for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Udayana (Total: 19 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 19 of 19 Journals sorted alphabetically
Buletin Studi Ekonomi     Open Access   (Followers: 2)
Buletin Veteriner Udayana     Open Access   (Followers: 2)
E-J. of Tourism     Open Access   (Followers: 4)
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 5)
E-Jurnal Medika Udayana     Open Access  
Indonesia Medicus Veterinus     Open Access   (Followers: 1)
Intisari Sains Medis     Open Access  
J. of Marine and Aquatic Sciences     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Energi Dan Manufaktur     Open Access  
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian J. of Ergonomic)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmiah Mahasiswa SPEKTRUM     Open Access  
Jurnal Kajian Bali (J. of Bali Studies)     Open Access  
Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan     Open Access   (Followers: 3)
Jurnal Udayana Mengabdi     Open Access  
Majalah Ilmiah Peternakan     Open Access  
Medicina     Open Access   (Followers: 1)
Public Health and Preventive Medicine Archive     Open Access  
Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (J. of The Built Environment)     Open Access  
Simbiosis : J. of Biological Sciences     Open Access  
Journal Cover Majalah Ilmiah Teknologi Elektro : Journal of Electrical Technology
  [1 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1693-2951
   This journal is no longer being updated because:
    Archived because its RSS is returning errors
  • Effect of Enhanced Air Temperature (extreme heat), and Load of Non-Linear
           Against the Use of Electric Power

    • Authors: I Ketut Wijaya
      Abstract: Usage Electric power is very easy to do, because the infrastructure for connecting  already available and widely sold. Consumption electric power is not accompanied by the ability to recognize electric power. The average increase of electricity power in Bali in extreme weather reaches 10% in years 2014, so that Bali suffered power shortages and PLN as the manager of electric power to perform scheduling on of electric power usage. Scheduling is done because many people use electric power as the load  of fan and Air Conditioner exceeding the previous time. Load of fan, air conditioning, and computers including non-linear loads which can add heat on the conductor of electricity. Non-linear load and hot weather can lead to heat on conductor so  insulation damaged  and cause electrical short circuit. Data of electric power obtained through questionnaires, surveys, measurement and retrieve data from various parties. Fires that occurred in 2014, namely 109 events, 44 is  event caused by an electric short circuit (approximately 40%). Decrease power factors can cause losses of electricity and hot. Heat can cause and adds heat on the  conductor electric. The analysis showed  understanding electric power of the average  is 27,700 with value between 20 to 40. So an understanding of the electrical power away from the understand so that many errors because of the act own. Installation tool ELCB very necessary but very necessary provide counseling   of electricity to the community.
      PubDate: 2016-12-30
      Issue No: Vol. 14 (2016)
       
  • Rancang Bangun Vacuum Cleaner Dengan Pengendali Nirkabel Menggunakan Modul
           Rf Data Transceiver Ys-1020ub Berbasis Mikrokontroler At89s52

    • Authors: IGAP Raka Agung, Made Sudiana
      Abstract: Kebersihan merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan kita, khususnya kebersihan rumah. Rumah yang bersih sangat mempengaruhi kesehatan para penghuninya. Debu adalah kotoran yang paling sering mengotori rumah kita terutama pada bagian lantai. Setiap hari kita harus membersihkan rumah dari debu yang ada pada lantai untuk menjaga kebersihan sekaligus kesehatan kita. Dalam membersihkan lantai rumah dari  debu sering menyita banyak waktu dan tenaga. Vacuum cleaner terkendali nirkabel menggunakan Modul RF Data Transceiver YS-1020UB berbasis mikrokontroler AT89S52 merupakan salah satu solusi untuk membersihkan lantai rumah dari kotoran debu.  Vacuum cleaner ini menggunakan enam buah motor DC yaitu dua motor DC penyedot debu, dua motor DC penentu arah maju, mundur, belok kanan, dan belok kiri, serta dua motor DC penentu arah geser kanan dan geser kiri.  Vacuum cleaner ini dapat dikendalikan dengan dua mode operasi yaitu mode manual dan otomatis. Pada mode manual vacuum cleaner ini dikendalikan menggunakan remote control, dengan tranmisi nirkabel memakai transceiver YS-1020UB. Sedangkan pada mode otomatis  vacuum cleaner ini menggunakan empat buah sensor jarak untuk menghindari tabrakan pada dinding.  Vacuum cleaner dengan pengendali nirkabel menggunakan modul RF Data Transceiver YS-1020UB berbasis mikrokontroler AT89S52 sudah bisa membersihkan debu lantai sehingga lantai bersih dari debu.
      PubDate: 2012-12-01
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • Realisasi Perangkat Pengendali On-Off Lampu Penerangan Melalui Sms (Short
           Message Service) Dengan Umpan Balik Berbasis Mikrokontroler At89s52

    • Authors: I Made Agustiana Putra, IGAP Raka Agung
      Abstract: Penggunaan lampu penerangan yang tidak tepat waktu bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, pemborosan energi listrik dan mengurangi umur lampu penerangan. Pemakaian mikrokontroler dan HP GSM dengan sms untuk pengendalian nirkabel sangat praktis dan efisien. Pada penelitian ini akan direalisasikan perangkat  pengendali on-off lampu penerangan dengan perantaraan SMS (Short Message Service) handphone (HP) GSM berbasis mikrokontroler AT89S52. Perangkat ini dapat mengkomunikasikan HP statis dengan mikrokontroler AT89S52 melalui komunikasi serial. Komunikasi ini meyebabkan mikrokontroler dapat mengendalikan on-off delapan lampu penerangan dengan rangkaian relay dan membaca kondisi on-off lampu penerangan melalui sensor photodioda. Perintah on-off lampu penerangan dikirim berupa sms oleh HP mobil ke HP statis yang terhubung serial ke mikrokontroler AT89S52. SMS ini akan dibaca dan diterjemahkan ke kode PDU dan dilaksanakan oleh mikrokontroler untuk on-off lampu penerangan. Berdasarkan kondisi on-off lampu penerangan ini HP statis akan mengirim sms balik ke HP mobil tentang kondisi lampu penerangan ini. Hasil pengujian pada peralatan ini menunjukkan HP mobil sudah mampu menghidupmatikan (on-off) delapan buah lampu penerangan baik secara bersamaan maupun satu demi satu. Sedangkan kondisi on-off lampu bisa diketahui satu demi satu dengan  mengirim sms yang sesuai.
      PubDate: 2012-12-01
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • Manajemen Energi Di Rumah Sakit Surya Husadha Denpasar

    • Authors: I Putu Gde Weda Setyawan, Rukmi Sari Hartati, INS Kumara
      Abstract: Rumah Sakit Surya Husadha Denpasar merupakan rumah sakit berstandar internasional dengan tingkat hunian kamar pada tahun 2011 cukup tinggi sekitar 75%.Yang berdampak pada tingkat pemakaian energi listrik. Tingkat pemakaian energi listrikrumah sakit tiap bulan rata-rata sebesar 123,071 kWh, diperuntukan pengoperasian AC sebanyak 43%, peralatan medis 29%, lampu 13%, elektronik 11% dan lainnya 4%. Dalam hal ini konservasi energi yang dilakukan difokuskan pada AC dan lampu karena hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan pengontrolan pemakaian, penggantian peralatan dan tidak termasuk kategori peralatan vital seperti halnya peralatan medis. Dari tahapan audit energi diperoleh data bahwa nilai IKE adalah 245,40 kWh/m2/tahun. Sebanyak 37,1% kapasitas AC dan 84,54% kuat pencahayaan telah sesuai dengan pembebanan ruangan dan pedoman pencahayaan rumah sakit. Untuk perancangan manajemen energi, pimpinan rumah sakit belum memiliki acuan penyusunan sehingga perlu dilakukan pemetaan terhadap kebijakan dan sistem, organisasi, motivasi, sistem informasi, promosi dan investasi. Rancangan manajemen energi yang disusun mengacu pada matriks manajemen energi. Hasil matriks manajemen energi menunjukan bahwa manajemen energi rumah sakit belum terkelola dengan baik namun dalam hal penerapan teknologi dan sistem perawatan lampu dan AC dapat dijadikan best practice.
      PubDate: 2012-12-01
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • Pengelolaan Energi Listrik Pada Gedung Fakultas Kedokteran Universitas
           Udayana Kampus Sudirman Denpasar

    • Authors: Ida Bagus Putra Setanu M, Rukmi Sari Hartati, INS Kumara
      Abstract: Fakultas  Kedokteran Universitas Udayana merupakan salah satu fakultas terbaik ke 10 di Indonesia, dengan jumlah dosen 245 orang, mahasiswa 2126 orang, pegawai 145 orang, dengan luas bangunan 6.745 m2, 4 lantai, serta kapasitas pasokan listrik dari PLN sebesar 312 kWh dan cadangan Genset sebesar 500 kVA. Pemakaian energi listrik berdasarkan pembayaran rekening per luas bangunan diperoleh IKE sebesar 82,94 kWh/m2/thn termasuk katagori sangat efisien. Dengan pemakaian per hari efektif; AC 44%, lampu 14%, komputer set 25%, dan 16% peralatan lainnya. Sistem pengkondisian udara ruangan berAC berkisar antara 25 – 26, dan kelembaban 61% - 65%. Sebagian besar ruangan telah memenuhi standar kenyamanan termal sebesar 72% dari keseluruhan ruangan. Untuk sistem pencahayaan yang belum memenuhi standar pencahayaan minimum sebesar 57%, sedangkan yang memenuhi sebesar 43% dari keseluruhan ruangan. Nilai rata-rata OTTV selubung bangunan 32,86 watt/m2 dari standar ditetapkan 45watt/m2 atau sesuai dengan syarat bangunan hemat energi, untuk melakukan penghematan perlu dibuatkan program pemakaian energi. Salah satu program yang dapat dilakukan adalah pengaturan jadwal pemakaian atau pengantian lampu TL dengan lampu LHE guna menghemat pemakaian energi, serta cahayanya dapat ditingkatkan dengan menaikan watt lampu. Pengaturan jadwal pemakaian peralatan dapat dilakukan dengan membuatkan program SOP, terutamanya pada pemakaian AC, lampu, PC dan peralatan lainnya.
      PubDate: 2012-12-01
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • Kajian Pemanfaatan Stand Alone Photovoltaic System Untuk Penerangan Jalan
           Umum Di Pulau Nusa Penida

    • Authors: I.W. Yudi Martha Wiguna, W.G. Ariastina, INS Kumara
      Abstract:   Nusa Penida merupakan sebuah pulau di tenggara pulau Bali dengan jumlah penduduk 47.448 jiwa. Ketersediaan daya pembangkit PLN di pulau Nusa Penida adalah sebesar 3200 kW. Dengan beban puncak sebesar 2530 kW maka cadangan listrik saat ini hanya sebesar 670 kW. Hal itu menyebabkan krisis listrik sangat terasa bagi masyarakat di daerah terpencil seperti di Pulau Nusa Penida. Saat ini salah satu solusi yang memungkinkan adalah mengembangkan sumber energi terbarukan. Di Pulau Nusa Penida sudah dikembangkan PLTS. Bahkan PLTS di Pulau Nusa Penida dikembangkan juga pada sistem penerangan jalan umum. Pada penelitian ini dilakukan analisa teknis dan biaya untuk mengetahui kelayakan Sistem PJU-TS tersebut. Pada analisa teknis dilakukan pengukuran output tegangan dan arus dari PV Panel ke Charger Controller, dari Charger Controller ke baterai dan ke beban. Analisa teknis menghasilkan bahwa penyebab kerusakan baterai karena kapasitas pembangkitan tidak sebanding dengan kebutuhan kapasitas beban PJU-TS. Dengan kapasitas baterai yang terus kecil akan menyebabkan kerusakan pada baterai. Selain itu karena usia baterai yang sudah lama. Analisa biaya dilakukan dengan 3 skenario dengan tingkat IRR yang ingin dicapai sebesar 10, 11, dan 12 %. Dihasilkan harga jual yang pantas untuk energi listrik PJU-TS Nusa Penida berkisar antara Rp.29.194,00 s/d Rp.31.585,00 per kWh.
      PubDate: 2012-12-01
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • Penggunaan Filter Hibrid Konfigurasi Seri Untuk Memperbaiki Kinerja Filter
           Pasif Dalam Upaya Peningkatan Pereduksian Harmonisa Pada Sistem
           Kelistrikan Di Rsup Sanglah

