Publisher: Bogor Agricultural University   (Total: 26 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 26 of 26 Journals sorted alphabetically
Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat     Open Access  
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut     Open Access  
Buletin Ilmu Makanan Ternak     Open Access  
HAYATI J. of Biosciences     Open Access   (Followers: 2, SJR: 0.196, CiteScore: 1)
Indonesian J. of Business and Entrepreneurship     Open Access   (Followers: 1)
J. of Agroindustrial Technology     Open Access  
J. of Regional and Rural Development Planning     Open Access  
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian J. of Agronomy)     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Akuakultur Indonesia     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Fitopatologi Indonesia     Open Access  
Jurnal Gizi dan Pangan     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Hortikultura Indonesia     Open Access  
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis     Open Access  
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan     Open Access  
Jurnal Keteknikan Pertanian     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Manajemen & Agribisnis     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Manajemen Hutan Tropika     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia     Open Access  
Jurnal Penyuluhan     Open Access  
Marine Fisheries : J. of Marine Fisheries Technology and Management     Open Access   (Followers: 1)
Media Konservasi     Open Access   (Followers: 1)
Media Peternakan     Open Access  
Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan     Open Access  
Tropical Animal Science J.     Open Access   (Followers: 3)
Similar Journals
Journal Cover
Jurnal Penyuluhan
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 1858-2664 - ISSN (Online) 2442-4110
Published by Bogor Agricultural University Homepage  [26 journals]
  • Persepsi Petani tentang Peranan Penyuluh dalam Peningkatan Produksi Padi
           Di Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi

    • Authors: Padillah Padillah, Ninuk Purnaningsih, Dwi Sadono
      Pages: 1 - 10
      Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di KecamatanTabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.Jumlah sampel penelitian ini adalah 92 orang.Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial (Path Analysis) yang dilengkapi dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi sudah cukup baik, berarti penyuluh sudah cukup berperan dan sudah menjalankan peranannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di dalam program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai; dan (2) faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi adalah lama berusahatani, tingkat pendidikan formal, luas penguasaan lahan, keterlibatan dalam kelompoktani, dan intensitas interaksi petani dengan penyuluhPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2017 di KecamatanTabir Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.Jumlah sampel penelitian ini adalah 92 orang.Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial (Path Analysis) yang dilengkapi dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi sudah cukup baik, berarti penyuluh sudah cukup berperan dan sudah menjalankan peranannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya di dalam program Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai; dan (2) faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap tingkat persepsi petani tentang peranan penyuluh dalam peningkatan produksi padi adalah lama berusahatani, tingkat pendidikan formal, luas penguasaan lahan, keterlibatan dalam kelompoktani, dan intensitas interaksi petani dengan penyuluh
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17778
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Kapasitas Pengolah Ubi Kayu “Enbal” dan Pengaruhnya terhadap
           Keberlanjutan Usaha di Maluku Tenggara

    • Authors: Welem Buce Leasa, Siti Amanah, Anna Fatchiya
      Pages: 11 - 26
      Abstract: “Enbal” (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu jenis Ubi Kayu yang memiliki asam sianida (HCN) yang tinggi (>96 ppm). Saat ini masyarakat Maluku Tenggara telah mampu mengolah “enbal” menjadi aneka produk yang dapat dipasarkan. Usaha pengolahan enbal akan berkembang lebih baik apabila pengolah enbal memiliki kapasitas yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas pengolah enbal, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas pengolah enbal, dan menganalisis pengaruh kapasitas terhadap keberlanjutan usaha pengolahan enbal di Kabupaten Maluku Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas pengolah enbal masih terbatas dalam aspek strategi pasar dan akses modal usaha tetapi teknis pengolahan telah dilakukan dengan lebih baik. Tingkat kapasitas pengolah enbal dipengaruhi secara positif langsung oleh faktor internal dan eksternal. Karakteristik internal terdiri atas keaktifan dalam kelompok dan motivasi mengembangkan usaha sedangkan faktor eksternal yang dominan berpengaruh adalah dukungan pasar yang terdiri atas kesesuaian harga, ketersediaan informasi, permintaan produk, dan tempat penjualan kemudian diikuti oleh faktor ketersediaan fasilitas usaha berupa ketersediaan modal, dukungan kelompok sebagai wadah belajar dan fasilitasi usaha, dan dukungan penyuluhan yang terdiri atas kesesuaian materi, ketepatan metode dan kompetensi penyuluh. Kapasitas pengolah enbal berupa teknis pengolahan, strategi pasar dan akses modal usaha berpengaruh positif langsung terhadap keberlanjutan usaha pengolahan enbal.
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17843
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani dalam Penerapan Sistem Tanam
           Jajar Legowo di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Provinsi
           Jawa Timur

