Similar Journals
Journal Cover
Bulletin of Scientific Contribution : Geology
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1693-4873 - ISSN (Online) 2541-514X
Published by Universitas Padjadjaran Homepage  [27 journals]
  • Studi Hidrokimia dan Karakteristik Airtanah di Kecamatan Cibiru dan
           Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

    • Authors: Kholqi Dianardi, Sapari Dwi Hadian, Teuku Yan W. M. Iskandarsyah, Faizal Muhamadsjah
      Pages: 71 - 78
      Abstract: Bandung adalah salah satu kota terbesar di Indonesia. Kecamatan Cibiru dan Kecamtan Cileunyi merupakan daerah yang terletak berbatasan antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung. Perkembangan industri maupun berbagai aspek kehidupan dalam hal ini khususnya wilayah Kecamatan Cibiru dan Cileunyi mengalami perkembangan yang cukup pesat. Peningkatan jumlah industri dan ekstraksi airtanah akan selalu diikuti oleh peningkatan limbah. Limbah cenderung mengandung bahan kimia beracun dan berbahaya. Berdasarkan kondisi bentang alam kedua kecamatan tersebut berada pada zona fasies medial dan distal Gunung Manglayang. Penelitian dilakukan berdasarkan data dari singkapan, data sumur gali dan mata air menggunakan metode orientasi lapangan dibantu oleh penggunaan GPS dan alat ukut fisik dan kimia airtanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia airtanah di Kecamatan Cibiru dan Kecamatan Cileunyi. Pengambilan sampel airtanah dilakukan pada 12 lokasi. Untuk menentukan karakteristik kimia airtanah, hasil uji analisis laboratorium hidrokimia dianalisis menggunakan metode diagram piper dan diagram durov. Kondisi geologi seperti unit geomorfologi dan tipe litologi berkorelasi dengan lokasi data airtanah. Berdasarkan kondisi hidrogeologi, daerah penelitian termasuk kedalam sistem akuifer deposit vulkanik dan sistem akuifer deposit lakustrin. Hasil analisis kimia dari diagram piper memperlihatkan fasies kimia airtanah yang terdapat pada daerah penelitian adalah Ca:HCO3, Ca.Mg:HCO3, Mg:HCO3 dan Ca:No Dominan, sedangkan hasil analisis kimia dari diagram durov memperlihatkan daerah penelitian didominasi oleh proses pertukaran ion dan pencampuran ion airtanah.
      PubDate: 2018-09-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.17812
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Berdasarkan Aspek Geologi Lingkungan
           Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) di Kabupaten Kuningan

    • Authors: Sagita - Destirani, Oon Suyono, . Atang, Dicky Muslim, Teuku Yan W. M. Iskandarsyah
      Pages: 79 - 80
      Abstract: ABSTRAK
      Kabupaten Kuningan hingga saat ini belum memiliki Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik
      (SPALD). Pertimbangan untuk mengatasinya adalah dengan melakukan inventarisasi, survei dan
      pemetaan geologi lingkungan. Dalam zonasi wilayah calon pengembangan, belum secara
      optimal ditentukan kondisi geologi setempat. Dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk
      mengetahui parameter geologi lingkungan yang berperan dalam menentukan lokasi pembangunan
      pengolahan limbah yang sesuai standar dan prosedur, dengan mempertimbangkan segala aspek terutama
      geologi. Metode yang digunakan yakni dengan mengolah data sekunder menggunakan metode Simple
      Additive Weighting (SAW) untuk mendapatkan peta kesesuaian lahan yang selanjutnya akan dilakukan
      tahap analisa dari overlay peta (superimposed). Parameter yang digunakan sebanyak sebelas parameter,
      terdiri atas parameter fisik dan non-fisik, dari hasil overlay peta maka akan didapatkan zona prioritas
      dengan proses skoring, yang merupakan salah satu metode yang membantu melakukan prediksi
      berdasarkan parameter yang telah disesuaikan. Didapatkan lokasi yang sesuai untuk pembangunan di lima
      kecamatan, yakni Kecamatan Jalaksana, Cigugur, Kramatmulya, Kuningan, dan Lebakwangi. Penentuan
      lokasi lebih mendetail diperlukan untuk penentuan akhir pembangunan SPALD-T yang ideal.
      Kata Kunci: Pengolahan limbah, Simple Additive Weighting (SAW), Overlay, Scoring, Kabupaten
      Kuningan
      PubDate: 2018-08-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.17874
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • POLA PERSEBARAN DAN ESTIMASI CADANGAN ANDESIT PADA DESA CILULUK, KECAMATAN
           CICALENGKA, KABUPATEN BANDUNG

