Publisher: Bogor Agricultural University   (Total: 26 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 26 of 26 Journals sorted alphabetically
Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat     Open Access  
Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut     Open Access  
Buletin Ilmu Makanan Ternak     Open Access  
HAYATI J. of Biosciences     Open Access   (Followers: 2, SJR: 0.196, CiteScore: 1)
Indonesian J. of Business and Entrepreneurship     Open Access   (Followers: 1)
J. of Agroindustrial Technology     Open Access  
J. of Regional and Rural Development Planning     Open Access  
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian J. of Agronomy)     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Akuakultur Indonesia     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Fitopatologi Indonesia     Open Access  
Jurnal Gizi dan Pangan     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Hortikultura Indonesia     Open Access  
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis     Open Access  
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan     Open Access  
Jurnal Keteknikan Pertanian     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Manajemen & Agribisnis     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Manajemen Hutan Tropika     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia     Open Access  
Jurnal Penyuluhan     Open Access  
Marine Fisheries : J. of Marine Fisheries Technology and Management     Open Access   (Followers: 1)
Media Konservasi     Open Access   (Followers: 1)
Media Peternakan     Open Access  
Sodality : Jurnal Sosiologi Pedesaan     Open Access  
Tropical Animal Science J.     Open Access   (Followers: 3)
Similar Journals
Journal Cover
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2303-2111 - ISSN (Online) 2354-886X
Published by Bogor Agricultural University Homepage  [26 journals]
  • Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Hidrolisat Protein Hasil Fermentasi
           Telur Ikan Cakalang

    • Authors: Rifki Prayoga Aditia, Desniar Desniar, Wini Trilaksani
      Pages: 1 - 12
      Abstract: Telur ikan cakalang sebagai hasil samping pengolahan ikan asap potensial dimanfaatkan sebagai hidrolisat protein. Hidrolisis menggunakan fermentasi bakteri diharapkan menghasilkan peptida bioaktif yang bersifat antioksidan dan antibakteri pada hidrolisat protein telur ikan cakalang. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan dan antibakteri dari hidrolisat protein hasil fermentasi telur ikan cakalang. Penelitian dilakukan secara deskriptif. Pembuatan hidrolisat protein menggunakan 3 perlakuan fermentasi yaitu fermentasi spontan (FS), fermentasi menggunakan starter tunggal L. plantarum SK 5 (FL) dan fermentasi menggunakan bakteri endogenous serta ditambah bakteri L. plantarum SK 5 (FSL). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa total BAL (bakteri asam laktat) perlakuan FS meningkat hingga jam ke-48 fermentasi lalu menurun hingga akhir fermentasi. Perubahan total BAL yang cenderung statis terjadi pada perlakuan FSL, sedangkan pada perlakuan FL terjadi penurunan hingga jam ke-48 lalu cenderung statis hingga akhir fermentasi. Total mikroba aerob pada perlakuan FS dan FSL mengalami penurunan hingga jam ke-48 fermentasi, sedangkan pada perlakuan FL total mikroba aerob dari awal hingga akhir fermentasi terhitung sama dengan total BAL. Nilai absorbansi pengujian
      asam amino bebas pada perlakuan FS meningkat paling tinggi selama fermentasi. Aktivitas antioksidan dari hidrolisat protein perlakuan FS dan FSL mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu fermentasi, sedangkan aktivitas antioksidan pada perlakuan FL tidak mengalami peningkatan setelah
      fermentasi. Aktivitas antibakteri tertinggi terjadi pada hidrolisat protein perlakuan FL pada konsentrasi 0,5 mg/μL dengan lama waktu fermentasi 48 jam. Zona hambat yang terbentuk tergolong sedang.
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21256
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Komposisi Kimia Rumput Laut (Caulerpa lentillifera) dari Perairan Kei
           Maluku dengan Metode Pengeringan Berbeda

