for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Followed Journals
Journal you Follow: 0
 
Sign Up to follow journals, search in your chosen journals and, optionally, receive Email Alerts when new issues of your Followed Journals are published.
Already have an account? Sign In to see the journals you follow.
Journal Cover Nirmana
  [1 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 0215-0905
   This journal is no longer being updated because:
    Journal website is timing out
  • Analisis Semiotika Film Janur Kuning sebagai Representasi Ideologi
           Kekuasaan Soeharto

    • Authors: Panji Dwi Ashrianto
      Abstract: Penelitan ini berjudul “Analisis Semiotika Film Janur Kuning sebagai Representasi Ideologi Kekuasaan Soeharto ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna ideologi politik Soeharto yang disampaikan dalam simbol-simbol adegan film Janur Kuning dan menganalisa makna pencitraan karakter yang digambarkan dalam adegan-adegan yang dapat mewakili ideologi kekuasaan Soeharto. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika yang mengkaji kepada tanda-tanda dalam sebuah film. Dari hasil penelitian dan analisis, dijelaskan bahwa film dijadikan media yang efektif untuk melakukan propaganda. Film Janur Kuning digunakan Soeharto sebagai alat untuk melegitimasikan kekuasaannya, dengan menampilkan dirinya sebagai tokoh sentral yang digambarkan sebagai figur yang paling benar dan sosok yang penting dalam sejarah. Film Janur Kuning merupakan representasi ideologi kekuasaan yang mencoba membengkokkan sejarah dengan klaim-klaim pembenaran diri, dengan meniadakan peran tokoh lain yang sebenarnya mempunyai andil besar dalam perjuangan.
      PubDate: 2017-02-01
      Issue No: Vol. 16 (2017)
       
  • “Sticker” LINE, Sebuah Jembatan Simbolik Teknologi Interaksi Manusia
           dalam Media Komunikasi

    • Authors: Daniel Kurniawan Salamoon
      Abstract: Perkembangan media komunikasi membuat perubahan dalam interaksi antar manusia. Komunikasi antar manusia menjadi komunikasi antara manusia dan layar (screen). Komunikasi sejatinya merupakan pertukaran informasi, pesan dan emosi. Namun, perkembangan teknologi membuat komunikasi tersebut menjadi termediasi. Ruang maya menjadi ruang menjalin relasi antar manusia. Menjadi menarik bahwa aplikasi-aplikasi komunikasi di ruang maya kini menjadi jembatan bukan sekedar pesan tetapi juga jembatan emosi melalui sticker, emoji dan simbol-simbol visual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks untuk menjabarkan komunikasi yang termediasi saat ini. Diharapkan hal ini dapat membuka wawasan bahwa perkembangan komunikasi kini membuat pesan menjadi termediasi dan bisa menimbulkan kerancuan makna.
      PubDate: 2017-02-01
      Issue No: Vol. 16 (2017)
       
  • Mengungkap Nilai-nilai Simbolis di Balik Warna Tradisional Bali Nawa
           Sanggha melalui Rancangan Desain Buku

    • Authors: Asthararianty Asthararianty, Pribadi Widodo, Agung Ekobudiwaspada
      Abstract: Nilai-nilai dari warna tradisional Bali adalah salah satu budaya Bali yang harus terus diperkenalkan dan diturunkan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai ini yang harus terus dipelajari oleh generasi muda, bukan hanya menjalaninya saja namun juga memahami. Pemahaman ini menjadi penting karena terkait kelestarian nilai tersebut terhadap kemajuan jaman yang terus berubah. Banyak sekali informasi yang masuk dan berkembang di Bali. Kemajuan ini juga berpengaruh dengan bergabungnya kebudayaan luar yang beradaptasi dengan kebudayaan Bali sendiri. Hal ini membuat suatu ketakutan bahwa dalam perkembangannya generasi muda menjadi tidak bisa menyaring dengan benar seluruh informasi yang masuk dan malah mengesampingkan kelokalan dari latar belakang generasi muda sendiri yaitu Bali. Dengan adanya kenyataan bahwa, sebenarnya masyarakat Bali dalam hal ini khususnya generasi muda mengetahui bahwa warna-warna tersebut adalah hal yang sangat identik terhadap lingkungannya. Namun, pengetahuan ini tidak disertai dengan pemahaman yang penuh terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan juga kurangnya sarana pendukungnya. Pentingnya pengetahuan mengenai nilai-nilai luhur yang tersembunyi di balik warna-warna tradisional Bali bagi generasi penerusnya dan juga bagi keberadaannya sebagai warisan budaya yang harus tetap eksis, merupakan dasar dalam melakukan penelitian ini. Penelitian ini menggunakan dua tahap metode, diawali dengan metode penelitian menggunakan metode kajian budaya untuk mencari data-data mengenai nilai dari warna tradisional Bali. Metode yang dipakai untuk melakukan perancangan adalah metode eksperimen berdasarkan proses membuat buku yang terdiri dari proses edit buku, proses desain buku dan proses produksi buku
      PubDate: 2017-02-01
      Issue No: Vol. 16 (2017)
       
