for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Indonesia   (Total: 14 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 14 of 14 Journals sorted alphabetically
ASEAN Marketing J.     Open Access   (Followers: 2)
Economics and Finance in Indonesia     Open Access   (Followers: 1)
eJurnal Kedokteran Indonesia     Open Access  
Indonesia Law Review     Open Access   (Followers: 5)
Indonesian Capital Market Review     Open Access   (Followers: 1)
J. of Dentistry Indonesia     Open Access  
Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi     Open Access  
Kesmas : Public Health J.     Open Access   (Followers: 2)
Makara Hubs-Asia     Open Access   (Followers: 1)
Makara J. of Science     Open Access  
Masyarakat : Jurnal Sosiologi     Open Access  
Medical J. of Indonesia     Open Access   (Followers: 1)
South East Asian J. of Management     Open Access  
Wacana : J. of the Humanities of Indonesia     Open Access  
Journal Cover Kesmas : Public Health Journal
  [2 followers]  Follow
    
  This is an Open Access Journal Open Access journal
   ISSN (Print) 1907-7505 - ISSN (Online) 2460-0601
   Published by Universitas Indonesia Homepage  [14 journals]
  • Level of Exposure of Childhood Tuberculosis with Adult Pulmonary
           Tuberculosis Household Contacts

    • Authors: Al Asyary, Tris Eryando, Purwantyastuti Purwantyastuti, Purnawan Junadi, Carol Clark, Edwin van Teijlingen
      First page: 1
      Abstract: AbstractPulmonary tuberculosis (TB) in children is a neglected global health problem, with an increasing proportion of TB cases in Indonesia. Children with TB are most often impacted by TB transmission in the population at large, especially adult TB that exists in the child’s household. This study aimed to find protective factors that can keep children healthy despite household adult TB contacts. This study reports on 132 respondents with a case-control study conducted at nine referred hospitals and several health centers based on medical records at Special Region of Yogyakarta Province. The study lasted from January to December 2014, while the data analysis was used by both of bivariate (chi-square) and multivariate (multiple logistic regression) analysis. The study found that healthy houses, especially those with healthy bedrooms and fewer exposures to adult TB sufferer, influenced by confounder variables, protected children from TB even though they were exposed to adult TB in their environment. Longer periods of living together is not a risk factor for children to contract TB when living with adult TB patients at home. However, this risk increases with frequent exposure among children to adult TB patients at home. Abstrak
      Tuberkulosis paru (TB) pada anak kian menjadi masalah kesehatan global yang masih terlupakan seiring dengan peningkatan proporsi TB di Indonesia. Penularan penyakit ini di populasi umum seringkali berdampak pada anak, terlebih ketika kontak TB terjadi di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh faktor protektif sehingga anak tetap sehat meskipun memiliki kontak dengan penderita TB dewasa serumah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kasus-kontrol pada 132 responden anak yang berasal dari delapan rumah sakit rujukan dan beberapa puskesmas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan dalam periode Januari hingga Desember 2014 yang hasilnya dianalisis dengan uji bivariat (kai kuadrat) dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah yang memenuhi syarat kesehatan, yakni ruang tidur yang sehat, serta paparan yang jarang diterima dari penderita TB dewasa mampu memproteksi anak agar tetap sehat meskipun tinggal serumah dengan penderita dewasa penyakit ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lama tinggal bersama bukanlah faktor risiko penyakit TB pada anak.Hal ini karena meskipun lama tinggal bersama antara penderita TB dewasa dengan anak, namun apabila memiliki paparan yang jarang, hal ini pun tidak signifikan menjadikan anak untuk terkena TB.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1469
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • Influence of Quality of Work Life towards Psychological Well-Being and
           Turnover Intention of Nurses and Midwives in Hospital

