for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Trunojoyo University   (Total: 4 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 4 of 4 Journals sorted alphabetically
J. of Auditing, Finance and Forensic Accounting     Open Access   (Followers: 4)
Jurnal Kelautan     Open Access  
MediaTrend     Open Access  
Neo-Bis     Open Access  
Journal Cover Agriekonomika
  [1 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 2301-9948 - ISSN (Online) 2407-6260
   This journal is no longer being updated because:
   
  • SUBSIDI BUNGA MODAL YANG DITERIMA RUMAH TANGGA PETERNAK SAPI BINAAN
           PROGRAM CSR (Corporate Social Responsibilty) PETROCHINA JABUNG Ltd

    • Authors: Ardi Novra
      Pages: 124 - 133
      Abstract: Penelitian bertujuan untuk evaluasi distribusi ternak sapi bibit program Corporate Social Responsibility (CSR) Petrochina Jabung Ltd. Kabupaten Tanjung Jabung Timur.  Estimasi model ekonometrika bentuk triangle recursive yang terdiri dari 3 persamaan dengan 3 variabel endogen dan 3 variabel eksogen menggunakan 2SLS, sedangkan perhitungan besaran subsidi bunga modal dengan pendekatan bunga majemuk. Mayoritas RTP (79,31%) penerima sapi bibit program yang telah berjalan selama 4,5 tahun sebagian besar (79,31%) sudah mampu melunasi kewajibannya. Rata-rata lama waktu mendapatkan anak dan penarikan pertama masing-masing adalah 18,22 bulan dan 31,56 bulan atau dengan kata lain rataan umur ternak yang disetor mencapai 13,34 bulan. Jangka waktu pengembalian pertama signifikan ditentukan oleh jangka waktu kelahiran pertama, serta tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok RTP yang menerima 1 jantan dan 2 betina dengan yang menerima 3 induk. Jangka waktu bersama-sama dengan umur pengembalian pertama menentukan jangka waktu pelunasan tetapi dan tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok RTP. Program CSR Petrochina Jabung LtD merupakan salah satu bentuk subsidi bunga modal (rataan 0,87%/bulan dan besarannya bervariasi antar RTP yang signifikan ditentukan faktor jangka waktu pengembalian dan pelunasan. Semakin cepat pengembalian pertama semakin rendah subsidi bunga diterima tetapi sebaliknya semakin cepat jangka waktu pelunasan maka semakin tinggi subsidi bunga modal diterima. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola gaduhan yang dikembangkan efektif mendorong kepemilikan ternak sapi sebagai asset yang potensial digunakan sarana untuk meningkatkan ekonomi RTP. 
      ABSTRACTThe survey research aims to evaluating the performance of the cattle breeding program under supervised on the Petrochina Jabung Ltd. CSR Program. The unit analysis was 87 household on the CSR area during three month on Geragai Sub-Regency. The sampling technique is purposive and the triangle recursive econometric model divided onto three equations. The evaluation indicators were the first time and time needed to livestock re-distributed and capital interest subsidies which’s estimated by compound interest approach.The result of stdy show that the households majority (79.31%) able to extinguishment their responsibility along 4.5 years of the running program. The first fertility to obtaining the calf is 18.22 months and first redistribution is 31.56 months. The first redistribute significantly depended the speed of the first to get a calf and no significantly difference both group of cattle farming. Furthermore, the responsibility to extinguishment significantly influenced by first time to get the calf and the age of calf using to redistributed. The monthly rate of the capital subsidies which is received by households approximate 0.87% and interest rate significantly determined by speed and time it take to complete their obligation. Based on research can be concluded that the distribution system which is developed by CSR program are effective pushing the asset ownership and potential to improve the households welfare. 

