Similar Journals
Journal Cover
AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewirausahaan
Number of Followers: 1  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2503-2755 - ISSN (Online) 2549-9912
Published by Universitas Padjadjaran Homepage  [25 journals]
  • UPGRADING KINERJA BISNIS MELALUI DIGITAL LITERACY : UPAYA UNTUK MEMPEROLEH
           KEUNGGULAN BERSAING DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    • Authors: Rofi Rofaida, Annisa Ciptagustia
      Pages: 211 - 225
      Abstract: The fesyen creative industry is a very strategic creative industry in Bandung because it provides a high contribution to economic and employment. In the era of the Industrial Revolution 4.0, the strategy was improved digital literacy. The current problem is that the level of digital literacy is very low. The objective is to obtain a picture of the digital literacy level, identify the driving and inhibiting factors,and measure the effect of the digital literacy level on business performance. The unit of analysis is the fesyen creative industry in Bandung. This study uses a mixed method through observation, questionnaire, and in depth interviews, then the data were analyzed descriptively and conducted a verification test with regression analysis. The results showed that digital literacy still needed to be improved and there was a significant influence on the level of digital literacy on business performance. Research is very important because is still rarely conducted so that research results are expected to be novelty. The results are expected to improve digital literacy, develop strategies to increase digital literacy of businesses, and design joint activities to improve business management capabilities.  Industri kreatif fesyen merupakan industri kreatif yang sangat strategis di kota Bandung karena memberikan kontribusi tinggi terhadap PDRB kota Bandung dan penyerapan tenaga kerja. Di era Revolusi industri 4.0, strategi pengembangan industri ini  ditujukan untuk meningkatkan literasi digital. Permasalahan yang ada saat ini adalah tingkat literasi digital masih sangat rendah. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran tingkat literasi digital industri kreatif fesyen di kota Bandung, mengidentifikasikan faktor pendorong dan penghambat, dan mengukur pengaruh tingkat literasi digital terhadap kinerja bisnis. Unit analisis pada penelitian ini adalah industri kreatif fesyen di kota Bandung. Penelitian ini menggunakan mixed method melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan in depth interview, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji verifikatif dengan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital masih harus ditingkatkan dan terdapat pengaruh signifikan tingat literasi digital terhadap kinerja bisnis. Penelitian menjadi sangat penting karena masih jarang dilakukan sehingga hasil penelitian diharapkan dapat menjadi novelty. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan literasi digital, mengembangkan strategi peningkatan literasi digital pelaku usaha, dan merancang aktifitas bersama untuk meningkatkan kemampuan manajemen bisnis.
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.26709
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
  • PENGEMBANGAN KAWASAN EKOWISATA BERBASIS PANTAI DI KECAMATAN KELUMBAYAN,
           KABUPATEN TANGGAMUS

    • Authors: Nur Efendi
      Pages: 227 - 239
      Abstract: The purposes of this research are to identify the potentials of beach tourism, to identify institutional barriers, and to create a model for the development of a beach-based ecotourism area in the Sub-District of Kelumbayan, Tanggamus Regency. The type of this research is exploratory descriptive. This study uses an inductive approach with qualitative analysis methods. The main data sources are the interview results, observations, and other relevant documents. Data validity testing was done by triangulation of the sources. The results of research show that there are at least 7 beach tourism objects in the Sub-District of Kelumbayan that are potential to be developed. The management of tourist attractions are carried out by each goverment at the village level through the tourism awareness group. The tourism areas development has not involved any external stakeholders outside the village yet, such as universities and private sectors. The absence of regulations on the management of ecotourism areas, the lack of budget allocation, the absence of a uniform fee system related to entrance tickets and profit sharing between the village and the manager, and the opportunistic behavior of a small part of the community are institutional obstacles in the development of the Kelumbayan ecotourism area.  