Similar Journals
Journal Cover
Farmaka
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1693-1424 - ISSN (Online) 2089-9157
Published by Universitas Padjadjaran Homepage  [27 journals]
  • REVIEW JURNAL : KLASIFIKASI DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI DARI SENYAWA AKTIF
           FLAVONOID

    • Authors: FAIZAL ALFARIDZ
      Abstract: Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder penting pada tumbuhan. Secara umum klasifikasi flavonoid terdiri dari flavon, flavonol, flavanol, flavanone, ansotianidin, dan kalkon. Klasifikasi flavonoid ini tergantung pada perbedaan substitusi struktur flavonoid dan perbedaan ini menyebabkan aktivitas farmakologi yang beragam. Perbedaan aktivitas farmakologi flavonoid diantaranya adalah sebagai anti-inflamasi, anti-oksidan, anti-diabetes, dan anti-bakteri. Pada studi pustaka ini akan dibahas aktivitas farmakologi potensial flavonoid sebagai anti-oksidan.Kata Kunci : Flavonoid, Klasifikasi, Anti-oksidan
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Review: Kandungan dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Cempaka Kuning
           (Michelia champaca Linn.)

    • Authors: WAHYU ASHRI ADITYA, ZELIKA MEGA RAMADHANIA
      Abstract: Michelia champaca L. atau dikenal dengan cempaka kuning merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Magnoliaceae yang berasal dari India dan terdistribusi luas di seluruh Indo-Cina, Malaysia, Sumatra, Jawa, dan Cina barat daya. Michelia champaca L. merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai pengobatan untuk berbagai macam penyakit. Beberapa penelitian saat ini menunjukkan bahwa tanaman Michelia champaca Linn. memiliki aspek morfologi, etnofarmakologi dan senyawa aktif yang menunjukan tanaman tersebut penting dalam pengobatan. Diketahui bahwa tanaman cempaka kuning memiliki bermacam – macam aktivitas farmakologi seperti antihelmintik, antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, analgesik, antifertilitas, antimalaria, antifibriotik, antiulser dan antikanker. Aktivitas farmakologi yang terdapat pada tanaman cempaka kuning dihasilkan karena adanya senyawa aktif yang terkandung antara lain seperti alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, glikosida, karbohidrat, protein, sterol dan senyawa lain.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • ARTIKEL TINJAUAN : METODE PEMBUATAN DISPERSI PADAT GLIBENKLAMID

    • Authors: Denia Septy Riyandi, Febrina Amelia Saputri
      Abstract: ABSTRAKGlibenklamid merupakan obat yang termasuk ke dalam kelas II dalam Biopharmaceutics Classification System, obat ini memiliki kelarutan yang rendah dalam air sehingga laju disolusinya kurang baik. Hal ini dapat berpengaruh terhadap bioavailabilitasnya. Pembuatan sistem dispersi padat merupakan metode umum yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelarutan glibenklamid dalam air, dengan proses peningkatan kelarutan ini diharapkan laju disolusi glibenklamid menjadi lebih tinggi. Dalam review artikel ini akan dibahas beberapa metode pembuatan dispersi padat beserta jenis pembawa yang digunakan dan karakteristik dispersi padat yang dihasilkan.Kata kunci : Peningkatan kelarutan, Laju disolusi, Dispersi padat, Glibenklamid. ABSTRACTGlibenclamide classified to class two on Biopharmaceutical Classification System, this drug has low solubility in water so its affected the dissolution rate and bioavailability . The preparation of solid dispersion system was a common method which used to increase the solubility of glibenclamide in water therefore the dissolution rate and bioavailability could be higher. This article review will discuss some methods for preparation of solid dispersion , the type of carrier used and the characteristics of the resulting solid dispersion.Keyword : Solubility enhancement, Dissolution rate, Solid dispersion , Glibenclamide.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Review Artikel: Pengujian Aktivitas Antidiabetes

    • Authors: Muhammad Rizki Nugraha, Aliya Nur Hasanah
      Abstract: Antidiabetes merupakan suatu aktivitas yang diberikan oleh senyawa tertentu yang dapat mengobati penyakit diabetes. Pengujian aktivitas antidiabetes ini biasa dilakukan pada tanaman herbal. Pengujian aktivitas antidiabetes diuji dengan tiga cara yaitu secara in vitro, in vivo, dan in silico. Dalam pengujian secara in vivo, in vitro, dan in silico terdapat uji Streptozotocin, uji Aloksan, uji toleransi glukosa, uji resistensi insulin, aktivitas hipoglikemik, α-glucosidase inhibitory assay, α-amylase inhibition assay, RIN-5F cell lines method, dan molecular docking.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • TINJAUAN EFEK ANTIDIABETES TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens)

    • Authors: riska nelinda
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • ARTIKEL REVIEW: UJI AKTIVITAS DAN EFEK FARMAKOLOGI DAUN SALAM (Eugenia
           polyantha)

    • Authors: MOHAMAD NORIHSAN MAT YAACOB
      Abstract: ABSTRAKDaun salam (Eugenia polyantha) merupa tumbuhan yang kaya dengan khasiat dalam pengobatan. Terdapat pelbagai penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan khasiatnya. Antara aktivitas farmakologi yang ada pada daun salam yang masih dijalankan pengujian adalah antiinflamasi, antikolesterol, antihipertensi, antihiperglikemik, antibakteri, penurun kadar asam urat dan antioksidan. Tanaman salam mengandung tanin, flavonoid, alkaloid, dan minyak atsiri yang terdiri dari sitrat dan eugenol. Minyak atsiri secara umum mempunyai efek sebagai antimikroba, analgesik, dan memberikan pelbagai khasiat kepada manusia. Dengan bukti ilmiah yang cukup, diharapkan tanaman daun salam layak dikembangkan sebagai obat alternatif atau obat pilihan sebagai terapi farmakologi.Kata kunci: farmakologi, daun salam, flavonoid
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW: SELEDRI Apium Graveolens. Linn. SEBAGAI TABLET ANTI-INFLAMASI