      PubDate: 2015-10-09
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN USAHA AGRIBISNIS
           PADI PADA BKP5K KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT

    • Authors: Elih Juhdi Muslihat, Azhar Azhar, Kusmiyati Kusmiyati, Woro Indriatmi
      Pages: 134 - 155
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menentukan sebaran karakteristik penyuluh. (2) Mengidentifikasi persepsi penyuluh tentang kompetensi yang perlu mereka kuasai dalam rancangan usaha agribisnis padi, dan  (3) Menganalisis derajat hubungan antara kompetensi penyuluh dengan rancangan usaha agribisnis padi. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan korelasional. Korelasi hubungan antara variabel Kompetensi Penyuluh Pertanian dengan variabel Rancangan Usaha Agribisnis Padi. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik acak proposional (propotional random sampling). Jumlah Penyuluh PNS yang aktif di BKP5K Kabupaten Bogor sebanyak 77 penyuluh. Dengan menggunakan rumus Slovin, maka jumlah sampel yang diambil pada tingkat kesalahan 5 % ditetapkan sampel sebanyak 60 orang Penyuluh PNS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa Kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh penyuluh adalah kompetensi umum, sedangkan berkaitan dengan kompetensi  khusus yang harus dimiliki adalah  kemampuan dalam rancangan usaha agribisnis. Kompetensi penyuluh dalam rancangan usaha agribisnis masih rendah. Hal tersebut ditunjukkan bahwapenyuluh menganggap bidang kompetensi khusus bukan merupakan hal yang  prioritas.  Keterbatasan kompetensi  penyuluh  dalam  rancangan usaha agribisnis padi disebabkan karena mereka belum dipersiapkan dengan kemampuan yang cukup dalam bidang tersebut  dan   belum mendapat dukungan penuh dari institusi tempat mereka bekerja, khususnya peningkatan profesionalime dalam rancangan usaha agribisnis. Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kompetensi penyuluh dengan Rancangan Usaha Agribisnis dengan koefisien determinasi (ry12) = 0,281. Nilai koefisien determinasi (r2y1) sebesar 0,281 menunjukkan bahwa 28,2% Kompetensi penyuluh dipengaruhi dan   berhubungan  nyata  dengan rancangan usaha agribisnis artinya terdapat hubungan yang positif yang signifikan antara kompetensi penyuluh dengan rancangan usaha agribisnis, bila kompetensi penyuluh ditingkatkan maka akan terjadinya pula peningkatan kemampuan khususnya dalam  rancangan usaha agribisnis. ABSTRACTThis research aims to (1) determine the distribution of the characteristics of agricultural extension workers. (2) Identify the extension workers's perception of competence that need to mastered the preparation of agribusiness plan rice, and (3) to analyze the degree of relationship between competence of agricultural extension workers with the preparation of agribusiness plan rice.This research used survey method with correlation approach. Correlation between variables Competence of Agricultural Extension workers with variable the preparation of  Agribusiness Plan Rice. The selection of respondents was done by using random proportional (proportional random sampling).Extension assume specific areas of competence is not a matter of priority. Limited competence extension workers in the preparation of agribusiness plan rice because they are not prepared with sufficient ability in the field and has not received the support of the institutions in which they work, in particular the increase in professionalism in the preparation of agribusiness plan.There are a significant positive correlation between competence of agricultural extension workers with Agribusiness Plan. The coefficient of determination (r2y1) of 0.281 indicates that 28.2% of Competence of agricultural extension workers and associated real influenced by the agribusiness plan means there is a significant positive relationship between competence of agricultural extension workers to the preparation of agribusiness plan, when competence enhanced of agricultural extension workers will also increase the ability of the especially in the preparation of agribusiness plan.
