Similar Journals
Journal Cover
Dharmakarya
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Online) 2614-2392
Published by Universitas Padjadjaran Homepage  [27 journals]
  • PERBAIKAN MUTU RANSUM SAPI POTONG MELALUI PEMBERIAN KONSENTRAT BERBASIS
           BAHAN PAKAN LOKAL DI SENTRA PETERNAKAN RAKYAT (SPR) PURWAKARTA

    • Authors: Iman Hernaman
      Abstract: Purwakarta merupakan kabupaten di Jawa Barat yang memiliki posisi strategis sebagai pusat peternakan, selain pertanian dan industri.Di sektor peternakan khususnya sapi potong menunjukan kinerja yang baik. Hal ini dari meningkatnya populasi sapi potong dan kerbau berdasarkan sensus pertanian Tahun 2013 sebesar 7,34%. Dari sisi pemasaran sapi potong tidaklah sulit karena daerah ini dekat dengan ibukota Jakarta dan memiliki jaringan transportasi terutama jalan Tol yang baik, sehingga memudahkan dalam distribusi penjualan sapi potong ke Jakarta.Melihat posisi strategis tersebut, maka Kabupaten Purwakarta pada tahun 2016 ditetapkan sebagai Sentra Peternakan Rakyat Sapi Potong oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.Namun demikian, kondisi kekinian menunjukan bahwa  para peternak sapi potong belum memberikan ternaknya ransum yang berkualitas, mereka hanya mengandalkan hijauan alam  yang memiliki kualitas rendah. Pemberian konsentrat sebagai makanan tambahan akan memberikan solusi untuk meningkatkan performa sapi potong. Melalui kursus singkat diharapkan peternak dapat memformulasikan konsentrat berbahan baku lokal melalui serangkaian pelatihan yang diawali dengan :   1) Persiapan berupa observasi daerah sasaran Memilih dan menghimpun kepustakaan yang relevan. 2) Pelatihan meliputi pengenalan  pengetahuan bahan pakan, kebutuhan nutrien sapi potong dan penyusunan konsentrat menggunakan program Excell 3) Demonstrasi plot yang diawali dengan tahapan pelatihan pencampuran konsentrat dengan metode manual, lalu dilakukan produksi konsentrat yang akan diujicobakan ke sapi potong milik peternak.4) Evaluasi dilakukan setelah proses pelatihan dan demonstrasi plot.Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2016 yaitu penjajagan ke lokasi daerah sasaran untuk melihat potensi yang ada serta berkoordinasi dengan dinas terkait, selanjutnya dilaksanakan penyuluhan dan demonstrasi plot ke peternak di desa Tegal Sari yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2016.            Pada kegiatan ini dihadiri oleh peternak, petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan dan pengurus SPR, kepala desa dan aparatnya. Total peserta yang hadir sebanyak 45 orang. Pada Tahap 2 pelaksanaan kegiatan hanya melibatkan pengurus SPR dan para ketua kelompok beserta anggota pengurus kelompok dan  dihadiri oleh perwakilan dari dinas terkait serta penyuluh yang dilaksanakan pada tanggal 24 September 2016. Berbeda dengan penyuluhan sebelumnya dimana program formulasi hanya diperliharkan secara demonstrasi, sedangkan kegiatan kegiatan kali ini peserta diajarkan bagaimana mengoperasikan program formulasi ransum, masing-masing membawa leptop yang sudah dipersiapkan sebelumnya, pada penuluhan kali ini dihadiri oleh 24 orang. Tahap terakhir adalah evaluasi yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2016 dimana peserta dievaluasi sejauhmana  penerapan dan kemampuan dalam membuat formulasi ransum mnggunakan excell serta menerapkan cara mencampur ransum. Dari hasil evaluasi tersebut banyak yang mencobanya dan menyatakan bisa, sedangkan teknik mencampur dalam membuat konsentrat belum mereka lakukan karena keterbatasan biaya membeli konsentrat. Evaluasi ini dihadari oleh 39 peserta.      Kesimpulan bahwa peternak menunjukan ketertarikan dalam kegiatan ini dengan indikator banyaknya yang datang dan berperan aktif dalam penyuluhan maupuan demonstrasi plot serta mereka mampu mengoperasikan program formulasi dari Excell.Saran yang dapat disampaikan, yaitu formulasi ransum akan efektif bila dilaksanakan secara terbatas bagi peternak yang memiliki kemampuan dalam mengoperasikan program Excell. Perlu pembuktian hasil pelatihan formulasi konsentrat dengan menerapkan konsentrat hasil formulasi berbahan baku lokal di tempat mereka dengan melakukan aplikasi pada ternak sapinya.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10279
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK MELALUI PROGRAM LITERASI
           KESEHATAN DAN HIBAH BUKU DI DESA CINTAMULYA RW 05 JATINANGOR

