Similar Journals
Journal Cover
Jurnal Kajian Komunikasi
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2303-2006 - ISSN (Online) 2477-5606
Published by Universitas Padjadjaran Homepage  [27 journals]
  • Konstruksi Identitas Guru Bimbingan Konseling sebagai Komunikator
           Pendidikan

    • Authors: Putri Astiti, Jenny Ratna Suminar, Agus Rahmat
      Pages: 1 - 9
      Abstract: Penelitian ini bermula dari dihilangkannya jam kelas bagi guru bimbingan dan konseling (BK) serta masih kurangnya jumlah guru BK di SMA Negeri di Kota Bandung. Peneliti ingin mengkaji lebih jauh mengenai motivasi, makna profesi, dan pengalaman komunikasi yang dialami oleh guru BK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini mencoba untuk mencari pemaknaan mengenai bagaimana manusia mengkonstruksi makna dan konsep-konsep penting dalam kerangka intersubjektivitas. Pada penelitian ini data diperoleh dari tujuh guru BK sebagai key informant. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga kategori yang melatarbelakangi alasan untuk menjadi guru, yaitu keinginan pribadi, arahan orang tua dan lingkungan pergaulan atau pertemanan. Hasil penelitian ini juga memunculkan dua kategori makna identitas guru BK, yaitu makna positif dan makna negatif. Makna positif dinyatakan pada guru sebagai orang tua, dicintai anak-anak, membantu siswa mengenali dirinya, harus tahu segala hal, dan guru yang sempurna. Makna negatif dinyatakan pada guru sebagai ganjal pintu dan guru yang masih dianggap sebagai polisi sekolah. Pengalaman komunikasi guru BK berlangsung pada konteks komunikasi antarpribadi, kelompok dan organisasional. Guru BK sebagai komunikator pendidikan harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Gambaran kondisi guru BK dalam memaknai profesi diharapkan dapat dijadikan rujukan pengambil kebijakan agar lebih memahami secara mendalam mengenai pentingnya keberadaan guru BK di sekolah.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.7738
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Strategi Customer Relationship Management (CRM) PT Angkasa Pura II
           (Persero)

    • Authors: Janiar Puspa Wildyaksanjani, Dadang Sugiana
      Pages: 10 - 23
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan strategi Customer Relationship Management (CRM), mengetahui strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) dan untuk mengetahui persepsi mitra usaha pada strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi alasan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan strategi Customer Relationship Management (CRM) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung adalah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada mitra usaha sehingga tercipta hubungan jangka panjang yang lebih baik serta mendorong loyalitas dari mitra usaha kepada PT Angkasa Pura II (Persero). Strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung adalah dengan memberikan pelayanan prima kepada mitra usaha dan yang membedakan Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan bandara lain di Indonesia adalah adanya program inovasi seperti lucky draw dan piagam penghargaan. Persepsi mitra usaha pada strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung cukup beragam mulai dari persepsi yang bersifat positif ataupun negatif. Namun secara garis besar persepsi pelanggan lebih kepada masukan atau kritikan agar PT Angkasa Pura II (Persero) meningkatkan kualitas pelayanannya di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. 
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.8754
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Komunikasi Pemasaran dalam Positioning N219 oleh PT Dirgantara Indonesia
           (Persero)

    • Authors: Yasser Ersyad, Eni Maryani, Siti Karlinah
      Pages: 24 - 36
      Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi komunikasi pemasaran N219 yang berbasis positioning merek. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Narasumber penelitian ini berjumlah enam orang. Pengumpulan data dilakukan utamanya melalui wawancara mendalam, studi literatur dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa N219 dimaksudkan untuk mengambil pasar Twin Otter yang perlu digantikan baik dari segi teknologi maupun usia dalam melayani penerbangan perintis di Indonesia. N219 diposisikan sebagai pesawat terbang pengganti Twin Otter di Indonesia dengan menggunakan slogan “The New Generation of Light Class Aircraft”. Selain itu, N219 juga diposisikan sebagai karya anak bangsa, untuk membentuk manfaat emosional antara merek dengan konsumen potensial serta khalayak luas. Komunikasi pemasaran untuk menyampaikan nilai-nilai positioning dilakukan dengan berbagai sarana, yakni melalui pameran pemasaran, publisitas di media massa, dan pendekatan langsung. Saran penelitian selanjutnya dapat fokus pada bagaimana hubungan proses generatif, produktif, dan representatif yang terjadi dalam penciptaan nilai di sebuah perusahaan. Hubungan ketiganya dapat dijadikan fokus untuk membentuk model yang lebih tepat untuk penggambaran yang lebih universal. Sedangkan saran praktisnya adalah bahwa perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara fungsi Humas dan Komunikasi Pemasaran. Di dalam perusahaan, keduanya merupakan alat utama untuk berkomunikasi dengan pihak eksternal perusahaan. Kemudian perlu dieksplorasi sarana-sarana komunikasi pemasaran baru sebagai alternatif kunjungan langsung ke perusahaan-perusahaan dalam pemasaran tatap muka, yang membutuhkan cukup banyak biaya dan waktu. Misalnya, dengan menempatkan lebih banyak perwakilan pemasaran (marketing representative) di daerah-daerah, dan sebagainya.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.8996
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Identifikasi Nilai Kemajemukan Indonesia Sebagai Identitas Bangsa dalam
           Iklan Mixagrip Versi Keragaman Budaya