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • GAMBARAN UMUM SEKTOR UNGGULAN DAN KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI
           JAWA TIMUR (OLAH DATA TABEL INPUT-OUTPUT PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2010)

    • Authors: Azizatun Nurhayati, Any Suryantini
      Pages: 156 - 169
      Abstract: Pembangunan daerah dilakukan dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada di suatu daerah. Karena sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani, maka penting untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian suatu daerah. Makalah ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sektor pertanian terhadap multiplier output, pengganda pendapatan, dan pengganda tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Input Output yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur Tahun 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas tebu berada pada kuadran II, Dari keseluruhan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa (1) Komoditas tebu dapat mendorong berkembangnya industri gula di Jawa Timur, (2) di sektor peternakan, subsektor yang dapat dikembangkan adalah pakan ternak, pemotongan hewan, sapi, kambing dan domba, serta ayam (3) di sektor pengolahan subsektor pengolahan es krim, beras, dan penggilingan padi serta rokok. ABSTRACTLocal development is held by maximizing potential resources in a particular region. In addition, most of Indonesian people are farmers so it’s important to identify the agriculural contribution in local economic. The aim of this study are to study the contribution of agriculture  in ouput multiplier, income multiplier, and employment multiplier. The method which was used in this research was input-output analysis based on Badan Pusat Statistik East Java Province’s data in 2010. From the analysis, we can conclude that the sugarcane was formed in the second quadrant, in which (1)sugarcane comodity promoted the sugar industry in East Java Province (2) in livestock subsector, the woof of livestock industry, animals truncation, sheeps, goats, and chicken husbandry (poultry) were potentially to be developed (3) in processing subsector which was based on agriculture product, ice cream and processing, rice milling and cigarette were potentially to be developed. 
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • KERAGAAN USAHATANI DAN PEMASARAN BUAH NAGA ORGANIK

    • Authors: Kustiawati Ningsih, Herman Felani, Halimatus Sakdiyah
      Pages: 170 - 186
      Abstract: Salah satu faktor penting dalam agribisnis hortikultura adalah kelembagaan pemasaran dan salah satu komoditi yang menjanjikan adalah buah naga organik. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerimaan petani dan marjin pemasaran buah naga organik di Kabupaten Pamekasan. Hasil analisis usahatani menunjukkan adanya keuntungan dalam usahatani buah naga organik, hal ini ditunjukkan oleh nilai R/C=2,34. Bila dibandingkan dengan nilai R/C rasio usahatai tembakau Madura yaitu sebesar 1,38 maka dapat disimpulkan bahwa usahatani buah naga organik lebih efisien sehingga dapat dikatakan usahatani buah naga organik dapat dijadikan sebagai alternatif usahatani tembakau Madura. Kisaran (Acquirement) marjin pemasaran antara lembaga-lembaga pemasaran cenderung bervariasi dan timpang. Besarnya marjin pemasaran pada tengkulak dan pedagang pengumpul masing-masing Rp 5.000/kg dan Rp 4.000/kg. Besarnya bagian petani (farmer share) buah naga organik pada tengkulak dan pedagang pengumpul masing-masing 10%dan 10,67%. Secara ekonomi, buah naga organik masih menguntungkan. Keuntungan ini masih dapat ditingkatkan dengan memperbaiki sistem produksi, sehingga produktivitas dapat ditingkatkan. Diperkirakan dengan proses produksi ini dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas, terutama pada tingkat lebih tinggi lagi, sehingga memiliki peluang mengakses pasar lebih luas, khususnya pasar luar negeri (ekspor).  ABSTRACTOne important factor in the agribusiness of horticulture is institutional marketing and one of the commodities that prospecive is organic dragon fruit. This study aims to determine the revenue of farmers and marketing margin of organic dragon fruit in Pamekasan. Results of the analysis showed profit in organic dragon fruit farming, this is indicated by the value of R / C = 2,34. When compared with the value of R / C ratio of Madura tobacco farming in the amount of 1.38 it can be concluded that organic dragon fruit farming more efficient so that it can be said dragon fruit organic farm can be used as an alternative to tobacco Madura farming. Range (acquirement) marketing margin between marketing agencies tend to vary and lame. The amount of marketing margin on middlemen and traders respectively Rp 5,000 / kg and Rp 4,000 / kg. The portion of the farmer (farmer share) organic dragon fruit on middlemen and traders respectively 10% and 10.67%. Economically, organic dragon fruit is still profitable. This advantage can be increased by improving the production system, so that productivity can be improved. It is estimated that the production process can improve the quality and quantity, especially at higher levels, so it has the opportunity to access larger markets, especially foreign markets (exports).