    • Authors: Fitri Perdana, Heti Herawati
      Abstract: ABSTRACT Woman, especially a mother, plays a very important role in family health. This happens because a mother tends to have greater attention to her family's health condition. Mother's concerns range from adopting a healthy lifestyle, providing healthy and fresh food, cooking nutritious food, washing clothes, cleaning the house and many other things that a mother always does. Especially with regard to family domestic work activities. With so many responsibilities and activities a mother to maintain family health, sometimes make him forget his own health. Though the health of a mother is very important in maintaining and improving the quality of family health. The Purpose of Dedication to the Sports Society of Arts and Creativity is to provide awareness and information on the importance of maintaining health for mothers and children so as to improve aspects of development, especially in terms of health. Methods conducted are qualitative: observation, observation, interview, literature study and triangulation data. The result, based on the results of observation, area mapping and interviews indicate the existence of community needs related health literacy for mother and child. For this purpose, a program of extension is conducted on how to maintain the health of mothers and children with the speakers of a health expert, and books grant program is held so that mothers can continue to update the health-related knowledge of the books as well as storybooks for children, children, in an effort to foster interest in reading the children of Cintamulya village from childhood. Because the interest of reading that must be started since childhood. In conclusion, that with this health literacy program, began to open awareness and add information about the importance of maintaining health, "health literacy". Pada umumnya, seorang perempuan khususnya ibu, memegang peranan yang sangat penting dalam kesehatan keluarga. Hal ini terjadi karena seorang ibu cenderung memiliki perhatian yang lebih besar terhadap kondisi kesehatan keluarganya. Perhatian ibu sangat beragam mulai dari menerapkan gaya hidup sehat, menyediakan bahan makanan yang sehat dan segar, memasak makanan yang bergizi, mencuci pakaian, membersihkan rumah dan banyak hal lainnya yang selalu dikerjakan oleh seorang ibu. Terutama hal yang berkaitan dengan kegiatan kerja domestik keluarga. Dengan begitu banyaknya tanggung jawab dan kegiatan seorang ibu untuk menjaga kesehatan keluarga, terkadang membuatnya lupa akan kesehatannya sendiri. Padahal kesehatan seorang ibu sangatlah penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Tujuan Pengabdian Pada Masyarakat Olahraga Kesenian dan Kreatifitas ini adalah untuk memberikan kesadaran dan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan bagi ibu dan anak sehingga bisa meningkatkan aspek pembangunan, terutama dalam hal kesehatan.. Metode yang dilakukan adalah Kualitatif melalui pengamatan, observasi, wawancara, studi kepustakaan dan trianggulasi data. Hasilnya, berdasarkan hasil observasi, pemetaan wilayah dan wawancara menunjukan adanya kebutuhan masyarakat terkait literasi kesehatan bagi ibu dan anak. Untuk itu dilaksanakanlah Program penyuluhan bagaimana menjaga kesehatan bagi ibu dan anak dengan pemateri seorang ahli di bidang kesehatan, serta diadakan program hibah buku agar para ibu senantiasa bisa terus memperbaharui pengetahuan yang berkaitan dengan kesehatan dari buku-buku tersebut, dan juga buku cerita untuk anak-anak, sebagai upaya menumbuhkan minat baca anak-anak desa Cintamulya sedari kecil. Karena minat baca itu harus diawali sejak kecil. Kesimpulannya, bahwa dengan diadakan program literasi kesehatan ini, mulai membuka kesadaran dan menambah informasi  akan pentingnya menjaga kesehatan, “melek” akan kesehatan.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14623
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • SOSIALISASI MITIGASI BENCANA LONGSOR DI DAERAH HAMBALANG, KECAMATAN
           CITEREUP, KABUPATEN BOGOR

