for Journals by Title or ISSN
for Articles by Keywords
help

Publisher: Universitas Negeri Semarang   (Total: 76 journals)   [Sort by number of followers]

Showing 1 - 76 of 76 Journals sorted alphabetically
Accounting Analysis J.     Open Access   (Followers: 8)
ACTIVE : J. of Physical Education, Sport, Health and Recreation     Open Access   (Followers: 18)
BELIA : Early Childhood Education Papers     Open Access   (Followers: 8)
Biosaintifika : J. of Biology & Biology Education     Open Access   (Followers: 7)
Catharsis : J. of Arts Education     Open Access  
Chemistry in Education     Open Access   (Followers: 9)
Chi'e : J. of Japanese Learning and Teaching     Open Access   (Followers: 3)
Dinamika Pendidikan     Open Access  
Economic Education Analysis J.     Open Access  
Economics Development Analysis J.     Open Access   (Followers: 4)
Edu Elektrika J.     Open Access   (Followers: 1)
Edukasi     Open Access  
ELT Forum : J. of English Language Teaching     Open Access   (Followers: 10)
English Education J.     Open Access   (Followers: 1)
Forum Ilmu Sosial     Open Access  
Geo-Image     Open Access  
Harmonia     Open Access  
Imajinasi : Jurnal Seni     Open Access  
Indonesian J. of Chemical Science     Open Access   (Followers: 1)
Indonesian J. of Conservation     Open Access  
Indonesian J. of Curriculum and Educational Technology Studies     Open Access  
Indonesian J. of Early Childhood Education Studies     Open Access   (Followers: 2)
Indonesian J. of Guidance and Counseling     Open Access  
Indonesian J. of History Education     Open Access   (Followers: 1)
Innovative J. of Curriculum and Educational Technology     Open Access   (Followers: 2)
Intl. J. of Active Learning     Open Access  
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah     Open Access  
J. of Economic Education     Open Access  
J. of Educational Development     Open Access   (Followers: 4)
J. of Educational Social Studies     Open Access   (Followers: 9)
J. of Edugeography     Open Access   (Followers: 2)
J. of Indonesian History     Open Access   (Followers: 3)
J. of Innovative Science Education     Open Access  
J. of Nonformal Education     Open Access   (Followers: 1)
J. of Physical Education and Sports     Open Access   (Followers: 6)
J. of Physical Education Health and Sport     Open Access   (Followers: 1)
J. of Primary Education     Open Access   (Followers: 13)
J. of Sport Sciences and Fitness     Open Access   (Followers: 12)
JEJAK : Jurnal Ekonomi dan Kebijakan     Open Access   (Followers: 1)
Joyful Learning J.     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal Abdimas     Open Access  
Jurnal Bahan Alam Terbarukan     Open Access  
Jurnal Bimbingan Konseling     Open Access   (Followers: 4)
Jurnal Dinamika Manajemen     Open Access  
Jurnal Fisika     Open Access  
Jurnal Geografi     Open Access  
Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia     Open Access   (Followers: 5)
Jurnal Kesehatan Masyarakat     Open Access   (Followers: 5)
Jurnal Komunitas     Open Access   (Followers: 1)
Jurnal MIPA     Open Access   (Followers: 3)
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia     Open Access   (Followers: 4)
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia (Indonesian J. of Physics Education)     Open Access   (Followers: 2)
Jurnal Pendidikan IPA Indonesia     Open Access   (Followers: 2, SJR: 0.206, CiteScore: 1)
Jurnal Sastra Indonesia     Open Access  
Jurnal Teknik Elektro     Open Access  
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan     Open Access   (Followers: 1)
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif     Open Access   (Followers: 5)
Language Circle : J. of Language and Literature     Open Access   (Followers: 2)
Lisanul' Arab : J. of Arabic Learning and Teaching     Open Access   (Followers: 1)
Management Analysis J.     Open Access  
Pandecta : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum     Open Access   (Followers: 1)
Public Health Perspective J.     Open Access  
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi     Open Access  
Scientific J. of Informatics     Open Access   (Followers: 1)
Seloka : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia     Open Access   (Followers: 5)
Solidarity : J. of Education, Society and Culture     Open Access  
Unnes J. of Biology Education     Open Access   (Followers: 1)
Unnes J. of Mathematics     Open Access   (Followers: 3)
Unnes J. of Mathematics Education     Open Access   (Followers: 5)
Unnes J. of Mathematics Education Research     Open Access   (Followers: 9)
Unnes J. of Public Health     Open Access  
Unnes Law J.     Open Access   (Followers: 1)
Unnes Physics Education J.     Open Access   (Followers: 4)
Unnes Physics J.     Open Access   (Followers: 1)
Unnes Science Education J.     Open Access  
Wacana : Jurnal Sosial dan Humaniora     Open Access  
Journal Cover
Public Health Perspective Journal
Number of Followers: 0  