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • PENGEMBANGAN PASAR LELANG FORWARD KOMODITAS BAHAN OLAH KARET (BOKAR) DI
           PROVINSI SUMATERA SELATAN

    • Authors: Heri Rahman
      Pages: 187 - 199
      Abstract: Permintaan karet dunia terus meningkat sejalan dengan peningkatan kebutuhan industri karet global untuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa, dan China. Potensi dan peluang dapat meningkatkan ekspor karet alam Indonesia, untuk meningkatkan pendapatan petani yang memproduksi bahan Karet (bokar), secara tidak langsung. Namun, kurangnya harga referensi dari karet rakyat di tingkat nasional, membuat para petani selalu dirugikan, karena harga cenderung ditentukan oleh pedagang dan produsen, dan membuat lemah posisi tawar petani, sehingga pengembangan lelang pasar ke depan menjadi potensi dan peluang untuk penjualan bokar yang dapat menguntungkan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar lelang forward dari bokar memiliki potensi dan peluang sebagai tempat yang baik untuk transaksi yang lebih menguntungkan untuk para petani. Melalui pasar lelang forward, petani diminta untuk bersedia dan mampu berkelompok, untuk menghasilkan kualitas bokar yang baik, sehingga nilai penjualan bokar ini lebih tinggi, karena dijual oleh kelompok dengan cara lelang. ABSTRACTWorld rubber demand increased continuously in line with the increase in global rubber industry needs forthe countries like US, Japan, Europe, and China. The potential and opportunity should boost Indonesia's natural rubber exports, provide to increase the income of farmers that producing Material Rubber (bokar), indirectly. However, the lack of reference prices of rubber smallholder at the national level, made of the farmers always disadvantaged, because the prices tend to be determined by the traders and manufacturers, and made weak thebargaining position of farmers, so the development of forward auction market into the potential and opportunities for bokar’ssales that can benefit the farmers. The results showed that the forward auction market of bokar has the potential and opportunities as a good place for transaction that more profitable for farmers.Through the forward auction market,the farmers were required to be willing and able to associated, producedgood quality of bokar, so that the Bokar’s value of sale was higher, because beingsold by the association in a auction way.
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • SISTEM DINAMIS RANTAI PASOK INDUSTRIALISASI GULA BERKELANJUTAN DI PULAU
           MADURA

    • Authors: Akhmad Mahbubi
      Pages: 200 - 211
      Abstract: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kerangka koseptual industrialisasi gula, mengetahui sistem dasar rantai pasok industrialisasi gula dan mengetahui sistem dinamis rantai pasok industrialisasi gula berkelanjutan (mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan)di pulau Madura.Jenis data adalah datra sekunder dan sumber data dari Bappenas, Kementerian Pertaniandan PTPN X. Analisis data menggunakan model dinamis. Hasil penelitian ini adalah skenario yang terjadi dalam analisis perilaku sistem dinamis rantai pasokindustrialisasi gula di Pulau Madura sampai beberapa tahun ke depan berdasar aspek ekonomi, sosial dan lingkungan adalah skenario pesimistis, realistis dan optimistis. Pada skenario pesimistis, realistis dan optimis total potensi yang ditanami masing-masing pada tahun 2023, tahun 2021 dan tahun 2018 dengan produksi rata-rata sebesar 725 ribu ton gula pada tahun tersebut. Pemerintah harus membuat roadmap industrialisasi gula di Pulau Madura.  ABSTRACTThis study is aimed to know a conceptual framework of sugar industrialization in Madura Island, to knowing the basic system of sugar industrializationsupply chain, to recognize the dynamic system  of sugar industrialization supply chain base on economical revenue, social welfare and environment. Type of secondary data has been collected from Bappenas, ministry of agriculture and PTPN X. Dynamic model  used to analyze the data. Three result scenarios to be used in the analysis of the behavior of sugar industrialization supply chain The results of this study are three scenarios of the success indicator pessimistic, realistic and optimistic. Pessimistic realized at 2023, realistic realized at 2021 and optimistic realized at2018 with sugarcane production rate at 725.000 ton. The government must develop a roadmap of sugarcane industrialization in Madura Island.