Based on the study, the researchers propose that the development of its coastal ecotourism area is sustainable tourism with the penta helix model, which involves local governments, private sectors, academias, local communities, and mass media.   Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi wisata pantai, mengidentifikasi hambatan kelembagaan, dan membuat sebuah model pengembangan kawasan ekowisata berbasis pantai di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.  Tipe penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif dengan metode analisis kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan observasi serta dokumen-dokumen lainnya yang relevan. Pengujian validitas data dilakukan dengan cara triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat setidaknya 7 objek wisata pantai di Kecamatan Kelumbayan yang potensial untuk dikembangkan. Pengelolaan kawasan wisata dilakukan oleh masing-masing pemerintah desa melalui Kelompok Sadar Wisata.  Pengembangan kawasan wisata belum melibatkan stakeholder di luar desa, seperti perguruan tinggi dan pihak swasta. Belum adanya regulasi tentang pengelolaan kawasan ekowisata,  minimnya alokasi anggaran, tidak adanya sistem biaya yang seragam terkait dengan tiket masuk  dan bagi hasil antara desa dengan pengelola, perilaku oportunis sebagian kecil masyarakat merupakan hambatan kelembagaan dalam pengembagan kawasan ekowisata Kelumbayan. Berdasarkan hasil kajian dalam penelitian ini maka pengembangan kawasan ekowisata pantai yang diusulkan adalah pariwisata berkelanjutan dengan model penta helix, yang melibatkan pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, masyarakat setempat, dan media massa. 
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.26924
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
  • IDENTIFIKASI AKTOR DAN FAKTOR DALAM EKOSISTEM KEWIRAUSAHAAN : KASUS PADA
           INDUSTRI KREATIF DI WILAYAH PRIANGAN TIMUR, JAWA BARAT

    • Authors: Ratih Purbasari, Chandra Wijaya, Ning Rahayu
      Pages: 241 - 262
      Abstract: This study aims to identify actors and factors involved in the process of knowledge transfer through various networks in the entrepreneurial ecosystem, by taking the case of the creative industry in the East Priangan region which is recognized as having competitive advantages. This identification is important to determine the actors and factors involved in the creative industry entrepreneurial ecosystem in the East Priangan region as an effort to improve the quality of entrepreneurship. The research method used is a qualitative approach and contextual techniques regarding knowledge transfer with the stages (1) Collecting secondary data through literature review (2) Understanding the concept of entrepreneurial ecosystems and creative industries (3) Identifying actors and factors that play a role in the entrepreneurial ecosystem and their analysis. Data collection was carried out by in-depth interview observation. From the research results identified social community actors (surrounding communities) as the most important actors in the entrepreneurial ecosystem and supporting service factors are factors that are incompatible with the entrepreneurial ecosystem model that is the reference in this study. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan aktor dan faktor yang terlibat dalam proses transfer pengetahuan melalui berbagai jaringan yang ada di dalam ekosistem kewirausahaan, dengan mengambil kasus pada industri kreatif di wilayah priangan timur yang diakui telah memiliki keunggulan daya saing. Identifikasi ini penting dilakukan untuk mengetahui aktor dan faktor yan terlibat dalam ekosistem kewirausahaan industri kreatif di wilayah Priangan Timur sebagai upaya peningkatan kualitas kewirausahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan teknik kontekstual mengenai transfer pengetahuan dengan tahapan (1) Mengumpulkan data sekunder melalui tinjauan pustaka, (2) Pemahaman konsep ekosistem kewirausahaan dan industri kreatif, dan (3) Identifikasi aktor dan faktor yang berperan dalam ekosistem kewirausahaan dan analisisnya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Dari hasil penelitian diidentifikasikan aktor masyarakat sosial (masyarakat sekitar) sebagai aktor yang paling berperan di dalam ekosistem kewirausahaan, serta faktor layanan pendukung merupakan faktor yang tidak sesuai dengan model ekosistem kewirausahaan yang menjadi acuan pada penelitian ini.  