    • Authors: Abdul Farid, Ugik Romadi, Djoko Witono
      Pages: 27 - 32
      Abstract: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani dalam penerapan sistem tanam jajar legowo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kasembon pada bulan Maret sampai dengan Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan kuesioner tertutup dengan alat pengukuran skala Likert pada 80 responden. Data disajikan dalam bentuk tabulasi, dan pengaruh faktor internal dan eksternal petani terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo dianalisis dengan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan sikap petani memiliki kecenderungan positif sebanyak 72,5% terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo berdasarkan prinsip sistem tanam jajar legowo. Faktor internal petani menunjukkan pengaruh positif terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo adalah variabel umur dan profitabilitas, sedangkan faktor eksternal petani berpengaruh negatif adalah variabel harga. Variabel-variabel lainnya yaitu pendidikan, pengalaman, lahan, intensitas penyuluhan, materi penyuluhan, metode penyuluhan dan media penyuluhan tidak berpengaruh terhadap peluang adopsi sistem tanam jajar legowo
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.19226
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Peran Orangtua dan Guru dalam Membangun Internet sebagai Sumber
           Pembelajaran

    • Authors: Shaifuddin Chalim, E Oos. M Anwas
      Pages: 33 - 42
      Abstract: Realitas perilaku anak-anak dan remaja masa kini sudah dipengaruhi oleh internet. Lingkungan keluarga dan sekolah dituntut kondusif agar anak-anak dan remaja menggunakan internet secara positif terutama untuk pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1) perilaku siswa dalam menggunakan internet; 2) peran orangtua dan guru dalam membangun internet sebagai sumber pembelajaran; dan 3) faktor-faktor yang berhubungan dengan intensitas penggunaan internet untuk pembelajaran. Penelitian ini menggunan pendekatan kuantitatif. Hasil deskripsi data dan uji korelasi diketahui bahwa semua siswa setiap hari menggunakan internet, dengan rata-rata lebih dari dua jam. Penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran cukup tinggi. Tingginya penggunaan internet untuk pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh tingginya kepedulian orangtua dalam membimbing anaknya belajar dan mengontrol penggunaan internet, tingginya intensitas guru menggunakan internet untuk pembelajaran, tingkat pendidikan orangtua terutama ibu, serta intensitas membaca buku pelajaran. Menggunakan media sosial, bermain game online, menggunakan internet walaupun intensitasnya tinggi tetapi tidak berhubungan dengan penggunaan internet untuk pembelajaran. Implikasinya bahwa para orangtua dan guru dituntut lebih peduli terhadap pembelajaran, terutama memanfaatkan internet untuk mendukung keberhasilan pembelajaran.
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.19558
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Penguatan Modal Sosial Menuju Kemandirian Perempuan Perdesaan Pelaku
           Industri Rumahan Emping Melinjo di Provinsi Banten