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • SEKTOR PERTANIAN MERUPAKAN SEKTOR UNGGULAN TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI
           PROVINSI MALUKU

    • Authors: Esther Kembauw, Aphrodite Milana Sahusilawane, Lexy Janzen Sinay
      Pages: 212 - 222
      Abstract: Pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa yang akan datang. Agroindustri sebagai subsistem agribisnis mempunyai potensi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, karena memiliki peluang pasar dan nilai tambah yang besar. Pembangunan agroindustri dapat menjadi pintu masuk proses transformasi struktur ekonomi dari pertanian ke industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan I-O. Tujuan penelitian ini menetapkan subsektor unggulan yang potensial untuk dikembangkan Provinsi Maluku, menganalisa sektor-sektor yang bisa memberikan efek multiplier yang besar, dan mengukur tingkat kontribusi sektor pertanian dan sektor-sektor unggulan dalam pembangunan daerah dan yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan daerahnya. Penentuan arah dan strategi kebijakan pembangunan wilayah yang berbasis pada kapasitas atau potensi lokal (local spesific) wilayah harus mampu mengidentifikasi dan mengembangkan sektor-sektor unggulan selain memiliki nilai tambah dan mampu memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang memiliki keterkaitan ke depan maupun ke belakang (linkages) terhadap sektornya sendiri dan sektor-sektor lainnya. Percepatan dan pengembangan sektor-sektor unggulan menjadi dasar untuk meningkatkan PDRB. ABSTRACTThe development of agricultural sector is one of the key strategies to spur economic growth in the future. Agro-industry as a subsystem of agribusiness has potential as a driver of economic growth, because it has a market opportunity and a great added value. Agro-industry development can be the entrance to the structural transformation of the economy from agriculture to industry. This study uses the I-O approach. The objective of this study set seed sub-sector with the potential to be developed Maluku province, analyze the sectors that can provide a large multiplier effect, and measure the level of contribution of the agricultural sector and leading sectors in regional development and that can be done by local governments to develop the region. Determining the direction and strategy of regional development policies based on the capacity or potential local (the specific local) area should be able to identify and develop leading sectors in addition has added value and is able to give a multiplier effect (multiplier effect) which is connected to the front and to the rear (linkages) against its own sector and other sectors. Acceleration and development of leading sectors form the basis for increasing the GDP.