    • Authors: Rustono Farady Marta, Jean Sierjames Rieuwpassa
      Pages: 37 - 50
      Abstract: Kreativitas manusia dalam produk ciptaannya berkaitan erat dengan budaya, karena kebudayaan adalah sarana bersemainya cipta, rasa, dan karsa manusia. PT. Kalbe Farma, Tbk (Kalbe) melalui produk Mixagrip berusaha mengapresiasi kekayaan budaya di Tanah Air, mulai dari kegiatan kampanye “Mixagrip, Explore Budaya Indonesia”, dilanjutkan “Gowes Pesona Nusantara” dan “Mixagrip Cinta Budaya Sehat”. Seluruh kegiatan tersebut ditujukan kepada berbagai daerah di Indonesia, setidaknya terdapat sebelas kota disasar oleh berbagai kampanye tersebut. Selain itu, terpaan nasional diramaikan pula dengan kemunculan iklan versi “Keragaman Budaya Indonesia”. Keunikan iklan Mixagrip yang mengetengahkan Laudya Cynthia Bella sebagai brand ambassador ini, terletak pada upaya mengakomodasi berbagai budaya daerah nasional ke dalam sebuah iklan. Bersandar pada analogi enam dimensi kultural yang dicetuskan oleh Geert Hofstede, maka temuan penulis pada iklan Mixagrip tersebut dielaborasi dengan metode analisis konten kualitatif Phillip Mayring. Penelitian ini akan dipijakkan pada paradigma interpretif untuk menemukan tiga elemen utama analisis konten kualitatif Mayring, antara lain: abstraksi, eksplikasi, dan strukturasi. Ketiga tahapan ini diidentifikasi penulis sebagai nilai kemajemukan Indonesia, sekaligus mengimplementasikan semboyan nasional “Bhinneka Tunggal Ika”. Kepentingan bisnis yang umumnya disematkan melalui suatu produk iklan Television Video Comercial (TVC), seketika dialihkan kepada kepedulian akan toleransi kemajemukan budaya yang sedang ditumbuh kembangkan oleh pihak Mixagrip dalam konsep berbagi “kasih” dan bersikap “epoche”.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15416
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Pengalaman Komunikasi Penyandang Kanker Serviks dalam Pencarian Informasi
           Pengobatan di Jawa Barat

    • Authors: Purwanti Hadisiwi, Hadi Suprapto Arifin
      Pages: 51 - 63
      Abstract: Banyak penyandang kanker serviks yang terdiagnosis awal sudah berada pada stadium lanjut. Hal ini diantaranya disebabkan oleh perbedaan aksesnya terhadap informasi kesehatan serta tingkat pemahaman yang berbeda terhadap informasi yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman komunikasi penyandang kanker serviks di Jawa Barat, pola pencarian informasi kesehatan dan jenis informasi kesehatan yang diperlukan penyandang kanker serviks. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Melalui wawancara mendalam terhadap delapan penyandang kanker serviks yang berasal dari Bandung, Bekasi, Karawang, Indramayu, Cirebon dan Pangandaran diperoleh pemahaman bahwa, penyandang kanker serviks yang berasal dari strata sosial ekonomi rendah cenderung merasa terstigma sehingga menghambat aksesnya terhadap informasi dan berimplikasi pada kondisi stadium kanker serviks yang tinggi; mereka yang berasal dari strata sosial ekonomi rendah mendapatkan informasi kesehatan dari teman/kerabat dan dokter, sedangkan yang berasal dari strata yang lebih tinggi selain mendapatkan informasi kesehatan dari dokter, mereka juga mendapatkan informasi dari teman/komunitas dan media massa; mereka memerlukan informasi tentang penyakitnya, pengobatan dan jenis tindakan yang harus dijalani, nutrisi serta gaya hidup yang dapat memperpanjang harapan hidupnya. Diperlukan informasi tentang kanker serviks yang mudah diakses dan mudah dipahami disertai dengan pemberdayaan kader kesehatan yang dapat memberikan pendampingan kepada perempuan yang memiliki gejala awal kanker serviks.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15388
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Etnografi Komunikasi Komunitas yang Kehilangan Identitas Sosial dan Budaya
           di Kabupaten Cilacap