    • Authors: Alfonsina Marthina Tapotubun
      Pages: 13 - 23
      Abstract: Caulerpa lentillifera merupakan salah satu rumput laut khas Maluku khususnya Kepulauan Kei, yang disediakan langsung oleh alam dengan populasi yang cukup padat dan dapat ditemukan sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi kimia anggur laut Caulerpa lentillifera dari Perairan Kepulauan Kei Maluku dengan metode pengeringan yang berbeda. C. lentillifera dikeringkan dengan metode pengeringan sinar matahari langsung selama 3 hari dan pengeringan tidak langsung (keringangin) selama 7 hari. Penelitian menggunakan analisis deskriptif, meliputi analisis komposisi kimia dan total mineral. Kadar air C. lentillifera berkisar 8,82-19,22%, protein 5,63-7,55%, abu 40,66-41,83%, lemak 0,88-0,99%, karbohidrat 29,82-37,76% dan serat kasar 23,02-24,14%. Pengeringan tidak langsung (keringangin) menghasilkan C. lentillifera kering dengan komposisi kimia dan serat yang cenderung lebih tinggi, dibandingkan pengeringan sinar matahari langsung. Keunggulan komposisi kimia C. lentillifera kering dari perairan Kei Maluku adalah kandungan mineral, protein, karbohidrat dan serat kasar yang tinggi, tetapi
      kadar lemak rendah sehingga dapat dikembangkan sebagai makanan fungsional.
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21257
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Karakteristik Eksopolisakarida Mikroalga Porphyridium cruentum yang
           Berpotensi untuk Produksi Bioetanol

    • Authors: Alwahidul Mubarok, Iriani Setyaningsih, Uju Uju
      Pages: 24 - 34
      Abstract: Porphyridium cruentum merupakan salah satu mikroalga yang memiliki kandungan polisakarida yang tinggi dan mampu menghasilkan polisakarida ekstraseluler dengan jumlah mencapai 19,7 g/L. Mikroalga tidak mengandung lignin sebagai pelindung dinding selnya, sehinggaberpotensi sebagai bahan produksi bioetanol. Kendala yang dihadapi untuk mendapatkan eksopolisakarida P. cruentum yaitu pada tahap pemanenan, pemisahan eksopolisakarida dari media kultivasi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan metode pemanenan eksopolisakarida P. cruentum dengan bahan presipitasi yang berbeda untuk mendapatkan metode alternatif yang lebih baik, serta menentukan metode hidrolisis terbaik untuk menghasilkan gula tertinggi. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap terdiri dari kultivasi mikroalga, pemanenan dan karakterisasi, serta hidrolisis eksopolisakarida. Metode kultur menggunakan perlakuan fotoperiod 12 jam gelap 12 jam terang. Kultur P. Cruentum dipresipitasi dengan etanol 96% perbandingan 1:0,75 (v/v) dan KOH 5% perbandingan 1:1,5 (v/v). Polisakarida dihidrolisis dengan HCl 2 N dan akuades (suhu 100oC, selama 3 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air eksopolisakarida presipitasi
      dengan etanol 96% yaitu 12,70%, abu 59,68%, viskositas 76,8 Cp, rendemen 1,4 g/L dan eksopolisakarida hasil presipitasi dengan dan KOH 5% dengan kadar air 5,28%, abu 78,61% viskositas 134,4 cP, rendemen 6,1 g/L. Monosakarida yang terdeteksi adalah fruktosa. Hidrolisis menggunakan HCl 2 N, suhu 100°C selama 3 hari merupakan metode hidrolisis eksopolisakarida terbaik dengan kadar gula total tertinggi yaitu 24,31%.
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21258
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daging Kerang Bakau (Geloina coaxans) dari
           Kawasan Mangrove Tarakan terhadap Vibrio parahaemolyticus

    • Authors: Encik Weliyadi, Awaludin Awaludin, Imra Imra, Diana Maulianawati
      Pages: 35 - 41
      Abstract: Kerang Bakau (Geloina coaxans) merupakan salah satu jenis gastropoda yang diduga memiliki komponen bioaktif yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi potensi kerang bakau (G. coaxans) sebagai sumber bahan alami antibakteri terhadap Vibrio parahaemolyticus. Aktivitas antibakteri ekstrak G. coaxans di uji dengan metode difusi pada konsentrasi 10, 50 dan 100 mg/mL, serta identifikasi senyawa aktif. Hasil penelitian menunjukan rendemen ekstrak etanol G. coaxans yaitu 8,50%, senyawa fitokomia ekstrak etanol G. coaxans terdiri dar alkaloid, tanin, flavonoids, saponin, triterpenoid dan steroid. Aktivitas antibakteri menunjukkan ekstrak etanol G. coaxans memiliki zona hambat sebesar 25,05 pada konsentrasi 100 mg/mL terhadap V. parahaemolyticus.
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21259
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Pengasapan Ikan Kembung menggunakan Asap Cair dari Kayu Karet Hasil
           Redestilasi