    • Authors: AINAA HAZIRAH SHAMSUL ANUAR, Jutti Jutti Levitta
      Abstract: ABSTRAKSeledri atau nama sintifiknya Apium Graveolens. Linn merupakan satu tanaman yang secara tradisionalnya sering diguna sebagai penambah nafsu makan, lalap dan juga sebagai penghias dalam makanan. Dengan menggunakan metode granulasi basah, tablet dari akar seledri telah dicetak dan seterusnya dievaluasi. Seledri memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat anti-inflamasi karena ia mengandung senyawa utama Apiin yang merupakan zat metabolit utama untuk anti-Inflamasi. Didalam sistem tubuh, Apiin akan terhidrolisis menjadi gula dan aglikon apigenin yaitu satu zat yang terbukti dapat mengatasi gejala inflamasi. Telah dibuat tablet dengan menggunakan kombinasi bahan esipien laktosa, amilum manihot dan avicel 102, primojel dan magnesium stearat. Yang dibuat bervariasi adalah bahan pengikat yang digunakan yakni HPMC 2910 3 cps, PVP K30 dan gelatin.
      Kata Kunci: Akar Seledri, Anti Inflamasi, Sediaan Tablet, Evaluasi Tablet.ABSTRACTCelery or it scientific name, Apium Graveolens. Linn is a plant that is traditionally used as an appetite enhancer, salad and also as a decorative in food. Using the metod of wet granulation, tablets form the roots of a celery’s extracts have been printed and evaluated. Celery is said to have the potential to be developed as an anti-inflammatory drug because it contains Apiin, which is the main metabolite substance for anti-inflammatory action. In the body system, apiin will be hydrolyzed into sugar and apigenin aglicon an  active substance that are proven to overcome the symptoms of inflammation. Tablets have been formulated using a combination of lactose, amylum manihot and magnesium stearate. The binder used, HPMC 2910 3cps, PVP K30 and gelatin are made varies.Keywords: Celery’s roots, Anti-Inflammation, Tablet Preparation, Tablet Evaluation.
       
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW ARTIKEL : AKTIVITAS HEPATOPROTEKTOR TRENGGULI (Cassia fistula L.)

    • Authors: FIKAMILIA HUSNA, Patihul Husni
      Abstract: ABSTRAKTrengguli (Cassia fistula L.) atau kayu raja sering disebut sebagai golden shower yang diketahui sebagai tanaman obat. Trengguli (Cassia fistula L.) memiliki senyawa kimia berupa flavonoid, fenol, oxyantrakuinones, dan triterpenoid yang telah dibuktikan memiliki peran terapeutik. Review artikel ini akan memaparkan aktivitas hepatoprotektor dari trengguli (Cassia fistula L.). Review artikel ini menggunakan metode penelitian komparatif dari berbagai sumber yang didapat dari berbagai jurnal penelitian dengan jumlah 28 jurnal penelitian. Hasil dari review ini menyatakan bahwa trengguli (Cassia fistula L.) berpotensi sebagai hepatoprotektor. Bagian akar, batang, daun, buah, dan biji tanaman trengguli (Cassia fistula L.) telah terbukti memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor.Kata kunci: Hepatoprotektor, trengguli, Cassia fistula.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Review Jurnal : Formulasi Granul Effervescent dari Berbagai Tumbuhan

    • Authors: IRFAN HADI SETIANA, ARIF SATRIA WIRA KUSUMA
      Abstract: AbstrakSediaan  granul effervescent  merupakan  campuran  senyawa asam dan basa bila ditambahkan dengan air akan  bereaksi  membebaskan karbon dioksida, sehingga  menghasilkan buih yang memberikan efek rasa segar dan dapat menutupi rasa yang tidak diinginkan. Salah satu upaya  untuk  meningkatkan  kepraktisan  dan minat  masyarakat  terhadap mengkonsumsi obat herbal ialah  dengan cara memanfaatkan berbagai tumbuhan yang  selanjutnya  diformulasikan  dalam  bentuk sediaan  granul  effervescent. Sumber asam yang umum digunakan adalah asam sitrat, sedangkan sumber basanya adalah natrium bikarbonat.  Review ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait formulasi yang digunakan pada sediaan granul effervescent dari berbagai tumbuhan.Kata Kunci    : Formulasi, Effervescent granule. Tumbuhan-tumbuhan, Effervescent granule are a mixture of acid and base compounds when added with water will react to release carbon dioxide, resulting in a foam that gives the fresh effect and can mask unwanted flavors. One effort to increase the practicality and interest of the people to consume herbal medicine is by utilizing various plants which are formulated in the form of effervescent granule. The commonly used source of acid is citric acid, while the source of the base is sodium bicarbonate. This review is expected to provide information on the formulations used in effervescent granule from various plants.Keywords        : Formulation, Effervescent granule, Various plants
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • ARTIKEL REVIEW: PERKEMBANGAN DAN POTENSI VAKSIN DBD DARI BERBAGAI NEGARA

    • Authors: Monica Richelle Herdady, Resmi Mustarichie
      Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengue melalui Aedes aegyptidan Aedes albopictus. Infeksi virus dengue dapat menyebabkan Sindrom Syok Dengue yang dapat berujung pada kematian. Hingga saat ini, pengobatan DBD yang tersedia saat ini hanya terapi suportif saja. Namun, kini terapi preventif berupa vaksin DBD sedang dikembangkan. Review ini bertujuan untuk mengumpulkan literatur mengenai perkembangan vaksin DBD dan meninjau potensi vaksin DBD berdasarkan studi di berbagai negara.Kata kunci:Demam Berdarah Dengue, vaksin, perkembangan, potensi
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Review : Herban Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Sebagai Pengobatan Luka
           Terbuka