    • Authors: Indra Wahju Hardjanti, Aryo Dewanto, Noermijati Noermijati
      First page: 7
      Abstract: AbstractNurses have been trained to provide patient care and improve patients’ quality of life, but their own quality of work life and psychological well-being are often disregarded. Nurses’ low quality of work life in hospital leads to nurses’ high turnover. The high rate of nurses’ and midwives’ turnover in hospital X Malang is an issue that requires hospital management attention to prevent low quality of health services in the hospital. The purpose of this study was to determine relation between quality of work life, psychological well-being and turnover intention of nurses and midwives in the hospital. This study used quantitative correlation design with cross-sectional approach, and the data were analyzed using Partial Least Square. The results showed that the quality of work life positively and significantly affected the psychological well-being of nurses, quality of work life significantly and negatively affected turnover intention, while psychological
      well-being did not affect the turnover intention, so the psychological well-being did not mediate the effect of quality of work life on turnover intention. Quality of work life influences both psychological well-being and turnover intention, so the improvement quality of work life will reduce turnover intention and inhance the psychological well-being.AbstrakSelama ini perawat telah dilatih untuk memberikan perawatan pasien dan meningkatkan kualitas hidup pasien, namun kualitas kehidupan kerja dan psychological well-being mereka sendiri terabaikan. Rendahnya kualitas kehidupan kerja perawat di rumah sakit menyebabkan tingginya keinginan pindah kerja perawat. Tingginya angka keinginan pindah kerja perawat dan bidan di Rumah Sakit X Malang merupakan masalah yang memerlukan perhatian dari manajemen rumah sakit agar tidak menjadi menyebabkan rendahnya mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja, psychological well-being, dan keinginan pindah kerja perawat dan bidan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Analisis data menggunakan Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan kualitas kehidupan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap psychological well-being perawat, kualitas kehidupan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan pindah kerja, psychological well-being tidak berpengaruh terhadap keinginan pindah kerja, sehingga psychological well-being tidak memediasi pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap keinginan pindah kerja. Kualitas kehidupan kerja berpengaruh pada psychological well-being dan keinginan pindah kerja, sehingga peningkatan kualitas kehidupan kerja akan mengurangi keinginan pindah kerja dan meningkatkan psychological well-being.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1144
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • Risk Differences between Elderly Men and Women toward Doctor-Diagnosed
           Diabetes Mellitus in Urban Areas in Indonesia: 2013 National Basic Health
           Research Data

    • Authors: Meiwita Budiharsana
      First page: 15
      Abstract: Abstract
      Diabetes mellitus (DM) is one of the most common non-communicable diseases (NCDs) in Indonesia. Reportedly that DM is associated with various risk factors. Notably, it seems that the rising prevalence rates reflect changes in urban lifestyle. This study aimed to examine risk differences in the prevalence of DM among men and women aged 15 years and older that lived in urban areas in Indonesia. Analysis used secondary data of 2013 National Basic Health Research, which applied a cross- sectional study design. The total of sample was 333,731 respondents. Data processing and analysis used multiple logistic regression method. In general, findings showed that doctor-diagnosed diabetes mellitus (DDDM) among urban men and women aged 15-39 years did not differ. However, the odds ratio of DDDM among older women aged 50-64 years was 30 times higher than women aged 15-39 years, while among the same age men was 21 times higher than younger men aged 15-39 years (p value < 0.001). In conclusion, entering the age of 50 years, women show a much higher risk of contracting DDDM than women with younger age, also much higher than older men towards younger men. Abstrak
      Diabetes melitus (DM) adalah salah satu penyakit tidak menular yang paling umum di Indonesia. DM disebabkan berbagai faktor risiko. Peningkatan prevalensi DM salah satunya disebabkan oleh perubahan gaya hidup di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan prevalensi DM yang didiagnosis dokter pada laki-laki dan perempuan usia 15 tahun keatas yang tinggal di daerah perkotaan di Indonesia. Analisis menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dengan desain studi potong lintang. Total sampel sebanyak 333.731 responden. Metode analisis menggunakan regresi logistik ganda. Hasil menunjukkan bahwa DM yang didiagnosis dokter pada laki-laki dan perempuan usia 15-39 tahun di perkotaan tidak berbeda. Meski demikan, memasuki kurun usia 50-64 tahun, responden perempuan menunjukkan risiko terdiagnosis DM 30 kali lebih tinggi dibandingkan perempuan berusia 15-39 tahun, sementara laki-laki berusia 50-64 tahun berisiko 21 kali lebih tinggi dari laki-laki berusia 15-39 tahun (nilai p < 0,001). Penelitian ini menyimpulkan perempuan dan laki-laki berusia lanjut jauh lebih berisiko didiagnosa DM dibandingkan berusia lebih muda.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1436
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • Bancroftian Filariasis Transmission Parameters after the Fifth Year of
           Filiariasis Mass Drug Administration in Pekalongan City

