for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Udayana (Total: 28 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 28 of 28 Journals sorted alphabetically
Archive of Community Health     Open Access  
Buletin Studi Ekonomi     Open Access   (Followers: 3)
Buletin Veteriner Udayana     Open Access   (Followers: 3)
Cakra Kimia (Indonesian E-J. of Applied Chemistry)     Open Access  
E-J. of Cultural Studies     Open Access  
e-J. of Linguistics     Open Access   (Followers: 2)
E-J. of Tourism     Open Access   (Followers: 5)
E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana     Open Access   (Followers: 7)
Ecotrophic : J. of Environmental Science     Open Access  
Indonesia Medicus Veterinus     Open Access   (Followers: 1)
Intisari Sains Medis     Open Access  
J. of Marine and Aquatic Sciences     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan     Open Access  
Jurnal Energi Dan Manufaktur     Open Access  
Jurnal Ilmiah Mahasiswa SPEKTRUM     Open Access  
Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan (Veterinary Science and Medicine J.)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Kajian Bali (J. of Bali Studies)     Open Access  
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law J.)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis dan Kewirausahaan     Open Access   (Followers: 3)
Jurnal Master Pariwisata (J. Master in Tourism Studies)     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Matematika     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Spektran     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Udayana Mengabdi     Open Access  
Jurnal Veteriner     Open Access   (Followers: 1)
Majalah Ilmiah Peternakan     Open Access   (Followers: 1)
Majalah Ilmiah Teknologi Elektro : J. of Electrical Technology     Open Access   (Followers: 2)
Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (J. of The Built Environment)     Open Access  
Sport and Fitness J.     Open Access   (Followers: 2)
Journal Cover Majalah Ilmiah Teknologi Elektro : Journal of Electrical Technology
  [2 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1693-2951
   Published by Universitas Udayana Homepage  [28 journals]
  • Cover Vol 16 No. 2 Mei-Agustus 2017

    • Authors: Lie Jasa
      Abstract: Cover Vol 16 No. 2 Mei-Agustus 2017
      PubDate: 2017-09-30
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Metode Contrast Stretching untuk Perbaikan Kualitas Citra pada Proses
           Segmentasi Video

    • Authors: I Made Dwi Putra Asana, I Made Oka Widyantara, N.M.A.E.D Wirastuti, Ida Bagus Putu Adnyana
      Pages: 1 - 6
      Abstract: Paper ini mengusulkan contrast stretching sebagai perbaikan kualitas citra untuk meningkatkan hasil segmentasi pada proses segmentasi video. Data video yang digunakan merupakan video pemantauan aktifitas pergerakan garis pantai. Frame dari video yang digunakan memiliki komposisi cahaya matahari berbeda-beda sesuai dengan waktu akuisisi data. Dibutuhkan suatu teknik untuk mengatasi pengaruh cahaya matahari pada frame video. Contrast stretching diimplementasikan untuk memperbaiki nilai kontras pada frame sehingga obyek pada frame terlihat jelas. Dengan obyek yang terlihat jelas pada frame dapat meningkatkan hasil dari proses segmentasi. Pengujian implementasi contrast stretching sebagai preprocessing pada proses segmentasi dilakukan dengan metode silhouette coefficient. Implementasi contrast stretching sebagai preprocessing dalam segmentasi citra dapat menghasilkan segmentasi lebih baik dibandingkan tanpa preprocessing. Hal tersebut dinyatakan berdasarkan nilai silhouette width dari masing-masing hasil segmentasi citra.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p01
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Optimasi Pemasangan dan Kapasitas Kapasitor Shunt pada Jaringan Distribusi
           Penyulang Menjangan

    • Authors: Chandra Wimartono Manurung, I Wayan Sukerayasa, Rukmi Sari Hartati
      Pages: 7 - 12
      Abstract: Optimasi pemasangan dan kapasitas kapasitor shunt pada Penyulang Menjangan dilakukan untuk kompensasi daya reaktif pada jaringan distribusi primer sehingga dapat memperbaiki faktor daya, mengurangi rugi-rugi jaringan dan memperbaiki profil tegangan pada jaringan distribusi Penyulang Menjangan setelah dilakukan pemasangan kapasitor shunt. Untuk mendapatkan nilai yang optimum dari parameter-parameter tersebut, menggunakan proses optimasi dengan metode Capacitor Sizing – Radial Network. Dari hasil studi simulasi optimasi kapasitor shunt pada Penyulang Menjangan, diperoleh letak optimum dari kapasitor shunt pada jarak 92.724 ft (27,82 km) dari sumber atau jika digambarkan pada diagram segaris berada sebelum Bus 28 (GR 122) dengan kapasitas 1.800 kVAR. Setelah dilakukan pemasangan kapasitor shunt tersebut, faktor daya naik dari kondisi awal simulasi 0,79 menjadi 0,91, tegangan pada Bus 91 (GR 115) mengalami peningkatan sebesar 16,4% (dimana kondisi awal simulasi 75,05% naik menjadi 91,42%) serta penurunan rugi-rugi jaringan sebesar 29,3%.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p02
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Studi Analisis Kapasitas Pengaman Kopel dalam Mensuplai Daya di Bandara
           Internasional Ngurah Rai Saat Hilangnya Suplai Daya dari Penyulang Gayatri
           dtau Penyulang Bandara