  This is an Open Access Journal Open Access journal
ISSN (Print) 2528-5998 - ISSN (Online) 2540-7945
Published by Universitas Negeri Semarang Homepage  [76 journals]
  • Pola Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik dan Faktor Keturunan Terhadap
           Kejadian Obesitas (Studi Kasus pada Siswa SD Negeri 01 Tonjong Kecamatan
           Tonjong Kebupaten Brebes)

    • Authors: Prita Swandari, Oktia Woro Kasmini Handayani, Siti Baitul Mukarromah
      Abstract: Dalam siklus hidup manusia terdapat masa-masa yang sangat rentan terhadap kondisi status gizinya. Secara umum dipahami bahwa gizi yang paling baik untuk bayi adalah Air Susu Ibu (ASI). Bayi 6 bulan dianjurkan unuk diberikan ASI saja tanpa ditambah makanan pendamping apapun. Pemberian MP-ASI kurang tepat akan menyebabkan status gizi kurang,status gizi buruk dan status gizi lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan karakteristik ibu dalam pemberian MPASI dini terhadap status gizi balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Umbulharjo 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang berusia 6-24 bulan yang berada di Puskesmas Umbulharjo I yang mendapatkan MP ASI dini yaitu 394 anak. Sampel berjumlah 80 anak. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan Chi-square, dan multivariat menggunakan uji Regressi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan Ibu  p-value sebesar 0,004 <α (0,05), status pekerjaan Ibu p-value sebesar 0,000 <α (0,05), pendapatan keluarga p-value sebesar 0,001 <α (0,05) terhadap status gizi, dan tidak ada hubungan antara Umur Ibu terhadap status gizi p-value sebesar 0,778 >α (0,05). Hasil regresi logistik pekerjaan ibu merupakan variable paling dominan mempengaruhi Ibu dalam pemberian MPASI terhadap status gizi anak p-values sebesar 0,000 <α (0,05). Pemberian MPASI dini akan meningkatkan resiko balita dengan gizi kurang. Memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang memiliki balita tentang pentingnya peran orang tua dalam pemberian MP ASI secara tepat adalah solusi untuk meningkatkan angka pemberian ASI Eksklusif pada balita.In the human life cycle there are very vulnerable times to the state of nutritional status. It is generally understood that the best nutrition for babies is breast milk. Baby aged 6 months is recommended for breastfed alone without any complementary food. Inadequate provision of MP-ASI will result in malnutrition, underweight nutritional status and overweight nutritional status. The purpose of this study is to determine whether there is a correlation between mothers’ characteristics in the early preparation of MPASI and nutritional status of children aged 6-24 months in the Work Area of Umbulharjo PHC 1 Yogyakarta. This study had  a type of quantitative study with Cross Sectional approach. The populations in this study were all children aged 6-24 months in Umbulharjo I PHC who got early complementary food as many as 394 children. The samples were 80 children. The instrument used here was questionnaire. The data were analyzed by univariate, bivariate by using Chi-square, and multivariate by using Multiple Logistic Regression test. The study results showed that there was a significant correlation between mothers’ education with p-value of 0,004 < α (0,05), mothers’ employment status with p-value of 0,000 < α (0,05), family income with p-value of 0,001 <α (0.05) and nutritional status, and there was no correlation between maternal age and nutritional status with p-value of 0.778 > α (0.05). Result of logistic regression showed that mothers’ employment was the most dominant variable that affected the mothers in giving MP-ASI on nutritional status of children with p-value of 0.000 < α (0,05). Early MP-ASI would increase the risk of underweight under-five children. Providing counseling to mothers who have under-five children on the importance of parenting roles in the proper delivery of MP-ASI is a solution to increase exclusive breastfeeding rates among under-five children
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Keefektifan Pendidikan Kesehatan Oleh Tenaga Kesehatan dan ODHA Terhadap
           Pengetahuan HIV/AIDS Siswa SMA

