for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Gadjah Mada   (Total: 38 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 38 of 38 Journals sorted alphabetically
Agritech     Open Access  
Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi     Open Access   (Followers: 1)
Buletin Peternakan : Bulletin of Animal Science     Open Access   (Followers: 1)
Buletin Psikologi     Open Access  
Gadjah Mada Intl. J. of Business     Open Access   (SJR: 0.127, CiteScore: 0)
IJEIS (Indonesian J. of Electronics and Instrumentation Systems)     Open Access   (Followers: 3)
Indonesian J. of Biotechnology     Open Access   (Followers: 1)
Indonesian J. of Chemistry     Open Access   (SJR: 0.209, CiteScore: 1)
Indonesian J. of Community Engagement     Open Access  
Indonesian J. of Computing and Cybernetics Systems     Open Access   (Followers: 1)
Indonesian J. of Geography     Open Access   (Followers: 2, SJR: 0.217, CiteScore: 1)
Indonesian J. of Pharmacy     Open Access  
J. of Applied Geology     Open Access   (Followers: 1)
J. of Fisheries Sciences     Open Access   (Followers: 1)
J. of Food and Pharmaceutical Sciences     Open Access  
J. of Indonesian Economy and Business     Open Access   (Followers: 2)
J. of the Civil Engineering Forum     Open Access  
J. of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran)     Open Access   (Followers: 1)
JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik)     Open Access  
Jurnal Filsafat     Open Access  
Jurnal Gizi Klinik Indonesia     Open Access  
Jurnal Humaniora     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Ilmu Kehutanan     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Kajian Seni     Open Access  
Jurnal Kawistara     Open Access  
Jurnal Ketahanan Nasional     Open Access  
Jurnal Manusia dan Lingkungan     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Mimbar Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada     Open Access  
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi     Open Access  
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian J. of Community Engagement)     Open Access  
Jurnal Psikologi     Open Access  
Jurnal Sain Veteriner     Open Access  
Jurnal Teknosains     Open Access  
Majalah Geografi Indonesia     Open Access  
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia     Open Access  
Poetika : Jurnal Ilmu Sastra     Open Access  
Populasi     Open Access  
Traditional Medicine J.     Open Access   (Followers: 1)
Journal Cover
Majalah Geografi Indonesia
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 0215-1790 - ISSN (Online) 2540-945X
Published by Universitas Gadjah Mada Homepage  [38 journals]
  • Aplikasi SIG Untuk Pemetaan Tingkat Ancaman Longsor Di Kecamatan
           Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara

    • Authors: Riki Rahmad, Suib Suib, Ali Nurman
      Pages: 1 - 13
      Abstract: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan SIG dalam pemetaan tingkat kerawanan terjadinya bencana longsor di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Model yang digunakan mengacu pada pendugaan Puslittanak 2004, parameter-parameter yang digunakan untuk menentukan tingkat kerawanan adalah penutupan lahan (landcover), jenis tanah, kemiringan lahan, curah hujan dan formasi geologi (batuan induk). Pada proses pemetaan setiap parameter memiliki klasifikasi skor yang dikalikan dengan bobot masing-masing parameter, kemudian hasil perkalian skor dan bobot tersebut dijumlahkan berdasarkan kesesuaian lokasi geografisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah Kecamatan Sibolangit memiliki potensi terjadinya tanah longsor dari tingkat rendah sampai dengan tinggi. Berdasarkan model pendugaan bencana tanah longsor tersebut didaerah penelitian dominan memiliki tingkat ancaman longsor dengan kelas kerawanan sedang meliputi 14 desa. Selain itu tingkat kerawanan longsor kelas kerawanan rendah meliputi 10 desa, tingkat kerawanan tinggi 3 desa dan tingkat kerawanan sangat tinggi 1 desa. The purpose of this research is to describe the utilization of GIS in mapping of vulnerability of landslide disaster in Sibolangit Subdistrict, Deli Serdang Regency, North Sumatera. The model used refers to the estimation of Puslittanak 2004, the parameters used to determine the level of vulnerability are the land cover, soil type, land slope, rainfall and geological formation (rocks). In the process of mapping each parameter has a classification score multiplied by the weight of each parameter, then the results of the multiplication of the score and weight are summed based on the suitability of geographical location. The results showed that the District of Sibolangit has the potential for landslides from low to high levels. Based on the prediction model of landslide disaster in the dominant research area has a landslide threat level with vulnerability class covering 14 villages. In addition, the low vulnerability of low vulnerability landslide includes 10 villages, high level of vulnerability of 3 villages and very high level of vulnerability 1 villages.  
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.31882
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Aplikasi Smart Province “Jogja Istimewa”: Penyediaan Informasi
           Terintegrasi dan Pemanfaatannya

