for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Journal Cover Jurnal Ketahanan Nasional
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 0853-9340 - ISSN (Online) 2527-9688
   Published by Universitas Gadjah Mada Homepage  [28 journals]
  • Strategi Adaptasi Masyarakat Pesisir Dalam Penanganan Bencana Banjir Rob
           Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Wilayah (Studi Di Desa Bedono
           Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah)

    • Authors: Akhmad Asrofi, Su Rito hardoyo, Danang Sri Hadmoko
      Pages: 1 - 20
      Abstract: ABSTRACTThe purposes of the research were (1), to determine the adaptation strategy of the peoples of Bedono village, Sayung sub-district of Demak regency in handling tidal flood disaster, and (2) to analize the implications of the tidal flood disaster for territorial resilience in the Bedono village Sayung sub-district of Demak regency. The research was qualitative research with descriptive explanation. Data collection in this research used observation, in-depth interview, documentation study and literature study. The result of the research showed that the peoples of Bedono village as coastal communities do various kinds of adaptation strategies in dealing with tidal flood disaster. The adaptation strategies are done by 1) phisically adaptation strategy, 2) economically adaptation strategy, and 3) social adaptation strategy. The tidal flood disaster implicated to territorial resilience of Bedono village. The tidal flood disaster implicated to geography gatra, demography, source of natural wealth, economy, social and culture. Ideology gatra, politic, and security is not being implicated by tidal flood disaster. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis strategi adaptasi masyarakat Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak dalam penanganan bencana banjir rob, dan (2) menganalisis implikasi bencana banjir rob terhadap ketahanan wilayah di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pemaparan secara deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bedono sebagai masyarakat pesisir melakukan berbagai macam strategi adaptasi dalam menghadapi bencana banjir rob. Strategi adaptasi yang dilakukan melalui (1) strategi adaptasi secara fisik, (2) strategi adaptasi secara ekonomi, dan (3) strategi adaptasi secara sosial. Bencana banjir rob berimplikasi pada ketahanan wilayah Desa Bedono. Bencana banjir rob berimplikasi pada gatra geografi, demografi, sumber kekayaan alam, ekonomi, sosial dan budaya. Gatra ideologi, politik dan keamanan tidak terimplikasi oleh bencana banjir rob.
      PubDate: 2017-08-23
      DOI: 10.22146/jkn.26257
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
  • Tingkat Ketahanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Studi pada
           Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta)

    • Authors: Aris Tundung, Tri Kuntoro Priyambodo, Armaidy Armawi
      Pages: 21 - 33
      Abstract: ABSTRACTBureaucratic reforms aim to deliver excellence public services including civil registration service. The Law on Population Administration states that the use of the Population Administration Information System (SIAK) is one of the government's efforts to protect the secrecy, integrity and availability of population data related to its function as the basis for public services, development planning, budget allocation, democratic development, and law enforcement and criminal prevention. The study measures information technology resilience level by describing Yogyakarta City Civil Registry Service Office (Dindukcapil) information security management, the level of maturity and completeness of SIAK management, and SIAK success level. The study uses mixed method guided by ISO/IEC 27001document, Information Security (INFOSEC) Index form, and questionnaire prepared under the DeLone and McLane Models. Yogyakarta City Dindukcapil has not set up rules and documentation on information security management. The actions taken are reactive, not referring to overall risk without clear flow of authority and control. The study concludes the SIAK is "Highly Needed" by the Civil Registry Service Office of Yogyakarta City. The value of the information security management areas completeness level reaches 312 points out of maximum value 645 points. Those findings category SIAK security management into “Need Improvement" category. The maturity level of information security management range from "Maturity Level I/ Initial Condition" to "Maturity Level II+/ Basic Implementation". 