for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Journal Cover
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Online) 2549-1326
Published by Bogor Agricultural University Homepage  [24 journals]
  • POLA BAGI HASIL TANGKAPAN IKAN NELAYAN PANCING di CISOLOK

    • Authors: Amita Nucifera Nida Silmi, Eko Sri Wiyono, Sugeng Hari Wisudo
      Abstract: Pendapatan nelayan adalah salah satu ukuran dalam menentukan taraf kehidupan nelayan.  Pendapatan nelayan umumnya diperoleh dari sistem bagi hasil operasi penangkapan ikan.  Untuk mengatur sistem bagi hasil itu, Pemerintah membuat dan menerapkan UU Sistem Bagi Hasil No 16 tahun 1964. Penelitian dilakukan di PPI Cisolok untuk alat tangkap pancing ulur guna mengetahui sistem bagi hasil beserta kendala yang terjadi di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil secara purposive sampling. Berdasarkan hasil observasi diperoleh bahwa usaha penangkapan ikan dengan pancing di Cisolok didominasi oleh nelayan dengan kapal relatif kecil, hasil rata-rata pendapatan kapal per bulan adalah Rp. 37.713.333 (musim banyak ikan) dan Rp. 13.199.666 (musim paceklik).  Sistem bagi hasil untuk kapal pancing di Pelabuhanratu adalah 60% untuk pemilik kapal dan 40% untuk nelayan dari hasil bersih. Rataan pendapatan nelayan berada di atas UMK Kabupaten Sukabumi. Hampir semua peraturan tentang sistem bagi hasil sudah dilaksanakan tetapi nelayan masih dalam kondisi miskin.Kata kunci: Bagi hasil, Cisolok, pancing.
      PubDate: 2018-02-27
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • ANALISIS MODEL BISNIS PT. PAHALA BAHARI NUSANTARA DENGAN MENGGUNAKAN
           PENDEKATAN MODEL BISNIS KANVAS

    • Authors: Gun Gumelar Somantri, Arif Satria, Budhi Hascaryo Iskandar
      Abstract: Model Bisnis Kanvas (BMC) membantu perusahaan menciptakan model bisnis berdasarkan sembilan blok. Penelitian ini bertujuan menganalisa desain pengembangan model bisnis industri tuna di PT. Pahala Bahari Nusantara (PBN). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan BMC, Metode Delphi, SWOT, dan Blue Ocean Strategy. Pemetaan model bisnis PBN memperlihatkan costumer segment, value proposition, channels, revenue streams, key resources, key activities, key partnership, dan cost structure. Analisis lingkungan eksternal dengan Metode Delphi menunjukkan nilai kekuatan pasar 25,76%, kekuatan industri 24,82%, tren kunci 24,21% dan kekuatan ekonomi makro 25,21%. Lingkungan internal yang mempengaruhi model bisnis PBN dipengaruhi oleh produk, infrastructure management, customer interface, dan financial aspect. Berdasarkan hasil evaluasi SWOT, elemen dengan kekuatan tertinggi adalah key partnership dan terendah adalah customer relationship. Probabilitas tertinggi adalah customer segment dan terendah adalah key resource. Ancaman tertinggi adalah value proposition dan terendah adalah customer relationship. Berdasarkan hasil identifikasi sembilan elemen tersebut maka pola model bisnis yang digunakan PBN termasuk dalam pola model bisnis unbundling (terurai) dengan mengintegrasikan bisnis tiga inti yaitu, hubungan pelanggan, inovasi produk, dan insfrastruktur. Elemen yang harus dikembangkan berdasarkan pendekatan Blue Ocean Strategy adalah elemen value proposition. Perusahaan harus bisa menciptakan nilai baru bagi pelanggan.Kata kunci: BMC, pengembangan bisnis, tuna.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • PENGELOLAAN BERKELANJUTAN PERIKANAN DEMERSAL DI KAWASAN PULAU NUSA MANU
           DAN NUSA LEUN MALUKU TENGAH