    • Authors: yoga armika, dyana arjana, wayan rinas
      Pages: 13 - 19
      Abstract: Hilangnya suplai daya listrik dapat diakibatkan oleh gangguan atau pekerjaan jaringan, untuk menjaga kontinuitas daya listrik di bandara Internasional Ngurah Rai saat hilangnya suplai daya dilakukan manuver beban. Manuver beban dilakukan dengan menghubungkan bus beban Bandara I dan bus beban Bandara II menggunakan bantuan kopel . Kopel  dilengkapi pengaman rele arus lebih yang bekerja dengan membandingkan besar input arus dengan setting rele. Hasil yang diperoleh setelah analisa dengan perhitungan manual yaitu nilai nominal  beban Bandara I dan beban Bandara II sebesar 300 A, didapat setting arus lebih pada  kopel sebesar Iset = 180 A, waktu kerja rele 0.025 detik dengan Tms = 0.052 SI dan untuk setting GFR didapat setting arus sebesar Iset = 28.028 A dengan Tms = 0,008 SI. Simulasi dilakukan dengan memberi gangguan di bus beban Bandara I, dimana rele akan bekerja dengan waktu 0.025 detik untuk memerintahkan PMT pada kopel lepas, sehingga tidak mengganggu jaringan di sisi Penyulang Ngurah Rai I dan Penyulang Ngurah Rai II, sehingga kontinuitas daya beban Bandara II tetap terjaga.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p03
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Studi Analisa Koordinasi Relai GFR Incoming Busbar 20 KV dan GFR Saluran
           untuk Mengamankan Gangguan Satu Phasa ke tanah di Transformator 3 Gardu
           Induk Kapal

    • Authors: I Gede Krisnayoga Kusuma, I Gede Dyana Arjana, I Wayan Arta Wijaya
      Pages: 20 - 24
      Abstract: Disruption of the distribution system is generally caused by a short circuit that causes overcurrent, one single phase short circuit to ground. Single phase to ground disturbances that occurred at the feeder should be secured by a ground fault relays in feeders. However, due to an error of coordination, interference with the feeder perceived also to the incoming side of the transformer so that ground fault relays on the incoming 20 kV ordered PMT 20 kV at the transformer side open. Working time ground fault relays in feeders Peguyangan is for 0.25 seconds. While working time ground fault relays in the incoming 20 kV is for 0.5 seconds. This indicates that differences in work time relay by 0.25 seconds is considered selective. The event of disruption of the ground phase, GFR relay coordination in securing the area of ''interference must be gradual. Where the value of working time ground fault relays in the base should be longer than the time ground fault relays working on a feeder. It aims to work ground fault relays working order, so that errors can be avoided in the security and do not lead to the spread of disturbed areas.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p04
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Evaluasi Layanan Broadband Campus Dengan Menggunakan Framework Cobit 4.1

    • Authors: Fajar Tri Prabowo, NMAE Dewi Wirastuti, I Nyoman Satya Kumara
      Pages: 25 - 30
      Abstract: Abstract - Broadband campus is a high speed internet service with high transfer rate that implemented within the campus area. The sole purpose of this service is to optimize the internet network in certain area that is still lack of a high speed internet connection. This paper will ellaborate more on the evaluation of certain ongoing broadband campus service at Mahasaraswati University in Denpasar by using COBIT 4.1 Framework. This evaluation is intended to enhance the user effectiveness through existing services. This evaluation was conducted through certain mini-survey by using the broadband campus IT service by examining the university students satisfaction through series of interviews and questionnaires. The conclusion that was inferred through the surveys is that the broadband services within the university gain a subsequently low existing maturity level with 1.9 mark in the COBIT Framework scale. One of the major reason of why the service acquire low satisfaction level within the university is due the students in Mahasaraswati University did not manage to optimize the broadband campus service in the first place
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p06
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Studi Pengelolaan Energi Listrik di Perusahaan Pengolahan Daging PT.
           Soejasch Bali

    • Authors: Hendri Noviyanto Pratama, Rukmi Sari Hartati, I Nyoman Satya Kumara
      Pages: 31 - 36
      Abstract: PT. Soejasch Bali adalah perusahaan pengolahan daging yang berdiri sejak 1983. Dalam paper ini dilakukan audit energi listrik dan deph interview berdasarkan kuesioner USAID – ICED untuk mengetahui Intensitas Konsumsi Energi di bangunan non produksi sebesar IKE 87,412 kWh/m2 dan mengetahui Konsumsi Energi Spesifik untuk perhitungan secara keseluruhan karena berupa perusahaan produksi sebesar 887,62 kWh/Ton. Peluang Hemat Energi yang bisa diterapkan di PT. Soejasch Bali yaitu dengan pengaturan jam operasional yang menghasilkan 5% penghematan energi yang dikonsumsi (turnitin chek 14%, 11okt2016)
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p05
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Studi Analisis Koordinasi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay
           (GFR) pada Recloser di Saluran Penyulang Penebel

    • Authors: I Dewa Gde Agung Budhi Udiana, I G Dyana Arjana, Tjok Gede Indra Partha
      Pages: 37 - 42
      Abstract: Short circuit causing over current problem and can might causing interference of the equipment performance such as distribution transformers also causing widespread disruption occurred. In resolving such interference is required as protection system on the distribution system. Seeing all above is needed coordination between the supporting component of the protection system which is consisted of Over Current Relay (OCR) and Ground Fault Relay (GFR). The research was conducted at PT. PLN (Persero) South Bali Area Network, INDONESIA on recloser in the feeder line of Penebel. OCR setting between the Relay feeder of Penebel, Recloser Celagi, Recloser Bakisan, and Recloser Benana still less selective, with time value coordination between average security was still less than 0,2 second. Then OCR setting and GFR relay feeder of Penebel, Recloser Celagi, Recloser Bakisan, and Recloser Benana was recommended for re-setting in order to minimize disruption and electric power distribution system to be reliable.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p07
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Merancang dan Mengimplementasi Modul Praktikum Pembangkit Listrik Tenaga
           Mikro Hidro di Jurusan Teknik Elektro dan Komputer Universitas Udayana