    • Authors: I Wayan Rinas
      Abstract: Rumah Sakit Umum Pusat  Sanglah adalah salah satu tempat yang banyak mengoperasikan peralatan-peralatan beban non linier, sehingga mengakibatkan kandungan harmonisa arusnya melebihi 8% , kondisi ini tidak sesuai dengan batas kandungan harmonisa berdasarkan IEEE standar 519-1992 sebesar 8%. Pada penelitian sebelumnya, digunakan filter pasif untuk mengatasi  harmonisa tersebut. Penurunan harmonisa arus setelah penggunaan filter pasif rata-rata sebesar 7,71%. Untuk lebih meningkatkan kerja filter pasif dalam mengatasi harmonisa maka dilakukan penelitian dengan melakukan simulasi pengoperasian filter hibrid. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kandungan THD di RSUP Sanglah dan penanggulangannya dengan simulasi penggunaan filter hibrid konfigurasi seri menggunakan software simulink MATLAB. Hasil simulasi penggunaan filter hibrid konfigurasi seri sebagai upaya perbaikan filter pasif menunjukkan THD arus dan tegangan  mengalami penurunan dari sebelumnya. Kandungan THD arus setelah penggunaan filter hibrid mengalami penurunan rata-rata sebesar 3,17%, dan penurunan THD tegangan sebesar rata-rata 1,2%.
      PubDate: 2012-12-01
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • REKONFIGURASI JARINGAN TEGANGAN RENDAH (JTR) UNTUK MEMPERBAIKI DROP
           TEGANGAN DI DAERAH BANJAR TULANGNYUH KLUNGKUNG

    • Authors: Made Suartika, I Wayan Arta Wijaya
      Abstract: Daerah Banjar Tulangnyuh terletak di Desa Tegak kabupaten Klungkung Propinsi Bali dan merupakan daerah
      dengan topografi wilayah pemukiman penduduk, hutan dan sedikit perbukitan. Sistem kelistrikan daerah Banjar
      Tulangnyuh disuplay oleh trafo distribusi KL0018 melalui Penyulang Klungkung. Trafo KL0018 berlokasi di Banjar
      Griya Cucukan yaitu dengan kapasitas maksimum 200kVA yang digunakan untuk menyuplay daya listrik ke daerah
      Br Griya Cucukan, Desa Tegak, Desa Selat dan Banjar Tulangnyuh. Jumlah seluruh pelanggan daerah Banjar
      Tulangnyuh adalah 124 unit pelanggan dengan total beban daya kontrak sebanyak 89.600VA atau 89,6 kVA.
      Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan didapatkan nilai tegangan terendah di daerah Banjar
      Tulangnyuh yaitu 139V terhadap tegangan sumber satu phasa ke netral (231V) dan terjadi pada saat beban puncak
      atau dengan kata lain drop tegangan di daerah Banjar Tulangnyuh sudah melebihi 5% dari standar PLN. (SPLN
      No.72 tahun 1987). Pada jam 19.00 saat terjadi beban puncak, konsumen tidak bisa menyalakan TV, Radio, Kulkas
      dan alat elektronik lainnya. Selain itu beban-beban lampu seperti lampu TL/neon tidak bisa dinyalakan dan lampu
      pijar dapat di nyalakan tetapi nyalanya redup setengah lilin. Dengan kondisi seperti itu perlu adanya rekonfigurasi
      jaringan pada daerah Banjar Tulangnyuh.
      Rekonfigurasi JTR daerah Banjar Tulangnyuh dengan menggunakan simulasi program ETAP powerstaion 4.0
      yaitu meliputi: tahap pertama adalah penambahan jaringan baru dan pergantian kabel JTR jenis LVTC 3x35 mm2
      diganti mengunakan LVTC 3x50 mm2 dan kabel SR LVTC 2x10 mm2 masih tetap digunakan. Perancangan kedua
      adalah penambahan jaringan baru dan pergantian kabel JTR mengunakan LVTC 3x70 mm2 dan kabel SR LVTC
      2x10 mm2 juga masih tetap digunakan. Akhirnya rekonfigurasi dilakukan dengan memperhatikan pertimbangan
      teknis dan efisiensi biaya investasi pembuatannya serta mengacu pada beberapa standar PLN yaitu (SPLN No. 72
      tahun 1987) mengenai “spesifikasi desain JTM dan JTR”, dan (SPLN 56-1, tahun 1993) mengenai ”Sambungan
      Tenaga Listrik Tegangan Rendah (SLTR)”.
      Hasil rekonfigurasi JTR dengan simulasi program ETAP powerstaion 4.0 yaitu drop tegangan yang didapat
      sebesar 4,68% dari tegangan sumber 231V dan rugi-rugi daya sebesar 1,8kW. Sehingga nilai drop tegangan yang
      didapat setelah rekonfigurasi jaringan sudah sesuai dengan standar PLN yaitu drop tegangan yang diijinkan tidak
      melebihi 5%, (SPLN 72, 1987).
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM IDENTIFIKASI MIKROANEURISMA PADA CITRA RETINA DIGITAL

    • Authors: Darma Putra, Wiskara wiskara
      Abstract: Sistem identifikasi mikroaneurisma pada citra retina digital adalah suatu sistem yang mampu untuk mendeteksi
      ada tidaknya suatu mikroaneurisma pada suatu citra retina. Sistem ini menggunakan lima buah nilai acuan untuk
      mengidentifikasi apakah suatu objek merupakan mikroaneurisma atau tidak. Sehingga setiap objek dihitung terlebih
      dahulu nilai-nilainya menggunakan metode yang ada, selanjutnya nilai-nilai setiap objek dicocokkan dengan nilai
      acuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Suatu objek dapat dianggap sebagai calon mikroaneurisma jika memiliki
      nilai yang berada diantara batasan nilai acuan.
      Akurasi sistem identifikasi mikroaneurisma ini dihitung dengan membandingkan jumlah mikroaneurisma yang
      ditandai oleh dokter dengan hasil identifikasi oleh sistem. Citra yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra
      retina digital yang sudah dilabeling berformat bitmap. Dalam penelitian ini diuji 20 sampel citra retina digital yang
      sudah dilabeling. Dari penelitian diperoleh tingkat akurasi terendah pada sistem identifikasi mikroaneurisma citra
      retina digital berdasarkan jumlah parameter yang digunakan adalah sebesar 12,09% dengan menggunakan satu
      parameter. Sedangkan tingkat akurasi tertinggi pada sistem identifikasi mikroaneurisma citra retina digital
      berdasarkan jumlah parameter yang digunakan adalah sebesar 91,34% dengan menggunakan lima parameter.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGEMBANGAN PLUGIN UNTUK RESERVASI HOTEL PADA MESIN CMS WORDPRESS

    • Authors: I Made Sukarsa, Kadek Yartono
      Abstract: Website is a very important medium for promotion in the field of business. The existence of the website allows
      the transaction process is done online. Online transactions has provided various facilities both in the consumer and
      business owner. One is for the hotel reservation online (via website) which allows the reservation process can be
      done without having to go to your hotel destination.
      Development of a website from scratch requires a cost, time and great energy. WordPress is a CMS (Content
      Management System) that can be used to build a website that can be done quickly and cost-efficient. WordPress has
      the components (plugins) that can be added and subtracted as you wish. Based on a search on internet (2010) has not
      been available free plugin to handle the reservation process. Therefore it is necessary to develop a plugin to meet
      those needs.
      This plugin can handle the addition of master data for a hotel room, reservation by a travel agent or without a
      travel agent (individual or group), blocking list that displays the data-filled room or empty, the process of checking
      in and checking out, as well as additional data and making travel agent report.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN HOTEL

    • Authors: Oka Sudana, Kadek Bagus Budi Sasmara
      Abstract: The usage of computer based information management system on companies are very helpful on company's
      growth, information management system process the data and make it into in formations that we're needed by the
      company for making decisions. One of the information management systems that often used is Human Resource
      Administration Information System. The development of a company makes a company have to own a human
      resource function that capable to handle certain processes related to the company's personals. One of the examples is
      Human Resource Administration Information System on Hotel Besakih Sanur, The Human Resource Administration
      Information System has several processes, and these processes are still being done manually so they haven't been
      able to give an effective an efficient result. This fact is the cause for building a human resource administration
      information system that used information technology, so that it will be capable of managing the human resource
      functions.
      System that is being build is applied by making the web based Human Resource Administration Information
      System application using AJAX, this application also being completed by automatic absence application by using
      fingerprint technology. The analysis that was being done is the analysis on user grouping, the usage of AJAX on
      data processing, user interface, reporting, and the usage of fingerprint.Testing of the application is being done by
      inputting some data with a certain amount so that it would be known that the system can still work fine with a big
      amount of data. But to avoid a big data growth especially on absence data, the system will move the data to a new
      table each year. Usage of fingerprint in course of absence facilitate in inclusion of absence data.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PERENCANAAN SISTEM KONTROL PENERANGAN DI VILLA ALILA TANAH LOT TABANAN
           BALI

    • Authors: Antonius Ibi Weking
      Abstract: Penggunaan energi listrik merupakan suatu kebutuhan primer untuk seluruh lapisan masyarakat. Untuk
      menunjang perkembangan dari sarana penggunaan energi listrik harus dibuat handal, salah satunya dengan
      keamanan yang cukup tinggi dan dapat dipergunakan secara efektif serta efisien. Pada saat sekarang ini, PLN mulai
      mencanangkan program penghematan energi listrik.
      Dalam makalah ini akan dianalisis penggunaan sistem kontrol untuk penerangan pada Villa Allila Tanah Lot.,
      yang mana ditujukan untuk mendapatkan penghematan energi listrik yang tentunya tidak lepas dari kenyamanan
      pengguna villa tersebut.
      Hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penghematan energi listrik pada penerangan sebesar 0.9296
      kWH/hari. Di dalam villa Alila Tanah Lot yang mempergunakan kontrol sensor gerak dan fitting sensor gerak
      sebesar 0.0527 kWH/hari dan menghemat 9.36% dari energi listrik yang digunakan untuk penerangan di dalam villa
      Alila Tanah Lot. Sistem kontrol penerangan di luar villa Alila Tanah Lot dapat menghemat sebesar 0.8769
      kWH/hari dan menghemat 4 % dari energi listrik yang digunakan di luar villa Alila Tanah Lot.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • IMPLEMENTASI WATERMARKING PADA SUARA DIGITAL DENGAN METODE DATA ECHO
           HIDING

    • Authors: I Nyoman Piarsa, I Made Ady Dharmadi
      Abstract: Digitally recorded especially for audio give us many advantage in data processing or manipulation. However
      digitally recorded also avoid violation of data royalty like illegally duplicating, cropping half or all of data and
      disttributing without permission from owner of audio data. Based on that problem, there are need one proving
      system for digital media, and watermarking technique can be applied for that purpose.
      The model design conducted with sets of system model method and watermarking method will apllied is Echo
      Hiding Technique.Analysis is by testing emmbedding and extracting watermark testing, capacity embedding testing
      and robustnes of watermark attack test.
      Analysys test for watermarking technique showing degradation of perceptual quality of audio file after
      watermarked. In extraction test , Echo Hiding technique, watermark recovery rate depend on initial amplitude. There
      is no change in size of audio file before and after watermarking process. In robustness test result that Echo hiding
      Technique have highly robustness.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • MENGATASI KRISIS ENERGI DENGAN MEMANFAATKAN ALIRAN PANGKUNG SEBAGAI SUMBER
           PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF

    • Authors: Lie Jasa
      Abstract: Potensi alam yang ada memang sangat memungkinkan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu usaha untuk
      mengatasi masalah kemiskinan. Dengan memanfaatkan energi terbarukan, sebagai upaya untuk mengurangi
      ketergantungan pada energi fosil. Keterbatasan sumber energi dari minyak bumi membuat usaha untuk mencari
      sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan murah. Ekonomi masyarakat pedesaan selama ini merupakan
      masalah pemerintah yang tidak kunjung selesai, karena kemiskinan dan pendapatan perkapita masyarakat yang
      rendah dan derajat pendidikan yang relatif rendah menambah semakin sulitnya masyarakat pedesaan untuk maju dan
      berkembang disamping akses jalan yang menjadi masalah.
      Dengan memanfaatkan aliran air yang mengalir pada sungai kecil / Pangkung sebagai pembangkit tenaga listrik
      akan sangat membantu masyarakat setempat dalam mendapatkan Listrik secara swadaya.Dengan metode Vertex
      dengan sumbu axial, sangat memungkinkan mengingat potensi alam yang sangat mendukung. Energi listrik yang
      bersumber dari Air merupakan sumber energi yang murah, dapat dimanfaatkan untuk penerangan rumah tangga
      masyaarakat dimalam hari khususnya di Dusun Gambuk, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan Bali yang
      selama ini memanfaatkan minyak tanah dengan harga yang relatif mahal.
      Dengan memanfaatkan potensi lingkungan yang ada berupa aliran kali (pangkung) sebagai pembangkit listrik
      sederhana dengan kapasitas kecil. Lebih diutamakan disaat musim penghujan, air kali (pangkung) yang mengalir
      terbuang percuma, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Tersedianya listrik secara swadaya dan
      murah, akan sangat membantu meringankan beban masyarakan ditengah-tengah kemiskinan yang tidak kunjung usai
      dalam masa-masa sulit seperti
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI OSCILATING
           WATER COLUMN DI PERAIRAN BALI

    • Authors: I Wayan Arta Wijaya
      Abstract: Untuk di Bali saat ini, telah berdiri beberapa jenis pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit itu adalah
      pembangkit listrik tenaga diesel, pembangkit listrik tenaga uap, dan pembangkit listrik tenaga gas. Dari semua jenis
      pembangkit yang telah ada, keseluruhannya tergantung dari pemakaian bahan bakar yang berasal dari pembakaran
      fosil yang berumur jutaan tahun yaitu batu bara dan minyak bumi. Keseluruhan pembangkit-pembangkit yang sudah
      ada ini, tentu saja menimbulkan beberapa permasalahan baik itu terhadap lingkungan, kesehatan dan ekonomi.
      Untuk mengantisipasi hal tersebut maka dilakukan suatu upaya dengan penyediaan energi listrik berbahan bakar
      alternatif yang sifatnya non konvensional yakni pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Pembangkit listrik tenaga
      gelombang laut ini menggunakan teknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC). Energi gelombang
      merupakan energi yang sifatnya dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, serta selalu tersedia sepanjang waktu.
      Dalam penelitian ini dianalisis mengenai besarnya energi yang dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan
      teknologi oscilatting water column (OWC) di perairan Samudra Hindia, tepatnya di laut yang ada di kawasan
      Jimbaran. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya energi yang dihasilkan gelombang
      laut dengan penggunaan teknologi oscilatting water column (OWC) di laut yang ada di kawasan Jimbaran. Manfaat
      penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk perencanaan pembangunan suatu pembangkit listrik tenaga
      gelombang laut di laut yang ada di kawasan Jimbaran, sehingga diharapkan nantinya mampu membangkitkan daya
      listrik guna melayani konsumen yang ada di pulau Bali. Metode yang digunakan adalah dengan menganalisis
      besarnya energi dan daya listrik yang mampu dihasilkan gelombang laut dengan penggunaan PLTGL-OWC di laut
      yang ada di kawasan Jimbaran.
      Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan
      teknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC) di laut di kawasan Jimbaran dapat dihasilkan energi yang
      tertinggi adalah sebesar 16.478.982,17 Joule dan yang terendah adalah sebesar 92,5897 Joule. Sedangkan untuk
      daya listrik yang mampu dihasilkan dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan dengan
      teknologi oscilatting water column (PLTGL-OWC) di lokasi tersebut yang tertinggi adalah sebesar 4.174.007,641
      Watt dan yang terendah adalah sebesar 175,892 Watt.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM PENGENALAN KONDISI SEL DARAH MERAH (ERYTHROCYTE) PADA CITRA
           MIKROSKOPIS

    • Authors: Arie Anggreani, Darma Putra
      Abstract: Sistem pengenalan kondisi sel darah merah adalah suatu sistem yang pengenalan sel darah merah manusia
      dengan membandingkan kondisi sel darah merah dengan kondisi acuan yang ada dalam basisdata. Sistem ini
      menggunakan metode moments untuk mengektraksi fitur citra dengan menghasilkan 7 (tujuh) nilai invariant
      moments untuk setiap objek. Citra uji akan dicocokkan dengan citra acuan , citra-citra tersebut dihitung fiturnya
      terlebih dahulu menggunakan metode yang ada dan hasil pencocokan akan mendapatkan suatu nilai kedekatan
      (skor) antara dua fitur citra tesebut, hasil dari sistem ini adalah sebuah citra acuan yang memiliki skor terkecil
      dengan citra acuan. Pencocokan dianggap sukses jika deskripsi citra yang dihasilkan oleh sistem sama dengan hasil
      analisis dokter. Penelitian ini mencari akurasi sistem dengan menggunakan nilai parameter tertentu. Penelitian ini
      diuji 50 sampel citra sel darah merah dengan jumlah objek sebanyak 741 buah, dan dengan 50 citra acuan dengan
      jumlah objek 364 buah. Dari penelitian diperoleh metode yang memberikan tingkat kesuksesan tertinggi yaitu
      94.86% untuk pengenalan kondisi normal dan 88.89% untuk pengenalan kondisi abnormal.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGGUNAAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK DI TPA SUWUNG -
           DENPASAR

    • Authors: Cokorde Gde Indra Partha
      Abstract: Kebutuhan energi listrik di Bali khususnya, meningkat pesat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah
      berusaha membangun pembangkit baru, atau pun dengan mencoba mengembangkan pembangkit alternatif seperti
      pembangkit tenaga surya dan pembangkit tenaga angin. Namun disisi lain pemerintah daerah khususnya Denpasar,
      Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) bergulat dengan masalah sampah yang sangat mengganggu, maka
      direncanakanlah untuk membangun pembangkit listrik dengan sumber energinya berasal dari sampah. Ada berbagai
      cara untuk menanggulangi masalah sampah sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik yaitu dengan
      pembakaran sampah dengan teknologi Thermal Converter dan penggasan dengan Teknologi Gasifikasi. Kedua
      teknologi ini masing-masing mempunyai kelebihan-kelebihan maupun kekurangan-kekurangan. Dari kondisi diatas
      maka dicoba untuk menganalisa dan membandingkan berapa besar daya listrik yang bisa dihasilkan dari sampah
      organik yang tersedia di TPA Suwung, dilihat dari besar nilai kalor dari sampah organik tersebut, baik untuk
      teknologi thermal converter maupun teknologi gasifikasi. Sehingga nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan
      pertimbangan untuk memilih teknologi yang tepat dipergunakan untuk mengatasi kondisi sampah kota khususnya
      sampah Sarbagita. Dari hasil perhitungan, besar daya listrik yang dapat dibangkitkan, dengan teknologi termal
      konverter rata-rata sebesar 6 MW per unit atau sama dengan 144 MWh dan dengan teknologi gasifikasi dapat
      membangkitkan listrik sebesar 4,128 MW per unit atau sama dengan 99,072 MWh, dengan efisiensi pembangkitan
      sebesar 30%.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • ANALISIS COVERAGE WLAN (WIRELESS LOCAL AREA NETWORK) 802.11a MENGGUNAKAN
           OPNET MODELER

    • Authors: Gde Sukadarmika, Ngurah Indra Erawan, Linawati Linawati, Nyoman Wendy Saputra
      Abstract: Nowadays, the development tendency of information and communication technology is toward its flexibility
      and ease of deployment. Cable networks require higher installation cost than wireless network. Therefore,
      implementation of wireless network, especially a Wireless Local Area Network (WLAN), becomes more popular
      due to its coverage and flexibility. The 802.11a is the first published WLAN standard from IEEE which offers wide
      coverage to stationary consumer terminals. In this paper OPNET Modeler Simulator was used to analyze the
      application standard of 802.11a. Simulation was done to study the characteristic of WLAN 802.11a with several
      measured parameters such as data dropped (bits/sec), media access delay (sec), delay (sec), and throughput
      (bits/sec). The simulation was based on the scenario to study the coverage of an access point with the recommended
      transmitted power, and the effect of data rate on the access point’s
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • DESAIN KONTROL AERATOR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH SUWUNG DENGAN
           FUZZY LOGIC

    • Authors: I Made Mataram
      Abstract: Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah
      tangga) dan harus dikelola agar tidak menimbulkan pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan. Instalasi
      Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan suatu tempat pengolahan limbah yang bertempat di daerah Suwung.
      Pengolahan limbah cair dilakukan dengan menggunakan sistem kolam aerasi dan kolam sedimentasi.
      Pada proses aerasi yaitu proses reduksi BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen
      Demand) secara aerob digunakan aerator sebagai penghasil oksigen yaitu dengan cara menempatkan aerator di
      dalam kolam aerasi sehingga menghasilkan oksigen berupa buih udara yang tercampur dengan air. Untuk IPAL
      Suwung pengoperasian aerator masih dengan cara manual yaitu dioperasikan pada jam tertentu sehingga input
      jumlah oksigen terkadang tidak sesuai dengan karakteristik input limbah yang diolah, maka diperlukan suatu sistem
      kontrol pengoperasian aerator yang dapat menghasilkan oksigen guna mereduksi COD secara tepat sesuai baku
      mutu limbah
      Dalam penelitian ini dilakukan perencanaan desain kontrol pengoperasian aerator dengan fuzzy logic. Desain
      pengontrolan dengan menggunakan logika fuzzy pada pengoperasian aerator sudah dapat dibuat dan dapat bekerja
      sesuai dengan karateristik input/ouput limbah, ini terlihat dari lama operasi aerator yang bekerja sudah sesuai
      dengan input limbah. Penggunaan energi listrik dengan pengontrolan fuzzy pada pengoperasian aerator lebih rendah
      dibandingkan dengan penggunaan energi listrik pengoperasian secara manual, ini terlihat dari penggunaan energi
      pengoperasian aerator manual dan fuzzy pada bulan Oktober 2010 yang memiliki selisih sebesar 6.693 kWh, bulan
      November 2010
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • AN OVERVIEW OF UMTS AND WIMAX NETWORKS INTEGRATION

    • Authors: Dewi Wirastuti
      Abstract: This paper gives an overview of the network integration of UMTS (Universal Mobile Telecommunication
      System) with WiMAX (Wordwide Interoperability of Microwave Access). A few proposed interworking solutions
      and seamless integration of both networks are explained. The best architecture and key procedures that will enable
      the integration both networks and handover mechanism for the seamless mobility are presented. Considering the
      trend of the current network evolution, which is the convergence between the telecommunications and broadcast
      worlds, an integration of mobile WiMAX with present 2G, 2.5G or 3G accesses into a homogeneous architecture
      goes a long way to achieve the reality of mobile broadband networks. With the advent of mobile WiMAX, a mobile
      broadband wireless access solution and based on all-IP (Internet Protocol) based OFDMA (Orthogonal Frequency
      Division Multiple Access) technology, an UMTS-WiMAX
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGARUH PENAMBAHAN KARET SILIKON TERHADAP SUDUT KONTAK HIDROPOBIK DAN
           KARAKTERISTIK ARUS BOCOR PERMUKAAN PADA BAHAN RESIN EPOKSI

    • Authors: Abdul Syakur, Ika Novia, Sarjiya Sarjiya, Tumiran Tumiran, Hamzah Berahim
      Abstract: Currently, polymer materials such as epoxy resin have been used as an insulator in the distribution and
      transmission line. Some advantages of using this epoxy resin material having the dielectric properties are better than
      porcelain and glass insulators. On the other side, epoxy resins are also disadvantage the surface is hygroscopic. For
      the repair was done by adding the surface properties of silicone rubber material
      This paper describes the effect of adding silicone rubber against contact angle of hidrophobicity and surface
      leakage current characteristics of epoxy resin materials ( Di-Glycidyl Ether of Bisphenol A (DGEBA) and
      Methaphenylene-Diamine (MPDA). The study was conducted in the laboratory using the electrode method IEC
      587:1984 with NH4Cl contaminants. The voltage applied to the epoxy resin sample at 3.5 kV and 50 Hz frequency
      The experimental results showed that the addition of silicon rubber in epoxy resin makes the surface material
      contact angle increases. The higher percentage of silicone rubber, the greater the contact angle and the longer time
      required for the occurrence of surface discharge.
      PubDate: 2012-11-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SOFT AND SOFTER HANDOVER PERFORMANCE OF CDMA