    • Authors: SALMA ALAINA ATISHA, Soraya Ratnawulan Mita
      Abstract: AbstrakAgeratum conyzoides atau lebih dikenal sebagai bandotan merupakan tanaman yang banyak tumbuh di daerah subtropis dan tropis seperti Indonesia. Ageratum conyzoides telah  banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati luka. Senyawa aktif yang terdapat pada Ageratum conyzoides antara lain alkaloid, flavonoid, tannin, glikosida, dan terpenoid yang bekerja sebagai antibakteri baik gram positif maupun gram negatif penyebab luka terbuka. Review ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengobatan luka terbuka dengan menggunakan tanaman bandotan dan senyawa aktif yang terkandung dalam bandotan yang dapat menghasilkan efek antibakteri sebagai pengobatan pada luka terbuka.Kata Kunci    : Ageratum conyzoides, luka terbuka, antibakteri Ageratum conyzoides or well known as Bandotan is a plant that grows in subtropics and tropics region like Indonesia. Ageratum conyzoides has been widely utilized as herbal medicine for wound healing. Active compound present in this plant include alkaloids, flavonoids, tannins, glycosides, and terpenoids that works as antibacterial to positive or negative strain bacteria that causes  of the wound. This review is expected to give information about wound healing used bandotan plant and active compound that can produce antibacterial effect used to wound healing in this plant.Keywords       : Ageratum conyzoides, wound healing, antibacteri
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Review Jurnal Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma
           domestica Val) untuk Anti Aging

    • Authors: Nadia Ariati Mutiana, Iyan Sopyan
      Abstract: Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) diketahui memiliki kurkumin yang bisa digunakan sebagai antioksidan. Sebagai antioksidan, ekstrak kunyit dapat digunakan untuk menghindari radikal bebas dan sebagai anti-aging. Review artikel kali ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang metode pembuatan formulasi sediaan krim anti-aging yang didalamnya terkandung ekstrak rimpang kunyit. Metode ini dimulai dari mengetahui pembuatan ekstrak kunyit, pembuatan krim ekstrak kunyit, dan dilanjutkan pada tahap pengujian krim. Dalam penelitian ini krim ekstrak rimpang kunyit mempunyai nilai IC50 <50 ppm hal ini dapat dinyatakan bahwa krim ini memiliki aktivitas antioksidan berkekuatan sangat kuat. Krim yang boleh digunakan harus memiliki syarat formulasi diantaranya aman, efektif, dan memiliki efek yang baik. Dalam penggunaan krim ekstrak rimpang kunyit didapatkan hasil  dapat menyamarkan kerutan kulit, hidrasi, kandungan melanin, elastisitas biologis, dan viskoelastisitas pada minggu 3 hingga minggu ke 8.  Kata kunci: Rimpang kunyit, antioksidan, anti-aging, krim
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW ARTIKEL: KAJIAN FARMAKOEKONOMI YANG MENDASARI PEMILIHAN PENGOBATAN
           DI INDONESIA

    • Authors: SHAHNAZ DESIANTI KHOIRIYAH
      Abstract: Biaya pelayanan kesehatan di Indonesia terus mengalami peningkatan sehingga perlu adanya kajian farmakoekonomi yang dapat dijadikan dasar dalam pemilihan pengobatan di Indonesia. Pemahaman mengenai farmakoekonomi sangat diperlukan oleh banyak pihak terutama oleh seorang apoteker untuk menentukan pengobatan terbaik yang akan diberikan kepada pasien. Kajian farmakoekonomi bertujuan untuk memberikan pengobatan yang efektif dengan peningkatan kualitas kesehatan. Kajian farmakoekonomi yang dilakukan meliputi Analisis Efektivitas Biaya (AEB); Analisis Minimalisasi Biaya (AMiB); Analisis Utilitas Biaya (AUB) dan Analisis Manfaat Biaya. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk memberikan kajian farmakoekonomi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pertimbangan pemilihan pengobatan di Indonesia. Metode yang digunakan dalam pengerjaan literatur review ini adalah  studi literatur yang bersumber dari jurnal nasional dan internasional dengan tahun terbit maksimal 5 tahun terakhir. Kajian farmakoekonomi menjadi salah satu hal sangat diperlukan dalam pemilihan pengobatan di Indonesia karena memberikan informasi mengenai pengobatan yang paling efektif, efisien, utilitas dan bermanfaat diantara banyak pengobatan.Kata Kunci: Farmakoekonomi, Analisis Efektivitas Biaya, Analisis Minimalisasi Biaya, Analisis Utilitas Biaya, Analisis Manfaat Biaya
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Induksi Pluripotent Stem Cell dengan Menggunakan Oct4, Sox2, Klf4, dan
           c-myc (Yamanaka Factors) : Perkembangan dan Tantangan