    • Authors: Achmad Bahri, Lie Jasa, Yanu Prapto Sudarmojo
      Pages: 43 - 47
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu modul praktikum PLTMH kemudian mengimplementasi modul tersebut dengan menyusun  petunjuk-petunjuk praktikum serta melakukan pengukuran. Data hasil pengukuran dalam pembahasan didapatkan dari prototipe praktikum Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang di desain. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan tiga jenis turbin, yaitu turbin sudu setengah lingkaran, turbin sudu segitiga, dan turbin sudu sirip. Hasil pengukuran tersebut dibahas dan dianalisis dengan menggunakan rumus dan program komputer Ms. Excel. Prosedur pengukuran dalam praktikum PLTMH dirancang untuk mengetahui prinsip kerja prototype PLTMH dengan mengukur Arus (I), Tegangan (V), Daya (P), Debit Air  (Q), Putaran Turbin (nt), dan Putaran Generator (ng) dengan sudut nozzle 100, 150, 200, 250, 300, 350, dan 400 untuk setiap percobaan, dengan tiga macam jenis sudu turbin, serta dapat menentukan efisiensi dan regulasinya. Berdasarkan hasil pengukuran dari prototype PLTMH yang telah dirancang, efisiensi turbin pada masing-masing sudu mencapai titik tertinggi pada sudut 300. Pada sudut tersebut, efisiensi turbin sudu setengah lingkaran sebesar 0.26, turbin sudu segitiga sebesar 0.46 dan efisiensi turbin sudu sirip sebesar 0.38. Sehingga dari ketiga jenis sudu turbin tersebut, tingkat efisiensi turbin yang paling baik berdasarkan hasil pengukuran dari prototype yang telah dirancang adalah turbin sudu segitiga yang nilai efisiensinya sebesar 0.46 atau 46%.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p08
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Rancang Bangun Pemodelan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (Pltmh)
           Menggunakan Kincir Overshot Wheel

    • Authors: I Wayan Budiarsana Saputra, Antonius Ibi Weking, Lie Jasa
      Pages: 48 - 54
      Abstract: Ketergantungan pembangkit listrik terhadap sumber energi seperti minyak solar, gas alam dan batubara yang hampir mencapai 75%, mendorong dikembangkannya energi terbarukan sebagai upaya untuk memenuhi pasokan listrik. Pada penelitian ini telah dirancang pemodelan PLTMH menggunakan kincir overshot wheel dengan bentuk sudu setengah lingkaran, diameter kincir 50cm, dan 16 jumlah sudu. Pada pemodelan ini debit air 0,1 lt/s dan head 0,6 meter. Pengukuran yang dilakukan berdasarkan posisi jatuhnya air terhadap kincir, dari posisi sudut nozzle 00, 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350 dan 400.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p09
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Perbandingan Metode SOM/Kohonen dengan ART 2 pada Data Mining Perusahaan
           Retail

    • Authors: Anak Agung Gede Bagus Ariana, I Ketut Gede Darma Putra, Linawati Linawati
      Pages: 55 - 59
      Abstract: Intisari—Penelitian ini ingin mengetahui unjuk kerja metode clustering data berbasis jaringan saraf tiruan. Menggunakan data set profil pelanggan UD. Fenny tahun 2009 dengan atribut Recency, Frequency dan Monetary. Metode clustering yang dibandingkan pada penelitian ini adalah Self Organizing Map dan Adaptive Resonance Theory 2. Evaluasi kinerja metode dilakukan dengan mengukur validasi index dari cluster yang terbentuk. Validasi cluster yang digunakan antara lain Indeks Davies-Bouldin, Indeks Dunn dan Indeks Silhouette. Hasil pengujian menunjukkan metode Self Organizing Map lebih baik dalam melakukan proses clustering data.    
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p10
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Perancancangan Jaringan Fiber To The Home (FTTH) Menggunakan Teknologi
           Gigabyte Passive Optical Network (GPON) pada Mall Park23 Tuban

    • Authors: I Putu Gede Yudha Pratama, Gede Sukadarmika, Pande Ketut Sudiartha
      Pages: 60 - 65
      Abstract: Abstrak-Perancangan jaringan ini berpusat pada sebuah mall baru yang akan dibangun pada daerah Tuban, Bali. Yang dimana mall berada pada pada luas tanah 6,981 m2. Perancangan ini menggunakan sistem IndiHome (100% fiber) dengan menggunakan GPON (Gigabyte Passive Optical Network) sebagai teknologinya. Perancangan jaringan ini, dimulai dengan perhitungan demand dan menghitung kebutuhan traffik tiap calon tenant yang akan dibagi menjadi 3 kategori jenis tenant. Dilanjutkan dengan proses merancang struktur jaringan yang dimulai dari penyambungan kabel pada closure sebanyak 48 core hingga sampai pada ONT (Optical Network Termination). Hasil analisis dengan menggunakan parameter Power Link Budget diperoleh total redaman untuk uplink dan downlink masing-masing sebesar 23,84 dB dan 23,574 dB. Margin Daya didapat sebesar 4,16 dBm. Sedangkan, Rise Time Budget diperoleh sebesar 0,25 ns untuk uplink dan 0,22 ns untuk downlink. Nilai tersebut masih dibawah standard maksimum rise time yaitu sebesar 0,5833 ns.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p12
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Analisis Unjuk Kerja Convolutional Code pada Sistem MIMO MC-DSSS Melalui
           Kanal Rayleigh Fading

    • Authors: Kadek Agus Mahabojana Dwi Prayoga, Ni Made Ary Esta Dewi Wirastuti, I Gst A. Komang Diafari Djuni Hartawan
      Pages: 66 - 71
      Abstract: Kombinasi antara sistem MIMO (multiple input multiple output), OFDM (orthogonal frequency division multiplexing), dan spread spectrum serta adanya teknik pengkodean kanal mampu mengurangi efek fading dan error yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan performansi dari sistem MIMO MC-DSSS (multi carrier-direct sequence spread spectrum) Uncoded atau tanpa pengkodean kanal dan MIMO MC-DSSS Convolutional Code atau dengan pengkodean kanal Convolutional yang melalui kanal Rayleigh Fading, ditinjau dari nilai dan grafik BER (bit error rate) berbanding Eb/No (energy per bit to noise power spectral density ratio). Penelitian ini menggunakan metode simulasi dengan menggunakan program Matlab R2015a. Hasil dari simulasi didapat unjuk kerja sistem MIMO MC-DSSS dengan Convolutional Code memiliki hasil yang lebih baik dari MIMO MC-DSSS. Pada kanal transmisi Rayleigh Fading untuk mencapi nilai BER sebesar 10-3 pada sistem MIMO MC-DSSS dengan Convolutional Code dibutuhkan Eb/No sebesar -7 dB. Sedangkan pada sistem MIMO MC-DSSS dibutuhkan Eb/No sebesar -3 dB.[turnitin 20%, 7-11-2016]
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p11
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Implementasi Pengendali Logika Fuzzy pada Navigasi Robot Penjejak Dinding