    • Authors: Tutik Ida Rosanti, Sugeng Juwono Mardihusodo, Wayan Artama
      First page: 22
      Abstract: AbstractThis study aimed to measure parasitology parameters (microfilariae rate, microfilariae density), immunology parameter (antigen prevalence), and entomology parameters (infection rate and infective rate) after the fifth year of mass treatment at Pabean Village, Pekalongan City. This study was an observational study with cross-sectional approach that was conducted in July to August 2015 in Pabean Subdistrict, Pekalongan City. The microfilaria rate and microfilariae density were determined by finger blood survey of 313 respondents. Meanwhile, the antigen prevalence was determined by calculating the circulating antigen using the immunochromatographic test (ICT) Wuchereria bancrofti method. Finally, the infective rate and infection rate were both explicitly defined by detecting filarial worm larvae in the mosquitoes of man biting mosquitos collection. The results showed that the mf rate was 0.32% with average microfilariae density of 167/mL blood, the antigen prevalence of the calculation was 0%, the infection rate was 0.06% and the infective rate was 0%. In conclusion, after the fifth year of mass treatment in Pabean Area, Pekalongan City, the area is no longer included into the filariasis-endemic areas and the transmission parameters has no potential in causing the filariasis spreading. Abstrak
      Penelitian ini bertujuan untuk mengukur parameter parasitologi (microfilaria rate, kepadatan mikrofilaria), parameter imunologi (antigen prevalence) dan parameter entomologi (infection rate dan infective rate) pada tahun kelima pelaksanaan mass drug administration di Kelurahan Pabean Kota Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2015 di Kelurahan Pabean Kota Pekalongan. Microfilaria rate dan kepadatan mikrofilaria ditentukan dengan pemeriksaan darah jari pada 313 responden. Antigen prevalence ditentukan dengan mengukur antigen beredar menggunakan metode immunochromatographic test (ICT) Wuchereria bancrofti. Incective rate dan infection rate diukur dengan cara menemukan larva cacing filaria pada nyamuk hasil penangkapan nyamuk umpan orang. Hasil penelitian menunjukkan mf rate sebesar 0,32% dengan kepadatan mikrofilaria 167/mL darah, antigen prevalence pada hasil 0%, infection rate sebesar 0,06% dan infective rate sebesar 0%. Dapat disimpulkan bahwa pasca tahun kelima pengobatan massal filariasis di Kelurahan Pabean, Kota Pekalongan tidak lagi menjadi wilayah endemis filariasis dan parameter-parameter transmisi tidak berpotensi menimbulkan penularan.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1264
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • Influence of Scaling Up Nutrition Education towards Knowledge and Attitude
           of Students at Santa Elisabeth Medan School of Health Sciences

    • Authors: Rani Gartika Holivia Silalahi, Yesshi Tambunan
      First page: 28
      Abstract: Abstract
      Marriage at young age and lack of knowledge in parenting are among the causes of nutrition problem. The students in Santa Elisabeth Medan School of Health Sciences were found less knowledgable about it. This study aimed to analyze the influence of Scaling Up Nutrition (SUN) education towards knowledge and attitude of students at Santa Elisabeth Medan School of Health Sciences 2016. This study was quasi experimental with one group pre-test and post-test design. The population was students of the Santa Elisabeth Medan School of Health Sciences. Sampling was done by purposive sampling method, which consisted of 115 students at third level of Diploma III in Midwifery. Education class was conducted four times within two weeks by using lecture and discussion methods. This study used visual media (slides) and module. The influence of education towards students’ knowledge and attitude was analyzed by paired sample t-test (p value=0.05). The results showed that only 1.7% students had high knowledge and 45.2% students had unfavorable attitudes. After nutrition education, there were 85.2% students who had high knowledge and 100% students had favorable attitudes. In conclusion, there are significant differences between students’ knowledge and attitude after SUN education given. Abstrak
      Tingginya angka pernikahan pada usia remaja yang disertai dengan rendahnya pengetahuan tentang pola asuh merupakan salah satu pemicu terjadinya masalah gizi. Remaja merupakan orang tua masa depan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan 1.000 hari pertama kehidupan terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan tahun 2016. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental dengan desain one group pre- dan post test. Metode pengambilan sampel dengan metode purposive sampling sebanyak 115 mahasiswi tingkat III program studi Diploma III Kebidanan. Pendidikan dilakukan di kelas sebanyak 4 kali dalam 2 minggu dengan menggunakan metode mengajar dan diskusi. Penelitian ini menggunakan media visual (slides) dan modul. Pengaruh pendidikan terhadap pengetahuan dan sikap dianalisis dengan uji paired sample t-test (nilai p=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1,7% mahasiswi memiliki pengetahuan baik dan 45,2% sikap tidak mendukung. Setelah pendidikan kesehatan, terdapat 85,2% mahasiswi memiliki pengetahuan yang baik dan 100% mahasiswa memiliki sikap yang mendukung. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan antara pengetahuan dan sikap mahasiswi setelah diberikan pendidikan 1000 hari pertama kehidupan.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1251
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • Provision of Informed Consent towards the Level of Anxiety in
           Pre-operative Patients at Mamuju District Public Hospital