    • Authors: Irbah Arifa, Rano Kurnia Sinuraya
      Abstract: AbstrakSel embrionik memiliki kemampuan untuk membelah tanpa batas serta mempunyai sifat pluripotensi dan dapat berdiferensiasi menjadi sel dari tiga lapisan kecambah. Percobaan Takahashi dan Yamanaka pada tahun 2006, menunjukkan bahwa sel pluripoten ini dapat diperoleh dengan penambahan sekumpulan faktor, yaitu Oct4, Sox2, Klf4, dan c-Myc (Faktor Yamanaka). Mekanisme induksi sel somatik dengan dengan faktor OSKM memerlukan penelusuran lebih lanjut. Faktor ini berperan sebagai faktor pionir yang dapat berikatan dengan kromatin dan menyebabkan remodeling wilayah kromatin, dan menyebabkan aktivasi atau represi ekspresi gen. Sejauh ini, sel iPS dihasilkan dari berbagai macam tipe sel. Serta dapat berpotensi untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit turunan Mendelian ataupun kompleks. Uji klinis dari sel iPS sudah disetujui oleh Food and Drugs Administrations. Pengaplikasian dari sel iPS ini memperoleh sejumlah rintangan, seperti efisiensinya yang rendah, variabilitas yang tinggi, dan vektor yang biasa digunakan dapat menyebabkan mutasi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut terkait dengan metode yang digunakan agar dapat diperolehnya metode yang efisien, efektif serta aman.Kata Kunci                : c-myc, Induced Pluripotent Stem Cell, Klf4, Oct4, Sox2                                          Embryonic cells have the ability to cleave indefinitely and have pluripotent properties and can differentiate into cells of three germ layers. The Takahashi and Yamanaka experiments in 2006, show that these induced pluripotent stem cells (iPS cells) can be obtained by addition of a set of factors, namely Oct4, Sox2, Klf4, and c-Myc (Yamanaka Factor). Somatic cell induction mechanism with OSKM factor requires further investigation. This factor acts as a pioneering factor that can bind to chromatin and lead to remodeling of the chromatin region, and leads to activation or repression of gene expression. So far, iPS cells are produced from different cell types. And it can potentially treat various diseases, including Mendelian or complex genetic disease. Clinical trials of iPS cells have been approved by the Food and Drugs Administrations. The application of these iPS cells acquires a number of obstacles, such as low efficiency, high variability, and commonly used vectors can cause mutations. Therefore, further research is needed related to the methods used in order to obtain an efficient, effective and safe method.Keyword                    : c-myc, Induced Pluripotent Stem Cell, Klf4, Oct4, Sox2
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Perkembangan Bioteknologi dalam Produksi Kolkisin Farmasetis

    • Authors: Anggita Putri Unggaran, Tina Rostinawati
      Abstract: Kolkisin merupakan alkaloid utama yang terkandung dalam tanaman Colchicum autumnale dan Gloriosa superba L. Senyawa kolkisin memiliki beberapa khasiat terapeutik, di antaranya sebagai antimitotik, anti-inflamasi dan antifibrotil. Kebutuhan pasar yang tinggi akan suplai kolkisin mendorong berbagai penelitian untuk menemukan metode yang paling efisien guna meningkatkan produksi kolkisin. Budidaya konvensional tidak mampu mencukupi kebutuhan yang tinggi akan produk metabolit kolkisin, sementara sintesis kimia tidak dapat menjadi solusi yang tepat karena sulitnya mensintesis senyawa metabolit sekunder dengan struktur kimia yang kompleks. Solusi yang paling tepat untuk meningkatkan produksi kolkisin adalah kultur sel tanaman secara in vitro. Namun metode ini pun masih memiliki beberapa keterbatasan sehingga perlu dioptimalkan. Artikel ini meninjau delapan strategi untuk optimalisasi kultur sel, di antaranya elisitasi, product removal in situ, imobilisasi kultur sel tanaman, suspensi kultur sel tanaman dalam bioreaktor, demetilasi kolkisin dengan bantuan mikroba, mikrotuberisasi, kultur biorhizoma dengan bantuan enzim khusus, dan kultur biorhizoma dalam bioreaktor. Berdasarkan hasil tinjauan, dapat disimpulkan bahwa mikrotuberisasi, kultur biorhizoma dengan bantuan enzim khusus, dan kultur biorhizoma menggunakan bioreaktor merupakan strategi yang tengah banyak dikembangkan saat ini dan dinilai efisien untuk produksi kolkisin secara komersil.Kata Kunci: kolkisin, kultur sel tanaman, biorhizoma, bioreaktor
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Paper-Based Analytical Device For Detection of Metal, Non-Metal, and
           Organic Pollutants: Review

    • Authors: Rieda Nurwulan Septyani, Aliya Nur Hasanah
      Abstract: The environment is the unity of space with all things, energy, circumstances, and living things, including human and his behavior, which affects nature itself, continuity of life, and human welfare and other living beings. Today, the environment has been polluted by the impact of intentional and unintentional human activities. To detect that an environment is contaminated the method it still expensive and difficult, that's why the method to analysis environmental pollution is still rarely done. Paper-based Analytical Device is an analytical method that is now often used to detect many things, from chemical compounds, bacteria, pollutants, and use for diagnostics. In this method, only samples with small volumes are required. Nor does it need external support equipment because the sample fluids are controlled largely by capillarity and evaporation. Many researchers now use PAD as an alternative method to test the contaminants present in an environment such as metal contaminants, non-metals, and organic compounds.Keywords: Environmental pollution, Paper-based Analytical Device, metal, non-metal, organic compound.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ANTIBAKTERI, ANTIOKSIDAN, DAN ANTIINFLAMASI
           MURBEI HITAM (Morus nigra L.)

    • Authors: LAFIE URWATUL WUTSQO, ARIF BUDIMAN
      Abstract: ABSTRAKKulit merupakan organ yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh luar. Kerusakan pada kulit akan mengganggu kesehatan maupun penampilan sehingga kulit perlu dijaga dan dilindungi kesehatannya. Masalah kulit yang sering timbul diantaranya jerawat, kerutan, dan penuaan. Murbei hitam (Morus nigra L.) merupakan salah satu tanaman yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit. Senyawa kimia yang terkandung dalam murbei hitam adalah flavonoid, polifenol, terpenoid, antosianin dan steroid yang berkhasiat sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Review artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagian spesifik dari tanaman murbei hitam serta senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi.Kata Kunci: Murbei hitam, Antibakteri, Antiinflamasi, Antioksidan
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Aktivitas Senyawa Aktif Michelia champaca sebagai Inhibitor Topoisomerase
           Antikanker

