for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover
Imajinasi : Jurnal Seni
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1829-930X - ISSN (Online) 2549-6697
Published by Universitas Negeri Semarang Homepage  [77 journals]
  • PENDEKATAN JUXTAPOSITION SEBAGAI DASAR PERANCANGAN AMBIENT MEDIA KAMPANYE
           SADAR SKOLIOSIS

    • Authors: Ristia Kadiasti
      Pages: 1 - 8
      Abstract: Perancangan media kampanye sosialisasi pencegahan skoliosis ini dirancang untuk orang tua yang memiliki anak remaja, guru dan juga remaja. Media utama yang digunakan adalah Ambient Media dengan alasan memberikan surprising effect yang baik. Penggunaan ambient media dengan memanfaatkan lingkungan dan medium sekitar target audience memungkinkan untuk penyampaian informasi yang tepat dan terarah. Interaksi dengan audience memungkinkan penyampaian afektif dan kognitif tersampaikan dengan maksimal. Dengan menggunakan ambient media ini diharapkan masyarakat menjadi lebih mawas diri akan skoliosis agar pencegahan preventif bisa dilakukan. 
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
  • PENYAJIAN PAMERAN MUSEUM MELALUI REALITAS MAYA

    • Authors: Pratama Bayu Widagdo
      Pages: 9 - 16
      Abstract: Pameran temporer suatu museum pada umumnya, kurang mampu menghadirkan informasi museum itu. Penyampaian informasi melalui realitas maya mempunyai potensi memberikan pengalaman berkunjung secara buatan. Melalui realitas maya suatu pengalaman buatan dapat memberikan kesan seakan “berada di sana”. Penyajian pameran merupakan hal yang terpenting dalam memberikan pengalaman berkunjung di museum, sehingga memetakannya menjadi konten realitas maya yang menarik dan informatif perlu dilakukan. Kerangka berpikir pada penelitian ini dengan melakukan integrasi pendekatan konsep desain pameran museum dari Carliner dengan elemen realitas maya dari Sherman dan Craig. Hasil integrasi berupa matriks yang berguna dalam penciptaan realitas maya. Penelitian ini menemukan bahwa immersion pada pendekatan desain pameran museum merupakan pondasi pokok dalam penciptaan realitas maya, berikutnya adalah skimmability, theme, dan layering. Adanya pemetaan yang jelas akan membantu dalam menciptakan pengalaman baru berupa pemahaman rasional tentang museum. 
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
  • SIMBOL GENDHÈNG LANANGAN PADA ATAP RUMAH TRADISIONAL KUDUS DALAM
           PERSPEKTIF KOSMOLOGI JAWA-KUDUS

    • Authors: Ratih Ayu Pratiwinindya
      Pages: 17 - 24
      Abstract: Setiap gerak-gerik dalam kehidupan manusia, berada dalam kuasa Allah SWT dan segala sesuatu dalam hidup manusia pun senantiasa diselaraskan dengan kehendak Allah SWT dan alam semesta yang melingkupinya. Pandangan secara kosmologikal tersebut, menjadi sebuah pedoman hidup masyarakat Kudus Kulon, yang kemudian tervisualisasi dalam setiap bagian rumah tempat tinggal mereka; salah satunya pada gendhèng yang berada di bagian puncak tertinggi atap rumah yaitu gendhèng lanangan. Masalah dalam penelitian ini: (1) Bagaimana perwujudan bentuk gendhèng lanangan pada atap rumah tradisional Kudus; (2) Sebagai simbol, gendhèng lanangan pada atap rumah tradisional Kudus terkandung makna apa dalam perspektif kosmologi Jawa-Kudus. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interdisiplin. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, kemudian dianalisis mengggunakan alur reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama, gendhèng lanangan terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar (keramik), ditempeli beling (pecahan kecil keramik porselen) putih. Gendhèng lanangan menggunakan pola hias motif flora, dengan pola pemasangan gendhèng lanangan di tengah, gendhèng pengapit di kanan dan kiri, gendhèng bulusan pada bagian ujung sebagai penutup. Ketiga jenis gendhèng tersebut selanjutnya dipasang berjajar yang kemudian disebut dengan gendhèng wayangan. Kedua, makna simbolis hiasan gendhèng lanangan ini menggambarkan keyakinan dalam hal penghambaan dan kecintaan manusia terhadap penciptanya. Hiasan gendhèng lanangan tersirat simbol tentang falsafah dalam kosmologi Jawa mengenai harmonisasi empat anasir dalam kehidupan manusia yang bertujuan untuk menjaga keselarasan antara mikrokosmos dan makrokosmos di alam semesta. 
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
  • POLA PAMERAN TEMPORER DI RUANG PUBLIK (STUDI KASUS DI RUMAH DINAS BUPATI
           BATANG 2017)

