for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help
Journal Cover
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Number of Followers: 1  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2541-1659 - ISSN (Online) 2087-4235
Published by Bogor Agricultural University Homepage  [24 journals]
  • Penentuan Warna dan Intensitas Lampu Light Emiitting Diode (LED) yang
           Optimum Pada Penangkapan Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis) untuk
           Perikanan Bagan Tancap Optimum Light Colour and Intensity Defining of
           Light Emitting Diode (LED) in Yellowstri

    • Authors: Adi Susanto, Mulyono S Baskoro, Sugeng Hari Wisudo, Mochammad Riyanto, Fis Purwangka
      Abstract: AbstrakEfisiensi aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bagan tancap sangat ditentukan oleh penggunaan cahaya sebagai atraktornya.  Ketepatan warna dan intensitas cahaya sangat menentukan keberhasilan operasional bagan tancap.  Penetapan warna dan intensitas cahaya yang tepat sangat dipengaruhi oleh respon yang dihasilkan oleh ikan target.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan warna dan intensitas cahaya lampu LED yang optimum untuk penangkapan ikan selar (Selaroides leptolepis) berdasarkan respons tingkah laku dan adaptasinya terhadap warna dan intensitas cahaya yang berbeda.  Penelitian dilakukan secara eksperimental di perairan Teluk Banten dengan target penangkapan adalah ikan selar (Selaroides leptolepis).  Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelompok perlakuan yaitu warna dan intensitas cahaya.  Perlakuan warna adalah dengan menggunakan lampu LED berwarna hijau dan putih.  Adapun perlakuan intensitas cahaya adalah dengan menggunakan tiga intensitas cahaya yaitu intensitas rendah 1,53 x 10-5 – 2,42 x 10-5 W/cm²; sedang 5,39 x 10-5 – 7,60 x 10-5 W/cm²; tinggi 9,03 x 10-5 – 9,42 x 10-5 W/cm². Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap respon ikan target dari famili Engraulidae dan Carangidae. Pengamatan respons tingkah laku dilakukan pada bak pengamatan untuk menentukan zona preferensi, nearest neighbor distance (NND) dan pola tingkah laku ikan terhadap warna dan intensitas berbeda. Adaptasi retina dianalisis secara histologi berdasarkan warna dan intensitas yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian posisi schooling ikan dominan berada pada zona terang (67%) pada seluruh warna dan intensitas lampu LED. Nilai NND cenderung turun seiring dengan peningkatan intensitas cahaya, sedangkan indeks kon dan kecepatan renang semakin tinggi dengan penambahan intensitas cahaya yang diberikan. Nilai adaptasi tertinggi diperoleh pada penggunaan lampu LED putih dengan intensitas tinggi sebesar 97,52%. Pola tingkah laku ikan pada LED hijau semakin teratur dengan jarak semakin dekat seiring meningkatnya intensitas. Namun pola renang ikan cenderung acak dan semakin jauh pada LED putih. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa LED hijau lebih optimum untuk digunakan sebagai lampu pengumpul, pengkonsentrasi dan hauling pada penangkapan ikan selar dengan bagan tancap. Kata kunci: bagan, cahaya, warna, ikan selar (Selaroides leptolepis)  Fishing activity using light emitting diode (LED) on a fixed lift net in Banten Bay is equipped using blue and white LED as its attractor.  The colour and intensity of the lighting affects the successful capture of the lift nets.  The colour selection is influenced by the interaction of the fish as the target.   The objective of this study is to determine the optimum colour and intensity for Yellowstripe Scad (Selaroides leptolepis) based on their behavioural response and light adaptation to different colours of green and white at three different intensities which are low (1.53 x 10-5 – 2.42 x 10-5 W/cm²), medium (5.39 x 10-5 – 7.60 x 10-5 W/cm²), and high (9.03 x 10-5 – 9.42 x 10-5 W/cm²). The behavioural response of the fish was conducted using a tank experiment to measure the preferences zone, the nearest neighbour distance (NND), and behavioural response pattern for different colours and light intensity.  Histological approach for each experimental light colour and intensity was used to investigate the retinal adaptations. The results showed that the schooling position of fish was dominant found in the bright zone (67%) for all colours and intensities. The average NND showed the tendency to gradually decrease with the increased light intensity. While, the cell cone index and swimming speed of fish were slightly increased with increasing intensity. The highest light adaptation was found in white LED at high intensity about 97.52%. The schooling pattern in the green LED indicated that the fish gradually swam closely and stable regularly to the neighbour with increasing light intensity. However, the fish swam widely and randomly in accordance to the increased white LED intensity. This information suggests that the green LED may be regarded as an excellent fishing light to control the behaviour in order to harvest the yellow stripe scad in lift net fishing.   Keywords: colour, lift net, light, yellowstripe scad
      PubDate: 2018-12-01
      DOI: 10.29244/jmf.9.2.%p
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2018)
       