    • Authors: Khaerul Saleh, Sumardjo Sumardjo, Aida Vitayala S Hubeis, Herien Puspitawati
      Pages: 43 - 51
      Abstract: Industri rumahan selama ini kurang memiliki kemampuan untuk bersaing di pasar, disebabkan karena rendahnya tingkat pengetahuan, keterampilan, dan kapabilitas terhadap penguasaan  tekonologi serta akses permodalan, padahal keberadaannya memiliki posisi penting dalam perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran modal sosial mikro dan meso serta permasalahannya terhadap kemandirian perempuan perdesaan pelaku industri rumahan emping melinjo.  Penelitian dilakukan di Provinsi Banten,  dengan sampel sebanyak 453 orang,  terdiri dari; 154 orang di zona industri, 147 orang di zona pertanian dan 152 orang di zona pariwisata dari 6.857 orang perempuan perdesaan pelaku industri rumahan emping melinjo.  Analisis data menggunakan statistik deskriptif, one way anova, dan Struktural Equation Modeling (SEM).  Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kemandirian, tingkat kapasitas, modal sosial meso dan modal sosial mikro perempuan persdesaan berada pada kategori sedang.  Model hibryd menunjukkan bahwa kemandirian perempuan perdesaan 43,0 % dipengaruhi secara langsung maupun oleh modal sosial meso, dan tingkat kapasitas, sedangkan modal sosial mikro berpengaruh melalui bekerjanya tingkat kapasitas. Tingkat kemandirian perempuan perdesaan ditentukan melalaui aspek  pengambilan keputusan, kerjasama, kedinamisan usaha dan akses permodalan.  Strategi peningkatan kemandirian dilakukan melalui penguatan modal sosial meso, terutama dukungan infrastruktur dan materi penyuluhan, yang memiliki pengaruh tidak langsung  pada penguatan modal sosial mikro dan  tingkat kapasitas perempuan perdesaan.Kata kunci :  Industri rumahan emping melinjo, Modal sosial mikro, Modal sosial meso, tingkat kapasitas dan tingkat kemandirian perempuan perdesaan
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16325
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Model Komunikasi Untuk Membangun Kapasitas Kewirausahaan dan Kesiapan
           Perubahan Pedagang Pasar Tradisional

    • Authors: Akhmad Edhy Aruman, Sumardjo Sumardjo, Nurmala K Panjaitan, Dwi Sadono
      Pages: 52 - 67
      Abstract: Berangkat dari kondisi rendahnya kapasitas kewirausahaan dan ketidaksiapan pedagang pasar tradisional menghadapi persaingan dari peritel modern, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model komunikasi untuk membangun kesiapan perubahan pedagang pasar tradisional. Metode yang digunakan adalah survey dengan mewawancarai 559 pedagang pasar tradisional menggunakan instrumen kuesioner. Hasilnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kausalitas dengan alat bantu LISREL dan diperkuat dengan hasil dari wawancara mendalam. Hasilnya diperoleh gambaran bahwa dalam menghadapi revitalisasi, pedagang berada dalam situasi ketidakpastian. Seluruh unsur mulai dari karakteristik pedagang, sumber pesan, pesan, dan komunikasi partisipatif memberikan dampak positif terhadap kesiapan pedagang terkait dengan revitalisasi dengan kondisi kapasitas kewirausahaan pedagang tinggi. Karenanya, untuk membangun kesiapan pedagang, hal utama yang perlu dilakukan adalah membangun kapasitas kewirausahaan pedagang. Kekurangberhasilan membangun kapasitas kewirausahaan berdampak ketidaksiapan pedagang untuk berubah. Model komunikasi yang dinilai tepat adalah melibatkan pengelola pasar sebagai sumber pesan yang kredibel, dengan muatan pesan tentang manfaat dan risiko revitalisasi ternyata efektif bila melalui pengembangan motivasi pedagang untuk berubah, dan media yang memungkinkan terjadi tanggapan langsung dari pelaku komunikasi. 
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16363
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Petani dalam Menerapkan Standar
           Operasional Prosedur (SOP) Sistem Pertanian Organik di Kabupaten Bandung
           Barat