    • Authors: Naomy Octavinna, Anis Yohana Chaerunnisa
      Abstract: ABSTRAKKanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi kedua di dunia. Oleh karena itu, telah dilakukan berbagai penelitian untuk mengatasi kanker. Salah satunya dengan melakukan pemanfaatan dari zat metabolit pada tumbuhan yang memiliki aktivitas antikanker. Menurut berbagai penelitian, terdapat beberapa suku tanaman yang berpotensi memiliki aktivitas anktikanker, salah satunya cempaka kuning (Michelia champaca). Cempaka kuning memiliki banyak metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya. Salah satu kandungan kimia yang bersifat aktif dalam kulit batang cempaka kuning adalah liriodenin. Liriodenin memiliki mekanisme kerja yang dapat menghambat enzim topoisomerase yang berperan dalam pembelahan pada fase proliferase dalam sel kanker.Kata kunci: Antikanker, Cempaka Kuning, Liriodenin, Inhibitor Topoisomerase ABSTRACTCancer is one of the leading causes of death in the world. Therefore, there have been many studies to treat cancer. One of them with the use of a substance metabolites in plants that have anticancer activity. According to various studies, there are several plant tribes that potentially have anktikanker activity, example Michelia champaca. Michelia champaca has so many secondary metabolites. One of the chemical constituents that is active in the stem bark of Michelia champaca is liriodenine. Liriodenine can inhibit topoisomerase enzymes that play a role in cleavage in the proliferase phase in cancer cells.Keywords: Anticancer, Michelia champaca, Liriodenine, Topoisomerase Inhibitor
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • KARAKTERISTIK DAN MANFAAT TUMBUHAN PISANG DI INDONESIA : Review Artikel

    • Authors: HISBAN HAMID ARIFKI, Melisa Intan Barliana
      Abstract: Pisang merupakan buah yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Buah ini menjadi konsumsi sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Indonesia memiliki kurang lebih 200 jenis pisang yang tersebar di seluruh penjuru pulau. Beberapa pisang yang sering dikonsumsi orang indonesia antara lain pisang ambon (Musa paradisiaca S.), pisang tanduk (Musa paradisiaca fa. Corniculata.) dan pisang tongka langit (Musa troglodytarum L.). Banyak masyarakat tidak tahu manfaat buah pisang secara farmakologis karena minimnya sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat pisang. Hal ini membuat masyarakat cenderung lebih memilih untuk sekedar memakan buahnya saja.. Manfaat pisang yang sering dikonsumsi ini harus dianalisis lebih lanjut guna memberikan edukasi kepada masyarakat. Berdasarkan studi literatur dari hasil penelitian terdahulu didapatkan kesimpulan bahwa pisang memiliki banyak sekali manfaat dan khasiat diluar daging buah yang sering dikonsumsi.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • POTENSI KHASIAT OBAT TANAMAN MARGA PIPER : Piper nigrum L., Piper
           retrofractum Vahl., Piper betle Linn., Piper cubeba L. dan Piper crocatum
           Ruiz & Pav

    • Authors: Rain Kihara Boangmanalu, Ade Zuhrotun
      Abstract: Piper, the genus of Piperaceae family recorded up to date is about 4226 plant species. These plants are widely known as spices, medicinal plants and ornamental plants. The use of Piper plants as an empirical base is widely known in Indonesia. This review was done by collecting the evidence base of efficacy and information from various sources or any kind of literature on the pharmacological activities of several piper plants. The data obtained is then displayed in the form of descriptions and tables. Based on the review, it is known that there are five plants that have the potential to be developed into traditional medicine. Five species of piper genus were Piper nigrum L., Piper retrofractum Vahl, Piper betle Linn, Piper cubeba L. and Piper crocatum Ruiz & Pav have been widely used in empirical usage in the community, have been shown to have enormous benefits based on various studies. In general, pharmacological activities of these five plants are as antibacterial and antifungal. The results of this review can be utilized to further convince the community in the use of five plants as well as the development of raw materials of traditional medicine.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW ARTIKEL: IMPLIKASI EKONOMI DARI PENGOBATAN BERBASIS FARMAKOGENOMIK

    • Authors: ALAMANDA - PUSPITA, AJENG - DIANTINI
      Abstract: ABSTRAKFarmakogenomik merupakan sebuah studi bagaimana gen dapat mempengaruhi respon individu terhadap obat. Bukan hanya evaluasi secara klinik, perlu juga dilakukan evaluasi secara ekonomi terhadap pengobatan berbasis farmakogenomik. Implikasi ekonomi pengobatan berbasis farmakogenomik dibuktikan dengan metode dan konsep ekonomi yaitu menggunakan beberapa asumsi penetapan harga. Uji genotipe yang dilakukan sebelum melakukan pengobatan berbasis farmakogenomik membutuhkan biaya lebih mahal terutama dalam standar masyarakat saat ini. Evaluasi dari segi ekonomi diharapkan dapat membantu peneliti, tenaga medis, dan perusahaan farmasi dalam mengembangkan studi farmakogenomik sehingga akan menguntungkan semua pihak termasuk dalam segi perawatan pasien. Review artikel ini diperoleh dari beberapa pustaka jurnal serta textbook, penelusurannya dari berbagai situs penyedia jurnal seperti google scholar, ncbi, science direct, Elsevier yang kemudian di skrining berdasarkan kriteria inklusi.Kata kunci : Farmakogenomik, Implikasi ekonomi, Harga, Obat.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Pengaruh Polaritas Porogen pada Sintesis Moleculary Imprinted Polymer
           (MIP)

