for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover Edukasi
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 0852-0240
   Published by Universitas Negeri Semarang Homepage  [71 journals]
  • KECERDASAN MORAL ANAK USIA PRASEKOLAH

    • Authors: Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto
      Abstract: Kualitas moral yang tinggi dibutuhkan untuk membuat anak sukses dalam kehidupan di rumah maupun di sekolah. Anak membutuhkan keterampilan moral bukan hanya sekedar prestasi akademik terutama dalam berhubungan dengan orang lain. Anak yang memiliki kualitas moral yang tinggi dapat dikatakan anak cerdas secara moral. Borba merumuskan kecerdasan moral dalam tujuh kebajikan yaitu : emphaty, conscience, self control, respect, kindness, tolerance dan fairness. Kualitas moral anak berkembang melalui proses yang terus menerus berkelanjutan sepanjang hidup. Kecerdasan moral dipengaruhi oleh faktor indvidu dan sosial. Faktor individu yang dimaksud adalah temperamen, kontrol diri, harga diri, umur dan kecerdasan, pendidikan, interaksi sosial, emosi; sedangkan faktor sosial meliputi keluarga, teman sebaya, sekolah, media massa, dan masyarakat. Meningkatnya kapasitas moral anak dan didukung dengan lingkungan yang kondusif, sehingga anak berpotensi menguasai moralitas yang lebih tinggi. Ketika anak berhasil menguasai satu kebajikan, kecerdasan moralnya semakin meningkat dan anak mencapai tingkat kecerdasan moral yang lebih tinggi.Kata Kunci: kecerdasan moral; anak usia prasekolah
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • PEMANFAATAN ICT DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI ANAK USIA DINI

    • Authors: - Diana
      Abstract: Information Communication and Technologi (ICT) telah merambah dalam setiap bidang kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Peranan ICT dalam dunia pendidikan sangatlah besar, tidak hanya dikalangan perguruan tinggi semata namun juga pada pendidikan anak usia dini. Pada Amandemen Undang-Undang Dasar 1945, dinyatakan bahwa setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia (pasal 28 C ayat 2), dalam rangka mengembangkan diri anak usia dini, sekarang banyak kita dapati berbagai layanan pendidikan baik formal maupun non-formal. Apapun bentuk layanan tersebut, seyogyanya memperhatikan prinsip pembelajaran anak usia dini. Selain memperhatikan prinsip pembelajaran, cakupan materi yang diberikan juga sangat beragam sesuai dengan aspek perkembangan anak, salah satunya adalah aspek perkembangan kognitif. Dalam perkembangan kogninif, anak usia dini dibekali dengan pemahaman tentang matematika dasar seperti mengenal warna, bentuk, ukuran, pola, memecahkan masalah, bilangan dan berhitung. Menguasai keterampilan matematika dasar sangat penting karena hal tersebut terdapat dalam kehidupan nyata sehari-hari anak. Berbagai media dapat digunakan dari yang terdapat pada tubuh anak sendiri seperti jari tangan dan kaki, pakaian, juga peralatan makan warna-warni dan berbagai ukuran, balok-balok, tumbuhan, sampai multi media canggih dengan beragam program yang dirancang sesuai usia dan kebutuhan anak usia dini. Sekarang banyak didapati CD/VCD pembelajaran matematika dasar yang dikemas menarik dan dijual bebas di pasaran. Tinggal bagaimana kita sebagai orang tua/pendidik memilih yang sesuai kebutuhan dan ramah bagi anak. Untuk itulah, maka dalam makalah ini, kami membahas tentang ICT dan Matematika bagi Anak Usia Dini.Kata Kunci: ICT; pembelajaran matematika; anak usia dini
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI JALUR PENDIDIKAN NON FORMAL
           DI KECAMATAN GAJAHMUNGKUR KOTA SEMARANG