    • Authors: Lina wati, Ngurah Indra Erawan, Eka Yayuk Fransiska Simak
      Abstract: One of telecommunication providers in Indonesia applies CDMA2000 1x technology. The technology has
      many advantages such as larger channel capacity of BTS (Base Transceiver Station). On the other hand, the
      capacity depends on user’s density. Therefore to guarantee voice connection when user or mobile station (MS) is
      always moving from one cell to others, handover technique is needed. However the technique can be failed for many
      reasons. Therefore impact of call attempt on softer and soft handover performance is investigated. Hence the paper
      examined soft – softer handover performance of CDMA in BTS (Base Transceiver Station), BSC, and Sectors in
      both sub-urban and rural areas in Denpasar, Bali with area code of 0361.
      The research has been done in rural and suburban area with call area code ‘0361’. The analyses included
      regression and simple linear correlation applications. The results showed that number of call attempts affected the
      failure of soft and softer handover technique dominantly. Generally, average level of success both handover in both
      rural and suburban area were about 99% which are above KPI (Key Performance Indicator) reference at 98.50%.
      However in rural area, other factors such as blocking called attempt and error called number have caused the softer
      handover failure.
      PubDate: 2012-11-18
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM PENGENDALI TEMPERATUR UNTUK PROSES PASTEURISASI ALAT-ALAT MEDIS

    • Authors: Pratolo Rahardjo
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sebuah prototipe alat pengendali temperatur untuk
      proses pasteurisasi alat-alat medis. Alat-alat medis yang ada di laboratorium medis, poliklinik, ataupun rumah sakit,
      pada umumnya terbuat dari kaca atau logam. Sebelum dan setelah digunakan untuk bekerja, alat-alat medis ini harus
      disucihamakan atau disterilkan dari berbagai macam bakteri atau mikroorganisme. Proses pensterilan yang
      diterapkan adalah proses pasteurisasi. Pada proses pasteurisasi ini, metode yang digunakan adalah pemanasan alatalat
      medis dengan temperatur tinggi dan waktu lama (High Temperature Long Time, HTLT), serta alat-alat medis
      dipanaskan dengan temperatur rendah dan waktu lama (Low Temperature Long Time, LTLT).
      Pasteurisasi dengan suhu HTLT dilakukan dengan cara pemanasan alat-alat medis selama 20 menit pada
      temperatur 85 – 100°C dengan menggunakan pemanas (heater). Sedangkan pasteurisasi dengan LTL dilakukan
      dengan cara proses pemanasan alat-alat medis pada temperatur jauh di bawah 85°C selama 10 menit.
      Pada penelitian ini dilakukan pembuatan prototipe sistem pengendali temperatur pada proses pasteurisasi alatalat
      medis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancang-bangun alat atau sistem. Bagian-bagian
      sistem pengendali temperatur pada proses pasteurisasi alat-alat medis ini terdiri atas dua bagian, yaitu rangkaian
      utama dan rangkaian pelengkap. Rangkaian utama terdiri atas rangkaian sensor temperatur, rangkaian komparator,
      dan rangkaian saklar transistor dan relay, rangkaian ADC, rangkaian BCD ke SSD. Rangkaian pelengkap terdiri atas
      rangkaian pewaktu, rangkaian pengendali pemanas. Dengan adanya sistem pengendali ini, akan terwujud suatu alat
      yang murah, mudah pengoperasian, dan handal untuk proses pasteurisasi alat-alat medis, sehingga para tenaga medis
      dapat bekerja secara lebih efektif dan efisien. Penelitian ini mengambil lokasi di Laboratorium Elektronika, JTE FT
      UNUD.
      Beberapa kelemahan sistem pengendali temperatur pada proses pasteurisasi alat-alat medis ini antara lain :
      tidak dapat digunakan sebagai sistem pengendali temperatur di bawah 0 °C, tidak dapat digunakan untuk
      mengendalikan beberapa variabel temperatur masukan, dan tidak dapat dikendalikan secara jarak jauh dengan tanpa
      kabel (wireless remote control). Diharapkan pada penelitian berikutnya, beberapa kelemahan tersebut dapat diatasi
      dengan baik.
      PubDate: 2012-10-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI RADIO DIGITAL SEBAGAI REMOTE KONTROL
           SAKLAR LAMPU PADA BANGUNAN BERBUDAYA BALI

    • Authors: I Nyoman Pramaita
      Abstract: Sistem komunikasi radio digital dapat digunakan untuk mentransmisikan data antar perangkat elektronik tanpa
      mengunakan kabel. Salah satu wujud kolaborasi antara bangunan berbudaya Bali dengan sistem komunikasi radio
      digital adalah dapat dibuat suatu prototipe yang dapat menghidupkan dan mematikan lampu pada bangunan berbudaya
      Bali pada jarak kurang lebih 6 m. Prototipe ini dapat membantu pemilik bangunan dalam menghidupkan dan mematikan
      lampu pada bangunan berbudaya Bali, khususnya pada saat musim hujan untuk mengurangi resiko yang dapat
      ditimbulkannya.
      PubDate: 2012-10-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM VERIFIKASI ONLINE MENGGUNAKAN BIOMETRIKA WAJAH

    • Authors: I Nyoman Piarsa, Riza Hisamuddin
      Abstract: Sistem verifikasi online menggunakan biometrika wajah adalah sebuah sistem kontrol keamanan akses web
      yang menggunakan biometrika wajah. Sistem verifikasi bertujuan untuk menerima atau menolak identitas yang
      diklaim oleh seseorang. Sistem ini dibagi dalam dua proses penting yaitu proses pendaftaran dan proses pengenalan.
      Proses pendaftaran adalah proses dimana seorang pengguna mendaftarkan dirinya dalam suatu web dan kemudian
      melakukan pendaftaran wajah, data wajah yang telah terdaftar akan digunakan untuk proses selanjutnya yaitu proses
      pengenalan. Proses pedaftaran wajah menggunakan pendeteksian wajah yang menggunakan library OpenCV. Proses
      verifikasi menggunakan sistem pengenalan yang menggunakan metode Eigenface.
      Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa, biometrika dapat diterapkan dan digunakan sebagai sistem
      verifikasi yang berbasiskan web secara online. Metode eigenface dalam proses pengenalan dapat digunakan sebagai
      sistem keamanan tambahan dengan menggunakan nilai ambang 1,2 dan penggunaan 4 eigenface. Pemilihan nilai
      ambang dan eigenface dapat disesuaikan dengan kebutuhan keamanan yang diinginkan. Nilai ambang dan
      penggunaan eigenface bersifat berlawanan arah dimana semakin kecil nilai ambang dan semakin besar penggunaan
      eigenface maka keakuratan sistem semakin akurat, dan sebaliknya sistem keakuratan sistem menjadi berkurang.
      PubDate: 2012-10-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • KAJIAN POTENSI IMPLEMENTASI CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DI LINGKUNGAN
           POLITEKNIK NEGERI BALI

    • Authors: Ni Wayan Wisswani
      Abstract: Politeknik Negeri Bali (PNB) sebagai salah satu institusi elemen pendidikan juga layaknya sebuah perusahaan
      yang selalu harus menjaga kepuasan para stakeholdernya. Salah satu cara terkini untuk memuaskan stakeholder
      adalah dengan penerapan Customer Relationship Management (CRM) berbasis komputer online. Implementasi
      CRM, sebagai suatu teknologi yang akan membantu melakukan manajemen hubungan pelanggan dan institusi, akan
      dapat membantu Politeknik Negeri Bali untuk menambah jumlah stakeholder baru, meningkatkan hubungan dengan
      para stakeholder yang telah ada dan mempertahankannya. Hal tersebut tentu saja dapat menjadi sebuah cara agar
      PNB dapat memenangkan persaingan antar perguruan tinggi negeri lainnya. CRM dapat membantu PNB mengenali
      treatment apa yang tepat yang akan membuat perolehan informasi yang diperlukan para stakeholder menjadi mudah,
      cepat dan detil sesuai dengan harapan dan kebutuhan para stakeholder.
      PubDate: 2012-10-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PERANGKAT LUNAK KONVERSI DIAGRAM ALIR MENJADI KODE PROGRAM PASCAL

    • Authors: I Made Sukarsa, Duman Care Khrisne
      Abstract: The most important thing in making a program is to design algorithms. One of the design algorithm is a
      flowchart depiction of the most frequently used. Flowchart is visualization of run the command that states the
      program's operation, then the appropriate flow chart will be able to produce the program.
      Guided by mastering the basics of algorithms and syntax equivalent in Pascal and modeling of the database
      is expected to develop applications for the conversion of flowcharts into Pascal program code. The results of this
      study is expected to assist in facilitating student learning Pascal programming language
      PubDate: 2012-10-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SKALA RUMAH TANGGA URBAN DAN
           KETERSEDIAANNYA DI INDONESIA

    • Authors: Nyoman Kumara
      Abstract: Indonesia terletak di daerah katulistiwa sehingga memiliki intensitas penyinaran matahari yang baik
      sepanjang tahun. Kondisi penyinaran ini potensial untuk digunakan dalam pembangkitan listrik tenaga
      surya (PLTS). Pemanfaatan tenaga matahari untuk pembangkitan listrik sebenarnya sudah dilakukan
      sejak cukup lama namun aplikasinya masih terbatas pada sistem berdaya kecil atau yang lebih dikenal
      dengan solar home system (SHS). SHS ini biasanya merupakan bantuan pemerintah yang diberikan secara
      subsidi dan masyarakat pedesaan menggunakannya sebagai sarana penerangan di malam hari untuk
      mengganti lampu minyak tanah. Dalam konteks ini terlihat bahwa pendekatan yang digunakan bersifat
      top-down sehingga selama ini perkembangan SHS sangat tergantung pada program pemerintah dan sejauh
      ini kontribusi energi listrik surya nasional masih sangat kecil.
      Masyarakat perkotaan merupakan komponen yang cukup besar dalam komposisi populasi Indonesia.
      Sebenarnya kelompok masyarakat ini hampir semuanya berada dalam jangkauan jaringan listrik PLN
      namun demikian mereka memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan dengan masyarakat
      pedesaan dalam pemanfaatan PLTS seperti daya beli, tingkat pendidikan, serta pemahaman tentang
      lingkungan dan penyelamatannya. Di samping itu, peranan energi listrik dalam kehidupan masyarakat
      urban sudah sangat melekat sehingga ketidaktersediaan energi tersebut akan berpengaruh langsung
      terhadap kehidupan mereka seperti produktifitas dan kenyamanan. Beberapa ciri positif yang dimiliki
      masyarakat urban ini bisa dijadikan penggerak pemasyarakatan PLTS perkotaan yang bersifat swakarsa
      dan swakelola. Melalui pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat kota ini diharapkan akan menjadi
      komponen penting dalam upaya peningkatan kapasitas terpasang PLTS nasional untuk mencapai target
      sekitar 5% energi listrik terbarukan pada tahun 2025 seperti ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional.
      Salah satu prasyarat dalam perluasan pemanfaatan PLTS adalah ketersediaan peralatan dan
      komponen PLTS tersebut. Tulisan ini mencoba untuk meninjau ketersediaan sistem PLTS di Indonesia
      yang kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan rumah tangga di perkotaan. Ketersediaan yang dimaksud
      meliputi data tentang kapasitas dan vendor dari komponen PLTS. Informasi tentang ini diharapkan dapat
      dijadikan sebagai salah satu acuan cepat untuk mengetahui perkembangan PLTS di Indonesia khususnya
      bagi masyarakat yang tertarik untuk memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber pembangkit listrik
      PubDate: 2012-10-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • IMPLEMENTASI SISTEM AUTENTIKASI JARINGAN HOTSPOT UNIVERSITAS UDAYANA
           DENGAN MENGGUNAKAN OPEN SOURCE FREERADIUS