    • Authors: Gunawan Dewantoro, Deddy Susilo, Prabata Pideksa Adi
      Pages: 72 - 77
      Abstract: Navigasi merupakan salah satu kendala utama dalam perancangan robot otomatis. Metode kontrol berbasis PID yang popular dipakai menemui sejumah kendala pada sistem yang tidak pasti dan nonlinier. Keunggulan logika fuzzy sebagai metode kontrol dibandingkan kontroler konvensional adalah fleksibilitas dan kemudahan perancangan untuk sistem yang kompleks. Pada penerapan metode kontrol logika fuzzy, robot dirancang agar mampu bernavigasi secara otomatis dan dapat menelusuri peta lapangan pengujian dengan segala kondisi serta variasi secara efektif dan efisien. Peta lapangan yang digunakan sebagai pengujian adalah peta lapangan yang digunakan dalam Trinity College Fire-Fighting Home Robot (TCFFHR) Contest 2016. Untuk perangkat pemroses robot memakai mikrokontroller tipe ATMega128. Robot ini memakai sensor Sonar Range Finder (SRF) sebagai sensor utama serta menggunakan sensor infrared dan sensor garis. Dari hasil pengujian robot yang menggunakan metode kontrol fuzzy mampu bernavigasi dengan rasio kontak per putaran yang lebih baik dibandingkan metode kontrol Propotional-Derivative dan sangat efektif dalam menghadapi berbagai situasi lingkungan yang terjadi ketika bernavigasi.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p13
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Audit Infrastruktur Aplikasi Pelayanan Publik Pemerintah Kota Denpasar

    • Authors: Cokis Ratih Kumbara, Linawati Linawati, I Made Oka Widyantara
      Pages: 78 - 83
      Abstract: Salah satu Tugas Pokok dan Fungsi utama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Denpasar adalah sebagai pengelola infrastruktur aplikasi pelayanan publik di Pemerintah Kota Denpasar. Pelayanan publik berupa pelayanan kependudukan di Kota Denpasar menggunakan aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang meliputi pembuatan KTP, KK, dan Akta Kelahiran. Jika infrastruktur aplikasi pelayanan publik ini mengalami permasalahan, maka akan sangat menghambat semua proses yang berujung kepada komplain masyarakat dan berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan publik. Oleh karena itu dilakukan suatu evaluasi internal berupa audit dalam pengelolaan infrastruktur aplikasi pelayanan publik agar pihak pengelola dapat melakukan perencanaan untuk perbaikan serta peningkatan dan pengembangan infrastruktur yang telah dibangun. Audit dilakukan dengan menggunakan COBIT 4.1 sebagai kerangka kerja kontrol. Berdasarkan hasil audit dengan menggunakan Maturity Model COBIT 4.1, diperoleh tingkat kematangan pada proses AI3 (Mendapatkan dan Memelihara Infrastruktur Teknologi) yaitu berada pada level 3 (defined). Untuk penilaian secara objektif, tingkat kematangan berada diantara level 3 (defined) dan level 4 (managed and measurable) yaitu sebesar 3,53. Rekomendasi diberikan secara bertahap berdasarkan tingkat kematangan yang diperoleh dari hasil evaluasi yaitu tingkat kematangan 3 (defined) untuk dapat ditingkatkan ke tingkat kematangan 4 (managed and measurable), kemudian ditingkatkan lagi menuju tingkat kematangan ideal yaitu 5 (optimized).
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p14
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Estimator Parameter Tegangan Jaringan Tiga Fasa Berbasis D-SOGI PLL

    • Authors: Iwan Setiawan, Mochammad Facta, Ardyono Priyadi, Mauridhi Hery Purnomo
      Pages: 84 - 87
      Abstract: Phase locked loop (PLL) adalah sebuah sistem umpan balik yang memegang peran penting dalam sistem-sistem konverter terkoneksi jaringan listrik. Fungsi utama PLL adalah mendapatkan beragam informasi parameter jaringan yaitu seperti phase dan magnitude tegangan. Informasi-informasi tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar proses sinkronisasi peralatan dengan jaringan listrik. Tujuan utama paper ini adalah memodelkan sekaligus membandingkan unjuk kerja salah satu jenis PLL yang dikenal dengan nama Dual Second Order Generalized Integrator Phase-Locked Loop dengan SRF-PLL yaitu sebuah PLL yang relatif standar. Berdasarkan hasil simulasi, unjuk kerja D-SOGI PLL dalam keadaan tunaknya lebih unggul dibandingkan SRF-PLL terutama untuk kondisi jaringan listrik tiga phase tidak seimbang.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p15
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Analisis Pemasangan Filter Pasif untuk Menanggulangi Distorsi Harmonisa
           Terhadap Beban Non Linier di PT.Wisesa Group

    • Authors: Wahyu Adi Merta, I Gusti Ngurah Janardana, I Wayan Arta Wijaya
      Pages: 88 - 94
      Abstract: PT.Wisesa Group terletak di jalan Hayam Wuruk No 199 Denpasar, PT.Wisesa Group mempunya 2 gedung dan 1 bangunan gudang dimana daya yang terpasan sebesar 197 KVA. Hampir semua peralatan listrik yang ada saat ini berbasiskan mikro elektronik. Peralatan jenis ini merupakan jenis beban non linier. Pemasangan filter pasif yang bertujuan untuk meredam harmonisa yang melebihi standar IEEE 519-1992. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi penggunaan filter pasif type c menggunakan sofware etap, pengelompokkan jenis beban non linear, perhitungan daya aktif (P) dan arus beban (IL), simulasi pada sistem sebelum dan sesudah penggunaan filter pasif. Hasil analisis menunjukkan pemasangan filter pasif menyebabkan kandungan THD arus dan tegangan telah sesuai dengan standar IEEE 519-1992 yang ditentukan yaitu ' 5%. Daya distorsi harmonisa pada setiap SDP mengalami penurunan. Penempatan filter pasif type c yang terbaik untuk menurunkan THD dan distorsi daya yaitu pada SDP 5 karena dapat menurunkan THD arus terbesar yaitu 31,32 % menjadi 3,48 %.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p16
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Analisis Penataan Sel Untuk Layanan Sistem WCDMA Di Area Jalan Tengah I
           Kerobokan