  • DINAMIKA RAWAI TUNA INDUSTRI DI PELABUHAN BENOA

    • Authors: Fathur Rochman, Irawan Jatmiko, Zulkarnain Fahmi
      Abstract: ABSTRAK Studi ini menyajikan informasi tentang dinamika perkembangan rawai tuna skala  industri di Indonesia khususnya perikanan rawai tuna di Samudera Hindia Bagian Timur. Studi ini menggunakan metode deskriptif yang berbasis data enumerasi perikanan rawai tuna yang didaratkan di pelabuhan Benoa tahun 2012 sampai dengan 2015. Pelabuhan Benoa merupakan satu dari tiga pelabuhan perikanan utama di Indonesia disamping Nizam Zachman (Jakarta) dan Cilacap (Jawa Tengah). Pelabuhan Benoa menyumbangkan jumlah tangkapan ikan tuna terbesar mencapai 60% dari total tangkapan rawai tuna skalaindustri di Samudera Hindia. Hal ini menjadikan pelabuhan Benoa sebagai barometer utama perikanan tuna skala industri di Indonesia. Kegiatan perikanan rawai tuna skala industri telah menurun secara signifikan hingga 76% dari 2004 sampai 2015. Penurunan tertinggi terjadi pada 2004 sampai 2006 sebesar 43% diikuti 2009 hingga 2010 sebesar 41% dan 2014 sampai 2015 sebesar 19%. Cakupan data enumerasi di pelabuhan Benoa adalah 57% sampai 64% dari total pendaratan kapal. Hasil tangkapan didominasi oleh produk ekport diikuti oleh produk kualitas lokal dan produk hasil sampingan. Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh empat spesies tuna (BET, YFT, SBT dan ALB) yang mencapai 88% dari total tangkapan diikuti oleh hasil tangkapan sampingan sebesar 6,23% dan ikan berparuh sebesar 5,46%. Pada periode 2012 sampai 2014, upaya penangkapan berbanding lurus dengan jumlah kapal dan produksi tuna namun pada tahun 2015 upaya penangkapan, CPUE dan produksi  hasil tangkapan  meningkat seiring dengan turunnya jumlah kapal yang beroperasi. Kata kunci : rawai tuna, program enumerasi dan pelabuhan Benoa
      PubDate: 2018-12-01
      DOI: 10.29244/jmf.9.2.%p
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2018)
       
  • PENILAIAN JENIS MULTIGEAR PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP SKALA KECIL DI
           PERAIRAN SUNGSANG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Assessment of
           Multigear Type at Small-Scale Fisheries in Sungsang Estuary Banyuasin
           District South Sumatra