    • Authors: Lili Fauzielly
      Abstract: Bencana longsor merupakan salah satu bencana yang paling umum terjadi di Indonesia terutama dalam waktu musim hujan. Sebagai salah satu langkah mitigasi bencana demi mengurangi resiko dampak bencana longsor, dilakukan kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana longsor pada masyarakat. Objek dari kegiatan sosialisasi ini merupakan anak-anak berusia dini di Sekolah Dasar Negeri 2 Hambalang, dengan sepengawasan guru-guru yang sedang bertugas. Indikator keberhasilan Dalam proses pembelajaran, diadakan dua kali uji pengetahuan, bencana sebelum dan setelah proses pemberian materi ajar dilakukan. Nilai uji tersebut yang didapat kemudian dibandingkan dan digunakan sebagai parameter dari keberhasilan pembelajaran. Didapatkan peningkatan nilai rata-rata sebesar 23.12% dan peningkatan murid yang lolos ujian sebesar 22.53%. Berdasarkan perbandingan hasil uji, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pengetahuan murid yang diuji setelah kegiatan pembelajaran selesai dilakukan. Diharapkan dengan berhasilnya kegiatan sosialisasi tersebut dapat berkontribusi dalam mengurangi resiko bencana longsor di daerah Hambalang. Keywords: landslide; disaster mitigation; social work
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14770
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • UPAYA PENINGKATAN NILAI JUAL “PINDANG CUE” MELALUI TEKNIK
           PENGEMASAN

    • Authors: In In Hanidah, Imas Siti Setasih, Meilanny Budi Santoso, Efri Mardawati
      Abstract: Ikan merupakan sumber protein hewani yang memiliki nutrisi penting untuk memenuhi kebutuhan fungsi tubuh. Penganekaragaman produk olahan berbasis ikan harus terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. “pindang cue” Desa Jayalaksana Kecamatan Cabangbungin merupakan salah satu produk olahan ikan yang sampai saat ini belum teroptimalkan pengembangannya karena proses pengolahan dan pengemasan produk yang masih tradisional. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan penguatan ekonomi masyarakat mengenai kemasan “pindang cue” agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dengan umur simpan lebih lama. Metode yang dilakukan adalah metodologi pelatihan andragogi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% pelaku usaha pindanng cue Jayalaksana memberikan sikap positif untuk mau berubah agar dapat menghasilkan produk pindang cue yang bermutu sehingga melalui program peningkatan pengetahuan teknologi pengolahan berbasis ikan dan pengetahuan GMP mulai dari bahan baku sampai pengemasan produk dapat menjadi salah satu usaha pemberdayaan masyarakat menjadikan “pindang cue” sabagai produk unggulan Desa Jayalaksana yang berkualitas, menarik, aman, dan memiliki umur simpan lebih lama.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14563
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • PENGUATAN LEMBAGA PENGELOLA AIR DI RW 11 DESA CILAYUNG KECAMATAN
           JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG

    • Authors: Desi - Yunita
      Abstract: Kontinyuitas suplai akan air bersih sangatlah penting sebagai kebutuhan vital bagi masyarakat. Salah satu cara yang dikembangkan oleh masyarakat untuk mendapatkan pasokan air bersih adalah dengan memanfaatkan mata air yang ada secara bersama-sama. Banyaknya masyarakat yang menjadi pemanfaat mengharuskan dilakukannya pengaturan suplai air bersih, sehingga masyarakat harus menyediakan penampungan agar air mencukupi untuk kebutuhan satu hari ketika mendapat giliran menerima suplai. Kegiatan ini memberikan solusi dalam mengatasi kelangkaan air dengan mendorong dibangunnya bak untuk menampung air limpasan dari penampungan yang telah ada ketika air tidak didistribusikan pada malam hari, dengan begitu masyarakat jarus distribusi menjadi semakin pendek, dan masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak pasokan air. Kegiatan ini juga mendorong penguatan lembaga pengelola air ditingkat RW. Dengan pengelolaan air yang baik insentif pemeliharaan air tersebut dapat dijadikan modal untuk mengembangkan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini telah memberikan alternatif solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, serta mendorong kreativitas kelembagaan karang taruna sebagai pengelolaa air.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14530
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN LITERASI INFORMASI
           KESEHATAN PADA IBU-IBU KADER PKK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN
           SUMEDANG