    • Authors: Muhammad Rahman Athian
      Pages: 25 - 36
      Abstract: Menurut data, Jawa Tengah hanya terdapat dua galeri aktif yaitu Galeri Semarang di Semarang dan Langgeng di Magelang dan satu museum seni rupa di Magelang yaitu OHD art Museum. Nasib perupa daerah di Jawa Tengah yang ingin berpameran dan tidak menjangkau galeri dan museum tersebut, kebanyakan memilih berpameran di studionya sendiri atau memilih menciptakan “ruang alternatif” dengan membuat pameran temporer di ruang publik, termasuk seniman daerah di Kabupaten Batang. Karena pameran merupakan “medium” seni untuk mengkomunikasikan sistem-sistem strategis representasi, ia juga berfungsi strategis lain yang bertujuan sebagai usaha melakukan percakapan dengan dan antarpenonton yang diatur untuk menentukan nilai-nilai hingga mengubah hubungan sosial. Berdasarkan hal tersebut permasalahan yang muncul adalah: “Bagaimana bentuk pola pameran temporer di ruang publik agar memenuhi ketercapaian tujuan'”. Melalui permasalahan tersebut penulis menggunakan teori display pameran seni rupa untuk mengungkap sejauhmana keberhasilan pola pameran di ruang publik pada studi kasus rumah dinas Bupati Batang 2017. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut dapat dikemukakan bahwa pameran merupakan aktivitas untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk itu perlu kesiapan pembuatan piranti yang diolah secara matang dan mengolah persoalan ruang dengan baik. Kekurangan pada pameran ini diantaranya karena memilih pola atur berantai, menyebabkan pengunjung tertahan (mengantri) dan tertumpuk pada pintu masuk sekaligus pintu keluar. Pembuatan panel tidak diperhitungkan secara matang, sehingga memberikan efek menggangu pada masyarakat yang mengapresiasi. Minimnya sistem tanda yang diterapkan dan membuat pengunjung kebingungan dan terlihat kurang rapi saat didisplay. Hal ini berefek pada pendidikan yang diberikan ke masyarakat melalui pameran sangat minim didapatkan. 
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
  • CITA-CITA HIDUP BAHAGIA SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS

    • Authors: Arif Fiyanto
      Pages: 37 - 46
      Abstract: Kegelisahan yang dialami terkait dengan hidup bahagia saat ini menjadi kekhawatiran pribadi untuk lebih semangat dalam merancang kehidupan bahagia di masa yang akan datang. Oleh sebab itu cita-cita hidup bahagia menjadi dorongan terbesar dalam proses penciptaan karya seni lukis. Ketertarikan terhadap tema yakni fantasi tentang cita- cita masa depan banyak menginspirasi dalam penciptaan karya seni lukis. Berdasarkan beberapa definisi terkait dengan judul, disimpulkan bahwa sebuah cita-cita merupakan keinginan fantasi,tentang harapan dan tujuan yang selalu ada dalam pikiran, berasal dari dalam diri sendiri dan pengaruh lingkungan sekitar, yang ingin dicapai yakni hidup bahagia, kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. sesuatu yang diimpikan, dibayangkan, didesain berisi arahan tentang apa yang harus dikerjakan dan merupakan kunci dalam mencapai kebahagiaan dalam kesempurnaan. Proses penciptakan seni lukis bertujuan untuk merepresentasikan tentang fantasi cita-cita hidup bahagia yang diinginkan kelak ke dalam bahasa metafor visual pada seni lukis. manfaat yang diharapkan, melalui seni lukis yang diciptakan, bisa dipahami pesan moralnya. Gagasan ini muncul karena mengalami kegelisahan dalam diri setelah memperhatikan fenomena di sekitar terkait dengan permasalahan tentang cita-cita hidup bahagia yang diangankan oleh manusia. Cita-cita yang dipilih menjadi tema utama dalam penciptaan karya seni lukis, seringkali merangsang untuk melahirkan beberapa karya seni lukis dengan berbagai macam bentuk dan judul. karya-karya tersebut merupakan ekspresi jiwa yang dialami dalam menyikapi dan mengkritisi apa yang telah mengilhami maupun melatar belakangnya.
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
  • KAJIAN ESTETIS RELIEF MOTIF BUNGA PADMA PADA CANDI SINGASARI DALAM
           INSPIRASI PENCIPTAAN TATA RIAS DAN DESAIN BUSANA PADA PERKAWINAN ADAT
           TRADISIONAL ‘MALANGAN’