    • Authors: Pande sudiarta
      Abstract: Universitas Udayana sudah menyediakan layanan akses hotspot di beberapa Fakultasnya baik yang berada di
      Kampus Denpasar, Kampus Nias, maupun di Kampus Bukit Jimbaran. Untuk dapat memanfaatkan layanan hotspot,
      user harus login terlebih dahulu dan melewati proses autentikasi username dan password. Saat ini user account digenerate
      dari ticket printer yang terpasang ke masing-masing akses poin yang ada di Universitas Udayana. Melihat
      banyaknya layanan hotspot yang ada di Universitas Udayana, tentunya akan menyulitkan user karena masingmasing
      hotspot mempunyai account yang berbeda-beda. Sehingga dilakukan penelitian bagaimana
      mengimplementasikan sistem autentikasi terpusat menggunakan open source freeradius dan mysql sebagai database
      user serta mengimplementasikan manajemen sistem yang berbasis web interface untuk memudahkan administrator
      atau operator dalam mengelola user.
      Hasil penelitian ini akan dipakai sebagai sistem yang akan menangani autentikasi user jaringan hotspot secara
      terpusat di Universitas Udayana. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan metode analisis
      deskriftif yaitu menganalisis data-data hasil pengujian yang dilakukan dan menarik kesimpulan dari hasil analisis
      tersebut. Pengujian dilakukan dengan menguji kestabilan sistem dalam menangani permintaan autentikasi dalam
      jumlah yang banyak yang login dalam waktu yang bersamaan, menerapkan secondary server, melakukan pengujian
      seberapa signifikan pengaruh jarak terhadap time latency autentikasi user dengan account radius, pengujian time
      latency autentikasi user yang akses ke extended akses poin baik yang menggunakan gelombang radio dan fiber optik
      dengan account radius. Dalam mengimplementasikan sistem autentikasi radius diperlukan server radius yang akan
      menangani proses autentikasi, autorisasi dan accounting user. Semua hotspot yang terintegrasi dengan server radius
      akan melakukan autentikasi ke sebuah server radius.
      Dengan menerapkan web based administration interface, maka administrator atau operator dapat dengan
      mudah dalam mengelola user karena berbasis web interface dan bisa diakses dari mana saja dalam satu jaringan
      Universitas Udayana. Administrator bisa membuat laporan dan menganalisis pemakaian hotspot berdasarkan
      accounting record yang ditampilkan melalui web based. Time latency autentikasi antara menggunakan account
      ticket dengan account radius tidak menunjukkan selisih yang signifikan, jarak dan media transmisi juga tidak
      berpengaruh signifikan terhadap time latency autentikasi user. Setelah dilakukan pengujian, sistem radius mampu
      menangani autentikasi user dalam jumlah yang banyak yang login secara bersamaan dan dengan menerapkan
      secondary server, sistem autentikasi bisa tetap berjalan dengan stabil. Dari sistem radius, administrator bisa
      mendapatkan data-data yang diperlukan untuk pengembangan layanan jaringan hotspot di Universitas Udayana
      menjadi lebih baik untuk kedepannya.
      PubDate: 2012-10-19
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • DESIGN AND DEVELOPMENT OF MOBILE LEARNING APPLICATIONS USING DRUPAL

    • Authors: N.M.A.E.D Wirastuti
      Abstract: The growth of the mobile industry is an important aspect in the link of the global village. Another aspect is the
      Internet. The introduction of VoIP, video conferencing, emailing and TV reviewing also support the communication
      becoming much easier. The Internet becomes a reliable source of information; Users learn more from the Internet
      than anywhere else. Therefore, there are many educational institutions publishing their learning material on the
      Internet. So that e-learning becomes an essential learning method now days. Student can access the learning material
      everywhere, every time. While the mobile industry offers many 3G services, mobile operators still lack of the
      application that allowing users to access learning material while on the move. Mobile learning is an excellent
      solution to solve this problem. This will be supported by mobile features improvement, cheaper and faster data rates.
      This paper gives a simple idea of developing mobile learning where users can access learning material in similar
      way to blackboard via mobile devices, called blackboard mobile.
      PubDate: 2012-10-18
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENERAPAN METODE PENDEKATAN TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN SISTEM
           DISTRIBUSI

    • Authors: Rukmi Sari Hartati, I Wayan Sukerayasa
      Abstract: Metode pendekatan teknik dipergunakan untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi dengan menentukan lokasi recloser yang optimal pada penyulang- penyulang yang akan ditingkatkan keandalannya, sehingga diperoleh nilai indeks keandalan yang lebih baik. Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode tersebut untuk meningkatkan keandalan pada penyulang Penebel dan Marga untuk memenuhi target PLN ke depan yakni mencapai WCS (World Customer Service) serta WCC (World Class Company) yaitu SAIFI = 3 kali/pelanggan/tahun dan SAIDI = 100 menit/pelangggan/tahun. Dari hasil penelitian pada 2 penyulang tersebut diperoleh nilai indeks keandalan SAIDI dan SAIFI untuk kedua penyulang tersebut sudah mendekati target WCS dan jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelum dipasang recloser. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pendekatan teknik untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi cocok untuk diterapkan, terutama pada sistem distribusi di Bali.
      PubDate: 2012-08-16
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SEGMENTASI CITRA RETINA DIGITAL RETINOPATI DIABETES UNTUK MEMBANTU
           PENDETEKSIAN MIKROANEURISMA

    • Authors: I Ketut Gede Darma Putra, I Gede Suarjana
      Abstract: Retinopati diabetes merupakan komplikasi mikro vaskuler yang dapat terjadi pada penderita diabetes dan menyerang fungsi penglihatan. Gejala klinis dari penyakit ini adalah munculnya mikroaneurisma yang merupakan pembengkakan pembuluh darah berukuran mikro dan dapat terlihat sebagai titik-titik kemerahan pada retina. Sistem segmentasi citra retina digital untuk membantu pendeteksian mikroaneurisma adalah sistem yang dikembangkan untuk melakukan segmentasi terhadap citra retina sehingga citra retina yang dihasilkan layak digunakan sebagai masukan pada sistem identifikasi mikroaneurisma. Pada penelitian ini dilakukan kombinasi terhadap metode-metode seperti variasi grayscale (grayscale biasa, red channel, green channel, blue channel), filter Gaussian, histogram modifikasi (histogram ekualisasi dan adaptif histogram ekualisasi), binerisasi (iterasi dan threshold ganda), filter median dan pelabelan komponen terhubung. Pengujian masing-masing kombinasi dilakukan pada citra retina yang berasal dari basis data Departement of Ophthamology, Faculty of Medicine,University of Kuopio, Finland dan dihitung akurasi dengan membandingkan hasil penandaan dokter antara citra asli dan citra hasil segmentasi. Hasilnya kombinasi metode dengan grayscale green channel, filter Gaussian, adaptif histogram ekualisasi 9 x 9, Threshold ganda dengan T1=70 dan T2=90, dan filter median memberikan akurasi sistem yang paling tinggi yaitu sebesar 94%.
      PubDate: 2012-08-16
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • RANCANG BANGUN MOBILE EDUGAME SEBAGAI SALAH SATU INOVASI PEMBELAJARAN
           DALAM PENGENALAN IKATAN ATOM PADA MATAPELAJARAN KIMIA UNTUK SISWA SEKOLAH
           MENENGAH ATAS

    • Authors: Ida Bagus K Widiartha, Heri Wijayanto
      Abstract: Wyatt Slooper mengemukakan bahwa dalam proses belajar, pelajar belajar: 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, 70% dari apa yang dikatakan, 90% dari apa yang dikatakan dan dilakukan. Penelitian ini mencoba menawarkan inovasi yang memungkinkan mendengar, melihat dan melakukan sehingga memberikan efek penyerapan yang maksimal. Inovasi tersebut adalah mobile edu game, yaitu permainan yang bertujuan memberikan materi pelajaran melalui media game sehingga siswa dapat menerima pelajaran sembari bermain, permainan yang mengasikan. Dengan Edugame ini juga diharapkan mengurangi dampak negative bermain game dan meningkatkan dampak positifnya. Dalam penelitian ini dibuat sebuah mobile edu game yang memberikan tantangan kepada pengguna dalam merangkai sebuah senyawa/unsur kimia, dengan dukungan J2ME dan MIDP. Senyawa dibentuk dengan mengisi struktur senyawa terlebih dulu dari atom-atom yang tersedia sehingga membentuk ikatan/senyawa. Pada level yang rendah ditawarkan struktur atom yang sederhana, kemudian meningkat kerumitannya sesuai dengan levelnya, disamping itu juga ada beberapa constrain yang membuat permainan menjadi lebih menarik, seperti gangguan dan waktu penyusunan. Implementasi penelitian ini menghasilkan sebuah game yang dapat dijalankan pada hand phone yang telah mendukung Java (java enabled), dengan demikian pengguna hand phone akan mendapatkan hiburan yang secara tidak langsung mendapat pelajaran khususnya mengenai ikatan kimia.
      PubDate: 2012-08-16
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PROFIL SISTEM KELISTRIKAN BALI PASCA GI PEMECUTAN KELOD DAN PLTU 780 MW
           CELUKAN BAWANG BEROPERASI

    • Authors: I Made Mataram
      Abstract: Peningkatan kebutuhan energi listrik di Bali bukan saja akan mengakibatkan penambahan pembangkit listrik tetapi juga berakibat pada penambahan GI baru seperti GI Pemecutan Kelod dan PLTU Celukan Bawang,  Pengoperasian pembangkit dan GI ini akan memberikan perubahan pada  profil sistem kelistrikan Bali. Profil sistem kelistrikan 150 kV (tegangan, arus, daya aktif  dan  reaktif) di Bali setelah beroperasi pembangkit listrik PLTU Celukan Bawang dan GI Pemecutan Kelod akan dibahas pada penelitian ini. Analisis mencakup perhitungan aliran daya untuk sistem yang baru dan dibandingkan dengan sistem yang lama. Hasil analisis menunjukkan bahwa profil sistem kelistrikan Bali menjadi lebih baik, tegangan masih dalam batas-batas toleransi ± 5%, terjadi penurunan arus dan aliran daya pada seluruh saluran transmisi serta pada tahun 2011 Bali masih mampu mensuplai pertumbuhan beban.
      PubDate: 2012-08-15
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENDETEKSIAN KANKER PARU–PARU DENGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET
           DAN METODE LINEAR DISCRIMINANT ANALYSIS

    • Authors: Hanung Tyas Saksono, Achmad Rizal, Koredianto Usman
      Abstract: Kanker merupakan pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal yang memiliki karakteristik yang khas. Kanker yang sudah menyebar dan tidak dapat terkontrol lagi, biasanya akan menyebabkan kematian. Kanker paru-paru lebih sering menyebabkan pria meninggal dibanding kanker lain, dimana yang sering menjadi penyebab kanker paru-paru adalah merokok. Cara yang digunakan untuk mendeteksi kanker paru-paru ialah melalui pemeriksaan hasil foto rontgen dada. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu sistem aplikasi yang dapat mendiagnosa citra paru-parudan mengklasifikasikan paru-paruke dalam tipe kanker, normal atau efusi serta menganalisa performansi sistem yang digunakan dalam proses pengenalan citra paru-paru. Proses pendeteksian diawali dengan pemrosesan awal pada citra paru-paru, proses ekstraksi ciri menggunakan Transformasi Wavelet, dan proses klasifikasi menggunakan Linear Discriminant Analysis (LDA). Pemrosesan awal dilakukan untuk membuang informasi yang tidak dibutuhkan dalam pengolahan citra. Proses ekstraksi ciri dilakukan dengan cara mengurangi dimensi citra paru- paru yang akan menjadi masukan pada proses pengenalan menggunakan LDA. Pada penelitian ini citra latih yang digunakan adalah 60 buah citra, yang terdiri dari 20 kelas citra kondisi normal, 20 kelas citra kondisi kanker, dan 20 kelas citra kondisi efusi. Citra uji yang akan digunakan juga berjumlah 60 buah citra, yang tediri dari 20 citra untuk masing-masing kelas. Akurasi yang dihasilkan sistem pada pendeteksian kanker paru-paru ini sebesar 100% untuk citra latih dan 95% untuk citra uji.
      PubDate: 2012-08-15
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGARUH POWER SYSTEM STABILIZER PADA SISTEM TENAGA LISTRIK DENGAN UNIT
           PEMBANGKIT TERSEBAR