    • Authors: S. Bekti Istiyanto, Wiwik Novianti
      Pages: 64 - 77
      Abstract: Penelitian ini dilakukan didasari oleh kekhawatiran bahwa warisan budaya di Desa Rejodadi Cimanggu secara bertahap lenyap pada generasi muda. Karena itu, masyarakat berupaya membangun identitas budaya dan sosial dengan menciptakan sebuah komunitas yang mewakili identitas mereka yang telah dianggap mulai pudar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: perilaku komunikasi sehari-hari masyarakat Rejodadi sebagai masyarakat tutur, dan mengidentifikasi identitas sosial dan budaya dalam kehidupan komunitas yang berbeda-beda namun tetap bisa eksis berdampingan secara harmonis. Penelitian ini menggunakan Teori Identitas Sosial dari Henri Tajfel dan John Turner sebagai dasar acuan. Metode penelitian kualitatif yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi komunikasi. Sedangkan dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan observasi partisipan, wawancara, dokumentasi berupa gambar dan rekaman, serta data review yang berkaitan dengan masyarakat desa Rejodadi. Ada 15 responden yang terlibat dalam penelitian ini sebagai informan. Mereka adalah warga desa Rejodadi yang mengetahui dengan baik tentang permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa dalam proses komunikasi masyarakat Rejodadi dilakukan secara fleksibel disesuaikan dengan partner berbicara; Proses komunikasi sehari-hari terjadi secara alami, jujur, dan seimbang tanpa meninggalkan nilai-nilai pengajaran, rasa hormat dan kasih sayang; Komunitas basa Paurangan didirikan sebagai bentuk yang mewakili masyarakat Paurangan Cimanggu; upaya melestarikan dan mewarisi nilai budaya dan sosial dilakukan dalam bentuk penguatan identitas budaya dan sosial masyarakat Paurangan.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15213
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung

    • Authors: Soraya Ratna Pratiwi, Susanne Dida, Nuryah Asri Sjafirah
      Pages: 78 - 90
      Abstract: Wisata halal saat ini menjadi fenomena baru dalam dunia pariwisata dan mulai dikembangkan di beberapa negara. Wisata halal merupakan wisata yang pada pelaksanaannya mengacu pada syariat Islam, baik akomodasi, atraksi, dan objek wisata itu sendiri. Di Kota Bandung, wisata halal belum banyak dikenal dan masih pada tahap persiapan pengembangan, sehingga perhatian dan kepedulian terhadap wisata halal di kota ini masih belum terbangun. Dalam menangani masalah tersebut, diperlukan sebuah strategi komunikasi untuk membangun perhatian dan kepedulian di kalangan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi komunikasi dalam rangka membangun perhatian dan kepedulian para pemangku kepentingan termasuk masyarakat terhadap pengembangan wisata halal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Atas Realita yang dicetuskan oleh Burger dan Luckmann. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata halal di Kota Bandung dikembangkan melalui dukungan dari berbagai lintas lembaga, yang disebut strategi penta helix. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mempersiapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata halal dengan melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) kepada SKPD terkait. Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, beberapa lembaga lain seperti Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) dan Salman Halal Center melakukan awareness building kepada para pemangku kepentingan dan juga masyarakat. Diperlukan strategi komunikasi yang lebih kompleks untuk mengkomunikasikan wisata halal kepada stakeholders dan juga masyarakat.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.12985
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Strategi Media Relations Perusahaan Pertambangan Timah dan Agenda Setting
           Media di Bangka Belitung

    • Authors: Iswandi Syahputra
      Pages: 91 - 105
      Abstract: Artikel ini menjelaskan strategi media relations yang digunakan oleh perusahaan pertambangan timah di provinsi Bangka Belitung dalam menyusun agenda setting media. Satu sisi, perusahaan pertambangan timah memiliki agenda agar dapat melakukan penambangan sesuai peraturan. Pada sisi lainnya, pemerintah daerah sebagai pihak yang berada di luar institusi media massa dan perusahaan pertambangan juga memiliki agenda tersendiri. Sehingga persoalan pertambangan timah di Bangka Belitung memiliki potensi konflik kepentingan, bukan saja antar perusahaan dengan pemerintah, tetapi juga dengan warga masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana strategi media relations perusahaan pertambangan timah dalam menyusun agenda setting media massa di Bangka Belitung. Ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatoris. Data penelitian ini diperoleh melalui pengamatan dan partisipasi semi tertutup serta wawancara dengan sejumlah informan yang memiliki kompetensi dan relevansi dengan masalah penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa media massa sebagai institusi ekonomi digerakkan melalui prinsip transaksional. Pada sisi lain, perusahaan penambang timah dan pemerintah daerah memiliki agenda setting bersama. Relasi berbagai sisi tersebut merupakan faktor internal yang terjadi dalam suatu iklim media baru yang sangat dinamis. Sedangkan aktivitas yang sangat dinamis pada era media baru tersebut merupakan faktor eksternal. Relasi antara faktor internal dan eksternal tersebut digambarkan sebagai hal yang dapat menyusun agenda setting media. Agenda setting merupakan teori yang menjelaskan media membentuk agenda khalayak. Sehingga khalayak cenderung menilai suatu hal menjadi penting karena media menilai suatu hal tersebut penting.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15233
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Pemberitaan di Media Online untuk Pengurangan Risiko Bencana Gunung
           Sinabung

