for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Journal Cover Journal of Fisheries Sciences
  [0 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 0853-6384
   Published by Universitas Gadjah Mada Homepage  [28 journals]
  • SEBARAN LOKASI PENELURAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PULAU SANGALAKI
           KEPULAUAN DERAWAN KABUPATEN BERAU

    • Authors: Andi Ibrahim, Djumanto Djumanto, Namastra Probosunu
      Pages: 39 - 46
      Abstract: Populasi penyu hijau (Chelonia mydas) yang bertelur di kawasan konservasi kepulauan Derawan semakin menurun disebabkan oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah peneluran tiap induk penyu hijau dan korelasinya terhadap naungan, lebar pantai berpasir dan fase bulan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 Januari–31 Maret 2015 berlokasi di Pulau Sangalaki. Pengamatan induk bertelur dilakukan dengan menyusur pantai tiap malam untuk menemukan induk yang sedang bertelur. Pada induk yang sudah bertelur, maka sarangnya diberi tanda di lokasi tempat bertelur. Pada hari berikutnya dilakukan penggalian sarang, pengambilan telur, dan pengukuran kondisi lingkungan tempat peneluran. Data yang dikumpulkan adalah jumlah telur tiap sarang dan kondisi lingkungan tempat peneluran. Kondisi lingkungan yang diukur meliputi kedalaman sarang, suhu substrat, jarak sarang terhadap naungan dan garis pantai saat surut terendah. Analisis data dilakukan secara deskriptif terhadap jumlah telur dan parameter lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah telur tiap sarang sebanyak 97 butir dengan kisaran 45–127 butir, ukuran panjang karapas 96 cm dengan kisaran 86-107 cm, rerata kedalaman sarang 73 cm dengan kisaran 56-87 cm. Penyu yang bertelur semakin banyak akan menggali sarang semakin dalam, namun tidak ada korelasi antara panjang karapas dengan jumlah telur. Jumlah rerata induk penyu hijau yang bertelur di Pulau Sangalaki adalah 486 ekor/bulan dengan kisaran 168–1085 ekor/bulan. Musim barat dan timur mempengaruhi frekuensi peneluran. Frekuensi peneluran terjadi sepanjang tahun dan frekuensi peneluran paling tinggi terjadi pada bulan Agustus yang bertepatan dengan puncak musim Timur. Frekuensi peneluran pada musim Timur empat kali lebih banyak daripada saat musim Barat. Frekuensi pendaratan penyu hijau tidak dipengaruhi oleh fase bulan. Berdasarkan lokasi penyu hijau bertelur, pantai yang banyak dipilih untuk lokasi bertelur terdapat di sebelah barat laut, timur laut dan selatan Pulau Sangalaki. Sarang penyu hijau lebih banyak ditemukan pada daerah naungan vegetasi (64%) daripada daerah pasir terbuka (36%).
      PubDate: 2017-11-01
      Issue No: Vol. 18, No. 2 (2017)
       
  • PENERAPAN CARA BUDIDAYA IKAN YANG BAIK PADA PEMBESARAN UDANG VANAME
           (Litopenaeus vannamei) DI PESISIR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    • Authors: Lucky Restyan Nugroho, Sukardi Sukardi, Bambang Triyatmo
      Pages: 47 - 53
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) serta faktor yang mempengaruhinya pada kegiatan pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui teknologi budidaya udang yang diterapkan oleh petambak di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Penelitian deskriptif bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat, suatu kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi berstruktur untuk memperoleh gambaran lebih detail  mengenai suatu gejala atau fenomena. Lokasi penelitian ditentukan secarasampling purposive, yaitu dengan fokus di wilayah Dusun Sidorejo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, serta Dusun Kuwaru dan Dusun Ngentak, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul. Alasan pengambilan 3 wilayah tersebut dikarenakan sebagai sentra produksi udang vaname yang pertama dan paling lama beroperasi di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden ditentukan secara proportionate random sampling dari 3 wilayah yang telah ditentukan. Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 18 Juni 2015  hingga 12 Juli 2015. Penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) meliputi 10 parameter pada kegiatan pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei). Kesepuluh parameter tersebut meliputi: pemilihan lokasi; penentuan tata letak dan desain konstruksi; pemilihan wadah budidaya; pengamanan biologi (biosecurity); pemilihan benih ikan (udang); penggunaan pakan ikan (udang); penggunaan probiotik; penggunaan desinfektan; cara panen; peralatan panen. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) pada pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata sebesar 62,24%. Faktor yang mempengaruhi penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) pada kegiatan pembesaran udang adalah adanya (komunikasi dan sosialisasi) mengenai teknis pembesaran udang oleh karyawan dari perusahaan pakan maupun probiotik. Penyuluhan (komunikasi dan sosialisasi), verifikasi (pencatatan) dan pengendalian berupa sertifikasi justru belum dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan. Teknologi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) yang diterapkan oleh petambak di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta adalah teknologi semi intensif. Penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) oleh petambak pada kegiatan pembesaran udang vaname (Litopenaeus vannamei) di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata sebesar 62,24%. Faktor yang mempengaruhi penerapan cara budidaya ikan yang baik adalah belum intensifnya sosialisasi tentang materi CBIB oleh pemerintah. Pengetahuan perihal cara budidaya ikan yang baik (CBIB) yang diperoleh petambak justru berasal dari karyawan pabrik pakan maupun probiotik udang. Teknologi budidaya udang yang diterapkan oleh petambak udang vaname (Litopenaeus vannamei) di pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta adalah semi intensif.
      PubDate: 2017-11-01
      Issue No: Vol. 18, No. 2 (2017)
       
  • ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas sp. DARI LELE DUMBO (Clarias
           sp.) DI KABUPATEN NGAWI

    • Authors: Sri Rejeki, Triyanto Triyanto, Murwantoko Murwantoko
      Pages: 55 - 60
      Abstract: Lele dumbo (Clarias sp.) merupakan satu jenis ikan air tawar penting yang digemari oleh masyarakat karena memiliki banyak kelebihan. Bakteri.Aeromonas merupakan  penyakit berbahaya pada budidaya air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui pathogenisitas bakteri Aeromonas spp. dari lele dumbo dari Kabupaten Ngawi.  Sampel ikan lele berukuran 20-25 cm yang menunjukkan gejala sakit diperoleh dari kolam pembesaran di 3 kecamatan. Bakteri disisolasi dari ginjal diinokulasikan pada medium GSP. Karakterisasi dan identifikasi bakteri melalui pengamatan morfologi koloni, sel, dan sifat biokimia. Pembuktian sifat patogen dengan uji Postulat Koch. Tingkat patogensitas dianalisis dengan mengukur nilai Lethal Dosage 50  pada benih  lele ukuran 7-9 cm. Hasil pengamatan menunjukkan gejala penyakit pada ikan yang terserang bakteri berupa luka borok pada kulit, pembengkakan pada bagian perut dan kerusakan ginjal. Isolasi bakteri yang diperoleh berjumlah 15 yang terdiri dari lima, enam dan empat isolat yang masing masing berasal dari Kecamatan Karang Jati, Geneng dan Paron. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa 12 isolat (GKJ1, GKJ3, GKJ4, GGN1, GGN2, GGN3, GGN4, GGN5, GGN6, GPR2, GPR3 dan GPR4 teridentifikasi sebagai bakteri Aeromonas hydrophila. Tiga isolat (GKJ2, GKJ5 dan GPR1) teridentifikasi sebagai bakteri A. salmonicida. Isolat A. hydrophila GKJ1, GKJ4, GGN2, GGN5, GPR2 dan GPR4 bersifat virulen terhadap lele dumbo dengan LD50 1,55 x 105, 3,89 x 105, 7,24 x 105, 2,39 x 105, 6,61 x 104 dan 1,95 x 104 cfu/ikan.   
      PubDate: 2017-11-01
      Issue No: Vol. 18, No. 2 (2017)
       
  • PRODUKSI DAN APLIKASI VAKSIN DNA Streptococcus iniae UNTUK MENINGKATKAN
           IMUNITAS NILA (Oreochromis niloticus)

    • Authors: Sutanti Sutanti, Novi Megawati, Sugiyo H. Pranoto, Ratu Siti Aliah
      Pages: 61 - 66
      Abstract: DNA vaccine Streptococcus iniae is a third generation of vaccines based on the gene encoding a vaccine antigen. Pgm is DNA-binding protein that activates expression of several important virulence gene, including those encoding polysaccharide capsule. The pgm gene controlled by MBA promoter has constructed successfully as a candidate of DNA vaccine to against S. iniae infection in Nile Tilapia. The goals of this study were to production and application of DNA Vaccine S. iniae to increase the nile tilapia immunity.  Vaccine production was using plasmid isolation method from Escherichia coli dH5α containing pMBA-pgm. Vaccine verification was was accomplished by PCR using pgm gene S. iniae Fstrep and Rstrep specific primers, which revealed the 1,713 bp PCR product. Application of DNA vaccine was using 25, 50, 75, and 100ng/ml dosage with intraperitonial injection method .The challenge test was using 108 cfu/ml density of S. iniae. Observation test parameter were survival rate, relative percent survival, mean time to death, pgm gene, and organ histology such as liver, eyes, brain, spleen and kidney. Vaccine production was succeed using plasmid isolation method and containing pgm gene revealed 1713bp. the application of DNA vaccine was optimum at 50ng/ml dosage with SR value 96.667%, RPS value 88,461% and MTD value 4,6 days. The eyes histology shows opacity and exopthalmia, the other organ such as liver, spleen and kidney was necrosis. The DNA vaccine was optimum at 50ng/ml dosage.  
      PubDate: 2017-11-01
      Issue No: Vol. 18, No. 2 (2017)
       