    • Authors: Sungkowo Edy Mulyono
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil masyarakat miskin, strategi pemberdayaan masyarakat miskin dan model pemberdayaan masyarakat miskin melalui pendidikan nonformal. Penelitian ini menggunakan metode mixed method, yakni gabungan dari dua pendekatan yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui angket (kuesioner), FGD. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian adalah masyarakat miskin yang menganggur adalah seseorang yang tidak memiliki penghasilan atau uang, sedang pengangguran adalah orang yang tidak bekerja atau berdiam diri di rumah. Kriteria miskin dibedakan secara fisik dan non fisik. Secara fisik terdiri dari status kepemilikan tanah, status kepemilikan rumah, asset yang dimiliki, sedang non fisik terdiri dari pekerjaan, pendapatan, pengeluaran, potensi dan pengangguran. Ada tiga formulasi strategi pemberdayaan masyarakat yaitu pertama apabila supply lebih kecil dari demand, strategi ini difokuskan dari pelatihan dasar sampai warga belajar mampu usaha mandiri atau bekerja, kedua supply sama dengan demand, strategi ini difokuskan pada skill kewirausahaan, dan strategi yang ketiga apabila supply lebih tinggi dari demand, strategi ini difokuskan pada fasilitasi usaha atau fasilitasi pencarian alternatif pengembangan. Model strategi pemberdayaan masyarakat adalah mendukung kinerja agen pembaharu dalam melaksanakan program kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: model pemberdayaan; masyarakat miskin; pendidikan non formal
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LINGKUNGAN BEKERJA

    • Authors: Eko Nusantoro
      Abstract: Through the empowerment of employees, the sharing of power will occur, where the sub-ordinates are collectively involved with the management/chairmen to carry out changes by implementing various managerial approach. A leader of an institution or organization can significantly strengthen the sub-ordinates’ self-confidence in their ability. With stronger sense of self of efficacy, the sub-ordinates will be more capable to conduct and succeed in carrying out various challenging jobs. The empowerment should have been pioneered following the globalization era and it needs to create win-win solution situation in an educational institution or organization so that every person will have ability and will have opportunity to be qualified in performance, creative, innovative and maximum self-development in carrying out jobs in their working environment.Kata Kunci: optimalisasi; pemberdayaan SDM; lingkungan kerja
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • REVITALISASI KELOMPOK KERJA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KURIKULUM SATUAN
           PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG

    • Authors: - Fakhruddin
      Abstract: KKG as one of Teacher Community expected to improve service quality and educational outcomes. The issues are, how the mechanism of cluster working groups of teachers in improving the quality of learning, whether the potential material and nonmaterial which can be used as a source of development of teachers in the management of learning, and how to support and empowerment of teacher working group in understanding and implementing the curriculum level education units. Data collection was taken by using questionnaire research and documentation. Questionnaires are used to reveal the mechanisms, programs, support and empowerment of KKG. Documentation are used to reveal data about the number of primary schools, learners and Cluster KKG. Results showed that the mechanism of development and management of the KKG is set through consultation according to the annual periodicity, further to enhance competence through sharing knowledge, skills and attitudes, test ideas, and discussion. The results suggest that preparation of KKG program tailored to the needs and problem of teachers in classroom learning, the importance of monitoring and evaluation continues with the instruments and the framework of implementation of SBC by every teacher in class need to attempt- efforts to obtain the support of various parties.
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANG BERMINATNYA MAHASISWA PGSD UPP
           TEGAL PADA PENDIDIKAN SENI RUPA DALAM PENYELESAIAN TUGAS AKHIR SKRIPSI

    • Authors: Moh. Fathurrahman
      Abstract: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah upaya untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kurang berminatnya mahasiswa dalam mengkaji mata kuliah Pendidikan Seni sebagai jalur dalam penyelesaian Tugas Akhir. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa PGSD UPP Tegal tingkat akhir. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode case study dan metode survey dengan teknik pengolahan data analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurang minatnya penyelesaian tugas akhir karena kurang ketersediaannya buku referensi, mahasiswa merasa kurang memiliki bakat di bidang seni rupa, kurangnya contoh skripsi yang berhubungan dengan latar belakang dan kompetensi.Kata Kunci: faktor; minat; seni rupa; skripsi
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • PENERAPAN MODEL PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PADA PROGRAM PENDIDIKAN
           KESETARAAN DI KOTA SEMARANG

