Journal Cover
SIKLUS : Jurnal Teknik Sipil
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2443-1729 - ISSN (Online) 2549-3973
Published by Universitas Lancang Kuning Homepage  [16 journals]
  • KARAKTERISTIK KUAT GESER TANAH GAMBUT AKIBAT PEMAMPATAN

    • Authors: Remon Muslim, Ferry Fatnanta, Muhardi M
      Pages: 67 - 79
      Abstract: Peat has different characteristics compared to clay. It is physically recognized as soil with organic materials content, great amount of water, high void ratio, and the existence of fibers. However, it technically has high compressibility and low shear strength. To identify how big is the influence of compression behaviour towards the increment of peat`s shear strength, some consolidation and vane shear test need to be performed in order to obtain a proper method to initiate constructions on peat. This research used amorphous peat samples which were taken from Tambang, Kampar district in disturbed condition. They consisted of two variations, i.e.: natural condition, and non-fiber condition. The used equipments were modified consolidometer with diameter of 15 cm and height of 15 cm, and also vane shear instruments. The loads were gradually applied with magnitude of 10 kPa, 20 kPa, 40 kPa, 80 kPa, 160 kPa and 320 kPa, each of them were elevated every ±14 days, and a vane shear test was performed before the load was added. The results showed that the shear strength has been increasing due to the higher compression, as well as the void ratio. In case the void ratio gets smaller, the shear strength has increased. Hence, peat`s bearing capacity will increase along with the higher shear strength.
      PubDate: 2018-09-29
      DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1503
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2018)
       
  • OPTIMASI METODE PEMISAHAN SERAT PELEPAH KELAPA SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN
           BATA RINGAN

    • Authors: Zainuri Zainuri, Gusneli Yanti, Shanti Wahyuni Megasari
      Pages: 80 - 90
      Abstract: Limbah pelepah kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk membuat produk konstruksi bangunan seperti bata ringan yang lebih dikenal dengan CLC (Cellular Lightweight Concrete). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung metode kimia, biologi, mekanik pada pemisahan serat pelepah kelapa sawit terhadap kuat tekan bata ringan; untuk membandingkan metode pemisahan serat pelepah kelapa sawit terhadap nilai kuat tekan bata ringan; untuk mengetahui berat bata ringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan riset laboratorium. Dari 3 metode pemisahan serat didapat hasil nilai kuat tekan bata ringan serat-kimia 40,74 kg/cm2 untuk serat 1%; 31,22 kg/cm2 untuk serat 3% dan 25,20 kg/cm2 untuk serat 5%. Nilai kuat tekan bata ringan serat-biologi 42,32 kg/cm2 untuk serat 1%; 31,08 kg/cm2 untuk serat 3% dan 21,00 kg/cm2 untuk serat 5%. Nilai kuat tekan bata ringan serat-mekanik 33,60 kg/cm2 untuk serat 1%; 24,22 kg/cm2 untuk serat 3% dan 16,80 kg/cm2 untuk serat 5%. Serat pelepah kelapa sawit dengan metode kimia paling baik digunakan sebagai bahan tambah. Berat bata ringan serat-kimia 4,047 kg untuk serat 1%; 4,173 kg untuk serat 3%; 3,970 kg untuk serat 5%. Bata ringan serat-biologi 4,060 kg untuk serat 1%; 4,057 kg untuk serat 3%; 4,059 kg untuk serat 5%. Bata ringan serat-mekanik 4,017 kg untuk serat 1%; 4,144 kg untuk serat 3%; 3,963 kg untuk serat 5%.
      PubDate: 2018-09-29
      DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1186
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2018)
       
  • DESAIN PELAT GEDUNG STRUKTUR BETON BERTULANG DI WILAYAH GEMPA TINGGI

    • Authors: Alfian Wiranata Zebua
      Pages: 91 - 102
      Abstract: The effect of earthquake loads have to be considered when we need to design a building in Indonesia because of the earthquake happen almost on every region in Indonesia. This study mean to achieve slab design. Four stories building in Gunungsitoli city used as structure model. Slab has been design as one way slab. Loads considered in SNI 1727:2013, while the design process according to SNI 2847:2013. From this study, the dimension of roof slab is 10 cm, while reinforced are  Ø10-200 and Ø8-200.  The dimension of floor slab is 12 cm, while reinforced are  Ø10-200 and Ø8-150.
      PubDate: 2018-10-01
      DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1650
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2018)
       