77,3% users clarify “positive” perception and 1,2% users reveal “negative” judgement that made SIAK belongs to “Success” information system category.ABSTRAKReformasi birokrasi mengamanatkan peningkatan mutu dan kecepatan layanan publik pemerintah termasuk layanan administrasi kependudukan. Undang-undang tentang Administrasi Kependudukan menyebutkan penggunaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mengelola dan melindungi kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaan data kependudukan terkait fungsinya sebagai dasar pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, dan penegakan hukum dan pencegahan kriminal. Penelitian dilakukan untuk mengetahui ketahanan sistem informasi SIAK melalui gambaran pengelolaan keamanan informasi Dindukcapil Kota Yogyakarta, tingkat kematangan dan kelengkapan pengelolaan SIAK, dan tingkat kesuksesan SIAK. Penelitian menggunakan metode campuran dengan menggunakan kisi-kisi ISO/IEC 27001, instrumen perhitungan dalam borang Indeks KAMI, dan kuesioner yang disusun berdasarkan Model DeLone dan McLane yang sudah diperbaharui yang mendiskusikan tentang Kualitas Informasi, Kualitas Sistem, Kualitas Pelayanan, Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Manfaat Bersih (DeLone dan McLane, 2004: 32). Dindukcapil Kota Yogyakarta belum menyusun aturan dan dokumentasi pengelolaan keamanan informasi. Tindakan yang dilakukan bersifat reaktif, tidak mengacu pada keseluruhan risiko tanpa alur kewenangan dan pengawasan yang jelas. Peran SIAK termasuk dalam kategori “Tinggi” namun nilai kelengkapan penerapan standar pengelolaan keamanannya hanya mencapai 312 dari nilai total 645 sehingga pengelolaan keamanan SIAK masuk dalam kategori “Perlu Perbaikan”. Tingkat kematangan penerapan standar keamanan berkisar pada “Tingkat Kematangan I/ Kondisi Awal” sampai dengan “Tingkat Kematangan II+/ Penerapan Kerangka Kerja Dasar”. Tingkat kesuksesan SIAK termasuk dalam kategori “Sukses”, 77,3% pengguna memberikan pernyataan “positif” dan hanya 1,2% pengguna memberikan pernyataan “negatif”.
      PubDate: 2017-08-23
      DOI: 10.22146/jkn.26345
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
  • Studi Ketahanan Sosial Pada Pemuda Penyelenggara Festival Film Dokumenter
           2015

    • Authors: Nurul Hidayah, Mohtar Mas’oed, Budi Irawanto
      Pages: 34 - 50
      Abstract: ABSTRACTKotagede Cultural Heritage area has been considered less attention. The tour trail activity is able to provide historical, fun and healthy knowledge as it can only be preserved or on foot. The activity depends on the interest of the people and tourists in choosing the tour. This research is intended to contribute to the objective analysis in one of the important destinations in Yogyakarta City which is the cultural art and heritage of Kotagede and provides a spatial picture of the existing cultural tourism attractions to provide informative knowledge to the public to be in demand and Continue to preserve the tour. The study of Kotagede tourism object using qualitative method combined with the use of high-resolution remote sensing image data in more interactive visualization results. The result of Kota Gede tourism study shows that tourism object in Kotagede Culture area is cultural object, tradition, craft, and art which is summarized into four recommended route that is spiritual tour package, tour package, architectural tour package, and study tour package. Managed in a participatory manner by the surrounding community and can still grow better if received direct attention from the government and stakeholders related to the management of the tourist area of Kota Gede.ABSTRAKSejarah politik film dokumenter di Indonesia dimulai sejak Pemerintah Hindia Belanda yang menggunakan dokumenter sebagai media propaganda. Hal ini juga terjadi pada masa Orde lama dan orde baru. Reformasi melahirkan generasi perfilman Indonesia yang memproduksi berbagai bentuk film, termasuk film sosial-politik maupun film seni untuk seni. Berbagai komunitas tumbuh dan muncul festival-festival film yang mengapresiasi karya-karya film maker muda tersebut. Penelitian ini membahas salah satu dari festival film, yaitu Festival Film Dokumenter (FFD). Penelitian ini bertujuan mengetahui kekuatan komunitas penyelenggara Festival Film Dokumenter menggunakan teori Ketahanan Sosial, dan menganalisa peran Festival Film Dokumenter terhadap Ketahanan Sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan studi lapangan (observasi, wawancara, dan analisis dokumen). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Festival Film Dokumenter memenuhi kualitas Ketahanan Sosial, yaitu 1. Coping capacities - kemampuan Festival Film Dokumenter mengatasi dan menyelesaikan masalah dalam penyelenggaraan festival; 2. Adaptive capacities – kemampuan Festival Film Dokumenter untuk belajar dari pengalaman masa lalu dan menyesuaikan diri dengan tantangan masa depan; dan 3. Transformative capacities kemampuan untuk membangun lembaga yang berperan aktif dalam ketahanan masyarakat yang berkelanjutan. Festival Film Dokumenter mampu membangun Ketahanan Sosial melalui berbagai peran: menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu yang ada di sekelilingnya, memberikan pembelajaran, dan mempertemukan berbagai pihak dalam Festival, sehingga membuka ruang partisipatoris sebagai gerakan komunitas di masyarakat yang mengarah pada civil society.