    • Authors: Neneng Komariah, Prijana Prijana, Yunus Winoto
      Abstract: Kemampuan literasi informasi sebagai kemampuan dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang karena literasi informasi merupakan prasyarat untuk mampu belajar mandiri  sepanjang hayat (lifelong learning). Kecamatan Jatinangor berada di wilayah Kabupaten Sumedang yang masih mempunyai beberapa masalah kesehatan lingkungan diantaranya sarana dan pelayanan kesehatan yang belum memadai di daerah pinggiran;  banjir, dan kekurangan air saat kemarau. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam usaha pemeliharaan kesehatan keluarga dan kesehatan lingkungan di suatu wilayah.Kegiatan PKM yang telah dilaksanakan berupa upaya pemberdayaan perempuan melalui pelatihan literasi informasi kesehatan lingkungan bagi para ibu-ibu kader PKK di Kecamatan Jatinangor. Tujuan kegiatan adalah agar para ibu kader PKK memiliki literasi informasi kesehatan khususnya kesehatan lingkungan agar mereka mampu menyadari masalah kesehatan lingkungan yang ada di sekitarnya, mampu mencari dan menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi, mampu mengevaluasi kualitas informasi yang diperoleh dan mampu merumuskan informasi yang diperoleh untuk mengatasi masalah yang dihadapi, serta mampu mengkomunikasikan informasi tersebut pada orang lain(masyarakat).Metode pelatihan terdiri dari penyampaian materi berupa ceramah tentang kesehatan lingkungan dilanjutkan dengan praktek aplikasi langkah-langkah literasi informasi kesehatan lingkungan. Berdasarkan focus group discussion dengan perwakilan ibu-ibu kader PKK yang dilaksanakan pada saat monitoring dan evaluasidapat diketahui bahwa  ibu-ibu kader PKK yang mengikuti pelatihan telah memiliki kemampuan literasi informasi kesehatan lingkungan dan mereka bersedia untuk menularkan pengetahuannya pada ibu-ibu yang lain yang merupakan anggota kelompoknya.  



      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10319
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • RESPONS MASYARAKAT TERHADAP PENGENALAN TANAMAN GANDUM DAN PRODUK-PRODUKNYA
           DI DESA ARJASARI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG

    • Authors: Fiky Yulianto Wicaksono, Yudithia Maxiselly, Tati Nurmala, Putri Utami Suherman, Alfika Fauzan, Andala Muhamad Nurdin
      Abstract: Desa Arjasari adalah sebuah desa yang berada di pegunungan yang terletak di kaki gunung Malabar, Kabupaten Bandung. Sebagian besar wilayah terdiri dari dari lahan pertanian. Sebagian besar mata pencaharian warga adalah buruh tani dan petani. Salah satu masalah usaha tani di desa Arjasari adalah diversifikasi tanaman yang diusahakan dan ketidakmampuan petani untuk menanam tanaman selama musim kemarau. Gandum dapat dijadikan salah satu komoditas untuk diversifikasi dan relatif tahan terhadap kekeringan di daerah dengan kelembaban tinggi sehingga dapat ditanam di musim kemarau. Pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman gandum di masyarakat sehingga masyarakat tertarik mengembangkannya, diantaranya dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kegunaan tanaman gandum, teknik budidayanya, serta produk-produknya. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan tanaman gandum, produk gandum, serta teknik budidayanya, dan pembuatan demplot partisipatif. Kuesioner dibagikan pada peserta penyuluhan sebelum dan sesudah penyuluhan. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif. Waktu pelaksanaan dari bulan Juli hingga November 2017. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan wanita tani. Respons masyarakat terhadap pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari sangat baik. Hal ini terlihat setelah penyuluhan bahwa masyarakat tertarik menanam gandum dan membuat produk-produk dari gandum. Variabel yang berhubungan dengan ketertarikan masyarakat mengembangkan gandum adalah umur, pengenalan produk sebelumnya, pernah tanam sebelumnya, dan minat menambah penghasilan. Kata kunci: gandum, arjasari, lahan kering
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14740
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • MODIFIKASI KONSEP PARTICIPATORY RURAL APRAISAL UNTUK PEMBEKALAN KULIAH
           KERJA NYATA MAHASISWA DI JAWA BARAT, INDONESIA