    • Authors: Rini Rachmawati, Elvandio Ramadhan Ramadhan, Amandita ‘Ainur Rohmah
      Pages: 14 - 23
      Abstract: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyediakan aplikasi Smart Province ”Jogja Istimewa” untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi terintegrasi. Penelitian ini bertujuan; 1) mengidentifikasi penyediaan informasi terintegrasi dalam Aplikasi ”Jogja Istimewa”, 2) menganalisis optimalitas pemanfaatan Aplikasi”Jogja Istimewa”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Data sekunder diperoleh melalui laporan instansi dan fitur  aplikasi melalui smart phone, sedangkan data primer diperoleh dengan jalan indepth interview, focus group discussion, dan wawancara terstruktur. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi ”Jogja Istimewa” terdiri atas informasi terintegrasi dengan penyajian informasi berupa visual, deskripsi  yang terintegrasi dengan ruang dan lokasi dalam bentuk peta dan augmented reality. Pemanfaatan Aplikasi ”Jogja Istimewa” melalui pemantauan sistem menunjukkan pemanfaatan yang baik dengan jangkauan pengguna sampai luar wilayah. Disisi lain hasil survei menunjukkan belum optimalnya pemanfaatan aplikasi oleh masyarakat dan wisatawan. Strategi pengenalan dan sosialisasi Aplikasi ”Jogja Istimewa” diperlukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan. The Government of Yogyakarta Special Region provides Smart Province application "Jogja Istimewa" to facilitate the community in obtaining integrated information. The aim of this study; 1) identifying the provision of integrated information in the "Special Jogja" Application, 2) analyzing the optimal use of the "Jogja Istimewa" Application. The research method used is qualitative and quantitative. Secondary data is obtained through agency reports and application features through smart phones, while primary data is obtained through indepth interviews, focus group discussions, and structured interviews. The analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative. The results show that the "Jogja Istimewa" application consists of integrated information with the presentation of visual information and description integrated with space and location in the form of maps and augmented reality. Application Utilization "Jogja Istimewa" through monitoring system shows good utilization with the reach of users to outside the region. On the other hand the survey results show not optimal application utilization by society and tourists. The introduction and dissemination strategy of the "Special Jogja" App is required to optimize utilization.



      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.31662
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Kombinasi Indeks Citra untuk Analisis Lahan Terbangun dan Vegetasi
           Perkotaan