    • Authors: Ilham Marasabessy, Achmad Fahrudin, Zulhamsyah Imran, Syamsul Bahri Agus
      Abstract: Usaha penangkapan ikan demersal di Seram Utara Maluku Tengah bergantung pada kemudahan bersama (open access). Para nelayan di Seram Utara mempunyai hak yang sama terhadap sumberdaya ikan karena tangkapan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dengan resiko yang harus dihadapi. Kegiatan penangkapan ikan demersal memerlukan alat tangkap yang disesuaikan dengan lokasi tangkap dan jenis ikan yang ingin diperoleh. Pulau Nusa Manu dan Pulau Nusa Leun masuk dalam kategori pulau kecil dengan luas sekitar 0,31 km2 dan 0,73 km2. Kawasan ini memiliki potensi sumberdaya ikan demersal yang besar dan sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar kawasan kedua pulau. Penelitian dilakukan dari bulan September sampai Desember 2016. Dengan menggunakan metode evaluatif deskriptif untuk mendapatkan data primer, data bentang alam pulau diperoleh dari citra Arcgis Imagery 2016, sedangkan penentuan koordinat fishing ground dengan melakukan tracking penangkapan ikan. Kemudian data diproses menggunakan analisis spasial dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis (ArcGIS) untuk menentukan fishing ground potensial. Laju eksploitasi ikan demersal pada kawasan kedua pulau mulai berada dalam kondisi tekanan penangkapan dengan nilai 52-54% sehingga perlu dilakukan perbaikan untuk meminimalisir dampak penurunan sumberdaya ikan demersal yang lebih besar.Kata kunci: Daya dukung, perikanan demersal, pulau kecil dan pengelolaan berkelanjutan.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • ANALISIS PENGGUNAAN LIGHT FISHING DAN UNDERWATER LIGHT FISHING PADA BAGAN
           PERAHU DI PERAIRAN BOTANG LOMAN HALMAHERA SELATAN

    • Authors: Marwan Adam, Sulaeman Martasuganda, Eko Sri Wiyono
      Abstract: Bagan perahu adalah alat penangkapan ikan yang digolongkan ke dalam jaring angkat (lift net). Nelayan Desa Bajo menggunakan bagan perahu untuk menangkapan ikan pelagis kecil. Bagan perahu adalah salah satu alat tangkap yang dioperasikan pada malam hari dengan menggunakan cahaya. Nelayan Desa Bajo pada saat pengoperasian masih berdasarkan pengetahuan dan kebiasaan nelayan. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi operasi penangkapan ikan maka diperlukan metode lain dalam penentuan daerah penangkapan ikan dengan menggunakan fish finder dan underwater light fishing, guna pengoperasian bagan perahu dapat berjalan dengan baik. Menganalisis hasil tangkapan berdasarkan  bulan dan  perlakuan. Hasil tangkapan selama penelitian menunjukkan bahwa total hasil tangkapan baik pada bulan gelap maupun bulan terang, jenis ikan layang dan ikan teri lebih mendominasi berada pada perlakuan kedua, sedangkan komposisi hasil tangkapan setelah tengah malam lebih banyak dibandingkan sebelum tengah malam, hal ini didasarkan dengan penelitian Sudirman et al. (2003) pada penelitiannya tentang adaptasi retina mata ikan layang (Decapterus ruselli) bahwa ikan yang dominan tertangkap adalah ikan layang karena teradaptasi sempurna oleh cahaya. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Hasil tangkapan oleh enam jenis ikan yang dominan tertangkap adalah, spesies layang (Decapterus russelli) mendominasi selama penelitian. Fase bulan yang terbaik adalah pada saat bulan gelap. Hasil tangkapan pada perlakuan kedua menggunakan lampu normal, fish finder dan underwater light fishing mendominasi selama penelitian.Kata kunci: bagan perahu, light fishing, fish finder dan underwater light fishing.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • KOMPETISI ANTAR TERMINAL PETI KEMAS STUDI KASUS PELABUHAN TANJUNG PRIOK