    • Authors: Liliek Desmawati, Tri Suminar, Emmy Budiartati
      Abstract: Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penerapan model pendidikan kecakapan hidup dalam pembelajaran program pendidikan kesetaraan; menjelaskan keefektivan model dan dampak model dalam pencapaian tujuan standar kompetensi peserta didik. Populasi penelitian yang didesain dengan penelitian tindakan praktis (pracyical action research) adalah tutor pendidikan kesetaraan yang masih aktif di Kota Semarang. Sampel penelitian ditetapkan secara purposive random sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dengan deskriptif kualitatif dan statistik uji t test perpasangan. Hasil penelitian adalah penerapan model pendidikan kecakapan hidup pada awalnya masih terpisah dengan mata pelajaran yang lebih difokuskan pada aspek kecakapan vokasi. Kemampuan tutor dalam menyusun program pembelajaran dengan menjabarkan kecakapan hidup dalam materi pelajaran masih rendah. Kualifikasi kecakapan hidup peserta didik masih rendah. Setelah penerapan model, kemampuan tutor dalam menyusun program pembelajaran meningkat, termasuk pada kategori baik. Kualifikasi kecakapan hidup peserta didik meningkat secara signifikan. Penerapan model pendidikan kecakapan hidup terintegrasi dalam mata pelajaran efektif untuk meningkatkan kompetensi peserta didik pendidikan kesetaraan.Kata Kunci: model pendidikan kecakapan hidup; standar kompetensi lulusan; pendidikan kesetaraan
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • PERANAN KOMITE SEKOLAH DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 1 TUNTANG
           KABUPATEN SEMARANG

    • Authors: - Ninik
      Abstract: Komite sekolah adalah suatu lembaga mandiri dibentuk dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arah dan dukungan tenaga, sarana, dan prasarana serta pengawasan pada tingkat satuan pendidikan. Pemberdayaan Komite Sekolah dapat diwujudkan diantaranya melalui pelibatan mereka dalam penyusunan rencana dan program sekolah, RAPBS, pelaksanaan program pendidikan dan penyelenggaraan akuntabilitas pendidikan. Salah satu tugas dan fungsi komite adalah sebagai badan pertimbangan dan pendukung dalam hal penyusunan dan penetapan RAPBS serta memberi dukungan dalam financial khususnya dalam penggalian dana dari wali siswa atau masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan data menganalisa peranan komite sekolah dalam (1) Proses penyusunan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) di SMA Negeri I Tuntang, (2) Cara memperoleh dukungan dana dan pengalokasian biaya pendidikan di SMA Negeri I Tuntang, serta(3) Pengawasan dan evaluasi biaya pendidikan di SMA Negeri I Tuntang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan komite sekolah terutama dalam pembiayaan pendidikan di SMA Negeri I Tuntang Kabupaten Semarang sesuai dengan tugas dan fungsinya yaitu sebagai advisory agency (pemberi pertimbangan), supporting agency (pendukung kegiatan layanan pendidikan), controlling agency (pengontrol kegiatan) dan mediator (penghubung) telah memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan sekolah tersebut. Kemajuan-kemajuan yang telah dicapai meliputi prasarana fisik dan non fisik. Kerja sama yang baik antara pihak sekolah dan komite terlihat dari kekompakan dalam penyusunan RAPBS sehingga semua program yang direncanakan mendapat dukungan dana dari pemerintah, wali murid dan pihak swasta.Kata Kunci: peranan; komite sekolah; biaya pendidikan
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • KONSEP DIRI DAN PERSEPSI TERHADAP PEKERJAAN DALAM PERAN GENDER BAGI REMAJA
           SLTP DI KECAMATAN MIJEN KODYA SEMARANG