    • Authors: Iswari Nur Hidayati, R. Suharyadi, Projo Danoedoro
      Pages: 24 - 32
      Abstract: Lahan terbangun di perkotaan dan area vegetasi menjadi hal yang sangat menarik untuk dikaji. Apalagi dinamika penggunaan lahan di perkotaan yang sangat cepat berubah. Berbagai metode dikembangkan untuk ekstraksi lahan terbangun di perkotaan, mulai dari klasifikasi multispektral, object based approach, hingga penelitian berbasis indeks. NDBI menjadi salah satu indeks pioner untuk ekstraksi lahan terbangun perkotaan dengan menggunakan saluran SWIR. Pengembangan indeks lahan terbangun ini masih perlu dikembangan untuk citra yang tidak mempunyai panjang gelombang SWIR. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan kombinasi saluran terbaik dalam ekstraksi lahan terbangun dan area vegetasi serta menghitung kepadatan bangunan dan kerapatan vegetasi berbasis indeks. Penelitian ini menggunakan Citra Worldview-2 yang diperoleh dari Digital Globe Foundation untuk ekstraksi lahan terbangun dan kerapatan vegetasi. Normalized difference index digunakan sebagai formula dalam pembuatan indeks. Pemanfaatan semua saluran spektral dalam citra Worldview-2 digunakan untuk ekstraksi lahan terbangun dan kepadatan bangunan di perkotaan dengan PCA sebagai metode untuk penggabungan delapan saluran dalam Worldview-2. Saluran NIR 1 dan NIR 2 yang digabungkan dengan Saluran Merah menjadi pilihan untuk ekstraksi vegetasi. Proses trial dan error mewarnai pemilihan kombinasi saluran yang digunakan dan treshold yang digunakan untuk analisis biner dalam membedakan lahan terbangun dan non lahan terbangun serta area vegetasi dan area non vegetasi. Pemanfaatan unique identification (UID) digunakan untuk pembuatan grid berbasis raster dalam perhitungan kepadatan bangunan dan kerapatan vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks yang dibangun dengan PC2 dan NIR 1 serta PC2 dan NIR 2 mempunyai akurasi tinggi yaitu 94,43% untuk bangunan dan kombinasi indeks dari NIR1_Red mempunyai akurasi optimal yaitu 99,51% dan NIR2_Red mempunyai akurasi 92,87 untuk ekstraksi data vegetasi.  Urban phenomenon becomes a very interesting thing to be studied. The urban land use, land conversion, urban green space, are rapidly changing. Various methods were developed for urban built-up data extraction, such as multispectral classification, object-based approach, and index-based research. NDBI became one of pioneer indices for urban-built urban land extraction using SWIR band. The development of this built-up index is still required for images that do not have SWIR wavelengths. The study objectives were to select the best methods for built-up land and vegetation extraction and to calculate building density and index-based vegetation density. Worldview-2 image obtained from Digital Globe Foundation tested for built-up land data extracting and vegetation density analyzing. Normalized difference index formula is applied for combining and setting built-up land and vegetation indexes. Merger of Worldview-2 spectral imagery were using PCA method for extracting built-up land and calculating building density. Combining eight bands into eight new images that have different information from original images was done by PCA method.  NIR 1, NIR2, and Red bands are the perfect choice for vegetation extraction because near infrared characteristics have high reflections on vegetation. Selection of band combinations and selection of threshold values through trial and error processes to perceive the best index combinations and reasonable threshold values. Binary analysis is particularly useful for separating the built-up and non-built-up areas as well as vegetation and non-vegetation. The Unique identification (UID) technique used in estimating built-up and vegetation density from precisely classified images provided better and accurate assessment of built-up and vegetation density.  The results show that the built-up index involving PC2_NIR 1 and PC2_NIR 2 for the urban built land research achieved an optimal accuracy of 94, 43%. The best accuracy for vegetation data extraction was obtained from the combined NIR1_Red index with 99,51% and NIR2_Red values with an overall accuracy of 92,87%.   
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.31899
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Model Spasial Perubahan Penggunaan Lahan dan Pengaruhnya Terhadap
           Kebijakan Swasembada Padi

    • Authors: Dede Amrillah, Eko Kusratmoko, Supriatna Supriatna
      Pages: 33 - 39
      Abstract: Perubahan tutupan dan penggunaan lahan di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro cukup signifikan khususnya untuk penggunaan lahan sawah. Suatu wilayah dikatakan berswasembada padi jika produksi berasnya lebih besar dibandingkan dengan angka konsumsi berasnya. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan spasial menggunakan metode jaringan saraf Multi-Layer Perceptron (MLP) dan Markov Chain (MC) yang terdapat dalam metode Land Change Modeler (LCM) pada perangkat lunak Idrisi. Pada pemodelan spasial tersebut digunakan variabel jalan sebagai faktor pendukung perubahan penggunaan lahan di tahun 2025. Hasil yang diperoleh dari pemodelan spasial tersebut yaitu besaran luasan sawah pada tahun 2025 dengan angka 4644.99 hektar dengan nilai akurasi 56.51%. Kemudian nilai tersebut dikalikan dengan angka produktifitas padi tahun 2015 dan angka konversi gabah kering giling (GKG) menghasilkan nilai produksi beras di tahun 2025 sebesar 95705.37 ton. Angka konsumsi beras tahun 2025 sebesar 4648.402 ton didapatkan dengan mengkalikan jumlah penduduk di tahun 2025 yang memiliki angka 52515 jiwa dengan angka rata-rata konsumsi per kapita per tahun yang berada di angka 88.52 kg. Dengan demikian Kecamatan Kalitidu di tahun 2025 mampu berswasembada padi.Changes in land cover and land use in Kalitidu District, Bojonegoro Regency are significant, especially for paddy land use. A region is said to be self-sufficient in rice if its rice production is greater than its rice consumption rate. In this research, spatial modeling using Multi-Layer Perceptron (MLP) and markov chain method is applied in Land Change Modeler (LCM) method in Idrisi software. In spatial modeling used road variables as a driving factor the change of land use in 2025. The results obtained from spatial modeling is the size of paddy field area in 2025 with the number 4644.99 hectares with an accuracy of 56.51%. Then the value is multiplied by the rate of rice productivity in 2015 and the conversion rate of dry milled grain (GKG) produces rice production value in 2025 of 95705.37 tons. The consumption rate of rice in 2025 amounted to 4648,402 tons was obtained by multiplying the number of population in the year 2025 which has the number 52515 people with the average rate per capita consumption per year which is at 88.52 kg. Thus Kalitidu District in 2025 is capable of self-sufficient rice.    
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.31911
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Distribusi Dan Karakteristik Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove Pulau
           Kecil Taman Nasional Bunaken