    • Authors: Imelda Appulembang
      First page: 33
      Abstract: Abstract
      Surgery is one of medical procedures that can be a stressor causing anxiety in patient. In Mamuju district hospital, informed consent is considered as medical procedure.This study was aimed to determine the influence of informed consent provision towards the level of anxiety in pre-operative patients at Mamuju District Public Hospital. The population in this study was pre-operative patients. Accidental sampling approach was applied to obtain a total of 32 samples. This quantitative study used quasi experimental design with a non-equivalent time sample design which was analysed using the Wilcoxon statistical test. The results showed that there was the effect of provision of informed consent on the level of anxiety in pre-operative patients at Mamuju District Public Hospital. Informed consent can reduce anxiety in pre-operative patient at Mamuju District Public Hospital. Abstrak
      Tindakan pembedahan merupakan salah satu tindakan medis yang dapat mendatangkan stressor sehingga menimbulkan kecemasan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian informed consent terhadap tingkat kecemasan pada pasien pra-operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju. Populasi pada penelitian ini adalah pasien pra-operasi. Sampel ditentukan dengan menggunakan pendekatan accidental sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 32 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi experimental design melalui pendekatan non-equivalent time sample design yang dianalisis dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian informed consent terhadap tingkat kecemasan pasien. Dapat disimpulkan pemberian informed consent dapat menurunkan kecemasan pasien pra-operasi di RSUD Kabupaten Mamuju.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1258
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • The Profile and Determinant Factors of Quality of Life in Patients with
           Diabetic Neuropathy

    • Authors: Kadek Sinthia Grahita Adnyana, Rizaldy Taslim Pinzon, Marta Lisnawati Zalukhu
      First page: 38
      Abstract: Abstract
      Neuropathy is one of the most common complications in patients with diabetes mellitus (DM). Neuropathy has contributed to some impacts of quality of life (QOL), general health status, and socio-economy level. Therefore, it is important to understand more about this issue, so appropriate treatment could be taken to improve QOL of patients with diabetic neuropathy. This study aimed to measure the profile of a patient’s life quality in DM with neuropathy. This study was a observational study using Short Form 8 (SF-8) Health Survey Standard Indonesia to measure the QOL in patients with diabetic neuropathy that were treated consecutively from March to August 2016 in the Department of Neurology in Bethesda Hospital, Yogyakarta. Fifty seven patients with diabetic neuropathy were enrolled as subjects in this study. Most of them were women (52,6%). The mean age of subjects was 57.3 ± 5.85 years. The lowest QOL score in patients with diabetic neuropathy were observed in general health perceptions category (45.26%), followed by bodily pain (57.19%), vitality or energy (69.12%), physical functioning (69.82%), social role functioning (74.03%), mental health (78.59%), physical role functioning (80.70%), and emotional role functioning (81.05%). Patients with diabetic neuropathy have poor QOL. Sex and age were not significantly related to the QOL in patients with diabetic neuropathy. Abstract
      Neuropati merupakan salah satu komplikasi tersering pada diabetes melitus (DM). Neuropati dapat memengaruhi kualitas hidup, derajat kesehatan, maupun tingkat ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM dengan neuropati beserta dampak yang ditimbulkannya terlebih dahulu agar mendapatkan penanganan yang tepat demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kualitas hidup pasien DM dengan neuropati. Penelitian ini merupakan studi observasional menggunakan Short Form 8 (SF-8) Health Survey Standard Indonesia terhadap pasien diabetes melitus dengan neuropati yang diambil secara konsekutif pada bulan Maret hingga Agustus 2016 di Poli Saraf Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta. Terdapat 57 subjek yang dimasukkan dalam penelitian ini. Sebanyak 52,6 % di antaranya adalah perempuan dengan rerata usia 57,3 ±5,85 tahun. Skor kualitas hidup pasien neuropati DM yang paling rendah terdapat pada kategori kesehatan umum (45,26%) disusul nyeri pada tubuh (57,19%), vitalitas atau energi (69,12%), fungsi fisik (69,82%), fungsi sosial (74,03%), kesehatan mental (78,59%), kemampuan peran dengan masalah kesehatan fisik (80,70%), dan kemampuan peran dengan masalah emosi (81,05%). Jenis kelamin dan usia tidak berhubungan secara signifikan terhadap kualitas hidup pasien DM dengan neuropati.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1252
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • Effects of Contraceptive Use on Productivity of Women Labor at PT. Bomar
           Makassar Industrial Area