    • Authors: - Nurussa’adah, Sugeng Purwanto, - Istyarini
      Abstract: Konsep diri merupakan salah satu faktor non intelektual yang sangat penting dalam menentukan kemampuan atau cita-cita. Dalam berbagai pengamatan yang dilakukan, ternyata banyak individu yang mengalami kegagalan dalam mencapai cita-cita bukan disebabkan oleh tingkat intelegensi yang rendah atau keadaan fisik yang lemah, melainkan oleh adanya perasaan tidak mampu untuk melakukan tugas. Remaja dalam persiapan memasuki masa dewasa, dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang berorientasi pada tugas kehidupan masa dewasa yaitu mencapai kemandirian emosional, memilih dan mempersiapkan karier, mengembangkan kemampuan dalam peran sosial. Oleh karena itu persepsi terhadap pekerjaan menjadi penting bagi remaja dalam persiapannya memasuki masa dewasa. Metode penelitian yang digunakan dalam mencapai tujuan pertama, kedua dan ketiga dari penelitian ini adalah angket dalam bentuk skala Likert, berskala 5. Jumlah responden : 50 remaja perempuan, 50 remaja laki-laki. Lokasi penelitian di Kecamatan Mijen Kodya Semarang. Sumber data adalah remaja usia antara 14 – 17 tahun yang duduk di bangku SLTP. Analisis data menggunakan analisis t-test dan prosentase. Simpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah : (a) Konsep diri laki-laki, tinggi 11%, sedang 34%, rendah 5%, dan perempuan tinggi 4%, sedang 42%, dan rendah 4%. (b) Ada perbedaan konsep diri yang dimiliki remaja perempuan dan laki-laki, sehingga hal ini akan mewarnai persepsi terhadap pekerjaan yang ada di lingkungan Mijen Kodya Semarang. (c) Remaja tersebut mempunyai keinginan atau persepsi terhadap pekerjaan sebagai berikut : untuk remaja laki-laki cenderung pada (1) TNI, POLRI, (2) Arsitek, teknik, (3) dokter, (4) Ahli Biologi, fisika, (5) Pegawai Negeri, (6) Guru. Dan bagi remaja perempuan cenderung pada : (1) Guru, (2) Dokter, (3) Bidan, (4) Arsitek, (5) Pegawai Negeri, (6) Ahli Biologi.Kata Kunci: konsep diri; persepsi; peran gender.
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
  • PERMASALAHAN MUTU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN PENDIDIKAN

    • Authors: S. Suryana
      Abstract: Dalam perspektif Pembangunan Pendidikan Nasional, pendidikan harus lebih berperan dalam membangun seluruh potensi maikannusia agar menjadi subyek yang berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Dalam konteks demikian, pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas yang meliputi dimensi sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Dalam perspektif sosial, pendidikan akan melahirkan insan-insan terpelajar yang mempunyai peranan penting dalam proses perubahan sosial di dalam masyarakat. Dalam perspektif budaya, pendidikan merupakan wahana penting dan medium yang efektif untuk mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai, dan menanamkan etos di kalangan warga masyarakat. Dalam perspektif politik, pendidikan harus mampu mengembangkan kapasitas individu untuk menjadi warga negara yang baik (good citizens), yang memiliki kesadaran akan hak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa, dan bernegara. Karena itu, pendidikan harus dapat melahirkan individu yang memiliki visi dan idealisme untuk membangun kekuatan bersama sebagai bangsa. Dalam tiga tahun mendatang, pembangunan pendidikan nasional di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan serius, terutama dalam upaya meningkatkan kinerja yang mencakup (a) pemerataan dan perluasan akses; (b) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing; (c) penataan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik; dan (d) peningkatan pembiayaan. Dalam upaya meningkatkan kinerja pendidikan nasional, diperlukan suatu reformasi menyeluruh yang telah dimulai dengan kebijakan desentralisasi dan otonomi pendidikan sebagai bagian dari reformasi politik dalam meningkatkan mutu pendidikan.Kata Kunci: Pembangunan Pendidikan; Persepektif Pembangunan Pendidikan; Mutu Pendidikan
      Issue No: Vol. 2, No. 1
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.81.59.211
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016