    • Authors: Erdi Suroso, Tanto Pratondo Utomo, Sri Hidayati, Astri Nuraini
      Pages: 42 - 53
      Abstract: Asap cair dari kayu karet dapat digunakan sebagai bahan pengawet ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) karena mengandung senyawa fenol dan asam organik yang bersifat sebagai senyawa anti bakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi asap cair kayu karet redestilasi dan lama perendaman ikan terbaik pada pengasapan ikan kembung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK Faktorial) dengan perlakuan konesntrasi asap cair (10, 15 dan 20%) dan lama perendaman (10, 15 dan 20 menit). Analisis yang dilakukan meliputi angka lempeng total, kadar air dan organoleptik. Hasil terbaik yaitu menggunakan konsentrasi asap cair kayu karet redestilasi 10% dan lama perendaman ikan selama 15 menit dengan nilai angka lempeng total 4,4×103 CFU/g pada hari ke-0 dan 4,7×104 CFU/g pada hari ke-6, kadar air di bawah 60% selama penyimpanan, dan sifat organoleptik berupa skor aroma 4,48 (netral)dan skor penerimaan keseluruhan 4,51 (netral).
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21261
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Konversi Ikan Asin Menjadi Nugget Berserat Pangan dengan Mencampurkan
           Ampas Tahu dan Beberapa Jenis Binder

    • Authors: Hardoko Hardoko, Bambang Budi Sasmito, Yunita Eka Puspitasari, Nyimas Lilyani
      Pages: 54 - 67
      Abstract: Ikan asin merupakan produk tradisional yang tingkat konsumsi dan popularitasnya menurun, sehingga perlu dikembangkan menjadi produk pangan fungsional dengan memanfaatkan sumber serat yang kurang termanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan konsentrasi bahan pengikat pada pembuatan nugget ikan asin berserat pangan dengan memanfaatkan ampas tahu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan faktor pertama adalah perbedaan jenis tepung sebagai binder (tepung maizena, tepung tapiokadan tepung terigu) dan faktor kedua adalahkonsentrasi tepung (10%, 20%, 30%) terhadap berat daging ikan dan ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tepung tidak berpengaruh terhadap karakteristik fisik dan organoleptik nugget, tetapi interaksi antara jenis dan konsentrasi tepung berpengaruh pada rendemen, tekstur, kadar air dan tingkat kesukaan nugget ikan asin. Tepung maizena, tepung tapioka maupun tepung terigu dapat digunakan sebagai bahan pengikat nugget. Nugget ikan asin terpilih adalah nugget dengan bahan pengikat tepung tapioka konsentrasi 30%. dengan nilai tekstur 14,30 Newton (secara organoleptik agak empuk), kadar air 27,48%, kadar protein 6,88%, kadar lemak 5,84%, kadar abu 2,31%, serat pangan 9,30%, karakteristik organoleptik agak berrasa asin dengan aroma ikan asin dan secara keseluruhan disukaii panelis.
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21262
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Aktivitas Antibakteri dari Beberapa Tingkatan Mutu Terasi Udang Rebon