    • Authors: Arif Swastika, . Syafriyono, Caesario Dipo, Ahmad Yuda Pratama, Sony Malik Kartanegara, Wahyu Budhi Khorniawan, Muhammad Sayyidi, Nanda Natasia
      Pages: 81 - 88
      Abstract: Abstrak - Andesit merupakan komoditas mineral non-logam yang berpotensi sebagai sumber bahan galian C. Desa Ciluluk, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung secara tatanan geologi termasuk ke dalam Satuan Batuan Gunungapi Mandalawangi-Mandalagiri yang terdiri dari tuf dan lava berkomposisi andesit. Oleh karena itu, daerah ini dipilih sebagai lokasi studi untuk mengetahui pola persebaran andesit dan estimasi cadangannya. Pola persebaran andesit di daerah penelitian diprediksi berdasarkan data hasil survey geolistrik 1D dan 2D. Kemudian, estimasi cadangan dihitung menggunakan model sebaran 3D yang terbagi menjadi 2 skenario penambangan dengan mempertimbangkan kondisi topografi dan sebaran andesit. Berdasarkan pengamatan lapangan, andesit di daerah penelitian tersebar tidak merata dan dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu soft dan hard andesite. Kedua tubuh andesit ini memiliki pola sebaran barat-timur dengan kenampakan fisik serta nilai resistivitas yang berbeda dimana hard andesite memiliki nilai resistivitas yang lebih tinggi (>350 Ωm). Hasil perhitungan cadangan menunjukkan bahwa cadangan andesit berkisar antara 3.861.267 ton untuk skenario 1 hingga 9.617.227 ton untuk skenario 2. Lebih lanjut, nilai cadangan ini bisa dibandingkan dengan melakukan perhitungan cadangan terukur berdasarkan data pengeboran disertai pengukuran topografi secara lebih rinci. Kata kunci – Andesit, Geolistrik, Cicalengka
      PubDate: 2018-08-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.17919
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • PENGARUH KEMIRINGAN LERENG TERHADAP LAJU SEDIMENTASI PADA RENCANA
           BENDUNGAN PARIGI

    • Authors: Muhammad Farhan Yusuf, Yakub Siahaan, Emi Sukiyah, Agung Mulyo, Aton Patonah, Zufialdi Zakaria
      Pages: 89 - 100
      Abstract: Pembangunan Bendungan Parigi akan sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat. Bendungan ini akan digunakan untuk keperluan pertanian (irigasi) dan persediaan air baku. Lokasi Rencana Bendungan Parigi terletak pada sub-DAS Parigi yang memiliki luas 57,98 km2. Dalam perencanaan bendungan aspek sedimentasi sangat penting. Aspek ini akan berkaitan dengan desain Bendungan. Pada DAS yang tidak terlalu luas, laju sedimentasi setara dengan laju erosi. Perhitungan laju sedimentasi dilakukan berdasarkan fungsi erosi dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) dan SDR. Metode ini berhubungan dengan faktor – faktor yaitu erodibilitas tanah, curah hujan, tataguna lahan, dan topografi. Faktor kemiringan lereng erat kaitannya terhadap laju sedimentasi, penelitian ini akan membahas tentang peranan kemiringan lereng  terhadap laju sedimentasi. Nilai laju sedimentasi hasil perhitungan menggunakan metode USLE yaitu  sebesar 149,53 ton/ha/th.  Hasil perhitungan statistik dengan  metode regresi linier di dapat bahwa faktor kemiringan lereng berpengaruh signifikan terhadap laju sedimentasi dengan persamaan regresi Y’ = 15,32 + 7,313X. Nilai koefisien regresi (r) sebesar 0,697 menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kemiringan lereng (X) dan laju sedimentasi (Y). Pengaruh yang diberikan oleh aspek kemiringan lereng terhadap laju sedimentasi adalah sebesar 48,6 %.
      PubDate: 2018-08-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.17922
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • PENGARUH TEKTONIK PADA LEMBAH SUNGAI CILIWUNG DENGAN PENGUKURAN GPS- RTK
           BERDASARKAN NILAI VALLEY-FLOOR RATIO (Vf)

