Journal Cover
Jurnal Agribisnis
Number of Followers: 1  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Online) 2503-4375
Published by Universitas Lancang Kuning Homepage  [16 journals]
  • ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI PRODUK HILIR KAKAO (STUDI KASUS PABRIK
           MINI CHOCATO KELURAHAN KAPALO KOTO, KECAMATAN PAYAKUMBUH SELATAN,
           SUMATERABARAT)

    • Authors: indra dwi septiaji, cepriadi cepriadi, ermi tety
      Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis biaya pemasaran, besarnya margin, keuntungan pemasaran, dan proporsi yang diterima oleh pabrik mini chocato di Kelurahan Kapalo Koto, kecamatan selatan payakumbuh, kecamatan Payakumbuh. 2) menganalisis nilai tambah bubuk kakao pabrik chocato mini, dengan fokus pada produk bubuk kakao murni, 3 in 1 bubuk dan scrub. 3) mengetahui masalah produksi yang dihadapi pabrik mini chocato di Kelurahan Kapalo Koto, kecamatan selatan payakumbuh, kecamatan Payakumbuh. Penelitian dilakukan di Kelurahan Kapalo Koto, kecamatan Payakumbuh Selatan, kecamatan Payakumbuh, Sumatera Barat pada tahun 2014. Hasil penelitian adalah 1) produk nilai tambah terbesar adalah bubuk kakao murni sebesar Rp.65.000 / Kg dan yang terkecil. Nilai tambah adalah produk scrub sebesar Rp.15.000 / kg dan RCR point adalah 1,30. 2) Ada delapan permasalahan yang dihadapi pabrik mini chocato yaitu: Isu yang paling dominan adalah keterbatasan faktor chocato mini tingkat produksi yang menyebabkan kapasitas fermentasi kakao yang terbatas diterima dari petani, harga bahan baku yang tidak stabil, daya tahan produk yang pendek, kapasitas produksi , kemasan produk, promosi, harga jual produk cenderung rendah, saluran distribusi, administrasi pabrik yang tidak terstruktur, tidak dapat sepenuhnya memenuhi permintaan pasar. Kata kunci: Kakao, Coklat Olahan, Analisis Bisnis, Pemasaran.
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
  • ANALISIS PERSEPSI PETANI BAWANG MERAH TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN BAWANG
           MERAH DI KABUPATEN KAMPAR

    • Authors: amalia amalia, asgami putri
      Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah: menganalisis persepsi petani tanaman bawang merah terhadap program pengembangan tanaman bawang merah.Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang diterapkan adalah teknik wawancara dan observasi atau supervisi langsung pada lokasi obyek pengembangan bawang merah.  Pengarahan wawancara serta ketepatan pengumpulan data yang dibutuhkan berpedoman pada daftar pertanyaan terstruktur.Teknik penetapan sampling lokasi/wilayah dilakukan secara purposive didasarkan pada potensi dan daya dukung pengembangan komoditi tersebut.  Sedangkan sampel responden diambil dengan metode cluster purvosif sampling untuk mengelompokkan sampel sesuai dengan tujuan penelitian, ditentukan sebayak 100 orang yang diambil dari anggota kelompok tani sebagai pelaku usaha produksi bawang merah.  Teknik analisis yang digunakan adalah penelitian Deskriptif (Descriptive Research).               Dari hasil penelitian bahwa persepsi petani yang masuk pada kategori tinggi adalah kriteria Dukungan/keterlibatan masyarakat sebesar 114,10%, kriteria bantuan saprodi sebesar 123.47%, dan bantuan bibit sebesar 101.10% artinya rataan persepsi petani bawang merah di Kabupaten Kampar dengan kriteria tersebut lebih dari 100%.  Kemudian kriteria persepsi petani yang masuk dalam kategori rendah adalah kejelasan program sebesar 93,27%, ketepatan sasaran program sebesar 89,74%, pendampingan dan penyuluhan sebesar 86.81% dan bantuan pembiayaan sebesar 91,49%, kriteria ini dikatakan rendah karena persentase rataan kriteria tersebut kurang dari 100%.  Kata Kunci  :  Program pengembangan, persepsi, bawang merah.
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
  • MANAJEMEN PRODUKSI DAN PEMELIHARAAN KEBUN KELAPA SAWIT RAKYAT