      PubDate: 2017-08-23
      DOI: 10.22146/jkn.26296
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
  • Penguatan Civic Literacy Dalam Pembentukan Warga Negara Yang Baik (Good
           Citizen) Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Warga Negara Muda
           (Studi Tentang Peran Pemuda HMP PPKn Demokratia pada Dusun Binaan Mutiara
           Ilmu di Jebres, Surakarta, Jawa Tengah)

    • Authors: Raharjo Raharjo, Armaidy Armawi, Djoko Soerjo
      Pages: 51 - 74
      Abstract: ABSTRACTNowadays, the problems that arise are related to diversity, unity, the spread of hoaxes that trigger conflict in society. The rise of the ideals that contradict with Pancasila and individualism attitude of young generation caused by the development of information technology increasingly visible in society. The younger generation is increasingly plunged into conflicts, drugs, promiscuity, and loss of concern for the nation's problems. This study aims to examine the process of strengthening civic literacy to established of good citizens as an alternative solution to the growing youth issues in society and its implications for the personal resilience of young citizens.The results showed that the process of strengthening civic literacy was done by socialization and civic literacy competition conducted by youth HMP PPKn Demokratia at Dusun Binaan Mutiara Ilmu, Jebres, Surakarta. Strengthening civic literacy has implications for the personal resilience of young citizens. In youth, these implications are thought patterns and behavior patterns that are demonstrated by the desire and continue to strive and practice the materials they convey during socialization in everyday life, and supported by high data rate percentage questionnaire implications on personal resilience of youth (tentor) With an average of 92% and for students 95%. The strengthening of civic literacy basically aims to form a good citizen (good citizen) in order to run the life of society, nation and the country.  ABSTRAKDewasa ini, permasalahan-permasalahan yang muncul terkait dengan kebhinekaan, persatuan, persebaran berita-berita tidak benar (hoax) yang memicu munculnya konflik di tengah masyarakat. Berkembangnya paham-paham yang berlawanan dengan Pancasila dan sikap individualisme generasi muda yang disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi semakin terlihat di tengah masyarakat. Generasi muda semakin terjerumus dalam konflik, narkoba, pergaulan bebas, dan hilangnya kepedulian terhadap persoalan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penguatan civic literacy dalam pembentukan warga negara yang baik sebagai salah satu alternatif solusi permasalahan-permasalahan kepemudaan yang semakin berkembang di masyarakat dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi warga negara muda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penguatan civic literacy dilakukan dengan cara sosialisasi dan lomba civic literacy yang dilakukan oleh pemuda HMP PPKn Demokratia di Dusun Binaan Mutiara Ilmu, Jebres, Surakarta. Penguatan civic literacy berimplikasi pada ketahanan pribadi warga negara muda. Pada pemuda, implikasi tersebut berupa pola pikir dan pola perilaku yang ditunjukkan dengan adanya keinginan dan terus berusaha untuk mempraktikkan materi-materi yang mereka sampaikan saat sosialisasi pada kehidupan sehari-hari, dan didukung dengan data tingginya tingkat persentase kuesioner implikasi terhadap ketahanan pribadi pemuda (tentor) dengan rata-rata sebesar 92% dan bagi murid 95%. Adapun penguatan civic literacy pada dasarnya bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik (good citizen) dalam rangka menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara.