    • Authors: Joshian Nicolas Schaduw
      Pages: 40 - 49
      Abstract: Ekosistem mangrove mempunyai fungsi  ekologi dan sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir, mempertahankan fungsi ini merupakan langkah mempertahankan fungsi ekosistem disekitarnya diantaranya terumbu karang  dan  padang lamun. Kajian ini menganalisa kondisi kualitas perairan ekosistem mangrove yang ada pada empat pulau kecil di Taman Nasional Bunaken (Pulau Bunaken; Pulau Manado Tua; Pulau Mantehage; Pulau Nain) dan korelasi karakterisitik kualitas air pulau-pulau tersebut (suhu, salinitas, kekeruhan, total suspended solid, pH, Dissolved Oksigen, NO3-N, dan PO4-P) dengan menggunakan Principal Component Analysis (PCA), kajian ini menggunakan instrumen pengukuran kualitas air in situ dan ex situ di laboratorium. Selain itu, hasil kualitas air ini akan dibandingkan dengan baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah pada ekosistem mangrove, hal ini sebagai bahan pertimbangan pengelolaan ekosistem mangrove dimasa yang akan datang. Hasil yang diperoleh dari kajian ini adalah kualitas air keempat pulau ini masuk dalam kategori baik dan dapat mendukung kelangsungan hidup biota yang berasosisi didalamnya. Korelasi karakteristik kualitas air sebesar 94%, faktor utama 1 (F1) 79,33% dan faktor utama 2 (F2) 14,22% dengan penciri utama suhu, PO4-P, dan salinitas, dendogram menunjukkan adanya dua tingkatan hubungan kekerabatan dimana Pulau Nain dan Pulau Manado Tua memiliki kekerabatan kondisi perairan yang sama, diikuti Pulau Bunaken dan Mantehege. Kondisi ini harus dipertahankan dan dimonitoring secara berkala mengingat Taman Nasional Bunaken banyak mendapat tekanan dari aktivitas antropogenik dan perubahan iklim global.  Mangrove ecosystems have ecological and socio-economic functions for coastal communities, preserve these functions is a step to maintain the function of adjacent ecosystems including coral reefs and seagrass beds. This study analyzed the water quality conditions of mangrove ecosystem  within four small islands in Bunaken National Park (Bunaken Island, Manado Tua Island, Mantehage Island and Nain Island) and  water quality characteristic correlation among these islands (e.g. temperature, salinity, turbidity, total suspended solid, pH, Dissolved Oxygen, NO3-N, and PO4-P) using Principal Component Analysis (PCA), this study used laboratory in situ and ex situ water quality measurement instruments. In addition, the results of this water quality then compared with the government standard quality for mangrove ecosystem water quality, this is a consideration for the management of mangrove ecosystems in the future. The results obtained from this study shows the water quality of these four islands in the category of good and can support the existence of associate biota that live in it. The correlation of water quality characteristic was 94%, main factor 1 (F1) 79,33% and main factor 2 (F2) 14,22% with main characteristics are temperature, PO4-P, and salinity, grouping these characteristics  through dendogram showed two levels of relationship where Nain Island and Manado Tua Island have the same relationship of their water condition, followed by Bunaken Island and Mantehege. This condition must be maintained and monitored regularly as Bunaken National Park is under considerable get pressure from anthropogenic activities and global climate change. 
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.32204
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Analisis Laju Sedimen DAS Serayu Hulu dengan Menggunakan Model SWAT