    • Authors: latifa siswati, resolinda harly, afrijon afrijon
      Abstract: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui manajemen pemeliharaan kebun sawit terutama pemupukan  dan produksi yang dihasilkan pada perkebunan sawit rakyat di kecamatan Lubuk Basung. Metode survey  dan wawancara dilaksanakan pada penelitian ini , dengan 38 petani responden. Analisis data secara deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik disajikan pada hasil penelitian. Hasil penelitian diperoleh 92 % kondisi tanaman kebun kelapa sawit rakyat pada masa menghasilkan dan  sebanyak 8 % tanaman kebun kelapa sawit rakyat berada pada tanaman belum menghasilkan. Dari pelaksanaan  pemupukan yang dilakukan petani responden 42,10 % tidak melakukan pemupukan , 31,58 %  melakukan pemupukan dengan frekuensi satu kali setahun sedangkan pelaksanaan pemupukan dengan aplikasi dua kali setahun dilakukan oleh 26,32 % responden. Berhubungan dengan produksi yang dihasilkan petani responden  dibandingkan dengan produksi pusat penelitian kelapa sawit , produksi kelapa sawit rakyat masih rendah dibawah produksi kelapa sawit pusat penelitian kelapa sawit. Kondisi ini dapat diperkuat yang disebabkan oleh asal bibit tanaman yang digunakan oleh petani responden tidak memiliki keunggulan yang dibuktikan dengan sertifikat/label. Hasil penelitian menunjukkan 71,05 %  sumber bibit tanaman diperoleh dari masyarakat sekitar, 10,53 % berasal dari luar daerah dan 7,89 % dari perusahaan perkebunan.Kata kunci : manajemen pemupukkan, produksi, sumber bibit tanaman
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
  • KINERJA PENYULUH PERTANIAN DAN KEBERHASILAN KELOMPOK PEMASARAN BERSAMA
           BAHAN OLAHAN KARET RAKYAT (BOKAR) DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

    • Authors: meli sasmi, mahrani mahrani, haris susanto
      Abstract: Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi bertujuan mengetahui kinerja penyuluh pertanian dan keberhasilan kelompok pemasaran bersama bahan olahan karet rakyat (Bokar) di Kabupaten Kuatan Singingi. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Untuk menganalisis data diukur dengan menerapkan “Skala Likert” yang diukur adalah variabel kinerja, pengetahuan, keterampilan, motivasi, jarak tempat tingal, fasilitas dan keberhasilan anggota kelompok dalam pengembangan usaha kelompok pemasaran secara bersama, diukur dengan skala jenjang lima (1,2,3,4,5).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian berdasarkan sifat personalitas dan hasil kerja memiliki kategori baik hal ini disebabkan oleh penyuluh memiliki sifat tekun, disiplin, kerja keras, bertanggung jawab, inovatif, kreatif dan ketauladanan yang baik. Kinerja berdasarkan hasil kerja juga memiliki kategori baik dilihat dari frekuensi penyuluhan, materi penyuluhan, program penyuluhan, kehadiran sasaran yang baik, interaksi penyuluh dengan kelompok tani dan perubahan perilaku sasaran  sangat baik, perkembangan kegiatan pemasaran bersama bokar baik serta manajemen usaha pemasaran bersama bokar juga baik. Berdasarkan faktor-faktor mempengaruhi kinerja penyuluh pengetahuan memiliki kategori, keterampilan, motivasi yang baik, sikap penyuluh sangat baik, jarak tempat tinggal dekat namun fasilitas kurang lengkap.  Keberhasilan anggota kelompok dalam mengembangkan usaha kelompok pemasaran bokar secara bersama memiliki kategori baik terlihat dari pertambahan volume penjualan. Persentase kadar karet kering, pengolahan bokar, pendapatan anggota, jumlah usaha yang dimiliki, penerapan teknologi, permodalan, pemasaran. Pendapatan anggota yang baik dan permodalan yang sangat baik hal ini terlihat dari berkembangnya usaha kelompok dengan menumbuhan usaha-usaha produktif pada kelompok pemasaran tersebut. Kata Kunci : Kinerja,penyuluh,keberhasilan.
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
  • KERAGAAN AGRIBISNIS SAGU DI DESA TANJUNG TEBING TINGGI BARAT KABUPATEN
           KEPULUAN MERANTI