  • PENILAIAN KONDISI JEMBATAN RANGKA BAJA DI RIAU DENGAN METODE BRIDGE
           MANAGEMENT SYSTEM

    • Authors: Widya Apriani, Shanti Wahyuni Megasari, Wella Alrisa Putri Loka
      Pages: 103 - 110
      Abstract: Penilaian kondisi jembatan merupakan usaha pemeliharaan jembatan untuk mempertahankan usia jembatan dan mencegah terjadinya kerusakan struktur jembatan yang berkelanjutan. Provinsi Riau memiliki 148 jembatan yang termasuk ke dalam data jembatan yang mendapatkan pemeliharaan oleh pemerintah.  Diantara jembatan tersebut terdiri atas jembatan rangka baja dan jembatan beton bertulang yang telah berumur lebih dari 20 tahun. Jumlah kendaraan yang semakin meningkat tentu saja akan meningkatkan resiko penurunan kekuatan jembatan dan umur jembatan. Faktor banyaknya struktur jembatan yang perlu mendapatkan perhatian pemeliharan dan tingkat resiko kerusakan jembatan yang berbeda-beda mengakibatkan perluanya pemeringkatan pemeliharaan jembatan. Pemeringkatan ini dapat dilakukan dengan menilai masing-masing kondisi jembaatan dalam suatu sistem yang disebut Bridge Management System. Oleh karena itu penelitian dilakukan dengan mengkaji beberapa jembatan di Riau dengan resiko tinggi menggunakan metode Bridge Management System. Hal ini dilakukan dengan mengolah data sekunder yang diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia. Kemudian diinput dan dianalisis dengan memanfaatkan sistem informasi manajemen jembatan (sim-IBMs) melalui proses penyaringan teknis. Dalam informasi manajemen jembatan BMS, ada kegiatan manajemen jembatan mulai dari inspeksi, perencanaan teknis hingga implementasi dan pemeliharaan. Dengan melakukan BMS kegiatan ini dapat diatur secara sistematis dan berkala sehingga kondisi jembatan dapat terlihat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi jembatan rangka baja di Riau dan untuk mendapatkan tindakan perbaikan atau pemeliharaan yang tepat. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah rekomendasi penanganan dan membuat pesanan berdasarkan skala prioritas. Nilai kondisi dari 4 jembatan menggunakan standar BMS adalah : 4 Bridge = 4 (kritis), 6 Bridge = 3 (berat rusak). Dari penilaian beberapa jembatan provinsi Riau memperoleh nilai dari kondisi masing-masing jembatan. Jembatan Merangin, S, Jembatan Jangkang, Jembatan Parak Suak Buaya. Jembatan Parit Darauf adalah jembatan paling kritis yang memiliki nilai kritis untuk bangunan atas. Sementara Jembatan Siak II memiliki nilai kondisi rusak berat yang terdiri dari bangunan atas rusak berat, lantai bangunan rusak berat, bangunan bagian bawah rusak ringan dan DAS rusak ringan.  
      PubDate: 2018-10-01
      DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1706
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2018)
       
  • PENGARUH PERUBAHAN KADAR AIR TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BEBAS STABILISASI
           TANAH CL-ML DENGAN SEMEN

    • Authors: Suhaimi Siregar, Ferry Fatnanta, Muhardi M
      Pages: 111 - 122
      Abstract: Di Pekanbaru, terdapat jenis tanah yang diklasifikasikan tanah CL-ML yang berdasarkan grafik plastisitas cassagrande memiliki indek plastisitas antara 4% - 7%, dan batas cair antara 12% - 30%. Kondisi tanah ini rentan terhadap perubahan kadar air sehingga menyebabkan tanah mudah lembek (mencair) dimusim penghujan dan menjadi retak pada musim kemarau, keadaan ini menjadi masalah jika pembangunan jalan dilaksanakan diatasnya. Penelitian ini menggunakan semen sebagai stabilisasi secara kimia dalam upaya perbaikan akibat perubahan kadar air pada siklus basah-kering terhadap nilai kuat tekan bebas. Siklus pembasahan dilakukan dengan merendam sampel kedalam air dan pengeringan dengan dimasukkan kedalam desikator yang terjaga kelembapannya. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa karakteristik kuat tekan bebas terhadap siklus basah kering meningkat dengan penambahan semen pada tanah CL-ML.  Pada kondisi pembasahan nilai kuat tekan bebas menurun dengan meningkatnya kadar air dan kembali meningkat saat kadar air berkurang pada kondisi pengeringan
      PubDate: 2018-10-01
      DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1502
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2018)
       
  • NILAI KOHESI DAN SUDUT GESER TANAH PADA AKSES GERBANG SELATAN UNIVERSITAS
           LANCANG KUNING

    • Authors: Virgo Trisep Haris, Fadrizal Lubis, Winayati Winayati
      Pages: 123 - 130
      Abstract: Areal Universitas Lancang Kuning memiliki lahan dengan perbedaan kontur yang cukup curam (berlereng). Beberapa bangunan memerlukan dinding penahan tanah untuk menjaga kesetabilan lereng tanah agar pondasi bangunan tetap dapat stabil menyangga tanah dalam memikul struktur diatasnya. Akses gerbang selatan Universitas Lancang juga berada pada kondisi tanah yang berlereng, sehingga rawan terhadap bahaya longsor. Untuk mengetahui apakah kondisi lereng tanah akses gerbang selatan Universitas Lancang Kuning aman terhadap bahaya longsor,  dilakukan pengujian dengan cara mengebor dan mengambil sampel tanah dilapangan dan dilakukan uji kuat geser di laboratorium. Setelah dilakukan pengeboran tanah pada kedalaman 1 sampai 3,5 meter, serta pengujian cohesi dan sudut geser di laboratorium , dihasilkan pada kedalaman 1, 2, 3, dan 3,5 meter, nilai cohesi berturut-turut 0,18; 0,11; 0,32 dan 0,25 (kg/cm2) dan sudut geser 23,5 0; 25,290; 28,170 dan 29,710  maka  kategori jenis tanah pasir berlanau dengan tingkat kepadatan sangat lepas. Kekuatan geser tanah relative dalam kondisi atau keadaan yang sama pada setiap lapisan  kedalaman.Dengan kondisi kepadatan sangat lepas, tebing tanah rawan terhadap bahaya longsor, sehingga pembangunan tebing perlu dilakukan sebagai upaya mencegah kelongsoran. Kata kunci: lereng, kohesi, sudut geser, longsor
      PubDate: 2018-10-01
      DOI: 10.31849/siklus.v4i2.1143
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2018)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.214.224.224
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-