    • Authors: Agung Budi Muljono
      Abstract: Deregulasi pada sistem tenaga saat ini membawa kecenderungan untuk membangun unit-unit pembangkit yang letaknya tersebar dekat dengan pusat-pusat beban. Beroperasinya unit pembangkit tersebar membawa kecenderungan transfer daya inter dan antar area menjadi berkembang yang mengakibatkan perubahan titik operasi pembangkitan dan masalah pada stabilitas dinamis sistem. Perbaikan stabilitas dinamis sistem tenaga dapat ditingkatkan dengan pemasangan Power System Stabilizer (PSS). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemasangan PSS pada satu pusat pembangkit terhadap perbaikan stabilitas dinamis keseluruhan unit/pusat pembangkit lain termasuk unit pembangkit tersebar yang terkoneksi ke jaringan. Penelitian dilakukan secara simulasi dengan program aplikasi MatPower 3.0 dan MATLAB 7.0.4. Pembangkit tersebar (DG) yang diteliti adalah PLTMH yang masuk ke salah satu bus pada sistem 14 bus dan 3 pusat pembangkit. Hasil penelitian menunjukkan PSS yang dipasang di Pembangkit Ampenan memberikan perbaikan nilai eigen (AVR+PSS Pembangkit Ampenan), koefisien redaman dan koefisien sinkronisasi rata-rata berturut-turut sebesar 65.90%, 49.84% dan 78.04 % untuk berbagai operasi pembebaban. Perbaikan ini juga mempengaruhi unjuk kerja keseluruhan pembangkit termasuk DG, kecuali waktu steady state perubahan kecepatan sudut DG tetap (tidak mengalami perbaikan) sebesar 1.80 detik.
      PubDate: 2012-08-15
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PERBANDINGAN UNJUK KERJA ANTARA PANEL SEL SURYA BERPENJEJAK DENGAN PANEL
           SEL SURYA DIAM

    • Authors: Syafaruddin Ch
      Abstract: The ability to produce electrical energy at Solar Power Plant  is highly dependent on the magnitude and duration of sun exposure on the solar cell panels. The movement of the sun from east to west that periodicity in every day is a problem at  the  optimization generation of electricity at  Solar Power Plant   if using solar panel that motionless. This is because the solar cell panel can not catch the maximum sun exposure. To solve the above problem then designed a solar cell panel  tracker  capable of follo-wing the movements of the sun. Then conducted a test to see the performance of solar cell pa-nel  tracker  and compare it with the performance of solar cell panel was motionless. The testing doing along 6 days, with way to irradiate the panel of solar cells  tracker  and panels of solar cell motionless with sun exposure  along a  full day. Then the electric current generated each panel were recorded. The comparison of current then generating comparison of electric power delivery. The result show that the solar cell panel  tracker  produce the average current is 2.19 A whereas solar-cell panel still 1.97 A.  This result   indicate that average power for solar cell panel  tracker  39.41 W while for solar cell panel that motionless is  35.46 W. These results indicate that the performance of solar cell panel  tracker  better than  solar cell panel motionless.
      PubDate: 2012-08-15
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • MODEL INSTALASI LISTRIK YANG DAPAT MENCEGAH BAHAYA KEBAKARAN PADA BANGUNAN

    • Authors: Susiono ono
      Abstract: Kasus kebakaran yang diduga karena listrik masih sering terjadi. Dari tahun 1991 sampai 2006 kasus kebakaran di Jakarta yang diduga karena listrik mencapai rata-rata 50% dari total kasus kebakaran. Peluang terjadinya kebakaran karena listrik dapat terjadi karena adanya usaha pengurangan kualitas intalasi listrik baik disengaja maupun tak disengaja dan perilaku menyimpang dari pengguna listrik. Adanya peraturan untuk instalasi listrik dan penggunaan peralatan canggih, ternyata masih belum bisa menjamin supaya tidak terjadi kebakaran karena listrik. Semua ini masih dimungkinkan terjadi karena sampai saat ini PT.PLN sebagai pemasok listrik hanya memasang pengukur konsumsi energi (KWh meter) dan pembatas daya tersambung (MCB) saja. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan di lapangan, penyimpangan penggunaan instalasi listrik terjadi setelah serah terima pekerjaan pemasangan instalasi listrik, artinya hal ini lebih didasari perilaku pelanggan pemakai listrik. Untuk bisa mengantisipasi perilaku yang kurang baik tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan; yaitu dengan menerapkan model sistem intalasi listrik dengan pengaman yang komprehensip. Pada paper ini diusulkan model sistem instalasi listrik yang dilengkapi sistem pengaman terpadu yang dapat mengamankan instalasi listrik secara teknis dan dapat juga diantisipasi perilaku pengguna listrik yang kurang baik dan menyimpang.
      PubDate: 2012-08-15
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK
           KONSTRUKSI

    • Authors: I.A. Rai Widhiawati
      Abstract: Pelaksanaan proyek konstruksi umumnya mempunyai rencana dan jadwal . Pembuatan rencana proyek mengacu  pada perkiraan saat rencana pembangunan dibuat. Masalah dapat timbul apabila ada ketidaksesuaian antara rencana dengan pelaksanaannya. Dampaknya adalah keterlambatan pelaksanaan dan meningkatnya biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab utama dari faktor-faktor penyebab keterlambatan. Kuesioner didistribusikan kepada kontraktor yang berada di Kotamadya Denpasar dan terdaftar sebagai anggota GAPENSI Bali. Dari 216 kontraktor Gred 2-7 di Kotamadya Denpasar, diambil sampel 56 dengan menggunakan metode Stratified Proportionate Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Statistik Non Parametrik dengan analisis Kendall W menggunakan program SPSS 14.0 for Windows. Menurut Andi et al. (2003) dan Proboyo (1999), faktor-faktor keterlambatan dikelompokkan menjadi 10 faktor, selanjutnya dipaparkan dalam kuesioner. Sebagai responden adalah Project Manager, Site Manager, dan Pelaksana Lapangan pada masing-masing kontraktor. Dari 168 responden yang turut berpartisipasi, dapat disimpulkan bahwa faktor tenaga kerja mempunyai tingkat kesepakatan/keselarasan yang paling dominan. Penyebab utama adalah keahlian tenaga kerja. Dapat ditunjukkan dengan nilai statistik hitung > statistik tabel (242.260 >12.592) dan probabilitas < 0.05 (0.00 < 0.05), Ho ditolak berarti ada keselarasan diantara  responden tentang pengaruh faktor keterlambatan yang mempengaruhi. Serta nilai W sebesar 0.241 berada diantara 0.20-0.399, berarti tingkat keselarasan antara responden adalah rendah.
      PubDate: 2012-08-13
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • ANALYSIS POSITIONING OF NOTEBOOK PRODUCED BY HEWLETT PACKARD (HP) IN BALI
           PROVINCE

    • Authors: Ni Wayan Sukerayasa, I Putu Gde Sukaatmadja, Nym Dayuh Rimbawan
      Abstract: Nowadays notebook is not a luxurious thing any more, but has been one of  the things that should be obligatorily owned by high school student, university student, and practitioners. The competition among the notebooks has been getting tight. The reason is that they have been produced with almost similar attributes, qualities, and design but different prices. This study aims at (1) identifying the similarity between the notebook produced by Hewlett Packard (hp) and those produced by its competitors such as, IBM, Sony, Acer and Toshiba, (2) identifying the consumers perception of the notebook produced by Hewlett Packard (hp) and of those produced by its competitors, (3) identifying what is the superiority of the notebook produced by Hewlett Packard (hp) compared with the superiority of those produced by its competitors, and (4) identifying what strategy is relevant in strengthening the positioning of the notebook produced by Hewlett Packard (hp). The samples were determined by purposive sampling, and the respondents employed totaled 100 spreading over Denpasar City. To achieve maximum result, Multi Dimensional Scaling (MDS) was applied as the instrument of analysis to identify the similarity among the notebooks and Correspondence Analysis (CA) was employed as the instrument of analysis to identify the superiority of each variable of every notebook. The result of the study show that the notebook produced by Hewlett Packard (hp) is perceived to resemble those produced by IBM, Sony, and Toshiba. This means that the notebook produced by Hewlett Packard (hp) competes against those produced by IBM, Sony, and Toshiba, and that it does not compete against that produced by Acer. The notebook produced by Hewlett Packard (hp) is superior in the variables of product varieties, post sales, distribution channels, and promotion. The notebook produced by IBM superior in the variable product quality, while that produced by Sony is superior in the variable of product  design, that produced by Toshiba is superior in the variable of  brand image, and that produced by Acer is superior in the variable of price. To strengthen the positioning of the notebook produced by Hewlett Packard (hp), the relevant strategy is perpetually differentiating the product, maintaining the superior variable by creating new varieties, continuously improving the post sales service to every customer, expanding the distribution channels to the regencies, and keeping increasing promotion.
      PubDate: 2012-08-13
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • ALAT PENJADWAL ON-OFF TITIK BEBAN RUMAH TANGGA YANG DIAKSES DENGAN TELEPON
           DTMF

    • Authors: Pratolo Rahardjo
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat suatu alat penjadwal on-off titik beban rumah tangga yang terkendali jarak jauh dengan menggunakan saluran telepon. Alat ini berguna bagi rumah tangga yang penghuninya mempunyai mobilitas keluar daerah yang tinggi. Sehingga mengurangi rasa khawatir terhadap rumahnya yang ditinggalkan, baik terhadap pencurian, pemborosan daya listrik, kerusakan alat-alat elektronik ataupun menghindari kelembaban. Penggunaan listrik di rumah tangga dapat dioptimalkan sebaik mungkin. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah rancang-bangun, yang diawali dengan studi pustaka dan simulasi perangkat lunak terlebih dahulu. Penelitian ini mengambil lokasi di Laboratorium Elektronika, Jurusan Teknik Elektro FT. UNUD. Alat penjadwal on-off titik beban rumah tangga ini masih mempunyai beberapa kelemahan, antara lain : kapasitas jumlah titik beban yang terbatas (8 buah), tidak adanya backreport lagi untuk kondisi suatu titik beban kepada pengirim atau pengendali, dan alat ini tergantung kepada suatu provider jaringan telekomunikasi. Diharapkan pada penelitian berikutnya, ketiga kelemahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
      PubDate: 2012-08-13
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • MODEL ANTRIAN PADA PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

    • Authors: Putu Ayu Rhamani Suryadhi, Nichson Jp Manurung
      Abstract: Jika ingin mendapatkan layanan kesehatan pada sebuah rumah sakit atau klinik, biasanya harus mengantri untuk menunggu giliran dilayani. Jenis layanan kesehatan sangat sulit untuk ditentukan trafiknya, karena kapan orang sakit atau membutuhkan layanan kesehatan sulit untuk diketahui. Penelitian ini menganalisa dan menentukan model antrian pelayanan kesehatan di Poli Bedah dan Poli Mata di Rumah Sakit Umum Sanglah berdasarkan pola kedatangan, waktu layanan dan distribusi jumlah dokter yang melayani pasien dengan menggunakan distribusi frekuensi. Berdasarkan karakteristiknya dan dinotasikan kedalam notasi Kendall maka model antrian pada pelayanan kesehatan di Poli Bedah dan Poli Mata Rumah Sakit Umum Sanglah digolongkan kedalam sistem antrian M/M/n, dimana kedatangan pasien terdistribusi, waktu pelayanan terhadap pasien terdistribusi normal dan jumlah dokter yang melayani pasien terdistribusi seragam yaitu lebih dari satu orang.
      PubDate: 2012-08-13
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • RANCANG BANGUN WEB SERVICE PEMBERITAHUAN DINI TERINTEGRASI VOICE OVER
           INTERNET PROTOCOL DAN KOMUNIKASI SELULER UNTUK KEAMANAN LINGKUNGAN
           PERUMAHAN