      PubDate: 2017-08-23
      DOI: 10.22146/jkn.26457
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
  • Peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (Bpjs) Kesehatan Dan Implikasinya
           Terhadap Ketahanan Masyarakat (Studi Di Rsud Hasanuddin Damrah Manna
           Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu)

    • Authors: Trisna Widada, Agus Pramusinto, Lutfan Lazuardi
      Pages: 75 - 92
      Abstract: ABSTRACTThis thesis analyzes the role of the national system of social assurance on health services, which is less than maximum because of several obstacles in the fieid. This causes impact to the social community. The purpose of this study is to find out the role of the Social Security Agency (BPJS) on health services in Hasanuddin Damrah Manna Hospital and to find out what abstacles are faces by Hasanuddin Damrah Manna Hospital in applying BPJS. The methodology used in this study in descriptive qualitative method. The study itself was conducted at Hasanuddin Damrah Manna Hospital in Bengkulu Selatan. The descriptive analysis on the data was based on Miles and Huberman.Based on analysis on the role of BPJS system to the citizen in health issue, they aim for four improvements. The first one to facilitate people with financial issue to get equal health services, BPJS mechanism would provide easy access to health facilities. Second, the improvement of physical facilities and infrastructure showed a positive influence. Third, the role of  BPJS in improving social immunity in heath issue thruogh the improvement of the professionalism of health service is shown by periodically. Fourth, the role of BPJS in improving the public health shuold be conducted by improving promotive and preventive programs, another finding shows that BPJS that had not been entirely effective because there are a few deficiency such as the lack of laboratory equipment and the unused of hemodialysis equipment.Identified factors that are internally significant are: (1) mechanism factors on releasing the claim of BPJS; (2) hospital’s financials; (3) infrastructure factors; (4) human resources. Identified factors that inluence externally are: (1) people are not aware of mechanism of BPJS and the perception that iit is difficult to manage, which unfortunately still stick with them; (2) communication among insitution; (3) factor of the surruondings where the informant state that regional government consider this program as an important program and shoule be well managed so it needs full support to go well; (4) regulation factor where the implementation of JKN program is supported by the rules applied and has gone well.ABSTRAKTesis ini menganalisis tentang peran Sistim Jaminan Sosial Nasional dalam pelayanan kesehatan, namun peran tersebut kurang maksimal karena adanya beberapa kendala di lapangan sehingga peran tersebut berimpliksai pada ketahanan kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran BPJS dalam pelayanan kesehatan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dan untuk mengetahui kendala apa yang dihadapi RSUD Hasanuddin Damrah Manna dalam menerapkan BPJS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun lokasi penelitian dilakukan di RSUD Hasanuddin Damrah Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan pendapat Miles dan Huberman. Berdasarkan analisis pada peran sistem BPJS terhadap ketahanan kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan dijalankan berdasarkan empat upaya. Diantaranya adalah :  Pertama,  dalam upaya kemudahan bagi masyarakat dengan kesulitan ekonomi untuk mendapatkan fasilitas kesehatan maka  mekanisme BPJS memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan. Kedua, dalam upaya meningkatkan fasilitas fisik dan sarana prasarana menunjukkan adanya pengaruh positif.  Ketiga dalam peran BPJS meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat dalam bidang kesehatan yang dilakukan melalui upaya peningkatan profesionalisme dalam pelayanan kesehatan ditunjukkan melalui peningkatan pendidikan bagi pegawai  yang ditempatkan di RSUD Hasanuddin secara berkala. Keempat, peran BPJS dalam meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat bidang kesehatan dilakukan melalui upaya meningkatkan program promotive dan  preventive, hasil temuan lain menunjukkkan bahwa  BPJS tidak sepenuhnya berjalan efektif karena terdapat beberapa kekurangan seperti peralatan labotarium dan tidak digunakannya alat hemodialisis (cuci darah). Identifikasi faktor yang berpengaruh secara internal adalah: (1) faktor mekanisme pencairan klaim BPJS (2) keuangan rumah sakit (3) faktor sarana prasarana (4) faktor sumber daya manusia. Identifikasi faktor yang berpengaruh secara eksternal adalah: Pertama, bahwa  terdapat kekurangan sadaran masyarakat akan bagaimana cara mengurus disertai dengan persepsi bahwa pengurusan kartu BPJS menyusahkan. Kedua, faktor komunikasi antar lembaga Ketiga, Faktor Lingkungan dimana informan menyatakan pemerintah daerah juga menganggap program ini merupakan program yang penting dan harus terselenggara baik sehingga memberikan dukungan penuh. Keempat, Faktor Regulasi dimana penyelenggaraan program JKN sudah di dukung peraturan yang berlaku dan sudah berjalan dengan baik 
      PubDate: 2017-08-23
      DOI: 10.22146/jkn.26388
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
  • Panas Bumi Harta Karun Yang Terpendam Menuju Ketahanan Energi

    • Authors: Regina Tety Marry
      Pages: 93 - 113
      Abstract: ABSTRACTIndonesia has geothermal potential is so great, which is a buried treasure and needs to be managed to achieve the target of energy security in the future. Therefore, the research was conducted in order to study why the potential is so great so far only managed about 4% from 40% in the world. National Energy Policy which has declared that in 2025 Indonesia adds energy mix originating from Renewable Energy by 23% and the role of Geothermal at 9%, is yet to show its full geothermal in Indonesia, while the Energy Policy in 2050 Indonesia declared already in Energy Security conditions. This research was conducted with the observation in  location of Mount Salak geothermal power plants and geothermal policy examined in the Ministry of Energy and Mineral Resources, PT PLN Tbk and Pertamina Geothermal Energy also PT Star Energy, interviews were conducted with Vice President of Indonesia, vice chairman of the Commission VII of the House of Representatives and 9 expert geothermal, 1 player employers geothermal, as well as the head of the area and multiple stakeholders at national and regional. Teh result could be categorized into key themes in relation to geothermal legislation, royalties, research and incentive policies fiscal and non-fiscal. This research resulted in several conclusions and recommendations to stakeholders in order to carry out a policy in the development of geothermal energy, so that Indonesia can achieve Energy Security. as well as the head of the area and multiple stakeholders at national and regional.