    • Authors: Masni Mappajanci, Andi Misnawati, Darmawansyah Darmawansyah
      First page: 43
      Abstract: Abstract
      Work productivity is potential on the survival of a company. The use of contraceptives may affect the physiology of every woman, so it can affect daily activities and resulted in labor productivity. The aim of this study was to determine the contraceptive use effect on labor woman productivity by controlling with age, education and work motivation. Study with cross sectional design involved 71 married women workers of PT. Bomar Makassar who had got married. Data were found by interview using questionnaire on May to June 2015, then analyzed using univariate, bivariate and multivariate analysis. The results of the study indicate that, there was an effect of contraceptive use on woman labor productivity after controlling for variables as age (p value = 0.011), education (p value = 0.022) and work motivation (p value = 0.028).Withouth being controlled by those variables, a significant result showing an effect of contraceptive use on work productivity was also found (p value < 0.05). The results of multivariable analysis indicate that there were two variables which consistenly affected the productivity, namely work motivation (p value = 0.010) and contraceptive use (p value = 0.010). In conclusion, there is an effect of contraceptive use on woman labor productivity. Abstrak
      Produktivitas kerja potensial pada kelangsungan hidup perusahaan. Penggunaan kontrasepsi dapat memengaruhi fisiologi setiap perempuan, sehingga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan akan berdampak terhadap produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat kontrasepsi terhadap produktivitas tenaga kerja perempuan dengan mengontrol usia, pendidikan dan motivasi kerja. Penelitian dengan rancangan potong lintang melibatkan 71 pekerja perempuan PT Bomar Makassar yang telah menikah. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner pada bulan Mei sampai Juni 2015, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan alat kontrasepsi terhadap produktivitas kerja setelah dikontrol dengan variabel usia (nilai p = 0,011), pendidikan (nilai p = 0,022) dan motivasi kerja (nilai p = 0,028). Tanpa dikontrol dengan variabel tersebut, juga terdapat hasil yang signifikan yang menunjukkan dampak penggunaan alat kontrasepsi terhadap produktivitas kerja(nilai p < 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yang konsisten memberikan pengaruh terhadap produktivitas kerja yaitu motivasi kerja (nilai p = 0,010) dan penggunaan alat kontrasepsi (nilai p = 0,010). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan alat kontrasepsi terhadap produktivitas kerja.
      PubDate: 2017-08-21
      DOI: 10.21109/kesmas.v12i1.1419
      Issue No: Vol. 12, No. 1 (2017)
       
  • Risk Factors of Acute Respiratory Infections in Practice Area for
           Community of Medical Students in Semarang

    • Authors: Siti Thomas Zulaikhah, Purwito Soegeng, Titiek Sumarawati
      Pages: 192 - 197
      Abstract: Acute respiratory infection (ARI) ranks first of 10 major diseases in Primary Health Care Bangetayu with the highest percentage in Penggaron Lor Subdistrict. Skill to learn distribution and frequency of diseases as well as determinant factors that affect human health is needed in determine the most effective intervention to increase public health level. This study aimed to determine dominant factors related to ARI incidence in location of practice for community of medical students of Islam Sultan Agung University, Semarang. This study used cross-sectional design with 100 respondents and the samples were collected by stratified random sampling. Ten variables examined were environmental sanitation risk factors, while six related to behavior and health care. Data analysis
      used a chi-square test (bivariate) and multiple regression logistic (multivariate). Environmental sanitation factors were significantly related to ARI including the presence of ventilation, smoke hole kitchen, bedroom, residential density and the most dominant factor was the habit of smoker family members in Penggaron Lor Subdistrict. This location can be used as a practice area for the community of medical students who take Public Health Studies due to complex health problems.