    • Authors: Retno Witjahjati, Emi Sukiyah, . Winantris, Pulung P Arya, Bani Nugroho
      Pages: 101 - 108
      Abstract: Most of Jakarta's Special Capital Region (DKI) has relatively flat topography covered by alluvial deposit. Alluvial deposit derives from rock deformation of volcanic activity in the south, and also coastal deposits at the north part. The upstream rivers located in hilly, mountainous terrain, as well as through sloping hills to the lower plains downstream. The relatively rapid flow velocity in the upstream forms the parallel pattern and the downstream are slowly forming a sub dendritic pattern until it empties into the Jakarta Bay. Ciliwung River is one of 13 rivers passing through DKI Jakarta.The morphology of DKI Jakarta area is formed by exogenous energy caused by highly intensive sedimentation and human activities. In addition, there is also endogenous energy to produce folds and fracture structures. The presence of endogenous power results from the convergence interaction between the Indian-Australian Ocean Plate and the Eurasian Plate.This research was conducted to find out the influence of endogenous power in the form of tectonic control on the pattern of landscape shape in DKI Jakarta. The manifestation of these endogenous influences can be seen in the morphological formation in the Ciliwung River. The method used is calculated of morphometry with a value of the VF - ratio (Valley Floor Ratio) from topographic measurement using GPS-RTK device (Global Position System - Real Times Kenematic). Measurements were made as many as 7 trajectories on the river banks in order to know the difference of elevation on the left and right side. Based on the calculation, the Vf value ranged from 1.65 to 3.47. Through these results, it can be concluded that the morphology of DKI Jakarta is controlled by tectonic process with medium category.
      PubDate: 2018-08-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.18171
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI GUNUNG API AKTIF DAN GUNUNG API PADAM: KASUS G.
           MERAPI & G. GAJAHMUNGKUR, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH

    • Authors: Hill G. Hartono, Adjat Sudradjat
      Pages: 109 - 116
      Abstract: The volcanic morphology provides the information about the history of the genesis and activities of an active volcano which is still developing as demonstrated by Merapi strato volcano in Special Provinve of Yogyakarta and Central Java. The purpose of the present study is to reveal the history of the geomorphology of the dormant volcano (such as Gajahmungkur volcano, Wonogiri) based on the comparative study of the active volcano (Merapi volcano, Yogyakarta). The method in this study is the application of geological principle “the present is the key to the past” in the geology of a volcano. In general the volcanological facies concept reflects the ideal morphology of Merapi volcano. The central facies with the slope of 300 to 400 and the smooth surface; medial facies with the slope of 200 to 300 reflecting rough surface and the distal facies manifested in a relatively flat angle between 100 to 200 where the deposition of volcanic materials and lahar takes place. The boundary between the facies is delineated by a break in slope which also reflects the radial drainage pattern and the boundary of vegetation
      PubDate: 2018-08-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.18383
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • VULKANISME DAN KARBONAT UMUR MIOSEN DI DAERAH BANJAR-PANGANDARAN, JAWA
           BARAT

    • Authors: Iyan Haryanto, Nisa Nurul Ilmi, Billy G. Adhiperdana, Lili Fauziely, Edy Sunardi
      Pages: 117 - 126
      Abstract: Daerah Banjar-Pangandaran merupakan bagian dari Zona Pegunungan Selatan yang sebagian besar disusun batuan volkaniklastik Formasi Jampang. Batuannya didominasi oleh breksi, tuf dan batupasir kasar. Seluruhnya membentuk morfologi perbukitan sedang hingga terjal, dengan punggungan berarah barat-timur. Di bagian tepi dari lereng perbukitannya, tersingkap batugamping yang berumur lebih muda, yaitu Formasi Klapangunggal dan Formasi Pamutuan. Di lapangan tidak ditemukan kontak litologi, namun berdasarkan pada umur batuan yang menerus, serta kedudukannya di lapangan diduga keduanya memiliki hubungan stratigrafi yang selaras. Penelitian ini masih dalam tahap awal yang dilakukan hanya berdasarkan pada data singkapan. Analisis dilakukan dengan melakukan rekontruksi pola struktur (pola jurus), serta dipandu dengan interpretasi geologi melalui DEM.Hasil sementara menunjukan bahwa pertumbuhan carbonate mulai berlangsung ketika aktivitas volkanisma pawa waktu Miosen Bawah Berakhir. Pada saat itu di antara tinggian volkanik, memiliki lingkungan marin yang tenang dan dangkal, sehingga memungkinkan terbentuknya pertumbuhan carbonate. Di lihat dari peyebarannya, carbonate disimpulkan sebagai barrier kecil dan lainnya sebagai pitch reef.
      PubDate: 2018-09-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.17293
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • Geomorfologi dan Ciri Fasies Vulkanik Pada Sungai Cihideung dan
           Ciparikalih, Sub Das Cibadak, Gunung Salak, Jawa Barat