    • Authors: Qomariyah Qomariyah, Budi Laksono, Dyah Rini Indriyanti
      Abstract: Para penderita AIDS dari tahun ke tahun semakin bertambah. SMA Semarang terletak sangat dekat dengan tempat lokalisasi Sunan Kuning Semarang sehingga memungkinkan timbulnya perilaku yang mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitar, serta belum adanya upaya yang maksimal untuk peningkatan mengetahuan HIV/AIDS di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan dan ODHA terhadap pengetahuan HIV/AIDS siswa SMA.  Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan penelitian Pretest-Postest with Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA yang berjumlah 206. Sampel sejumlah 66 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan tidak lebih berpengaruh dibandingkan dengan metode pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh ODHA. Saran yang diberikan kepada pihak sekolah adalah diharapkan dapat meningkatkan konseling, informasi dan edukasi pada remaja tentang kesehatan reproduksi khususnya mengenai HIV/AIDS.AIDS patients have increased year on year. SMA Semarang is located near the localization of Sunan Kuning Semarang thus enables to emergence   behaviors that are easily affected by the surrounding environment, and there isn’t maximum efforts to increase knowledge of HIV / AIDS among adolescents yet. The purpose of this study is to determine the effectiveness of health knowledge by health professional and people living with HIV toward high school student’s  knowledge of HIV / AIDS. This study was a Quasi Experiment which the design of study was Pretest-Posttest with Control Group. The population in this study were all high school students that were 206 student. The samples were  66 students. The result of this study indicated that health education by health professional are not more influential than the health education method performed by people living with HIV. Advice given to the school is the school should  increase counseling, information and education about reproductive health, especially concerning HIV / AIDS on adolescent.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Analisis Faktor Individu dan Faktor Penguat dengan Kepatuhan pada
           Kewaspadaan Universal di Layanan Kesehatan

    • Authors: Restiana Kartika M.H, Rr. Sri Ratna Rahayu
      Abstract: Kecelakaan kerja di layanan kesehatan yang disebabkan blood borne infection (HIV/AIDS, HBV, HVC) melalui luka tusuk jarum suntik pada petugas kesehatan meningkat. Studi menunjukkan bahwa kepatuhan pada penerapan kewaspadaan universal diantara petugas kesehatan untuk menghindari paparan mikroorganisme masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor individu dan faktor penguat yang berhubungan dengan kepatuhan kewaspadaan universal di layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat dan bidan pelaksana yang bekerja di RSUP Dr. Kariadi dan  RSUD Tugurejo. Teknik penetapan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling  yaitu 60 perawat dan bidan pelaksana di unit perawatan yang berisiko tinggi  di Instalasi Care Unit, Instalasi Gawat Darurat, Ruang Penyakit Dalam, Ruang Bersalin di RSUP Dr. Kariadi dan RSUD Tugurejo. Hasil penelitian menggunakan uji chi square terhadap 30 perawat dan bidan di RSUP Kariadi, bahwa faktor individu (pengetahuan, sikap, persepsi terhadap risiko, risk taking personality, efficacy of prevention) dan faktor penguat (pengalaman pajanan sebelumnya) tidak berhubungan dengan kepatuhan petugas kesehatan. Hasil penelitian terhadap 30 perawat dan bidan faktor individu (pengetahuan) berhubungan dengan kepatuhan petugas kesehatan di RSUD Tugurejo. Faktor penguat (pengalaman terhadap pajanan sebelumnya) tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan petugas kesehatan RSUD Tugurejo.Occupational accidents in health services caused by blood borne infections (HIV / AIDS, HBV, HVC) through injection needle injuries to health workers increased. Studies show that adherence to the application of universal precautions among health workers to avoid exposure to microorganisms is still low. The purpose of this study was to identify individual factors and reinforcing factors related to universal precautions in health services. This research use cross sectional study design. The study population was all nurses and midwives who worked in Dr. Kariadi and RSUD Tugurejo. Sample determination technique in this research use purposive sampling that is 60 nurses and midwife executor in high risk treatment unit in Installation Care Unit, Emergency Installation, Internal Disease Installation, Maternity Room at Dr. Kariadi and RSUD Tugurejo. The result of this research is chi square test to 30 nurses and midwives in RSUP Kariadi, that individual factor is not correlated significantly with the compliance of health officer in RSUP Dr. Kariadi. While the individual factors related to the compliance of health personnel in RSUD Tugurejo is only knowledge while the reinforcing factor that is experience of previous exposure has no significant relationship with the compliance of health officer in Dr. Kariadi and RSUD Tugurejo.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Analisis Pengaruh Fase Pengobatan, Tingkat Depresi dan Konsumsi Makanan
           Terhadap Status Gizi Penderita Tuberkulosis (TB) Paru Di Wilayah Kerja
           Puskesmas se-Kecamatan Genuk Kota Semarang