    • Authors: Romadhon Romadhon, Laras Rianingsih, Apri Dwi Anggo
      Pages: 68 - 77
      Abstract: Terasi merupakan produk fermentasi ikan atau udang berbentuk pasta padat yang diolah secara tradisional. Bakteri asam laktat dapat diisolasi dari produk terasi dan menghasilkan senyawa antibakteri yaitu bakteriosin. Bakteriosin sebagai pengawet makanan memiliki kelebihan antara lain: dapat mengalami degradasi oleh enzim proteolitik dalam pencernaan manusia sehingga tidak membahayakan untuk kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi kimia dan aktivitas antibakteri bakteriosin asam laktat yang diisolasi dari bebrapa tingkatan mutu terasi rebon. Analisis menggunakan terasi grade 1, grade 2, grade 3, yang ditentukan oleh perbandingan rebon dan bahan tambahan pada proses pembuatannya. Hasil isolasi bakteri asam laktat diperoleh 549 isolat sedangkan isolat BAL yang menghasilkan bakteriosin diperoleh 18 isolat. Bakteriosin dari BAL yang diisolasi dari terasi dapat menghambat ketiga jenis bakteri patogen dan pembusuk yaitu Eschericia coli, Vibrio parahaemiliticus, dan Staphylococcus aureus. Bakteriosin dari isolat BAL yang dapat menghambat bakteri patogen dan pembusuk yang terbaik yaitu terasi grade 1. Kualitas terasi terbaik pada grade 1 dengan kadar protein 42,78±1,28a, lemak 5,33±0,53a, asam glutamat 40,50±0,06a.
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21263
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Fortifikasi Tinta Cumi-Cumi pada Cup Cake terhadap Tingkat Kesukaan

    • Authors: Nielam Vioni, Evi Liviawaty, Iis Rostini, Eddy Afrianto, Nia Kurniawati
      Pages: 78 - 85
      Abstract: Cumi-cumi memiliki kantung tinta yang mengandung melanin dalam bentuk melanoprotein, asam glutamat dan asam aspartat yang memberikan rasa sedap dan gurih. Tinta cumi digunakan sebagai pewarna hitam alami dan termasuk limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan persentase fortifikasi tinta cumi-cumi pada cup cake berdasarkan tingkat kesukaan panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 5 perlakuan penambahan tinta cumi-cumi (0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%) berdasarkan berat tepung terigu. Parameter yang diamati dalam penelitian adalah rendemen tinta cumi-cumi, tingkat kesukaan (uji hedonik) terhadap karakteristik kenampakan, aroma, tekstur dan rasa cup cake, kadar air, abu, protein dan lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan penambahan tinta cumi-cumi masih disukai. Perlakuan penambahan tinta cumi-cumi 1,5% merupakan perlakuan yang lebih disukai panelis dibandingkan perlakuan lainnya, dengan karakteristik kenampakan 6,4±1,73, aroma 7,3±1,49, tekstur 7,3±2,08 (disukai), rasa 8,4±1,47 (sangat disukai) dan nilai serta dengan kadar air 32,77%; abu 1,76%, protein 11,74% dan lemak 18,20%
      PubDate: 2018-05-03
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21264
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Sifat Sensoris, Kimia dan Warna, Ronto pada Konsentrasi Garam dan Nasi
           yang Berbeda

    • Authors: Nooryantini Soetikno, Susana Ristiarini, Rita Khairina
      Pages: 85 - 91
      Abstract: Ronto adalah produk fermentasi udang tradisional yang populer di pesisir pantai Kalimantan Selatan, terbuat dari campuran rebon (Acetes sp.), garam dan nasi yang difermentasi selama 2 minggu pada suhu kamar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh garam dan nasi terhadap sifat sensoris, kimia dan warna ronto. Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap faktorial (RALF), faktor pertama adalah konsentrasi garam (10, 11 dan 12%), faktor kedua adalah konsentrasi nasi (20 dan 30%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian garam dan nasi berpengaruh terhadap kualitas sensoris, kimia, dan warna ronto. Perlakuan terbaik adalah penambahan  garam 12% dan nasi 20% dengan nilai sensoris warna 4,93, aroma 4,97, tekstur 3,97 dan kenampakan 4,57. Nilai pH 5,2, total asam 25,30 mg/g, TVB 94,14 mg N/100 gram dan Aw 0,89, warna ronto adalah L* = 44,36, a* = 11,89, dan b*= 8,45.
      PubDate: 2018-04-25
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21451
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Sifat Fisiko-Kimia Semi Refined Carrageenan dari Kota Ambon dan Kabupaten
           Maluku Tenggara Barat