    • Authors: Zufialdi Zakaria
      Abstract: Modifikasi konsep PRA (Participatory Rural Appraisal) diperlukan bagi mahasiswa pada kegiatan KKN di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Konsep modifikasi PRA  dapat digunakan sebagai alat komunikasi mahasiswa dengan penduduk desa lokal. Berbagai jenis gerakan tanah (longsor) terjadi di wilayah Jawa Barat. Jawa Barat menjadi wilayah yang paling rawan di dunia. Mahasiswa peserta KKN perlu dilengkapi dengan pengetahuan tentang kondisi wilayah Jawa Barat berdasarkan aspek geologi umum, juga mengenali informasi risiko dan bencana gerakan tanah, memahami penggunaan aplikasi Android yang berkaitan dengan bencana geologi, mahir menggunakan smartphone, mengetahui. beberapa metode penyampaian informasi dengan mudah dan komunikatif. Komunikasi yang baik dengan masyarakat lokal merupakan bagian dari tugas siswa sebagai salah satu agen pentahelix dalam Model Starlet (Stabilisasi dan Rancangbangun Lereng Terpadu). Hasil Pre-Test 58 mahasiswa menunjukkan bahwa 98% belum mengetahui konsep PRA, 91% belum mengetahui konsep pentaheliks dalam model Starlet, 82% tidak mengetahui bahwa Jawa Barat sangat rawan gerakan tanah, 88% belum mengenal konsep Sistem Informasi Geografis Aplikasi Penanganan Bencana Gerakan Tanah (SIGAP Bencana Gerakan Tanah), 83% belum mengenal model Starlet (Stabilisasi dan Rancangbangun Lereng Terpadu). Sebanyak 98% mahasiswa dapat membedakan resiko dan bencana, 72% dapat membedakan kerentanan dan bahaya, dan 100% mereka memerlukan suatu metode penyuluhan agar masyarakat pedesaan mudah menerima informasi dan mengetahui penanganannya.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14592
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • OPTIMALISASI MANAJEMEN USAHA LEBAH MADU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN
           KELUARGA

    • Authors: Hepi Hapsari
      Abstract: Kelompok Tani lebah madu Sunda Mukti di Manglayang Bandung baru dibentuk tahun 2014. Kelompok ini belum terampil dalam budidaya lebah madu, terkendala mahalnya biaya pelatihan, harga kotak lebah (stup) dan harga bibit (koloni lebah), serta peralatan yan terbatas. Kelompok ini juga belum tahu cara mengelola usahatani yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya lebah dan manajemen usaha.  Metode yang digunakan adalah pemberdayaan secara partisipatif, yang meliputi pelatihan, pendampingan, monitoring evaluasi, bantuan bahan dan alat.  Pelatihan meliputi :  (1) analisis ketersediaan pakan, (2) teknik budidaya lebah madu, (3) workshop pembuatan kotak lebah (stup), (4) manajemen koloni lebah, (5) pencatatan usaha dan dinamika kelompok. Bantuan bahan untuk membuat kotak lebah, bibit (koloni) lebah, pakan lebah, dan peralatan budidaya. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan, selama pendampingan dan menjelang kegiatan pengabdian berakhir. Aspek yang dievaluasi meliputi : partisipasi, pengetahuan, keterampilan, dan pelaksanaan kegiatan.  Hasil kegiatan : (1) partisipasi petani 100 %, (2) pengetahuan dan keterampilan meningkat, (3) pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan. Pendapatan petani terkendala musim kering panjang (6 bulan) menyebabkan pakan lebah di alam berkurang dan produksi madu rendah. Petani mengganti dengan memberi pakan gula pasir hanya untuk mempertahankan koloni lebah, Pakan alami menurun menyebabkan hasil madu sedikit sehingga belum ada yang dapat dipasarkan. 
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11878
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • MANAJEMEN USAHA HOME INDUSTRY DESA SINDANGSARI KECAMATAN SUKASARI
           KABUPATEN SUMEDANG