    • Authors: Nurjannah Nurjannah, I Made Sudana
      Abstract: Infeksi Mycobacterium tuberculosis dapat menyebabkan penurunan berat badan. Status gizi yang buruk meningkatkan resiko infeksi dan penyebaran penyakit tuberculosis (TB). Selain itu, seseorang yang telah didiagnosis dengan penyakit TB paru akan secara langsung maupun tidak langsung mengubah pola kesehariannya. Kenyataan harus mengonsumsi obat sepanjang hidupnya menyebabkan lama kelamaan sebagian dari  penderita TB Paru akan mengalami depresi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung fase pengobatan, tingkat depresi dan konsumsi makanan terhadap status gizi penderita TB paru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study serta menggunakan analisis jalur (Path Analysis). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien TB paru yang terdaftar sebagai pasien rawat jalan di Wilayah Kerja Puskesmas Se-Kecamatan Genuk sejumlah 46 orang, sedangkan sampelnya menggunakan sampel minimal sejumlah 30 orang yang tersebar di 2 puskesmas yaitu Puskesmas Bangetayu dan Puskesmas Ganuk. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan fase pengobatan berpengaruh langsung terhadap kadar hemoglobin sebesar 15,7% dan kadar albumin sebesar 34,9%, namun fase pengobatan tidak berpengaruh langsung terhadap IMT dan LILA. Tingkat depresi tidak berpengaruh langsung terhadap IMT, LILA, kadar albumin dan kadar hemoglobin. Konsumsi makanan berpengaruh secara langsung terhadap IMT sebesar 40,1%, LILA sebesar 29,6% dan kadar hemoglobin sebesar 23,3%, namun konsumsi makanan tidak berpengaruh secara langsung terhadap kadar albumin. Fase pengobatan berpengaruh secara tidak langsung terhadap kadar hemoglobin yaitu melalui konsumsi makanan sebesar 7%. Sehingga pengaruh total fase pengobatan, tingkat depresi dan konsumsi makanan terhadap IMT sebesar 40,1%, LILA sebesar 29,6%, kadar hemoglobin sebesar 46% dan kadar albumin sebesar 34,9%.Mycobacterium tuberculosis infections can cause weight loss. Poor nutritional status increases the risk of infection and spread of the disease tuberculosis (TB). In addition, someone who has been diagnosed with pulmonary TB disease will either directly or indirectly change the pattern of her everyday.  The fact should be taking drugs all his life cause he Pulmonary TB sufferers from some will experience depression. The purpose of this study was to analyze the effect of direct and indirect influences of the treatment phase, the level of depression and food consumption against pulmonary TB  sufferer nutritional status. This research uses a quantitative approach with approach Cross Sectional Study and using path analysis (Path Analysis). The population in this research is the entire pulmonary TB patients are registered as outpatients Clinics in the region all-Sub Genuk a number of  46 people, while the number of the samples use the sample at leasta number of 30 people scattered 2 clinics Bangetayu health centersand clinics, namely Ganuk. Sampling is done by accidental sampling techniques. The research results show the phases of the treatment effect directly against the levels of hemoglobin and albumin levels 15.7% of 34.9%, however the treatment phase has no effect directly against the IMT and LILA. The rate of depression has no effect directly against the IMT, LILA, the levels  of albumin and hemoglobin levels. Food consumption take effect directly against IMT amounting to 40.1%, LILA of 29.6% and hemoglobin levels of 23.3%, but do not affect food consumption directly against the levels of albumin. Phases of treatment effect in directly against the levels of hemoglobin that is through food  consumption amounted to 7%. So the influence of the total phase of the treatment, the level of depression and food consumption towards IMT of 40.1%, LILA of 29.6%, 46% of hemoglobin levels and albumin levels amounted to 34.9%.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Analisis Hubungan Sikap Perilaku Pengelolaan Sampah dengan Gejala Penyakit
           pada Masyarakat di TPI Kota Tegal