    • Authors: Raja Bonan Dolok Sormin, Dwight Soukotta, Agustina Risambessy, Stenly Jacobus Ferdinandus
      Pages: 92 - 98
      Abstract: Rumput laut (seaweed) atau alga merupakan bagian terbesar dari tanaman laut dan  komoditi ekspor yang potensial untuk dikembangkan. Indonesia memiliki lima jenis rumput laut yang bernilai ekonomis
      tinggi sebagai komoditi ekspor dan juga dikonsumsi domestik yaitu Eucheuma sp., Glacillaria sp., Gelidium sp., Sargassum sp. dan Hypnea sp. E. cottoni dan E. spinosum merupakan spesies alga merah penghasil karaginan dan andalan eksport Indonesia.  Rumput laut jenis ini banyak dibudidayakan di Propinsi Maluku khususnya di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sifat fisiko-kimia semi refined carrageenan (SRC) E. cottonii yang berasal dari Desa Waiheru, Kota Ambon dan Desa Lermatang, Kabupaten Maluku Tenggara Barat.  Metode penelitian adalah deskriptif.  Analisis meliputi  perhitungan  rendemen, fiskositas, kekutan gel, kadar air, abu dan sulfat. Hasil pengamatan sifat fisiko-kimia SRC dari desa Lermatang Kabupaten Maluku Tenggara Barat rendemen yaitu 26,8%, fiskositas 60,80 cP, kekutan gel 100 g/cm2, kadar air 15,79%, abu 21,24%, dan sulfat 13,27%, dan  SRC  dari desa  Waiheru Kota Ambon dengan rendemen 24,73%,  fiskositas 121,60 cP, kekuatan gel  700 g/cm
      2, kadar air 16,04 %, abu 15,26%, dan sulfat 12,34%.

      PubDate: 2018-04-25
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21453
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Produksi Pigmen dan Identifikasi Kapang Penghasilnya Menggunakan
           Pendekatan DNA Barcoding

    • Authors: Mada Triandala Sibero, Kustiariyah Tarman, Ocky Karna Radjasa, Agus Sabdono, Agus Trianto, Tiara Ulfa Bachtiarini
      Pages: 99 - 108
      Abstract: Kapang endofit laut diketahui sebagai sumber berbagai senyawa bioaktif yang berguna bagi kesehatan. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya membuktikan bahwa kapang endofit isolat RS3 asal tanaman pesisir Hydnophytum formicarum asal Sorong menghasilkan pigmen hitam dengan potensi sebagai fotoprotektor namun pada penelitian tersebut tidak memiliki data mengenai produksi pigmen serta identifikasi kapang penghasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produksi pigmen hitam asal kapang RS3 dan identifikasi kapang RS3 melalui pendekatan DNA barcoding. Kapang RS3 dikultivasi selama 30 hari menggunakan sistem statis dan sistem shaking. DNA barcoding pada identifikasi kapang
      RS3 menggunakan primer universal ITS1 dan ITS4 untuk mengamplifikasi wilayah internal transcribed spacer (ITS) yang menjadi conserve region pada kingdom fungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapang RS3 yang dikultivasi menggunakan sistem shaking mulai memproduksi pigmen pada hari-6 dan mencapai produksi tertinggi pada hari ke-18 (2,42±0,03 mg/L) sedangkan pada kultivasi sistem statis rendemen pigmen terbesar dihasilkan pada hari ke-30 (2,88±0,21 mg/L). Berdasarkan hasil analsis ITS rDNA diketahui bahwa kapang endofit RS3 memiliki 99% kemiripan dengan Annulohypoxylon stygium. Kapang ini telah didaftarkan di GeneBank denga nomer akses  MG605083.1.