    • Authors: Nanda Natasia, Undang Mardiana, Muhammad Kurniawan Alfadli
      Pages: 127 - 134
      Abstract: ABSTRACTSalak Mount is a volcanic complex located in the south of Jakarta. This mountain area is included in the area of Sukabumi Regency and Bogor Regency, West Java. The peak part is a forest area whose management of the forest area was originally under the Perhutani Public Corporation Forest Management Unit (KPH) Bogor, but since 2003 it has been an expansion area of the Gunung Halimun National Park, and is managed as Gunung Halimun-Salak National Park. This research begins with the analysis of topographic maps to determine the geomorphological characteristics of the study area. These geomorphological characteristics include river flow patterns, land use and slope. At this stage it can be distinguished as many as nine recognizable geomorphological units. The next stage is field observation to find out the surface geological conditions of the study area. at this stage two stratigraphic cross sections were made which passed the Cihideung and Ciparikalih. From the results of geomorphological analysis, the research area can be divided into nine geomorphological units which are compiled based on their morphographic, morphometric and morphogenetic characteristics. Two stratigraphic cross sections through the Cihideung River and Ciparikalih River trajectories are made based on field observations with a measured section method. In both trajectories, there are six volcanic facies that make up the research area.. Keywords: Salak Mount, Cibadak Sub Das, Volcanic Facies, Geomorphology ABSTRACKGunung Salak merupakan kompleks gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta. Kawasan rangkaian gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bagian puncaknya merupakan kawasan hutan yang pengelolaan kawasan hutannya semula berada di bawah Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bogor, tetapi sejak 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, dan dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Penelitian ini diawali dengan analisis peta topografi untuk mengetahui ciri geomorfologi daerah penelitian. Ciri ciri geomorfologi tersebut diantarana pola pengaliran sungai,  tata guna lahan, serta kemiringan lereng. Pada tahapan ini dapat dibedakan sebanyak sembilan satuan geomorfologi yang dapat dikenali. Tahapan selanjutnya adalah pengamatan lapangan untuk menetahui kondisi geologi permukaan daerah penelitian. pada tahapan ini dibuat dua buah penampang stratigrafi yang melewati sub Das Cihideung dan sub DAS Ciparikalih. Dari hasil analisis geomorfologi, daerah penelitian dapat dibagi menjadi sembilan satuan geomorfologi yang disusun berdasarkan ciri morfografi, morfometri dan morfogenetiknya. Dua buah penampang stratigrafi melalui lintasan Sungai Cihideung dan Sungai Ciparikalih dibuat berdasarkan pengamatan lapangan dengan metoda penampang terukur. Pada kedua lintasan tersebut dapat diketahui enam fasies vulkanik yang menyusun daerah penelitian. Kata Kunci: Gunung Salak, Sub Das Cibadak, Fasies Vulkanik, Geomorfologi.
      PubDate: 2018-08-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.18439
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • GAS IN PLACE PREDICTION OF COAL BED METHANE EXPLORATION WITH PROXIMATE
           DATA, PIT “HMG”, WEST BANKO, SOUTH SUMATRA

    • Authors: REZA MOHAMMAD GANJAR GANI, Hafsanjani Arbi, Yusi Firmansyah, . Nurdrajat, Muhammad Kurniawan Alfadli
      Pages: 135 - 140
      Abstract: The energy demand are increase everyday, but the supply insufficiently if only depends on conventional energy. Coal bed methane exploration are one of the unconventional energy that can fulfill energy demand. The main aspect of coal bed methane exploration are the reserve of gas in place. In this research are use conventional data to approach a prediction and calculation of gas in place at PIT “HMG”, West Banko, Tanjung Enim, South Sumatra. Based on the analysis shows that the gas content are increase as the deeper of seam, and the total gas in place are 235.30 MMcf, with Seam C has the highest value 72.47 MMcf.
      PubDate: 2018-08-03
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.18556
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
  • Basin Classification Based on Quantitative Geological Risk Factors

    • Authors: Syamsul Irham, Nana Sulaksana, Adjat Sudrajat, Muhammad Burhanidunnur
      Pages: 141 - 148
      Abstract: .
      Indonesia's oil and gas reserves are small and certainly will run out quickly if production is not followed by additional efforts. Exploration activities are not only one effort but also the first step of all efforts to increase reserves through the discovery of oil and gas resources. Efforts are needed to attract exploration investment interests, including access into available data, presentation of results from exploration activities and geological risk.
      The present research aims to study the characteristics of the geological risk in several basins based on the quantitative geological factors. In conducting the quantitative analysis, there are some factors of petroleum system that have to be recognized inter alia, source rock, reservoir, seal, trap, migration, fault and fold.
      For this purpose, six basins were selected representing frontier, semi mature and mature basins. Three basins were taken from the western part of Indonesia, and three others from the eastern part.
      PubDate: 2018-09-20
      DOI: 10.24198/bsc geology.v16i2.18569
      Issue No: Vol. 16, No. 2 (2018)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 100.24.125.162
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-