    • Authors: Fauziyah Fauziyah, Fitri Agustriani, Bakti Satria, Apriansyah Putra, Welly Nailis
      Abstract: AbstrakMultigear telah banyak digunakan pada usaha perikanan tangkap skala kecil di Perairan Sungsang. Tujuan penggunaan multigear adalah dikarenakan agar nelayan dapat terus melakukan aktivitas penangkapan dalam setiap setiap musim penangkapan.  Penggunaan multigear yang tidak tepat dan bijak, dikhawatirnya malah akan menimbulkan inefisiensi atau bahkan menimbulkan konflik antar nelayan. Oleh kerana itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan jenis multigear unggulan pada usaha perikanan tangkap skala kecil di Perairan Sungsang berdasarkan aspek ekonomi, aspek produktivitas, aspek sosial, dan aspek biologi. Penilaian keunggulan jenis multigear menggunakan metoda Multiple Criteria Analysis (MCA).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis multigear unggulan adalah: 1) jenis multigear dangan kombinasi jaring udang dan rawai hanyut; 2) jenis multigear dangan kombinasi jaring insang hanyut (mesh, 3 inci) dengan rawai hanyut (umpan), dan 3) jenis multigear dengan kombinasi jaring insang hanyut (mesh, 2 inci) dan jaring udang. .  Kata kunci:  MCA analysis, multigear unggulan, perikanan skala kecil, Sungsang.  ABSTRACT     Multigear has been commonly used in small-scale fishery activities in Sungsang waters.   The aim of using the multigear is to enable the fishermen carry out their activities at every catching season. Inaccurate and inefficient use of the multigears are the concern that will present inefficiency or even conflict among the fishermen.  Therefore the research was carried out with the objective to determine the best type of a multigear that will be used in the small scale fishery at Sungsang waters based on economic, productivity, social and biological aspects. Multiple Criteria Analysis (MCA) is the method of assessment on the quality type of the multigear.  The outcome of the research presented that the best quality type of the multigear  is 1) the multigear type with the combination of trammel net  and drift longline; 2) the multigear type with the combination of drift gillnet (mesh, 3 inches) and drift long line; 3) the multigear type with the combination of drift gillnet (mesh, 2 inches) and trammel nets. .  Key Words: MA Analysis,  the best quality multigear, Small-scale fishery, Sungsang
      PubDate: 2018-12-01
      DOI: 10.29244/jmf.9.2.%p
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2018)
       
  • RANCANG BANGUN DAN UJI COBA ALAT PEMANGGIL IKAN “PIKNET” UNTUK ALAT
           TANGKAP JARING INSANG DESIGN AND TRIAL TEST OF FISH CALLER DEVICE "PIKNET"
           FOR GILLNET

    • Authors: Nurul Rosana, Suryadhi Suryadhi, Safriudin Rifandi
      Abstract: ABSTRACT Gillnet is one of the most common fishing gear used by fishermen in Indonesia, East Java is one of the provinces in Indonesia which the fishermen use gillnet with a target of small pelagic fish species. In developing and streamlining the use of gillnet, innovations are required that can help fishermen by applying fishing device that are easy to use and can improve the amount of fish catches. The purpose of this research is to make the model of calling fish device by using sound waves that will be operated on gillnet and explain about the catch of fish in the experiment in the waters.  The research method is experiment, which to test fish sound based calling system in the fishing operation of gillnet. Instrument  testing was done to observe the fish response from the average of fish caught. The fish-calling device made in this study used frequency ranged between 500-1000 Hz, and is called “Piknet”.  Piknet cross-section dimension before being packed was 9 cm long by 6 cm wide, consisting of 14 kinds of electronic components. Piknet dimensions after being packed in waterproof media was 20 cm long x 8.5 cm wide x 6.5 cm high.  The stages of design proces are (1) installing dipswitch components, 10K resistor, 220 ohm resistor and red LED, transistor 9013, transistor 9012, 1K resistor, 1N4001 diode, and pizo-electric on PCB, (2) connecting components to Arduino nano, (3) programming the sound frequency on the computer (IDE Arduino), and (4) downloading (insert) the program into Arduino nano. Types of fish obtained in this trial were chicken feathers (Thryssa setirostris) with average the number of catches obtained in the Piknet trial was 27.6 kg/trip, while without using Piknet was 17.7 kg/trip. The result of t-paired test analysis showed that the correlation between the number of gillnet catch by using piknet compared with without piknet was firm, with the value of 0.773 and the value of significance (probability) of  0.016,  which means the number of gillnet catch by using piknet with without piknet is significant. Keywords : Piknet, gillnet, frequency, sound ABSTRAK Jaring insang adalah jenis alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan di Indonesia dan Jawa Timur khususnya, dengan target tangkapan ikan pelagis kecil.  Penggunaan alat tangkap gillnet memerlukan inovasi yang dapat membantu nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan, yaitu dengan menggunakan alat bantu pengumpul ikan.  Tujuan dari penelitian adalah membuat model alat pemanggil ikan dengan menggunakan gelombang bunyi yang dioperasikan pada gillnet dan mengetahui efektifitasnya dengan melakukan uji coba di perairan.  Alat pemanggil ikan dibuat dengan menggunakan gelombang bunyi berfrekuensi antara 500-1000 Hz, dan diberi nama Piknet (Pemanggil Ikan Gillnet).  Dimensi Piknet setelah dikemas kedap air adalah panjang 20 cm x lebar 8,5 cm x tinggi 6,5 cm. Tahapan poses perancangannya dimulai dari memasang komponen pada PCB, menghubungkan komponen ke arduino nano,  memprogram frekuensi suara pada komputer (IDE Arduino), dan  mengunduh (memasukkan) program ke dalam Arduino nano. Jenis ikan yang diperoleh pada uji coba ini adalah bulu ayam (Thryssa setirostris) dengan rata-rata Jumlah hasil tangkapan pada uji coba “Piknet” adalah 27,6 kg/trip, sedangkan tanpa menggunakan “Piknet” sebesar 17,7 kg/trip.  Hasil analisis uji-t berpasangan diperoleh hasil nilai signifikansi sebesar 0.016, yang artinya jumlah hasil tangkapan gillnet menggunakan piknet dibandingkan tanpa piknet adalah berbeda nyata. Kata Kunci : bunyi, frekuensi, jaring insang, piknet
      PubDate: 2018-12-01
      DOI: 10.29244/jmf.9.2.%p
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2018)
       