      PubDate: 2018-04-25
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21454
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Karakteristik Sediaan Garam Ulva lactuca dari Perairan Sekotong Nusa
           Tenggara Barat bagi Pasien Hipertensi

    • Authors: Nurjanah Nurjanah, Asadatun Abdullah, Chairun Nufus
      Pages: 109 - 117
      Abstract: Rumput laut hijau menghasilkan berbagai senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang industri farmaseutika, biomedika dan nutraseutika.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dan aktivitas antioksidan garam rumput laut hijau sebagai sediaan garam bagi pasien hipertensi.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan suhu (40,55 dan 70°C) dan waktu (10 dan 30 menit) pembuatan garamdengan ulangansebanyak 3 kali.Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah:aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, FRAP dan CUPRAC, kandungan mineral, kadar NaCl, rendemen dan residu logam berat. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara waktu dan suhu tidak memberikan pengaruh nyata pada taraf(p<0,05) terhadap rendemen garam rumput laut, namun berpengaruh nyata pada rasio Na:K dan kadar NaCl. Residu logam berat pada bahan baku dapat diturunkan lebih dari 95%. Aktivitas antioksidangaram rumput laut dengan metode FRAP 122,50-130,69 µmol troloks/g dan CUPRAC20,12-26,09 µmol troloks/g.Garam rumput laut terbaik sebagai sediaan garam antihipertensi adalah perlakuan suhu 40°C waktu 10 menit dengan rasio Na:K 2,95.


      PubDate: 2018-04-25
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21455
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Efek Penambahan Suspensi Nanokitosan pada Edible Coating terhadap
           Aktivitas Antibakteri

    • Authors: Emma Rochima, Elisah Fiyanih, Eddy Afrianto, I Made Joni, Ujang Subhan, Camellia Panatarani
      Pages: 127 - 136
      Abstract: Edible coating atau edible film didefinisikan sebagai lapisan tipis yang dapat dikonsumsi dan berfungsi melindungi makanan dari kerusakan akibat kelembaban, oksigen, dan perpindahan zat terlarut. Komponen penyusun edible coating dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu hidrokoloid, lipid dan komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan edible coating berbasis karaginan-pati termodifikasi dengan penambahan suspensi nanokitosan hasil proses beads-milling sebagai bahan antibakteri dan aplikasinya pada buah strowberi. Suspensi edible dibuat dengan mengkombinasikan karaginan jenis kappa dengan pati termodifikasi dan penambahan larutan nanokitosan sebesar 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% (v/v). Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode zona hambat dan efek dari penggunaan edible coating ditentukan melalui susut bobot buah strawberry. Karakteristik edible coating yaitu ketebalan dan tingkat transparansi diukur dengan cara mencetak edible pada plat plastik sehingga membentuk film. Penambahan suspensi nanokitosan 1% v/v pada larutan edible cukup efektif menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus,hal ini terbukti setelah satu minggu, susut bobot buah strowberi yang dipapar dengan E.coli 6,13% lebih kecil jika dibandingkan dengan S.aureus  sebesar 6,26%.  Suspensi edible memiliki
      ketebalan 0,065 mm dengan tingkat transparansi sebesar 82,56. sesuai standar Chroma Meter.
      PubDate: 2018-04-25
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21461
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Identifikasi Molekuler Bakteri Endofit Mangrove Rizhopora mucronata
           Penghasil Gelatinase (MMP2)

    • Authors: Happy Nursyam, Asep Awaludin Prihanto
      Pages: 143 - 147
      Abstract: Gelatinase adalah salah satu jenis keberagaman dari kelompok protease. Enzim metallo-endopeptidase ekstraseluler atau metaloproteinase mampu menghidrolisis gelatin. Enzim gelatinase menghidrolisis gelatin menjadi hidrolisat gelatin. Penelitian ini bertujuan  mengisolasi bakteri endofit yang menghasilkan enzim gelatinase yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan industri. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu pengambilan dan preparasi sampel, skrinning gelatinase, seleksi strain potensial penghasil enzim gelatinase, dan analisis spesies menggunakan sekuensing 16S rDNA spesies bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dari bagian daun mangrove menunjukkan aktivitas enzim gelatinase yang tinggi dengan kode isolat CL-h4. Analisis sekuen 16S rDNA menunjukkan isolat memiliki kemiripan dengan Enterobacter hormaechei N6. Pohon filogenetik menunjukkan bakteri Enterobacter sp. UB-R** berada pada satu cabang maupun node (genus) yang sama dengan bakteri Enterobacter sp. dengan nilai boostrap sebesar
      0,6. Mikroorganisme endofit mangrove penghasil enzim gelatinase (MMP2) dari daun mangrove Rizhopora mucronata adalah strain baru Enterobacter sp. UB-R.
      PubDate: 2018-04-28
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21537
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Penyimpanan Ikan Mas Hidup Menggunakan Media Sekam Padi yang Didinginkan