    • Authors: Puji Lestari, Berliyan Ramadhaniyanto, Damayanti Wardyaningrum
      Pages: 106 - 120
      Abstract: Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara memiliki risiko bencana alam yang tinggi. Selama lima tahun terakhir aktivitas erupsi yang terjadi membuat masyarakat senantiasa waspada serta memerlukan informasi yang komprehensif dan cepat dari media termasuk media online. Pemberitaan bencana Gunung Sinabung diperlukan oleh masyarakat di wilayah lain yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam yang sama maupun berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media online dalam pengurangan risiko bencana erupsi Gunung Sinabung dengan teori dan konsep tanggung jawab sosial media, peran media, serta pengurangan risiko bencana. Metode yang digunakan yaitu analisis isi media online, objek penelitian dua media online Kompas.com dan Hariansib.com. Fokus analisis isi media online pada unsur waktu tayang, penempatan, narasumber, dan tema berita. Hasil penelitian menemukan bahwa waktu tayang berita di kedua media lebih dominan berita pada periode pasca bencana dibandingkan periode bencana lainnya seperti periode pra bencana dan periode tanggap darurat. Pada unsur penempatan berita terdapat pembagian jenis berita regional dan nasional. Untuk narasumber berita terdapat dua kategori yaitu narasumber pemerintah dan narasumber lainnya. Narasumber yang lebih banyak dipilih adalah pemerintah dibanding narasumber lain seperti masyarakat lokal atau korban bencana. Tema berita terbanyak diangkat tema keamanan dan berbagai peristiwa pada periode pasca bencana. Kontribusi penelitian ini memberi masukan kepada kedua media online agar lebih memberikan keseimbangan pemberitaan pada unsur waktu tayang berita, penempatan berita, narasumber berita, dan tema berita. Selain itu, berita juga meliputi saat pra bencana, saat tanggap darurat bencana maupun pasca bencana. Berita juga perlu diperoleh dari berbagai sumber yang lebih beragam termasuk korban bencana.
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.15168
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
  • Perilaku Pencarian Informasi Pertanian melalui Media Online pada Kelompok
           Petani Jahe

    • Authors: Ope Destrian, Uud Wahyudin, Slamet Mulyana
      Pages: 121 - 132
      Abstract: Artikel ini menelusuri perilaku pencarian informasi pertanian melalui media online pada petani jahe, Kelompok Tani Jahe Putri Mandiri Di Desa Putri Dalem Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa petani jahe Putri Mandiri membutuhkan informasi pertanian melalui media online; bagaimana pola komunikasi yang dilakukan petani jahe putri mandiri dalam mengimplementasikan pencarian informasi pertanian; dan peranan informasi dalam pemecahan masalah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kebutuhan informasi petani Jahe Putri Mandiri menjadikan media online sebagai pemenuhan kebutuhan informasi dalam Pencarian Informasi Pertanian dan penanggulangan penanaman jahe dengan sistem polybag. Kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu: Mereka merasa belum cukup mendapatkan penyuluhan dalam pengetahuan pertanian, sehingga ketua kelompok perlu untuk memperbaiki pola bercocok tanam jahe melalui media online; Petani mendapatkan informasi pertanian yang dibutuhkan melalui media online yaitu Google, Yahoo, Facebook, dan Twitter dan selanjutnya mendapatkan bantuan dari pakar pertanian di bidang jahe gajah; Pola komunikasi yang dilakukan oleh petani dan ketua kelompok petani setiap hari selalu menggunakan media online; Penggunaan Media online terhadap petani sangat cocok untuk diimplementasikan tentang tanaman jahe gajah pada Desa Putri Dalem, Jatitujuh, Majalengka; Informasi yang diperoleh petani melalui media online. Selanjutnya petani mendiskusikan dengan kelompok petani jahe di Indonesia melalui media online, setelah itu mereka mendiskusikannya lagi dalam kelompok tani jahe putri mandiri terutama yang berkaitan dengan cara-cara penanggulangan permasalahan jahe gajah. 
      PubDate: 2018-06-29
      DOI: 10.24198/jkk.v6i1.12391
      Issue No: Vol. 6, No. 1 (2018)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 100.24.125.162
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-