    • Authors: Nugroho Christanto, Muhammad Anggri Setiawan, Afid Nurkholis, Saidah Istiqomah, Junun Sartohadi, M Pramono Hadi
      Pages: 50 - 58
      Abstract: Wilayah DAS Serayu Hulu merupakan DAS prioritas yang memerlukan langkah pengelolaan yang komprehensif. Aplikasi model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) dapat digunakan sebagai media untuk  perencanaan konservasi ataupun evaluasi respon DAS (debit aliran permukaan, sedimen dan pencemaran sungai). Tujuan utama dari penelitian ini adalah menjalankan model SWAT di DAS Serayu Hulu untuk mengetahui laju sedimen di wilayah ini. Pemodelan SWAT membutuhkan sejumlah input parameter berupa relief, tanah, tutupan lahan dan pengelolaan lahan. Pedogeomorfologi digunakan sebagai batas satuan tanah karena tidak tersedianya peta tanah di wilayah penelitian. Hasil Penerapan model SWAT di DAS Serayu Hulu menghasilkan nilai yang cukup memuaskan, hal ini ditunjukkan nilai R2 mencapai 0,94. Hasil pemodelan SWAT dengan menggunakan data selama 10 tahun (2004-2013) menunjukkan bahwa DAS Serayu Hulu memiliki rerata hasil sedimen sebesar 1.926.900 ton/tahun. Sub DAS 8,9 11, 17, 18, dan 19 merupakan penghasil sedimen tertinggi di DAS Serayu Hulu dengan hasil sedimen 43.931– 121.434 ton/ha/tahun.
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.32280
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Strategi Penghidupan Masyarakat Pasca Erupsi 2010 Kaitannya Dengan
           Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Berikutnya

    • Authors: Nurhadi Nurhadi, Suparmini Suparmini, Arif Ashari
      Pages: 59 - 67
      Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) strategi penghidupan masyarakat pasca erupsi, (2) karakteristik lingkungan fisik dan potensi sumberdaya pendukung penghidupan, (3) tingkat kesiapsiagaan masyarakat berdasarkan strategi penghidupan dan karakteristik lingkungan fisik serta potensi sumberdaya pendukung; pada kawasan rawan bencana III Kecamatan Srumbung. Metode yang digunakan adalah deskriptif-eksplanatif dengan pendekatan ekologi. Data dikumpulkan dengan wawancara, FGD, dan observasi. Hasil penelitian: (1) Kerusakan lahan dan tanaman pasca erupsi menyebabkan petani tidak dapat memperoleh penghidupan dari usaha tani. Dalam situasi darurat, upaya memperoleh penghidupan terutama dengan bekerja di bidang lain sebagai pedagang, buruh, pertambangan tradisional, dan karyawan swasta. Berdasarkan tipologi strategi penghidupan rumahtangga, sebagian besar termasuk dalam strategi konsolidasi dan paling sedikit strategi akumulasi. (2) Potensi sumberdaya alam cukup banyak berupa sumberdaya lahan, air, hayati, dan mineral. (3) Kesiapsiagaan menghadapi bencana berikutnya masih perlu ditingkatkan, didasari oleh masih sedikit masyarakat yang mengalokasikan tabungan untuk situasi darurat dan cara bertani masih sama dengan sebelum bencana. This Research aims to analyze: (1) community livelihood strategies after eruption, (2) characteristics of physical environment and potential resources to support livelihood, (3) level of preparedness community based livelihood strategies and characteristics of physical environment and resources; at disaster-prone areas III Srumbung Subdistrict. The method used is descriptive-explanative with ecological approach. Data were collected through interviews, FGD, and observations. The result: (1) Land and crop damage after the eruption caused farmers cannot earn living from farming. In emergency situation, efforts to obtain a living mainly by working in other fields as merchants, laborers, traditional mining, and private sector employees. Based on the typology of livelihood strategies of households, mostly included in consolidation strategy and and the least is accumulation strategy. (2) There are quite a lot of natural resources such as land, water, biological, and mineral resources. (3) Preparedness in the face of the next disaster still needs to be improved.  
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.29129
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Kualitas Permukiman di Basin Wonosari dan Perbukitan Kars Gunungsewu di
           Kabupaten Gunungkidul