    • Authors: Melani Manurung, I Ketut Suwetja, Hens Onibala, Feny Mentang, Roike Iwan Montolalu
      Pages: 148 - 155
      Abstract: Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu komoditas perairan tawar yang cukup berkembang di daerah Sulawesi Utara, serta memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan, oleh karena itu perlu mendapat dukungan berupa teknologi penanganan transportasi yang ekonomis, efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kelangsungan hidup ikan mas pada penanganan dan penyimpanan pasca panen, penyimpanan dilakukan selama 2, 3, 4, 5 dan 6 jam. Parameter yang dianalisis pada penelitian ini terdiri dari penentuan tingkat kelangsungan hidup, pengukuran indeks rigor dan nilai  total volatile base nitrogen (TVBN). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan
      dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan kelangsungan hidup ikan mas pada penyimpanan 2 jam yaitu 100%, 3 jam 100%, 4 jam 81,25%, 5 jam 68,75% dan 6 jam 25,00%. Waktu penyimpanan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap waktu perubahan memasuki fase fullrigor, tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap waktu memasuki fase fullrigor dan postrigor autolisis. Ikan yang disimpan selama 6 jam mengalami 3 kondisi, yaitu ikan kondisi hidup, ikan kondisi mati lemas, dan ikan kondisi mati kaku.


      PubDate: 2018-04-28
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21538
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Depolimerisasi Karaginan Murni dengan Hidrogen Peroksida dan Akselerasi
           Gelombang Ultrasonik

    • Authors: Uju Uju, Joko Santoso, Ianaegea Randioko Hans Raprap
      Pages: 156 - 166
      Abstract: Karaginan dengan bobot molekul lebih dari 100 kDa memiliki tingkat kelarutan yang kecil. Karaginan berbobot molekul rendah dapat diperoleh melalui depolimerisasi secara kimia, fisika, enzimatis dan radiasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi terbaik (H2O2) dan suhu ultrasonikasi untuk membuat karaginan berbobot molekul rendah dari karaginan murni, serta membandingkan karakteristik perlakuan terpilih dengan kontrol dan karaginan murni. Konsentrasi H2O2 yang digunakan untuk depolimerisasi adalah 2%, 4% atau 6% (b/v) dan suhu ultrasonikasi adalah 40°C atau 60ºC. Penggunaan konsentrasi dan suhu ultrasonikasi berpengaruh terhadap karakteristik deplimerisasi karaginan munrni yang dihasilkan. Perlakuan terpilih diperoleh dari karaginan yang di-depolimerisasi dengan H2O2 6% dan suhu ultrasonikasi 60ºC dengan hasil rendemen sebesar 78,83±0,79%; viskositas sebesar 1,75±0,10 cP dan bobot molekul sebesar 4,47±2,88 kDa. Perlakuan ini menghasilkan karaginan depolimerisasi dengan gugus fungsional yang sangat berbeda dengan perlakuan lainnya yang menunjukkan proses depolimerisasi telah
      terjadi.


      PubDate: 2018-04-28
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21540
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Eksplorasi Senyawa Bioaktif Alga Cokelat Sargassum sp. Agardh sebagai
           Antioksidan dari Pesisir Barat Aceh