    • Authors: Toufiq Al Amin, Luky Adrianto, Bagus Sartono, Deni Achmad Soeboer
      Abstract: Artikel ini menginvestigasi kompetisi antar terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Tujuan utama artikel ini adalah untuk dapat melihat kondisi persaingan antar terminal peti kemas dan perilaku terminal peti kemas dan perusahaan pelayaran dalam pengambilan keputusan penentuan terminal. Analisa empirik digunakan terhadap hasil survey kuisioner kepada perusahaan pelayaran berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan pilihan penggunaan jasa terminal peti kemas. Pengujian ANOVA digunakan untuk menguji penilaian yang diberikan oleh responden, diasumsikan efisiensi waktu, kehandalan layanan, administrasi, operasional dan komersil merupakan kategori faktor-faktor yang membentuk penilaian performa terminal peti kemas, sedangkan perbandingan penilaian responden terhadap satu terminal peti kemas dengan terminal peti kemas yang lain dilakukan dengan pengujian Wilcoxon Signed Rank Test. Selanjutnya, analisa biaya digunakan untuk mendapatkan model dasar dari pemilihan terminal peti kemas oleh perusahaan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok melalui pemodelan matematis yang terdiri dari 2 komponen utama, yaitu waktu pelayanan dan  performa terminal/layanan tambahan terminal. Secara keseluruhan, artikel ini dapat membantu analisis lanjutan tentang peningkatan kemampuan terminal peti kemas dan memungkinkan terminal untuk mengetahui dan menyeimbangkan tingkat permintaan dan kapasitasnya sehingga dapat digunakan untuk menyusun strategi jangka panjang. Artikel ini juga dapat memberikan pengetahuan yang lebih baik terhadap kriteria perusahaan pelayaran saat memilih terminal peti kemas.Kata kunci: Kompetisi antar terminal peti kemas, Pelabuhan Tanjung Priok, teori permainan non kooperatif, kapasitas terminal peti kemas, tarif terminal peti kemas.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • ANALISA MENENTUKAN KRITERIA PEMILIHAN PELABUHAN PENGUMPAN TOL LAUT
           MENGGUNAKAN METODE AHP

    • Authors: Dian Junita Arisusanty, Yandra Arkeman, Sri Rahardjo, Deni Achmad Soeboer
      Abstract: Tol laut merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Latar belakang program tol laut karena adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara wilayah barat dan timur Indonesia. Tol laut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan potensi ekonomi yang ada serta membuka pasar baru untuk produk yang dihasilkan di kawasan timur Indonesia. Sistem transportasi laut mempunyai peran penting untuk negara kepulauan. Tol laut merupakan bentuk pelayaran perintis dalam mengangkut barang. Perlu dilakukan analisa yang sistematis terhadap kriteria pelabuhan pengumpan yang akan disinggahi kapal tol laut sehingga subsidi yang dikeluarkan pemerintah dapat tepat sasaran dan mampu mendorong sinergisitas pelaku usaha pelayaran untuk mendorong distribusi barang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode AHP (Analytical Hierarchy Process) yang digunakan dalam sejumlah penelitian untuk mengatasi masalah transportasi. Berdasarkan hasil analisis AHP, prioritas utama yaitu aspek hinterland dengan nilai bobot sebesar 39,5%  diikuti dengan aspek pelabuhan sebesar 35,5%,  aspek konektivitas sebesar 15%  dan aspek demografi sebesar 10%. Sedangkan bedasarkan sub kriterianya, urutan prioritasnya adalah sub kriteria disparitas harga, kondisi dermaga, intermoda link, potensi muatan balik, ketersediaan peralatan B/M dan TKBM, jumlah penduduk, lapangan penumpukan, alur pelayaran, gudang, daya beli masyarakat, dan angkutan laut non subsidi.Kata kunci: AHP, kriteria pemilihan pelabuhan, Tol laut.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • EFEKTIVITAS LAMPU LED CELUP SEBAGAI LAMPU HAULING PADA BAGAN PERAHU