    • Authors: Alit Winaya, Gede Sukadarmika, Linawati Linawati
      Pages: 95 - 103
      Abstract: In WCDMA system, signal service coverage determines quality service of telecommunication network . To give maximum network service at Jl. Tengah I Kerobokan area, thus requiring the study of the arrangement of the cell coverage on BTS Protpeliatan Sector ' and BTS AnyarKaja Sektor '. The method used is calculation the distance of base station with proper propagation model which suits the condition of both base stations, also antenna azimuth and tilting were given, and simuation using Atoll software to see the predicted coverage area of BTS. As the result, suitable propagation for BTS Protpeliatan Sector ' is Okumurra Hatta model and BTS AnyarKaja Sektor ' is Cost 231 Hatta model, maximum coverage signal service of BTS Protpeliatan Sector ' is 1,17 km and for BTS AnyarKaja Sektor ' is 1,11 km. Requirement of antenna tilt change from 0º to 0,95º for BTS Protpeliatan Sektor ' and for pada BTS AnyarKaja Sektor ', antenna tilt change from 0º to 1º and change of 30º antenna sector direction from 180º to 210º. From simulation using Atoll software with above parameters, acknowledge that area of Jl. Tengah I Kerobokan already get maximum service with received signal level pass the KPI (Key Performance Indicator) standard.  Dalam sistem WCDMA, cakupan layanan sinyal merupakan penentu kualitas layanan jaringan telekomunikasi. Untuk memberikan layanan jaringan yang  maksimal di area Jl. Tengah I Kerobokan maka dilakukan analisis penataan cakupan layanan sel pada BTS Protpeliatan Sektor ' dan BTS AnyarKaja Sektor '. Metode yang digunakan yaitu perhitungan jarak cakupan BTS dengan model propagasi yang paling sesuai dengan kondisi kedua BTS, penentuan arah azimuth dan tilting antena, serta simulasi menggunakan Atoll untuk melihat prediksi cakupan layanan BTS. Didapatkan bahwa model propagasi yang sesuai dengan BTS Protpeliatan Sektor ' adalah  model Okumurra Hatta dan BTS AnyarKaja Sektor ' adalah model Cost 231 Hatta, jarak cakupan layanan maksimum BTS Protpeliatan Sektor ' adalah sejauh 1,17 km dan pada BTS AnyarKaja Sektor ' sejauh 1, 11 km. Diperlukan perubahan tilt antena dari 0º menjadi 0,95º  pada BTS Protpeliatan Sektor ' dan perubahan sudut tilt dari 0º menjadi 1º serta perubahan arah sekorisasi antena sebesar 30º dari 180º menjadi 210 º pada BTS AnyarKaja Sektor '. Dari hasil simulasi yang dilakukan menggunakan software Atoll dengan parameter tersebut, diketahui bahwa area Jl. Tengah I Kerobokan telah mendapatkan layanan yang maksimal dengan level penerimaan sinyal yang telah memenuhi standar KPI (Key Performance Indictator).  
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p17
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Studi Analisis Pengaruh Model Sudu Turbin Pada Pembangkit Lisrik Tenaga
           Mikro Hidro (PLTMH)

    • Authors: donny christiawan, Lie Jasa, Yanu Prapto Sudarmojo
      Pages: 104 - 111
      Abstract: Intisari— Pembangkit listrik mikro hidro biasanya dibangun pada daerah yang memiliki potensi pembangkit energi listrik dalam kapasitas kecil. Perbedaan jenis – jenis sudu pada PLTMH digunakan dalam penelitian ini sehingga didapatkan hasil yang lebih efektif dengan rpm yang lebih besar, keluarangan tegangan, bentuk atau penempatan posisi nozzle. Model sudu yang digunakan yaitu sudu setengah lingkaran, sudu segitiga, sudu sirip. Pengukuran kecepatan rpm dari ketiga jenis turbin, dihitung dari 00, 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350 dan 400. Setelah mendapatkan hasil kecepatan rpm dari ketiga jenis turbin maka didapatkan hasil perhitungan torsi untuk masing – masing jenis turbin. Data luasan yang paling baik untuk menampung luasan debit air digunakan persamaan LAM 1, LAM 2, LAM 3, dan volume LAM 3. Hasil pengukuran yang telah dilakukan, diperoleh hasil pengukuran kecepatan rpm tertinggi sebesar 151,6 dan torsi tertinggi sebesar 0,017 Nm pada sudut nozzle 300 yaitu pada sudu turbin segitiga. Sedangkan untuk luasan volume debit air terbaik adalah sudu setengah lingkaran sebesar 3,19 liter. Dari hasil penelitan didapat turbin yang paling baik adalah turbin segitiga karena turbin segitiga mendapatkan rpm dan torsi optimal pada sudut 300, sedangkan sudu setengah lingkaran adalah sudu terbaik untuk menampung debit air.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p18
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Studi Pengaruh Pemasangan NGR 40 Ohm pada Uprating Transformator 2 GI
           Gianyar Terhadap Gangguan Hubung Singkat 1 Phasa Tanah

