for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover Jurnal Agrotek Indonesia
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 2477-8494
   This journal is no longer being updated because:
    RSS feed is giving errors
  • Karakteristik Agronomis Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L. var.
           acephala DC.) Kultivar Full White 921 Akibat Jenis Media Tanam Organik dan
           Nilai EC (Electrical Conductivity) pada Hidroponik Sistem Wick.

    • Authors: Rommy Andhika Laksono
      Abstract: Kebutuhan akan tanaman kailan semakin meningkat, sehingga diperlukan teknologi yang dapat memaksimalkan
      hasil serta memperbaiki teknik budidaya, salah satunya teknik budidaya Hidroponik sistem wick. Penelitian dilakukan
      dengan tujuan untuk mempelajari dan mendapatkan nilai Electrical Conduktivity (EC) optimal yang memberikan hasil
      terbaik pada setiap jenis media tanam organik tanaman Kailan kultivar Full White 921 pada hidroponik sistem wick.
      Percobaan dilaksanakan di Rumah Kasa (screen house) Telagadesa KIIC Kabupaten Karawang dari bulan Juli sampai
      dengan bulan September 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, terdiri dari 16 perlakuan
      dalam 2 kali ulangan. Faktor pertama jenis media tanam organik (m) terdiri dari 4 taraf : m1 = serbuk gergaji ; m2 =
      arang sekam; m3 = cocopeat; m4 = (serbuk gergaji + arang sekam + cocopeat) dan Faktor kedua nilai EC (e), terdiri dari
      4 taraf : e0 = Tanpa Nutrisi; e1 = Nilai EC 1,5 – 2,0 mS cm-1; e2 = Nilai EC 2,0 – 2,5 mS cm-1; e3 = Nilai EC 2,5 – 3,0 mS
      cm-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi jenis media tanam organik dan nilai EC terhadap tinggi
      tanaman dan jumlah daun (14 HST, 21 HST, 28 HST, 35 HST dan 42 HST), diameter batang (21 HST, 28 HST, 35 HST
      dan 42 HST), luas daun saat panen, panjang akar saat panen, bobot segar per tanaman, bobot kering per tanaman
      Kailan kultivar Full White 921 pada hidroponik sistem wick. Hasil tertinggi dicapai oleh media tanam kombinasi (Serbuk
      Gergaji + Arang Sekam + Cocopeat) dengan nilai EC optimal 2,0-2,5 mS cm-1 memberikan bobot segar per tanaman
      maksimal 180,63 gr.
      Kata kunci : kailan, media tanam, nilai EC
      PubDate: 2017-03-16
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Pengaruh Kascing dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tribulus
           terrestris

    • Authors: Samanhudi Samanhudi
      Abstract: Tribulus terrestris is one of the medicinal plants consumed in Indonesia that contain a variety of components.
      Saponins in Tribulus is an active component that can eliminate sexual dysfunction, improve erection function, protect
      the myocardium against ischemia/reperfusion injury and hypertension, and coronary heart disease. Various benefits
      contained in the Tribulus resulted in the tremendous opportunity to develop Tribulus in Indonesia. The reality in
      Indonesia is still very few farmers who develop Tribulus as the mainstay in planting, so that the yield and production
      of these plant are needed to meet market demand in Indonesia. It has prompted the need for proper cultivation and in
      accordance with the use of vermicompost fertilizer and mycorrhiza. This research aims to determine the effect of a
      dose of vermicompost and mycorrhiza on growth and yield of Tribulus. This research was conducted at the
      experimental farm of Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret in the village of Sukosari, Jumantono,
      Karanganyar. The research was conducted for three months, in June until August 2016. The design used in this
      research is a Completely Randomized Block Design (CRBD) arranged as factorial, consists of two factors of
      treatment with three experimental blocks. The first treatment factors that dose of vermicompost fertilizer consists of
      four levels: 0, 10, 20, 30 tonha-1. The second treatment factor is the dose of mycorrhiza consists of three levels: 0, 50,
      100 sporesplant-1. The data were analyzed by F test or analysis of variants (Anova) continued with Duncan Multiple
      Range Test (DMRT) level of 5%. Mycorrhiza treatment dose of 100 sporesplant-1 gave the highest yield on the weight
      of the wet stover (844.63 g), time of the flowers appear (7 DAP), the number of branches (8 branchesplant-1), sum of
      fruit (627 fruits), and seed number (3,135 seeds). Mycorrhiza treatment dose of 50 sporesplant-1 gives the highest yield
      on plant height (167.8 cm). Meanwhile, vermicompost fertilizer treatment dose of 20 tonha-1 gives the best results on
      root volume (38.31 cm3).
      Keywords: medicinal plant, mycorrhiza, Tribulus terrestris, vermicompost.
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Karakteristik Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis Dilahan Marginal Dengan
           Dosis Pemupukan N yang Berbeda