    • Authors: Hana Eka Dharma Putri Riwu Kabo, Sri Rum Giyarsih
      Pages: 68 - 76
      Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas permukiman pada bentuklahan Basin Wonosari dan Perbukitan Kars Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, mengetahui ada tidaknya pengaruh bentuklahan terhadap kualitas permukiman beserta perbedaannya, dan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kualitas permukiman pada kedua bentuk lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada masyarakat di Kecamatan Wonosari yang mewakili bentuklahan Basin Wonosari dan Kecamatan Panggang yang mewakili bentuk lahan perbukitan kars Gunungsewu. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Pengolahan dan analisis data untuk mencapai tujuan pertama dengan menggunakan tabel frekuensi tunggal. Untuk mengetahui perbedaan kualitas permukiman pada kedua bentuk lahan digunakan uji Mann Whiteney-U. Sementara itu untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kualitas permukiman digunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas permukiman pada bentuklahan Basin Wonosari lebih baik dibanding bentuklahan Perbukitan Kars Gunungsewu. Penelitian ini juga menemukan bahwa bentuk lahan tidak berpengaruh terhadap kualitas permukiman dan tidak ada perbedaan signifikan antara kualitas permukiman di kedua bentuk lahan tersebut. Temuan penelitian yang lain yaitu  variabel sosial ekonomi masyarakat memberikan pengaruh tidak langsung terhadap kualitas permukiman.
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.33584
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Kopi Menggunakan Analisis Rantai
           Nilai dan Sumber Penghidupan

    • Authors: Abdur Rofi
      Pages: 77 - 83
      Abstract: Kopi merupakan komoditas global yang dengan nilai tambah dan potensi ekspor untuk negara-negara penghasil kopi. Sektor kopi Indonesia didominasi oleh produsen kecil. Pulau Flores- Propinsi Nusa Tengga Timur termasuk di Desa Baofeo, dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas tinggi namun produksinya rendah. Studi ini bertujuan untuk mengkaji strategi peningkatan pendapatan petani kopi di Desa Baofeo.  Analis rantai nilai dan sumber penghidupan digunakan dalam studi ini. Data-data dikumpulkan melalui wawancara dengan pelaku budi daya di dalam rantai nilai, FGD, dan workshop validasi dengan stakholder terkait.  Penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan petani Boafeo dari kopi masih tergolong rendah. Rendahnya penghasilan ini disebabkan oleh produktivitas yang rendah rendah (300kg/ha) dibandingkan dengan potensi yang dapat dicapai (1.000 kg/ha) dan rendahnya harga jual kopi. Industri pengolahan yang ada di desa belum memberikan kontribusi terhadap perbaikan harga biji kopi petani, dan keberadaan pasar kopi spesial dengan harga yang baik di Flores belum dapat diakses oleh petani.
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.33424
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Analisis Ketidakpastian dalam Memanfaatkan Lahan Pertanian di Desa
           Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Majalengka

    • Authors: Sudrajat Sudrajat
      Pages: 84 - 97
      Abstract: Abstrak Petani dalam memanfaatkan lahan pertanian selalu berhadapan dengan ketidakpastian. Di sisi lain petani juga harus mempertimbangkan berbagai jenis komoditi yang akan diusahakan agar tidak gagal panen. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengindentifikasi jenis ketidakpastian yang sering dihadapi petani  dalam  memanfaatkan lahan pertanian; dan  (2) menganalisis pengaruh ketidakpastian terhadap pertimbangan petani dalam menentukan jenis komoditi yang akan diusahakan. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan petani, sedangkan data sekunder dari beberapa instansi terkait. Pengukuran ketidakpastian dilakukan menggunakan metode skala likerts. Analisis data di lakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan adanya keragaman jenis  ketidakpastian yang selalu dihadapi petani dalam pemanfaatan lahan pertanian dan ketidakpastian tersebut  telah dijadikan dasar oleh petani untuk mempertimbangan jenis komoditi yang akan diusahakan. Farmers in utilizing agricultural land always faced with uncertainty. On the other hand, farmers should also consider various types of commodities which will be endeavored that no crop failure.  Based on the above, the research is conducted with the objectives: (1) to identify the kinds of uncertainties often faced by farmers in utilizing agricultural land for farming activities; (2) to analyzes the influence of uncertainty on the consideration of farmers in determining the type of commodity to be cultivated. The data collected consist of primary data and secondary data. Primary data was obtained from interview with farmer while secondary data from several related institutions. Measurement of uncertainty is done using likerts scale method. Data analysis is done descriptively qualitative. The results of the study found that the diversity of types of uncertainty often faced by farmers in agricultural land use and the uncertainty has been used as a basis by farmers to consider the types of commodities to be cultivated.