    • Authors: heri eko purwanto, rosnita rosnita, roza yulida
      Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman keragaman agribisnis sagu di Desa Tanjung Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepuluan Meranti. Penelitian dilakukan dari bulan Februari sampai Mei 2017. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dan Random Sampling sebagai metode pengambilan sampel. Dimana responden terpilih sebanyak 37 petani. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Strategi yang harus dilakukan dalam meningkatkan kinerja agribisnis sagu di Desa Tanjung adalah dengan memanfaatkan lebar dan kesesuaian lahan, Dukung kerja sama kelompok tani dengan pemerintah dan Dorong pengembangan sagu berbasis olahan. produk yang bisa meningkatkan nilai tambah sagu. 
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
  • ANALISIS DAYA SAING USAHATANI KOPI LIBERIKA DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
           PROVINSI RIAU DENGAN PENDEKATAN POLICY ANALYSIS MATRIX (PAM)

    • Authors: nur azizah, elinur elinur, novia dewi
      Abstract: Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dan penting bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, kopi merupakan komoditas yang menjadisalah satu komoditas unggulan daerah. Saat ini isu startegi daerah yang tertuangdalam RPJM Kabupaten Kepulauan Meranti  2016 -2021 adalah peningkatan daya saingproduk pertanian.Penulisan ini bertujuan untuk 1) Menganalisis keunggulan kompetitif usahatanikopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti, 2) Menganalisis keunggulan komperatifusahatani kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti, 3) Menganalisis dampakkebijakan pemerintah terhadap daya saing kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Merantidan 4)Menganalisis sensitivitas daya saing kopi liberika terhadap perubahan input output. Penelitian ini dilakukan dengan metode Stratified random sampling dengan jumlah sampel54 responden. Penentuan daerah penulisan dilakukan dengan sengaja (purposive).Hasil analisis dengan menggunakan metode Policy Analiysis Matrix (PAM) didapatkan bahwa usahatani kopi liberika di Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki dayasaing yang tinggi, (keunggulan kompetitif dan keunggulan komperatif) hal inidiketahui dengan nilai PCR dan DRCR yang kecil dari satu yaitu sebesar 0,39 dan0,07. Untuk kebijakan pemerintah terhadap output. Untuk nilai Transfer factor positif 11.950 menunjukkan adanya kebijakan pemerintah terhadap inputdomestik berupa pajak. Untuk kebijakan input – output belum berjalan secara efektifatau kebijakan pemerintah saat ini kurang mendukung atau melindungi petani kopi diKabupaten Kepulauan Meranti. Kebijakan pemerintah ini terjadi pada perdagangan kopisehingga petani kopi belum dapat menerima harga kopi seperti harga sosial, hal ini disebabkan rantai pemasaran kopi yang harus di lalui petani.Hasil analisis sensitivitas menunjukan bahwa usaha tani kopi liberika tetapmempunyai daya saing yang baik (keunggulan kompetitif dan komparatif) walaupunterjadi perubahan input dan output dengan asumsi faktor lainnya tetap (ceterisparibus) yang terlihat dengan nilai PCR dan DRCR tetap di bawah 1. Kata Kunci : Daya saing, Policy Analysis Matrix, PAM
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
  • ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN TERHADAP ATRIBUT HASIL
           PENGGILINGAN DAGING (Studi Kasus Kelompok Sumber Rejeki, Kabupaten
           Seruyan)