    • Authors: Vera Subardja
      Abstract: Jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat respon terhadap pemupukan N. Kekurangan
      kandungan N dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman jagung. Penelitian ini
      bertujuan untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan tanaman jagung manis dengan dosis pemupukan N yang
      berbeda di lahan tadah hujan. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Tegal Waru, Karawang pada musim kemarau
      bulan Mei sampai September 2015. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari
      sepuluh perlakuan yaitu A1 = 100% dosis rekomendasi N, A2 = 75% dosis rekomendasi N + 1 ton ha-1 kompos, A3 =
      75% dosis rekomendasi N + 1.5 ton ha-1 kompos, A4 = 75% dosisi rekomendasi N + 2 ton ha-1 kompos, A5 = 100%
      dosis rekomendasi N + 1 ton ha-1 kompos, A6 = 100% dosis rekoendasi N + 1.5 ton ha-1kompos, A7 = 100% dosis
      rekoendasi N + 2 ton ha-1kompos, A8 = 125% dosis rekomendasi N + 1 ton ha-1 kompos, A9 = 125% dosis rekoendasi
      N + 1.5 ton ha-1 kompos dan A10 = 125% dosis rekomendasi N + 2 ton ha-1 kompos. Hasil penelitian menunjukan
      bahwa perbedaan kombinasi dosis pemupukan N nyata berpengaruh terhadap karakteristik pertumbuhan pada umur
      42 hst dan 56 hst dan komponen produksitanaman jagung manis. Penggunaan 125% dosis rekomendasi N + 1.5 ton
      ha-1 kompos memberikan hasil bobot tongkol dengan kelobot paling tinggi yaitu 8.27 kg petak-1.
      Keywords : pupuk N, kompos, tanah marginal, jagung manis.
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Optimization of Pinus merkusii Jungh. et de Vriese Somatic Embryos in
           Suspension Culture

    • Authors: Nurcahyo Widyodaru Saputro
      Abstract: Somatic embryogenesis are known as an artificial process in-vitro techniques that can accelerated provision of seeds and genotype propagation on coniferous plants. In somatic embryogenesis, somatic embryos formed from single cell or group of somatic cell. Previous studies shows that somatic embryos were successfully induced through cooling techniques in in-vitro propagation, but the number of somatic embryos produced are not optimal. The aim of this research is to obtain the optimum conditions of somatic embryos Pinus merkusii Jungh. et de Vriese growth using tissue culture techniques in a liquid medium (Suspension culture). Liquid medium used is a modification of the DCR medium without agar and by addition of plant growth regulator (PGR) 4,5'M 2,4-D and 2'M BAP. Explants used is clone Pinus merkusii Jungh. et de Vriese callus (PMC): PMC 1, PMC 2, PMC 4, PMC 6 and PMC 11 because it has shown a good response in previous studies. This process is repeated 5 times in the dark and on a shaker with the speed 125RPM. After 15 days, explants of callus Pinus merkusii Jungh. et de Vriese reveals the response to increased volume of sediment somatic embryo. This study shows that the use of a liquid medium in the tissue culture technique can accelerate and multiply the results of the somatic embryo.
      Keyword: Somatic embryogenesis, Pinus merkusii Jungh. et de Vriese, somatic embryos, tissue culture techniques, PGR, 2,4-D, BAP
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Pengaruh Waktu Penyimpanan Benih dan Konsentrasi Larutan Asam Sulfat
           Terhadap Pertumbuhan Benih Jarak (Jatropha curcas Linn.) di Persemaian