      ABSTRAKIndonesia memiliki potensi panas bumi yang begitu besar, yang merupakan harta karun yang terpendam dan perlu dikelola untuk mencapai target ketahanan energi di masa datang. Oleh karena itu penelitian  dilakukan dengan tujuan meneliti mengapa potensi yang begitu besar sampai saat ini hanya dikelola sekitar 4 % dari 40% yang ada di dunia. Kebijakan Energi Nasional yang telah mencanangkan bahwa tahun 2025 Indonesia menambah bauran energi yang berasal dari Renewable Energy sebesar 23% dan peran Panas Bumi sebesar 9%, ini belum menunjukkan maksimalnya pengusahaan panas bumi di Indonesia, sedangkan dalam Kebijakan Energi pada tahun 2050 Indonesia menyatakan sudah dalam kondisi Ketahanan Energi. Penelitian ini dilakukan dengan pengamatan  di 1 bh lokasi PLTP yaitu PLTP Gunung Salak dan meneliti kebijakan panas bumi di kementrian ESDM , PT PLN dan Pertamina Geothermal Energy serta PT Star Energy, wawancara dilakukan dengan Wakil presiden RI , wakil ketua Komisi VII DPR RI dan  9 orang  ahli panas bumi, 1 orang pemain pengusaha panas bumi, serta kepala daerah dan  beberapa pemangku kepentingan di pusat dan daerah. Hasinyal dikategorikan ke dalam tema kunci dalam kaitannya dengan undang-undang panas bumi, royalti, penelitian dan kebijakan insentif fiskal dan non-fiskal. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan dan rekomendasi kepada stake holders agar melakukan sebuah kebijakan dalam pengembangan panas bumi, sehingga Indonesia dapat mencapai Ketahanan Energi.   
      PubDate: 2017-08-23
      DOI: 10.22146/jkn.26944
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
  • Kajian Ketahanan Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Dalam Penguatan
           Ekonomi Lokal Serta Pelestarian Sumberdaya Kebudayaan Kawasan Kotagede
           Yogyakarta

    • Authors: Wenang Anurogo, Muhammad Zainuddin Lubis, Hartono Hartono, Daniel Sutopo Pamungkas, Ahmad Prasetya Dilaga
      Pages: 114 - 136
      Abstract: ABSTRACT Kotagede Cultural Heritage area had been considered less attention. The tour trail activity was able to provided historical, fun and healthy knowledge as it could only be preserved or on foot. The activity depended on the interest of the people and tourists in choosing the tour. This research was intended to contributed  to the objective analysis in one of the important destinations in Yogyakarta City which was the cultural art and heritage of Kotagede and provided a spatial picture of the existing cultural tourism attractions to provided informative knowledge to the public to be in demand and continue to preserved the tour.The study of Kotagede tourism object used qualitative method combined with the use of high-resolution remote sensing image data in more interactive visualization results.The result of Kotagede tourism study showed that tourism object in Kotagede Culture area was cultural object, tradition, craft, and art which was summarized into four recommended route that were spiritual trail tour package, hallway trail tour package, architectural trail  tour package, and study trail  tour package. Managed in a participatory manner by the surrounding community and could still grew better if received direct attention from the government and stakeholders related to the management of the tourist area of Kotagede. ABSTRAK Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kotagede selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Kegiatan tour wisata heritage trail ini mampu memberi pengetahuan sejarah, menyenangkan, dan menyehatkan karena hanya dapat dilalui dengan bersepeda atau berjalan kaki. Kegiatan tersebut tergantung dari minat masyarakat dan wisatawan dalam memilih tour wisata. kajian ini dimaksudkan untuk turut memberikan kontribusi dalam analisis destinasi di salah satu tujuan penting di Kota Yogyakarta yaitu kawasan seni budaya dan heritage Kotagede dan memberikan gambaran spasial tentang atraksi wisata budaya yang ada di sana guna memberikan pengetahuan yang informatif kepada masyarakat agar tertarik dan terus bisa melestarikan wisata tersebut.Kajian objek wisata heritage trail di Kotagede ini menggunakan metode kualitatif ditambah dengan pemanfaatan data citra penginderaan jauh resolusi tinggi dalam visualisasi hasil yang lebih interaktif.Hasil kajian wisata kawasan Kotagede menunjukkan bahwa atraksi wisata yang ada di kawasan Cagar Budaya Kotagede berupa benda-benda budaya, tradisi, kerajinan, dan kesenian yang dirangkum ke dalam empat rute yang direkomendasikan yakni, paket wisata jelajah spiritual, paket wisata jelajah lorong, paket wisata jelajah arsitektural, dan paket wisata jelajah studi. Paket wisata tersebut dikelola secara partisipatif oleh masyarakat sekitar dan masih dapat berkembang menjadi lebih baik lagi apabila mendapat perhatian secara langsung dari pemerintah maupun stakeholder yang berkepentingan terkait dengan pengelolaan kawasan wisata Kotagede.