    • Authors: Anne Charina, Rani Andriani Budi Kusumo, Agriani Hermita Sadeli, Yosini Deliana
      Pages: 68 - 78
      Abstract: Di Kabupaten Bandung Barat banyak petani sayuran yang mulai menjalankan pertanian organic, namun masih terdapat petani yang belum sepenuhnya menjalankan sistem budidaya sayuran organic sesuai dengan SOP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan SOP sistem pertanian organic yang dilakukan oleh petani sayuran organic di Kabupaten Bandung Barat serta faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam menerapkan SOP sistem pertanian organic. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Barat, yaitu Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua. Responden dalam penelitian ini adalah 105 orang petani yang membudidayakan sayuran organic. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan SOP sistem pertanian organic masih tergolong sedang. Faktor yang mempengaruhi petani dalam menerapkan SOP sistem pertanian organic adalah tingkat pendidikan petani, keikutsertaan petani dalam kegiatan penyuluhan, persepsi petani terhadap keuntungan relative, tingkat kerumitan dan keteramatan dari budidaya sayuran organic. Dukungan kegiatan penyuluhan sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membudidayakan sayuran organic sesuai dengan SOP serta meningkatkan akses ke pasar sayuran organik.
      Kata kunci : petani, sayuran, organic, penerapan, pengaruh


      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.16752
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Pemanfaatan Internet dalam Meningkatkan Kinerja Penyuluh Pertanian di
           Kabupaten Cianjur

    • Authors: Nanik Anggoro Purwatiningsih, Anna Fatchiya, Retno Sri Hartati Mulyandari
      Pages: 79 - 91
      Abstract: As the science and technology have developed rapidly, as well as current globalization, farmer’s needs are increasingly diverse nowadays. Therefore, extension workers are required to develop their abilities according to current conditions and challenges. But in reality the competencies of extension workers was still low. The low competence of extension workers resulted in low performance as well. It was influenced by the lack of training that has been held for extension workers. Based on this point, it is necessary to improve the performance of extension workers, utilizing the internet media can be an answer which is very rapidly growing at this time. This study analyzed: 1) the level of internet media utilization, 2) factors influencing internet utilization, and 3) the effect of internet utilization on extension worker performance. Field research conducted in January-March 2017 in Cianjur Regency. The sample of research were 26 government extension workers and 74 contract-based extension workers. Descriptive statistics and inferential statistics (Multiple Linear Regression) was used for analytical method. The results showed that the use of internet by extension workers was moderate, especially for the preparation of reports, the design of extension methods, preparation of “programma” and design extension method. The result of the analysis showed that factors influencing internet usage were age, formal education, internet perception, duration, and diversity of accessed internet media. Performance of extension-workers to increase internet utilization effectively is needed for increase information and insight to be applied to farmers.
      As the science and technology have developed rapidly, as well as current globalization, farmer’s needs are increasingly diverse nowadays. Therefore, extension workers are required to develop their abilities according to current conditions and challenges. But in reality the competencies of extension workers was still low. The low competence of extension workers resulted in low performance as well. It was influenced by the lack of training that has been held for extension workers. Based on this point, it is necessary to improve the performance of extension workers, utilizing the internet media can be an answer which is very rapidly growing at this time. This study analyzed: 1) the level of internet media utilization, 2) factors influencing internet utilization, and 3) the effect of internet utilization on extension worker performance. Field research conducted in January-March 2017 in Cianjur Regency. The sample of research were 26 government extension workers and 74 contract-based extension workers. Descriptive statistics and inferential statistics (Multiple Linear Regression) was used for analytical method. The results showed that the use of internet by extension workers was moderate, especially for the preparation of reports, the design of extension methods, preparation of “programma” and design extension method. The result of the analysis showed that factors influencing internet usage were age, formal education, internet perception, duration, and diversity of accessed internet media. Performance of extension-workers to increase internet utilization effectively is needed for increase information and insight to be applied to farmers.
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17173
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Dinamika Kelompok Tani Hutan Agroforestry di Kabupaten Bandung