    • Authors: Arya Surya Darma, I Gede Dyana Arjana, A.A Gede Maharta Pemayun
      Pages: 112 - 117
      Abstract: Along with the development of ever-increasing burden on the GI Gianyar then the transformer unit 2 with a capacity of 30 MVA will be uprating with a capacity of 60 MVA transformer. To maintain the continuity and reliability of the flow of electrical power to the consumer , NGR (Neutral Grounding Resistance) and relay SBEF is used as the safety equipment of the short circuit 1 phase to ground was not in to the neutral point of the transformer. Uprating of transformers that have been done changes on 1 phase fault current to ground when using a direct earthing systems with a value to become 1838.21 A. While the value of the short-circuit current 1 phase to ground after pairing NGR 40 Ohm value is fixed at 288.675 A, so that the current setting and time relay SBEF fixed at 90 A and 7.067 seconds. The analysis result from the effect of installation NGR and rele SBEF on the transformer 60 MVA against short circuit 1 phase to ground has the ability good protection for the value of the fault current is able to be reduced from 1838,21 A into 288.675 A after pairing NGR 40 Ohm and time is needed SBEF to handle distractions 7.067 seconds. Intisari- Seiring dengan perkembangan beban yang terus meningkat di GI Gianyar maka transformator unit 2 berkapasitas 30 MVA akan di lakukan uprating (penggantian) dengan transformator berkapasitas 60 MVA. Untuk menjaga kontinyuitas dan keandalan aliran daya listrik sampai ke konsumen (beban), NGR (Neutral Grounding Resistance) dan rele SBEF dipergunakan sebagai peralatan pengaman dari gangguan hubung singkat phasa tanah agar arus gangguan 1 phasa ke tanah tidak sampai mengalir ke titik netral transformator. Dari uprating transformator yang sudah di lakukan terjadi perubahan pada arus gangguan 1 phasa ke tanah jika menggunakan sistem pentanahan langsung (solid grounding) menjadi 1838,21 A. Sedangkan nilai dari arus hubung singkat 1 phasa ke tanah setelah dipasangkan NGR 40 Ohm nilainya tetap sebesar 288,675 A, sehingga setting arus dan waktu rele SBEF tetap sebesar 90 A dan 7,067 detik. Hasil analisis pengaruh pemasangan NGR dan rele SBEF pada transformator 60 MVA terhadap gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah menghasilkan kemampuan proteksi yang lebih baik karena nilai arus gangguan yang mampu di kurangi dari 1838,21 A menjadi 288,675 A setelah dipasangkan NGR 40 Ohm dan waktu yang di butuhkan SBEF untuk menangani gangguan 7,067 detik.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p19
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Pemasangan DGR (Directional Ground Relay) untuk Mengatasi Gangguan
           Sympathetic Trip pada GIS Bandara Penyulang Ngurah Rai I dan Ngurah Rai II
           

    • Authors: I Nyoman Upanayana, I Gede Dyana Arjana, I Wayan Arta Wijaya
      Pages: 118 - 124
      Abstract: Gangguan 1 fasa ke tanah dapat menyebabkan terjadinya gangguan sympathetic trip yang menimbulkan arus urutan nol (arus residu) pada fasa yang terganggu. Penyulang yang memiliki sistem jaringan paralel seperti penyulang Ngurah Rai I dan Ngurah Rai II sangat rentan terjadinya gangguan sympathetic trip, karena relay GFR (Ground Fault Relay) pada penyulang Ngurah Rai I dan Ngurah Rai II tidak bisa mengamankan gangguan tersebut, maka untuk mengatasi gangguan  sympathetic trip pada penyulang Ngurah Rai I dan Ngurah Rai II pemasangan relay DGR (Directional Ground Relay) akan mencegah terjadinya gangguan tersebut, dan sistem keandalan penyulang Ngurah Rai I dan Ngurah Rai II tetap terjaga. Hasil analisis perhitungan relay DGR untuk menangani gangguan sympathetic trip didapatkan besar nilai setting relay yaitu = 9.334 A, SI, Waktu trip Arus gangguan t = 0.297, ZCT = 1 A, GPT = 34.64 kV. Jadi untuk mengatasi gangguan sympathetic trip, relay DGR sangat diperlukan jika jaringan atau penyulang beroprasi secara loop dan letaknya berdekatan satu bus.
      PubDate: 2017-08-31
      DOI: 10.24843/MITE.2017.v16i02p20
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2017)
       
  • Cover - Dewan Redaksi - Daftar Isi - Vol. 16 No. 1 Januari - April 2017

    • Authors: Lie Jasa
      Abstract: -

      PubDate: 2017-03-13
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2017)
       
  • Survey Tingkat Penggunaan Single Sign On pada 500 Situs Peringkat Teratas
           Alexa.com

    • Authors: I Wayan Manik Suhartanta, Nyoman Putra Sastra
      Pages: 49 - 52
      Abstract: Advances in Internet technology has provided a new market for the growth of the service provider. New sites appear in large numbers every year. This gives a new problem for users of the service. Users are forced to memorize many username and password to access the service. Overcoming it is a new emerging technology, the technology called Single Sign On (SSO). SSO offers simple authentication process for users to access many services sites. But the level of confidence of users and service providers, in the use of SSO technology have not been investigated. In this research shows that the rate of utilizing the SSO technology of the top 500 sites on alexa.com by 31% (155 websites). And the level of utilization of the SSO more than one provider, by 41%. In studies it appears that the most used SSO services provider is google followed by facebook and twitter. (turnitin check 9%) Keyword— Single Sign On (SSO), Computer Security, Authentication 
      DOI : 10.24843/MITE.1601.07
      PubDate: 2017-04-15
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2017)
       
  • Analisis Dan Implementasi Metode Steepest Descent Untuk Mengurangi Blur
           Pada Citra Digital

