahardi Ramadhani, Setyadi Denny Indrayana, Waluyo Hadi
      Pages: 133 - 142
      Abstract: Pengembangan industri kreatif di Indonesia sangat membutuhkan tenaga SDM dengan keterampilan yang sesuai di bidangnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan akan SDM yang handal, kompeten dan mampu bersaing dalam industri kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti model pendidikan yang efektif pada sekolah berbasis industri kreatif, mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan berbasis industri kreatif dan menjabarkan solusi yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan dua sumber data sebagai objek penelitian, yaitu; 10 SMK dan 10 unit bidang usaha kreatif di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Indonesia. Langkah yang diambil adalah mengkaji dan membandingkan dua variabel data tersebut, untuk menemukan permasalahan dan ketidaksinambungan antara kebutuhan SDM di dunia usaha dan metode pembelajaran atau kurikulum pembelajaran di SMK. Kajian dalam penelitian ini dibatasi pada pengembangan SMK yang secara khusus mengembangkan produk kerajian berbasis pada potensi lokal, baik dalam hal ketersediaan bahan baku, budaya maupun produk-produk yang telah dikembangkan oleh masyarakat lokal.
      PubDate: 2015-07-01
      Issue No: Vol. 10, No. 2 (2015)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.81.59.211
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016