    • Authors: AINI QOLBIYAH AFGANI, Dika Pramita Destiani
      Abstract: AbstrakMolecule Imprinting Polymer (MIP) merupakan salah satu pemisahan yang banyak digunakan, karena pada pemisahannya MIP telah mencetak molekul target sehingga bisa digunakan lebih efektif dan spesifik. Pada sintesis MIP diperlukan porogen sebagai suatu solven yang akan membantu membentuk pori pada polimer. Polaritas dari suatu porogen yang digunakan ini memiliki pengaruh pada MIP yang dibuat. Oleh  karena itu, dilakukan review dari artikel yang menggunakan suatu porogen yang lebih polar atau lebih non polar untuk melihat perbandingan hasil dari penggunaan porogen dengan perbedaan polaritas dan mengetahui bagaimana memilih porogen yang baik berdasarkan polaritasnya. Metode dilakukan dengan membandingkan hasil dari 20 artikel mengenai nilai %recoveries-nya, dimana 10 artikel menggunakan porogen yang lebih polar dan 10 artikel menggunakan porogen yang lebih non polar. Nilai %recoveries pada metode ruah dari penggunaan porogen polar lebih besar dibandingkan penggunaan porogen yang lebih non polar. Nilai %recoveries pada metode pengendapan dari penggunaan porogen polar lebih besar dibandingkan penggunaan porogen yang lebih non polar. Jadi penggunaan porogen yang lebih polar maupun yang lebih non polar bisa digunakan, disesuaikan dengan interaksi yang terbentuk antara monomer fungsional-template.Kata Kunci: MIP, Porogen, Polaritas, Sintesis
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW ARTIKEL: PLAN-DO-CHECK-ACT (PDCA) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS
           PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT

    • Authors: Qisti Fauza, Angga Prawira Kautsar
      Abstract: Plan-Do-Check-Act (PDCA) merupakan sistem manajemen kualitas yang banyak diterapkan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan dapat dinilai berdasarkan pelayanannya secara langsung dalam menangani pasien maupun sistem yang diterapkan. Pada review ini dijelaskan berbagai contoh penerapan siklus PDCA dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Manuskrip dicari dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa penerapan siklus PDCA dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kriteria eksklusi berupa manuskrip yang tidak memiliki teks lengkap, tidak dapat diakses, dan tidak menerapkan siklus PDCA. Penerapan siklus PDCA dinilai terhadap karakteristik utama dalam metode ini, diantaranya dokumentasi, perencanaan solusi, pengujian sementara berbasis prediksi dalam skala kecil, pemeriksaan keberhasilan pengujian solusi, dan pengulangan siklus. Hasil yang didapatkan yaitu siklus PDCA dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta menurunkan kesalahan pengobatan. Oleh karena itu,dapat disimpulkan bahwa siklus PDCA merupakan  intervensi yang efektif untuk dilakukan sehingga dapat diperoleh suatu perbaikan secara terus-menerus dalam suatu organisasiKata kunci: Kesalahan Pengobatan, Rumah Sakit, Kualitas Pelayanan Kesehatan, Siklus PDCA
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW ARTIKEL: PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN
           PASIEN MENGGUNAKAN METODE PDCA

    • Authors: YENI ANDRIYANI SETIAWAN, ANGGA PRAWIRA KAUTSAR
      Abstract: Dalam suatu instansi kesehatan, mutu pelayanan kesehatan merupakan hal yang perlu diperhatikan karena masih terdapat kualitas pelayanan yang kurang baik. Peningkatan mutu pelayanan secara tidak langsung berhubungan dengan kepuasan pasien. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu pelayanan yaitu dengan menerapkan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA). PDCA merupakan  metode yang digunakan secara berkesinambungan dengan suatu konsep yang telah direncanakan secara matang dan bertahap. Review ini bertujuan agar pembaca dapat memahami bahwa penting untuk dilakukan perbaikan dalam pelayanan kesehatan sehingga akan diperoleh pelayanan yang terbaik dalam kedepannya. Desain metode yang digunakan pada review ini yaitu systematic review, dimana hasil data yang diperoleh merupakan kumpulan dari beberapa penelitian terkait. Dari hasil penelusuran, penerapan metode PDCA memperoleh hasil yang signifikan jika dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Dapat disimpulkan bahwa metode ini terbukti mampu meningkatan mutu pelayanan kesehatan dan memiliki hubungan terhadap peningkatan kepuasan pasien.Kata kunci: Pelayanan kesehatan, mutu pelayanan, kepuasan pasien, PDCA, rumah sakit.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • RINGKASAN ARTIKEL: PERBANDINGAN METODE PENINGKATAN MUTU PELAYANAN
           KESEHATAN TERHADAP PENURUNAN KESALAHAN PENGOBATAN

    • Authors: yasri husaironi mufti, Angga Prawira Kautsar
      Abstract: Kesalahan pengobatan adalah salah satu penyebab utama yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas pasien. Kesalahan pengobatan sebenarnya dapat dihindari dengan penggunaan metode peningkatan mutu berkelanjutan, diantaranya TQM, PDCA, Six Sigma, Lean, dan FMEA. Pada ringkasan ini dilakukan studi literatur mengenai strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan terhadap penurunan kesalahan pengobatan. Metode yang dilakukan adalah studi literature berupa meta-analisis hasil data yang diperoleh merupakan kumpulan dari beberapa jurnal terkait strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan terhadap penurunan kesalahan pengobatan. . Hasil analisis literatur didapatkan bahwa integrasi dari metode-metode peningkatan mutu yang saling melengkapi memberikan hasil yang lebih sempurna dibanding dengan penggunaan stategi secara individu .  Metode peningkatan mutu TQM, Six Sigma, Lean, dan FMEA dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Review Artikel : KOKRISTALISASI METODE SOLVENT EVAPORATION DAN DRYGRINDING