    • Authors: Vinka Aennie Widiastuti, Ari Yuniastuti
      Abstract: Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi awal yang menunjukan bahwa dampak pengelolaan sampah  yang buruk di TPI Kota Tegal bagi kesehatan masyarakat akan menyebabkan gejala penyakit Dermatitis 15%, ISPA 80% dan Diare 5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sikap dan perilaku pengelolaan sampah dengan gejala penyakit pada masyarakat yang berada di kawasan TPI Kota Tegal Tahun 2017. Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan desain penelitian survey analitik dan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang berada di kawasan TPI Kota Tegal yaitu sebanyak 27.143 orang. Sampel berjumlah 100 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan Dermatitis  p-value sebesar 0,005 <α (0,05). Sikap ISPA p-value sebesar 0,001 <α (0,05). Sikap Diare p-value sebesar 0,003 <α (0,05). Perilaku  Dermatitis p-value sebesar 0,001 <α (0,05). Perilaku  ISPA p-value sebesar 0,002 <α (0,05). Perilaku  Diare p-value sebesar 0,021 <α (0,05). Agar masyarakat yang bekerja di TPI Kota Tegal menggunakan alat  pelindung diri (APD), pemerintah mendukung serta memfasilitasi masnyarakat di TPI dalam mengelola sampah, memberdayakan tokoh masyarakat untuk membuat program pendaur ulangan sampah.The problems studied in this study came from the results of initial observations that show that the impact of poor waste management in TPI Tegal City for public health will cause symptoms of disease Dermatitis 15%, ISPA 80% and Diarrhea 5%. The purpose of this research is to know the correlation between attitude and behavior of waste management with disease symptom in society that is in TPI area of Tegal City 2017. This research type is quantitative, with analytical survey research design and cross sectional design. The population in this study is all the people who are in the area of TPI Tegal City as many as 27,143 people. Sample amounted to 100 respondents. The instrument used is questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate Chi-square. The results showed there was a significant relationship between attitudes with p-value Dermatitis of 0.005 <α (0.05). Attitude of the p-value of ISPA is 0.001 <α (0.05). P-value Diarrhea is 0.003 <α (0.05). P-value Dermatitis behavior is 0.001 <α (0.05). ISPA behavior of p-values was 0.002 <α (0.05). The behavior of p-value Diarrhea was 0.021 <α (0.05). In order for people working in TPI Tegal City to use personal protective equipment (APD), the government supports and facilitates the community in TPI in managing waste, empowering community leaders to create a waste recycling program.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Analisis Total Status Antioksidan (TSA) Pasien Tuberkulosis (TB) Paru
           Kelompok Usia 30-60 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Genuk Kota
           Semarang

    • Authors: Sifa Altika, Rr. Sri Ratna Rahayu
      Abstract: Kondisi sepsis (infeksi) oleh M. tuberculosis dapat menyebabkan Peningkatan Reaktive Oxygen Species (ROS) yang mengakibatkan penurunan kadar antioksidan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total status antioksidan pada pasien TB kelompok usia 30-60 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Genuk Kota Semarang. Desain penelitian ini adalah case control. Sampel TB sebanyak 30 pasien yang dipilih dari puskesmas Bangetayu dan puskesma Genuk yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sesuai kedatangan (consecutive sampling), sedangkan control dipilih secara volunter. 2,5 mililiter darah diambil dari setiap sampel, kemudian dilakukan pemeriksaan kadar TSA dengan metode DPPH.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel pasien TB paru dengan TSA yang rendah / kurang dari normal. Rerata TSA pada pasien TB paru 0.61±0.103 lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu 0.58±0.090. Hasil uji statistik Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara total status antioksidan pada responden TB paru dengan responden sehat, nilai p=0.318 (p>0,05).  Hal ini menunjukan bahwa secara statistik kondisi sakit TB ataupun kondisi tidak sakit tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap total status antioksidan.The condition of sepsis (infection) by M. tuberculosis can cause an increase in Reactive Oxygen Species (ROS) resulting in decreased levels of antioxidants. The purpose of this study was to analyze the total antioxidant status in TB patients age group 30-60 years in the Working Area community health centers Genuk Districts Semarang City. The design of this research is case control. Samples of TB were 30 patients selected from Bangetayu and Genuk community health centers in accordance with inclusion and exclusion consecutive sampling criteria, while control was selected by volunter. 2.5 milliliters of blood taken from each sample, then examined TSA levels by DPPH method.The results showed that samples of pulmonary TB patients with TSA were low / less than normal. The mean of TSA in pulmonary tuberculosis patients was 0.61 ± 0.103 higher than the control group of 0.58 ± 0.090. Mann Whitney statistical test results showed that there was no difference between total antioxidant status in pulmonary tuberculosis respondents with healthy respondents p = 0.318 (p> 0,05). This shows that statistically the condition of TB disease or the condition of pain does not give a different effect on the total antioxidant status.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Analisis Tingkat Kepuasan Pasien BPJS Terhadap Kualitas Pelayanan Petugas
           Medis Medis Melalui Faktor Assurance di Ruang Rawat Inap RSUD Bima, NTB