    • Authors: Agriani Hermita Sadeli
      Abstract: Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat memiliki potensi sumber daya yang cukup besar sebagai penghasil industri skala rumah tangga potensial khususnya produk makanan olahan. Walaupun memiliki sumber daya yang cukup besar dan merupakan daerah potensial pengembangan industri rumah tangga, masih banyak pelaku industri rumah tangga yang masih melaksanakan usahatanya dengan sangat sederhana dari sisi manajemen dan sisi produksi dengan produk yang tidak memiliki kekhasan, dan belum memiliki diversifikasi produk. Berdasarkan hal tersebut, maka pelatihan mengenai diversifikasi produk olahan dan managemen usaha khususnya managemen usaha industri skala rumah tangga diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat di Desa Sindangsari melalui peningkatan taraf hidup masyarakat. Penyuluhan, pelatihan, dan diskusi kelompok adalah metode pembelajaran yang akan digunakan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat ini. Program ini meningkatkan pengetahuan dan strategi dalam berwirausaha serta meningkatkan nilai tambah pada produk olahan yang sudah ada saat ini.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11866
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • UPAYA PENINGKATAN KETRAMPILAN SISWA PESANTREN DI BIDANG INSTALASI LISTRIK
           TEGANGAN RENDAH

    • Authors: Is Dawimah
      Abstract: Permasalahan yang dihadapi oleh pesantren, antara lain belum ada instalasi  penerangan dan pasokan energi listrik dan kurangnya  ketrampilan yang dimiliki oleh siswa pesantren. Sesuai dengan prinsip layanan pesantren yaitu aman, nyaman, terang, dan sehat, maka perlu dilakukan pelatihan memasang memperbaiki dan merawat instalasi listrik sesuai dengan prinsip dasar instalasi listrik yang berlaku untuk siswa pesantren. Dalam kegiatan ini  peserta  memperoleh peralatan, sertifikat, buku petunjuk perawatan dan perbaikan instalasi listrik. Pengambilan data dan keputusan dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pemda, survey, wawancara dan diskusi tentang permasalahan, metode dan solusi penyelesaian permasalahan mitra. Persiapan kegiatan meliputi: pembagian tugas, penentuan jumlah dan criteria peserta pelatihan, waktu dan tempat pelatihan,  pembuatan modul pelatihan, persiapan bahan, ATK  dan konsumsi selama pelatihan. Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh dosen,PLP dan mahasiswa, meliputi: pelatihan secara teoritis, praktek pemasangan instalasi  listrik di beberapa ruang pesantren, penilaian kegiatan peserta, evaluasi nilai peserta, monitoring kemampuan peserta pasca pelatihan. Nilai yang diperoleh dibandingkan dengan Acuan Keberhasian Pelatihan untuk mengukur tingkat keberhasilan pelatihan. Peserta pelatihan berjumlah 11 siswa pesantren dengan umur berkisar 17-24 tahun, tiga diantaranya adalah wanita. Peserta berasal dari lima kampung di Kecamatan Pamijahan, dengan pendidikan tertinggi tingkat SLTP, dan belum bekerja. 73% peserta berhasil memasang, merawat dan memperbaiki instalasi listrik di pesantren dan 27%  dinyatakan gagal karena kurang aktif pada saat kegiatan praktek. Pasca pelatihan, dua orang peserta berhasil memperoleh pekerjaan memasang instalasi penerangan di ruang dapur dan WC milik warga.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14335
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK SAYURAN ORGANIK DI DESA CIBODAS
           KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT

    • Authors: Rani Andriani Budi Kusumo
      Abstract: Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan Desa Cibodas sebagai salah satu Desa Organik. Program Desa Organik saat ini lebih difokuskan pada kegiatan mendorong praktek pertanian yang ramah lingkungan. Kelompok PKK Desa Cibodas Kecamatan Lembang berupaya untuk mendukung gerakan Desa Organik dengan menciptakan nilai tambah dari produk sayuran organic yang merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Cibodas. Kegiatan pengolahan mie sayuran organic diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sayuran organic yang selaras dengan gerakan Desa Organik dan juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga petani.  Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk : 1) Meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mitra PKM mengenai peluang usaha pengolahan sayuran organik menjadi produk mie organik; 2) Berkembangnya gerakan Desa Organik di Desa Cibodas, dengan diversifikasi usaha produk sayuran organik. Metode pelaksanaan dari kegiatan ini adalah : 1) Pelatihan  pembuatan mie berbahan baku sayuran organic; 2) Penyuluhan peluang usaha produk olahan sayuran organik; 3) Pendampingan pada mitra. Kegiatan PKM ini telah memberikan perubahan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta dalam meningkatkan nilai tambah produk sayuran organic melalui kegiatan pengolahan mie organic. Melalui kegiatan PKM diperoleh inisiasi dari pihak Desa Cibodas untuk mengembangkan beragam produk olahan dari sayur organic sebagai produk unggulan Desa Cibodas.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14593
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • PENGGUNAAN Lemna sp SEBAGAI PAKAN DALAM BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus
           gourami Lac.) DI KABUPATEN PANGANDARAN