  • Perancangan Promosi Desa Budaya Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo
           melalui Desain Komunikasi Visual

    • Authors: Reny Triwardani, Kartika Ayu Ardhanariswari
      Abstract: Desa budaya adalah bentuk konkrit pelestarian aset budaya. Pada konteks ini, desa budaya mengandung pengertian sebagai wahana sekelompok manusia yang melakukan aktivitas budaya yang mengekspresikan sistem kepercayaan (religi), sistem kesenian, sistem mata pencaharian, sistem teknologi, sistem komunikasi, sistem sosial, dan sistem lingkungan, tata ruang, dan arsitektur dengan mengaktualisasikan kekayaan potensi budayanya dan mengkonservasi kekayaan budaya yang dimilikinya. Desa Banjarharjo merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa budaya dari 32 desa budaya sesuai dengan Keputusan Gubernur nomor 325/KPTS/1995 tanggal 24 November 1995. Sayangnya, penetapan status desa budaya Banjarharjo belum diimbangi dengan upaya-upaya pengenalan potensi budaya yang dimiliki sekaligus memasyarakatkan budaya lokal itu sendiri. Pendekatan desain komunikasi visual menjadi strategi penyampaian pesan yang kreatif dan komunikatif untuk mempromosikan desa budaya Banjarharjo. Berdasarkan analisis SWOT tentang kondisi desa budaya Banjarharjo, media below the line dapat menjadi media komunikasi visual dalam menyosialisasikan desa budaya sekaligus mempromosikan potensi desa budaya yang dimiliki. Strategi kreatif penyampaian pesan melalui desain komunikasi visual tentang desa budaya diharapkan membantu pelaku kebudayaan lokal dan pengelola  desa budaya menggiatkan promosi wisata budaya di desa Banjarharjo. Artikel ini adalah hasil program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo
      PubDate: 2017-02-01
      Issue No: Vol. 16 (2017)
       
  • Tinjauan Ikonografi dan Ikonologi Ilustrasi Kemasan Produk Seduh Teh Cap
           Botol

    • Authors: Donna Carollina
      Abstract: Periode 1940-an telah menjadi saksi kemunculan produk-produk teh seduh di Pulau Jawa. Salah satu produk yang lahir kala itu dan masih kuat eksistensinya hingga kini ialah “Teh Cap Botol”. Sebagai salah satu produk teh seduh yang telah lebih dari lima dasawarsa hadir di Indonesia, ilustrasi pada kemasannya menjadi menarik untuk dikaji. Hal ini disebabkan oleh karena ilustrasi pada kemasan produk Teh Cap Botol sebagai identitas bagi produk itu sendiri. Ilustrasi kemasannya tak lekang oleh waktu dan telah menjadi ciri khas bagi produk Teh Cap Botol di mata konsumennya. Demikian yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini ialah pencarian makna atas dasar tema dan konsep di balik ilustrasi kemasan Teh Cap Botol. Tinjauan dalam penelitian ini bersifat sejarah dengan menggunakan teori ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky. Tinjauan ikonografi menekankan kepada tema dan konsep yang terlampir pada ilustrasi Teh Cap Botol. Sedangkan interpretasi ikonologi sebagai hasil akhir pencarian makna di balik ilustrasi kemasan Teh Cap Botol.
      PubDate: 2017-02-01
      Issue No: Vol. 16 (2017)
       
  • Gambaran e-Government di Indonesia yang Bersistem Desentralisasi Ditinjau
           dari Performa Situs Web Pemerintah Daerah

    • Authors: Rika Febriani
      Abstract: Situs web pemerintah merupakan bagian penting dari e-government. Indonesia dengan sistem peme­rintahan desentralisasi memberi kesempatan otonomi pemerintahan di tingkat kotamadya dan kabupaten. Maka setiap kotamadya dan kabupaten berhak menjalankan e-government sendiri dan memiliki situs web. Kajian ini hendak melihat sejauh mana kemajuan performa situs web pemerintah daerah dengan mengevaluasi situs web Surabaya dan Deli Serdang. Kedua daerah terpilih karena berprestasi nasional di bidang penerapan TIK dalam rangka e-government pada kurun waktu 2011-2013. Hasil evaluasi kedua situs web menunjukkan perbedaan performa yang cukup jauh. Situs web Deli Serdang masih pada tahap emerging presence sedangkan situs web Surabaya telah mencapai tahap transactional presence. Walau kedua daerah tercatat maju di bidang penerapan TIK dalam rangka e-government,  dapat disimpulkan  di antaranya masih terdapat digital divide.
      PubDate: 2017-02-01
      Issue No: Vol. 16 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.227.127.109
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016