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.29003
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
  • WORK ENGAGEMENT KARYAWAN GENERASI MILENIAL PADA PT. X BANDUNG

    • Authors: Iwan Sukoco, Dian Nur Fu’adah, Zaenal Muttaqin
      Pages: 263 - 281
      Abstract: This article aims to determine the description and level of work engagement of millennial generation employees at PT X. The method used is a quantitative method with a descriptive approach. The study population was all employees of the millennial generation of PT. X total 132 employees. The sampling technique used the Slovin formula with a total of 57 people. Collecting data in the form of a work engagement questionnaire with dimensions of vigor, dedication and absorption, interviews, and observation. The results obtained in this study are employees of the millennial generation of PT. X majority has high level of work engagement, meaning that most employees experience a positive state of mind regarding their work. This is shown when the millennial generation employees of PT. X   able to stay focused and concentrated on work even though the work is tough, feels that what he is doing is a noble job, and enjoys a very intense job (full of concentration).  Artikel ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan tingkat work engagement karyawan generasi milenial di PT X. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan generasi milenial PT. X yang berjumlah 132 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan jumlah 57 orang. Pengumpulan data berupa kuesioner work engagement dengan dimensi vigor, dedication dan absorption, wawancara, dan observasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial PT. X mayoritas memiliki work engagement pada tingkat tinggi, artinya sebagian besar karyawan mengalami keadaan pikiran positif terkait pekerjaannya. Hal ini ditunjukkan ketika bekerja karyawan generasi milenial PT. X mampu tetap fokus dan konsentrasi terhadap pekerjaan walaupun pekerjaan tersebut berat, merasa apa yang dikerjakan merupakan pekerjaan mulia, dan menikmati pekerjaan yang sangat intens (penuh konsentrasi).
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.29953
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
  • PENGARUH GAMIFICATION VERSI “SHOPEE TANAM” TERHADAP CUSTOMER
           ENGAGEMENT APLIKASI MOBILE SHOPEE INDONESIA (SURVEI PADA PENGGUNA FITUR
           SHOPEE IN APP GAMES DI KOTA BANDUNG)

    • Authors: Apriana Elizabeth Taruli, Arianis Chan, Pratami Wulan Tresna
      Pages: 283 - 295
      Abstract: The phenomenon of e-commerce that is increasingly numerous in Indonesia, has caused many e-commerce companies compete to increase engagement with their consumers, one of them is by using a gamification strategy. This study aims to determine the effect of gamification on customer engagement in Shopee Indonesia mobile application. The research method used in this research is descriptive analysis verification with survey design. The results showed that the gamification strategy applied by Shopee Indonesia through the Shopee Tanam has been implemented properly through six elements, namely social interaction, sense of control, goals, progress tracking, rewards, and prompts.The calculation results also explain that gamification has a significant positive effect on customer engagement on the Shopee Indonesia mobile application. A well-implemented gamification strategy has implications for changing consumer behavior, such as extending time spent and engagement one-commerce applications to achieve meaningful long-term goals for the company. Fenomena semakin berkembangnya industri e-commerce di Indonesia menyebabkan banyak perusahaan e-commerce berlomba-lomba untuk meningkatkan engagement dengan para konsumennya, salah satunya dengan menggunakan strategi gamification Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gamification terhadap customer engagement pada aplikasi mobile Shopee Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif verifikatif dengan desain survei.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa strategi gamification yang diterapkan oleh Shopee Indonesia melalui permainan Shopee Tanam telah diimplementasikan dengan baik melalui enam elemen, yaitu social interaction, sense of control, goals, progress tracking, rewards, dan prompts. Hasil perhitungan menjelaskan bahwa gamification memiliki pengaruh positif signifikan terhadap customer engagement pada aplikasi mobile Shopee Indonesia. Strategi gamification yang diterapkan dengan baik memberikan implikasi terhadap perubahan pola perilaku tertentu yang dilakukan oleh konsumen yaitu memperpanjang time spent dan engagement pada aplikasi e-commerce untuk mencapai tujuan jangka panjang yang bermakna bagi perusahaan.