    • Authors: SHAFIRA SHAFIRA, Dika Pramita Destiani
      Abstract: AbstrakKokristalisasi merupakan proses pembentukan ko-kristal yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan zat aktif farmasi. Ko-kristal terdiri dari zat aktif dan bahan tambahan yang disebut dengan koformer yang dihubungan oleh ikatan hidrogen dan van der waals. Metode kokristalisasi yang paling sering digunakan adalah metode solvent evaporation dan dry grinding. Studi kali ini membahas kelebihan dan kekurangan dari dua metode tersebut sehingga dapat dipilih metode yang efektif dan efisien untuk sintesis kokristal, berdasarkan hasil  review 20 jurnal yang 10 diantaranya menggunakan metode solvent evaporation dan 10 lainnya menggunakan metode dry grinding. Metode solvent evaporation memiliki nilai peningkatan kelarutan dan laju disolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode dry grinding sehingga metode tersebut dinilai lebih efektif dan efisien.Kata kunci : Ko-kristal, sovent evaporation, dry grinding Cocrystalization is  process synthesis of cocrystal for improved solubility of active pharmaceutical ingredients. Cocrystal constitutes active pharmaceutical ingredients and benign substance called a coformer. The method crystalization which commonly used are solvent evaporation method and dry grinding method. This study dissusses the advantages and disadvantages of these two method for selecting the method which effective and efficient for synthesis cocrystal, based on review 20 journals : 10 journal using solvent evaporation method and 10 journal using dry grinding method. Percent solubility and dissolution of solvent evaporation method increase higher than dry grinding method so solvent evaporation method is effective and efficient method for synthesis cocrystal.Keywords : Co-crystal, solvent evaporation, dry grinding
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • EFEKTIVITAS KECOMBRANG (Etlingera elatior) dan KUNYIT (Curcuma longa L)
           SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIINFLAMASI

    • Authors: WENNI H.P PAKPAHAN, Dika Paramita Destiani
      Abstract: Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menetralisir potensi kerusakan yng disebabkan oleh radikal bebas, sedangkan antiinflamasi merupakan senyawa yang dapat menekan inflamasi yang disebabkan oleh stress oksidatif berlebih. Penggunaan antioksidan dan antiinflamasi secara sintesis sudah umum digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit degeneratif, namun memberikan efek samping pada penggunanya. Sehingga dikembangkan antioksidan dan antiinflamasi alami yang berasal dari tumbuhan. Studi kali ini membahas efektifitas dari tumbuhan kecombrang dan kunyit yang dibandingkan dengan antioksidan dan antiinflamasi sintesis berdasarkan hasil riview dari beberapa jurnal penelitian. Efektivitas antioksidan yang paling baik ditunjukkan oleh kecombrang pada bagian daunnya dibanding kunyit, vitamin A dan vitamin C. Sedangkan efektivitas anti-inflamasi yang baik ditunjukkan oleh rimpang kunyit dengan kurkumin sebagai senyawa fitokimia yang berperan penting.Kata Kunci : Antioksidan, Antiinflamasi, Kecombrang, Kunyit
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW ARTIKEL: TERAPI MUAL DAN MUNTAH SELAMA MASA KEHAMILAN

    • Authors: AFINA DWI RACHMAWATI, Tiana Milanda
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW : STUDI IN-VIVO SEDIAAN TRANSDERMAL KETOPROFEN SEBAGAI
           ANTIINFLAMASI

    • Authors: QONITA ZAHRA FADHILA, TIANA MILANDA
      Abstract: ABSTRAK Ketoprofen merupakan obat analgesik yang bekerja sebagai antiinflamasi. Bentuk sediaan transdermal ketoprofen lebih efektif dan lebih nyaman digunakan dibandingkan bentuk sediaan lainnya, karena mampu menghantarkan obat ke dalam sistem aliran darah dengan lebih baik juga efek samping yang ditimbulkan lebih ringan. Pengujian sediaan transdermal ketoprofen secara in-vivo telah dilakukan untuk mengetahui distribusi ketoprofen secara intravena dalam beberapa hewan uji, yang dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).  Kata kunci: ketoprofen, transdermal, in-vivo, KCKT. ABSTRACT Ketoprofen is an analgesic drug that works as anti-inflammatory. The ketoprofen transdermal dosage form is more effective and more convenient to use than other dosage forms, as it can deliver the drug into the bloodstream system better and the side effects are milder. In-vivo transdermal ketoprofen dosage form analysis has been performed to determine the distribution of ketoprofen intravenously in some test animals, which were analyzed using high performance liquid chromatography (HPLC).  Keywords : ketoprofen, transdermal, in-vivo, HPLC
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • REVIEW: POTENSI TETRADOTOKSIN SEBAGAI PENGGANTI ANESTESI LOKAL

    • Authors: RUTH MICHELLEE PARDEDE, ADE ZUHROTUN
      Abstract: Tetradotoksin adalah neurotoksin yang larut dalam air dan stabil terhadap panas yang belum ada penawarnya. Tetradotoksin dapat ditemukan di biota laut seperti ikan buntal, kepiting, gurita cincin biru. Namun, tetradotoksin tidak disintesis secara langsung oleh hewan-hewan tersebut melainkan berasal dari lingkungan luar seperti bakteri. Review ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tetradotoksin yang dapat digunakan sebagai anestesi lokal. Metode yang digunakan dengan studi literatur berupa buku, jurnal nasional dan jurnal internasional mengenai topik yang terkait. Tetradotoksin memiliki mekanisme sama seperti anestesi lokal yaitu dengan blokade ion natrium (Na+) sehingga tidak ada potensial aksi. Adanya reaksi-reaksi yang tidak diinginkan dari anestesi lokal yang biasa digunakan seperti alergi, mengantuk bahkan seizure membuat penggunaan tetradotoksin menjadi pertimbangansebagai kandidat penggantinya.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Article review : FORMULASI DAN EVALUASI MICRONEEDLE DENGAN BERBAGAI MACAM
           POLIMER SEBAGAI ZAT PEMBAWA OBAT