    • Authors: M. Iqbal Himam, Wazir Mawardi, Diniah ., Zulkarnain .
      Abstract: Bagan perahu merupakan alat tangkap yang paling populer di Desa Lhokseudu Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Nelayan bagan perahu menggunakan lampu neon putih yang dioperasikan di atas permukaan air sebagai pemikat ikan pada saat operasi penangkapan ikan. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa lampu celup bawah air bisa menghasilkan lebih banyak ikan tangkapan. Di sisi lain, perkembangan teknologi telah menemukan lampu LED (light emitting diode). Lampu LED bisa memancarkan cahaya yang lebih terang, dengan input energi lebih kecil dibandingkan dengan lampu neon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lampu LED celup sebagai lampu hauling pada bagan perahu. Penelitian dilakukan di Desa Lhokseudu sebanyak 15 trip mulai 13 Mei hingga 13 Juni 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode experimental fishing menggunakan dua buah bagan perahu. Satu bagan perahu menggunakan lampu LED celup sebagai lampu hauling dan bagan perahu lainnya menggunakan lampu hauling nelayan sebagai bagan kontrol. Parameter yang diamati adalah berat hasil tangkapan per trip dari kedua bagan untuk dibandingkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan dominan hasil tangkapan bagan perahu di Lhokseudu adalah Rastrelliger kanagurta, Selaroides sp, dan Sardinella sp. Efektivitas lampu hauling LED celup 132,09% lebih baik dari pada lampu hauling pada bagan kontrol. Hasil uji t pada total tangkapan menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan nilai P = 1,8 × 10-3 (kurang dari 0,05) pada tingkat kepercayaan 95%.Kata kunci: bagan, lampu hauling, lampu LED celup, Lhokseudu.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • PERAMALAN INDEKS TARIF ANGKUTAN PELAYARAN CURAH KERING

    • Authors: Anton Ferdiansyah, Luky Adrianto, Bagus Sartono, Deni Achmad Soeboer
      Abstract: Volatilitas dan risiko tinggi merupakan ciri khas dari pasar tarif pelayaran curah kering. Ditenggarai hal ini dikarenakan banyaknya ketidakpastian yang mempengaruhinya, mulai dari kondisi ekonomi dunia, guncangan politik, kemajuan teknologi, hingga sensitivitas terhadap sentimen pasar. Banyak akademisi yang memberikan perhatian dan berusaha untuk memahami fenomena ini. Beberapa kajian telah ditulis dan salah satunya adalah mengenai hubungan peramalan sebagai alat yang bisa mengurangi risiko ketidakpastian. Oleh karena itu makalah ini mencoba untuk meramalkan indeks tarif angkutan pelayaran curah kering (BDI) dengan menggunakan pendekatan ekonometrik berdasarkan data pada pasar tarif angkutan curah kering selama periode 1991 sampai 2016.  Penelitian ini diawali dengan menjelaskan karakteristik dan gambaran umum dari pasar tarif curah kering dan faktor penentu yang mempengaruhi permintaan dan penawaran pasar juga diidentifikasi dan dianalisa. Variabel yang signifikan diperoleh melalui tinjauan literatur, dan juga beberapa model ekonomi dari penelitian terdahulu juga dipelajari, sehingga berdasarkan pada hal-hal tersebut pondasi dari permodelan dapat dilakukan. Indikator ekonomi yang ditunjukkan oleh GDP dunia digunakan untuk memprediksi volume perdagangan curah kering melalui laut, bersama rerata jarak, kedua variabel tersebut terpilih sebagai faktor penentu dari dari sisi permintaan. Sementara armada kapal curah kering dan harga bahan bakar dijadikan faktor penentu dari sisi penawaran. Regresi Linier dipergunakan untuk membuat model ekonometrik guna meramalkan tingkat harga di pasar tarif ke depannya. Dari peramalan menunjukkan jika pertumbuhan armada kapal tetap mengikuti tren yang ada, maka indeks tarif angkutan curah kering akan sulit naik dan kembali ke titik normalnya.Kata kunci: Baltic Dry Index (BDI), Model Ekonometrik, Pasar Tarif Angkutan Curah Kering, Peramalan tarif angkutan pelayaran, dan Permintaan Penawaran Pelayaran.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • TINGKAT KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN NELAYAN DI KARANGANTU BANTEN