    • Authors: Erni Faturahmah, Bambang Budi Raharjo
      Abstract: Kemampuan rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan pasien dapat menjadi tolak ukur puas atau tidaknya pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit, diperlukan pandangan dari pasien. Data jumlah pasien BPJS di RSUD Bima mengalami penurunan, pada tahun 2014 berjumlah 14.009 pasien, tahun 2015 berjumlah 12.202 pasien, bulan Januaru sampai bulan Oktober 2016 berjumlah 10.686 pasien. Tujuan penelitian menganalisis faktor assurance terhadap tingkat kepuasan pasien BPJS di ruang rawat inap RSUD Bima.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel 66 pasien dibagi menjadi tiga kelompok kelas, yaitu pasien BPJS kelas I, kelas II dan kelas III. Setiap kelas berjumlah 22 pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariate. Hasil penelitian diperoleh kelas I, faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien yaitu faktor responsiveness, ditunjukkan oleh nilai OR tertinggi OR=45,000 P=0,015. Kelas II faktor yang paling berpengaruh adalah emphaty OR=17,397, P=0,033. Kelas III faktor yang paling berpengaruh yaitu assurance OR=15,685, P=0,039. Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan antara faktor Assurance terhadap kepuasan pasien BPJS kelas III. Sehingga perlu kiranya petugas medis dalam melaksanakan tugas, lebih peduli kepada pasien serta memberikan jaminan untuk menimbulkan kepercayaan pasien terhadap RSUD Bima.The ability of hospital to meet the needs of patients can be a benchmark for whether the patients satisfy or not to the services provided. To observe the quality of services provided by the hospital, it needs the views of the patients. The number of BPJS patients in Bima Regional General Hospital continued to decrease, in 2014 there were 14.009 patients, in 2015 there were 12.202 patients, January until October 2016 there were 10.686 patients. The study objective is to analyze the assurance factor, tangibles factor on the satisfaction level of BPJS patients in the wards of Bima Regional General Hospital.This study was a quantitative descriptive study, cross sectional study approach. The samples were 66 patients divided into three class groups, namely BPJS class I, BPJS class II and BPJS class III. Each class is 22 patients. Data were analyzed used univariate, bivariate, and multivariate analysis. The quality of medical staff service from responsiveness factor, empathy factor, and assurance factor greatly affected the satisfaction of BPJS Class I, Class II, and Class III patients. The conclusion was that there was significant influence between responsiveness, indicated by the value or highest OR=45,000, P=0.015. Class II the most influential factor is emphaty OR=17,397, P=0,033. In class III the most influential factor namely assurance OR=15,685, P=0.039. Conclusion there is a significant impact between the factor Assurance of customer satisfaction patients BPJS class III. So it is necessary for the medical staff to carry out their duty, provide more care to the patients and provide assurance to create patients’ trust to Bima Regional General Hospital.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Pola Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik dan Faktor Keturunan Terhadap
           Kejadian Obesitas (Studi Kasus pada Siswa SD Negeri 01 Tonjong Kecamatan
           Tonjong Kebupaten Brebes)