    • Authors: Kovertina Rakhmi Indriana
      Abstract: Untuk mengatasi permasalahan terjadinya kemunduran mutu benih baik yang diakibatkan oleh faktor
      penyimpanan maupun diakibatkan oleh faktor kesalahan dalam penanganan benih, dapat dilakukan dengan
      melakukan teknik ”invigorasi”. Invigorasi adalah suatu perlakuan fisik atau kimia, dalam hal ini zat kimia yang
      digunakan adalah larutan asam sulfat dengan berbagai konsentrasi untuk meningkatkan atau memperbaiki vigor
      benih yang telah mengalami kemunduran mutu (Basu dan Rudrapal, 1982). Perlakuan invigorasi berpengaruh sangat
      nyata terhadap peningkatan performansi benih seperti daya kecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh dan
      laju pertumbuhan kecambah (Agus Ruliyansyah, 2011). Tujuan penelitian mempelajari pertumbuhan benih tanaman
      jarak di persemaian dan mencari konsentrasi optimum larutan H2SO4 pada tiap lamanya waktu penyimpanan yang
      memberikan bobot kering tanaman benih jarak yang tertinggi di persemaian. Percobaan dilaksanakan di
      laboratorium benih dan di Kebun Produksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti Tanjungsari
      menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, Faktor I waktu dan konsentrasi larutan asam sulfat :
      Perendaman 6 menit dalam H2SO4 0.25%, 0.50%, 0.75% dan 1.0%. Faktor II adalah lama penyimpanan benih :
      tanpa disimpan, 1, 2, 3 bulan. Analisis data menggunakan metode regresi linier kuadratik. Hasil percobaan
      menunjukkan terjadi interaksi antara waktu penyimpanan benih dan konsentrasi larutan asam sulfat terhadap luas
      daun dan bobot kering tanaman. Waktu tanpa penyimpanan dan konsentrasi larutan asam sulfat 0.75% memberikan
      pengaruh terbaik dibanding perlakuan lainnya. Pada waktu tanpa penyimpanan yang diikuti dengan konsentrasi
      larutan asam sulfat optimum sebanyak 0.67% memberikan bobot kering tanaman tertinggi sebesar 28.193 gram. Kata Kunci : Benih jarak, asam sulfat, invigorasi, penyimpanan benih
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Isolasi Minyak Atsiri Daun Sirih Merah (Piper cf. fragile. Benth)

    • Authors: Marsah Rahmawati Utami
      Abstract: Piper cf. fragile (sirih merah) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung minyak atsiri dan telah
      digunakan sebagai bahan obat secara tradisional di Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi,
      memfraksionasi dan mengidentifikasi komponen-komponen yang terkandung dalam minyak atsiri sirih merah.
      Penelitian dilakukan pada tahun 2011 di Institut Pertanian bogor. Penelitian ini dilakukan empat tahap, yaitu
      pengumpulan bahan, isolasi minyak atsiri daun sirih merah dengan destilasi air, fraksinasi minyak atsiri dengan
      kromatografi kolom dan analisis komponen dengan GC-MS.Hasil penelitian menunjukan bahwa isolasi minyak atsiri
      yang diperoleh sebanyak 0,24 % (v/b). Minyak atsiridifraksinasi dengan kromatografi kolom (heksana-kloroformmetanol
      sebagai fasa gerak)menghasilkan 4 fraksi. Hasil analisis GC-MS dari ekstrak teridentifikasi mengandung
      komponen utama : Alpha tuhyena, sabinena, beta mirsen, alpha terpinena beta felandrena, gamma terpinena, alpha
      terpirolena, linalool, 4-terpineol, trans kariofilena, germakrena D, alpha kopaena. Komponen utama fraksi 1 adalah
      sabinena (38,27%) dan beta mircena (22,94%) , pada fraksi 2 mengandung komponen utama linalool (20,36%)dan 4-
      terpineol (31,67%). Dari hasilnyadapat disimpulkan bahwa minyak atsiri sirih merah mengandungkomponen utama
      monoterpene (seperti sabinen, mircen,Alpha tuhyen, Alpha terpinen, Gamma terpinen) dan sesquiterpen (seperti trans
      cariofillen and germacrenD)
      Kata kunci: isolasi, fraksinasi, destilasi air, Piper cf. fragile, minyak atsiri.
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang dan Pupuk Organik Cair Dalam
           Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L.)
           Varietas Anjasmoro di Tanah Salin