      Abstrak
      Infeki saluran pernapasan akut (ISPA) menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit di Puskesmas Bangetayu dengan persentase terbanyak di Kelurahan Penggaron Lor. Keterampilan untuk mempelajari distribusi dan frekuensi penyakit serta faktor determinan yang memengaruhi manusia sangat diperlukan untuk menetapkan intervensi yang paling efektif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA di lokasi praktik komunitas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan jumlah responden 100 orang dan sampel dikumpulkan dengan menggunakan stratified random sampling. Sepuluh variabel yang diteliti adalah faktor risiko sanitasi lingkungan, sedangkan enam faktor risiko terkait dengan perilaku dan pelayanan kesehatan. Data dianalisis secara bivariat dengan uji kai kuadrat dan multivariat dengan regresi logistik ganda. Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah ventilasi, lubang asap dapur, ruang tidur, dan kepadatan hunian. Faktor yang paling dominan adalah kebiasaan anggota keluarga yang merokok di Kelurahan Penggaron Lor. Lokasi ini dapat digunakan sebagai lahan praktik komunitas bagi mahasiswa kedokteran yang sedang kepaniteraan di program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat karena memiliki permasalahan kesehatan yang kompleks.
      PubDate: 2017-05-24
      DOI: 10.21109/kesmas.v11i4.1281
      Issue No: Vol. 11, No. 4 (2017)
       
  • Effects of Multilevel Intervention in Workplace Health Promotion on
           Workers’ Metabolic Syndrome Components

    • Authors: Zahtamal Zahtamal, Wasilah Rochmah, Yayi Suryo Prabandari, Lientjie K. Setyawati
      Pages: 198 - 204
      Abstract: Approximately 10–30% of adult Asian people had metabolic syndrome. This study aimed to reveal effects of workplace health promotion (WHP) with multilevel interventions on workers’ metabolic syndrome component. This study was conducted in 2014-2015 using quasi-experimental design with multilevel subject intervention in Indonesia. The WHP program for multilevel intervention group included 12 weeks of combined physical training, diet, health education, social support, and advocacy. The WHP program for control group included only health education. Instruments used included IPAQ, table of 24-hour food recall, physical measurement tools, and clinical laboratories. Data analysis used Marginal Homogeneity, paired sample t-test, Mc Nemar, and Wilcoxon test. WHP multilevel intervention could improve physical activity and the nutrition in accordance with diet of workers, in particular to increase the amount of fiber and a reduce cholesterol intake. The improved metabolic syndrome components due to the influence of multilevel WHP were systolic and diastolic blood pressure, and fasting blood glucose levels (p value < 0.05). Overall, workplace health promotion multilevel interventions are effective for the management of metabolic syndrome components.

      Abstrak
      Sekitar 10-30% orang Asia dewasa mengalami sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efek Promosi Kesehatan di Tempat Kerja PKDTK dengan intervensi multilevel pada komponen/penanda pekerja yang menderita sindrom metabolik. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2014-2015 dengan menggunakan desain quasi experimental dengan intervensi subjek secara multilevel di Indonesia. Program PKDTK untuk kelompok intervensi multilevel berupa kombinasi latihan fisik, diet, pendidikan kesehatan, dukungan sosial, dan advokasi salama 12 minggu. Program PKDTK untuk kelompok kontrol hanya pendidikan kesehatan. Instrumen penelitian seperti IPAQ, table food recall 24 jam, alat pengukuran fisik, dan laboratorium klinis. Analisis data menggunakan Marginal Homogeneity, paired sample t, Mc Nemar, dan uji Wilcoxon. Intervensi PKDTK multilevel dapat meningkatkan aktivitas fisik dan asupan makanan yang sesuai dengan diet sindrom metabolik, khususnya untuk meningkatkan jumlah serat pangan dan pengurangan asupan kolesterol. Komponen sindrom metabolik yang membaik karena pengaruh PKDTK secara multilevel adalah tekanan darah sistolik dan diastolik, serta kadar glukosa darah puasa (nilai p < 0,05). Secara keseluruhan, intervensi PKDTK multilevel efektif untuk pengelolaan komponen sindroma metabolik pada pekerja.
      PubDate: 2017-05-24
      DOI: 10.21109/kesmas.v11i4.1279
      Issue No: Vol. 11, No. 4 (2017)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.166.150.10
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-2016