    • Authors: I Gede Adnyana
      Abstract: Seringkali dalam pengambilan suatu objek tertentu hasil citra yang didapat mengalami degradasi atau penurunan kualitas citra, salah satunya terjadinya blur yang diakibatkan oleh kamera yang tidak fokus dalam menangkap suatu objek. Oleh karena itu diperlukan perbaikan untuk citra yang terdegradasi tersebut, dalam hal ini digunakan metode Steepest Descent dalam proses pengurangan blur. Ide dasar metode ini adalah melakukan iterasi untuk mengurangi blur dengan menelusuri titik yang paling curam. Blur yang dimasukkan pada citra digital adalah Gaussian dan Motion blur yang dibangkitkan melalui suatu blur generator. Performansi yang diujikan adalah PSNR (Peak Signal to Noise Ratio) dan Similarity citra hasil pengurangan blur. Dari hasil analisis didapatkan bahwa secara umum metode Steepest Descent dapat digunakan untuk mengurangi blur, namun kurang handal mengurangi blur dengan intensitas tinggi karena menghasilkan citra dengan PSNR kurang dari 30 dB dan Similarity yang meningkat.
      PubDate: 2013-06-01
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2013)
       
  • Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Customisable Sebagai Alat
           Analisis Pengelolaan Energi Listrik Di Pt. Indovillas Bali

    • Authors: I Made Sukafona, Nyoman S Kumara, I Ketut Gede Dharmaputra
      Abstract: Sistem informasi manajemen customizable sebagai alat analisis pengelolaan energi listrik di PT. Indovillas Bali merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengelola data penggunaan energi listrik. Sistem customizable yaitu dapat disesuaikan dengan keadaan dimasing-masing vila, alur dan kebutuhan sistem dibuat dinamis agar dapat disesuaikan dengan keadaan. Dalam sistem terdapat sub-sub sistem berdasarkan para pengguna sistem yang memiliki database yang terpisah dengan hak akses sesuai dengan otoritas yang diberikan sistem. Hasil yang diharapkan dari sistem adalah report pengelolaan energi listrik yang terdiri dari  report penggunaan secara keseluruhan yang meliputi besaran konsumsi energi listrik setiap hari. Tingkat hunian kamar, serta batasan-batasan penggunaan energi listrik sebagai indikator perbandingan dengan data konsumsi energi listrik per hari Setiap bulan. Sistem juga diharapkan dapat menghasilkan potensi penghematan dari konsumsi energi listrik. Hasil dari keluaran sistem diharapkan dapat menjadi acuan utama  bagi manajer energi atau engineer dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam penggunaan energi listrik yang efisien dan efektif. Bagi top manajemen, laporan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan harga sewa vila, dan memberikan informasi lebih terperinci tentang biaya konsumsi energi dalam pertanggungjawaban kepada pemilik vila.
      PubDate: 2013-06-01
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2013)
       
  • Perancangan Photovoltaic Stand Alone Sebagai Catu Daya Pada Base
           Transceiver Station Telekomunikasi Di Pulau Nusa Penida

    • Authors: I P Eka Indrawan, Rukmi Sari Hartati
      Abstract: Salah satu perangkat dalam jaringan komunikasi seluler adalah BTS (Base Transceiver Station). BTS yang ada di pulau Nusa Penida adalah BTS Nusa Penida dengan alamat desa kutampi dengan luas 500 m2. Sistem kelistrikan BTS  Nusa Penida dipasok oleh PLN dan genset,  dimana pada saat terjadi pemadaman energi listrik pada umumnya mempergunakan genset sebagai sumber energi listrik. Penggunaan genset mengakibatkan biaya operasional sangat tinggi, untuk itu diperlukan sumber lain yang lebih efisien. Besarnya potensi insolasi sinar harian matahari di Nusa penida, bisa sebagai  alternatif lain untuk sumber energi listrik dimana energi matahari bisa sebagai energi terbarukan untuk catu daya tambahan di BTS Nusa Penida yang pada akhirnya dapat menjaga  kestabilan suplai energi listrik ke BTS dan akses masyarakat terhadap informasi melalui seluler menjadi tidak terganggu. PV (Photovoltaic) merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai energi terbarukan untuk catu daya tambahan di BTS. Sistem PV yang dikembangkan untuk mensuplai energi listrik di BTS direncanakan sebesar 25%, adalah sistem PV yang hybrid dengan suplai listrik PLN. Besar daya PV yang dibangkitkan untuk mensuplai energi listrik di BTS adalah 9 kWp, yang dihasilkan dari panel PV sebanyak 45 panel dengan kapasitas panel PV adalah 200Wp dan kapasitas baterai yang akan digunakan adalah 3.800 Ah dengan total baterai 16. Analisis kelayakan investasi PV tanpa baterai dan PV dengan baterai yang dilakukan dengan menggunakan NPV, PI dan DPP menunjukkan hasil bahwa investasi PV layak untuk dilaksanakan. Untuk nilai NPV dan PI didapatkan kedua hasil investasi (> 0). Sedangkan untuk DPP didapatkan kedua hasil investasi dihasilkan lebih kecil dari periode umur proyek yang sudah ditetapkan, yaitu selama 25 tahun.
      PubDate: 2013-06-01
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2013)
       
  • PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK DI BALI MENGGUNAKAN PENDEKATAN
           ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)

    • Authors: Putu Arya Mertasana, Gde Dyana Arjana
      Abstract: Dalam operasi sistem tenaga listrik diperlukan suatu peramalan beban listrik. Metode yang digunakan dalam meramalkan beban listrik, salah satunya adalah metode ANFIS. Dalam penelitian ini dilakukan peramalan beban listrik jangka pendek yakni peramalan beban listrik mingguan pada sistem kelistrikan Bali. Struktur ANFIS yang dilatih menggunakan model ANFIS Takagi-Sugeno dengan algoritma hybrid, 3 masukan data pelatihan untuk 1 data target, fungsi keanggotaan tipe Gbell dengan 4 fuzzy set, MSE sebesar 1e-04 dan training epoch sebanyak 540 kali. Hasil peramalan menggunakan metode ANFIS selanjutnya dibandingkan dengan hasil peramalan menggunakan metode ANN. Dari simulasi yang dilakukan, diperoleh MAPE peramalan menggunakan ANFIS sebesar 0,000293275%, sedangkan MAPE peramalan menggunakan ANN sebesar 0,160443776%. Dari hasil perbandingan tersebut, dapat dikatakan bahwa peramalan beban listrik mingguan menggunakan metode ANFIS memiliki tingkat akurasi peramalan yang lebih baik dibandingkan peramalan beban listrik mingguan menggunakan metode ANN.
      PubDate: 2013-05-25
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2013)
       