      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.32985
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Analisis Strategi Pemasaran Industri Tenun di Desa Wisata Gamplong
           Kabupaten Sleman

    • Authors: Ratih Indah Sari, Sri Rahayu Budiani
      Pages: 98 - 107
      Abstract: Strategi pemasaran sangat diperlukan dalam menghadapi kegiatan perdagangan yang semakin maju. Untuk itu IKM dituntut lebih inovatif agar produk yang dipasarkan tidak kalah saing dengan produk daerah lain. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui faktor lingkungan internal yang berpengaruh terhadap strategi pemasaran industri tenun Gamplong, 2) Mengetahui  faktor lingkungan eksternal yang berpengaruh terhadap strategi pemasaran industri tenun Gamplong, dan 3) Mengetahui sistem pemasaran yang sesuai untuk industri tenun Gamplong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan di Desa Wisata Gamplong yang merupakan sentra industri tenun di Kecamatan Moyudan. Hasil lapangan digunakan untuk analisis SWOT yang terdiri dari tabel IFAS, tabel EFAS, matriks IE, dan matriks SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor internal yang berpengaruh berupa: kepemilikan alat secara pribadi, inovasi produk dan bahan baku, harga terjangkau, kurangnya promosi, keterbatasan modal usaha, kendala komunikasi, dan kurangnya link pemasaran. Faktor eksternal yang berpengaruh berupa: pasar luas dengan posisinya sebagai desa wisata, adanya pelatihan industri, kurangnya pengetahuan tentang inovasi, konflik internal, adanya pasar global, dan regenerasi pengrajin tenun. Strategi pemasaran yang sesuai untuk industri tenun Gamplong adalah strategi menjaga dan mempertahankan.
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.30063
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
  • Hidrostratigrafi Akuifer dan Estimasi Potensi Airtanah Bebas Guna
           Mendukung Kebutuhan Air Domestik Desa Sembungan

    • Authors: Melati Ayuning Putri, Anindya Arma Risanti, Kurniawan Andre Cahyono, Latifah Latifah, Novita Rahmawati, Roesdi Fitra Ariefin, Safira Prameswari, Wisnu Agung Waskito, Tjahyo Nugroho Adji, Ahmad Cahyadi
      Pages: 108 - 114
      Abstract: Desa Sembungan termasuk desa yang berbasis pada sektor pertanian dan pariwisata. Seiring berkembangnya sektor tersebut, perlu adanya kajian airtanah khususnya untuk kebutuhan domestik. Kuantitas airtanah pada suatu daerah sangat berkaitan dengan sistem dan karakteristik akuifer batuan penyusunnya. Tujuan dari penelitian adalah (1) menganalisis struktur hidrostratigrafi akuifer di Desa Sembungan dan (2) mengetahui potensi airtanah bebas untuk kebutuhan air domestik di Desa Sembungan. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger dalam investigasi keberadaan airtanah untuk mencapai tujuan pertama dan wawancara jenuh terkait penggunaan kebutuhan air domestik untuk mencapai tujuan kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuifer Desa Sembungan merupakan akuifer bebas dengan lapisan akuifer terdiri dari lapisan lempung, airtanah, andesit basaltic dan endapan tuffan alterasi. Ketebalan akuifer berkisar 3 hingga 7,8 meter. Desa Sembungan memiliki potensi airtanah bebas sebesar 5,47 milyar liter untuk kebutuhan air domestik dalam  satu tahun  sebesar 87.994.985,3 liter/tahun sehingga Desa Sembungan memiliki potensi airtanah dengan kuantitas yang besar dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
      PubDate: 2018-03-27
      DOI: 10.22146/mgi.32296
      Issue No: Vol. 32, No. 1 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.161.40.41
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-