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KOPI ARABIKA DAN PROSPEK PENGEMBANGANNYA DI
           KETINGGIAN SEDANG

    • Authors: Ati Kusmiati, Devi Yulistia Nursamsiyah
      Pages: 223 - 236
      Abstract: Kopi merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor perkebunan Indonesia. Sebagian besar ekspor kopi Indonesia adalah jenis kopi robusta (94%), dan sisanya adalah kopi jenis arabika. Sedangkan, konsumsi kopi dunia mencapai 70% berasal dari spesies kopi arabika dan 26% berasal dari kopi robusta. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya peluang pasar kopi Arabika lebih besar dibandingkan kopi robusta. Tanaman kopi Arabika sangat cocok tumbuh di dataran tinggi. Namun ada beberapa petani di wilayah dataran sedang tetap membudidayakan Kopi Arabika. Salah satu wilayah tersebut adalah Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember yang berada di dekat lereng Gunung Argopuro Oleh karenanya penting melakukan penelitian terkait usahatani kopi arabika di ketinggian sedang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kelayakan finansial usahatani kopi arabika; (2) menganalisis kepekaan usahatani kopi arabika terhadap kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual kopi; (3) menentukan prospek pengembangan kopi Arabika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analitis.Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Kelayakan finansial dengan criteria investasi yaitu NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, PR dan PP; (2) Analisis sensitifitas dengan melakukan simulasi perubahan kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual kopi; dan (3) Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan Usahatani kopi arabika di Desa Karangpring Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember secara finansial layak untuk diusahakan dan tidak peka terhadap perubahan biaya pupuk dan harga jual. Prospek pengembangan usahatani kopi arabika di desa Karangpring kecamatan Sukorambi adalah Grey Area artinya berada pada posisi lemah berpeluang. ABSTRACTCoffee is one of superior commodities of plantation sector in Indonesia. Robusta coffee is type of coffee that mostly exported by Indonesia (94%) and Arabica is the next. Moreover, 70% of world coffee consumption is Arabica coffee and 26% is Robusta. It indicates that the opportunity of Arabica coffee is higher than Robusta. Arabica coffee is suitable for high land;however, some farmers in medium land has cultivated the coffee. One of the area for Arabica coffee plantation in medium land is Karangpring Village, SukorambiSubdistrict, Jember Regency. The area located in the slope of Argopuro Mountain. Therefore, it is important to do research on Arabica coffee farming at medium altitude. The research aims to: (1) analyze the financial feasibility of Arabica coffee farming; (2) analyze the sensitivity of Arabica coffee farming toward increase in production cost and decrease in coffee price; (3) determine the prospect of development of Arabica coffee. The research uses descriptive and analytic methods as research method with sampling method of simple random sampling. Methods used for analysis are (1) financial feasibility with investment criteria of NPV, IRR, Net B/C, Gross B/C, PR and PP; (2) sensitivity analysis through simulation of change in the increase in production cost and decrease in coffee price; and (3) SWOT analysis. Research result shows that Arabica coffee farming at Karangpring Village SukorambiSubdistrict Jember Regency is financially feasible and it is not sensitive to changes in the cost of fertilizer and the selling price. Prospect for development of Arabica coffee farming at the village is in grey area, which is the position of weak but potential.
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • TARIF BEA MASUK OPTIMAL BAGI PRODUK PERTANIAN INDONESIA

    • Authors: Dian Dwi Laksani, Rizky Eka Putri
      Pages: 237 - 246
      Abstract: Setiap negara berhak menentukan besaran Tarif Bea Masuk (TBM) yang dikehendaki terhadap suatu produk atau komoditi. Kebijakan tarif bea masuk untuk produk pertanian adalah menerapkan nilai serendah mungkin apabila produk/komoditi yang bersangkutan tidak dapat diproduksi secara optimal di dalam negeri. Studi ini dilakukan untuk melihat pengaruh tarif bea masuk produk impor pertanian terhadap produksi atau penjualan dari produk pertanian di Indonesia serta menghitung besarnya tarif optimal untuk produk-produk pertanian Indonesian dengan menggunakan panel data OLS. Hasil estimasi memperlihatkan, jika pemerintah menaikkan tarif sebesar 1 persen, maka secara langsung petani akan menikmati peningkatan pendapatan sebesar  Rp. 1,62 juta /hektar. Tarif juga memiliki pengaruh signifikan terhadap fluktuasi penjualan produk-produk pertanian sebesar 54.73 persen. Buah-buahan merupakan komoditas yang paling rentan terpengaruh oleh tarif, posisi kedua yaitu  produk padi dan palawija serta posisi ketiga yaitu sayuran. ABSTRACTEvery country or economy has a right to determine their tariff rate for each product or commodity. Tariff policy for agricultural product was aimed to establish at the lowest level possible only if the product could not be optimally produced domestically. This study was conducted to see the influence of import tariff rate for agricultural product, to the production or selling prosess of agricultural product in Indonesia, while also counting the optimum tariff rate for Indonesia’s agricultural product through Ordinary Least Square Data Panel. The resulth show that, if Government was increasing the tariff by 1 percent, then farmers would directly benefited an increasing sales as Rp. 1,62 Million/ hectare. Tariff rate also has significant impact to the fluctuation of sales of agricultural product by 54,73%. Fruits is the most vulnerable commodity that will be influenced by tariff rate changes, followed by rice, and vegetables in the last.