    • Authors: Gusti Agung Ayu Putri, Putu Ayu Rhamani Suryadhi
      Abstract: Kejahatan, khususnya perampokan di rumah tangga di Bali akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan yang meningkat baik secara kuantitas maupun kualitas. Secara kualitas kejahatan yang terjadi bukan hanya terbatas pada pencurian, akan tetapi sampai pembunuhan. Pengakuan seorang penjahat yang melakukan pembunuhan menunjukkan bahwa pembunuhan dilakukan bila korban melihat dan karenanya dapat mengidentifikasi penjahat. Jika dalam rumah tangga tertimpa kejadian darurat seperti perampokan atau kecelakaan, permintaan bantuan cepat bisa dilakukan dengan menekan nomor telepon tertentu yang berbeda untuk setiap kejadian dengan menggunakan telepon seluler. Melalui pengintegrasian Web Service dengan perangkat jaringan komunikasi seluler dan Voice of Over Internet Protocol (VOIP), maka pesan sms cepat bisa dikirimkan ke tetangga atau instansi terkait. Selain itu suatu perangkat lunak Open Source Software (OSS) dapat menjadi solusi alternative pemakaian properiaty software. Pengembangan aplikasi menjadi sangat relevan dan penting karena adanya dukungan pemerintah Indonesia bagi pemanfaatan OSS melalui program Indonesia Goes Open Source (IGOS) sejak tahun 2004. Dengan demikian diharapkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan komunikasi ini melalui permintaan bantuan cepat terhadap kejadian darurat dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan rumah tangga . Lebih jauh aplikasi system ini diharapkan bermanfaat lebih luas seperti di obyek pariwisata dan masyarakat luas umumnya.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGARUH KUAT DAN DISTRIBUSI ARUS TERHADAP KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN
           KROM PADA STONEWARE DAN EARTHENWARE

    • Authors: A A Alit Triadi
      Abstract: Proses pelapisan elektroplating dapat dilakukan pada material non logam seperti pada produk stoneware dan earthenware, namun sebelumnya perlu diberi lapisan tipis carbon (thin layer carbon). Hal ini dilakukan agar permukaan material non logam tersebut bersifat sebagai konduktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekerasan dan ketebalan lapisan krom pada permukaan material keramik-gerabah (non konduktor). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental (true experimental research). Dalam penelitian ini digunakan dua variabel terikat yaitu ketebalan lapisan krom dan kekerasan. Proses elektroplating  dilakukan dengan kuat dan distribusi arus berbeda-beda. Sampel atau benda uji dibuat dengan ukuran 4 x 8 x 0.5 cm. Selanjutnya agar bahan uji (bahan non konduktor) tersebut mampu sebagai konduktor dalam proses elektroplating maka sebelumnya dilapisi dengan lapisan karbon tipis. Ketebalan lapisan akan semakin meningkat seiring dengan naiknya kuat arus dan bertambahnya titik distribusi arus. Nilai ketebalan paling kecil didapatkan pada pelapisan dengan kuat arus 0.24 A dan satu titik distribusi arus yaitu 0.0010 mm, sedangkan ketebalan maksimum didapatkan pada kuat arus 0.7 A dengan tiga titik distribusi arus sebesar 0.00233 mm. Kekerasan permukaan berdasarkan hasil uji kekerasan Vickers akan semakin meningkat dengan naiknya kuat arus dan bertambahnya titik distribusi arus. Nilai kekerasan paling kecil didapatkan pada pelapisan dengan kuat arus 0.24 A dan satu titik distribusi arus yaitu 105 HVN, sedangkan kekerasan maksimum didapatkan pada kuat arus 0.7 A dengan tiga titik distribusi arus sebesar 115 HVN.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGONTROLAN SUHU MEDIA TANAM JAMUR TIRAM BERBASIS LOGIKA FUZZY

    • Authors: Syafaruddin Ch
      Abstract: Dalam proses pasteurisasi jamur tiram, pengontrolan suhu media tanam jamur tiram biasanya masih dilakukan secara konvensional. Cara yang biasa dilakukan ialah dengan  memperbesar atau memperkecil api yang digunakan dalam proses pemanasan atau pengukusan. Proses pengontrolan secara konvensional dirasakan tidak efektif karena membutuhkan perhatian serius agar suhu ruangan pasteurisasi tetap stabil sekitar 70ºC . Faktor kelupaan manusia, sebagai operator pengontrolnya  disamping menyebabkan proses pasteurisasi tidak berhasil juga akan menyebabkan pemborosan penggunaan bahan-bakar. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, maka pada penelitian ini mencoba untuk merancang suatu alat yang dapat mengontrol suhu pasteurisasi secara elektronik, yang kemudian  dapat  mengontrol aliran bahan bakar yang digunakan sesuai kebutuhan. Prinsip pengontrolan didasarkan pada logika fuzzy yang diaplikasikan pada  Mikrokontroler AT89S52. Dari hasil pengujian yang dilakukan, suhu pasteurisasi yang diinginkan  dapat tercapai dalam waktu sekitar 19 menit dan peralatan yang dibuat dapat menjaga suhu ruangan stabil sekitar 70ºC selama proses pasteurisasi berlangsung.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENERAPAN TEKNOLOGI VOIP UNTUK MENGOPTIMALKAN PENGGUNAAN JARINGAN INTRANET
           KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA

    • Authors: Pande Ketut Sudiarta, Gede Sukadarmika
      Abstract: Jaringan intranet Universitas Udayana telah menghubungkan ketiga lokasi kampus, yaitu Kampus Bukit, Kampus Sudirman, dan Kampus Nias.  Lokasi kampus yang terpisah-pisah dan kampus Bukit yang memiliki area yang cukup luas memerlukan prasarana teleponi yang memadai.  Selama ini, komunikasi teleponi masih memanfaatkan provider seperti PT Telkom, walaupun komunikasi telepon hanya untuk komunikasi antar fakultas atau antar fakultas dengan rektorat di area kampus bukit.  Demikian juga untuk komunikasi telepon antar lokasi kampus yang berbeda. Walaupun beberapa fakultas dan juga gedung Rektorat memiliki perangkat PABX namun keberadaan kebanyakan hanya melayani komunikasi dalam satu gedung saja.  Pemanfaatan intranet kampus UNUD baru dimanfaatkan untuk akses Internet, akses Sistem Informasi dan untuk videoconference. Dengan beban trafik yang ada, jaringan intranet masih memungkinkan untuk dibebani dengan trafik yang lebih tinggi. Dengan demikian, untuk mengoptimalkan pemanfaatan bandwith,  diupayakan dengan mengembangakan sistem teleponi berbasis VoIP yang memanfaatkan infrastruktur yang ada. Tujuan yang ingin dicapai adalah menyediakan fasilitas telepon internal kampus yang tidak berbayar. Melalui teknologi VoIP ini,  komunikasi dapat dilakukan dengan beberapa cara baik menggunakan telepon analog maupun softphone yang dapat diinstall di masing-masing PC atau laptop. Hal ini nanti tentu akan memberikan efisiensi waktu bagi civitas karena mudah dihubungi dan secara langsung akan berdampak pada efisiensi biaya telekomunikasi di kampus. Infrastruktur yang dikembangkan menggunakan protokol SIP memanfaatkan Free Software Linux Fedora sebagai Operating System, Asterisk dan Ondo sebagai aplikasi server.  Di sisi pemakai, perangkat telepon dapat menggunakan dua model, pertama menggunakan softphone  yang ditujukan untuk personal dengan memanfaatkan nomor induk pegawai (NIP) atau nomor induk mahasiswa (NIM) sebagai nomor telepon. Model telepon ini aksesnya dapat melalui laptop atau PC.  Sedangkan, model yang kedua menggunakan Hardware FXS ditujukan untuk pesawat fix telepon di masing-masing fakultas dan jurusan. Sebagai operator menggunakan perangkat IP-phone.Hasil yang dicapai dan perbandingan secara teori penggunaan codec jenis G711 memiliki nilai MOS yang terbaik dan kompatibe diaplikasikan untuk berbagai layanan seperti FAX dan integrasi PBX namun memiliki bitrate yang lebih tinggi. Selama pemenelitian belum dapat ditunjukkan perubahan trafik yang ada mengingat perlu waktu untuk adaptasi pemanfaatan teknologi walaupun telah diusahakan menggunakan sosialisasi penggunaan perangkat VoIP ini kepada pegawai internal UNUD.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SIMULATOR PENGATUR LAMPU LALU LINTAS BERDASARKAN WAKTU DAN KEPADATAN
           KENDARAAN BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52

    • Authors: IGAP. Raka Agung
      Abstract: Sistem kontrol lampu lalu lintas sangat diperlukan untuk mengatur lalu lintas di persimpangan jalan. Agar sistem kontrol bekerja dengan baik untuk mengatasi kemacetan  salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disesuaikan dengan waktu dan hari saat  kondisi lalulintas normal, padat maupun lengang. Dari data kepadatan lalulintas yang didapat di lapangan dilakukan perhitungan untuk mendapatkan waktu dan lama nyala lampu lalulintas yang disimulasikan dengan peralatan yang dikendalikan oleh mikrokontroler AT89S52. Mikrokontroler yang difungsikan sebagai sistem kontrol lampu lalu lintas dilengkapi dengan real time clock (RTC) DS1307, dimana RTC ini akan digunakan sebagai acuan  waktu yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Data waktu yang didapat dari perhitungan dimasukan ke EEPROM eksternal AT24C04 melalui tombol edit waktu dan tanggal  yang nilainya bisa diubah-ubah sesuai dengan kondisi di lapangan dan juga ditampilkan pada display LCD 16x2. Display lampu lalulintas berupa 12 led dan  dilengkapi juga dengan tombol pengaturan darurat yang diatur secara manual. Dari data volume lalu lintas yang diperoleh dapat diklasifikasikan waktu dan kondisinya yaitu kondisi padat 1 (pukul 07.00-09.00), padat 2 (pukul 11.00-14.00), padat 3 (pukul 16.00-19.00), lengang (pukul 00.00-05.00) dan normal (selain waktu padat dan lengang). Hasil perhitungan nilai nyala lampu lalu lintas yang diperoleh dari persimpangan Jl Waribang-WR.Supratman Denpasar yaitu nyala lampu hijau masing-masing phase dan siklus optimum. Hasil perhitungan nilai nyala lampu lalu lintas yang diperoleh dari persimpangan Jl Waribang-WR.Supratman Denpasar yaitu siklus optimum dan nyala lampu hijau masing-masing phase. Untuk Hari Senin – Kamis untuk kondisi padat 1 didapat 45 detik, 15 detik dan 20 detik, kondisi padat 2 didapat 38 detik, 19 detik dan 9 detik, kondisi  padat 3 didapat 39 detik, 10 detik, 19 detik dan untuk kondisi normal didapat 30 detik, 7 detik dan 13 detik. Untuk Hari Jumat – Minggu untuk kondisi padat 1 didapat 37 detik, 13 detik dan 14 detik, kondisi padat 2 didapat 39 detik, 9 detik dan 20 detik, kondisi  padat 3 didapat 38 detik, 8 detik, 20 detik dan untuk kondisi normal didapat 28 detik, 8 detik dan 10 detik. Realisasi simulator sistem kontrol lampu lalu lintas berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, diharapkan dapat digunakan sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga dapat mengurangi kemacetan.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • APLIKASI KONVERSI FLOWCHART KE KODE PROGRAM BAHASA PEMROGRAMAN PL/SQL
           MYSQL

    • Authors: I Made Sukarsa
      Abstract: Flowchart merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Orang dengan mudah dapat memahami urutan proses dari program yang dibuat dengan melihat flowchart saja. Setelah flowchart selesai dibuat barulah dilakukan proses menulis program (coding) sesuai dengan flowchart yang telah dibuat menggunakan bahasa pemrograman yang diinginkan. Proses menulis program (coding) memerlukan keahlian khusus untuk melakukannya. Orang yang akan melakukan coding haruslah mengetahui struktur dari bahasa pemrograman yang digunakan dan paham dengan bahasa pemrograman tersebut, sehingga banyak orang yang tidak bisa melakukannya atau orang yang sedang belajar pemrograman kesulitan dalam melakukannya. Salah satunya terjadi pada saat pemrograman PL/SQL pada  Mesin MySQL. Oleh sebab itu, dibuat aplikasi konversi flowchart ke dalam bentuk kode program bahasa pemrograman PL/SQL khusus untuk database MySQL. Pada Aplikasi ini, pengguna hanya perlu menggambar flowchart pada aplikasi dan kode program PL/SQL MySQL yang bersesuaian dengan flowchart tersebut akan tercipta dan telah diuji dapat berjalan sesuai ketentuan.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • DESAIN ALGORITMA DAN SIMULASI ROUTING UNTUK GATEWAY AD HOC WIRELESS
           NETWORKS