    • Authors: Yuli - Andriani, Iskandar -, Irfan zidni
      Abstract: Ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan unggulan Jawa Barat yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu kelompok yang melakukan pembudidayaan ikan gurame adalah Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Selain sebagai mata pencaharian melalui budidaya ikan secara umum, kelompok ini bermaksud mengembangkan ikan gurame sebagai komoditas unggulan daerah. Salah satu alternatif penyediaan pakan hijauan untuk ikan gurame adalah Lemna sp. Lemna sp adalah tanaman air yang berukuran kecil yang mengapung di atas air dan berpotensi sebagai pakan segar ataupun bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Kandungan protein berkisar 10–45 %, serat 7-14%, karbohidrat 35%, lemak 3-7%, dan kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Tanaman air ini memiliki produktivitas yang tinggi. Dalam kondisi optimal jenis tumbuhan ini dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu dua hari.  Produksi Lemna sp. dapat mencapai hingga 30 ton berat kering/ha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilam para petani ikan tentang cara membudidayakan Lemna sp sebagai sumber pakan hijauan sehingga diharapkan dan meningkatkan produksi ikan gurame di Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14656
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN DALAM MENDETEKSI KATARAK DI
           KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG

    • Authors: Sri Sulastri
      Abstract: Katarak merupakan penyebab utama (51 persen) dari kebutaan di Indonesia. Namun, katarak dapat ditangani dengan tindakan operasi. Terdapat indikasi bahwa pelayanan operasi katarak belum dimanfaatkan dengan baik disebabkan oleh data mikro penderita katarak yang tidak tersedia. Oleh karena itu, penyediaan data mikro penderita katarak perlu dilakukan, seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization melalui Vision 2020. Dalam mengidentifikasi warga yang diduga menderita katarak, komponen komunitas dapat dilibatkan melalui peningkatan kapasitas dan pengorganisasian komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat iniditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam menyediakan data mikro warga yang diduga penderita katarak dandalam melakukan pendampingan kepada pasien dan keluarganya saat menjalani tindakan operasi, melalui kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan ini, Kader Kesehatan: 1) mengetahui ciri katarak, 2) terampil menggunakan alat bantu identifikasi katarak, 3) mampu melakukan pencatatan data, 4) mengetahui alur pelaporan 5) mampu melakukan pelaporan, dan 6) mengetahui cara pendampingan pasien dalam mengakses pelayanan tindakan operasi katarak.  
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10323
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
  • PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN AIR BANJIR MENJADI AIR BAKU DI
           DAERAH RAWAN BANJIR

    • Authors: Sophia Dwiratna, Boy Macklin Pareira P, Dwi Rustam Kendarto
      Abstract: Saat terjadi bencana banjir, ketersediaan air menjadi sangat krusial. Kebutuhan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan sebagainya sangat sulit dipenuhi ditengah-tengah keadaan bencana banjir. Salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering terkena dampak banjir adalah Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek. Desa ini setiap musim hujan selalu terkena dampak luapan sungai Cikeruh. Pada saat banjir, sumur sumur yang biasa digunakan tercemar air banjir sehingga kondisinya keruh dan berbau. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan air banjir menjadi air bersih, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan pengolahan air banjir menjadi air bersih dan air baku bagi masyarakat yang terkena dampak banjir. Salah satunya adalah menggunakan teknologi sederhana melalui proses koagulasi-sedimentasi-filtrasi untuk menghasilkan air bersih yang layak pakai oleh masyarakat di pengungsian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna memasyarakatkan teknologi sederhana pengolahan air banjir menjadi air baku sebagai upaya penanganan bencana banjir.
      PubDate: 2018-09-13
      DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11444
      Issue No: Vol. 7, No. 1 (2018)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 100.24.125.162
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-