    • Authors: Mohamad Gazali, Nurjanah Nurjanah, Neviaty P. Zamani
      Pages: 167 - 178
      Abstract: Alga cokelat merupakan salah satu jenis makroalga laut yang mendominasi kawasan pesisir Barat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi senyawa bioaktif alga cokelat Sargassum sp. sebagai sumber antioksidan. Penelitian dilakukan secara deskriptif. Pengujian terdiri dari analisis proksimat, senyawa aktif, total fenol, aktivitas antioksidan metode DPPH dan perhitungan rendemen ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan komposisi kimia yang paling dominan terdiri dari kadar abu 52,74% dan kadar karbohidrat 23,77%. Rendemen ekstrak Sargasuum sp. dengan pelarut etanol  0,565%, etil asetat 0,420% dan n-heksan 0,265%. Kadar total fenol etanol ektrak 563,22 mg GAE/g, etil asetat ekstrak 13,48 mg GAE/g, n-heksan ekstrak 30,610 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan etanol ekstrak dengan IC50 = 239,51mg/L, etil asetat ekstrak 68,89 mg/L dan n-heksan ekstrak 148.16 mg/L. Ekstrak Sargassum sp. terdeteksi mengandung fenol, alkaloid dan triterpenoid.


      PubDate: 2018-04-28
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21543
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2018)
       
  • Prospek Pengembangan Industri Kreatif Kulit Pari sebagai Pilot Project
           Usaha Kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta

    • Authors: Meida Rositasari, Latif Sahubawa, Siti Ari Budhiyanti
      Pages: 118 - 126
      Abstract: Industri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi.  Manajemen rantai pasok adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerjasama untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Penelitian bertujuan untuk mengkaji prospek pengembangan industri kreatif kulit pari di DIY sebagai pilot project usaha kecil di Indonesia.Metode pengumpulan data yang dipakai adalah observasi lapangan, wawancara dan kuesioner. Obyek penelitian adalah En’t Stingray Product, Fanri Collection dan Pari Radja. Data hasil penelitian diolah dan dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif, selanjutnya digeneralisasisecara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
      bahan baku kulit pari tersamak 75% berasal dari supplier di Yogyakarta dan tersedia secara kontinu. Sarana dan prasarana usaha pengolahan produk cukup memadai. Produk yang dihasilkan berupa dompet pria dan
      wanita, gantungan kunci, tas, ikat pinggang dan gelang. Jaringan pemasaran produk kulit pari En’t Stingray Product di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Fanri Collection di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pari
      Radja di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang dan Amerika. Kelembagaan rantai pasok produk kulit terdiri dari supplier kulit segar, supplier kulit tersamak, pengrajin, reseller, konsumen. Berdasarkan hasil
      analisis kelayakan finansial, diketahui bahwa NPV En’t Stingray Product yaitu Rp 75.312;Fanri Collection Rp 2.498.023; Pari RadjaRp 4.715.503 lebih besar dari nol. Prospek pengembangan industri produk kulit pari
      yang mencakup rantai pasok dan kelayakan usaha memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan dan keberlanjutan usaha.


      PubDate: 2017-04-25
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21460
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2017)
       
  • Karakteristik Ekstrak Protein Ikan Gabus Berdasarkan Ukuran Berat Ikan
           Asal DAS Mahakam Kalimantan Timur

    • Authors: Andi Noor Asikin, Indrati Kusumaningrum
      Pages: 137 - 142
      Abstract: Ikan gabus dikenal sebagai ikan yang mengandung albumin dan bermanfaat dalam bidang kesehatan misalnya penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai rendemen, edible portion,
      kadar proksimat dan kadar albumin ikan gabus berdasarkan ukuran berat ikan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan tiga kelompok ukuran berat ikan gabus, yaitu ukuran kecil (<600 g), sedang (600-900 g) dan besar (>900 g). Ekstraksi albumin menggunakan pelarut HCl 0,1 M dengan rasio pelarut dan daging yang
      digunakan adalah 1:1(b/v), dengan pemanasan selama 15 menit pada suhu 60oC. Analisis yang diuji meliputi rendemen, edible portion, kadar air, abu, protein, lemak dan albumin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
      rendemen berkisar 2,50-2,93% dan edible portion ikan gabus  49,87-54,73%. Kadar air 11,72-12,48%, abu 21,83-22,62%, protein 59,24-63,59%, lemak 1,20-1,91% dan  albumin 14,23-17,85%.


      PubDate: 2017-04-25
      DOI: 10.17844/jphpi.v21i1.21462
      Issue No: Vol. 21, No. 1 (2017)
       
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
 


Your IP address: 3.85.214.125
 
Home (Search)
API
About JournalTOCs
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-