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.30265
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
  • MEMAHAMI KINERJA STARTUP : STUDI PADA STARTUP DI JAWA BARAT

    • Authors: Sunu Puguh Hayu Triono, Adryan Rachman
      Pages: 297 - 316
      Abstract: One characteristics of startups compared to conventional MSMEs is the use of data. Utilization of data starts from business intelligence & analytics. The knowledge generated together with other dynamic capabilities will support each other in creating value to improve startup business performance. The purpose of this study was to determine the relationship between business intelligence & analytics, absorptive capacity, innovation ambiance, and entrepreneurial orientation towards startup business performance.Data obtained by survey distributed by email to 194 startups in West Java. PLS-SEM was used to estimate model in this study. We propose and test a model that integrates the domains of dynamic capability, knowledge management, and entrepreneurship. The main findings show that the use of BI&A has a positive association with the ability to balance competitive innovation activities, supported by entrepreneurial orientation, in turn improving startup performance.This study integrates insights gained from the application of IT value creation and dynamic capabilities perspectives to explain how the use of BI&A is associated with the ambidexterity of innovation and business performance and through entrepreneurial orientation. Salah satu ciri startup dibandingkan UMKM konvensional adalah penggunaan data. Pemanfaatan data dimulai dari business intelligence & analytics. Pengetahuan yang dihasilkan bersama dengan kapabilitas dinamis lainnya akan saling mendukung dalam menciptakan nilai guna meningkatkan kinerja bisnis startup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara business intelligence & analytics, absorptive capacity, innovation ambidexterity, dan entrepreneurial orientation terhadap kinerja bisnis startup. Data didapatkan dari survei yang disebarkan melalui email kepada 194 startup di Jawa Barat. PLS-SEM digunakan untuk mengestimasi model dalam penelitian ini. Kami menguji model yang mengintegrasikan domain dynamic capabilities, manajemen pengetahuan, dan kewirausahaan. Temuan utama menunjukkan bahwa penggunaan BI&A memiliki hubungan positif dengan kemampuan mengimbangi aktivitas inovasi kompetitif, didukung oleh orientasi kewirausahaan, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja startup. Studi ini mengintegrasikan wawasan yang diperoleh dari penerapan perspektif penciptaan nilai TI dan kapabilitas dinamis untuk menjelaskan bagaimana penggunaan BI&A dikaitkan dengan innovation ambidexterity dan kinerja bisnis dan melalui orientasi kewirausahaan. 
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.30916
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
  • PENGEMBANGAN BISNIS PADA STARTUP TEMANRINDU DENGAN METODE STARTUP
           EVOLUTION CURVE

    • Authors: Rasyid Yudhistira, Yuniaristanto Yuniaristanto, Muhammad Hisjam
      Pages: 317 - 331
      Abstract: Technological developments have made it easier for people to use social networks. Almost all people of productive age use the internet in their social interactions. The purpose of this research is primarily to provide a platform for TemanRindu to make its product prototype appropriately with the Lean Canvas business model and so  Startup Evolution Curve as its method. The main principles of Startup Evolution Curve are providing step-by-step guidance in company discussions,  business development of TemanRindu by Feasibility Study especially on market aspect so that shown the segment and position TemanRindu itself. Product prototyping or Minimum Viable Product (MVP) start from doing hypothesis verification that will be used on MVP adjustment. Slogan making and pipe and sales funnel are also be done that lately will be used to planning the marketing strategy.  This method has succeeded on generating of TemanRindu’s market segmentation and positioning as well as the making of product prototype in the form of Instagram design based on Lean Canvas design. Its affect on  increasing of business growth in followers, likes, comments and saves because the product has been more adapted to customer needs without reducing the added value that offered.