    • Authors: Dyah Ekaprasetya manggala Rimbawati, Anna Fatchiya, Basita Ginting Sugihen
      Pages: 92 - 103
      Abstract: Keberadaan kelompok tani hutan (KTH)  yang tetap dinamis dan seberapa besar kontribusi kedinamisan kelompok terhadap keberhasilan KTH diperlukan adanya penguatan kelompok dalam hal ini dinamika kelompok. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis dinamika kelompok tani hutan agroforestry dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kelompok tani hutan agroforestry di Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari-April 2017. Jumlah sampel penelitian adalah 78 orang. Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS). Kesimpulan penelitian yaitu bahwa dinamika kelompok tani hutan agroforestry tergolong dalam kategori rendah yaitu kelompok kurang mampu dalam menggerakkan anggota untuk mencapai tujuan kelompok. Adapun unsur yang rendah pada tujuan, struktur, pembinaan dan pengembangan, kekompakan, suasana dan tekanan kelompok, sedangkan yang kuat adalah unsur fungsi tugas dan keefektifan kelompok. Rendahnya dinamika kelompok tersebut dipengaruhi oleh rendahnya tingkatan peran penyuluh, ketidaksesuaian materi penyuluhan dan kurangnya kemitraan. Selain itu dipengaruhi oleh tingginya motivasi dan kekuatan kepemimpinan ketua KTH.

      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17223
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Penyuluhan Kesehatan untuk Pencegahan dan Risiko Penyakit DBD dalam Manga
           dan Infografis

    • Authors: Shinta Nasution, Dwi Sadono, Cahyono Tri Wibowo
      Pages: 104 - 117
      Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah endemik di daerah tropis seperti di Indonesia dan berisiko pada jatuhnya korban jiwa. Keberhasilan penyuluhan risiko kesehatan perlu didukung bentuk media yang digunakan, khususnya bagi Sismantik (Siswa Pemantau Jentik) sebagai mitra strategis instansi kesehatan dalam penyuluhan pencegahan penyakit DBD. Pesan visual dalam komik manga dan infografis penting dipertimbangan sebagai media penyuluhan kesehatan bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pengaruh media visual (2) menganalisis perbandingan efektifitas komik manga dan infografis pada Sismantik di Cibinong dan Bojong Gede Bogor. Studi menggunakan true experiment dengan desain faktorial 2 x 2 yang membagi 234 siswa secara acak ke dalam empat kelompok perlakuan yang menerima pesan positif dan negatif dan 57 siswa sebagai kelompok kontrol. Perlakuan media visual terbukti mampu memberikan efek berupa peningkatan pemahaman informasi, persepsi risiko dan sikap Sismantik terhadap pencegahan penyakit DBD dibanding kelompok kontrol. Media visual yang paling efektif untuk meningkatkan persepsi risiko dan sikap adalah komik manga. Namun, perlakuan media visual belum mampu meningkatkan persepsi risiko negatif Sismantik. Kedua media visual memiliki tingkat efektifitas yang sama dalam meningkatkan pemahaman informasi.

      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17618
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pustakawan di Lingkup Kementerian
           Pertanian

    • Authors: Erriani Kristiyaningsih, Pudji Muljono, Eko Sri Mulyani
      Pages: 118 - 133
      Abstract: Kinerja pustakawan dalam menjalankan tugasnya diatur dalam jabatan fungsional dan angka kreditnya berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014. Ketentuan tersebut diharapkan jabatan fungsional pustakawan mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Motivasi kerja sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan perpustakaan, pada dasarnya motivasi bersumber pada diri seseorang yang dipengaruhi oleh lingkungan atau berkembang melalui proses interaksinya dengan lingkungan melalui proses belajar. Sehingga perlu dianalisis hubungan karakteristik pustakawan dengan motivasi kerja, hubungan motivasi kerja dengan kinerja pustakawan, serta perbedaan motivasi pustakawan ahli dan terampil. Peneliian ini dilakukan di 30 instansi Kementerian Pertanian lingkup Jawa Barat dan Jakarta. Pengumpulan data di lapangan dilaksanakan selama dua bulan terhitung dari bulan April-Mei 2017. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan sudah menjabat fungsional pustakawan, sehingga diharapkan mampu mendukung terlaksananya penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan Kebijakan perusahaan, dan tingkat pendidikan non formal berhubungan dengan kebijakan perusahaan serta gaji/tunjangan. Selanjutnya Pendidikan berhubungan dengan kebijakan perusahaan, Pengelolaan perpustakaan berhubungan dengan prestasi; pengakuan; pekerjaan itu sendiri; kemajuan; hubungan interpersonal; gaji/tunjangan. Serta pelayanan perpustakaan erhubungan dengan hubungan interpersonal dan gaji/tunjanga. Dilihat dari perbedaan motivasi pustakawan ahli dan terampil, hanya kualtas supervise/atasan yang memiliki perbedaan antara pustakawan ahli dan terampil.Kata Kunci: Motivasi, Kinerja, Pustakawan
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18030
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Strengthening Rural Extension Services to Facilitate Community towards
           Sustainable Development Goals in Three Districts in Indonesia