    • Authors: Nixson Meok
      Abstract:   Routing protocol to the wireless ad hoc networks is very needed in the communication process between some terminals, to send the data packet through one or several node(s) to the destination address where the network typology is always changing. Many previous works that discussed about routing ad hoc both for manet (mobile ad hoc networks) and wireless networks, but the emphasis have more focus on comparing the performance of several routing ad hoc. While in this work, there is a bulding of routing algorithm model to gateway in land to the nodes that analogized as a boat that move on the sea. With the assumption that the communication inter terminals to radio band of Very High Frequency, thus algorithm that built in the simulation based on the range gap of the HF frequency. The result of this simulation will be developed as the platform to implement the service development of multiuser communication
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • IMAGE ENHANCEMENT MENGGGUNAKAN METODE LINEAR FILTERING DAN STATIONARY
           WAVELET TRANSFORM

    • Authors: Silvester Tena
      Abstract: The aim of the research is image enhancement using the linear filtering and the Stationary Wavelet Transform (SWT) method. The linear filtering method using in this research is median filter, low pass filter and wiener filter and the SWT method using wavelet haar/db1. The Noise as input for source image is salt&pepper and gaussian. The quality of image enhancement determined by qualitative and quantitative assesments. Quantitative performance of the method can be measured by MSE and PSNR. The research shows that ever greater of  the noise density cause the value of MSE uphill progressively but the value of PSNR decrease progressively. The qualitative assessment depend on the everyone perception to the image enhancement. The result obtained shows that the SWT method better than linear filtering method.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • ANALISIS PENGGUNAAN FILTER AKTIF SHUNT UNTUK MENANGGULANGI THD DI RSUP
           SANGLAH

    • Authors: I Wayan Rinas, Antonius Ibi Weking
      Abstract: Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP) memiliki tingkat THD (Total Harmonics Distortion)  arus yang tidak sesuai dengan standar IEEE 159-1992. THD arus yang berlebih dapat menyebabkan berbagai kekurangan. Untuk mengatasi masalah ini digunakan filter aktif shunt berbasis inverter. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi penggunaan filter aktif menggunakan sofware simulink MATLAB 7.0.4 Hasil analisis menunjukan pemasangan filter aktif menyebabkan terjadi penurunan kandungan THD arus dan THD tegangan pada feeder yang bermasalah. Kandungan THD arus dan THD tegangan telah sesuai dengan IEEE 152-1992. Daya distorsi harmonisa pada sistem mengalami penurunan dan terjadi peningkatan faktor daya mendekati unity power factor pada feeder.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM VERIFIKASI MODUL MODULASI FM (FREKUENSI MODULASI) MENGGUNAKAN
           BAHASA PEMROGRAMAN MATLAB

    • Authors: Putri Santiary
      Abstract: Perancangan modul modulasi FM (Frekuensi Modulasi) menggunakan bahasa pemrograman Matlab dibuat untuk melihat unjuk kerja dari modulasi FM yang berupa gelombang termodulasi dan spektrum sinyal dari gelombang termodulasi tersebut. Modul modulasi FM ini berupa simulasi menggunakan bahasa pemrograman Matlab, diaplikasikan dengan menginputkan data sesuai dengan parameter yang ada pada modulasi FM, maka akan diperoleh tampilan-tampilan gelombang baik untuk sinyal input, sinyal carrier, sinyal termodulasi, dan spektrum sinyal termodulasi. Dengan perancangan modul modulasi FM diharapkan nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan praktikum untuk mata kuliah Dasar Teknik Telekomunikasi.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • ANALISA PENANGGULANGAN THD DENGAN FILTER PASIF PADA SISTEM KELISTRIKAN DI
           RSUP SANGLAH

    • Authors: I Nengah Suweden, I Wayan Rinas
      Abstract: Sistem kelistrikan RSUP Sanglah terdiri dari lima buah MDP (Main Distribution Panel) yang melayani begitu banyak beban yang menuntut kualitas tegangan dan arus yang baik demi kelancaran pelayanan kesehatan. Dari hasil simulasi THD (Total Harmonic Distortion) pada beban listrik di RSUP Sanglah dengan simulink MATLAB 7.04, untuk THDv sudah sesuai standar sedangkan untuk THDi pada beberapa MDP tidak sesuai dengan standar yang diperbolehkan yaitu IEEE standard 519 – 1992. Dengan hasil THDi bervariasi antara 4,68% – 17,84% dan THDv bervariasi antara 0,46% - 3,77%. Dengan pengoperaian filter pasif, THD arus mengalami penurunan. Sehingga THD arus dan THD tegangan memenuhi standar IEEE 152-1992. THD arus setelah pemakaian filter memiliki nilai terendah pada 2,36 % hingga nilai tertinggi pada 2,97%. Setelah penambahan filter pasif, maka daya distorsi sistem kelistrikan di RSUP Sanglah menurun dari 40.484,068 VA menjadi 15.437,219 VA. Sehingga daya distorsi mengalami penurunan dengan total penurunan untuk keseluruhan feeder adalah 25.046,85 VA.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM VERIFIKASI BIOMETRIKA TELAPAK TANGAN DENGAN METODE DIMENSI FRAKTAL
           DAN LACUNARITY

    • Authors: Ketut Gede Darma Putra
      Abstract: Sistem pengenalan diri secara otomatis dengan telapak tangan merupakan teknologi biometrika yang masih relatif baru. Permasalahan utama dalam sistem pengenalan dengan telapak tangan adalah bagaimana memperoleh ciri telapak tangan tersebut. Penelitian ini memperkenalkan pendekatan baru untuk menghasilkan ciri telapak tangan yaitu dimensi fraktal dan derajat kekosongan fraktal (lacunarity). Skor pencocokan dua telapak tangan dihitung dengan metrika korelasi. Sistem diuji menggunakan sekitar 1250 telapak tangan milik 250 responden. Hasil percobaan menunjukkan sistem mampu menghasilkan tingkat keberhasilan sekitar 98%  atau FAR = 1.9139 %, FRR = 1.9139%, T = 0.2364.
      PubDate: 2012-08-09
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • SISTEM TRANSAKSI PENJUALAN KAIN GRINGSING BERBASIS MOBILE (MOBILE
           COMMERCE)

    • Authors: G M Arya Sasmita, Putu A Bayupati, Gerlan A Manu
      Abstract: Kain Gringsing merupakan jenis kain tenun dobel ikat yang sangat langka di dunia. Terdapat tiga negara yang memproduksikan kain gringsing saat ini yaitu di Indonesia, Jepang dan India. Di Indonesia, kain gringsing diproduksi di Bali tepatnya di Kabupaten Karangasem di desa Tenganan. Salah satu toko seni di kawasan desa Tenganan yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan non-domestik adalah Wisnu Art Shop. Banyaknya minat pembeli dari negara sendiri maupun pembeli asing menjadi salah satu penunjang perlu dibuatnya suatu sistem transaksi secara on-line berbasis WAP atau lebih dikenal dengan nama M-Commerce. Dengan sistem ini pengguna dapat memesan kain gringsing melalui perangkat mobilephone. Detail data kain gringsing dapat diketahui dengan mudah dari gambar, ukuran hingga harganya. Pesanan barang akan dikirim ke alamat pemesanan sesuai data yang diberikan oleh pengguna setelah pembayaran dilakukan. Pembayaran dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening pemilik yang tertera pada aplikasi mobile commerce ini. Teknologi WAP yang terus berkembang pada saat ini memungkinkan pengguna mobilephone untuk mengakses internet dengan mudah dan cepat dengan kecepatan transfer data  mencapai 115 Kbps. Ditambah lagi teknologi 3G yang didukung oleh WAP yang telah berkembang pada saat ini. Dengan teknologi tersebut sistem transaksi penjualan berbasis WAP atau M-Commerce ini akan mendukung dalam pemesanan dan pemasaran kain gringsing ke daerah-daerah di luar wilayah Tenganan, luar Bali maupun luar negara Indonesia.
      PubDate: 2012-08-07
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGARUH RADIASI GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK TERHADAP KESEHATAN MANUSIA

    • Authors: I B. Alit Swamardika
      Abstract: Radiasi pada dasanya adalah suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium. Gelombang radio, sinyal televisi, sinar radar, cahaya tak terlihat, sinar-x dan sinar gamma merupakan contoh-contoh gelombang elektromagnetik. Tingkat paparan gelombang elektromagnetik dari berbagai frekuensi berubah secara signifikan sejalan dengan perkembangan teknologi yang menimbulkan kekhawatiran bahwa paparan dari gelombang elektromagnetik ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan fisik manusia. Banyak kalangan mengklaim bahwa gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh alat-alat listrik dapat mengganggu kesehatan pengguna dan orang-orang yang berdiri di sekitarnya. Anggapan ini dibenarkan oleh para ahli bidang telekomunikasi, namun tidak sedikit pula bantahan-bantahan oleh beberapa pihak yang menyangkal sebaliknya.
      PubDate: 2012-08-07
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PENGEMBANGAN ANALISIS ALIRAN DAYA DENGAN MEMPERHITUNGKAN PENGARUH KUALITAS
           ENERGI LISTRIK

    • Authors: antonius Ibi Weking
      Abstract: Permasalahan kualitas energi listrik akhir-akhir ini mendapat perhatian besar berkenaan dengan meningkatnya kerugian energi listrik. Penurunan kualitas daya dalam keadaan “steady state” yang berlangsung cukup lama dapat mempengaruhi pemakaian energi listrik dari system / peralatan-peralatan distribusi. Untuk melakukan analisis kualitas energi listrik pada sistem tenaga yang kurang baik ini, dibuatkan model analisis aliran daya dengan memperhitungkan karakteristik pemakaian energi dari komponen-komponen utamanya. Aliran daya yang dipakai adalah pengembangan metode fast decoupled untuk analisis aliran daya tiga phasa pada sistem distribusi radial. Model pengembangan analisis aliran daya diuji pada sistem distribusi radial dengan komponen utamanya seperti saluran, transformator daya, dan motor induksi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengaruh turunnya kualitas energi listrik menyebabkan meningkatnya rugi-rugi listrik pada sistem distribusi radial.
      PubDate: 2012-08-07
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
  • PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP EFEKTIVITAS E-KIOS DESTINASI PARIWISATA BALI

    • Authors: I Made Sudarma
      Abstract: Teknologi merupakan salah satu aspek yang tidak bisa dipisahkan, karena dengan adanya teknologi mempermudah komunikasi. Dunia industri pariwisata tidak bisa lepas dari peran teknologi. Dari penelitian ini diharapkan wisatawan baik lokal maupun mancanegara memberikan persepsinya terhadap efektivitas e-Kios sehingga ke depan dapat menjadi sumber informasi yang handal tentang pariwisata Bali.        Alat ukur yang digunakan dalam  dalam penelitian ini adalah menggunakan skala likert dari rensis  guna mendapatkan pesepsi total dari efektivitas e-Kios pariwisata Bali. Dalam penelitian didapat adanya suatu fakta bahwa e-Kios pariwisata Bali belum mencapai hasil maksimal dengan kata lain kurang efektif dikarenakan belum secara murni online sehingga informasi e-Kios tidak up-date. Meskipun demikian e-Kios mendapat respon positif karena menambah pencitraan Bali sebagai destinasi favorit. Seperti halnya informasi spiritual dan sosial budaya Bali tetap menjadi informasi yang paling dibutuhkan wisatawan. Harapan kedepan informasi e-Kios lebih dimaksimalkan termasuk segi brainware, hardware dan software.
      PubDate: 2012-08-07
      Issue No: Vol. 13 (2012)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.80.29.228
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016