  • PEMANFAATAN Azolla sp. UNTUK PENURUNAN KANDUNGAN COD DALAM LIMBAH LAUNDRY

    • Authors: Ammelia Mentari, Namastra Probosunu, Ratih Ida Adharini
      Pages: 67 - 72
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Azolla sp.dalam memperbaiki kualitas air limbah laundry utamanya parameter kandungan COD. Penelitian dilakukan menggunakan 6 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan dan disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan terdiri dari P0 (0 gram), P1 (50 gram), P2 (100 gram), P3 (150 gram), dan P4 (200 gram) yang diletakan dalam bak berisi 30 liter air limbah laundry dengan pengenceran 50%. Parameter kualitas air yang diamati yaitu COD, pH, suhu air, dan biomassa setiap 7 hari selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa Azolla sp. memiliki kemampuan untuk memperbaiki kualitas air limbah laundry terutama menurunkan COD. Limbah laundry setelah diperlakukan dengan Azolla sp. selama 21 hari nilai COD turun dari 133,43 mg/L menjadi 41,52 mg/L. Kepadatan dan waktu efektif Azolla sp. dalam memperbaiki kualitas air limbah laundry yaitu pada perlakuan 150 gram selama 7 hari karena memerlukan waktu yang lebih singkat sehingga lebih efisien.
      PubDate: 2017-11-01
      Issue No: Vol. 18, No. 2 (2017)
       
  • STATUS STOK GENUS Rastrelliger spp. SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN PERIKANAN
           (STUDI KASUS PERAIRAN SELAT SUNDA)

    • Authors: Wulandari Sarasati, Mennofatria Boer, Sulistiono Sulistiono
      Pages: 73 - 81
      Abstract: Genus Rastrelliger merupakan salah satu komoditas penting dari perairan Selat Sunda dikarenakan mengandung asam lemak omega-3 dan sumber asam lemak tak jenuh. Penelitian ini berjuan untuk menganalisis status stok genus Rastrelliger spp. seperti ikan kembung (Rastrelliger faughni), kembung lelaki (R. kanagurta), dan kembung perempuan (R.brachysoma). Penelitian dilaksanakan di perairan Selat Sunda dengan ikan contoh yang didaratkan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten. Parameter yang dianalisis untuk menduga status stok antara lain pertumbuhan, rekruitmen, model produksi surplus, serta mortalitas dan laju eksploitasi. Genus Rastrelliger spp.  yang didaratkan di PPP Labuan Banten di ambil dari 5 tumpukan yang berbeda. Ikan contoh di ambil secara acak kelompok berdasarkan ukuran kecil, sedang, dan besar. Pengambilan contoh ikan dilakukan selama lima bulan sejak bulan April hingga Agustus 2015 pada puncak bulan gelap. Hasil analisis menggunakan software FISAT II ELEFAN I menunjukkan bahwa ikan kembung memiliki nilai L∞ untuk betina dan jantan masing-masing sebesar 249.4 mm dan 242.5 mm, ikan kembung lelaki 241.5 mm dan 266 mm, serta ikan kembung perempuan 282 mm pada betina dan 254.75 pada ikan jantan. Growth Performs Index (GPI) pada ikan kembung sebesar 4.3848, ikan kembung lelaki sebesar 4.5573, dan pada ikan kembung perempuan sebesar 4.1510. Koefisien pertumbuhan (K) untuk ikan kembung betina dan jantan sebesar 0.28 dan 0.44, 0.62 dan 0.34 untuk ikan kembung lelaki betina dan jantan, serta 0.47 dan 86 untuk ikan kembung perempuan betina dan jantan. Tingkat rekruitmen masing-masing individu berbeda-beda tetapi secara keseluruhan mengalami dua puncak periode rekruitmen. Nilai Maximum Sustainable Yield (MSY) untuk genus Rastrelliger spp.  Sebanyak 1,919.019 ton dan FMSY (Effort MSY) sebesar 16,766 trip. Selanjutnya tingkat mortalitas penangkapan (F) sebesar 13.61 untuk ikan kembung, 27.90 pada ikan kembung lelaki, serta 2.57 untuk ikan kembung perempuan. Dalam pendugaan status stok tidak pernah terlepas pada pendugaan laju eksploitasinya. Laju eksploitasi untuk ikan kembung yaitu sebesar 0.97, ikan kembung lelaki sebesar 0.98, dan 0.93 pada ikan kembung perempuan. Dilihat dari laju eksploitasi tersebut dapat diduga ketiga ikan dari genus Rastrelliger spp. di perairan Selat Sunda telah mengalami over eksploitasi dikarenakan telah melewati batas laju eksploitasi optimum.
      PubDate: 2017-11-01
      Issue No: Vol. 18, No. 2 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 23.20.129.162
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016