  • RANCANG BANGUN PROTOTIPE PENGHITUNG JUMLAH ORANG DALAM RUANGAN TERPADU
           BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328P

    • Authors: Raka Agung, I Made Irwan Susanto
      Abstract: Meningkatnya permintaan energi dunia akhir-akhir ini dan makin mahalnya harga minyak dunia menyebabkan makin tingginya harga energi listrik (TDL) dari PLN. Hal ini secara langsung menyebabkan biaya operasional sebuah gedung atau ruangan semakin meningkat karena pemakaian KWH energi yang harus dibayar setiap bulan. Untuk mengurangi permasalahan  ini akan dibuat prototipe  penghitung jumlah orang dalam ruangan terpadu berbasis Mikrokontroler ATMega328P. Sistem ini adalah menghitung jumlah orang yang masuk dan keluar pada sebuah ruangan menggunakan sensor infrared dengan mikrokontroler ATMega 328P sebagai pengendalinya. Peralatan ini akan memadukan kehadiran atau jumlah orang dalam ruangan dengan hidup matinya lampu penerangan dan pengkondisi udara ruangan (AC)  sehingga ruangan tetap layak digunakan dan pemakaian energinya  bisa dikurangi. Jumlah orang yang ada dalam ruangan didapat dengan mengurangi jumlah orang yang masuk dengan jumlah orang  yang ke luar dari ruangan tersebut. Jumlah orang yang ada dalam ruangan dan waktu saat itu  ditampilkan pada layar LCD.  Sistem ini juga dilengkapi rangkaian pengendali  hidup matinya lampu penerangan di depan ruangan (di luar ruangan) dengan menggunakan RTC DS 1307. Dengan pengendalian ini lampu penerangan  dapat menyala otomatis pada sore hari dan mati  saat pagi hari pada waktu yang sudah diset sebelumnya. Prototipe sistem yang dibuat sudah mampu menghitung  jumlah orang yang berada dalam suatu ruangan dan mengatur hidup mati lampu penerangan dan pengkondisi udara ruangan tersebut.

      PubDate: 2013-05-25
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2013)
       
  • ANALISA ALIRAN DAYA OPTIMAL PADA SISTEM KELISTRIKAN BALI

    • Authors: Etis Meilandari, Rukmi Sari Hartati, I Wayan Sukerayasa
      Abstract: Bali saat ini merupakan daerah dengan tingkat pertumbuhan yang cukup pesat, Hal ini tentu saja memicu permintaan akan kebutuhan listrik yang semakin meningkat. Agar tetap dapat melayani permintaan akan kebutuhan listrik tersebut ketersediaan pasokan listrik harus berlangsung secara kontinyu. Metode optimasi aliran daya dengan fungsi tujuan untuk meminimalkan biaya pembangkitan dengan tetap memenuhi keseimbangan beban serta tidak melanggar kendala yang ditentukan diantaranya batas atas dan bawah daya aktif, daya reaktif serta tegangan pada suatu sistem kelistrikan telah banyak dciptakan dan dilakukan salah satunya adalah metode optimasi aliran daya dengan menggunakan Interior Point Optimal Power Flow (IP OPF) A Primal Dual Algorithms with Barrier Function. Hasil optimasi aliran daya yang dilakukan pada sistem kelistrikan Bali dengan meminimalkan biaya pembangkitan didapat penurunan Fuel Cost sebesar Rp.119,940,584.11 selama satu jam pada saat beban puncak malam Sehingga dapat disimpulkan hasil dari metode optimasi aliran daya cukup memuaskan dan dapat digunakan untuk analisa optimasi pada sistem kelistrikan Bali.
      PubDate: 2013-05-25
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2013)
       
  • ANALISIS SUSUT ENERGI PADA SISTEM KELISTRIKAN BALI SESUAI RENCANA OPERASI
           SUTET 500 kV

    • Authors: Juniastra Gina, I Wayan Ariastina, I Wayan Sukerayasa
      Abstract: Berdasarkan peramalan beban sistem Bali dari tahun 2012 hingga tahun 2021 dengan pertumbuhan 6.16% sistem Bali harus dapat menyuplai daya sebesar 1059.45 MW pada tahun 2021. Upaya yang dilakukan untuk dapat memenuhi suplai daya listrik sistem Bali hingga tahun 2021 dengan suplai tambahan daya listrik melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV sistem interkoneksi Jawa-Bali. Rencana beroperasinya SUTET 500 kV di Bali perlu mempertimbangkan susut energi yang terjadi. Susut energi dipengaruhi oleh panjang SUTET yang dioperasikan. Analisa susut energi dilakukan dengan menggunakan analisis “Load Flow” dengan tiga skenario beroperasinya SUTET 500 kV. Skenario pertama SUTET sampai di GI Kapal, skenario kedua SUTET sampai di GI New Kapal dan skenario ketiga SUTET sampai di GI Gilimanuk. Skenario dilakukan pada kondisi beban tahun 2015 dan kondisi beban tahun 2021. Berdasarkan hasil analisis diperoleh susut energi terendah jika rencana SUTET dioperasikan sampai di Kapal dengan susut daya tahun 2015 sebesar 11.328 MW atau 1.4% dari suplai dan pada tahun 2021 susut daya sebesar 19.594 MW atau 1.8 % dari suplai. Dari susut daya tersebut dapat diperoleh susut energi tahunan saat SUTET 500 kV dioperasikan di Kapal tahun 2015 sebesar 68.47 GWh dan pada tahun 2021 susut energi sebesar 118.43 GWh. Sehingga dari hasil analisis tersebut skenario SUTET 500 kV beroperasi di GITET kapal merupakan skenario dengan operasi sistem yang optimal dan efisien karena susut daya dan susut energi yang terjadi sangat rendah.
      PubDate: 2013-05-25
      Issue No: Vol. 16, No. 1 (2013)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.224.197.251
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016