    • Authors: Riswanti Septiani, Bambang Budi Raharjo
      Abstract: Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan karena prevalensi obesitas anak di dunia semakin meningkat. Di Indonesia, berdasarkan data Riskesda oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, prevalensi overweight dan obesitas pada anak usia 5-12 tahun mencapai 18,8%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola konsumsi fast food, aktivitas fisik dan faktor keturunan terhadap kejadian obesitas pada anak sekolah dasar negeri 01 tonjong kabupaten brebes. Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan desain penelitian survey analitik dan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 284 responden. Sampel berjumlah 72 responden (36 anak gemuk dan 36 anak nomal).Metode yang digunakan dalam penarikan sampel adalah random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat Chi-square. Dari hasil penelitian diketahui prevalensi kegemukan anak sekolah dasar negeri 01 tonjong sebesar 16,7 %. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola konsumsi fast food dengan obesitas  p-value sebesar 0,036 <α (0,05). Aktivitas fisik dengan kejadian obesitas  p-value sebesar 0,000 <α (0,05). Hubungan antara faktor keturunan terhadap kejadian obesitas dengan  p-value sebesar 0,002 <α (0,05). Peranan orang tua dan pihak sekolah sangatlah penting dalam mengajarkan hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang dan peningkatan aktivitas fisik untuk mencegah kejadian obesitas pada anak.Obesity in children is a health problem because the prevalence of child obesity in the world is increasing. In Indonesia, based on Riskesda data by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2013, the prevalence of overweight and obesity in children aged 5-12 years reached 18.8%. The purpose of this study to analyze the pattern of fast food consumption, physical activity and heredity to the incidence of obesity in elementary school children of the country 01 tonjong kabupaen brebes. This type of research is quantitative, with analytical survey research design and cross sectional design.The population in this study amounted to 284 respondents. The sample was 72 respondents (36 obese children and 36 nomal children). The instrument used  questionnaire. The data were analyzed by univariate and bivariate Chi-square. The research result, it is known that the prevalence of obesity of elementary school children of 01 tonjong is 16,7%. The results showed there was a significant relationship between fast food consumption patterns with p-value obesity of 0.013 <α (0.05). Physical activity with p-value obesity was 0.000 <α (0.05). The relationship between heredity to obesity with p-value was 0,002 <α (0,05). The role of parents and parties sekolh very important in teaching healthy life through the consumption of balanced nutritious foods and increased physical activity to prevent obesity in children.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Komitmen Kebijakan, Penerapan SMK3, Pengetahuan, dan Sikap K3 terhadap
           Penggunaan APD Perusahaan Jasa Bongkar Muat

    • Authors: Dwi Nur Siti Marchamah, Oktia Woro KH
      Abstract: Kecelakaan kerja belum dapat dikendalikan sepenuhnya sehingga digunakan APD. Jumlah kecelakaan kerja pada Perusahaan Jasa Bongkar Muat kota Semarang periode April 2014 sampai dengan Desember 2015 terjadi 9 kasus. Perusahaan telah memenuhi syarat K3, namun masih tetap saja terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian menganalisa pengaruh komitmen kebijakan, penerapan SMK3, pengetahuan dan sikap K3 terhadap penggunaan APD. Penelitian menggunakan teknik mixed method dengan concurrent triangulation. Populasi sebanyak 164 karyawan Perusahaan Jasa Bongkar Muat kota Semarang. Penelitian menggunakan sampel minimal sebanyak 30 responden. Teknik sampling dengan purposive sampling. Subjek penelitian meliputi Manager K3, Supervisor K3 dan karyawan. Pengumpulan data dengan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa bivariat yang digunakan Spearman. Analisa multivariat menggunakan Regresi Logistik. Hasil penelitian bahwa sikap K3 berpengaruh terhadap penggunaan APD (p = 0,032), dan mempunyai kecenderungan pengaruh paling besar terhadap penggunaan APD (p = 0,050). Kegiatan P2K3 meliputi briefing safety talk dan safety patrol. Audit SMK3 secara internal setiap 6 bulan sekali, dan audit eksternal setiap 3 tahun sekali. Pelaksanaan sosialisasi K3 sebanyak 3-4 kali setiap tahunnya, dan melalui briefing safety talk setiap harinya. Program pemeriksaan kesehatan setiap karyawan mendapat kesempatan 2 tahun sekali. Penyediaan APD kurang disosialisasikan dengan mengadakan pelatihan tentang penggunaan APD yang benar.Work accidents can't be fully controlled so use PPE. The number of work accidents in Loading and Unloading Service Company of Semarang city from April 2014 until December 2015 happened 9 cases. The Company has fulfilled the OHS requirements, but still there are work accidents that result in death. The purpose of the study analyzed the effect of policy commitment, application of OHS management system, knowledge and attitude of OHS to the use of PPE. The research used mixed method technique with concurrent triangulation. The population of 164 employees of Loading and Unloading Company of Semarang city. The study used a minimum of 30 respondents. Sampling technique with purposive sampling. Research subjects include OHS Manager, OHS Supervisor and employees. Data collection with questionnaires, interviews, observation and documentation. Spearman's bivariate analysis technique. Multivariate analysis using Logistic Regression. The result of research indicated that OHS attitude had an effect on the use of PPE (p = 0,032), and had the most influence on PPE (p = 0,050). OHS organizing comittee activities include briefing safety talk and safety patrol. Audit of OHS management system internally every 6 months, and external audit every 3 years. Implementation of OHS socialization 3-4 times every year, and through briefing safety talk every day. Health examination program every employee gets a chance every 2 years. The provision of PPE is less socialized by conducting training on the correct use of PPE.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
  • Faktor Determinan dan Respon Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Jamban dalam
           Program Katajaga di Kecamatan Gunungpati Semarang