    • Authors: Mahdi Amin, Fis Purwangka, Wazir Mawardi
      Abstract: Nelayan merupakan salah satu profesi yang sangat dibutuhkan dalam pemanfaatan potensi sumber daya ikan. Profesi tersebut memiliki karakteristik pekerjaan yang bersifat “3d’ yaitu membahayakan (dangerous), kotor (dirty), dan sulit (difficult). Maka dari itu dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam profesi tersebut. Masalah keterampilan dan pengetahuan nelayan untuk saat ini tidak hanya menjadi perhatian pemerintah Indonesia saja, melainkan sudah menjadi perhatian dunia. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan, secara jelas telah mengatur tentang pendidikan dan pelatihan untuk pelaut kapal penangkap ikan, namun pengimplementasiaanya masih kurang. Data yang dikumpulkan ada dua jenis, data primer diperoleh dengan cara wawancara mendalam melalui kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara melakukan penelusuran dokumen terkait informasi mengenai tingkat keterampilan dan pengetahuan nelayan kepada instansi yang berwenang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap beberapa pihak yang terkait dengan peningkatan keterampilan dan pengetahuan nelayan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi kompetensi yang seharusnya dimiliki oleh nelayan, serta mengevaluasi kompetensi nelayan di PPN Karangantu, Banten sesuai dengan kompetensi yang seharusnya dimiliki nelayan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi nelayan di PPN Karangantu, dapat dibilang masih cukup rendah, karena hampir 80% nelayan kurang memahami tentang kompetensi apa saja yang seharusnya dimiliki. Selain itu juga, kompetensi nelayan di PPN Karangantu, masih belum sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah ditetapkan.Kata kunci: keterampilan dan pengetahuan, nelayan, PPN Karangantu.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
  • IDENTIFIKASI KESELAMATAN KERJA PADA PROSES PEMBUATAN PERAHU FIBERGLASS

    • Authors: Prori Vitaliano Latief, Budhi Hascaryo Iskandar, Fis Purwangka
      Abstract: Keselamatan kerja di setiap tempat kerja termasuk di sektor perbengkelan perlu diperhatikan untuk menekan serendah mungkin risiko kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi secara jelas jenis bahaya pada aktivitas pembuatan perahu fiberglass. Identifikasi keselamatan kerja dilakukan dengan metode kasus melalui observasi langsung dan wawancara kepaada pembuatan perahu fiberglass.  Identifikasi keselatan kerja dilakukan untuk setiap tahapan dalam proses pembuatan perahu fiberglass. Identifikasi terhadap proses pembuatan perahu fiberglass menunjukkan bahwa tahap pembuatan konstruksi kerangka merupakan tahap yang paling berisiko. Tingkat risikonya beragam dari ringan hingga fatal yang dapat menghilangkan nyawa seseorang. Analisis keselamatan kerja menunjukkan bahwa proses pembuatan perahu fiberglass memiliki tingkat risiko yang tinggi dilihat dari sisi keselamatan kerja.Kata kunci: keselamatan kerja, perahu fiberglass, fiberglass.
      PubDate: 2018-02-21
      Issue No: Vol. 2, No. 1 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 54.144.16.135
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-