    • Authors: eko saputra
      Abstract: Bertempat di Kabupaten Seruya nusa hamikro yang bergerak di subsector peternakan merupakan salah satu cabang dari sector pertanian. Salah satunya adalah industry pengolahan daging Penggilingan Daging Kelompok Sumber Rejeki, yang seiring waktu menghadapi persaingan. Sehingga harus memberikan pelayanan yang lebih baik. Tujuan untuk menganalisis karakteristik pelanggan, menganalisis kepuasan dan loyalitas pelanggan. Menentukan kepuasan pelanggan digunakan IPA dan CSI. IPA untuk membandingkan antara penilaian pelanggan terhadap tingkat kepentingan, dari kualitas pelayanan dengan tingkat kinerja kualitas pelayanan. CSI digunakan untuk menentukan tingkat kepuasan pelanggan secara menyeluruh. Menentukan loyalitas pelanggan dinilai berdasarkan kriteria faktor harga, kebiasaan, mendapatkan kepuasan, benar-benarmenyukai, menyarankan kepada orang lain. Karakteristik pelanggan: umur 25-35 tahun, jumlah anggota keluarga 4 orang, sudah menikah, laki-laki, pendidikan terakhir SMA/SMK, pendapatan Rp.500.001-Rp.1.500.000, intensitas penggunaan jasa 11-20 kali dalam sebulan, pekerjaan wiraswasta/pengusaha. Berdasarkan IPA atribut yang diteliti masuk ke dalam empat kuadran. Kuadran I warna dan rasa daging. Kuadran II harga jual jasa, kecepatan, keramahan, kesopanan, tekstur dan kebersihan daging. Kuadran III kerapian. Kuadran IV aroma daging. Berdasarkan CSI pelanggan sangat puas, hal ini terlihat dari nilai CSI sebesar 0,85. Pelanggan sudah loyal karena mayoritas pelanggan (76,67%) telah merekomendasikan kepada orang lain. Kata kunci: Kepuasan, Loyalitas, Pelanggan, Penggilingan Daging.
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
  • POTENSI AGRIBISNIS SAPI PERAH DI KABUPATEN JEMBER, JAWA TIMUR

    • Authors: uyun erma malika, jemi cahya adiwijaya
      Abstract: Berdasarkan Oulook Komoditas Pertanian Sub Sektor Peternakan Susu tahun 2016 oleh Kementrian Pertanian, produksi susu sapi dalam negeri hanya mampu memenuhi sebesar 21% dari konsumsi nasional sedangkan sisanya sebesar 79% berasal dari impor. Setiap tahun kebutuhan susu sapi di Indonesia mengalami kenaikan, akan tetapi jumlah produksi susu sapi dalam negeri masih tidak mampu mencukupi permintaan tersebut. Provinsi Jawa Timur merupakan sentra populasi sapi perah tertinggi di Indonesia, salah satu kabupaten di Jawa Timur yang juga mengembangkan sapi perah yaitu di Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui potensi wilayah sentra usaha agribisnis sapi perah di Kabupaten Jember dan mengetahui tingkat efisiensi ekonomi agribisnis sapi perah di wilayah sentra sapi perah di Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa kuesioner terbuka dan wawancara. Analisis data yang digunakan antara lain analisis Location Quotient dan analisis kelayakan usaha (R/C ratio). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi/basis agribisnis sapi perah tertinggi di Kabupaten Jember yaitu di Kecamatan Kaliwates dengan nilai LQ sebesar 15,01. Tingkat kelayakan secara ekonomi dapat dilihat dari nilai R/C ratio ≥ 1, yaitu sebesar 1,59 artinya usaha ternak sapi perah tersebut dapat dikatakan layak untuk dikembangkan di Kabupaten Jember. Kata kunci: Location Quotient, R/C ratio, Sapi Perah
      PubDate: 2017-11-26
      Issue No: Vol. 19 (2017)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.214.224.224
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-