  • ANALISIS EFISIENSI KINERJA RANTAI PASOK IKAN TUNA PADA CV. TUAH BAHARI DAN
           PT. NAGATA PRIMA TUNA DI BANDA ACEH PERFORMANCE EFFICIENCY ANALYSIS OF
           TUNA FISH SUPPLY CHAIN AT CV. TUAH BAHARI AND PT. NAGATA PRIMA TUNA IN
           BANDA ACEH

    • Authors: Teuku Athaillah, Ahmad Humam Hamid, . Indra
      Abstract: ABSTRAKIkan tuna tergolong bahan pangan yang memiliki karakteristik mudah rusak. Oleh karena itu, untuk sampai ke konsumen diperlukan suatu sistem manajemen rantai pasok yang baik dan memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aliran produk, aliran keuangan dan aliran  informasi pada rantai  pasok ikan tuna di Banda Aceh, dengan menganalisis efisiensi kinerja rantai  pasok ikan tuna pada CV. Tuah Bahari dan PT Nagata Prima Tuna di Banda Aceh. Metode yang digunakan untuk menganalisis aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi adalah analisis deskriptif. Metode yang digunakan untuk mengukur efisiensi kinerja rantai pasok adalah Supply Chain Operation Reference (SCOR). SCOR diawali dengan pembuatan hierarki awal yang didasarkan pada proses dalam SCOR, yaitu plan, source, make, delivery, dan return dengan dimensi umum, yaitu reliability, responsiveness, flexibility, cost, dan asset. Pengukuran efisiensi kinerja rantai pasok dalam penelitian ini juga didukung dengan metode Analytical Hierarchy Process  (AHP) dan Objective Matrix (OMAX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran produk dan aliran informasi rantai pasok ikan tuna di CV. Tuah Bahari dan PT. Nagata Prima Tuna belum optimal, sedangkan aliran keuangan sudah optimal. Hasil pengukuran efisiensi kinerja CV. Tuah Bahari, 4 KPI (Key Performance Indicator) berada pada kategori Poor, sementara pada PT Nagata Prima Tuna terdapat 9 KPI berada pada kategori Poor. Total nilai performansi kedua perusahaan berada pada katagori Average, dengan nilai Index Total CV. Tuah Bahari 62.9 dan PT. Nagata Prima Tuna 52.7.Kata Kunci : rantai pasok, ikan tuna, SCOR, dan efisiensi kinerja.ABSTRACT Tuna fish is one of the easily perishable consumed food. Therefore before it reaches the consumers a well-designed and well-prepared supply management system is required The objectives of the research are to analyze the product, financial and information flows of tuna fish chain of supply in Banda Aceh through analyzing the performance efficiency of tuna fish supply chain performance at CV Tuah Bahari and PT Nagata Prima Tuna in Banda Aceh. Descriptive analysis is the method used to analyze the product, financial and information flows. Supply Chain Operation Reference (SCOR).  Is the method used to measure the supply chain performance efficiency. SCOR preceded with hierarchy preparation based on the SCOR process, i.e. plan, source, make, delivery and return with common dimensions i.e. reliability, responsiveness, flexibility, cost and asset.  The supply chain performance efficiency measurement in this research is also supported by the Analytical Hierarchy Process  (AHP) and  Objective Matrix (OMAX) methods  The result of the research pointed out that the tuna fish product and information flow at CV Tuah Bahari and PT Nagata Prima Tuna is not optimal yet, while the financial flow is optimal. In the outcome of CV Tuah Bahari performance efficiency, 4 KPI (Key Performance Indicator) is at Poor category, while at PT Nagata Prima 9 KPI are categorized as Poor. The total performance value of the company is at Average category, with total index value of 62.9 and PT Nagata Prima Tuna 52.7. Key words: supply chain, tuna fish, SCOR and performance efficiency
      PubDate: 2018-12-01
      DOI: 10.29244/jmf.9.2.%p
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2018)
       
  • KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN IKAN YANG DITANGKAP PADA RUMPON DENGAN PANCING
           ULUR DI SELAT MAKASSAR Species Composition and Size of Fish Caught in FADs
           using Hand-line in Makassar Strait

    • Authors: Wayan Kantun, Lukman Dariss, Wayan Suma Arsana
      Abstract: ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan ukuran ikan yang ditangkap pada rumpon laut dangkal dan rumpon laut dalam di Selat Makassar. Penelitian ini menggunakan metode survei dalam pengambilan data dan dilakukan selama 4 bulan mulai April-Juli 2016 di Selat Makassar. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan yang ditangkap pada rumpon laut dangkal berjumlah 568 ekor (45,92%), terdiri dari ikan cakalang 9,86%, tongkol lisong 8,65%, tuna madidihang 11,16% dan kembung lelaki 16,25%. Ikan yang ditangkap pada rumpon laut dalam berjumlah 669 ekor (54,08%), terdiri dari ikan cakalang 11,80%, tongkol lisong 12,21%, tuna madidihang 11,72% dan kembung lelaki 18,35%. Sebaran ukuran ikan cakalang berkisar 23-42 cm dan 29-53 cm,  tongkol lisong 16,5-25,0 cm dan 18,5-28,5 cm, tuna madidihang berkisar 25-120 cm dan 80-160 cm serta ikan kembung lelaki berkisar 16-25 cm dan 16-25 cm masing-masing untuk rumpon laut dangkal dan rumpon laut dalam. Distribusi ukuran ikan yang ditangkap pada rumpon laut dangkal dan rumpon dalam dari jenis ikan cakalang, ikan tongkol lisong dan tuna madidihang memiliki distribusi ukuran lebih besar pada rumpon laut dalam, sedangkan ikan kembung lelaki baik pada rumpon dangkal dan dalam memiliki distribusi ukuran relatif sama.Kata kunci: komposisi jenis ikan, ukuran ikan, pancing ulur, rumpon dangkal dan dalam, Selat Makassar  ABSTRACT The objective of the  researcah is to analyze the species composition and size of fish caught at shallow and deep FAD at Makassar strait. In obtaining the data, the research is using survei method carried out for four months, starting April to July 2016 at Makassar strait. The data obtained was descriptively analyzed.  The research result presented that the number of fish caught at shallow FAD 568 fish (45.92%), consisted of skipjack tuna Katsuwonus pelamis (9.86%), Bullet tuna Auxis rochei (8.65%), Yellowfin Tuna Thunnus albacares (11.16%) and Indian Mackerel Rastrelliger kanagurta (16.25%). While 669 fish (54.08%) caught at deep FAD consisted of Katsuwonus pelamis (11.80%), and  Rastrelliger kanagurta (18.35%).The size spread of skipjack tuna (23-42 cm and 29-53 cm), Bullet Tuna (16.5-25.0 cm and 18.5-28.5 cm), Yellowfin Tuna (25-120 cm and 80-160 cm) and Indian mackerel (16-25 cm and 16-25 cm) for shallow and deep FAD respectively. The fish size distribution caught at shallow and deep FAD was skipjack tuna, whereas the  Auxis rochei rochei  and Thunnus albacares had bigger size distribution in deep sea FAD, while the  Rastrelliger kanagurta had relatively similar size distribution in shallow or deep sea FAD.     Key Words: Fish species composition, fish size, hand-line, shallow and deep sea FAD, Makassar Strait
      PubDate: 2018-12-01
      DOI: 10.29244/jmf.9.2.%p
      Issue No: Vol. 9, No. 2 (2018)
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 34.203.245.76
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-