    • Authors: Siti Amanah, Anna Fatchiya
      Pages: 134 - 144
      Abstract: Rural areas in Indonesia vary in terms of socio-economics and cultural background, the landscape, physical climate, the resources, and the accessibility to extension services. Rural extension services play an important role in facilitating community development from on-farm to off farm activities. Rural extension systems have to address the increased demand for the services and to nd innovative approaches and strategies to facilitate community in the era of globalization. The paper aims to analyse the current status of rural extension systems in Indonesia, to analyse the role of stakeholders involved in extension systems, and to formulate plan and actions to strengthen rural extension systems. Assessment of rural extension systems was conducted by using a logical framework analysis models involving representatives from rural community groups and resource persons. Stakeholder dialogues and group discussions were conducted to gather information and to discuss the issues on rural extension. Data were analysed using stakeholders analysis to formulate strategy to strengthen rural extension systems. The results indicate that rural areas have shown changes in terms of socio-ecological aspects, land-uses, sources of income, and availability of resources. The changes are due to population increases that result in the need for more food, housing, education, jobs, and other public facilities. Community groups run small enterprise in rural areas for income generating activities. Engaging community and related stakeholders in the systems has positive effects for successful rural extension services. Stakeholder analysis showed that better collaborative extension services from service providers is needed to facilitate community. In terms of sustainable development goals, rural extension systems need the issues of food, health, water, gender, poverty and environment to be integrated into the services. Existing supports from local government, business sectors, civil society organizations, and universities are essentials to facilitate transformative changes in communities. 
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.20434
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Partisipasi petani pada usahatani padi, jagung, dan kedelai perspektif
           gender

    • Authors: Asih Mulyaningsih, Aida Vitayala S Hubeis, Dwi Sadono
      Pages: 145 - 158
      Abstract: Sektor pertanian memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan. Adanya kultur masyarakat yang menempatkan perempuan dengan perspektif tertentu mengakibatkan terjadinya bias gender dalam kegiatan usahatani. Partisipasi petani sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat partisipasi petani Pajale perspektif gender dan  menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi petani dalam usahatani padi, jagung, dan kedelai perspektif gender. Penelitian dilakukan mulai bulan April sampai Juni 2017. Lokasi Penelitian di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Sampel dalam penelitian ini adalah suami istri petani padi, jagung, dan kedelai sebanyak 216 keluarga petani. Data yang dikumpulkan dan diolah dengan statistik inferensi yaitu Structural Equation Modelling (SEM) LISREL 8.72 dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ciri  kepribadian petani, intensitas pemberdayaan, ketersediaan informasi pertanian, dan dukungan terhadap lingkungan fisik dan sosio-ekonom mempengaruhi partisipasi petani persprktif gender. Dengan demikian model partisipasi petani perspektif gender dapat tercapai dengan cara meningkatkan kepribadian petani, meningkatkan  intensitas pemberdayaan, ketersediaan informasi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani, serta dukungan lingkungan fisik dan sosial ekonomi.
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.18546
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Persepsi Petani Terhadap Kompetensi Penyuluh Pertanian Tanaman Pangan di
           Kabupaten Aceh Utara