    • Authors: Wiji Oktanasari, Budi Laksono, Dyah Rini Indriyanti
      Abstract: Pada saat ini masih ada warga masyarakat yang memiliki perilaku buang air besar disembarang tempat karena tidak memiliki jamban. Hal ini sangat merugikan kondisi kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor determinan dan respon masyarakat terhadap pemanfaatan jamban dalam program KATAJAGA (Kampung Total Jamban Keluarga) di Kecamatan Gunungpati Semarang. Desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh kepala keluarga yang mendapatkan bantuan jamban di Kecamatan Gunungpati berjumlah 1222 kepala keluarga. Sampelnya berjumlah 93 responden dengan teknik Proportionate Random Sampling. Pengambilan data diperoleh dengan cara memberi kuesioner dan wawancara pada responden. Analisis data dilakukan dengan program SPSS 17 secara bivariat (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pendidikan dengan pemanfaatan jamban (χ2=4,423; df=1; p=0,035<0,05), demikian pula ada hubungan status ekonomi (χ2=6,500; df=2; p=0,039<0,05), pengetahuan (χ2=6,928; df=2; p=0,031<0,05), ketersediaan air bersih (χ2=4,371; df=1; p=0,037<0,05), akseptabilitas (χ2=8,387; df=1; p=0,004<0,05), dan partisipasi (χ2=6,918; df=2; p=0,031<0,05) terhadap pemanfaatan jamban dalam program KATAJAGA di Kecamatan Gunungpati Semarang. Manfaat penelitian yaitu dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi dinas kesehatan dalam rangka pengambilan keputusan kebijakan dan evaluasi perbaikan program jamban.At this time there are still people who have a defecate behavior in place because they do not have latrines. This is very detrimental to public health conditions. The purpose of this research is to analyze the determinant factor and the community response to the utilization of latrines in the program of KATAJAGA (Total Village Family Latrine) in Gunungpati District Semarang. The research design used was analytic survey with cross sectional approach. The population of this study is the entire head of the family who received a toilet assistance in Gunungpati District amounted to 1222 families. The sample were 93 respondents with Proportionate Random Sampling technique. The data were collected by giving questionnaires and interviews to the respondents. Data analysis was done using SPSS 17 program in bivariate (Chi Square). The results showed that there were correlation between education with the utilization of latrines (χ2 = 4,423; df = 1; p = 0,035 <0,05), also there was correlation economic status (χ2 = 6,500; df = 2; p = 0,039 <0,05 ), knowledge (χ2=6,928; df=2; p=0,031<0,05), supply of clean water (χ2 = 4,371; df = 1, p = 0.037 <0.05), acceptability (χ2 = 8,387; df = 2, p = 0,031 <0,05), and participation (χ2 = 6,918; df = 2; p = 0,031 <0,05) to the utilization of latrines in the program of KATAJAGA in Gunungpati District Semarang. The benefits of research that can be used as a consideration for the health department in the framework of policy decision and evaluation of improvements to toilet programs.
      Issue No: Vol. 2, No. 3
       
 
 
JournalTOCs
School of Mathematical and Computer Sciences
Heriot-Watt University
Edinburgh, EH14 4AS, UK
Email: journaltocs@hw.ac.uk
Tel: +00 44 (0)131 4513762
Fax: +00 44 (0)131 4513327
 
Home (Search)
Subjects A-Z
Publishers A-Z
Customise
APIs
Your IP address: 3.80.177.176
 
About JournalTOCs
API
Help
News (blog, publications)
JournalTOCs on Twitter   JournalTOCs on Facebook

JournalTOCs © 2009-