    • Authors: Muharam Muharam
      Abstract: Percobaan ini dilaksanakan di Dusun Perahu Bosok, Desa Muara Baru Kecamatan Cilamaya Wetan dari
      bulan Mei sampai dengan bulan September tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi
      antara pupuk organik kandang sapi (Pukan Sapi) dan pupuk organik cair POC yang memberikan pengaruh tertinggi
      terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang kedelai (Glycine max) varietas anjasmoro pada tanah salin. Metode
      penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok ( RAK) faktorial. Faktor
      pertama adalah Pukan sapi ( A ) terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua adalah POC (C) terdiri 4 taraf. Taraf
      perlakuan pukan sapi terdiri dari a0 = 0 ton/ha Pukan Sapi, a1 = 10 ton/ha Pukan Sapi, a2 = 20 ton/ha Pukan Sapi.
      Taraf POC terdiri dari c0 = 0 lt/ha POC, c2 = 10 lt/ha POC, c3 = 20 lt/ha POC, dan c4 = 30 lt/ha POC. Hasil
      penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang sapi dengan POC terhadap
      jumlah polong hampa per tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi terhadap varibel respon lainnya. Pukan sapi secara
      mandiri berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro pada tanah Salin,
      kecuali jumlah polong hampa per tanaman. Hasil tertinggi rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman pada 63 hst yaitu
      80,41 cm, jumlah daun tripoliat 63 hst yaitu 16,28 helai, dan jumlah bintil akar efektif per tanaman yaitu 15,33 buah ,
      hasil biji kering per petak tertinggi yaitu 408,42 gram/petak ( 1,02 ton/ha) secara mandiri dicapai oleh perlakuan
      pemberian pukan sapi 20 ton/ha berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
      Kata kunci: pupuk kandang, poc, kedelai, tanah salin
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Review: Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Sumber Buah-buahan di
           Indonesia

    • Authors: Hayatul Rahmi
      Abstract: Antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkap radikal bebas, karena bisa menyumbangkan satu
      elektronnya.Antioksidan terbagi atas dua jenis yaitu antioksidan alami (buah-buahan dan tanaman) dan antioksidan
      buatan.Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa buah-buahan memiliki aktivitas antioksidan diantaranya buah
      naga, sirsak, jambu merah, belimbing wuluh, strawberi, mahkota dewa,salak, rambutan,alpukat, jamblang, kemloko, apel,
      pisang, manggis, paprika hijau, kiwi, pinang yaki, dan tomat. Untuk mengetahui aktivitas antioksidan umumnya
      menggunakan metoda 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH), sehingga diperoleh nilai InhibitionConcentration 50%
      (IC50). Nilai IC50 dari buah-buahan tersebut berkisar dari 0,01408ppm sampai660,08 ppm. Metoda ekstraksi yang
      banyak dilakukan dengan menggunakan pelarut air, etanol, methanol, eter, etil asetat, dan butanol.Aktivitas antioksidan
      dari buah-buahan karena adanya senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tannin, dan antosianin.
      Kata kunci : antioksidan, DPPH,IC50, senyawa metabolit sekunder
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
  • Isolasi, Karakterisasi, dan Produksi Inokulan Jamur Merang (Volvariella
           volvaceae bull. Ex. Fr) sing dari Beberapa Lokasi Budidaya di Karawang

    • Authors: Ani Lestari
      Abstract: Karawang have been some of area become center of edible mashroom production, the problem in the production of mushroom is the farmers can’t to preparation of mushroom inoculant. The aim of this research is to get the best inoculant of edible mushroom whom use for spawn from Karawang. This research conducted by explorative design used four kind of edible mushroom source; Cilamaya, Purwasari, Lamaran and Pacing. Edible mushroom isolation doing by dilution methode until 10-7 by Saraswati (2008). Constanted purity of isolat from macro and microskopist analize in PDA media by place count. The last phase in this reaserchis to get the best spawn of edible mushroom based on direction radial growht rate and interaction betweet all kind of edible mushroom. The best kind of edible musroom inoculated to grain carrier. The result showed that the best radial direction growth rate is edible mushroom from Cilamaya (64,17 mm) compre with Lamaran (61,18 mm), Purwasari (57,82) and the lower is Pacing (43,31). The same result in colony area as long as interaction growth test, edible mushroom from Cilamaya give the best performance compare with the other. Edible mushroom from Cilamaya is the best based on growt rate colony radial test and interaction in PDA media with other all of kind.
      Keywords: Edible mushroom, isolation, characterization, Karawang
      PubDate: 2017-01-06
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.225.16.10
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016