    • Authors: ALODIA ROSALINA, IMAM ADI WICAKSONO
      Abstract: ABSTRAKBaru-baru ini, microneedle untuk pengiriman obat transdermaltelah dikembangkan sebagai metode praktis untuk mengirim agen kimia dan biologi yang efektif mengatasi stratum korneum sebagai pengalang utama kulit dan memberikan obat secara efektif ke dalam kulit. Article review ini dibuat untuk mengetahui hasil dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan dalam pembuatan microneedle dengan polimer yang diharapkan dapat berguna untuk memberikan informasi mengenai microneedle dengan polimer. Berdasarkan hasil dari pencarian literatur, microneedle polimer memberikan keuntungan kemudahan fabrikasi, efektivitas biaya, serta pelepasan obat yang dapat dikontrol menggunakansifat kelarutan air dan degradasi polimer.Hasil percobaan pada berbagai literatur menunjukkan bahwa microneedle polimer merupakan salah satu terobosan baru dalam bidang teknologi farmasi yang mampu memberikan efektifitas terapetik yang baik pada berbagai macam obat dan berbagai biomolekul seperti vaksin dan hormon.Kata Kunci : Kulit, Microneedle, Polimer, TransdermalABSTRACTRecently, a microneedle system has been developed to deliver chemical and biological agents through the stratum corneum,which is the main barrier to drug delivery. Based on the results of literature searches, polymer microneedles offerthe benefits of ease of fabrication and cost-effectiveness, as well as controlled drug release usingthe water solubility and degradation properties of polymer. This article review was made to determine the results of experiments that have been made in the manufacture of microneedles with polymers which are expected to be useful for providing information on microneedles with polymers.Experimental results in various literatures show that microneedle polymer is one of the new breakthroughs in the field of pharmaceutical technology that is capable of providing good therapeutic efficacy on various drugs and various biomolecules such as vaccines and hormones.Keywords :Microneedle, Polymer, Skin, Transdermal
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Kitosan sebagai Eksipien dalam Sistem Penghantaran Obat Baru

    • Authors: HISBAN HAMID ARIFKI, NADYA NURUL ZAMAN, WENNI HARTATI P. PAKPAHAN, KATARINA SILALAHI, INDAH PERTIWI, NASRUL WATHONI
      Abstract: Teknologi di bidang farmasi terus berkembang, salah satunya saat ini dikembangkan  formulasi sediaan obat dengan teknologi Novel Drug Delivery System yang dapat memaksimalkan proses penghantaran obat. Tujuan pembuatan artikel review ini memberikan gambaran tentang kitosan sebagai eksipien alami yang digunakan dalam sistem penghantaran obat baru. Kitosan sebagai polimer alami memiliki sifat biokompatibilitas, biodegradabilitas, relatif murah, non-toksisitas, alergenisitas rendah sehingga banyak dipilih sebagai zat eksipien dalam sediaan NDDS. Metode yang telah banyak digunakan yaitu menjadikan kitosan dan zat aktif ke dalam bentuk microsphere dan nanocomposites, namun pemilihan metode sangat bergantung kepada sifat fisikokimia zat aktif yang digunakan. Saat ini, penggunaan kitosan sebagai eksipien NDDS sangat berperan penting dalam meningkatkan bioavaibilitas obat di dalam tubuh dalam periode tertentu agar tercapai efek terapi yang maksimal.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Polimorfisme Val66Met (rs6265) Gen BDNF sebagai Indikator Awal Depresi

    • Authors: KENNY DWI SIDHARTA, Rano Kurnia Sinuraya
      Pages: 46 - 54
      Abstract: Depresi merupakan salah satu penyebab utama disabilitas secara global. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu indikator awal yang dapat menilai risiko terjadinya depresi pada seseorang. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah polimorfisme gen. Dilakukan penelusuran pustaka menggunakan PubMed dan didapatkan 40 jurnal terkait polimorfisme gen dan depresi. Hasil penelusuran pustaka menunjukkan bahwa terdapat keragaman polimorfisme gen yang terkait dengan depresi di tiap negara. Ditemukan bahwa polimorfisme Val66Met (rs6265) di gen BDNF merupakan polimorfisme paling umum terkait dengan depresi.
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
  • Review Artikel: Polimorfisme Gen Serotonin Mempengaruhi Pengobatan
           Risperidone dan Clozapine Pada Pasien Skizofrenia

    • Authors: JAMES PRASETYO LAKSONO, RANO KURNIA SINURAYA
      Pages: 83 - 90
      Abstract: Skizofrenia merupakan penyakit kejiwaan yang ditandai dengan halusinasi, delusi, kehilangan motivasi dan menarik diri dari lingkungan sosial. Adanya heterogenitas pada respon pengobatan skizofrenia pada setiap individu membuat strategi pengobatan menggunakan sistem trial and error. Strategi pengobatan ini sangat merugikan pasien mengingat efek samping obat yang mungkin terjadi. Salah satu kemungkinan terjadinya trial and error adalah adanya polimorfisme gen pada reseptor target obat, salah satunya ialah gen yang berhubungan dengan serotonin. Tujuan penulisan artikel review ini adalah untuk mengkaji pengaruh polimorfisme gen serotonin terhadap efek klinis pengobatan dengan risperidone dan clozapine. Metode dalam artikel review ini adalah penelusuran data dari berbagai artikel jurnal berbasis Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci “Polymorphism, Serotonin Gene, Risperidone, Clozapine”. Hasil dari review ini adalah adanya pengaruh yang diberikan polimorfisme gen serotonin terhadap efek klinis yang dihasilkan dari pengobatan risperidone dan clozapine, sehingga penulis menyimpulkan bahwa polimorfisme gen dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya trial and error pada pengobatan skizofrenia.Kata kunci: Clozapine, Polimorfisme, Risperidone, Serotonin, Skizofrenia.  
      PubDate: 2018-11-10
      Issue No: Vol. 16, No. 3 (2018)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 100.24.125.162
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-