      PubDate: 2017-08-23
      DOI: 10.22146/jkn.25929
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
  • Indeks Subjeks dan Indeks Penulis

    • Authors: Indeks Subjeks Dan Indeks Penulis
      Pages: 137 - 138
      Abstract: Indeks SubjeksB
      Bencana Banjir Rob i, 1, 6, 13, 14, 18
      BPJS i, ii, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 83, 84, 85, 86,
      87, 88, 89, 90, 91, 92
      D
      Data Citra Resolusi Tinggi 115
      F
      Festival Film Dokumenter i, ii, 34, 35, 36, 39, 40,
      41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49
      I
      Indeks KAMI 21, 22, 24, 26, 27, 28, 29
      J
      Jelajah Warisan Kebudayaan 115
      K
      Ketahanan Energi i, 93, 94, 104, 113
      Ketahanan Masyarakat 76
      Ketahanan Pribadi i, 51, 52, 58, 63, 66, 68, 73
      Ketahanan Sosial i, 34, 35, 37, 42, 44, 46, 135
      Ketahanan Wilayah i, 1, 15, 18, 19, 73
      Kotagede i, ii, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120,
      121, 122, 123, 124, 125, 126, 127, 128, 129,
      130, 131, 132, 133, 134, 135
      L
      Literasi Kewarganegaraan 52M
      Masyarakat Pesisir i, 1, 5
      P
      Panas Bumi i, 93, 94, 96, 100, 105, 113
      Pariwisata 115, 135
      Pemuda i, ii, 34, 35, 51, 52, 55, 58, 59, 60, 66, 71,
      73, 74, 135, 136
      Peran i, 12, 19, 46, 47, 48, 51, 52, 58, 59, 63, 72, 73,
      74, 75, 76, 77, 80, 86, 104, 135, 136
      Peran Pemuda i, 51, 52, 59, 136
      R
      RSUD i, ii, 75, 76, 77, 78, 79, 81, 82, 83, 84, 85, 86,
      87, 88, 91
      S
      SIAK ii, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32
      Strategi Adaptasi i, 1, 9, 11, 14
      T
      Tingkat Kelengkapan dan kematangan 22
      W
      Warga Negara yang Baik 52indeks penulisA
      Agus Pramusinto 75
      Akhmad Asrofi 1
      Aris Tundung Himawan 21
      Armaidy Armawi 21, 51, 137
      B
      Budi Irawanto 34
      D
      Danang Sri Hadmoko 1
      Daniel Sutopo Pamungkas 114
      Djoko Soerjo 51
      H
      Hartono 114, 125, 135
      L
      Lutfan Lazuardi 75Mohtar Mas’oed 34
      Muhammad Zainuddin Lubis 114
      N
      Nurul Hidayah 34, 44
      R
      Raharjo 51
      Regina Tetty Mary 93
      S
      Su Ritohardoyo 1
      T
      Tri Kuntoro Priyambodo 21
      Trisna Widada 75
      W
      Wenang Anurogo 114

      PubDate: 2017-08-24
      DOI: 10.22146/jkn.27708
      Issue No: Vol. 23, No. 2 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 23.20.129.162
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016