      Perkembangan teknologi menyebabkan semakin mudahnya masyarakat dalam menggunakan jejaring sosial. Hampir keseluruhan masyarakat usia produktif memakai internet dalam interaksi sosialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menyediakan sarana untuk startup TemanRindu dalam membuat prototipe produk bisnisnya dengan model bisnis Lean Canvas secara tepat dan dengan metode Startup Evolution Curve. Prinsip utama dari Startup Evolution Curve adalah memberikan arahan per tahap dalam diskusi perusahaan, dan pengembangan bisnis startup TemanRindu melalui Feasibility Study pada aspek pasar sehingga memberikan gambaran terhadap segmen dan posisi daripada TemanRindu. Pembuatan prototipe produk atau Minimum Viable Product (MVP) dilakukan dari verifikasi hipotesis yang akan digunakan pada penyesuaian MVP. Pembuatan slogan hingga uji komunikasi dan saluran distribusi juga dilakukan yang kemudian dapat digunakan untuk menentukan strategi pemasaran. Pengaplikasian metode tersebut berhasil menghasilkan pemetaan daripada segmentasi dan posisi TemanRindu di pasar dan juga terciptanya prototipe produk TemanRindu berupa desain kiriman Instagram yang berdasarkan atas rancangan Lean Canvas. Dampaknya pertumbuhan bisnis naik, baik pada followers, likes, comment maupun save karena produk telah lebih disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan tanpa mengurangi nilai lebih yang ditawarkan TemanRindu.
        
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.30641
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
  • ANTESEDEN INTENSI ENTREPRENEURIAL DIGITAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS
           PADJADJARAN PADA MASA COVID-19

    • Authors: Imam Suwandi, Sam'un Jaja Raharja, Margo Purnomo
      Pages: 333 - 345
      Abstract: The purpose of this article is to find out how knowledge acquisition and entrepreneurial opportunity recognition can be antecedents of digital entrepreneurial intentions in students of the Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Padjadjaran Class of 2019 and 2020. Sampling used a simple random sample with a total of 96 samples. The data analysis tool uses the Structural Equation Model. The results showed that knowledge acquisition and entrepreneurial opportunity recognition had a significant effect on digital entrepreneurial intentions. Likewise, knowledge acquisition has a significant effect on entrepreneurial opportunity recognition. The effect of knowledge acquisition mediated by entrepreneurial opportunity recognition on digital entrepreneurial intentions has a smaller significance than the direct effect of knowledge acquisition on digital entrepreneurial intentions. This study adds a digital context in the field of entrepreneurial intention so that it makes a new contribution to entrepreneurship research. This study provides recommendations for further studies, especially discussions of digital entrepreneurial intentions, which involve a larger population reach.  Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana akuisisi pengetahuan dan pengenalan peluang entrepreneur dapat menjadi antesenden dari intensi entrepreneurial digital pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Angkatan 2019 dan 2020. Sampling menggunakan simple random sampling dengan jumlah sebanyak 96 sampel.Alat analisis data memakai Structural Equation Model. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa akuisisi pengetahuan dan pengenalan peluang entrepreneurial berpengaruh signifikan terhadap intensi entrepreneurial digital. Begitupun dengan akuisisi pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap pengenalan peluang entrepreneurial. Penelitian ini menambahkan konteks digital dalam bidang entrepreneurial intention sehingga menambahkan kontribusi yang baru bagi penelitian entrepreneurship. Penelitian ini memberikan rekomendasi perlunya penelitianlebih lanjut khususnya pembahasan mengenai intensi entrepreneurial digital, yang melibatkan jangkauan populasi yang lebih besar.
      PubDate: 2021-02-14
      DOI: 10.24198/adbispreneur.v5i3.31162
      Issue No: Vol. 5, No. 3 (2021)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.235.108.188
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-