    • Authors: Zul Fikar Mulieng, Siti Amanah, Pang S Asngari
      Pages: 159 - 174
      Abstract: Pembangunan pertanian untuk mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia sebagai bangsa yang dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan secara berdaulat. Kedudukan penyuluh sangat strategis dalam pembangunan, khususnya dalam merubah perilaku pelaku utama dan pelaku usaha. Pembangunan pertanian membutuhkan inovasi yang selalu berkembang. Pemanfaatan inovasi pertanian untuk peningkatan produktivitas melalui optimalisasi teknologi yang telah ada ataupun dengan pengembangan inovasi. Faktor yang mempengaruhi persepsi dan respon petani terhadap inovasi adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal berupa aspek fisik, nonfisik, dan lingkungan. Persepsi petani yang positif terhadap inovasi teknologi tidak berarti diikuti respons positif dalam mengadopsi. Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh seseorang dalam memahami informasi tentang lingkungan. Persepsi merupakan inti dari komunikasi sebab jika persepsi tidak akurat, maka komunikasi tidak akan berjalan secara efektif. Sehingga akan menentukan seseorang memilih pesan dan mengabaikan pesan karena setiap orang memiliki persepsi berbeda. Penelitian ini bertujuan mengukur persepsi petani terhadap kompetensi penyuluh pertanian tanaman pangan di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei. Data dikumpulkan secara deskriptif dan kualitatif melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam. Hasil analisis secara deskriptif dan inferensial menemukan bahwa karakteristik petani yang berhubungan dengan kompetensi penyuluh pertanian tanaman pangan adalah status kepemilikan lahan terhadap penerapan metode penyuluhan
      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.17556
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
  • Adopsi Inovasi Program Keluarga Berencana oleh Akseptor dari Komunitas
           Adat Terpencil Baduy diKecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak

    • Authors: Ahmad Sihabudin, Burhanudin Mutjaba, Idi Dimyati
      Pages: 175 - 188
      Abstract: Adanya trend peningkatan akseptor Keluarga Berencana (KB) pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Baduy Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Banten. Data menunjukkan Tahun 2006 Akseptor KB di Baduy Luar berjumlah 647 peserta, per bulan Pebruari 2014 jumlah akseptor KB Baduy Luar 1403 peserta, dan akseptor di Baduy dalam 16 peserta. Selain itu ada variasi penggunaan alat kontrasepsi yang dipakai, pada masa awal KAT Baduy menerima konsep KB kebanyakan mereka menggunakan implant. Dari gejala tersebut penelitian ini dirancang dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan ciri inovasi KB, saluran atau media apa dalam penyebaran KB; faktor-faktor karakteristik adopter apa saja yang mempengaruhi penerimaan KB. Metode penelitian yang digunakan adalah Survai explanasi. Jumlah sample penelitian sebanyak 100 orang. analisis dengan menggunakan distribusi frekuensi, dan untuk mengetahui hubungan antar peubah dilakukan analisis korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkanUsia responden sebenarnya relatif terdistribusi mulai umur 13 sampai 45 tahun, paling banyak adalah usia 18-25 tahun. Jumlah putra yang dimiliki paling dominan antara 2 anak dan 4 anak.Jenis Pekerjaan responden sebagian besar adalah penenun kain. Jarak rumah tempat tinggal responden  ke klinik kesehatan sebagian besar berjarak 2 jam perjalanan kaki ke klinik. Jenis alat KB (kontrasepsi) mayoritas perempuan Baduy Luar menggunakan suntik. Masa lama telah ber-KB, sebagian besar 1-3 Tahun, ada juga sudah 7-9 tahun  dan yang lebih dari 10 tahun ber-KB ternayata cukup besar. Lama memutuskan ikut KB sebagian besar yakni 6 bulan. Saat awal ber KB mayoritas alat kontrasepsi yang merteka pilih dengan cara suntik. Alasan  ber-KB jawaban yang paling banyak disebut adalah demi menjarangkan anak. Diperlukan pengembangan strategi agar perubahan terencana dapat dilakukan untuk lebih memenuhi kebutuhan akan keluarga berencana masyarakat adat baduy. Terdapat korelasi yang positif antara karakteristik akseptor KB dengan efektifitas penerimaan inovasi.Korelasi antara sistem sosial dengan efektifitas penerimaan inovasi bernilai negatif atau hampir tanpa pengaruh.Korelasi antara jenis saluran komunikasi dengan efektifitas penerimaan inovasi mempunyai hubungan yang cukup kuat.

      PubDate: 2018-04-01
      DOI: 10.25015/penyuluhan.v14i1.15620
      Issue No: Vol. 14, No. 1 (2018)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.85.214.125
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-