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
  • PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU

    • Authors: Rustam Abd. Rauf, Saiful Darman, dan Atik Andriana
      Pages: 247 - 259
      Abstract: Penelitian dilakukan di Desa Bulupountu Jaya Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi  Provinsi Sulawesi Tengah, dengan menggunakan  metoda survey lapang  pada tahun 2014, terhadap 31 petani bawang merah varietas lembah palu. Tujuan penelitan adalah untuk mengetahui pengembangan usahatani bawang merah varietas lembah palu dan strategi analisis SWOT. Hasil penelitian menujukkan bahwa, rata-rata pendapatan bersih pada petani bawang merah varietas lembah palu dengan penguasaan lahan sekitar 0,34 ha sebesar Rp.21.746.480,24/satu musim tanam, dan rata-rata pendapatan bersih pada petani bawang merah varietas lembah palu dengan penguasaan lahan sekitar 1,00 ha sebesar  Rp. 64.634.792,65/ satu musim tanam. Analisis kelayakan usahatani bawang merah varietas lembah palu pada penguasaan lahan sekitar 0,34 ha sebesar 2,66, dan penguasaan lahan sekitar 1,00 ha sebesar 2,66, dengan nilai R/C >1, artinya usahatani bawang merah varietas lembah palu dapat dipertahankan dan dilanjutkan secara ekonomi sangat menguntungkan petani. Hasil analisis SWOT, menunjukkan bahwa strategi pengembangan usahatani bawang merah varietas lembah palu pada posisi kuadran III, mendukung strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) dan analisis QSPM  diperoleh  strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) terbaik dari ke 4 (empat).  Program.   Program ke 4 (empat), meningkatkan sumberdaya manusia (SDM), melalui pelatihan dan penyuluhan tentang teknologi pertanian organik dan penggunaan benih unggul untuk meningkatkan produksi dan pengembangan usahatani bawang merah varietas lembah palu.ABSTRACTThe research was conducted in Bulupountu Jaya Village Sigi Biromaru Subdistrict Sigi District of Central Sulawesi Province using field survey method on 31 farmers who cultivated Lembah Palu shallot variety in 2014.  The aim of the research was to identify the development of Lembah Palu shallot variety farming system using SWOT analysis strategy.  The research results showed that the average of the farmers’ net income was IDR 21,746,480.24/planting season and IDR 64,634,792.65/planting season for land tenure of 0.34 ha and 1.00 ha, respectively.  The feasibility analysis of the Lembah Palu shallot variety farming system either for lend tenure of 0.34 ha and 1.00 ha was 2.66 with R/C value >1.  This suggested that the farming system is maintainable and sustainable as it is economically beneficial for the farmers.  The SWOT analysis results showed that the strategy for the development of the Lembah Palu shallot variety farming system was at quadrant III supporting W-O (weaknesses-Opportunities) strategy, similarly QSPM analysis indicating W-O (weaknesses-Opportunities) as the best strategy of the fourth program. The fourth program is to improve human resources capacity through training and extension on organic agricultural technology and to use quality seeds for increasing production and development of Lembah Palu shallot variety farming system.
      PubDate: 2015-10-08
      Issue No: Vol. 4, No. 2 (2015)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.196.18.46
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016