    • Authors: Tjitjik Sriwardhani
      Pages: 47 - 56
      Abstract: Inspirasi penciptaan dengan penggalian karateristik tata rias dan desain busana dari peninggalan jaman keemasan kerajaan besar Singasari yang terdapat pada relief-relief candi, memiliki atribut dan ciri khas bunga Padma sedang mekar keluar dari umbinya, merupakan pewarisan dari suatu generasi ke generasi berikutnya dengan proses enkulturasi. Bentuk-bentuk asli kemudian dimodifikasi ini berkembang sesuai dengan kreativitas dari perias dengan tetap mempertahankan pola dasar dan tidak mengurangi makna simbolisnya, dalam mewujudkan karakteristik gaya perkawinan adat tradisional ‘Malangan’. Bagaimana penggalian desain dengan mengangkat relief bunga Padma, yang mendasari penciptaan karakteristik tata rias dan desain busana pada perkawinan adat tradisional Malangan perlu pengkajian lebih lanjut. Tulisan ini akan membahas, eksotisme bunga Padma yang terdapat pada relief candi Singasari sebagai sumber inspirasi kreatif penciptaan gaya perkawinan adat tradisi ‘Malangan’; pada tata rias dan desain busana, sebagai upaya mewujudkan pelestarian budaya dan menyikapi perkembangan menuju persaingan global. 
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
  • MEMPERSOALKAN FIGUR-FIGUR DALAM KARYA GUNAWAN BAGEA

    • Authors: Lilik Indrawati
      Pages: 57 - 64
      Abstract: Salah satu pendekatan dalam kritik seni adalah pendekatan kritik formalistik, yang pusat kajian kritiknya terletak pada karya seni. Demikian juga dalam melakukan kritik pada karya lukis Gunawan Bagea, seorang pelukis Taman Sari di Bandung. Walaupun dalam pendekatan kritik formalistik sama sekali tidak melibatkan masalah senimannya, karena itulah pendekatan kritik ini dianggap paling adil; namun pada tahap evaluasi dalam tahapan kritik formalistik ini harus dilakukan perbandingan dengan karya lain yang sejenis, atau menggunakan model historis. Kemudian aplikasi dari tahap evaluasi dalam kritik formalistik pada karya Gunawan Bagea, dibandingkan dengan karya-karyanya pada periode sebelumnya, yang gaya pengungkapannya nyaris mirip dengan karya-karya Hendra Gunawan sang Maestro Indonesia, yang ternyata adalah kakeknya. 
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
  • PENDEKATAN KEBUDAYAAN DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN SENI

    • Authors: Triyanto Triyanto
      Pages: 65 - 76
      Abstract: Pendidikan seni dalam konteks penelitian adalah objek material yang menjadi sasaran kajian untuk memecahkan permasalahan yang secara ontologis muncul dalam pandangan peneliti atau yang dimunculkan oleh peneliti. Sebagai persoalan kebudayaan, maka secara epistemologis penelitian terhadapnya sangat tepat bila menggunakan pendekatan kebudayaan. Implikasi metodologis pendekatan kebudayaan dalam penelitian pendidikan seni ini secara operasional dapat dikembangkan dalam bentuk desain metode kualitatif yang bersifat etnografis- fenomenologis. Penggunaan pendekatan kebudayaan ini secara aksiologis, memberikan mafaat dapat diperolehnya sistem penjelasan holistik yang dapat digunakan sebagai media solusi dalam memecahkan masalah yang dikaji. Berdasarkan manfaat ini, dalam melakukan penelitian pendidikan seni sebagai persoalan kebudayaan, disarankan para peneliti menggunakan pendekatan kebudayaan. 
      PubDate: 2018-01-15
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.198.158.24
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-